Anda di halaman 1dari 5

Definisi Perumahan Dan Kawasan Permukiman

Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan


Kawasan Permukiman menyebutkan bahwa Perumahan adalah kumpulan rumah
sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang
dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya
pemenuhan rumah yang layak huni. Kawasan permukiman adalah bagian dari
lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun
perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan
hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.
Perumahan dan kawasan permukiman adalah satu kesatuan sistem yang terdiri
atas pembinaan, penyelenggaraan perumahan, penyelenggaraan kawasan
permukiman, pemeliharaan dan perbaikan, pencegahan dan peningkatan kualitas
terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh, penyediaan tanah,
pendanaan dan sistem pembiayaan, serta peran masyarakat.

Sedangkan berdasar Kamus Tata Ruang Tahun 1997 Permukiman adalah


kawasan yang didominasi oleh lingkungan yang dilengkapi dengan prasarana dan
sarana lingkungan dan tempat kerja yang memberikan pelayanan dan kesempatan
kerja yang terbatas untuk mendukung perikehidupan dan penghidupan, sehingga
fungsinya dapat berdaya guna dan berhasil guna. Permukiman ini dapat berupa
permukiman perkotaan maupun permukiman perdesaan.

2. Ruang Lingkup Bidang Perumahan Dan Kawasan Permukiman


Pada dasarnya pembangunan perumahan dan permukiman bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian sebagai bagian dari
kebutuhan dasar manusia. Usaha pemenuhan kebutuhan perumahan ini
diusahakan dalam rangka peningkatan dan pemerataan kesejahteraan serta
mewujudkan hunian yang layak dalam suatu lingkungan perumahan yang
sehat, aman, selaras, serasi dan teratur.

Suatu perumahan dapat menciptakan suatu lingkungan hidup baru


yang didalamnya mendapat rasa kebersamaan, hubungan antara individu yang
erat, tanggung jawab dan kesamaan tujuan. Sebuah lingkungan perumahan
merupakan tempat dimana tiap individu yang ada saling berinteraksi dan
mempengaruhi satu sama lain serta memiliki sense of belonging atas
lingkungan tempat tinggalnya (Charles Abrams, 1964). Untuk melakukan
interaksi tersebut perlu ditunjang dengan adanya kondisi perumahan yang baik,
salah satunya dengan pembangunan perumahan yang seimbang antara luas
lahan dengan kebutuhan ruang dan kepadatan penduduk.

Pembangunan dan pengembangan kawasan lingkungan perumahan


pada dasarnya memiliki dua fungsi yang saling berkaitan satu dengan yang
lain, yaitu fungsi pasif dalam artian penyediaan sarana dan prasarana fisik,
serta fungsi aktif yakni penciptaan lingkungan yang sesuai dengan kehidupan
penghuni (Budiharjo, 1991) kedua fungsi ini lebih lanjut dijabarkan dalam suatu
pedoman pokok perumahan atau habitat Bill of Right yang mengemukakan
pedoman yang menyangkut lingkungan permukiman dan bangunan perumahan
dalam pedoman mengenai lingkungan permukiman disebutkan:
a. Fisik lingkungan harus mencerminkan pola kehidupan dan budaya
mesyarakat setempat,

b. Lingkungan permukiman harus didukung oleh fasilitas pelayanan dan


utilitas umum yang sebanding dengan ukuran/atau luas lingkungan serta
jumlah penghuni,

c. Pada lingkungan permukiman masyarakat berpenghasilan rendah sedapat


mungkin tersedia pula wadah kegiatan yang dapat menambah
penghasilan,

d.Taman, ruang terbuka/penghijauan harus memanfaatkan bentuk topografis


dan karakteristik alami ‘site’ setempat,

e. Jalan masuk lingkungan harus berskala manusia, terdapat pemisahan


antara lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki, serta sedapat mungkin
diteduhi dengan pepohonan,

f. Lingkungan permukiman harus menunjang terjadinya kontak sosial dan


menciptakan identitas dari segenap penghuni.

3. Sektor Yang Terkait Dengan Perumahan Dan Kawasan Permukiman


Pembangunan perumahan dan permukiman merupakan kegiatan yang
bersifat multi sektor. Keluarannya langsung menyentuh salah satu kebutuhan dasar
serta menyangkut kelayakan dan taraf kesejahteraan kehidupan masyarakat, juga
mendorong pertumbuhan perekonomian. Perumahan dan permukiman sangat
berkaitan erat dengan sektor pembangunan yang lain sehingga merupakan bagian
integral dari pembangunan nasional, dan paling tidak berkaitan dengan dua hal
yaitu meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

Perumahan dan permukiman merupakan fenomena yang berkembang dan


berkelanjutan karena selalu mengikuti dinamika pertumbuhan penduduk,
perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat Pembangunan perumahan dan
pemukiman secara langsung akan menunjang pembangunan nasional terutama
dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kesehatan masyarakat yang
diserasikan dengan usaha perbaikan dan pelestarian lingkungan hidup. Di samping
itu pembangunan perumahan dan pemukiman akan menunjang pengembangan
sektor-sektor lainnya seperti sektor industri, pariwisata, perhubungan, pendidikan,
transmigrasi, dan lain-lain.

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, akan diusahakan


agar masyarakat di manapun mereka bertempat tinggal dapat merasakan
lingkungan hidup yang sehat, lebih aman, lebih tertib, dan lebih nyaman. Guna
mencapai maksud tersebut diusahakan untuk meningkatkan sarana lingkungan
pemukiman baik yang bersifat fisik seperti perumahan, air bersih, dan penyehatan
lingkungan pemukiman, maupun sarana non fisik seperti adanya peraturan tata
ruang, peraturan tata bangunan, pedoman-pedoman pembangunan dan lainnya
yang dapat menuju ke sejahteraan hidup bersama dalam lingkungan pemukiman.