Anda di halaman 1dari 3

Effloresensi (Lesi-lesi pada Kulit)

v Macula & patch

– Macula = perubahan warna kulit yang berbatas tegas, diameternya < 5 mm/ 0,5 cm. jadi
perubahan warna apapun baik itu merah, hitam, biru, tapi tidak ada peninggian kulit, dan batasnya
tegas dengan diameter kurang dari 5mm, digolongkan sebagai macula.

– Patch = sama dengan macula, namun diameternya lebih dari 0,5 cm.

v Papula & nodul

– Papula = peninggian kulit yang padat, diameter <0,5cm.

– Nodul = sama dengan papula, namun diameter >0,5cm.

v Vesica & bulla & pustule & kista

– Vesica = kavitas atau penonjolan berisi cairan, diameter <0,5cm.

– Bulla = sama dengan vesika, namun diameter >0,5cm.

– Pustule = sama seperti vesica dan bulla, perbedaannya adalah pustule berisi cairan Pus /
nanah (sesuai namanya “pus-tula”).

– Kista = mirip dengan ketiga teman nya diatas, tapi tidak sama. Kalo ketiga yang disebutkan
diatas, terjadi penumpukan cairan pada lapisan epidermis, sedangkan kista itu dibagian dermis. Kista
ter-kapsul-kan dengan epitel sejati, dan berisi cairan-semisolid-atau solid [kista bagaikan cairan
terbungkus lapisan epitelnya sendiri]. Nah itu persepsi yang saya tangkap mengenai kista.

v Plaque

Plaque adalah peninggian kulit yang datar dan diameter >0,5 cm. sedangkan bulla tadi peninggiannya
tidak mendatar.

v Wheal & angioedema

– Wheal / urtikaria = edema dibagian dermis yang menghilang setelah beberapa jam. Contoh
kasusnya seperti pada kondisi kena ulat bulu, jadi gatal-gatal dan bengkak yang cukup luas, namun
akan hilang setelah beberapa jam
– Angioedema = sama seperti wheal, yaitu edema didaerah dermis, tapi angioedema terjadi di
tempat-tempat yang jaringan ikatnya sangat longgar, seperti bibir, kelopak mata atau skrotum.

v Erosi & excoriasi

– Erosi = hilang/terkelupasnya kulit yang terbatas sampai bagian epidermis, sehingga pada erosi
tidak dijumpai perdarahan, tapi ada serum / cairan yang keluar.

– Excoriasi = sama dengan erosi, namun sudah sampai bagian dermis, sehingga ada/dijumpai
perdarahan. Contoh kasus misalnya tergores sesuatu yang tajam, kulit jadi kemerahan karena
goresan sudah mencapai area dermis.

v Ulkus
Ulkus adalah defek yang lebih dalam disbanding erosi dan excoriasi. Pada ulkus defek sudah melewati
epidermis, minimal melewati lapisan papilari dermis. Jika ulkus sembuh, ia akan membentuk jaringan
parut/scar.

v Krusta
Krusta adalah pengeringan cairan (serum, exudate purulent, atau darah) yang mongering dan
mengeras pada permukaan kulit. Pengelupasan krusta dapat menyebabkan erosi atau ulkus pada
kulit. Masih ingat kan apa itu ulkus dan erosi?

v Skuama
Skuama umumnya disebut dengan sisik, kulit yang bersisik. Nama lain dari skuama adalah scale.
Skuama adalah kumpulan lapisan dari kulit terluar stratum korneum.

v Lichenifikasi
Lichenifikasi adalah penebalan kulit karena garukan yang terus menerus.

v Scar
Scar adalah proliferasi jaringan fibrosa yang mengganti jaringan kolagen normal setelah terjadi luka,
ulkus, atau lesi kulit lainnya. Scar ini bisa bersifat hipertofi (bertambah besar kulitnya), atau atrofi
(kulitnya semakin mengecil).

Skin-lesions

Selanjutnya saya akan mengelompokkan lagi kelainan kulit selanjutnya, yaitu mengenai WARNA. Kulit
yang bewarna merah/warna lainnya bisa disebabkan berbagai hal. Antara lain :

 Eritema : merupakan perubahan warna kulit menjadi merah karena dilatasi dari pembuluh
darah. Ciri khasnya adalah, jika bagian yang merah itu ditekan, maka warna merahnya akan
hilang (karena pembuluh darah tidak bisa melewatkan darah, karena ditekan-menghambat
aliran darah).
 Telangiektasis : telangiektasis merupakan kondisi kulit yang merah karena dilatasi persisten
dari pembuluh darah. Jadi kata kuncinya adalah persisten (terus-menerus), jadi walaupun
ditekan, warna merahnya tidak akan hilang.
 Purpura : Purpura merupakan kondisi kulit yang merah karena ada perdarahan dibawah kulit.
Merah disebabkan extravasasi pembuluh darah.
 Ptechie : perdarahan juga, dimana terjadi extravasasi (keluarnya) darah dari pembuluh
darahnya juga, tapi bentuknya pinpoint (atau titik titik). Umumnya terjadi pada DBD, dimana
terjadi perdarah di pembuluh-pembuluh darah kecil.
 Infark : adalah kematian jaringan (nekrosis). Sehingga jaringan yang mati akan bewarna
kehitaman.

Selain itu, lesi kulit juga dikelompokkan berdasarkan bentuk lesinya. Antara lain :

1) Annular : bentuk lesinya seperti cincin.

2) Round /Nummular / discoid : bentuknya seperti koin, artinya bulat-rata-sampai ke tengah.

3) Policyclic : poli artinya banyak, cyclic : seperti putaran, jadi polycyclic itu bentuknya hamper
bulat dan ada banyak.

4) Archuata : sesuai namanya “arch” yang artinya busur, lesinya seperti busur.

5) Linear : bentuknya seperti garis. Ada lesi yang tersebar dan bila ditarik garis imajiner
membentuk seperti garis linear (lurus).

6) Reticular : artinya bentuk lesinya seperti jaring-jaring (kotak-kotak)

7) Targetoid : lesinya berbentuk seperti target, yang bulat dan ada titik ditengahnya.

8) Serpiginous : lesinya berbentuk seperti ular.

9) Whorled : lesinya berbentuk seperti gelombang, atau berombak