Anda di halaman 1dari 39

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL

OPTIMALISASI PENGENDALIAN PENYAKIT ARTHRITIS GUNA


MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI UPTD PUSKESMAS
SIRING BETIK KECAMATAN WONOSOBO

Disusun Oleh:

GANNA AURIAN, A.Md. Kep


NIP. 198509282019032001
UPTD PUSKESMAS SIRING BETIK KECAMATAN WONOSOBO

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan IX Pemerintah


Kabupaten Tanggamus

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA


MANUSIA TANGGAMUS BEKERJA SAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI
LAMPUNG
2019
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : OPTIMALISASI PENGENDALIAN PENYAKIT


ARTHRITIS GUNA MENINGKATKAN KUALITAS
HIDUP LANSIA DI UPTD PUSKESMAS SIRING
BETIK KECAMATAN WONOSOBO
NAMA : GANNA AURIAN, A.Md. Kep

NIP : 198509282019032001

UNIT KERJA : UPTD PUSKESMAS SIRING BETIK

ORGANISASI : DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGGAMUS

DISETUJUI OLEH:

PEMBIMBING MENTOR

ARIS SUPRIYANTO, S.Sos., MM MANZARI, A.Md. RO


NIP. 19690508 199003 1 006 NIP. 196703221988031003
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN IX

KABUPATEN TANGGAMUS

NAMA : GANNA AURIAN A.Md. Kep

NIP : 198509282019032001

UNIT KERJA : UPTD PUSKESMAS SIRING BETIK

Telah disahkan berdasarkan hasil seminar rancangan aktualisasi pada

hari Kamis Tanggal 22 Bulan Agustus Tahun 2019

DISAHKAN OLEH:

PEMBIMBING PENGUJI

ARIS SUPRIYANTO, S.Sos.,MM Dra. RITA MAYANI, MM


NIP. 19690508 199003 1 006 NIP.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat dan
hidayah- Nya, penulis dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi ini.
Rancangan ini ditulis untuk memenuhi rangkaian kegiatan Latihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil golongan II dalam rangka aktualisasi nilai-
nilai ANEKA dalam ruang lingkup kerja. Penyusunan rancangan
aktualisasi ini tidak terlepas dari doa, bimbingan, pengarahan,
dukungan, dan bantuan, serta semangat yang telah diberikan dari
beberapa pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.
Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih sebesar-
besarnya kepada :

1. Kepala BPSDM Provinsi Lampung.


2. Kepala BKPSDM Tanggamus
3. Bapak Aris Supriyanto, S.Sos., MM, selaku pembimbing, yang
telah membimbing penulis.
4. Ibu Dra. Rita Mayani, MM, selaku penguji yang telah bersedia
memberikan waktunya dalam menguji penulis
5. Bapak Saifulloh, selaku kepala UPTD Puskesmas Siring Betik
Tanggamus, yang mengizinkan dalam kegiatan pelaksanaan
rancangan aktualisasi.
6. Bapak Manzari, A.Md. RO, selaku mentor, yang membimbing dan
mendukung penulis melaksanakan rancangan aktualisasi.
7. Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan peserta latihan dasar golongan
II angkatan IX yang sudah bekerja sama dengan baik
Penulis menyadari bahwa penulisan pelaporan rancangan
aktualisasi ini masih jauh dari kesempurnaan. Kritik dan saran yang
membangun sangat diharapkan penulis demi kesempurnaan tulisan
berikutnya.Semoga laporan rancangan aktualisasi ini bermanfaat bagi
penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Hajimena, 18 Agustus 2019


Penulis,

Ganna Aurian, A.Md. Kep


NIP. 19850928 2019032001
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL................................................................................ i

LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN..................................................................... iii

KATA PENGANTAR............................................................................. iv

DAFTAR ISI ......................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1


A. LATAR BELAKANG .................................................................. 1
B. DESKRIPSI SINGKAT ............................................................. 2
1. Profil UPTD Puskesmas Siring Betik.................................... 2
2. Visi dan Misi Organisasi....................................................... 3
3. Tujuan Jangka Panjang ....................................................... 4
4. Tujuan umum........................................................................ 5
5. Struktur Organisasi .............................................................. 6
C. Identifikasi dan Penetapan Isu .................................................. 7
1. Deskripsi Isu ......................................................................... 7
2. Identifikasi Isu ......................................................................... 7
3. Isu yang ditetapkan Core ...................................................... 9
D. Tujuan dan Manfaat .................................................................. 10
1.Tujuan ..................................................................................... 11
2.Manfaat ................................................................................... 11

BAB II PEMAHAMAN NILAI-NILAI DASAR PNS ................................ 12


A. NILAI-NILAI PNS .................................................................. 12
1. AKUNTABILITAS .............................................................. 12
2. NASIONALISME ............................................................... 13
3. ETIKA PUBLIK .................................................................. 13
4. KOMITMEN MUTU ........................................................... 14
5. ANTI 15
KORUPSI .................................................................
6. 16
WOG .................................................................................
7. PELAYANAN PUBLIK .................................................... 17
8. MANAJEMEN ASN ........................................................ 18

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ..........................................................

19

BAB IV PENUTUP ......................................................................... 27

A. KESIMPULAN ......................................................... 28

B. SARAN .................................................................... 29

DAFTAR PUSTAKA ............................................................... 30


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagian besar orang ingin berumur panjang dan hidup
sejahtera pada masa tuanya. Keinginan ini bukan hal yang mustahil
jika sejak muda telah membiasakan gaya hidup sehat dengan
mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Memasuki lansia
kadang-kadang membuat seseorang menjadi lemah, tidak
bersemangat, merasa tidak berguna, dan sering sakit. Menciptakan
kebugaran tubuh pada masa tua bukan hal yang sulit atau mustahil.
Asupan makanan yang tepat ternyata berperan menjadikan masa
lansia penuh semangat, energik, produktif dan tetap sehat bugar.
Untuk mendukung hal ini pada tahun 1999 PBB menetapkan tanggal
27 mei sebagai hari lansia sedunia.

Seiring dengan meningkatnya usia, proses penuaan pun terus


berlangsung. Tubuh akan mengalami perubahan yang menyebabkan
involusi dan degradasi jaringan yang disertai penurunan fungsi organ
tubuh. Proses penuaan terjadi karena adanya proses pembelahan
sel yang merupakan faktor endogenik dan tidak bisa dihentikan.

Berbagai perubahan fisik dan psikologi akan terjadi sebagai


akibat proses menua. Batas-batasan usia lanjut terbagi dalam 3
kelompok yaitu kelompok pra usia lanjut 45-59 tahun, kelompok usia
lanjut 60-69 tahun dan kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi
lebih dari 70 tahun atau usia lanjut yang berumur 60 tahun atau lebih
dengan masalah kesehatan.(Depkes. RI,2003). Salah satu penyakit
yang paling banyak menyerang lansia di indonesia menurut
Riskesdas 2013 yaitu penyakit arthritis (radang sendi). Dimana
arthritis merupakan penyakit yang menyebabkan radang dan
kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi
yang disebabkan oleh gangguan autoimun.
Perawat sebagai bagian integral dari layanan kesehatan
mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mewujudkan derajat
kesehatan masyarakat yang optimal. Salah satu peran perawat
dalam mewujudkan hal tersebut yaitu dengan meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan khususnya pada
lansia. Perawat sebagai salah satu aparatur sipil negara juga dapat
membentuk karakter dari dalam dirinya sendiri untuk menjadi ASN
yang berkompeten, profesional, berintegritas dan berkomitmen baik
terhadap tugas dan fungsi yang harus dijalankannya.

Dalam peraturan pemerintah nomor 101 tahun 2000 tentang


pendidikan dan pelatihan jabatan pegawai negri sipil (PNS),
ditetapkan bahwa salah satu jenis diklat yang strategis untuk
mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi profesional
adalah diklat prajab. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka
membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS. Kompetisi inilah yang
kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu
PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional dalam
melayani masyarakat.

Berdasarkan peraturan-peraturan tersebut di atas, maka


dibentuk suatu sistem pola baru diklat Latsar yang diharapkan
nantinya seorang ASN dapat merasakan dengan langsung
bagaimana menjadi seorang ASN yang menjunjung nilai-nilai dasar
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi. Sehingga dapat memiliki daya saing yang tinggi dan hebat
kedepannya dengan tetap menjaga tanggung jawab, komitmen, dan
tugasnya.

Oleh karena itu sebagai peserta diklat yang telah terbentuk


dalam diklat pola baru ini maka perlulah membuat laporan aktualisasi
yang sesuai dengan tempat tugas masing-masing peserta Diklat.
Dalam hal ini penulis akan melakukan aktualisasi di pelayanan
bidang kesehatan sebagai perawat terampil di UPTD Puskesmas
Siring Betik.

B. DESKRIPSI SINGKAT

1) Profil UPTD Puskesmas Siring Betik

UPTD Puskesmas Siring Betik terletak di wilayah


Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Propinsi
Lampung dengan luas wilayah 85 km 2 yang meliputi 16 Pekon
yaitu : Negeri Ngarip, Kunyayan, Srimelati, Pekon Balak,
Kejadian, Tanjung Kurung, Padang Manis, Padang Ratu,
Pardasuka, Lakaran, Way Liwok, Bandar Kejadian, Sridadi,
Sumur Tujuh, Sampang Turus dan Way Panas. Pusat
pemerintahan kecamatan terletak di Pekon Tanjung Kurung
dengan jarak dari Puskesmas ke Kecamatan ± 500 meter dan
dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dan roda dua.
Batas wilayah kerja UPTD Puskesmas Siring Betik meliputi :
Sebelah Utara: berbatasan dengan wilayah kerja UPT
Puskesmas Sanggi; Sebelah Timur: berbatasan dengan wilayah
kerja UPT Puskesmas Negara Batin; Sebelah Barat: berbatasan
dengan wilayah kerja UPT Puskesmas Wonosobo; Sebelah
Selatan: berbatasan dengan wilayah kerja UPT Puskesmas
Negara Batin.
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Siring Betik berada pada
ketinggian yang bervariasi di antara 0 – 350 m di atas
permukaan laut dengan 90% diantaranya adalah tanah datar dan
bergelombang.
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Siring Betik dilalui oleh
salah satu sungai besar yang ada di Kabupaten Tanggamus,
yaitu sungai Siring Betik (Way Ngarip). Sejak lama, sungai Siring
Betik memiliki peran penting sebagai irigasi bagi sawah – sawah
penduduk yang tinggal di sepanjang aliran sungai ini. Selain itu,
sampai saat ini sungai Siring Betik juga masih digunakan oleh
sebagian besar masyarakat sebagai sarana mandi cuci dan
kakus (MCK) serta sumber air bersih (SAB), sehingga tidak
mengherankan jika di hampir semua pekon yang ada di wilayah
kerja UPTD Puskesmas Siring Betik, cakupan kepemilikan SAB,
jamban keluarga (JAGA) dan sarana pembuangan air limbah
(SPAL) masih rendah.
Jumlah penduduk yang ada di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Siring Betik pada tahun 2018 adalah 18.240 jiwa.
Sebagian besar penduduk berpendidikan SD (63%), SLTP
(19%), SLTA (6,1%) dan Perguruan Tinggi (2,9%) dan masih
terdapat penduduk yang buta huruf sebesar 9%. Tingkat
pendidikan penduduk yang masih rendah mempengaruhi
perilaku sehat masyarakat dan pemahaman masyarakat
terhadap berbagai informasi kesehatan yang disampaikan.

2) Visi dan Misi UPTD Puskesmas Siring Betik

a. Visi UPTD Puskesmas Siring Betik


Terwujudnya masyarakat wonosobo hidup sehat dan
mandiri menuju Kecamatan Wonosobo sejahtera.

b. Misi UPTD Puskesmas Siring Betik


a) Meningkatkan sumber daya kesehatan;
b) Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan;
c) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat;
d) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

3) Tujuan Jangka Panjang

Adapun tujuan dari aktualisasi ini antara lain :


a. Sebagai salah satu syarat kelulusan untuk Pelatihan Dasar
Golongan II menurut Peraturan Kepala Lembaga
Administrasi Negara Nomor 4 tahun 2015
b. Memiliki Kemampuan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai
dasar ANEKA di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus
c. Mengembangkan lingkungan kerja yang positif untuk
membantu pembentukan etika dan aturan perilaku organisasi
sehingga dapat menjadi ASN yang Profesional.
d. Meningkatkan efektifitas, efisiensi dan akuntabilitas ASN
dalam pelayanan kepada masyarakat.
e. Meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan
masyarakat Kecamatan Wonosobo.

4) Tujuan Umum
Tujuan Umum aktualisasi adalah untuk mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar ANEKA di Dinas Pendidikan Kesehatan
Kabupaten Tanggamus.

Adapun manfaat dari aktualisasi ini adalah sebagai berikut:


a. Bagi Instansi atau Unit Kerja
Manfaat bagi instansi yaitu dapat membantu
mengembangkan SDM yang ber kualitas dan professional,
terutama untuk tenaga perawat
b. Bagi Stakeholder
Manfaat bagi stakeholder yaitu dapat membantu
mewujudkan misimeningkatkan kualitas sumberdaya
manusia melalui sektor kesehatan
c. Bagi Peserta Latsar
Manfaat bagi perserta latsar yaitu dapat memiliki wawasan
kebangsaan yang luas, memiliki etika dan budaya kerja yang
baik, bertanggung jawab atas pekerjaan, memiliki komitmen
terhadap mutu dan bebas korupsi serta menyadari
pentingnya memberikan pelayanan prima dan bisa
menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN tersebut di
lingkungan kerjanya yang mengandung nilai-nilai dasar
profesi ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, anti korupsi, manajemen ASN, pelayanan
publik, dan whole of government pada unit kerja penulis
4. Struktur Organisasi UPTD Puskesmas Siring Betik
C. Identifikasi dan Penetapan Isu

1. Deskripsi Isu

Isu merupakan masalah yang sedang berkembang. Isu


memiliki beberapa kriteria antara lain sebagai berikut:
a. Aktual, artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dalam masyarakat;
b. Kekhalayakan, artinya isu yang menyangkut hajat hidup
orang banyak;
c. Problematika, artinya isu yang memiliki dimensi
masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan
segera solusinya;
d. Kelayakan, artinya isu yang masuk akal dan realistis
serta relevan untuk dimunculkn inisiatif pemecahan
masalahnya.

Berdasarkan hal tersebut di atas dan mencermati kondisi serta


tugas dan fungsi perawat terampil, penulis mengidentifikasi ada
beberapa isu yang perlu diangkat dalam rancangan aktualisasi
ini, yaitu antara lain:
1. Belum optimalnya pengendalian penyakit arthritis guna
meningkatkan kualitas hidup lansia
2. Belum optimalnya komunikasi efektif dalam
pendokumentasian perkembangan pasien dengan
teknik SBAR
3. Belum optimalnya pelaksanaan cuci tangan yang benar
dengan handrub
4. Kurang sesuainya pengelompokan pasien di ruang
rawat inap puskesmas siring betik
5. Kurang terjaganya kebersihan di lingkungan
puskesmas siring betik.

Tabel 2.
Uji Kualitas Isu

Problematika

Keterangan
Khalayak
Aktualisasi

Kelayakan
N
Isu
o

1 Belum optimalnya pengendalian Layak


penyakit arthritis guna
meningkatkan kualitas hidup lansia
2 Belum optimalnya komunikasi efektif Layak
dalam pendokumentasian
perkembangan pasien dengan
teknik SBAR
3 Belum optimalnya pelaksanaan cuci Layak
tangan yang benar dengan handrub
4 Kurang sesuainya pengelompokan Layak
pasien di ruang rawat inap
puskesmas siring betik Tanggamus
5 Kurang terjaganya kebersihan di Layak
lingkungan puskesmas siring betik
Tanggamus.

Isu Terpilih dan Gagasan Pemecahan Isu


Berdasarkan identifikasi isu-isu tersebut di atas, maka perlu dipilih
satu isu yang prioritas, yang dalam hal ini penulis menggunakan metode
USG (Urgency, Seriousness, Growth). Metode USG adalah salah satu alat
untuk menyusun urutan prioritas isu yang harus diselesaikan. Caranya
dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan dan perkembangan isu
dengan menentukan skala nilai 1-5 atau jelasnya terkait metode USG
berikut penjelasannya:
1. Urgency yaitu seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness yaitu seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan
dengan akibat yang ditimbulkan.
3. Growth yaitu seberapa besar kemungkinan memburuknya isu
tersebut jika tidak ditangani sebagaimana mestinya.

Dengan menggunakan metode USG tersebut di atas, maka dari 3 (tiga)


isu hasil identifikasi penulis, isu yang paling prioritas adalah sebagai
berikut:

Tabel 3.
Analisis Identifikasi Isu Menggunakan Teknik USG

N Skor
Identifikasi Isu total peringkat
No U S G
1 Belum optimalnya
pengendalian penyakit
4 5 4 13 I
arthritis guna meningkatkan
kualitas hidup lansia
2 Belum optimalnya komunikasi
efektif dalam
pendokumentasian 4 4 4 12 II
perkembangan pasien
dengan teknik SBAR.
3 Belum optimalnya
pelaksanaan cuci tangan 4 4 3 11 III
yang benar dengan handrub
4 Kurang sesuainya
pengelompokan pasien di
4 3 3 10 IV
ruang rawat inap puskesmas
siring betik Tanggamus
5 Kurang terjaganya kebersihan
di lingkungan puskesmas 3 3 3 9 V
siring betik Tanggamus

Keterangan Urgency: Keterangan Seriousness:


KeteranganGrowth:
5 : Sangat Mendesak 5 : Sangat Berpengaruh 5 : Sangat
Berdampak
4 : Mendesak 4 : Berpengaruh 4 : Berdampak
3 : Cukup Mendesak 3 : Cukup Berpengaruh 3 : Cukup
Berdampak
2 : Tidak Mendesak 2 : Tidak Berpengaruh 2 : Tidak
Berdampak
1: Sangat 1 : Sangat 1 : Sangat
Tidak Mendesak Tidak Berpengaruh Tidak
Berdampak

Berdasarkan isu yang didapat, penulis menetapkan belum optimalnya


pengendalian penyakit arthritis guna meningkatkan kualitas hidup lansia
adalah sebagai isu utama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka
dibentuklah gagasan gagasan dalam pemecahan masalahnya.
BAB II
PEMAHAMAN NILAI-NILAI DASAR PNS

A. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban yang bertanggung
jawab dan ingin dicapai. PNS/ASN harus memiliki tugas pokok fungsi
yang wajib untuk dijalankan. Setiap PNS hendaknya sadar akan tugas
pokok dan fungsi. Tidak hanya sekadar sadar dalaM menjalankan
tugas. Mereka juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah
dikerjakan. Sebagai abdi Negara dan pelayan masyarakat, PNS
memiliki tanggung jawab yang besar. Maka tidak salah jika setiap PNS
harus bisa melakukan perencanaan yang matang sebelum
melaksanakantugasnya.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi
amanahnya. Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens,
2007), yaitu untuk menyediakan kontrol demokratis (peran
demokratis ); untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan
kekuasaan (peran konstitusional ); dan untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas (peran belajar) Akuntabilitas publik terdiri dari dua
macam, yaitu : akuntabilitas vertikal (pertanggungjawaban kepada
otoritas yang lebih tinggi) dan akuntabilitas horisontal
(pertanggungjawaban pada masyarakat luas). Untuk memenuhi
terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka
mekanisme akuntabilitas harus mengandung dimensi akuntabilitas
kejujuran dan hukum, akuntabilitas proses, akuntabilitas program,
danakuntabilitas kebijakan. Akuntabilitas tidak akan terwujud apabila
tidak ada alat akuntabilitas berupa : Perencanaan Strategis, Kontrak
Kinerja, dan Laporan Kinerja.
B. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan sikap menjunjung tinggi nilai-nilai
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Setiap sila dalam
Pancasila mengandung nilai- nilai kemanusiaan sebagai pedoman kita
berbangsa dan bernegara. Lima sila ini merupakan pondasi dan
pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai motor penggerak suatu
negara, PNS harus mampu menjadi teladan yang menjunjung tinggi
nilai-nilainasionalisme.

Komitmen mutu adalah bagaimana PNS bisa bekerja secara


efektif dan efisiensi dalam menjalan tugasnya juga harus memiliki
inovasi dan Kreatifitas dalam bekerja. Mutu PNS dalam menjalankan
tugas pokok dan fungsinya, hendaknya mengalami peningkatan dari
waktu ke waktu.Ada tuntutan kreativitas dan inovatif dalam
memberikan pelayanan juga dalam menjalankan tugasnya sehari-
hari.Apalagi dalam era globalisasi saat ini, PNS harus bisa
menyusaikan dengan perkembangan jaman yang semakin canggih,
harus memiliki skill dan berkompeten.

C. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang
artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering
dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, karena dampaknya yang
luar biasa, menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup
pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih
luas.Kerusakan tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang pendek,
namun dapat berdampak secara jangka panjang. Ada 9 (sembilan)
indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus diperhatikan,
yaitu:
a) Jujur
b) Peduli
c) Mandiri
d) Disiplin
e) Kerja keras
f) Sederhana
g) Berani
h) Tanggung jawab
i) Adil

D. Whole of Government (WoG)


Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang
lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan
publik.Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan
interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah
kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.

E. PelayananPublik
Pelayanan publik adalah semua jenis pelayanan untuk
menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang
memenuhi kriteria yaitu merupakan jenis barang atau jasa yang
memiliki eksternalisasi tinggi dan sangat diperlukan masyarakat serta
penyediaannya terkait dengan upaya mewujudkan tujuan bersama
yang tercantum dalam konstitusi maupun dokumen pemerintah, baik
dalam rangka memenuhi hak dan kebutuhan dasar warga, mencapai
tujuan strategis pemerintah, dan memenuhi komitmen dunia
internasional.

F. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar,
etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme.Manajemen ASN lebih menekankan kepada
pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia
sumber daya aparatus sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembangan jaman. Manajemen ASN berdasarkan pada asas:
a. kepastianhukum;
b. profesionalitas;
c. proporsionalitas;
d. keterpaduan;
e. delegasi;
f. netralitas;
g. akuntabilitas;
h. efektif danefisien;
i. keterbukaan;
j. nondiskriminatif;
k. persatuan dankesatuan;
l. keadilan dan kesetaraan;dan
m. kesejahteraan
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : UPTD Puskesmas Siring Betik

Identifikasi Isu :

1. Belum optimalnya pengendalian penyakit arthritis guna


meningkatkan kualitas hidup lansia
2. Belum optimalnya komunikasi efektif dalam
pendokumentasian perkembangan pasien dengan teknik
SBAR
3. Belum optimalnya pelaksanaan cuci tangan yang benar
dengan handrub
4. Kurang sesuainya pengelompokan pasien di ruang rawat inap
puskesmas siring betik Tanggamus
5. Kurang terjaganya kebersihan di lingkungan puskesmas siring
betik Tanggamus.

Isu yang diangkat : Belum optimalnya pengendalian penyakit


arthritis guna meningkatkan kualitas hidup
lansia

Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi Pengendalian penyakit


arthritis guna meningkatkan kualitas hidup
lansiaDi UPTD Puskesmas Siring Betik
Kecamatan Wonosobo Tanggamus

Berikut ini adalah rencana kegiatan aktualisasi yang menjadi


prioritas yang akan penulis lakukan selama pelaksanaan
aktualisasi di UPTD Puskesmas Siring Betik Kecamatan
Wonosobo
.
RANCANGAN AKTUALISASI
Formulir 1.a Rancangan Aktualisasi

Nama Peserta Ganna Aurian, A.Md. Kep


Tugas/ Jabatan (Sesuai formasi) Perawat Terampil
Pembimbing Aris Supriyanto, S.Sos., MM

1. PROFIL LEMBAGA

A Nama Satuan Kerja UPTD Puskesmas Siring Betik


B Visi Satuan Kerja
Terwujudnya masyarakat wonosobo hidup
sehat dan mandiri menuju Kecamatan
Wonosobo sejahtera.
C Misi Satuan Kerja 1. Meningkatkan sumber daya kesehatan;
2. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan;
3. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat;

4. Meningkatkan derajat kesehatan


masyarakat.

D Struktur Organisasi Terlampir


pada Satuan Kerja
E Tugas Satuan Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
(FKTP) yang bertanggung jawab atas
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya
pada satu atau bagian wilayah Kecamatan.
Pembangunan kesehatan yang
diselenggarakan di Puskesmas memiliki
tujuan untuk mewujudkan masyarakat
berperilaku sehat yang meliputi kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat;
mampu menjangkau pelayanan kesehatan
yang bermutu; hidup dalam lingkungan yang
sehat; dan memiliki derajat kesehatan yang
optimal, baik individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.
F Tugas Atasan
Melakukan bimbingan, manajerial, pengelola
administrasi, melakukan supervisi
pembelajaran, sebagai pemimpin,
memberikan inovasi dan motivasi
G Rincian Tugas dan Tugas dan Fungsi :
Fungsi dan atau 
Tugas Tambahan 1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
dan atau Kegiatan pada kelompok
Inisiatif Sendiri 2. Melaksanakan analisis data untuk
merumuskan diagnosa keperawatan pada
keluarga.
3. Merencanakan tindakan keperawaran
sederhana pada keluarga
4. Melaksanakan tindakan keperawatan
dasar kategori I
5. Melaksanakan tindakan keperawatan
dasar kategori II
6. Melaksanakan tindakan keperawatan
kompleks kategori I
7. Melaksanakan tindakan keperawatan
kompleks kategori II
8. Melaksanakan penyuluhan kesehatan
pada kelompok
9. Melaksanakan evaluasi keperawatan
sederhana pada keluarga
10. Menerima konsultasi evaluasi
keperawatan sederhana pada keluarga
11. Membuat laporan kegiatan bulanan
12. Melakukan kegiatan skrening

 Tugas Tambahan

1. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang


diperintahkan oleh pimpinan

 Inisiatif sendiri dengan persetujuan


Atasan

Berkoordinasi dengan atasan untuk


melakukan sosialisasi pekerjaan yang tidak
termasuk dalam tugas pokok dan fungsi guna
mendapatkan dukungan dan kerjasama yang
baik
2. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS
DAN ALTERNATIF SOLUSI

NO URAIAN
TUGAS
PERMASALAHAN SOLUSI
( Susuai point
1.G )
1 Melaksanakan Minimnya alat dan  Pengajuan pengadaan
pengkajian bahan dalam sarana-prasarana terkait
keperawatan melakukan dengan kebutuhan
pada pengkajian serta
kelompok kurang
kooperatifnya klien
2 Merencanakan Rendahnya minat  Melakukan inovasi pada
tindakan atau partisipasi/ pemberian asuhan
keperawaran keaktifan keluarga keperawatan
sederhana dalam proses
pada keluarga pemberian asuhan  Melibatkan keluarga
keperawatan secara langsung dalam
pemberian asuhan
3 Melaksanakan Rendahnya daya  Untuk kegiatan
penyuluhan tangkap informasi penyuluhan menggunakan
kesehatan dalam proses bahasa yang mudah
pada penyuluhan dimengerti dan
kelompok menggunakan media yang
menarik perhatian.

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS


DAN ALTERNATIF SOLUSI

NO URAIAN TUGAS
( Susuai point 1.G ) PERMASALAHAN SOLUSI
1 Melaksanakan Minimnya alat dan  Pengajuan
pengkajian bahan dalam pengadaan sarana-
keperawatan pada melakukan prasarana terkait
kelompok pengkajian serta dengan kebutuhan
kurang
kooperatifnya klien
2 Merencanakan Rendahnya minat  Melakukan inovasi
tindakan atau partisipasi/ pada pemberian
keperawaran keaktifan keluarga asuhan
sederhana pada dalam proses keperawatan
keluarga pemberian asuhan
keperawatan  Melibatkan keluarga
secara langsung
dalam pemberian
asuhan
3 Melaksanakan Rendahnya daya  Untuk kegiatan
penyuluhan tangkap informasi penyuluhan
kesehatan pada dalam proses menggunakan
kelompok penyuluhan bahasa yang
mudah dimengerti
dan menggunakan
media yang
menarik perhatian.
3. RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI SESUAI NILAI-NILAI DASAR
PNS

NO KEGIATAN YANG AKAN NILAI – NILAI DASAR YANG AKAN


DILAKUKAN DIAKTUALISASIKAN DALAM
KEGIATAN : “OPTIMALISASI
PENGENDALIAN PENYAKIT ARTHRITIS
GUNA MENINGKATKAN KUALITAS
HIDUP LANSIA DI UPTD PUSKESMAS
SIRING BETIK KECAMATAN
WONOSOBO”
1. Membuat perencanaan Akuntabilitas
kegiatan lansia Saya akan membuat perencanaan
kegiatan dengan penuh tanggung jawab
serta berintegritas pada tugas yang
diemban

Nasionalisme
Mengedepankan kepentingan umum

Etika Publik
Sopan santun dan ramah

Komitmen Mutu
Mrmbuat kegiatan lebih efektif, efisien
dan bermutu

Anti Korupsi
Jujur dan peduli terhadap kesehatan
pasien, tanpa meminta imbalan

2 Melakukan penyuluhan Akuntabilitas


lansia Saya akan melakukan penyuluhan
dengan penuh tanggung jawab

Nasionalisme
Saya akan melakukan penyuluhan untuk
kepentingan masyarakat

Etika Publik
Mengutamakan kepentingan publik dan
mempertanggungjawabkan kinerja
kepada publik

Komitmen Mutu
Menjadi lebih efektif, efisien, dan bermutu
Anti Korupsi
Jujur dan peduli terhadap kesehatan
pasien tanpa meminta imbalan

3 Melakukan Akuntabilitas
pemeriksaan kesehatan Dikerjakan dengan penuh tanggungjawab
berkala
Nasionalisme
Dikerjakan dengan penuh semangat
untuk kepentingan masyarakat

Etika Publik
Mengutamakan kepentingan public dan
mempertanggungjawabkan kinerja
kepada publik

Komitmen Mutu
Menjadi lebih efektif, efisien dan bermutu

Anti Korupsi
Jujur dan peduli tanpa meminta imbalan
4 Melakukan germas Akuntabilitas
lansia Dikerjakan dengan penuh tanggung
jawab

Nasionalisme
Dikerjakan dengan penuh semangat
untuk kepentingan masyarakat

Etika Publik
Professional dan tidak berpihak

Komitmen Mutu
Menjadi lebih efektif, efisien dan bermutu

Anti Korupsi
Jujur dan peduli tanpa meminta imbalan
5 Melakukan Akuntabilitas
pembentukan kader Dikerjakan dengan penuh tanggung jawab
germas
Nasionalisme
Dikerjakan dengan penuh semangat untuk
kepentingan masyarakat luas

Etika pulik
Profesional dan tidsk berpihak

Komitmen mutu
Menjadi lebih efektif, efisien dan bermutu

Anti korupsi
Jujur dan peduli tanpa meminta imbalan
Formulir 1.b : Rancangan Aktualisasi
Unit Kerja : UPTD Puskesmas Siring Betik
Identifikasi Isu : 1. Belum optimalnya pengendalian penyakit arthritis guna meningkatkan kualitas hidup

lansia
2. Belum optimalnya komunikasi efektif dalam pendokumentasian perkembangan pasien
dengan teknik SBAR
3. Belum optimalnya pelaksanaan cuci tangan yang benar dengan handrub
4. Kurang sesuainya pengelompokan pasien di ruang rawat inap puskesmas siring betik
Tanggamus
5. Kurang terjaganya kebersihan di lingkungan puskesmas siring betik Tanggamus

Isu yang Diangkat : Belum optimalnya pengendalian penyakit arthritis guna meningkatkan kualitas hidup lansia

Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi Pengendalian penyakit arthritis guna meningkatkan kualitas hidup lansia Di
UPTD Puskesmas Siring Betik Kecamatan Wonosobo
Konstribusi Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Hasil Keterkaitan
Terhadap Visi Misi Nilai
Substansi Mata
Organisasi Organisasi
Pelatihan
1 2 3 4 5 6 7

1 Membuat 1. melakukan Rencana Akuntabilitas Dengan membuat Bersahaja,


perencanaan kegiatan telah Saya akan kemandirian,
konsul dengan di buat membuat perencanaan
kegiatan lansia professional,
mentor dalam Dokumentasi perencanaan kegiatan lansia gotong
kegiatan dengan royong, tertib
rencana sungguh-sungguh berkontribusi dalam
dan sportif
kegiatan dan penuh pencapaian visi dan
tanggung jawab
2. pendataan kader misi puskesmas
lansia yang telah
Nasionalisme yaitu terwujudnya
di bentuk oleh
puskesmas Bersikap adil dan
mengedepankan masyarakat
3. membuat
kepentingan wonosobo hidup
jadwal kegiatan masyarakat
sehat dan mandiri
4. konsul dengan
kader Etika Publik menuju kecamatan
5. menyiapkan alat Sopan santun dan
kesehatan ramah wonosobo sejahtera
serta meningkatnya
Komitmen Mutu
Profesional dalam mutu pelayanan
membuat kesehatan.
perencanaan
kegiatan
Anti Korupsi
Jujur dalam
membuat
perencanaan
kegiatan
Konstribusi Penguatan
No Kegiatan Tahapan Output / Hasil Keterkaitan
Terhadap Visi Misi Nilai
Kegiatan Substansi Mata
Organisasi Organisas
Pelatihan i
2 Melakukan 1.
Masyarakat Akuntabilitas Melakukan Bersahaja,
penyuluhan Konsultasi dengan mengerti Saya akanpenyuluhan kemandirian,
kesehatan mentor Dokumentasi menyusun materiberkontribusi professional,
Melakukan penyuluhan danterwujudnya misi gotong
koordinasi dengan menyiapkan alatpuskesmas yaitu royong, tertib
pemegang dan bahan denganMenjadi Puskesmas dan sportif
program lansia
sungguh-sungguh terdepan dalam
dalam
pelaksanaan mewujudkan
Nasionalisme
penyuluhan pelayanan kesehatan
kesehatan Bersikap adil dan
yang bermutu dan
Menyiapkan tidak membeda-
berkeadilan menuju
materi bedakan latar
kecamatan sehat.
Memberi belakang suku, ras,
penyuluhan dan agama peserta
kesehatan terkait
penyakit arthritis Etika Publik
pd lansia Sopan santun dan
ramah terhadap
peserta penyuluhan
dan pelatihan

Komitmen Mutu
Profesional dalam
penilaian kegiatan
pelatihan dan
pengajaran,
memberikan materi
penyuluhan yang
sesuai dan dapat
dipahami oleh
peserta

Anti Korupsi
Memberikan materi
dengan sebenar-
benarnya
Konstribusi Penguatan
No Kegiatan Tahapan Output / Hasil Keterkaitan
Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Substansi Mata
Misi Organisasi Organisasi
Pelatihan
3 Melakukan 1. melakukan Data hasil Akuntabilitas Membuat Inovatif,
pemeriksaan konsultasi pemeriksaan Dikerjakan dengan puskesmas menjadi tenggang rasa,
kesehatan dengan mentor Dokumentasi penuh lebih berkualitas profesional
berkala 2. Melakukan tanggungjawab, dan professional
koordinasi cepat, tepat dan
dengan disiplin
petugas lab
dalam Nasionalisme
melakukan Dikerjakan dengan
pemeriksaan penuh semangat
lab untuk kepentingan
3. Menyiapkan masyarakat luas
alat
pemeriksaan Etika Publik
4. Melakukan Sopan santun dan
pemeriksaan lab
ramah dalam
kolesterol dan
asam urat
melakukan
5. Mencatat hasil pemeriksaan
pemeriksaan kesehatan

Komitmen Mutu
Berkomitmen
melakukan yang
terbaik dan
profesional
Anti Korupsi
Menghindari
gratifikasi dan
kecurangan dalam
melaksanaan tugas

4 Melakukan 1. melakukan Senam Akuntabilitas Peserta lebih Inovatif,


germas lansia konsul dengan dilaksanakan Dikerjakan dengan Mandiri,serta profesional,
mentor Dokumentasi penuh terwujudnya mandiri,
tanggungjawab, kualitas hidup sehat cerdas
2. melakukan cepat, tepat dan
koordinasi dengan disiplin
pemegang program
lansia dalam Nasionalisme
pelaksanaan Dikerjakan dengan
senam germas penuh semangat
3. melakukan untuk kepentingan
koordinasi dengan masyarakat luas
kader dalam
pelaksanaan senam Etika Publik
germas Sopan santun dan
4. menyiapkan alat
ramah
5. senam germas
Komitmen Mutu
Berkomitmen
melakukan yang
terbaik dan
profesional
Anti Korupsi
Menghindari
gratifikasi dan
kecurangan dalam
melaksanaan tugas
5 Melakukan 1.melakukan konsul Kader terbentuk Akuntabilitas Melakukan Inovatif,
pembentukan/ dengan mentor Dokumentasi Dikerjakan dengan pembentukan kader profesional,
pemberdayaan 2. melakukan berupa ; penuh berkontribusi dalam mandiri
kader germas koordinasi dengan Daftar hadir kader tanggungjawab terwujudnya misi
pemegang program dan laporan hasil puskesmas yaitu
3. mengumpulkan koordinasi Nasionalisme Menjadi Puskesmas
kader Dilakukan untuk terdepan dalam
4. pembentukan kepentingan mewujudkan
kader germas masyarakat luas
5. memotivasi kader pelayanan
untuk aktif dalam kesehatan yang
kegiatan germas
Etika Publik bermutu dan
lansia Menggunakan berkeadilan menuju
bahasa yang baik, kecamatan sehat
dan sopan

Komitmen mutu
Profesional

Anti Korupsi
Menghindari
gratifikasi
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara 2015. Aktualisasi nilai – nilai Dasar Profesi


Pegawai Negeri Sipil. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan
dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Prajabatan Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara 2015. Aktuntabilitas.Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara 2015. Nasionalisme.Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara 2015.Etika Publik. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara 2015. Komitmen Mutu. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara 2015. Anti Korupsi.Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara 2015. Pelayanan publik.Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara 2015. Whole Of Gouverment. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.