Anda di halaman 1dari 40

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN PELATIHAN

DASAR DAN PRAJABATAN CPNS GOLONGAN III

KABUPATEN INDRAMAYU

Boneka Wayang Sebagai Media Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut


Di Puskesmas Tambi

Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu

DISUSUN OLEH:

drg. ANI SETIYAWATI

NIP.198912102019032010

PENDIDIKAN LATIHAN DASAR GOLONGAN III ANGKATAN I

PUSDIKLAT ARMED PROVINSI JAWA BARAT

2019
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR ASN
PELATIHAN DASAR CPNS 2019

Nama : Ani Setiyawati


NIP : 198912102019032010
Pangkat / gol : Golongan III B
Jabatan : Dokter Gigi Ahli Pertama
Instansi : Puskesmas Tambi Kabupaten Indramayu
Angkatan : Angkatan I

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI JAWA BARAT
Cimahi, 25 April 2019
Menyetujui,

MENTOR COACH

dr. Hj. Eka Kurniasih Drs. H. A. Yusuf Wibisana., MMA


NIP. 198602232014122001 NIP. 196312211992021001

PENGUJI

Hj. Enny Heryani R.S, SH.,MH., CN


NIP. 195903061985032003

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktu yang
telah ditentukan.
Proposal ini berisikan tentang rancangan ‘Aktualisasi Nilai – nilai Dasar ASN yang akan
saya aplikasikan di UPTD Puskesmas Tambi sesuai dengan profesi saya sebagai dokter gigi ahli
pertama. Rancangan aktualisasi nilai –nulai dasar ASN ini saya sesuaikan dengan salah satu
masalah atau isu yang terdapat di UPTD Puskesmas Tambi.
Saya berharap dengan diterapkanya aktualisasi nilai- nilai dasar di Puskesmas Tambi ini
maka visi dan misi dapat terwujud. Pada kesempatan ini, ijinkanlah saya mengucapkan
terimakasih yang sebesar – besarnya kepada :
1. Bupati Indramayu Bapak Drs. H. Supendi, M.Si
2. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Propinsi Jawa Barat Bapak Dr.
H. Muhammad Solihin, M.Si
3. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten
Indramayu Bapak Drs. H. Wahidin, MM
4. Pembimbing (coach) Bapak Drs. H.A. Yusuf Wibisana, S.E., MMA yang telah
meluangkan waktu dan pikirannya untuk memberikan saran dan masukan serta
bimbingan dengan penuh kesabaran, sehingga penulisan rancangan aktualisasi ini
dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
5. Kepala kepala UPTD Puskesmas Tambi sekaligus mentor Ibu dr. Hj. Eka Kurniasih
yang telah membantu dan membimbing rancangan aktualisasi ini dengan penuh
semangat dan kesabaran dari awal hingga akhir.
6. Penguji rancangan aktualisasi Ibu Hj. Enny Heryani R.S, S.H, MH., CN yang telah
meluangkan waktunya untuk memberikan masukan dan saran selama seminar.
7. Widyaiswara Bapak H. Wisandana, SH., M.Si, Bapak Dr. Ir. H. Adang Kurniadi,
Bapak Drs. H. Cecep Fauzy Chaidir, MM.,M.Si dan Ibu Dr. Ir. Dewi Yuliani, MT
yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan ilmunya untuk mengajar kami.
8. Kedua orang tua saya yang telah mendoakan saya hingga saya sampai pada tahap ini.

ii
9. Semua pihak yang telah membantu saya baik secara langsung maupun tidak langsung
dalam penyusunan laporan kegiatan aktualisasi.

Saya menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu, kritik dan
saran dari semua pihak yang membangun sangat saya harapkan demi tercapainya hasil yang
maksimal.
Cimahi, 25 April 2019

Penulis

Drg. Ani Setiyawati

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………………….i
KATA PENGANTAR.....……………………………………………………………………ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………..........iii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………………….... 1
B. Tujuan ….……………………………………………………...............................3
1. Tujuan Umum ...................................................................................................3
2. Tujuan Khusus ..................................................................................................3
C. Manfaat .................................................................................................................. 3
D. Ruang Lingkup .................................................................................................... ..4
BAB II GAMBARAN UMUM UPTD PUSKESMAS TAMBI
A. Gambaran Umum …………………………………………............................…5
B. Visi Dan Misi Organisasi ....................................................................................9
C. Program Strategis.................................................................................................10
D. Tugas Dan Fungsi.................................................................................................11
E. Struktur Organisasi ..............................................................................................12
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI NILAI - NILAI DASAR ASN
A. Identifikasi , Penetapan dan Pemecahan Isu ………………………………........13
a. Identifikasi Isu ...............................................................................................13
b. Penetapan Isu ……………………………………………………………......14
c. Gagasan Pemecahan Masalah…………………………………………….....14
B. Rancangan Akltualisasi ...................................……………………………........16
C. Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi ................................................................34
BAB IV PENUTUP ......................................................................................................... 36

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Situasi geografi wilayah UPTD Puskesmas tambi ....................................................5


Tabel 2. Data Kependudukan Wilayah Kerja Puskesmas Tambi Tahun 2018 ........................6
Tabel 3. Kunjungan Pasien Ke UPTD Puskesmas Tambi Tahun 2018....................................7
Tabel 4. Indikator Pengujian USG ..........................................................................................15

v
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan setinggi-tingginya
dapat terwujud. Berdasarkan undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 93
dan 94, bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi,
pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi, dan pemulihan kesehatan gigi yang
dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan dan dilaksanakan melalui
pelayanan kesehatan gigi perseorangan, pelayanan kesehatan gigi masyarakat, usaha kesehatan
gigi sekolah, serta pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin ketersediaan tenaga,
fasilitas pelayanan, alat dan obat kesehatan gigi dan mulut dalam rangka memberikan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut yang aman, bermutu, dan terjangkau oleh masyarakat.
Survei nasional riskesdas 2007 melaporkan sebesar 75 % penduduk indonesia mengalami
riwayat karies gigi; dengan rata-rata jumlah kerusakan gigi sebesar 5 gigi setiap orang,
diantaranya 4 gigi sudah dicabut ataupun sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Juga dilaporkan
penduduk indonesia yang menyadari bahwa dirinya bermasalah gigi dan mulutnya hanya 23 %,
dan diantara mereka yang menyadari hal itu, hanya 30 % yang menerima perawatan atau
pengobatan dari tenaga profesional dokter gigi. Hal ini berarti effective demand untuk berobat
gigi sangat rendah, yaitu hanya 7 %.
Sebenarnya teknik pencegahan yang selama ini sudah dikenal adalah menjaga kebersihan
gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara rutin dan dengan cara menyikat gigi yang baik dan
benar. Survei nasional riskesdas 2013 melaporkan sebagian besar penduduk berprilaku menyikat
gigi setiap hari, namun yang berprilaku benar dengan menyikat gigi sebelum tidur malam dan
setelah sarapan pagi baru mencapai 2,3 %.
Upaya pelayanan kesehatan gigi yang dilaksanakan oleh pemerintah selama ini mengacu
pada pendekatan level of care (kebijakan WHO) yang meliputi tindakan promotif, preventif,
deteksi dini, kuratif dan rehabilitatif yaitu merumuskan pelayanan berjenjang untuk memberikan
pelayanan yang menyeluruh dikaitkan dengan sumber daya yang ada.

1
Situasi di sebagian besar negara belum berkembang dan sejumlah komunitas kurang
mampu di negara maju membutuhkan perubahan dalam metode pelayanan kesehatan gigi dan
mulut. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang konvensional harus digantikan dengan
pelayanan yang mengikuti prinsip-prinsip oral health care, yang menekankan pada promosi
kesehatan yang berorientasi komunitas yang dapat meningkatkan kepedulian dari masyarakat itu
sendiri.
Berdasarkan data riskesdas tahun 2017 mengenai kecukupan dokter gigi di puskesmas
menurut provinsi jawa barat masih 42,21 % lagi kekurangannya. Puskesmas Tambi merupakan
salah satu puskesmas di indramayu yang kekurangan tenaga ahli dokter gigi. Selama ini yang
menjadi ujung tombak pelayanan adalah perawat gigi dan petugas penyuluhan. Hal ini
menyebabkan tidak terdatanya kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat tambi.
Usaha kesehatan gigi sekolah (UKG) adalah upaya kesehatan masyarakat yang ditujukan
untuk memelihara, meningkatkan kesehatan gigi dan mulut seluruh peserta didik si sekolah
binaan yang ditunjang dengan upaya kesehatan perorang berupaya upaya kuratif bagi individu
(peserta didik) yang memerlukan perawatan kesehatan gigi dan mulut. Upaya kesehatan
masyarakat pada UKGS berupa kegiatan yang terencana, terarah dan berkesinambungan
contohnya penggerakan dokter kecil, pendidikan kesehatan gigi, dan pembinaan oleh tenaga
kesehatan.
Untuk mencapai masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan dapat dicapai dengan
dukungan dari berbagai pihak. Harapan itu masih ada jika kita terus berusaha bekerja keras
dengan karya nyata dan sesuai dengan nilai-nilai dasar pancasila. Diharapkan untuk selanjutnya
khususnya para dokter gigi yang telah mengemban tugas sebagai PNS selalu memberikan yang
terbaik untuk masyarakat, sehingga maksud dan tujuan dari prajabatan ini dapat menciptakan
aparat pemerintah yang profesional. Sesuai dengan UU No. 5 tahun 2014 sebagai bentuk
implementasi reformasi kepegawaian untuk mewujudkan aparatur sipil negara yang akuntabel
berorientasi pada pelayanan publik, mampu menjalankan kebijakan publik sebaik-baiknya, serta
menjalankan peran sebagai perekat dan pemersatu bangsa berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

2
B. TUJUAN
Adapun tujuan umum dibuatnya rancangan aktualisasi nilai dasar ANEKA adalah sebagai
berikut:
1. Tujuan Umum
Sebagai pedoman dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi sebagai dokter gigi di
Puskesmas Tambi Dinas Kesehatan Indramayu.
2. Tujuan khusus
a. Mengaktifkan kembali program UKGS yang selama ini tidak berjalan
b. Membuat media penyuluhan yang mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi
dan mulut masyarakat.
c. Melakukan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut kepada uks dan ukgs
binaan.
d. Meningkatkan kegiatan pelayanan pemeriksaan di ruang BP Gigi Puskesmas Tambi
e. Meningkatkan kualitas pencatatan rekam medis gigi di puskesmas tambi

C. MANFAAT
Adapun manfaat aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN yang dilakukan yaitu:
1. Diri sendiri, mampu menjadi Aparatur sipil negara yang selalu menjalankan nilai-nilai
ANEKA di setiap kegiatan sesuai tugas dan fungsinya, penulis mampu menjadi ASN
yang terampil dan profesional.
2. Organisasi, mampu menciptakan pelayanan yang prima dan bermutu sehingga pasien
puas akan kerja kita.
3. Masyarakat, dengan menjalankan nilai ANEKA akan merubah pola pikir masyarakat
terhadap PNS bahwa PNS sekarang adalah pegawai yang profesional, tanggung jawab,
sopan, disiplin, kreatif, kompeten dan anti korupsi.

3
D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup rancangan aktualisasi di bidang profesi dokter gigi di Puskesmas
Tambi Dinas Kesehatan Indramayu yang meliputi kegiatan berdasarkan SKP dan Tupoksi
dokter gigi diantaranya:
1. Membuat Media Penyuluhan Gigi Boneka Wayang. (Inovasi)
2. Melaksanakan Kegiatan Penyuluhan (SKP)
3. Membentuk Dokter Kecil Awal (SKP)
4. Melakukan Pendataan Ukgs (SKP)
5. Melakukan Pemeriksaan Pasien Rawat Jalan (Tupoksi)
6. Mengisi Rekam Medis Sesuai Odontogram (Perintah Atasan)
7. Menginput Data Pada Aplikasi E Puskesmas (Tupoksi)

4
BAB II

GAMBARAN UMUM UPTD PUSKESMAS TAMBI

A. GAMBARAN UMUM

Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan bahwa kesehatan merupakan


kondisi sehat fisik, mental dan spiritual dan sosial yang dapat menunjang setiap individu untuk
hidup produktif dalam sosial maupun ekonomi. Kesehatan menjadi hak asasi setiap manusia
sebagaimana yang dimaksud dalam Pancasila Dan Uud 1945. Kesehatan masyarakat tidak hanya
menjadi tanggungjawab pemerintah namun masyarakat sendiri. Segala upaya untuk memelihara
dan meningkatkan derajat kesehatan manusia hendaknya dilaksanakan secara terpadu,
terintegrasi dan berkesinambungan guna meningkatkan derajat masyarakat.

Geografis

Wilayah kerja UPTD Puskesmas Tambi meliputi 20,30 km2. Terbagi atas 6 desa yaitu
Tambi, Tambi Lor, Sleman, Sleman Lor, Majasari, dan Sudikampiran.

Tabel 1

Situasi Geografi Wilayah UPTD Puskesmas Tambi

No Desa Jumlah Urutan jarak Rata-rata Kondisi


rt/rw terdekat ke waktu keterjangkauan
puskesmas tempuh desa
1 Tambi 15/4 1 10 menit Terjangkau
2 Tambi lor 14/4 1 10 menit Terjangkau
3 Sleman 14/4 2 15 menit Terjangkau
4 Sleman lor 18/3 3 20 menit Terjangkau
5 Majasari 16/4 2 15 menit Terjangkau
6 Sudikampiran 10/2 2 15 menit Terjangkau
Sumber data bps, 2018

Dengan jarak tempuh terjauh ke Puskesmas 20 menit, sedangkan jarak Puskesmas ke


kabupaten indramayu sejauh 17 km, dengan waktu tempuh 1-1,5 jam perjalanan dengan

5
menggunakan kendaraan roda 4 sedangkan jarak tempuh rata-rata dari UPTD Puskesmas Tambi
ke rumah sakit yang jadi rujukan pasien adalah:

 Ke rumah sakit umum daerah indramayu 17 km


 Ke rumah sakit zam zam jatibarang 7 km

Wilayah kerja UPTD Puskesmas Tambi mempunyai batas wilayah sebagai berikut:

Utara: berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Sliyeg


Selatan: berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Kertasmaya
Barat : berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Jatibarang
Timur : berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Kedokan Bunder

Demografi

Jumlah penduduk di wilayah Puskesmas Tambi tahun 2018 sebanyak 23.324 jiwa terbagi
atas 12.040 jiwa (51,62%) laki-laki dan 11.284 jiwa (48,38%) perempuan.

Tabel 2

Data kependudukan wilayah kerja puskesmas tambi tahun 2018

Jumlah penduduk
No Desa Jumlah Jumlah kk Laki-laki Perempuan
penduduk
1 Sleman 4964 1622 2593 2371
2 Tambi 3876 1279 1986 1890
3 Sudikampiran 2497 809 1279 1223
4 Tambi lor 4444 1340 2321 2123
5 Sleman lor 4639 1263 2320 2319
6 majasari 2904 1151 1546 1358
Sumber data kependudukan, 2018

Jumlah penduduk miskin dalam kepesertaan program jaminan kesehatan nasional (jkn),
dan masyarakat yang memiliki asuransi kesehatan dalam kepesertaan program jaminan kesehatan
(jkn). Kepesertaan jkn di wilayah kerja puskesmas tambi tahun 2017, terdiri dari:

6
 Peserta pbi (jamkesmas ) : 12.494 jiwa
 Non pbi : 976 jiwa
 Tni/ polri : 364 jiwa
 Askes : 575 jiwa

Jumlah peserta jaminan kesehatan nasional (jkn) di puskesmas tambi sebanyak 14.409
jiwa. Apabila jumla penduduk puskesmas tambi tahun 2018 sebanyak 23.324 jiwa, maka masih
ada 8915 jiwa yang belum masuk jaminan kesehatan nasional (jkn).

Indikator ketenagakerjaan merupakan indikkator yang penting dalam perencanaan dan


evaluasi pembangunan, baik di bidang ekonomi maupun di bidang sosial. Indiator
ketenagakerjaan dapat menggambarkan daya serap ekonomi terhadap pertumbuhan penduduk
dan produktifitas tenaga kerja.

Tabel 3
Kunjungan Pasien Ke Uptd Puskesmas Tambi Tahun 2018
Tujuan
Bulan Bp Ugd MTBS Lansia Remaja Bp Kia Kib Lab Konseling Kir
umum gigi sehat
Januari 517 15 266 578 85 35 128 42 4 46 26
Februari 466 13 270 493 38 31 127 53 1 6 19
Maret 402 18 169 572 66 23 142 49 - 1 -
April 245 30 260 295 42 35 88 38 - 1 -
Mei 240 35 157 296 31 30 60 41 - 3 3
Juni 241 34 157 306 42 35 109 34 18 3 -
Juli 415 55 295 517 62 32 78 32 - - 3
Agustus 375 51 446 471 56 21 160 38 - 11 5
September 317 67 236 357 51 30 87 40 - 20 35
Oktober 557 19 293 578 118 14 114 28 - 14 14
November 355 63 209 347 44 21 82 28 - 8 -
Desember 363 44 181 392 39 24 74 19 - 46 -

7
Data Sumber Daya Manusia

Pelaksanaan tugas di UPTD Puskesmas Tambi dilaksanakan oleh peangkat/ pegawai baik
tenaga medis maupun non medis sejumlah 36 orang terdiri dari PNS = 24 orang, BLUD = 9
orang dan BOK = 3 orang, dengan rincian sebagai berikut:

a. PNS
Kepala puskesmas : 1 orang
Dokter umum : 0 orang
Bidan : 7 orang
Paramedis : 11 orang
Dokter gigi : 0 orang
Perawat gigi : 1 orang
Epidemologi : 1 orang
Ass. Apoteker : 1 orang
Laboratorium : 1 orang
Tata usaha : 1 orang
b. Pegawai BLUD
Supir ambulans : 1 orang
Bidan : 5 orang
Ass. Apoteker : 1 orang
Paramedis : 1 orang
Laboratorium : 1 orang
c. Pegawai BOK
Pegawai kesling : 1 orang
Petugas gizi : 1 orang
Pengelola keuangan : 1 orang

8
B. VISI DAN MISI ORGANISASI

VISI

MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT YANG MANDIRI MENUJU MASYARAKAT


TAMBI YANG SEHAT

MISI

1. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak


2. Meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat
3. Meningkatkan SDM kesehatan
4. Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang bermutu dan mudah terjangkau
5. Upaya meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam bidang kesehatan

TATA NILAI PUSKESMAS TAMBI


CInTa
 Ceria : melakukan setiap pelayanan dengan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan
santun)
 Indah : selalu menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
 Tanggap : memberikan pelayanan yang cepat dan sesuai SOP

MOTO PUSKESMAS

“ Kesehatan Anda Prioritas Kami”

NILAI-NILAI KEMENTRIAN KESEHATAN

a. Pro rakyat : Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan selalu mendahulukan


kepentingan rakyat
b. Inklusif : Semua program pembangunan kesehatan harus melibatkan semua pihak.
c. Responsif : Program kesehatan harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan rakyat
d. Efektif : Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan sesuai target.
e. Bersih : Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas dari KKN

9
C. PROGRAM STRATEGIS

Untuk melakasanakan visi dan misi puskesmas, telah ditetapkan program-program strategis
yang terbagi menjadi upaya kesehatan penunjang.

1. Upaya kesehatan wajib, terdiri dari :


1.1 program promosi kesehatan
1.2 program kesehatan lingkungan
1.3 program kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana (KIA-KB)
1.4 program gizi
1.5 program pemberantasan penyakit menular
1.6 pengobatan
2. upaya kesehatan pengembangan, terdiri dari:
2.1 program usaha kesehatan sekolah
2.2 program kesehatan olahraga
2.3 program kesehatan kerja
2.4 program kesehatan gigi dan mulut
2.5 program kesehatan mata
2.6 program kesehatan usia lanjut (usila)
2.7 program kesehatan jiwa
2.8 program kesehatan masyarakat
2.9 pengawasan pengobatan tradisional
3. upaya kesehatan penunjang, terdiri dari
3.1 laboratorium
3.2 pencatatan dan pelaporan (SP2TP)
3.3 farmasi

10
D. TUGAS DAN FUNGSI
Tugas pemegang program kesehatan gigi dan mulut berdasarkan PERMENPAN No.141
tahun 2003 adalah:
1. Memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada sarana pelayanan kesehatan yang
meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
2. Membina peran serta masyarakat dalam rangka kemandirian di bidang kesehatan gigi
dan mulut kepada masyarakat

Fungsi

Sebagai pelaksana teknis di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat
pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan departemen kesehatan.

11
E. STRUKTUR ORGANISASI
KEPALA UPTD PUSKESMAS TAMBI
Dr. Hj Eka Kurniasih

KEPALA SUB BAGIAN TATA USAHA

TINIH

SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN KEUANGAN RUMAH TANGGA


H. TARSIPAN, Amd.Kep.SKM TINIH UTIN SUTINI SST.SKM Hj.SRI RAHAYU

PENANGGUNG JAWAB UKM ESSENSIAL PENANGGUNG JAWAB UKM PENGEMBANGAN PENANGGUNG JAWAB UKP, KEFARMASIAN
PENANGGUNG JAWAB JARINGAN
DAN KEPERAWATAN MASYARAKAN DAN LABORATORIUM
PELAYANAN PUSKESMAS
MASYARAKAN
, H. WINATA, Amd. KEP , HJ. SITI ROHATI, SST
,H. M. NASIR, Skep. Ners ,H. M. NASIR, Skep. Ners
PELAYANAN PEMERIKSAAN UMUM
PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA PUSKESMAS KELILING
H. WINATA, Amd.Kep ROPIHA, Amd. kEP
H. M. NASIR, S.Kep. Ners DIAN MEDIANINGSIH SKep.Ners

PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN BIDAN DESA
PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PENYAKIT MULUT
ASEP USMAN
FITRI ARDIANI, Amd. KL H. TARSIPAN, Amd.Kep, SKM Hj.UCU SURSILAH, SST

PELAYANAN KIA-KB Bersifat UKM PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL PELAYANAN GAWAT DARURAT

HJ. SITI ROHATI, SST MARINI, S.Kep. Ners IBNU SELAWANTO, Amd.Kep

PELAYANAN GIZI Bersifat UKM PELAYANAN KESEHATAN OLAHRAGA PELAYANAN PERSALINAN

JAENUDIN, S.Gz HJ.LIAWATI SKep HJ. SITI ROHATI, SST

PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PELAYANAN KESEHATAN INDERA PELAYANAN KEFARMASIAN


PENGENDALIAN PENYAKIT
H.WINATA.AMK EKA NOVIANTI, Amd. Far
H. TARSIPAN, Amd.kep. SKM
PELAYANAN KESEHATAN LANSIA PELAYANAN LABORATORIUM
PELAYANAN KEPERAWATAN 12
Marini, Skep. Ners GINA MELIANI, Amd.AK
KESEHATAN MASYARAKAT
KESEHATAN
ROPIHA, Amd.Kep
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR

A. IDENTIFIKASI, PENETAPAN DAN PEMECAHAN ISU


a. Identifikasi Isu
Berdasarkan hasil diskusi dengan mentor saat pengamatan ke UPTD
Puskesmas Tambi dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut:
1. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut
Puskesmas tambi adalah salah satu puskesmas yang tidak memiliki
tenaga ahli dokter gigi. Promosi kesehatan yang harusnya berjalan tidak
dapat dilaksanakan, sehingga jarang atau hampir tidak pernah melakukan
penyuluhan di lingkungan masyarakat seperti sekolah maupun posyandu.
Hal ini mengakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya
menjaga kesehatan gigi dan mulutnya.
2. Belum maksimalnya pencatatan atau administrasi pasien di poli gigi
puskesmas
Data pasien secara umum dan rekam medik khususnya gigi sangat
penting untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja
puskesmas itu sendiri. Pada saat ini pencatatan kesehatan gigi dan mulut
masyarakat tidak dilakukan oleh orang yang berkompeten, sehingga data
yang tercatat atau yang sudah ada belum pasti kebenarannya dan belum
sesuai standar pengisian rekam medik.
3. Sarana dan prasarana yang tidak memadai
Berdasarkan pengamatan langsung pada poli gigi di puskesmas tambi
peralatannya belum memenuhi standar pelayanan. Kursi gigi di poli gigi
puskesmas tambi tidak ada lampu untuk pemeriksaan pasien. Alat-alat
pencabutan dan penambalan sangat terbatas dan tidak memadai. Sehingga
pelayanan yang dilakukan di puskesmas tambi belum maksimal.

13
b. Penetapan isu
Dalam melakukan penetapan isu penulis menggunakan analisis
kriteria USG dari mulai sangat USG atau tidak sangat USG. Urgensy adalah
seberapa mendesak suatu isu harus dibahass, dianalisa dan ditindak lanjuti.
Seriousness adalah seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan
akibat yang akan ditimbulkan. Growth adalah seberapa besar kemungkinan
memburuknya isu tersebut jika tidak segera ditangani.
Tabel 4
Indikator Pengujian USG
No masalah urgency seriousness growth total
Rendahnya pengetahuan 4 4 5 13
1.
masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut

Belum maksimalnya 4 3 3 10
2.
pencatatan atau
administrasi pasien poli
gigi di Puskesmas Tambi
Sarana dan prasarana yang 3 3 3 9
3.
tidak memadai

Berdasarkan analisis USG diatas ditetapkan yang menjadi prioritas masalah di


puskesmas tambi khususnya poli gigi adalah Rendahnya pengetahuan
masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut.

c. Gagasan pemecahan masalah


Dari penetapan masalah yang sudah ada penulis memiliki gagasan
untuk melakukan penyuluhan melalui media berupa boneka wayang yang
metode penyuluhannya berupa dongeng dengan konten pengetahuan
kesehatan gigi dan mulut. Dengan menggunakan media boneka wayang,
disertai metode mendongen atau bercerita anak-anak tidak melulu diberikan

14
penyuluhan berupa gambar dan kata-kata, tetapi akan diajak bermain sambil
belajar mengenai kesehatan gigi dan mulut. Hal ini mungkin sangat efektif
untuk anak-anak kecil yang memang lebih ingin bermain dan hal ini bisa
menstimulus motorik anak, tapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa
pun akan tertarik dengan metode ini karena bisa dibuat semenarik mungkin.

15
B.RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : UPTD Puskesmas Tambi

Identifikasi Isu : Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut

Gagasan Pemecahan Masalah : Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan media Boneka Wayang di Sekolah Dasar UPTD

Puskesmas Tambi.

No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output / hasil kegiatan Nilai-nilai Kontribusi Penguatan
dasar terhadap visi dan nilai-nilai
misi organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Merancang konsep Tercipta konsep yang menarik Dengan kualitas Dengan
pembuatan boneka untuk membuat wayang sebagai media melakukan
wayang penyuluh media penyuluhan gigi. penyuluhan yang rancangan
gigi (inovasi) a. Mengumpulkan a. Saya akan mencari referensi Komitmen baik maka visi konsep media
referensi gambar contoh-contoh gambar dengan mutu : puskesmas dalam penyuluhan
dan materi cermat dan teliti yang Inovasi, mewujudkan maka tata nilai
penyuluhan gigi mendukung dalam pembuatan Cermat, Teliti, masyarakat yang puskesmas
Wayang. efektif, efisien sehat dan mandiri yaitu
akan terwujud. keindahan akan
Nasionalisme: tercapai.
Cinta tanah air

16
1 2 3 4 5 6 7
b. Membuat b. Saya akan membuat narasi Akuntabilitas: Mendukung misi
konsep penyuluhan kesehatan gigi Tanggung puskesmas ke 4
narasi yang isinya dapat jawab dalam upaya
dipertanggung jawabkan, meningkatkan
yang sesuai dengan bentuk- pelayanan
bentuk wayang yang akan saya kesehatan
buat. masyarakat yang
c. Berkonsultasi c. saya akan berkonsultasi Etika Publik: bermutu dan
dengan kepala dengan kepala puskesmas akan Sopan, Rendah mudah
puskesmas konsep media penyuluhan Hati terjangkau
yang akan saya buat dengan
terinci dan bersikap sopan,
serta menerima masukan dari
beliau dengan rendah hati.
Analisis Dampak (Prediksi)
a. jika saya tidak mencari
referensi yang bagus dengan
cermat dan teliti maka konsep
media yang akan dibuat tidak
menarik dan tidak akan
tersusun secara rapih.

17
1 2 3 4 5 6 7
b. jika tidak dikomunikasikan
dengan jelas dan sopan kepada
kepala puskesmas, maka
media yang akan saya buat
tidak akan disetujui.
2. Pembuatan wayang Tersedianya sarana penyuluhan Dengan Dengan
penyuluh gigi yang berbeda dan menarik. terciptanya media melakukan
sebagai salah satu a. Menentukan a. Saya akan membuat ukuran Komitmen penyuluh ini akan rancangan
media penyuluhan. ukuran media boneka wayang yang mudah mutu: inovasi, mewujudkan visi konsep media
(inovasi) penyuluhan digunakan dan tidak efektif dan puskesmas dalam penyuluhan
menyusahkan pada saat efisien mewujudkan maka tata nilai
dibawa maupun dimainkan. masyarakat yang puskesmas
sehat dan mandiri yaitu
dan misi keindahan akan
puskesmas ke 4 tercapai.
dalam
meningkatkan
pelayanan yang
bermutu.

18
1 2 3 4 5 6 7
b. Mempersiapkan b. Saya akan mempersiapkan alat Nasionalisme:
alat dan bahan dan bahan sesuai yang Semangat, rela
diperlukan dengan lengkap, berkorban
serta memanfaatkan barang
tidak terpakai. Akuntabilitas :
c. Pembuatan wayang c. Saya akan membuat boneka Sesuai target
penyuluh gigi wayang yang menarik, bagus
dan rapih dengan ikhlas dan
semangat yang tinggi. Serta
mengerjakannya sesuai target
waktu, meskipun harus
mengerjakan diluar jam
kerja.
Analisis Dampak (Prediksi):
a. jika materi penyuluhan ini
tidak dibuat dengan baik, tidak
rapih, maka tampilan dari
media penyuluhan tidak akan
menarik minat peserta
penyuluhan

19
1 2 3 4 5 6 7
b. jika tidak dikerjakan dengan
sungguh-sungguh hasilnya pun
tidak akan bagus.
3. Mendata sekolah Mendapatkan data sekolah- Dengan Dengan
binaan. sekolah binaan untuk program melakukan pencatatan
UKGS dan UKGM pendataan sekolah binaan
a. Konsultasi kepada a. Saya akan menghadap kepala Etika publik: dengan baik dan yang baik serta
kepala puskesmas Puskesmas dengan berpakaian rapih dan sopan cermat maka misi berkordinasi
sopan dan rapih, serta dengan puskesmas ke 1 baik dengan
sikap 5S. dan 2 dalam bagian
b. Menghadap bagian b. Saya akan menemui petugas Nasionalisme: meningkatkan promkes akan
promkes bagian promkes dengan sikap Toleransi pelayanan memperkuat
yang ramah dan baik, dan kesehatan anak, tata nilai
tidak mengganggu jika serta puskesmas
memang dibagian promkes meningkatkan tambi berupa
sedang sibuk. kesehatan senyum, salam,
c. Meminta data c. Saya akan meminta izin lingkungan sapa, santun
kegiatan ukgs dan dengan sopan untuk dapat masyarakat akan dan kooperatif
uks binaan meminta data seluruh data terwujud.
kegiatan promosi kesehatan
gigi yang sudah dilakukan

20
1 2 3 4 5 6 7
secara lengkap dan bertanggung Akuntabilitas:
jawab akan kerahasiaan isi Tanggung
seluruh kegiatan. jawab

Analisis Dampak (Prediksi):


a. Jika dalam mendapatkan data
tidak dilakukan dengan sopan
dan ramah, maka bagian
promkes tidak akan membantu
kita.
b. Jika data yang kita dapatkan
tidak lengkap dan tidak dijaga
maka kita tidak akan mendapat
data sebagai acuan kegiatan
selanjutnya.
4. Membentuk Dokter Terbentuknya Dokter Cilik yang
Cilik anggotanya terdiri dari minimal 6
siswa dan siswi SD binaan.
a. Berkonsultasi a. Saya akan berkonsultasi
dengan kepala dengan kepala puskesmas
puskesmas untuk meminta persetujuan

21
1 2 3 4 5 6 7
dengan ramah dan sopan, Etika Publik: Dengan Dengan
dibuatnya FGD yang Sopan, ramah, dibentuknya pembentukkan
beranggotakan siswa sekolah, taat aturan Dokter Cilik Dokter Cilik
serta dibuatkan surat tugas untuk Komitmen dapat mendukung mewujudkan
berkordinasi dengan sekolah agar Mutu: visi puskesmas nawacita
tertib administrasi. efisien dalam kementrian
b. Berkordinasi b.Saya akan datang tepat waktu Nasionalisme : mewujudkan kesehatan yaitu
dengan Kepala ke sekolah dengan berpakaian Kerjasama masyarakat yang inklusif dimana
Sekolah rapih dan sopan, dan sehat dan mandiri program
menyampaikan rencana kegiatan Akuntabilitas: dan misi kesehatan
saya dengan bahasa yang baik, target puskesmas ke 3 harus
jelas dan dapat dimengerti yaitu melibatkan
c. pembentukan c.Saya akan bekerjasama dengan meningkatkan semua pihak.
anggota Dokter kepala sekolah untuk memilih SDM kesehatan
Cilik siswa untuk menjadi anggota serta misi ke 5
Dokter Cilik. Pembentukan upaya
Dokter Cilik ditargetkan Satu meningkatkan
Sekolah Dasar sebagai awal peran serta
aktifnya kegiatan UKGS masyarakat
Puskesmas Tambi. dalam bidang
kesehatan

22
1 2 3 4 5 6 7
Analisis Dampak:
a.Jika kegiatan ini tidak dilakukan
sesuai nilai-nilai kesopanan maka
pembentukan Dokter Cilik tidak
akan disetujui oleh atasan dan
kepala sekolah.
5. Penyuluhan ke SD Terlaksananya penyuluhan yang Akuntabilitas: Dengan Dengan
binaan UKGS tertib, menyenangkan, dan Jelas target terlaksananya melakukan
Puskesmas. bermanfaat. penyuluhan yang penyuluhan
(skp) a. Menentukan a. Saya akan bekerjasama Etika publik: didasari dengan yang baik
jadwal dan lokasi dengan petugas bagian sopan, ramah nilai-nilai dasar, maka akan
penyuluhan promkes dan kepala sekolah maka visi memperkuat
mengenai jadwal penyuluhan. Komitmen puskesmas dalam tata nilai
b. Meminta surat b. Saya akan meminta ijin kepada mutu: efektif, mewujudkan organisasi
kerja dari kepala puskesmas dengan inovatif masyarakat sehat pelayanan 5S ,
puskesmas sopan dan ramah,serta yang mandiri serta sesuai
mengajukan permohonan surat menuju dengan
tugas terlebih dahulu agar saya masyarakat tambi nawacita
dapat melaksanakan kegiatan yang sehat Kemenkes
di luar gedung secara tertib tercapai. responsif.
administrasi.

23
1 2 3 4 5 6 7
c. Mempersiapkan c. Saya akan menyiapkan alat Nasionalis: Mewujudkan
alat dan bahan peraga yang sudah dibuat religious, misi puskesmas
penyuluhan dengan cermat dan teliti. percaya diri ke 3 yaitu
d. Memberi d. Sebelum penyampaian materi meningkatkan
penyuluhan penyuluhan kita berdoa SDM kesehatan
terlebih dahulu. Selanjutnya Serta misi ke 5
saya akan melakukan Meningkatkan
penyuluhan pada Dokter Cilik peran serta
yang sudah dibentuk dengan masyarakat
sikap ramah serta selalu ceria dalam bidang
serta percaya diri saat kesehatan
menyampaikan materi sesuai
dengan rancangan yang
sudah saya buat.
e. Evaluasi hasil e. Saya akan berdiskusi
penyuluhan dengan anak-anak dengan
ceria, ramah, tentang
bagaimana cara sikat gigi
yang baik dan benar sebagai
salah satu cara evaluasi
penyuluhan

24
1 2 3 4 5 6 7
Analisis Dampak (Prediksi):
a. Apabila saya tidak bersikap
baik maka saya tidak akan
mendapatkan ijin dari kepala
puskesmas ataupun kepala
puskesmas
b. Jika saya tidak melakukan
penyuluhan dengan baik maka
kegiatan ini tidak akan
berjalan dengan baik dan
informasi kesehatan tidak
akan tersampaikan dengan
baik.
6. Melakukan Pemeriksaan kondisi kesehatan
pemeriksaan pada gigi pasien sesuai dengan standar
pasien rawat jalan di etika kedokteran gigi.
poli gigi a. Berdoa sebelum a. Kegiatan berdoa ini saya Nasionalisme:
(skp) melaksanakan lakukan secara khusyuk dan religious,
tugas pelayanan merupakan suatu kebiasan bahasa nasional
setiap sebelum memulai suatu
pekerjaan

25
1 2 3 4 5 6 7
b. Mempersiapkan b. Alat-alat yang akan digunakan Komitmen Dengan Dengan
alat sudah dalam keadaan bersih mutu : sesuai terlaksananya pelaksanaan
dan steril sesuai dengan SOP. dengan SOP, pelayanan pasien pelayanan yang
Serta tersusun rapih di kursi dan kode etik, rawat jalan yang baik maka akan
gigi empati, baik akan memperkuat
c. Mempersiapkan c. Saya akan memastikan cermat,teliti memperkuat visi nilai senyum
rekam medik dengan teliti bahwa rekam puskesmas untuk salam , sapa,
pasien medis yang ada sesuai dengan Etika Publik : mewujudkan santun dan
data pasien yang datang 5S, masyarakat sehat kooperatif
berkunjung di poli gigi. yang mandiri.
Akuntabilitas :
d. Memanggil pasien d. Saya akan memanggil pasien profesionalisme
sesuai urutan ataupun dengan ,tanggung
rasa empati sesuai jawab
kegawatdaruratan keadaan
pasien dapat didahulukan, dan Anti korupsi :
tidak akan menerima apapun adil
dari pasien untuk
mendahulukannya.

26
1 2 3 4 5 6 7
e. Melakukan e. Saya akan memperkenalkan
anamnesa diri dengan menerapkan 5S
(senyum, sapa, salam,
sopan, santun) kepada setiap
pasien tanpa membedakan
status sosial, ras dan
agamanya. Saya akan
melakukan sesi tanya jawab
sesuai urutan anamnesa dan
dengan sikap empati
mendengarkan keluhan
pasien, serta dengan
menggunakan bahasa
indonesia yang mudah
dimengerti.
f. Melakukan f. Sebelum melakukan
pemeriksaan gigi pemeriksaan saya akan
meminta izin terlebih dahulu
dengan sopan dan santun.
Kemudian Saya akan
melakukan pemeriksaan

27
1 2 3 4 5 6 7
kondisi gigi secara gentle dan
tidak menyakiti pasien atau
membuat pasien merasa tidak
nyaman. Saya akan bekerja
dengan cermat sesuai kode etik
kedokteran gigi dan
bertanggung jawab akan apa yg
saya kerjakan.

Analisis Dampak (Prediksi).


a. Apabila pada saat pemeriksaan
saya tidak bersikap ramah dan
pada saat pemanggilan tidak
sesuai urutan akan
menimbulkan ketidak tertiban
pelayanan.
b. Jika saat anamnesa tidak
bersikap empati maka hasil
anamnesa yang kita dapatkan
tidak akan cukup untuk
menegakkan diagnosa.

28
1 2 3 4 5 6 7
c. Jika saat pemeriksaan kita
bersikap tidak baik maka
pasien akan merasa tidak
nyaman dan marah
7. Melakukan Pencatatan odontogram terlaksana Komitmen Dengan kualitas Dengan
pencatatan kondisi dengan baik. mutu: rekam medik gigi membuat
gigi dengan a. Mempersiapkan a. saya akan mencocokkan data Teliti dan yang baik maka rekam medis
mencantumkan rekam medis pasien apakah sesuai dengan cermat, rahasia visi puskesmas yang baik,
odontogram pada pasien pasien yang akan dilakukan dalam lengkap dan
rekam medik pasien pemeriksaan secara teliti dan Anti korupsi: mewujudkan rapih maka
(permintaan atasan) cermat. Jujur, disiplin masyarakat yang akan
sehat dan mandiri memperkuat
b. Mencatat setiap b. saya akan menuliskan semua Akuntabilitas: serta misi tata nilai
kondisi gigi pasien temuan kondisi gigi pada Tanggung puskesmas ke 4 puskesmas
pada odontogram pasien berupa odontogram jawab yaitu tambi yaitu
sesuai standar pengisian meningkatkan kerapihan.
odontogram secara lengkap, pelayanan
jujur, teliti dan bersifat kesehatan
rahasia, serta bertanggung masyarakat yang
jawab akan kebenarannya. bermutu akan
terwujud.

29
1 2 3 4 5 6 7
c. Menyimpan .c. saya akan menyimpan kertas
odontogram pada odontogram secara teliti dan
rekam medis teratur sesuai urutan agar tidak
tercecer

Analisis Dampak (Prediksi):


a. Jika kegiatan ini tidak
dilakukan dengan benar data
mengenai berapa derajat
kesehatan atau kondisi gigi
dan mulut pasien, tidak akan
akurat dan akan tidak
berurutan pencatatannya.
8. Mengisi ICD pada Data pelayanan pasien telah Akuntabilitas :
aplikasi e puskesmas masuk pada aplikasi dengan baik. jelas target,
(skp) a. Pembukaan a. Saya akan berkordinasi tanggung
aplikasi dengan sikap yang sopan, jawab,
ramah kepada pemegang konsisten, teliti,
e puskesmas untuk dapat cermat
membuka aplikasinya

30
1 2 3 4 5 6 7
b. Pemeriksaan data b. Saya akan selalu memastikan Etika public: Dengan Dengan
pasien dengan cermat dan teliti data Taat aturan, melakukan penginputan
pasien dengan data rekam rahasia pencatatan data e
medik. berbasis online puskesmas
dengan baik dan maka akan
c. Penginputan data c. Penginputan data hasil konsisten maka memperkuat
hasil pemeriksaan pemeriksaan pasien visi puskesmas tata nilai
pasien Melakukan pengiputan data dalam puskesmas
dalam aplikasi dikomputer mewujudkan tambi yang
oleh saya sendiri sesuai masyarakat yang melayani
aturan secara teliti dan sehat dan mandiri masyarakat
cermat, dan akan diinput serta misi dengan cepat
setiap hari setelah pelayanan. puskesmas ke 4 dan sesuai
untuk SOP.
Analisis Dampak (Prediksi): meningkatkan
a. Jika kegiatan ini tidak kita pelayanan
lakukan dengan cermat maka kesehatan
tidak akan ada data yang masyarakat yang
terekam atau terlaporkan ke bermutu akan
dinas kesehatan. tercapai,

31
B. RENCANA JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI

Rencana implementasi kegiatan aktualisasi


Tanggal 29 april 2019 – 15 mei 2019
no kegiatan 29 30 1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 13 14 15
april april mei mei mei mei mei mei mei mei mei mei mei mei mei
1. Merancang
konsep boneka
wayang
2. Pembuatan
boneka wayang
3. Mendata sekolah
binaan
4. Pembentuan FGD
5. Penyuluhan di
SD
6. Melakukan
pemeriksaan
pasien
7. Pencatatan
odontogram gigi
8. Menginput data
ICD pada e
puskesmas

32
Rencana implementasi kegiatan aktualisasi
Tanggal 17 mei 2019 – 03 juni 2019
no kegiatan 17 18 19 20 21 22 24 25 26 27 28 29 1 2 3
mei mei mei mei mei mei mei mei mei mei mei mei juni juni juni
1. Merancang
konsep boneka
wayang
2. Pembuatan
boneka wayang
3. Mendata sekolah
dan posyandu
binaan
4. Membentuk
Dokter Cilik
5. Penyuluhan di
SD
6. Melakukan
pemeriksaan
pasien
7. Pencatatan
odontogram gigi
8. Menginput data
ICD pada e
puskesmas

33
BAB IV
PENUTUP

Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN (ANEKA) ini dilakukan di Puskesmas Tambi
dengan sasaran masyarakat tambi khususnya anak-anak sekolah dasar generasi penerus bangsa.
Isu yang diangkat dalam aktualisasi ini adalah Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan isu tersebut, maka gagasan yang dilakukan adalah
melakukan penyuluhan dengan menggunakan boneka wayang sebagai media penyuluhnya di
Puskesmas Tambi.
Mengingat betapa pentingnya nilai-nilai dasar ANEKA bagi pelayanan publik, maka seluruh
ASN diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut agar pekerjaan yang dilakukan lebih
maksimal dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja ASN menjadi semakin meningkat. Agar
nilai-nilai dasar tersebut dapat terinternalisasi dengan baik oleh ASN, maka diperlukan
sosialisasi dan penguatan agar nilai-nilai dasar ANEKA dapat menjadi budaya kerja bagi para
ASN yang ada di negeri ini.

34

Anda mungkin juga menyukai