Anda di halaman 1dari 2

DASAR DIAGNOSIS

A, wanita 20 tahun, pembantu rumah tangga


KU : nyeri pada kedua kulit tangannya
Anamnesis :
- Sejak 2 bulan yang lalu mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga (mencuci baju)
- 1 bulan yang lalu telapak tangan eritem,berskuamosa,kering,perih,makin hari makin
bertambah
- Saat ini ditambah adanya likenifikasi dan fisura
- Penderita belum berobat untuk penyakitnya
- RPD : tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya, tidak ada riwayat alergi
- RPK : tidak ada riwayat alergi
- Kebiasaan : mengeringkan tangan setelah mencuci baju
Pemeriksaan fisik :
Status generalis umum :
- KU : CM
- Kesan sakit : sedang
- VS : R:24x/mnt, S:36.30C, N:80x/mnt, T:110/70 mmHg
- Kepala : konjunctiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
- Leher : tidak ada pembesaran KGB
- Thoraks :
1. Bentuk dan pergerakan normal, simetris
2. Cor : DBN
3. Pulmo : DBN
- Abdomen : hepar lien tidak teraba
- Ekstremitas : telapak tangan lihat status dermatologikus
Status dermatologikus (manus dextra et sinistra):
- Distribusi regional, asimetris
- Lokasi : a.r manus (telapak tangan)
- Lesi :
1. Jumlah : multiple
2. Penyebaran : sebagian konfluens
3. Batas : tegas, sebagian menimbul
4. Ukuran : plakat
5. Permukaan : kasar
6. Sifat : kering
- Efloresensi : tampak makula dan papel eritem pada beberapa bagian kulit, tampak
skuama pada hampir seluruh telapak tangan, terdapat pula likenifikasi dan pada
ujung-ujung jari tampak sedikit fisura
Lab : tidak dilakukan pem.lab

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan kultur bakteri bisa dilakukan apabila ada komplikasi infeksi sekunder bakteri.
Pemeriksaan KOH bisa dilakukan dan sampel mikologi bisa diambil untuk menyingkirkan
infeksi tinea (skin mycosis) superficial atau kandida, bergantung pada tempat dan bentuk lesi.
Uji tempel/patch test dilakukan untuk mengkonfirmasi DKA (dermatitis kontak alergika), dan
mengidentifikasi allergennya. Walaupun keduanya ditemukan diagnosis DKI (dermatitis
kontak iritan) tetap ditegakkan. Biopsi kulit bisa membantu menyingkirkan kelainan lain
seperti tinea, psoriasis atau limfoma sel T.
Pada dermatitis atopik di temukan eosinofilia dan peningkatan kadar IgE.
Kriteria diagnostik primer DKI menurut Rietschel meliputi:
- Makula eritema, hiperkeratosis atau fisura yang menonjol.
- Kulit epidermis seperti terbakar
- Proses penyembuhan dimulai segera setelah menghindari paparan bahan iritan
- Tes tempel negatif dan meliputi semua alergen yang mungkin
Kriteria objektif minor meliputi:
- Batas tegas pada dermatitis
- Bukti pengaruh gravitasi seperti efek menetes
- Kecenderungan untuk menyebar lebih rendah dibanding DKA

Biopsi
Gambaran histopatologik DKI tidak karakteristik. Pada DKI akut (oleh iritan primer), dalam
dermis terjadi vasodilatasi dan sebukan sel mononuklear di sekitar pembuluh darah dermis
bagian atas. Eksositosis di epidermis diikuti spongiosis (edema intercelullar diantara
keratinosit) dan edema intrasel dan akhirnya menjadi nekrosis epidermal. Pada keadaan berat,
kerusakan epidermis dapat menimbulkan vesikel atau bula. Di dalam vesikel atau bula
ditemukan limfosit atau neutrofil. Pada DKI kronis adalah hiperkeratosis dengan area
parakeratosis, akantosis dan perpanjangan rete ridges.