Anda di halaman 1dari 17

REKAYASA IDE

Mata Kuliah : Telaah Kurikulum dan Buku Teks

Dosen Pengampu : Bapak Drs.Thamrin M.Si

Disusun Oleh :

Kristina Sekar Ayu S ( 7181143007 )

PENDIDIKAN BISNIS

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 1


KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
Rahmat dan Penyertaan-Nya, Saya masih bisa menyelesaikan tugas Rekayasa ide ini dengan
baik yang mana untuk memenuhi tugas dari Mata Kuliah Telaah Kurikulum dan Buku Teks.
Terima kasih juga kami ucapkan kepada pihak-pihak yang membantu kami dalam
mengerjakan tugas ini, terutama kepada Dosen Pengampu yaitu Bapak Drs.Thamrin M.Si.

Terlepas dari itu semua, kami juga menyadari bahwa tugas Rekayasa Ide yang saya
kerjakan ini masih ada kekurangan dan kesalahan baik dari segi penyusunan kalimat maupun
pembahasan materi nya serta jauh dari kata sempurna.

Oleh karena itu, kami sangat berharap kepada pembaca sekalian yang membaca Tugas
kami ini dengan senang hati kami menerima dan membutuhkan saran, kritik serta ide-ide dari
pembaca sekalian. Demikianlah kata pengantar dari saya, jika ada kesalahan mohon
dimaafkan. Sekian dan Terimakasih.

Medan, mei 2019

Penulis

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 2


DAFTAR ISI KATA
PENGANTAR.............................................................................................. i

DAFTAR ISI................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1

A. Latar Belakang ............................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ....................................................................... 2

C. Tujuan Penulisan......................................................................... 2

D. Metode Penulisan........................................................................ 2

BAB II PENGEMBANGAN GURU DALAM KURIKULUM..................... 3

A. Definisi Guru ............................................................................. 3

B. Guru dalam Perspektif Islam....................................................... 4

C. Guru sebagai Profesi ................................................................... 6

D. Memahami Tujuan Pengajaran ................................................... 8

BAB III PERANAN GURU DALAM KURIKULUM................................. 11

A. Guru Sebagai Tokoh Kunci dalam Pendidikan............................ 11

B. Tanggung Jawab Guru dalam Pendidikan.................................... 12

C. Fungsi Guru dalam Pendidikan.................................................... 13

BAB IV PENUTUP .................................................................................... 19

A. Kesimpulan ............................................................................... 19
B. DAFTAR PUSTAKA................................................................. 20

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 3


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dilihat dari sisi aktualisasinya, pendidikan merupakan proses interaksi antara guru
(pendidik) dengan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang
ditentukan. Pendidik, peserta didik dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama
pendidikan. Ketiganya membentuk suatu triangle, yang jika hilang salah satunya, maka
hilang pula hakikat pendidikan. Namun demikian, dalam situasi tertentu tugas guru bisa
diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti media teknologi, namun tidak dapat
digantikan. Mendidik adalah pekerjaan professional, karena itu guru sebagai pelaku
utama pendidikan merupakan pendidik professional.1 Salah satu faktor yang paling
menentukan berhasilnya proses belajar mengajar dalam kelas adalah guru. Karena itu,
guru sebenarnya tidak hanya mendidik melainkan juga berfungsi sebagai orang dewasa
yang bertugas professional memindahkan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge)
atau penyalur ilmu pengetahuan (transmitter of knowledge) yang dikuasai kepada anak
didik. Guru juga menjadi pemimpin, atau menjadi pendidik, dan pembimbing di
kalangan anak didiknya.2 Peranan guru sebagai pendidik professional akhir-akhir ini
mulai dipertanyakan eksistensinya secara fungsional. Hal ini antara lain disebabkan
oleh munculnya serangkaian fenomena para lulusan pendidikan yang secara moral
cenderung merosot.
Jika fenomena tersebut benar adanya, maka baik langsung maupun tidak langsung akan
terkait dengan peranan guru sebagai pendidik professional
Sejalan dengan permasalahan tersebut, makalah ini akan mencoba menguraikan tentang
apa yang dimaksud dengan profesi guru dan hal-hal yang berkaitan dengannya seperti
fungsi guru, tanggung jawab profesinya dan ketrampilan dalam mengelola peserta
didik. Sehingga muncul pertanyaan ; mengapa guru perlu memahami tujuan pengajaran
dan hakikat fungsi profesionalnya dalam mengajar, bagaimana hubungan
profesionalisme guru dengan peranannya dalam upaya pengembangan kurikulum
dalam pendidikan ? Untuk menjawab berbagai pertanyaan yang merupakan ruang
lingkup pembahasan makalah ini, tulisan ini akan mendeskripsikan sekaligus
menganalisis dengan pendekatan ilmu kependidikan yang bersumber dari literatur para
pakar pendidikan dalam bidangnya.

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 4


B. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka dapat di rumuskan
beberapa rumusan masalah tentang Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum,
diantaranya :
1. Apa yang dimaksud dengan Guru dan Profesionalisme nya dalam Pendidikan?
2. Apa saja Peran, Fungsi, serta Tanggung Jawab Guru dalam Pendidikan?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini adalah mempelajari
tentang Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum serta pembahasan yang
mencakup ruang lingkup di dalamnya seperti profesionalisme guru, peran, fungsi serta
tanggung jawabnya dalam pendidikan sebagai bentuk usaha pengembangan
pendidikan.

D. Metode Penulisan
Metode penulisan yang dilakukan oleh penyusun adalah dengan menggunakan metode
pustaka yaitu mencari dan mengumpulkan data yang relevan dengan tema yang akan
dibahas, terutama yang terdapat dalam literatur yang mempelajari tentang
Profesionalisme Guru

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 5


BAB II

KAJIAN TEORI

PENGEMBANGAN GURU DALAM KURIKULUM

A. Definisi Guru
Pendidik atau lebih populer dikatakan sebagai Guru adalah tenaga kependidikan yang
berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor,
instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta
berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Guru adalah pendidik professional
dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,
dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh,
panutan, dan identifikasi bagi peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus
memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa,
mandiri, dan disiplin. Untuk dapat benar-benar menjadi pendidik, seorang guru tidak
cukup hanya dengan menguasai bahan pelajaran, tetapi juga harus tahu nilai-nilai apa yang
dapat disentuh oleh materi pelajaran yang akan diberikan kepada para siswa. Terdapat dua
syarat penting untuk seorang guru supaya berhasil melaksanakan tugasnya, syarat yang
pertama adalah menguasai dengan sempurna bidang pengetahuan yang dimilikinya.
Karena kualitas sebuah pengajaran sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan bahan
pengajaran. Sedangkan syarat yang lainnya adalah kemampuan guru dalam menerapkan
metodologi mengajar dalam proses pengajaran.

B. Guru sebagai Profesi


Profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan
oleh orang yang professional. Kata profesi masuk ke dalam kosa kata bahasa Indonesia
melalui bahasa Inggris (profession) atau bahasa Belanda (professie). Kedua bahasa barat
ini menerima kata ini dari bahasa latin. Dalam bahasa latin kata profession berarti
pengakuan atau pernyataan. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat dinyatakan
bahwa profesi adalah pernyataan atau pengakuan tentang bidang pekerjaan atau bidang
pengabdian yang dipilih. Dalam pengertian lain, profesi adalah pekerjaan atau kegiatan
yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang
memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau
norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Dengan bertitik tolak pada
pengertian ini, maka pengertian profesi guru adalah orang yang memiliki kemampuan dan
keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan
fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain adalah orang
yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.
Para ahli pendidikan, pada umumnya memasukkan guru sebagai tenaga professional, yaitu
pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu
dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh
pekerjaan lain.

Secara umum profesi seorang guru dalam garis besarnya ada tiga, diantaranya :

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 6


- Pertama, seorang guru yang professional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan
yang akan diajarkannya dengan baik. Ia benar-benar ahli dalam bidang ilmu yang
diajarkannya. Selanjutnya karena bidang pengetahuan apapun selalu mengalami
perkembangan, maka seorang guru professional juga harus terus-menerus meningkatkan
dan mengembangkan ilmu yang diajarkannya, sehingga tidak ketinggalan zaman. Untuk
dapat melakukan peningkatan dan pengembangan ilmu yang diajarkannya itu, seorang
guru harus secara terus menerus melakukan penmelitian dengan menggunakan berbagai
macam metode.
- Kedua, seorang guru yang professional harus memiliki kemampuan menyampaikan atau
mengajarkan ilmu yang dimilikinya (transfer of knowledge) kepada murid-muridnya
secara efektif dan efesien. Untuk ini, seorang guru harus memiliki ilmu keperguruan.
Dahulu, ilmu keguruan ini terdiri dari tiga bidang keilmuan, yaitu pedagogik, didaktik, dan
metodik. Istilah pedagogik diterjemahkan dengan kata ilmu mendidik dan yang dibahasa
adalah bagaimana mengasuh dan membesarkan seorang anak. Sedangkan, didaktik adalah
pengetahuan tentang interaksi belajar mengajar secara umum, yang diajarkan disini antara
lain : cara membuat persiapan pengajaran sesuatu yang sangat perlu, cara menjalin
bahanbahan pelajaran, dan cara menilai hasil pelajaran. Adapun metodik adalah
pengetahuan tentang cara mengajarkan suatu bidang pengetahuan. Beberapa mata
pelajaran dipandang memerlukan cara-cara khusus untuk menyajikannya dan untuk ini
dikembangkan metodik khusus. Pelajaran yang memerlukan metodik khusus ini misalnya
menggambar, pekerjaan tangan dan olahraga.
- Ketiga, seorang guru yang professional harus berpegang teguh kepada kode etik
professional sebagaimana tersebut di atas. Kode etik disini lebih dikhususkan lagi
tekanannya pada perlunya memiliki akhlak yang mulia. Dengan akhlak yang demikian itu,
maka seorang guru akan dijadikan panutan, contoh dan teladan.
Dengan cara demikian ilmu yang diajarkan atau nasihat yang diberikannya kepada para
siswa akan didengarkan dan dilaksanakannya dengan baik. Tentang perlunya akhlak yang
baik bagi seorang guru yang professional ini sudah lama menjadi perhatian dan kajian para
ulama Islam di zaman klasik. Ibn Muqaffa (lahir di Persia tahun 106 H) misalnya
mengatakan bahwa guru yang baik adalah guru yang mau berusaha memulai dengan
mendidik dirinya, memperbaiki tingkah lakunya, meluruskan pikirannya, dan menjaga
kata-katanya terlebih dahulu sebelum menyampaikan kepada orang lain. Dalam kaitannya
dengan uraian tersebut diatas, seorang guru disamping sebagai pengajar, juga harus
sebagai pendidik. Dengan demikian, disamping membimbing para siswa untuk menguasai
sejumlah pengetahuandan ketrampilan (mengajar), seyogyanya guru juga membimbing
siswa-siswanya mengembangkan segenap potensi yang ada di dalam diri mereka
(mendidik).

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 7


C. Mehamahami Tujuan Pengajaran

Jika seseorang hendak mempersiapkan suatu pelajaran atau suatu rangkaian pelajaran, ia
harus memperhatikan beberapa faktor tertentu. Sebelum ia mengawali pekerjaan yang
sebenarnya, terlebih dahulu ia harus memikirkan tiga pertanyaan penting. Jawaban dari
ketiga pertanyaan itu akan menentukan isi pelajaran yang akan ia berikan dan jenis cara
kerja yang akan ia pilih.
Tiga buah pertanyaan tersebut adalah :
1. Bahan pelajaran apa yang akan diberikan untuk kelompok murid ini atau itu?
2. Apa yang diinginkan oleh pengajar dari kelompok murid tersebut? Apa yang harus
dikerjakan oleh murid?
3. Sejauh mana para murid perlu mengetahui bahan pelajaran tersebut? Maka jawabannya
adalah :
a. Dalam menentukan bahan yang akan diajarkan, pengajar tidak dapat berbuat
dengan cara begitu saja atau menurut kehendak hatinya sendiri saja. Ia perlu
memikirkan bahwa bahan yang akan ia ajarkan itu harus berhubungan dengan
kelanjutannya yang akan diajarkan dikemudianwaktu. Bilamana pengajar memperoleh
tugas memberi kursus pengantar ilmu ekonomi perusahaan pada kelompok mahasiswa
tingkat pertama fakultas ekonomi, maka isi kursus itu harus ada hubungannya dengan
kelanjutan kursus ilmu ekonomi perusahaan yang akan diajarkan di fakultas tersebut.
Dengan kata lain kelanjutan kursus ilmu ekonomi perusahaan menentukan isi kursus
pengantar ilmu ekonomi perusahaan itu. Selanjutnya pengajar perlu memikirkan bahan
yang harus diketahui oleh murid, serta dengan urutan bagaimana bahan yang akan ia
ajarkan harus disusun. Dia harus memperhitungkan, apakah bahan yang akan ia berikan
itu terlalu sederhana atau terlalu sulit bagi murid? Apakah bahan pengajaran tersebut
akan dapat selesai dibicarakan dalam waktu yang tersedia?
b. Pertanyaan yang tidak kalah pentingnya adalah, apa yang perlu dilakukan oleh
murid? Apa yang diinginkan oleh pengajar dari muridnya? Mereka cukup
mendengarkan saja atau perlu juga mempelajari buku-buku tertentu yang ditunjuk oleh
pengajar? Mereka wajib mengikuti pelajaran atau cukup belajar dirumah saja? Apakah
mereka harus menempuh tentamen atau sama sekali tidak perlu. Pengajar perlu
mempelajari semua hal itu, sebelum ia mulai mengerjakan persiapan pelajaran
. c. Jawaban atas pertanyaan ketiga, yaitu sejauh mana murid perlu mengetahui
bahan pelajaran, akan banyak membantu pengajar dalam memilih cara mengajar yang
akan ia pakai. Sebagai contoh : seorang pengajar menganggap perlu murid-muridnya
sedikit tahu tentang teknik pengujian dalam masalah statistik. Untuk itu ia dapat
merangkaikan beberapa jam pelajaran guna menjelaskan berbagai macam teknik
pengujian. Dalam hal seperti ini murid cukup mendengarkan uraian saja. Tetapi
bilamana pengajar mempunyai tuntutan agar murid-muridnya mampu menerangkan
serta menerapkan teknik-teknik tersebut, maka pengajar perlu memberi kesempatan
berlatih kepada mereka .Tujuan adalah suatu rumusan yang menunjukan dan
menjelaskan hal yang ingin dicapai. Memahami tujuan pengajaran bagi seorang guru
adalah penting, karena dengan memahami tujuan itu justru akan membantu guru dalam
mencari bahan yang akan diajarkan, serta akan membulatkan susunan pengajaran.
Sedangkan bahan pengajaran merupakan bahan baku yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan. Selanjutnya berdasarkan tujuan tersebut ia dapat menyusun ulangan atau

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 8


ujiannya. Jelasnya, dalam tujuan itu telah dipastikan secara tepat, apa yang harus
diketahui oleh murid. Di lain pihak murid-murid perlu tahu juga tujuan yang diinginkan
oleh pengajar. Dengan begitu murid dapat mengetahui apa yang akan dituntut dari
mereka serta apa yang akan mereka hadapi selama pelajaran. Kemudian mereka pun
akan dapat membuat pembagian kerja untuk mereka sendiri. Selama mengikuti
pelajaran mereka dapat mengetahui rencana pengajar

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 9


BAB III

RELEVANSI

PERANAN GURU DALAM KURIKULUM

A. Guru sebagai Tokoh Kunci dalam Pendidikan Dalam sistem dan proses pendidikan
manapun, guru tetap memegang peranan penting, para siswa tidak mungkin belajar
sendiri tanpa bimbingan guru yang mampu mengemban tugasnya dengan baik. Peranan
guru yang begitu besar dapat ditinjau dalam arti luas dan dalam arti sempit.
Dalam arti luas, guru mengemban peranan-peranan sebagai ukuran kognitif, sebagai
agen moral, innovator, dan kooperatif.

1. Guru sebagai ukuran kognitif Tugas guru umumnya adalah mewariskan


pengetahuan dan berbagai ketrampilan kepada siswa. Hal-hal yang akan diwariskan itu
sudah tentu harus sesuai dengan ukuran-ukuran yang telah ditentukan oleh masyarakat
dan merupakan gambaran tentang keadaan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat
bersangkutan. Karena itu, guru harus memenuhi ukuran kemampuan yang diperlukan
untuk melaksanakan tugasnya agar siswa dapat mencapai ukuran pendidikan yang
tinggi. Hasil pengajaran adalah merupakan hasil interaksi antara unsur-unsur, motivasi
dan kemampuan siswa, isi atau materi pelajaran yang disampaikan dan dipelajari oleh
siswa, ketrampilan guru menyampaikan dan alat bantu pengajaran yang membantu
jalannya pewarisan itu.

2. Guru sebagai Agen Moral dan Politik Guru bertindak sebagai agen moral
masyarakat karena fungsinya mendidik warga masyarakat agar melek huruf, pandai
berhitung, dan memiliki berbagai ketrampilan kognitif lainnya. Ketrampilan-
ketrampilan itu dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan moral karena
masyarakat yang telah pandai membaca dan berpengalaman akan berusaha
menghindarkan dirinya dari tindakan-tindakan kriminal dan menyimpang dari ukuran
masyarakat. Guru juga merupakan gambaran sekaligus berperan sebagai agen politik.
Guru menyampaikan sikap kultur dan tindakan politik masyarakat kepada generasi
muda. Kemauan-kemauan politik masyarakat disampaikan dalam proses pengajaran
dalam kelas.

3. Guru sebagai Inovator Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,


masyarakat senantiasa berubah dan berkembang dalam semua aspek. Perubahan dan
perkembangan itu menuntut terjadinya inovasi pendidikan yang menimbulkan
perubahan yang baru dan kualitatif berbeda dengan hal yang sebelumnya. Tanggung
jawab melaksanakan inovasi itu, diantaranya terletak pada penyelenggara pendidikan

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 10


di sekolah, dan guru memegang peranan utama. Guru bertangung jawab menyebarkan
gagasan-gagasan baru terhadap siswa melalui proses pengajaran di kelas.

4. Guru memegang Peranan Kooperatif Dalam melaksanakan tugasnya, guru tidak


mungkin bekerja sendiri dan mengandalkan kemampuannya secara individual. Karena
itu, para guru harus bekerja sama, baik bekerja sama dengan sesama guru, pekerjaan-
pekerjaan sosial, lembaga-lembaga permasyarakatan maupun dengan persatuan orang
tua murid. Peranan kerja sama dalam pengajaran diantara guru-guru secara formal
dikembangkan dalam sistem belajar beregu.

B. Tanggung Jawab Guru dalam Pendidikan Guru akan menunaikan tanggung jawabnya
dengan baik atau dapat bertindak sebagai tenaga pengajar yang efektif jika padanya
terdapat berbagai kompetensi (pengembangan pekerjaan professional) keguruan yakni
kompetensi kepribadian yang meliputi pengenalan dan mengakui harkat dan potensi
dari setiap individu atau murid yang diajarkannya. Selanjutnya kompetensi penguasaan
atas bahan pengajaran yang meliputi menguraikan ilmu pengetahuan atau kecakapan
ke dalam bentuk informasi yang sebenarnya. Dan yang terakhir adalah kompetensi
dalam cara mengajar yakni mempergunakan dan mengembangkan media pendidikan
(alat bantu atau peraga).
Pada hakikatnya, tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab yang besar
dan penting karena pada tatanan operasionalnya pendidikan merupakan pemberian
bimbingan, pertolongan dan bantuan dari orang dewasa atau orang yang bertanggung
jawab atas pendidikan kepada anak yang belum dewasa. Pendidikan merupakan bagian
dari proses pendewasaan rohaniyah dan jasmaniyah. Guru sebagai tenaga pendidik
bertanggung jawab melaksanakan administrasi, mengelola, mengembangkan,
mengawasi dan melayani secara teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan
pendidikan.

C. Fungsi Guru dalam Pendidikan Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang
sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan
dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya
secara optimal. Keyakinan ini muncul karena manusia adalah makhluk lemah, yang
dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada
saat meninggal. Semua itu menunjukan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain
dalam perkembangannya, demikian halnya dengan peserta didik; ketika orang tua
mendaftarkan anaknya ke sekolah pada saat itu juga ia menaruh harapan terhadap guru,
agar anaknya dapat berkembang secara optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan
potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara optimal
tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara
individual, karena antara satu peserta didik dengan yang lain memiliki perbedaan yang
sangat mendasar. Mungkin diantara kita masih ingat, ketika duduk di kelas 1 SD, guru
Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 11
lah yang pertama kali membantu memegang pensil untuk menulis, ia memegang satu
demi satu tangan peserta didik dan membantunya untuk dapat memegang pensil dengan
benar. Guru pula yang memberi dorongan agar peserta didik berani berbuat benar, dan
membiasakan mereka untuk bertanggung jawab terhadap setiap perbuatannya.
Memahami uraian di atas, betapa besar jasa guru dalam membantu pertumbuhan dan
perkembangan para peserta didik. Mereka memiliki peran dan fungsi yang sangat
penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan
sumber daya manusia (SDM), serta mensejahterakan masyarakat, kemajuan Negara,
dan bangsa. Guru juga harus berpacu dalam pembelajaran, dengan memberikan
kemudahan belajar bagi seluruh peserta didik, agar dapat mengembangkan potensinya
secara optimal.

Dalam hal ini, guru harus kreatif, professional, dan menyenangkan, dengan
memposisikan diri sebagai berikut :
a. Orang tua yang penuh kasih sayang pada peserta didiknya.
b. Teman, tempat mengadu, dan mengutarakan perasaan bagi peserta didik.
c. Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan dan melayani peserta didik
sesuai minat, kemampuan dan bakat.
d. Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untukdapat mengetahui
permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya.
e. Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab .
f. Membiasakan peserta didik untuk saling bersilaturahim dengan orang lain secara
wajar.
g. Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antara peserta didik, orang lain dan
lingkungannya.
h. Mengembangkan kreativitas.
i. Menjadi pembantu ketika diuperlukan. Untuk memenuhi tuntutan di atas, guru harus
mampu memaknai pembelajaran, serta menjadikan pembelajaran sebagai ajang
pembentukan kompetensi dan kepribadian kualitas pribadi peserta didik

.
Untuk kepentingan tersebut, dengan memperhatikankajian Pullias dan Young (1988),
Manan (1990), serta Yelon dan Weinstein (1997), dapat diidentifikasikan sedikitnya
peran guru, yakni guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasehat,
pembaharu kreativitas, pembangkit pandangan, pekerja rutin, pemindah kemah, actor,
dan evaluator
(1) Guru sebagai Pendidik Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan
identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus
memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa,
mandiri, dan disiplin. Berkaitan dengan tanggung jawab; guru harus mengetahui serta

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 12


memahami nilai, norma moral dan sosial serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai
dengan nilai dan norma tersebut
(2) Guru sebagai Pengajar Sejak adanya kehidupan, sejak itu pula guru telah
melaksanakan pembelajaran, dan memang hal tersebut merupakan tugas dan tanggung
jawabnya yang pertama dan utama. Guru membantu peserta didik yang sedang
berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk
kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari.
(3) Guru sebagai Pembimbing Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan
(journey), yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas
kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut
fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih
dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara
jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapklan jalan yang harus ditempuh,
menggunakan petunjuk perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
(4) Guru sebagai Pelatih Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan
ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak
sebagai pelatih. Karena tanpa latihan seorang peserta didik tidak akan mampu
menunjukan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir dalam berbagai
ketrampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar. Oleh karena itu, guru
harus berperan sebagai pelatih yang 16 bertugas melatih peserta didik dalam
pembentukan kompetensi dasar serta potensi masing-masing.
(5) Guru sebagai Penasehat Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik, bahkan
bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khsuus sebagai penasehat dan
dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Ia harus memahami
psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
(6) Guru sebagai Pembaharu Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke
dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini terdapat jurang yang
dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya
pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Secara
psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami , dicerna dan
diwujudkan dalam pendidikan.
(7) Guru sebegai Model dan Teladan Guru merupakan model atau teladan bagi para
peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Menjadi teladan
merupakan sifat dasar kegiatan pembelajaran, dan ketika seorang guru tidak mau
menerima ataupun menggunakannya secara konstruktif, maka telah mengurangi
keefektifan pembelajaran. Berikut beberapa hal yang perlu medapat perhatian guru
sebagai teladan ; sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui
pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berpikir, perilaku
neurotis, selera, keputusan, kesehatan dan gaya hidup secara umum.

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 13


(8) Guru sebagai Pribadi Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan. Guru
harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Tuntutan akan
kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih berat dibanding profesi
lainnya. Ujian berat bagi guru dalam hal kepribadian adalah rangsangan yang
memancing emosinya. Kestabilan emosi amat diperlukan dalam hal ini. 17
(9) Guru sebagai Peneliti Pembelajaran merupakan seni yang dalam pelaksanaannya
memerlukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi lingkungan. Untuk itu
diperlukan berbagai penelitian yang ada di dalamnya melibatkan guru. Oleh karena itu
guru adalah seorang pencari atau peneliti. Dia tidak tahu dan dia tahu bahwa dia tidak
tahu, oleh karena itu dia sendiri merupakan subyek pembelajaran. Dengan kesadaran
bahwa ia tidak mengetahui sesuatu maka ia berusaha mencarinya melalui kegiatan
penelitian. (10)Guru sebagai Pendorong Kreativitas Kreativitas merupakan hal yang
sangat penting dalam pembelajaran, dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan
menunjukan proses kreativitas tersebut. Kreativitas merupakan sesuatu yang bersifat
universal dan merupakan ciri aspek dunia kita. Kreativitas ditandai oleh adanya
kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh
seseorang atau adanya kecendrungan untuk menciptakan sesuatu.
(11) Guru sebagai Pembangkit Pandangan Guru dituntut untuk memberikan dan
memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta didiknya., mengenai fungsi
ini guru harus terampil dalam berkomunikasi dengan peserta didik di segala umur
sehingga setiap langkah dari proses pendidikan yang dikelolanya dilaksanakan untuk
menunjang fungsi ini. Guru tahu bahwa ia tidak dapat membangkitkan pandangan
tentang kebesaran kepada peserta didik jika ia sendiri tidak memilikinya. Oleh karena
itu, para guru perlu dibekali dengan ajaran tentang hakikat manusia dan setelah
mengenalnya akan mengenal pula kebesaran Allah yang menciptakannya.
(12) Guru sebagai Pekerja Rutin Guru bekerja dengan ketrampilan, dan kebiasaan
tertentu, serta kegiatan rutin yang amat diperlukan dan seringkali memberatkan. Jika
kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik, maka bisa mengurangi atau merusak
keefektifan guru pada semua peranannya. Disamping itu, jika kegiatan rutin tersebut
tidak disukai, bisa merusak dan mengubah 18 sikap umumnya terhadap pembelajaran.
Sebagai contoh, dalam setiap kegiatan pembelajaran guru harus membuat persiapan
tertulis, jika guru membenci atau tidak menyenangi tugas ini maka akan merusak
keefektifan pembelajaran.
(13) Guru sebagai Pemindah Kemah Hidup ini selalu berubah, dan guru adalah seorang
pemindah kemah, yang suka memindah-mindahkan, dan membantu peserta didik
meninggalkan hal lama menuju sesuatu yang baru yang bisa mereka alami. Guru
berusaha keras untuk mengetahui masalah peserta didik, kepercayaan dan kebiasaan
yang menghalangi kemajuan, serta membantu menjauhi dan meninggalkannya untuk
mendapatkan cara-cara baru yang lebih sesuai.

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 14


(14) Guru sebagai Aktor Sebagai seorang aktor, guru melakukan penelitian tidak
terbatas pada materi yang harus ditransferkan, melainkan juga tentang kepribadian
manusia sehingga mampu memahami respon-respon pendengarnya, dan merencanakan
kembali pekerjaannya sehingga dapat dikontrol. Untuk melakukan hal ini ia
mempelajari semua hal yang berhubungan dengan tugasnya, sehingga dapat bekerja
secara efektif.
(15) Guru sebagai Evaluator Evaluasi atau penilaian merupakan aspek yang paling
kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variable lain
yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin
dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian,
karena penilaian merupakan proses menmetapkan kualitas hasil belajar, atau proses
untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik.

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 15


BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

. Pendidik atau lebih popular dikatakan sebagai Guru adalah tenaga kependidikan yang
berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur,
fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam
menyelenggarakan pendidikan. Adapun profesi guru adalah orang yang memiliki kemampuan
dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan
fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain adalah orang
yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.
Dalam arti luas, guru mengemban peranan-peranan sebagai ukuran kognitif, sebagai agen
moral, innovator, dan kooperatif. Sedangakan dalam arti sempit guru memiliki peran
diantaranya sebagai

(1) pendidik (2) sebagai pengajar, (3) sebagai pembimbing, (4) sebagai pelatih, (5) sebagai
penasehat, (6) sebagai pembaharu kreativitas, (7) sebagai model teladan, (8) sebagai
pribadi, (9) sebagai peneliti, (10) sebagai pendorong kreatifitas, (11) sebagai pembangkit
pandangan, (12) sebagai pekerja rutin, (13) sebagai pemindah kemah, (14) sebagai actor,
(15) sebagai evaluator. Guru sebagai tenaga pendidik bertanggung jawab melaksanakan
administrasi, mengelola, mengembangkan, mengawasi dan melayani secara teknis untuk
menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 16


DAFTAR PUSTAKA

Sufyarma, 2004. Kapita Selekta Manajemen Pendidikan. Bandung: PenerbitAlfabeta.

Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam dalam Perspektif Islam. Bandung: Penerbit Remaja

Rosdakarya. Arifin, Muzayyin, 2009. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: Penerbit Bumi
Aksara.

Muhaimin, 2004. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Surabaya: Penerbit Pustaka


Pelajar

Telaah Kurikulum dan Buku Teks | 17