Anda di halaman 1dari 15

TUGAS INDIVIDU

MATA KULIAH : ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF


“ASPEK BUDAYA DALAM PRAKTIK KEBIDANAN DAN MENGHILANGKAN RASA NYERI
SAAT PERSALINAN”

DI SUSUN

OLEH :

SIPA RAHAYU HARAHAP

NIM : 1801032197

DOSEN : MILA SYARI, SST.,M.Keb

PROGRAM STUDI D4 KEBIDANAN


FAKULTAS FARMASI DAN KESEHATAN
INSTITUT KESEHATAN HELVETIA
MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas
kelimpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas
mata kuliah Asuhan Kebidanan Komprehensif yang berjudul tentang “Aspek Budaya
Dalam Praktek Kebidanan dan Menghilangkan Rasa Nyeri Saat Persalinan.”. Shalawat
beriringan salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW beserta
keluarga dan pengikutnya.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya juga penyusun sampaikan kepada


semua pihak yang terlibat, atas bantuan dan dukungannya dalam menyelesaikan
makalah ini.

Penyusun menyadari masih banyak kesalahan atau kekurangan dan masih jauh
lagi dalam kesempurnaannya baik dari segi materi maupun penyusunan serta penulisan
dalam makalah ini. Namun, kami sudah mengerjakan semampu kemampuan kami. kami
berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Medan, November 2018

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ...................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ........................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ..................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN

A. Aspek Sosial Budaya Pada Trimester Kehamilan ........................ 3


B. Aspek Budaya dalam Praktik Kebidanan dan Menghilangkan Rasa Nyeri
saat Persalinan............................................................................ 7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................. 11

B. Saran ........................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks,

abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.

Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial

manusia.Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-

anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan

dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling

bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang

koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya

meramalkan perilaku orang lain.

Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan

dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,

sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.Sedangkan

perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia

sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat

nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,

religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia

dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


Aspek social budaya ini mencakup pada setiap trimester kehamilan dan persalinan

yang mana pada zaman dahulu banyak mitos dan budaya dalam menanggapi hal

ini. Oleh karena itu, kami akan membahas hal tersebut dalam makalah ini.

B.RUMUSAN MASALAH

1. Bagaiman Aspek sosial budaya yang terjadi pada trimester kehamilan?

2. Bagaimana Aspek sosial budaya yang terjadi pada saat persalinan dan

menghilangkan rasa nyeri saat persalinan?

C.TUJUAN

Untuk menambah wawasan kita dalam mempelajari aspek budaya social

yang berkaitan dengan trimester kehamilan serta persalinan.


BAB II

PEMBAHASAN

ASPEK SOSIAL BUDAYA PADA TRIMESTER KEHAMILAN

Perawatan kehamilan merupakan salah satu factor yang amat perlu

diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketika

persalinan, disamping itu juga untuk menjaga kesehatan janin dan menjaga

pertumbuhan.Memahami perawatan kehamilan adalah penting untuk mengetahui

dampak kesehatan bayi dan si ibu sendiri.fakta berbagai kalangan masyarakat di

Indonesia masih banyak ibu ibu yang menganggap kehamilan sebagai hal yang

biasa, hal alamiah dan kodrati.Mereka merasa tidak perlu memerikasakan dirinya

secara rutin ke bidan ataupun dokter.Masih banyaknya ibu ibu yang kurang

menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan menyebabkan tidak terdeteksinya

factor factor resiko tinggi yang mungkin dialami oleh mereka.Resiko ini bari

diketahui pada saat persalinan yang sering kali karena kasusnya sudah terlambat

dapat membawa akibat fatal yaitu kematian.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh

rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya informasi.Selain dari kurangnya

pengetahuan akan pentingnya perawatan kehamilan, permasalhan permasalahan

pada kehamilan dan persalinan dipengaruhi juga oleh factor nikah diusia muda

yang masih banyak dijumpai didaerah pedesaan.Disamping itu dengan masih

adanya preferensi terhadap jenis kelamin anak khususnya pada beberapa suku

yang menyebabkan istri mengalami kehamilan berturut turut dalam jangka waktu
yang relative pendek, menyebabkan ibu mengalami resiko tinggi fakta saat

melahirkan.

Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah

masalah gizi.Hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan 2 dan pantangan

pantangan terhadap beberapa makanan.Sementara kegiatan mereka sehari hari

tidakk berkurang. Ditambah lagi dengan pantangan pantangan terhadap beberapa

makanan yang sebetulnya sangat dibutuhkan oleh wanita hamil tentunya akan

berdampak negative terhadap kesehatan ibu dan janin.Tidak heraan kalau anemia

dan kurang gizi pada wanita hamil cukup tinggi terutama dipedessaan.Dikatakan

pula bahwa penyebab utama dari tingginya angka anemia pada wanita hamil

disebabkan karena kurangnya gizi yang dibutuhkan untuk pembentukan

darah.Beberapa kepercayaan yang ada misalnya di jawa tengah, ada kepercayaan

bahwa ibu hamil pantang makan telur karena akan mempersulit persalinan dan

pantang makan daging karena akan meyebabkan perdarahan yang

banyak.Sementara disalah satu daerah jawa barat ibu yang kehamilannya

memasuki 8-9 bulan sengaja harus mengurangi makanannya agar bayi yang

dikandungnya kecil dan mudah dilahirkan.Dimasyarakat betawi berlaku

pantangan makan ikan asin, ikan laut, udang dan kepiting karena dapat

menyebabkan ASI menjadi asin.Contoh lain didaerah Subang pantang makan

dengan piring yang besarkarena khawatir bayinya akan besar sehingga

mempersulit persalinan.Dan memangselain ibunya kurang gizi berat badan bayi

yang dilahirkan juga rendah.Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan

dan kesehatan si bayi.Selain itu larangan untuk memakan buah buahan seperti
pisang, nanas, ketimun dll bagi wanita hamil juga masih dianut oleh beberapa

kalangan masyarakat terutama masyarakat didaerah pedesaan.

Didaerah pedesaan masih banyak ibu hamil yang mempercayai dukun

beranak untuk menolong persalinan yang biasanya dilakukan dirumah .Data

survey kesehatan Rumah Tangga tahun 1992 menunjukkan bahwa 65% persalinan

ditolong oleh dukun beranak.Bebrapa penelitian yang pernah dilakukan

mengungkapkan bahwa masih terdapat praktek praktek persalinan oleh dukun

yang membahayakan si ibu.Penelitian iskandar dkk menunjukkan beberapa

tindakan dan praktek yang membawa resiko infeksi seperto “ngolesi”(membasahi

vagina dengan minyak kelapa untuk memperlancar persalinan),“kodok”(

memasukkan tangan ke vagina dan uterus untuk mengeluarkan placenta) atau

“nyanda” ( setelah persalinan, ibu duduk dengan posisi bersandar dan kaki

diluruskan kedepan selama bejam jam yang dapat menyebabkan perdarahan dan

pembengkakan).

Pemilihan dukun beranak sebagai pendorong persalinan pada dasarnya

disebabkan karena beberapa alasan antara lain dikenal secara dekat , biaya murah,

mengerti dan dapat memabantu upacara adat yang berkaitan dengan kelahiran

anak serta membawa ibu dan bayi sampai 40 hari.Disamping itu juga masih

adanya keterbatasan jangkauan pelayanan kesehatan yang ada.Walaupun sudah

banyak dukun beranak yang dilatih namun praktek praktek tradisional tertentu

masih dilakukan.Interaksi antara kondisi kesehatan ibu hamil dengan kemampuan

penolong persalinan sangat menentukan persalinan yaitu kematian atau bertahan


hidup.Secara medis penyebab klasik kematian ibu akibat melahirkan adalah

perdarahan , infeksi, eksklamsia(keracunan kehamilan).

Kondisi kondisi tersebut bila tidak ditangani secara tepat dan professional

dapat berakibat fatal bagi ibu dalam proses persalinan.Namun kefatalan ini sering

terjadi tidak hanya karena penanganan yang kurang baik tepat tetapi juga karena

ada factor keterlambatan pengambilan keputusan dalam keluarga.Umunya

terutama didaerah pedesaan keputusan terhadap perawatan medis apa yang dipilih

harus dengan persetujuan kerabat yang lebih tua atau keputusan berada ditangan

suami yang seringkali panic melihat keadaan krisis yang terjadi.Kepanikan dan

ketidaktahuan akan gejala gejala tertentu saat persalinan dapat menghambat

tindakan yang seharusnya dilakukan dengan cepat.Tidak jarang pula nasehat

nasehat yang diberikan oleh teman atau tetangga mempengaruhi keputusan yang

diambil.

Keadaan ini sering kali pula diperberat oleh factor geografis dimana jarak

rumah si ibu dengan tempat pelayanan kesehatan cukup jauh, tidak tersedianya

transportasi atau oleh factor kendala ekonomi dimana ada anggapan bahwa

membawa si ibu kerumah sakit akan memakan biaya yang mahal. Selain dari

faktor keterlambatan dalam pengambilan keputusan,faktor giografis dan kendala

ekonomi,keterlambatan mencari pertolongan disebabkan juga oleh adanya suatu

keyakinan dan sikap pasrah dari masyarakat bahwa segala sesuatu yang terjadi

merupakan takdir yang tak dapat dihindarkan. Selain pada masa hamil,pantangan-

pantangan atau anjuran masih berlaku juga pada masa pasca persalinan. Pantangan
ataupun anjuraan ini biasanya berkaitan dengan proses pemulihan kondisi fisik

misalnya,ada makanan tertentu yang sebaiknya di konsumsi untuk

memperbanyak produksi ASI, ada pula makanan tertentu yang dilarang karena

dianggap dapat mempengaruhi kesehatan bayi. Secara tradisional ,ada praktek-

praktek yang dilakukan oleh dukun beranak untuk mengembalikan kondisi fisik

dan kesehatan si ibu. Misalnya mengurut perut yang bertujuan untuk

mengembalikan rahim ke posisi semula; memasukkan ramuan-ramuan seperti

daun-daunan kedalam vagina dengan maksud untuk membersihkan darah dan

cairan yang keluar karena proses persalinan; atau memberi jamu tertentu untuk

memperkuat tubuh.

Aspek Budaya dalam praktek kebidanan dan menghilangkan rasa nyeri saat

persalinan.

Ada suatu kepercayaan yang mengatakan minum rendaman air rumput

Fatimah akan merangsang mulas. Memang,rumput Fatimah bias membuat mulas

pada ibu hamil,tapi apa kandungannya belum diteliti secara medis. Jadi,harus

dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum meminumnya.soalnya,rumput ini hanya

boleh diminum pada pembukaannya sudah mencapai 3-5 cm,letak kepala bayi

sudah masuk panggul,mulut rahim sudah lembek atau tipis,dan posisi ubun-ubun

kecilnya normal. Jika letak ari-arinya di bawah atau bayinya sungsang,tak boleh

minum rumput ini karena sangat bahaya. Tarlebih jika pembukaannya belum ada,

tapi si ibu justru dirangsang mulas pakai rumput ini,bias-bisa janinnya malah naik
ke atas dan membuat sesak nafas si ibu. Mau tak mau,akhirnya dilakukan jalan

operasi.

Keluarnya lendir semacam keputihan yang agak banyak menjelang

persalinan,akan membantu melicinkan saluran kelahiran hingga bayi lebih mudah

keluar. Keluarnya cairan keputihan pada usia hamil tua justru tak normal,apalagi

disertai gatal,bau,dan berwarna. Jika terjadi,segera konsultasikan ke dokter.

Ingat,bayi akan keluar lewat saluran lahir. Jika vagina terenfeksi,bias

mengakibatkan peradangan selaput mata pada bayi. Harus diketahui pula, yang

membuat persalinan lancer bukan keputihan,melainkan air ketuban. Itulah

mengapa ,bila air ketuban pecah duluan,persalinan jadi seret.

Minum minyak kelapa memudahkan persalinan. Minyak kelapa,memang

konotasinya bikin lancer dan licin.namun dalam dunia kedokteran,minyak tak ada

gunanya sama sekali dalam melancarkan keluarnya sang janin. Mungkin secara

psikologis,ibu hamil meyakini,dengan minum dua sendok minyak kelapa dapat

memperlancar persalinannya.

Minum madu dan telur dapat menambah tenaga untuk persalinan madu

tidak boleh sembarangan dikonsumsi ibu hamil. Jika BB-nya cukup,sebaiknya

jangan minum madu karena bias mengakibatkan overweight.bukankah madu

termasuk karbonhidrat yang paling,tinggi kalorinya. Jadi,madu boleh diminum

hanya jika BB-nya kurang. Begitu BB naik dari batas yang di tentukan,sebaiknya

segera dihentikan.akan halnya telur tak masalah,karena mengandung protein yang

juga menambah kalori.


Makan duren,tape,dan nanas bisa membahayakan persalinan.ini benar karena bisa

mengakibatkan pendarahan atau keguguran. Duren mengandung alkohol,jadi

panas ke tubuh.begitu juga tape. Untuk masakkan yang menggunakan arak

,sebaiknya dihindari. Buah nanas juga,karena bisa mengakibatkan keguguran.

Makan daun kemangi membuat ari-ari lengket,hingga mempersulit

persalinan.yang membuat lengket ari-ari bukan daun kemangi,melainkan ibu yang

pernah mengalami dua kali kuret atau punya banyak anak,missal empat anak. Ari-

ari lengket bisa berakibat fatal karena kandungan harus diangkat. Ibu yang pernah

mengalami kuret sebaiknya melakukan persalinan di RS besar.hingga,bila terjadi

sesuatu dapat ditangani segera.

Sebenarnya,kelancaran persalinan sangat tergantung faktor mental dan

fisik si ibu. Faktor fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan

seimbang dengan besar bayi. Sedangkan faktor mental berhubungan dengan

psikologis ibu,terutama kesiapannya dalam melahirkan. Bila ia takut dan

cemas,bisa saja persalinannya jadi tidak lancar hingga harus dioprasi. Ibu dengan

mental yang siap bisa mengurangi rasa sakit yang terjadi selama persalinan, faktor

lain yang juga harus diperhatikan: riwayat kesehatan ibu,apakah pernah menderita

diabetes,hipertensi atau sakit lainnya; gizi ibu selama hamil,apakah mencukupi

atau tidak; dan lingkungan sekitar, apakah men-support atau tidak karena ada

kaitannya dengan emosi ibu. Ibu hamil tak boleh cemas karena akan berpengaruh

pada bayinya. Bahkan,berdasarkan penelitian,ibu yang cemas saat hamil bisa


melahirkan anak hiperaktif,sulit konsentrasi dalam belajar,kemampuan

komunikasi yang kurang,dan tidak bisa kerja sama.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah

masalah gizi yang dikarenakan adanya kepercayaan 2 dan pantangan pantangan

terhadap beberapa makanan

Pada zaman dahulu persalinan ditolong dengan seorang dukun sehingga

banyak resiko yang datang pada seorang ibu hamil.

Minum minyak kelapa memudahkan persalinan karena Minyak kelapa,

memang konotasinya bikin lancer dan licin, namun dalam dunia kedokteran,

minyak tak ada gunanya sama sekali dalam melancarkan keluarnya sang janin.

-banyak pantangan pantangan oleh budaya orang dahulu yang merupakan mitos

yang berbahaya pada ibu hamil jika melanggar budaya tersebut.

B.SARAN

Budaya yang ada harus dilihat apakah baik atau tidak untuk kesehatan ibu

hamil dan jika kita lihat dari akal berdasarkan ilmu yang kita dapat budaya

tersebut tidak baik, maka tidak boleh diikuti lagi.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu (2003).ilmu social dasar.Jakarta:Penerbit PT Rineka Cipta.

Budiningsih, Asri (2004).Pembelajaran Moral.Jakarta:Penerbit PT Rineka Cipta.

Sulaiman, Munandar (2005).Ilmu Budaya Dasar.Bandung:PT Refika Aditama.

Anda mungkin juga menyukai