Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISIS KEGIATAN

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISIS


MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK
MELALUI PEMBUATAN KOLASE PADA POLA GAMBAR BEBEK DI TK
PGRI WAULAI

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Analisis kegiatan pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD 4504)
Program S1 Paud

NAMA : NURYATI
NIM : 8260 11776
SEMESTER : IX (SEMBILAN) S1 PAUD
KELOMPOK BELAJAR : POKJAR KABAWO

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ)
UNIVERSITAS TERBUKA (UT KENDARI)
2017

v
LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN

Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Melalui Pembuatan


Kolase Pada Pola Gambar Bebek Di TK PGRI Waulai

Program : PG PAUD

Tempat Penelitian : TK PGRI Waulai Kec. Barangka

Waktu Pelaksanaan : 2 November 2017

Supervisor / Tutor Peneliti

HARLIN YUSUF, S.Pd., M.Pd. NURYATI


NIDN. 88820 4 0017 NIM. 826011776

MENGETAHUI,
Kepala TK PGRI Waulai

Roslani, S.Pd.
NIP. 197105051991022004

v
ABSTRAK

Nuryati 2017, Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Melalui


Pembuatan Kolase Pada Pola Gambar Bebek Di TK PGRI Waulai.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pembelajaran
motorik halus anak melalui kegiatan pembuatan kolase pada pola gambar bebek di
TK PGRI Waulai yang hampir setiap anak menyukai kegiatan tersebut.
Metodologi penelitian terdiri atas subjek penelitian yaitu anak-anak,
pendidik dan pengelola, metode penelitian menggunakan metode interpretatif dan
instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Penelitian ini menggunakan metode permainan, pemberian tugas dan
eksperimen yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa TK PGRI Waulai mempunyai
program mengembangkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan
pembuatan kolase pada pola gambar bebek. Berbagai macam gambar dan pola
manfaat penelitian tersebut dapat merangsang perkembangan kreatifitas dan
imajinasi anak untuk mengetahu kemampuan motorik halus anak serta untuk
melatih anka dalam ketelitian dan konsentrasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada kepala sekolah
dan guru untuk senantiasa mengembangkan kemampuan motorik halus anak
dengan media dan saran serta pembelajaran yang lebih bervariasi sehingga dapat
merangsang aspek perkembangan motorik halus anak sehingga anak akan lebih
kreatif.

v
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan


berbagai kenikmatan, rahmat dan kasih sayangNya kepada peneliti sehingga
laporan ini dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan olehNya sesuai
dengan kadar kemampuan dan segala keterbatasan peneliti sebagai hambaNya.

Penyusunan laporan ini disusun sebagai tugas akhir untuk memenuhi salah
satu syarat menyelesaikan pendidikan pada program S1 PG PAUD pada Fakultas
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka (UT).

Dalam menyelesaikan tugas ini peneliti banyak menemui kesulitan-kesulitan


dalam menyusunya, namun bimbingan dan masukan serta bantuan dari berbagai pihak,
maka kesulitan-kesulitan dapat teratasi. Oleh karena itu peneliti menyampaikan banyak
terima kasih kepada :

1. Harlin Yusuf, S.Pd., M.Pd. sebagai pembimbing dan penanggung jawab mata kuliah
Analisis Kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini yang telah membimbing
dan mengarahkan pengetahuan dalam bentuk materi perkuliahan sehingga penelitian
penulis dapat terlaksana.
2. Teman- teman seperjuangan selaku pemberi masukan, kritik dan saran
kepada Peneliti dalam penyelesaiaan laporan ini.
3. keluarga tercinta yang telah memberikan kesempatan penulis untuk menyelesaikan
laporan ini, bantuan yang diberikan baik materil ataupun spritual.

Harapan Peneliti mudah-mudahan laporan ini bermanfaat bagi kita semua sebagai
insan pendidikan yang tahu karakteristik Anak Usia Dini.

Barangka, November 2017

Peneliti

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN i

ABSTRAK ii

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI iv

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG PENELITIAN 1


B. FOKUS PENELITIAN 2
C. TUJUAN PENELITIAN 2
D. MANFAAT PENELITIAN 3

BAB II LANDASAN TEORI

A. PERKEMBANGAN MOTORIK 4
B. MOTORIK HALUS ANAK 6
C. KOLASE 8
D. GAMBAR BEBEK 8

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. SUBYEK PENELITIAN 9
B. METODE PENELITIAN 9
C. INSTRUMEN PENELITIAN 9

BAB IV ANALISIS DATA

A. TABULASI DATA 10
B. ANALISIS KRITIS 11

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

v
A. KESIMPULAN 12
B. SARAN 12

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

RIWAYAT PENULIS

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang penelitian


Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (
PAUD ) adalah suatu pembinaan yang di tujukan kepada anak sejak lahir sampai
dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani
agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Kelompok bermain sering disingkat dengan KB, yaitu bentuk pendidikan


non formal yang menyediakan layanan pendidikan bagi anak usia 2-6 tahun. KB
berfungsi untuk membantu meletakkan dasar-dasar kearah perkembangan sikap,
pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan bagi anak dalam menyesuaikan
diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan
selanjutnya(Direktorat PAUD, 2006).
Anak-anak merupakan bagian dari kehidupan kita, anak adalah subjek
didik dalam pendidikan anak usia dini, artinya sebagai pelaku utama dalam
pendidikan ini, para ahli memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda
mengenai anak satu dengan yang lainya, bahkan pandangan menentukan
cara perlakuan yang bersangkutan dalam mendidik anak. Banyaknya perlakukan
yang kurang tepat atau bahkan cenderung salah terhadap anak lebih banyak
diakibatkan oleh kekurangan pengetahuan kita terhadap anak.
Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bahan
yang bermacam-macam selama bahan dasar tersebut dapat dipadukan dengan
bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu menjadi karya yang utuh dan dapat
mewakili ungkapan perasaan estetitis orang yang membuatnya.
Salah satu kolase yang dapat dibuat adalah kolase pada pola gambar
bebek, dimana bebek merupakan salah satu hewan peliharaan yang mudah
ditemukan disekitar kita.

v
Menginggat bahwa untuk mengembangkan motorik halus anak bukanlah
suatu kegiatan yang mudah, maka kegiatan itu haruslah menarik dan
menyenangkan serta dapat mengembangkan kreatifitas anak. Maka dari itu
penulis melaksanakan observasi pengamatan di TK PGRI Waulai pada 2
November 2017. Pada kegiatan pengembangan motorik halus anak melalui
pembuatan kolase pada pola gambar bebek.

B. Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas dan setelah dilakukan observasi
penelitian di Taman Kanak-Kanak PGRI Waulai maka penelitian ini berfokus
pada “Pengembangan Motorik Halus Anak Melalui pembuatan kolase pada pola
gambar bebek.”

C. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah :
1. Untuk mengumpulkan data mengenai
a. Mengetahui perkembangan motorik halus anak Taman Kanak-Kanak
PGRI Waulai melalui kegiatan pembuatan kolase pada pola gambar
bebek
b. Mengevaluasi hasil belajar anak Taman Kanak-Kanak PGRI Waulai
dalam hal motorik halus melalui kegiatan pembuatan kolase pada
pola gambar bebek
c. Untuk menganalisis kegiatan tersebut sesuai apa yang telah dipelajari
dan diberikan pada mata kuliah analisis kegiatan pembelajaran anak
usia dini.
2. Analisis Kritis
Kegiatan pengembangan motorik halus anak melalui kegiatan
pembuatan kolase pada pola gambar bebek adalah satu cara untuk
meningkatkan perkembangan motorik halus anak dengan gambar dan warna
lebih mudah memberikan motivasi berlajar terhadap pemahaman objek-objek
yang terdapat di hadapanya.

v
D. Manfaat Penelitian
a. Penulis
Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis suatu
kegiatan di lembanga PAUD.
b. Guru
Memberikan masukan terhadap kegiatan pengembangan motorik halus
anak dengan kegiatan pembuatan kolase pada pola gambar bebek.
c. Orang Tua
Memberikan pengetahuan kepada orang tua tentang perkembangan
motorik halus anak.

v
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik erat kaitannya dengan pekembangan motorik di
otak. Oleh sebab itu, setiap gerakan yang dilakukan anak sesederhana apa pun,
sebenarnya merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian
dan sistem dalam tubuh yang dikontrol otak. Jadi, otaklah yang berfungsi sebagai
bagian dari susunan syaraf yang mengatur dan mengontrol semua aktivitas fisik
dan mental seseorang.
Aktifitas anak terjadi dibawah kontrol otak. Secara simultan dan
berkesinambungan, otak terus mengolah informasi yang ia terima. Bersamaan
dengan itu, otak bersama jaringan syaraf yang membentuk sistem syaraf pusat
yang mencakup lima pusat kontrol, akan mendiktekan setiap gerak anak. Dalam
kaitannya dengan perkembangan motorik anak, perkembangan motorik
berhubungan dengan perkembangan kemampuan gerak anak. Gerak merupakan
unsur utama dalam pengembangan motorik anak. Oleh sebab itu, perkembangan
kemampuan motorik anak akan dapat terlihat secara jelas melalui berbagai
gerakan dan permainan yang dapat mereka lakukan.
Jika anak banyak bergerak maka akan semakin banyak manfaat yang dapat
diperoleh anak ketika ia makin terampil menguasai gerakan motoriknya. Selain
kondisi badan juga semakin sehat karena anak banyak bergerk, ia juga menjadi
lebih percaya diri dan mandiri. Anak menjadi semakin yakin dalam mengerjakan
segala kegiatan karena ia tahu akan kemampuan fisiknya. Anak-anak yang baik
perkembangan motoriknya, biasanya juga mempunya keterampilan sosial positif.
Mereka akan senang bermain bersama teman-temannya karena dapat
mengimbangi gerak teman-teman sebayanya, seperti melompat-lompat dan
berlari-larian.
Perkembangan lain yang juga berhubungan dengan kemampuan motorik
anak adalah anak akan semakin cepat bereaksi, semakin baik koordinasi mata dan
tangannya, dan anak semakin tangkas dalam bergerak. Dengan semakin

v
meningkatnya rasa percaya diri anak maka anak juga akan merasa bangga jika ia
dapat melakukan beberapa kegiatan.
Dalam buku Balita dan Masalah Perkembangannya (2001) secara umum
ada tiga tahap perkembangan keterampilan motorik anak pada usia dini, yaitu
tahap kognitif, asosiatif dan autonomous. Pada tahap kognitif anak berusaha untuk
memahami keterampilan motorik serta apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan
suatu gerakan tertentu. Pada tahapan ini, dengan kesadaran mentalnya anak
berusaha mengembangkan strategi tertentu untuk mengingat gerakan serupa yang
pernah dilakukan pada masa lalu.
Pada tahap asosiatif, anak banyak belajar dengan cara coba meralat olahan
pada penampilan atau gerakan akan dikoreksi agar tidak melakukan kesalahan
kembali dimasa mendatang. Tahap ini adalah perubahan strategi dari tahapan
sebelumnya, yaitu dari apa yang harus dilakukan menjadi bagaimana
melakukannya.
Pada tahap autonomous, gerakan yang ditampilkan anak merupakan
respons yang lebih efisien dengan sedikit kesalahan. Anak sudah menampilkan
gerakan secara otomatis.Pertumbuhan fisik anak diharapkan dapat terjadi secara
optimal karena secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi
perilaku anak sehari-harinya. Secara langsung, petumbuhan fisik anak akan
menentukan keterampilannya dalam bergerak. Misalnya, anak usia empat tahun
yang bentuk tubuhnya sesuai dengan usianya, akan melakukan hal-hal yang lazim
dilakukan seusianya, sepeti bemain dan begaul dengan lingkungan keluarga dan
teman-temannya. Apabila ia mengalami hambatan tertentu, sepeti tubuhnya terlalu
gemuk atau malas dan lemas bergerak, anak akan sulit mengikuti permainan yang
dilakukan oleh teman-teman sebayanya.
Adanya kemampuan/keterampilan motorik anak juga akan menumbuhkan
kreativitas dan imajinasi anak yang merupakan bagian dari perkembangan mental
anak. Dengan demikian, sering pula para ahli menekankan bahwa kegiatan fisik
dan juga keterampilan fisik anak akan dapat meningkatkan kemampuan
intelektual anak. Gerakan yang mereka lakukan saat bermain bermanfaat untuk
membuat fungsi belahan otak kanan dan otak kiri anak seimbang. Belahan otak

v
kiri anak akan menggatur cara berpikir logis dan rasional, menganalisis, bicara
serta beorientasi pada waktu dan hal-hal terperinci, sedangkan belahan otak kanan
berperan mengatur hal-hal yang intuitif, bermusik, menari dan kreativitas.
Berbagai permainan yang dilakukan anak akan membuat otak kiri dan otak kanan
anak befungsi dengan baik. Begitu juga dengan pengembangan kemampuan
motorik kasar dan motorik halus anak yang baik akan membuat anak lebih dapat
mengembangkan kognitif anak dalam hal kreativitas dan imajinasinya.
Jika seorang anak sudah diberi kesempatan dan arahan serta bimbingan
untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halusnya maka berarti
secara fisik anak diarahkan untuk menjadi semakin sehat dan hal ini sesuai dengan
bunyi kalimat bijak berikut, yaitu “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang
kuat”. Kesehatan fisik seorang anak akan mempengaruhi pula kesehatan jiwanya
sehingga anak akan menjadi anak yang riang, positif, dan senang melakukan
berbagai aktivitas lainnya. Dengan kata lain jika keadaan fisik seseorang anak
baik dan sehat ia akan dapat beaktivitas dengan baik pula. Kemampuan fisik dan
mental anak yang baik nantinya mepakan dasar bagi anak untuk membangun
pengetahuan yang lebih tinggi atau lebih luas lagi (Semiawan, 2003).

B. Motorik Halus Anak


Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau
sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar
dan berlatih, tidak terlalu membutuhkan tenaga, akan tetapi membutuhkan
kordinasi yang cermat serta ketelitian.
Perkembangan motorik halus anak TK ditekankan pada kordinasi gerakan
motorik halus, dalam hal ini berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau
memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan. Pada usia 4 tahun
kordinasi gerakan motorik halus anak sangat berkembang, bahkan hampir
sempurna. Pada usia 5 atau 6 tahun kordinasi gerakan motorik halus berkembang
pesat. Pada masa ini anak telah mampu mengkordinasikan gerakan visual motorik,
seperti mengkordinasikan gerakan mata dengan tangan, lengan, dan tubuh secara
bersamaan antara lain dapat dilihat pada waktu anak menulis atau menggambar.

v
Kematangan sistem syaraf di otak turut mengatur pertumbuhan otot
sehingga memungkinkan berkembanganya kompetensi atau ketrampilan motorik
anak. Keterampilan motorik anak di bagi menjadi 2 jenis yaitu motorik kasar dan
motorik halus. Motorik halus merupakan gerakan yang hanya membutuhkan otot-
otot kecil dan tidak memerlukan tenaga yang besar seperti menulis, mengunting,
melipat, mewarnai, menempel, meronce dan sejenisnya ( Hurlock,1987).
Pestalozzi berpandangan bahwa anak pada dasarnya memiliki pembawaan
yang baik, pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak berlangsung
secara bertahap dan berkesinambungan.
Pandangan Montesori tentang anak tidak terlepas dari pemikiran Rouseau
dan pestalozzi yang menekankan pada pentingnya kondisi lingkungan yang bebas
dan penuh kasih sayang agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang secara
optimal.
Pamela Couglin(1997) menemukan karakteristik seni anak dilihat dari
sudut pandang perkembangannya menyatakan bahwa pada anak usia 3-4 Tahun
anak mulai mengasosiasikan garis dan bentuk dengan benda-benda nyata ada
perubahan dari coret-coretan yang digoreskan kedalam suatu bentuk gambar, seni
di tentukan lebih banyak oles segala sesuatu yang nyata dan kegiatan kinestetik
dari pada penglihatan.
Gerakan motorik halus apabila gerakan hanya melibatkan bagian-bagian
tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil seperti keterampilan
menggunakan jari jemari dan gerakan pergelangan tangan yang tepat. Oleh karna
itu, gerakan ini membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang cermat, oleh
karna itu koordinasi mata dan tangan sudah semakin baik maka anak dapat
mengurus dirinya sendiri dengan pengawasan orang dewasa.
Semakin baiknya gerakan motorik halus anak membuat anak dapat
berkreasi, seperti mewarnai, mengunting menempel mengambar gambar
sederhana, menganyam kertas serta menajamkan pensil dengan rautan pensil,
namun tidak semua anak memiliki kematangan untuk menguasai kemampuan ini
pada tahap yang sama.

v
Dalam melakukan gerakan motorik halus anak juga memerlukan dukungan
keterampilan fisik lain serta kematangan mental, misalnya memerlukan
keterampilan mengerakkan pergelangan dan jari-jari tangan anak juga
memerlukan kemampuan kognitif yang memungkinkan terbentuknya sebuah
gambar.

C. Kolase
Kolase berasal dari Bahasa Perancis (collage) yang berarti merekat. Kolase
adalah aplikasi yang dibuat dengan menggabungkan teknik melukis (likisan
tangan) dengan menempelkan bahan-bahan tertentu (Sumanto, 2005). Menurut
Hajar Pamadhi dan Evan Sukardi (2010) kolase merupakan karya seni rupa dua
dimensi yang menggunakan bahan yang bermacam-macam selama bahan dasar
tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu
menjadi karya yang utuh dan dapat mewakili ungkapan perasaan estetis orang
yang membuatnya. Siswa TK latihan membuat kolase bisa menggunakan bahan
sobekan kertas, sobekan majala, koran, kertas lipat dan bahan-bahan yang ada
dilingkungan sekitar.
Berkarya kreatif sebagai upaya pengembangan kemampuan dasar bagi
anak TK berkarya melalui kegiatan kolase dengan mengenali sifat bahan/alat
tersebut dapat melatih keterampilan kreatif anak dalam berekspresi membuat
bentuk karya kolase secara bebas.
D. Gambar Bebek
Contoh gambar kolase untuk anak TK

v
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah anak-anak, pendidik dan pimpinan
taman kanak-Kanak PGRI Waulai

B. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode interpretative yaitu
menginterpretasikan data mengenai gejala/fenomena yang diteliti di TK PGRI
Waulai.

C. Instrumen Penelitian
Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Observasi
Yaitu untuk melihat fenomena yang unik/menarik pada TK PGRI
Waulai
b. Wawancara
yaitu untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai fokus
penelitian
c. Dokumentasi
Yaitu untuk mengumpulkan bukti-bukti dan penjelasan yang lebih luas
mengenai fokus penelitian.

v
BAB IV
ANALISIS DATA

A. Tabulasi Data
Untuk memudahkan analisis data maka data hasil penelitian di buat
tabulasi sebagai berikut :
OBSERVASI WAWANCARA WAWANCARA DOKUMEN
DENGAN GURU DENGAN TASI
PEMIMPIN
Taman Kanak- Program di Taman Karna pembuatan RKH, Foto,
Kanak PGRI Kanak-Kanak kolase pada pola Hasil
Waulai adalah adalah diadakanya gambar bebek Wawancara,
salah satu Taman kegiatan merupakan salah Hasil
Kanak-Kanak pengembangan satu program Observasi
yang maju, motorik halus pembelajaran kami,
perkembanganya melalui kegiatan maka sebagai
baik, pembuatan kolase pimpinan saya
pembelajaran di pada pola gambar mendukung dan
dalam ruangan bebek, hal ini menfasilitasi
maupun di luar dilaksanakan kegiatan tersebut.
ruangan, kegiatan dengan tujuan Dengan adanya
ini dilaksanakan meningkatkan kegiatan tersebut
secara seimbang kreatifitas anak dan akan
karna usia Taman akan melatih mengembangkan
kanak Kanak motorik halus anak kreatifitas anak dan
adalah usia melatih
dimana anak kemampuan
masih dalam taraf motorik halus anak.
bermain, dan
suatu masa
pertumbuhan dan
eksplorasi salah
satu kegiatan
yang
dilaksanakan
adalah kegiatan
pengembangan
motorik halus
melalui kegiatan
pembuatan kolase
pada pola gambar
bebek

v
B. Analisis Kritis
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan pembuatan
kolase pada pola gambar bebek dapat mengembangkan kreatifitas anak pada
Taman Kanak-Kanak PGRI Waulai. Pengembangan motorik halus anak
merupakan prioritas program yang dicampurkan dalam dokumen lembaga.
Pelaksanaan pengembangan motorik halus anak di Taman kanak-Kanak tidak
seperti disekolah dasar, melainkan hanya menanamkan dasar-dasar kemampuan
anak berupa kognitifnya, bahasa, motorik halus, motorik kasar, seni melalui
kegiatan bermain.

Apa yang ditanamkan di TK PGRI Waulai yaitu menananmkan dasar-


dasar kemampuan motorik halusnya melalui kegiatan bermain karena anak banyak
bermain melalui dirinya sendiri, tetapi itu sering memerlukan pertolongan untuk
memandu apa yang dipelajarinya sehingga tercipta konsep yang lebih baik.
Kompleks dan rumit untuk itu guru dan tenaga pendidik perlu menciptakan
kegiatan yang berpusat pada anak dalam mengembangkan dan memproses
kreatifitas anak.
Secara umum TK PGRI Waulai telah mempunyai kegiatan-kegiatan yang
baik dan terarah, kegiatan-kegiatan tersebut telah disusun sedemikian rupa dan
sejalan dengan teori-teori dalam pengembangan motorik halus anak serta di
rancang dengan panduan menu generik dengan kurikulum Taman Kanak-Kanak
serta pedoman penyelengaraan Taman kanak-Kanak.

v
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan di atas dapat di simpulkan bahwa :

a. Dalam lingkungan kelas TK PGRI Waulai disiapkan sedemikian rupa


sehingga dapat mendukung pencapaiaan kemampuan dasar-dasar motorik
halus, kreatifitas, bahasa, seni dan kognitif anak.
b. Melalui pengembangan motorik halus anak melalui kegiatan pembuatan
kolase pada pola gambar bebek sangat bermanfaat bagi anak khususnya
dapat meningkatkan kreatvitas dan imajinasi anak.
c. TK PGRI Waulai mempunyai program pengembangan pada anak-anak
dengan meletakkan dasar-dasar yang kuat untuk berpikir kritis.

B. Saran
a. Disarankan mengingat bahwa usia Taman Kanak-Kanak adalah usia yang
peka terhadap segala rangsangan, maka semua bentuk pendidikan dan
pengajaran yang diterapkan hendaknya mempertimbangkan karakteristik
dan tingkat kematangan anak.
b. Sangat di harapkan dalam pengembangan motorik halus anak pada
kelompok bermain, hendaknya guru dapat memberikan pembelajaran dan
latihan dalam bentuk permainan.
c. Dengan harapan agar dalam penelitian ini hendaknya penulis mengerti
dan memahami apa arti perkembangan motorik halus pada anak.

v
DAFTAR PUSTAKA

Fratnya Puspita Devi(2014), Peningkatan Kreativitas Melalui Kegiatan Kolase


Pada Anak. Universitas Negeri Jogjakarta : Jogjakarta

Hajar Pamadhi, dkk(2010) Seni Keterampilan Anak. Universitas Terbuka : Jakarta

Sumantri.2005. Model Pengembangan Ketrampilan Motorik Anak Usia Dini.


Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Ketenagaan Perguruan
Tinggi.

https://meisariah.blogspot.co.id/2014/05/contoh-laporan-penelitian-dan-
analisis.html

http://belajarblog54.blogspot.co.id/2014/11/laporan-penelitian-dan-analisis.html

v
VISI MISI TK PGRI WAULAI
KEC. BARANGKA, KAB. MUNA BARAT

VISI : Unggul dalam proses belajar membantu pertumbuhan anak usia dini dalam
mengembangkan bakat dan minat serta memperkenalkan agama sebagai pondasi
dalam kehidupan

MISI : melaksanakan pembelajran dan bimbingan serta efektif sehingga naka


dapat berkembang secara optimal dengan segala potensi yang dimiliki

v
PROFIL SEKOLAH ATAU LEMBAGA

A. Identitas Sekolah / Lembaga


1. Nama Satuan TK / Paud : Taqwa
2. Alamat Lengkap : Desa Walelei
Jalan : Taqwa
Desa / Kelurahan : Desa Walelei
Kecamatan : Barangka
UPTD : Kec. Barangka
Kabupaten : Muna Barat
Negeri/Yayasan/Lembaga : Yayasan
3. Tahun Berdiri : 1 Agustus 1981
4. Izin Operasional : 198.123/I 1998 | Tanggal 30 Maret 1988
5. Jenis Program : TK PGRI Waulai
6. Akreditasi :B
7. NSS Nomor : 002200225001
8. NPSN Nomor : 4040537169860726

B. Program Layanan
Jumlah Guru : 5. (P)
Pendidikan : D2 (1). S1 Paud (4)
Status : 3 (PNS). 2 (Non PNS)
Jumlah Anak Didik : 45 Orang

C. Kepala Sekolah
Nama Lengkap : Roslani, S.Pd.
NIP : 197105051992022004
Pangkat/Gol : Pembina Tingkat I / IV/b
Alamat Tempat Tinggal : Desa Walelei
Kontak Person (HP) : 082346159281

v
RENCANA KEGIATAN HARIAN

TEMA / SUB TEMA : BINATANG/BINATANG PELIHARAAN


SUB TEMA SPESIFIK : BINATANG BEBEK
BIDANG PENGEMBANGAN : MOTORIK HALUS
TINGKAT PENCAPAIAN :-
PERKEMBANGAN : MENYUSUN KOLASE
CAPAIAN PERKEMBANGAN : MENYUSUN KOLASE DENGAN RAPI
INDIKATOR : MEMBUAT KOLASE
KELOMPOK / SEMESTER : B/I
WAKTU : 60 MENIT

A. TUJUAN
TUJUAN UMUM :
Anak dapat melatih motorik halus dengan sabar

B. TUJUAN KHUSUS :
1. Anak dapat melatih kesabaran dalam menyusun kolase
2. Anak dapat melatih kesabaran dalam menyusun kolase pada gambar
sederhana

C. MATERI MEDIA SUMBER


MATERI :
Menyusun kolase pada pola gambar bebek
MEDIA :
Pola gambar bebek, potongan-potongan kertas marmer, lem kertas
SUMBER :
Berdasarkan Permen No. 58 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini

v
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pendahuluan (kurang lebih 20 menit)
1. Guru membimbing anak untuk berdoa sebelum belajar, mengucap salam
dan menyanyi.
2. Guru memberi penjelasan tentang binatang peliharaan.
3. Guru mengajak anak untuk menyebutkan macam-macam binatang
peliharaan.
Kegiatan inti (kurang lebih 30 menit)
1. Perhatian anak-anak tertuju pada pembelajaran selanjutnya
2. Anak-anak memperhatikan penjelasan guru tentang macam-macam
binatang peliharaan
3. Guru menjelaskan cara menyusun kolase dengan rapi
4. Selanjutnya setiap kelompok diberi tugas untuk membuat kolase pada pola
gambar bebek
5. Setelah anak-anak mengerjakan tugas maka guru dan anak-anak
mengerjakan tugas secara bersama-sama dan guru dapat menilai dan
memantau secara langsung tentang perkembangan kemampuan motorik
halus anak dalam menyusun kolase pada gambar bebek
Penutup (kurang lebih 10 menit)
1. Pengeratan kepada anak
2. Menyanyikan lagu “ Bapak Ternak/Tani
3. Tanya jawab tentang kegiatan yang dilakukan

E. EVALUASI/PENILAIAN
1. Evaluasi atau penilaian dilaksanakan selama pelaksanaan kegiatan
2. Alat evaluasi yang digunakan menggunakan simbol-simbol :
Simbol 4 = BSB (berkembang sangat baik) anak yang menyelesaiakn tugas
tanpa bantuan guru.
Simbol 3 = BSH (berkembang sesuai harapan) anak yang menyelesaikan
tugas dengan bantuan guru

v
Simbol 2 = MB (mulai berkembang) anak yang mau menyelesaikan tugas
namun tidak sesuai diinginkan
Simbol 1 = BB (belum berkembang) anak yang tidak mau melaksanakan
tugas yang diberikan.

Barangka, 3 Oktober 2017


Guru Kelas, Peneliti,

Wa Nudi, S.Pd. Nuryati


NIP. 19681231200812066 NIM. 826011776

Mengetahui,
Kepala TK.

Roslani, S.Pd.
NIP. 197105051991022004

v
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK
MELALUI PERMAINAN KOLASE DENGAN POLA GAMBAR BEBEK
DI TAMAN KANAK-KANAK PGRI WAULAI

Kegiatan Sebelum Tindakan


Keterangan
No. Aspek Pengamatan
Ya Tidak
1. Guru menyiapkan kegiatan pembelajaran √
2. Guru menjelaskan materi yang diajarkan √
Guru memperkenalkan memperlihatkan alat peraga yang
3.
akan digunakan √
Guru memberi contoh cara menyusun kolase sesuai
4.
dengan pola √
Guru memberikan tugas kepada anak untuk menempel
5. potongan-potongan kertas/menyusun kolase pada pola √
gambar
Guru membibing anak yang belum mengerti cara
6.
membuat kolase dengan pola gambar. √
Guru memberikan motivasi pada anak agar aktif dalam
7.
permainan membuat kolase √

BARANGKA, 3 OKTOBER 2017

GURU KELAS, PENELITI,

WA NUDI, S.Pd. NURYATI


NIP. 196812312008012066 NIM. 8260 11776

v
LEMBAR NILAI ANAK DIDIK DI TAMAN KANAK-KANAK PGRI
WAULAI

Daftar Nilai Anak Didik Berdasarkan Hasil Penelitian Sebelum Tindakan

NAMA INDIKATOR JUMLAH PEROLEHAN


No.
ANAK I II III IV V VI VII NILAI ANAK KET
1. ALI 4 3 3 3 4 3 2 3,14 TUNTAS
2. FADLAN 3 3 2 3 3 3 2 2,71 TUNTAS
3. AKBAR 4 3 3 3 3 4 3 3,28 TUNTAS
4. REZKY 3 3 3 2 3 3 3 2,85 TUNTAS
5. INDAH 3 2 3 2 2 2 2 2,28 BELUM
6. WULAN 3 3 3 2 3 3 3 2,85 TUNTAS
7. IRMANI 3 2 2 3 2 2 2 2,28 BELUM
8. RASYID 3 3 2 2 3 3 3 2,71 TUNTAS
9. MELAN 4 3 3 3 3 4 3 3,28 TUNTAS
10. ITA 3 3 2 3 2 3 2 2,57 TUNTAS
11. AKBAR 2 2 1 2 2 2 2 1,85 BELUM
12. NINING 2 2 2 2 2 1 2 1,71 BELUM
13. AGUS 2 2 3 3 2 1 1 2,00 BELUM
14. RAHMA 3 3 2 3 3 2 2 2,57 TUNTAS

v
LEMBAR OBSERVASI AKTIFITAS GURU DALAM
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK
MELALUI PERMAINAN KOLASE DENGAN POLA GAMBAR BEBEK,
TK PGRI WAULAI KECAMATAN BARANGKA KAB. MUNA

Kegiatan Sesudah Tindakan

Keterangan
No. Aspek Pengamatan
Ya Tidak
1. Guru menyiapkan kegiatan pembelajaran √
2. Guru menjelaskan materi yang diajarkan √
Guru memperkenalkan memperlihatkan alat peraga yang
3.
akan digunakan √
Guru memberi contoh cara menyusun kolase sesuai
4.
dengan pola √
Guru memberikan tugas kepada anak untuk menempel
5. potongan-potongan kertas/menyusun kolase pada pola √
gambar
Guru membibing anak yang belum mengerti cara
6.
membuat kolase dengan pola gambar. √
Guru memberikan motivasi pada anak agar aktif dalam
7.
permainan membuat kolase √

BARANGKA, 3 OKTOBER 2017


GURU KELAS, PENELITI,

WA NUDI, S.Pd. NURYATI


NIP. 196812312008012066 NIM. 8260 11776

v
DAFTAR NILAI ANAK DIDIK BERDASARKAN HASIL PENELITIAN
SESUDAH TINDAKAN

NAMA INDIKATOR JUMLAH PEROLEHAN


No.
ANAK I II III IV V VI VII NILAI ANAK KET
1. ALI 4 3 4 3 4 3 3 3,42 TUNTAS
2. FADLAN 4 4 3 3 3 4 3 3,42 TUNTAS
3. AKBAR 4 3 4 3 4 3 4 3,57 TUNTAS
4. REZKY 4 3 3 3 4 3 3 3,28 TUNTAS
5. INDAH 4 3 4 3 3 3 3 3,28 TUNTAS
6. WULAN 4 3 4 3 3 3 3 3,42 TUNTAS
7. IRMANI 3 3 3 3 3 2 2 2,71 TUNTAS
8. RASYID 3 4 3 3 3 3 3 3,28 TUNTAS
9. MELAN 4 3 4 3 4 4 3 3,57 TUNTAS
10. ITA 3 4 3 3 3 3 2 2,71 TUNTAS
11. AKBAR 3 3 2 2 2 3 3 2,57 TUNTAS
12. NINING 3 2 3 3 2 2 2 2,42 BELUM
13. AGUS 3 2 4 3 2 2 2 2,57 TUNTAS
14. RAHMA 4 3 3 3 3 2 3 3,00 TUNTAS