Anda di halaman 1dari 3

AUDIT DIVIDEN

Penekanan pada audit atas dividen adalah pada transaksinya dan bukan saldo akhir, kecuali jika
ada hutang dividen.

Keenam tujuan spesifik audit atas transaksi relevan untuk dividen. Tujuan terpenting dari kontrol
terhadap dividen, termasuk yang berkaitan dengan hutang dividen:

1. Dividen yang dicatat memang terjadi (keterjadian).


2. Dividen yang ada telah dicatat (kelengkapan).
3. Dividen telah dicatat secara akurat (keakuratan).
4. Dividen yang dibayar kepada pemegang saham adalah benar ada (keterjadian)
5. Utang dividen telah dicatat (kelengkapan).
6. Utang dividen telah dicatat secara akurat (keakuratan).

Keterjadian atas dividen yang dicatat dapat dicek dengan memeriksa notulen rapat dewan direksi
menyangkut otorisasi jumlah dividen per saham dan tanggal pembayaran dividen .Ketika
melalukan hal tersebut, auditor harus waspada terhadap kemungkinan belum tercatatnya dividen
yang diumumkan, terutama mendekati tanggal neraca .Prosedur audit yang berkaitan dengan erat
adalah mereview file dokumentasi audit permanen untuk menentukan apakah terdapat restriksi
atas pembayaran dividen dalam perjanjian indenture obligasi atau provisi saham preferen .

Keakuratan dalam pengumuman deviden dapat diaudit dengan menghitung kembali jumlah atas
dasar deviden per saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar. Jika klien menggunakan
agen transfer untuk membagikan deviden, maka totalnya dapat ditelusuri ke ayat jurnal
pengeluaran kas milik agen dan juga dikonfirmasi.

Jika klien menyimpan catatan dividen dan membayar dividen sendiri ,auditor dapat meverifikasi
jumlah totalnya dengan menghitung kembali dan merujuk ke kas yang dikeluarkan .Selain itu
,auditor harus memverifikasi apakah pembayaran dilakukan kepada pemegang saham yang
memiliki saham per tanggal catatan dividen .Auditor dapat menguji hal ini dengan memilih
sampel pembayaran dividen yang dicatat dan menelusuri nama penerima uang pada cek yang
dibatalkan ke catatan dividen.Pada saat yang sama, auditor dapat memverifikasi jumlah dan
otorisasi dari cek dividen.

Pengujian terhadap utang dividen harus dilakukan bersamaan dengan dividen yang diumumkan
.Setiap dividen yang belum dibayar harus dicatat sebagai hutang .
AUDIT LABA DITAHAN

Untuk sebagian besar perusahaan ,satu-satunya transaksi yang melibatkan laba ditahan adalah
laba bersih untuk tahun tersebut dan dividen yang diumukan .Perubahan lain dalam laba ditahan
dapat mencakup koreksi laba periode sebelumnya, penyesuian periode sebelumnya yang
dibebankan atau dikredit secara langsung ke laba ditaha, dan penetapan atau eliminasi apropriasi
laba ditahan.

Untuk memulai audit atas laba ditahan adalah menganalisis laba ditahan sepanjang tahun
berjalan. Skedul audit yang menunjukkan analisis, yang biasanya merupakan bagian dari file
permanen, berisi deskripsi setiap transaksi yang mempengaruhi akun tersebut.

Untuk menyelesaikan audit atas pengkreditan ke laba ditahan bagi laba bersih selama tahun
tersebut (atau pendebetan bagi rugi bersih),auditor hanya perlu menelusuri ayat jurnal laba
ditahan ke dalam laba bersih pada laporan laba rugi .Prosedur ini tentu saja harus dilakukan pada
saat-saat terakhir auditing seluruh ayat jurnal penyesuaian yang mempengaruhi laba bersih
selesai dibuat.

Dalam mengaudit pendebetan dan pengkreditan terhadap laba ditahan ,selain laba bersih dan
dividen, auditor harus menentukan apakah transaksi itu telah dicantumkan,sebagai contoh
,penyesuain periode lalu hanya dapat dimasukkan ke dalam laba ditahan jika transaksi tersebut
sesuai dengan APB Opinions dan FSAB Statement.

Setelah auditor yakin bahwa transaksi yang telah dicatat telah diklasifikasikan secara benar
sebagai transaksi laba ditahan, langkah berikutnya adalah memutuskan apakah hal itu telah
dicatat secara akurat. Bukti audit yang diperlukan menentukan keakuratan itu tergantung pada
sifat transaksi .Sebagai contoh, jika ada peraturan yang mengharuskan adanya apropriasi untuk
dana pelunasan obligasi ,jumlah apropriasi yang tepat dapat ditentukan dengan memeriksa
perjanjian obligasi . Jika ada sejumlah besar kerugian yang dibebankan pada laba ditahan karena
adanya kekosongan bahan baku dipabrik, bukti yang diperlukan untuk menentukan jumlah
kerugian dapat menjadi kompleks serta melibatkan pemeriksaan atas sejumlah besar dokumen
dan catatan, disamping diskusi dengan manajemen.

Auditor harus mengevaluasi apakah ada transaksi yang sebenarnya harus dimasukan tetapi belum
dilakukan. Contohnya jika klien mengumumkan dividen saham, nilai pasar sekuritas yang
diterbitkan harus dikapitalisasi dengan mendebet laba ditahan dan mengkredit modal saham.
Demikian pula jika dalam laporan keuangan tercakup apropriasi laba ditahan ,auditor harus
menilai apakah masih diperlukan aprpropriasi pada tanggal neraca.
Hal penting dalam mennetukan apakah laba ditahan diungkapkan dengan benar dalam neraca
adalah keberadaan pembatasan-pembatasan terhadap pembayaran dividen .Seringkali perjanjian
dengan bankir ,pemegang saham dan kreditor lainnya melarang atau membatasi jumnlah dividen
yang dapat dibayarkan oleh klien .Pembatasan-pembatasan ini harus diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan.