Anda di halaman 1dari 2

Wawancara Sistematik

Wawancara sistematik adalah wawancara yang dilakukan dengan telebih dahulu


pewawancara mempersiapkan pedoman (guide) tertulis tentang apa yang hendak ditanyakan
kepada responden. Pedoman wawancara tersebut digunakan oleh pewawancara sebagai alur
yang harus diikuti, mulai dari awal sampai akhir wawancara, karena biasanya pedoman
tersebut telah disusun sedemikian rupa sehingga merupakan sederetan daftar pertanyaan,
dimulai dari hal-hal yang mudah dijawab oleh responden sampai dengan hal-hal yang lebih
kompleks.

Pada kondisi tertentu, pedoman wawancara terasa amat penting bagi pewawancara.
Hal ini disebabkan beberapa fungsi sebagai berikut :

1) Pedoman wawancara berfungsi membimbing alur wawancara terutama mengarah


tentang hal-hal yang harus ditanyakan.
2) Dengan pedoman wawancara dapat dihindari kemungkinan melupakan beberapa
persoalam yang relevan dengan permasalahan penelitian.
3) Mampu meningkatkan kredibilitas penelitian, karena secara ilmiah wawancara jenis
ini dapat meyakinkan orang lain tentang apa yang dilakukannya, karena dapat
dipertanggungjawabkan secara tertulis.

Wawancara sistematik, kadang kala mebutuhkan waktu yang agak lama bagi
pewawancara untuk menyesuaikan dirinya dengan pedoman wawancara tersebut. Terutama
bagi peneliti pemula, hal ini amat dirasakan. Penyesuaian ini lebih baik dilakukan daripada
justru akan mengganggu jalannya wawancara. Karena bisa jadi pewawancara harus berulang
kali mengulang pertanyaannya disebabkan pewawancara sendiri kurang memahami isi
pertanyaan yang ditanyakan.
Untuk membuat pedoman wawancara yang baik, pewawancara seharusnya lebih dulu
mengerti secara pasti siapa responden sebenarnya, bagaimana budayanya, bahasa yang
biasanya dipakai, dan sebagainya. Dengan pengetahuan seperti ini, kemudian poin-poin
pertanyaan disusun. Karena ada kemungkinan pedoman wawancara ini digunakan oleh
pewawancara lain yang ditugaskan oleh pewawancara utama dalam penelitian, maka latihan
diskusi tertentu untuk membahas pedoman wawancara ini adalah sesuatu yang mutlak
dilakukan, mengingat masing-masing pewawancara memiliki persepsi yang berbeda satu dan
lainnya tentang maksud dari poin-poin pertanyaan tersebut.