Anda di halaman 1dari 7

Praktikum I

MENGUKUR PANJANG, LUAS, DAN VOLUME BENDA PADAT

Nama Kelompok : ....................................................................... .


Kelas : ....................................................................... .
Tanggal Praktikum : ....................................................................... .

A. MENGUKUR PANJANG

Tujuan
Mengetahui cara mengukur panjang dan satuan panjang menggunakan penggaris.
Pendahuluan
Dalam mempelajari IPA Fisika, pengalaman tidak lengkap apabila tidak disertai data kuantitatif
yang diperoleh dari hasil , pengukuran. Pernyataan seperti tinggi badan, luas benda, gaya, dan lain
– lain bisa lengkap apabila pengukuran disertai dengan angka – angka.
Alat dan Bahan

1. Penggaris logam 1 buah


2. Balok alumunium 1 buah
3. Meja belajar di kelas 1 buah

Langkah Kerja
1. Ukur panjang, lebar, dan tebal meja menggunakan jengkal tangan dari 3 orang anggota
kelompokmu. Catat hasilnya dalam tabel.
2. Ukur panjang, lebar, dan tebal meja menggunakan penggaris. Catat hasilnya dalam tabel.
3. Ukur panjang, lebar, dan tebal balok alumunium menggunakan jengkal tangan dari 3 orang
anggota kelompokmu. Catat hasilnya dalam tabel.
4. Ukur panjang, lebar, dan tebal balok alumunium menggunakan penggaris. Catat hasilnya dalam
tabel.
Hasil Pengamatan

Nama siswa Yang diukur Panjang (jengkal) Lebar (jengkal)


Meja Belajar
Balok Alumunium
Meja Belajar
Balok Alumunium
Meja Belajar
Balok Alumunium

Benda Panjang (cm) Lebar (cm) Tebal (cm)


Meja Belajar
Balok Alumunium

Kesimpulan
1. Hasil pengukuranmu menggunakan jengkal ................................................ dengan hasil
pengukuran teman – teman.
2. Hasil pengukuran menggunakan penggaris ................................................ dengan hasil
pengukuran teman – teman.
3. Yang dimaksud satuan adalah
............................................................................................................................. .
4. Yang dimaksud satuan tidak baku adalah
....................................................................................................... .
5. Hasil pengukuran panjang dengan menggunakan mistar termasuk besaran ..................................
(pokok/turunan).

B. MENGUKUR LUAS

Tujuan
Mengetahui cara mengukur dan menghitung luas bidang datar.
Pendahuluan
Luas adalah ukuran seberapa besar suatu bidang (atau permukaan) dua dimensi.
Alat dan Bahan
1. Penggaris logam 1 buah
2. Balok alumunium 1 buah

Langkah Kerja
1. Ukurlah panjang (p) dan lebar (l) semua bagian balok alumunium menggunakan penggaris dan
catat hasilnya dalam tabel.
2. Hitung luas permukaan balok alumunium.

Hasil Pengamatan

Balok Alumunium p (cm) l (cm) Luas A (cm2)


Permukaan atas
Permukaan belakang
Permukaan bawah
Permukaan depan
Samping kanan
Samping kiri
Luas permukaan seluruh balok

Kesimpulan
1. Mengukur luas permukaan balok alumunium dengan rumus
.......................................................... .
2. Apabila ingin membuat model balok dengan ukuran sama seperti balok alumunium yang
dipakai untuk percobaan, maka diperlukan kertas seluas ................ cm2.
3. Hasil pengukuran luas termasuk besaran ..............................................................
(pokok/turunan).

C. MENGUKUR VOLUME BENDA PADAT


Tujuan
Mengetahui cara mengukur dan menghitung volume benda padat.
Pendahuluan
Zat didefinisikan sebagai suatu yang memiliki massa dan ruang. Wujud zat ada 3, yaitu padat, cair,
dan gas. Ketiga wujud zat tersebut dibedakan berdasarkan sifatnya. Zat padat memiliki sifat bentuk
tetap, ruang antar partikel tidak ada, dan gerakan partikelnya hanya bergetar.
Alat dan Bahan
1. Penggaris logam 1 buah
2. Balok alumunium 1 buah

Langkah Kerja
1. Ukurlah panjang (p), lebar (l) dan tinggi (t) balok alumunium menggunakan penggaris.
2. Catat hasilnya ke dalam tabel.

Hasil Pengamatan
Nama benda p (cm) l (cm) t (cm) Volume V (cm3)

Balok Alumunium

Kesimpulan
1. Volume balok alumunium yang dihitung menggunakan rumus
....................................................... .
2. Hasil pengukuran volume termasuk besaran ..........................................................
(pokok/turunan).

Praktikum II

MENGUKUR DIAMETER

Nama Kelompok : ....................................................................... .


Kelas : ....................................................................... .
Tanggal Praktikum : ....................................................................... .

Tujuan
Mengetahui cara mengukur diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman lubang dengan
menggunakan jangka sorong.

Pendahuluan
Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur dimensi luar atau dimensi dalam suatu benda. Bagian
– bagian dari jangka sorong adalah rahang tetap dan rahang geser, serta memiliki dua skala yaitu skala
utama dan skala nonius.
Gambar bagian – bagian jangka sorong

Cara membaca jangka sorong untuk melihat hasil pengukurannya hanya dibutuhkan dua langkah
pembacaan:

1. Membaca skala utama. Lihat gambar di atas, skala 4,7 cm merupakan angka yang paling
dekat dengan garis nol pada skala nonius persis di sebelah kanannya. Jadi, skala utama yang
terukur adalah 4,7 cm atau 47 mm.
2. Membaca skala nonius. Lihat gambar di atas dengan seksama, terdapat satu garis skala utama
yang yang tepat bertemu dengan satu garis pada skala nonius. Pada gambar diatas, garis
berhimpit/lurus tersebut merupakan angka 4 pada skala nonius. Jadi, skala vernier yang
terukur adalah 0,04 cm atau 0,4 mm.

Untuk mendapatkan hasil pengukuran akhir, tambahkan kedua nilai pengukuran diatas. Sehingga hasil
pengukuran diatas sebesar 4,7 cm + 0,04 cm = 4,74 cm atau 47,4 mm.

Alat dan Bahan

1. Jangka sorong 1 buah


2. Kaki statip 1 buah
3. Batang statip pendek 1 buah
4. Kelereng 1 buah

Langkah Percobaan

Dengan menggunakan jangka sorong, ukur dan catat hasilnya ke dalam tabel
1. Diameter lingkaran lubang kaki statip
2. Diameter batang statip pendek
3. Kelereng.

Hasil Pengamatan

Diameter
Pengukuran
(mm) (cm)
Lubang kaki statip
Batang statip
Kelereng

Kesimpulan
1. Ketelitian dari jangka sorong adalah ............................................... mm atau
.............................................. cm.
2. Hasil pengukuran jangka sorong termasuk besaran ........................................................
(pokok/turunan).
3. Penggunaan jangka sorong dalam kehidupan sehari – hari
adalah............................................................. .

Praktikum III

MENGUKUR MASSA DAN BERAT

Nama Kelompok : ....................................................................... .


Kelas : ....................................................................... .
Tanggal Praktikum : ....................................................................... .

A. MENGUKUR MASSA

Tujuan
Mengetahui cara mengukur massa benda padat dan cair.

Pendahuluan
Setiap benda tersusun dari materi. Jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda disebut
massa benda. Dalam satuan SI, massa diukur dengan satuan kilogram (kg). Misalnya massa seekor
kelinci 3 kg, massa sekantong gula 1 kg.

Alat dan Bahan


1. Neraca lengan 1 buah
2. Balok alumunium 1 buah
3. Gula/Beras 2 sdm
4. Silender ukur 1 buah
5. Air secukupnya

Langkah Kerja
1. Siapkan neraca/timbangan tanpa beban dalam keadaan setimbang dan ditandai oleh bagian
penunjuk nol. Apabila belum menunjuk nol, putar sekrup kalibrasi sampai dapat menunjukkan
angka nol.
2. Lakukan penimbangan terhadap balok alumunium, gula/beras, dan silinder ukur. Catat hasilnya
dalam tabel.
3. Masukkan air ke dalam gelas ukur sampai batas ukur maksimal. Timbanglah gelas ukur berisi
air tersebut. Kemudian catat hasilnya ke dalam tabel.

Hasil Pengamatan
Massa
Benda
gr Kg
Balok alumunium
Gula/beras
Gelas ukur kosong (m1)
Gelas ukur berisi air (m2)
Air (m2- m1)

B. MENGUKUR BERAT

Tujuan
Mengetahui cara mengukur berat benda padat.

Pendahuluan
Dalam fisika, berat dari suatu benda adalah gaya yang disebabkan oleh gravitasi yang berkaitan
dengan massa benda tersebut. Massa benda adalah tetap, tetapi berat sebuah benda akan berubah-
ubah sesuai dengan besarnya percepatan gravitasi di tempat tersebut.

Berat dihitung dengan mengalikan massa sebuah benda dengan percepatan gravitasi di mana benda
tersebut berada. Berat sebuah benda di bumi akan berbeda dengan beratnya di bulan. Sebuah benda
bermassa 10 kilogram, akan tetap mempunyai massa 10 kilogram di bumi maupun di bulan, tetapi
di bumi benda tersebut akan mempunyai berat 98 Newton, sedangkan di bulan, benda tersebut
akan mempunyai berat 16,3 Newton saja.

Rumus untuk berat:


w=mg
Dimana: w = berat benda (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
Satuan SI (Sistem International) untuk berat adalah newton (N) dan percepatan gravitasi (g) bumi
adalah 9,8 m/s2, untuk memudahkan perhitungan dibulatkan menjadi 10 m/s2.

Alat dan Bahan


1. Neraca pegas 1 buah
2. Beban pemberat 2 buah
3. Balok alumunium 1 buah

Langkah Kerja
1. Siapkan neraca pegas dalam keadaan setimbang.
2. Lakukan penimbangan terhadap beban pemberat untuk masing - masing massa yang berbeda.
Catat hasilnya dalam tabel.
3. Lakukan penimbangan terhadap balok alumunium. Catat hasilnya dalam tabel.

Hasil Pengamatan

Massa Berat (N)


Benda
gr Kg
Beban pemberat 1
Beban pemberat 2
Balok alumunium

Kesimpulan

1. Cara mengukur massa zat cair yaitu


................................................................................................................. .
2. Perbedaan massa dan berat adalah
.................................................................................................................... .
3. Hasil pengukuran dengan neraca lengan pada praktikum ini termasuk besaran
.............................................................. (pokok/turunan).
4. Hasil pengukuran dengan neraca pegas pada praktikum ini termasuk besaran
.............................................................. (pokok/turunan).
5. Dalam kehidupan sehari – hari, yang kita kenal dengan berat sebenarnya adalah ....................... .