Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Semakin hari energi listrik menjadi kebutuhan utama atau kebutuhan yang
paling penting dalam kelangsungan hidup manusia. Hampir seluruh kegiatan
manusia menggunakan energi listrik. Mulai dari perkantoran, pertokoan, pabrik
industri, rumah tangga bahkan ditempat lainnya memerlukan energi listrik.
Pertumbuhan konsumsi energi listrik di Indonesia semakin meningkat karena
didorong oleh pertumbuhan penduduk Indonesia. Upaya yang dilakukan dalam
mengatasi kekurangan pasokan listrik adalah dengan melakukan kebijakan
konversi energi atau disebut dengan penghematan energi listrik. Konsumen listrik
di Indonesia terdiri dari beberapa sektor, tetapi pada sektor publik lebih boros
dalam mengkonsumsi energi listrik dibandingkan sektor lainnya. Pemborosan
energi pada gedung perkantoran sebesar 25-30%, sedangkan sektor rumah tangga
10% dan industri 25%. Saat ini masalah pemborosan energi listrik sekitar 80%
diakibatkan oleh faktor manusia dan 20% disebabkan oleh faktor teknis. Sehingga
salah satu cara dalam penghematan energi listrik adalah dengan adanya dorongan
perilaku hemat energi listrik. Agar terjadinya perubahan perilaku, maka kesadaran
akan hemat energi listrik merupakan hal yang penting. Faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku berdasarkan Theory Planned Behavior adalah sikap,
norma subyektif dan kontrol perilaku yang dirasakan (Perceived Behavior
Control). Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor
perilaku konsumsi energi listrik di gedung perkantoran pada sektor publik dan
mengidentifikasi hubungan karakteristik konsumen dengan perilaku konsumen.

Kata kunci : hemat energi, perilaku, sektor publik.


ABSTRACT

More days electricity becomes the main requirement or the most important
requirement in human survival. Almost all human activities use electrical energy.
Starting from offices, shops, industrial plants, households and even in other places
it requires electrical energy. The growth of electricity consumption in Indonesia is
increasing due to the growth of Indonesia's population. Efforts made in overcoming
shortages of electricity supply are by carrying out an energy conversion policy or
referred to as electricity saving. Electricity consumers in Indonesia consist of
several sectors, but in the public sector it is more wasteful to consume electricity
than other sectors. Energy waste in office buildings is 25-30%, while the household
sector is 10% and industry is 25%. At present the problem of wastage of electrical
energy is about 80% due to human factors and 20% due to technical factors. So that
one way to save electricity is by encouraging electrical energy-saving behavior. In
order for behavior change to occur, awareness of saving electricity is important.
Factors that influence behavior based on Planned Behavior Theory are attitude,
subjective norms and control of perceived behavior. So that this study aims to
determine the behavioral factors of electrical energy consumption in office
buildings in the public sector and identify the relationship between consumer
characteristics and consumer behavior.

Keywords: saving energy, behavior, public sector.