Anda di halaman 1dari 20

Skip to content

ILMUTEKNIKSIPIL.COM
website seputar teknik sipil dan lingkungan, arsitektur, dan desain rumah

Mobile Menu

Jembatan Cable Stayed


By Admin On May 17, 2012 In Struktur Jembatan TaggedStruktur Baja, Struktur Jembatan Leave a
comment

 FACEBOOK
 TWEET
 GOOGLE+
 PINTEREST
 LINKEDIN
Jembatan kabel terbagi dalam dua macam disain yang berbeda yaitu “suspension bridge” dan
“cable stayed bridge”. Struktur jembatan cable stayed Skip to content

ILMUTEKNIKSIPIL.COM
website seputar teknik sipil dan lingkungan, arsitektur, dan desain rumah

Mobile Menu

Struktur Jembatan
By Admin On March 19, 2012 In Struktur Jembatan Tagged Struktur Baja, Struktur
Beton, Struktur Jembatan, Teknik Pondasi

 FACEBOOK

 TWEET
 GOOGLE+
 PINTEREST
 LINKEDIN

Jembatan adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk melewatkan lalu lintas yang
terputus pada kedua ujungnya akibat adanya hambatan berupa: sungai / lintasan air,
lembah, jalan / jalan kereta api yang menyilang dibawahnya. Struktur bawah jembatan
adalah pondasi. Suatu sistem pondasi harus dihitung untuk menjamin keamanan,
kestabilan bangunan diatasnya, tidak boleh terjadi penurunan sebagian atau seluruhnya
melebihi batas-batas yang diijinkan.
5 Prinsip Pemilihan Konstruksi Jembatan
 Konstruksi Sederhana (bisa dikerjakan masyarakat) bos
 Harga Murah (manfaatkan material lokal)
 Kuat & Tahan Lama (mampu menerima beban lalin)
 Perawatan Mudah & Murah (bisa dilakukan masy)
 Stabil & Mampu Menahan Gerusan Air

Hal Hal Yang Harus Diperhitungkan Dalam Pembuatan Pondasi


 Berat bangunan yang harus dipikul pondasi berikut beban-beban hidup, mati serta beban-
beban lain dan beban- beban yang diakibatkan gaya-gaya eksternal
 Jenis tanah dan daya dukung tanah
 Bahan pondasi yang tersedia atau mudah diperoleh di tempat
 Alat dan tenaga kerja yang tersedia
 Lokasi dan lingkungan tempat pekerjaan
 Waktu dan biaya pekerjaan

Pemilihan Letak Jembatan


 Pilih Bentang Terpendek
 Hindari Lokasi Belokan Sungai
 Hindari Tinggi Abutment yang Tinggi

Bangunan Pelengkap Jembatan


1. Sayap Jembatan

Fungsi : Menahan tebing sungai dan pangkal jembatan


2. Krib

Fungsi : Mengarahkan & mengurangi hantaman air pada sayap & pangkal jembatan
yang terletak di belokan sungai.

3. Oprit
Fungsi : Jalan masuk ke Jembatan & Tanjakan maksimum 12%
Jenis Konstruksi & Batasan Jembatan yang “Biasa” atau“Disarankan” di PPK :

 Berat bangunan yang harus dipikul pondasi berikut beban-beban hidup, mati serta beban-
beban lain dan beban- beban yang diakibatkan gaya-gaya eksternal
 Jenis tanah dan daya dukung tanah
 Bahan pondasi yang tersedia atau mudah diperoleh di tempat
 Alat dan tenaga kerja yang tersedia
 Lokasi dan lingkungan tempat pekerjaan
 Waktu dan biaya pekerjaan

Catatan : Jembatan dengan jenis konstruksi khusus & panjang bentang diluar keempat
jenis diatas, perlu persetujuan dari KMT.
Ada beberapa jenis konstruksi yaitu :
1. Jembatan Gelagar Besi Lantai Kayu
Kelebihan :

 Harga Murah (jika ada kayu di desa setempat)


 Konstruksi Sederhana
 Kekuatan Gelagar (besi) Terjamin
 Perawatan Mudah & Murah
 5.Gelagar Besi Awet (jika terlindung dari karat)

Kekurangan :

 Kayu Lantai Sering Lapuk (apalagi kualitas kayu rendah)


 Kenyamanan Lalu Lintas Kurang

2. Jembatan Beton Bertulang


Kelebihan :

 Awet (tidak mengenal istilah lapuk seperti kayu)


 “Relatif” Tidak Perlu Perawatan
 Nyaman bagi Lalu Lintas
 Harga murah jika dikaitkan dengan umur pakai/manfaat yang panjang krn kualitas baik

Kekurangan :

 Harga Mahal jika kualitas jelek shg umur pakai pendek


 Konstruksi Lebih Rumit
 Perlu Pengawasan Ketat untuk Menjamin Kualitas Beton
 Pondasi Perlu Lebih Kuat (beban konstruksi lebih berat)
 Lebih Sulit dalam Perbaikan, jika ada kerusakan
 Kesalahan dalam “pengecoran” Sulit Diperbaiki

3. Jembatan Gantung
Kelebihan :
1. Bentang Cukup Panjang
2. Harga Murah
3. Konstruksi Sederhana
4. Pelaksanaan Mudah
5. Kabel Baja “Awet”
6. Tidak Ada Pekerjaan “Pondasi di Air atau Pilar”

Kekurangan :

 Kayu Lantai Mudah Lapuk (apalagi jika kualitas kayu rendah)


 Hanya bisa untuk Kend Roda 2 (untuk bisa kend roda 4 harus ada perhitungan yang rumit)
 Kurang Nyaman (kondisi yang bergoyang)

4. Jembatan Gelagar & Lantai Kayu


Kelebihan :

 Harga Murah (apalagi jika ada kayu di desa setempat)


 Konstruksi Sederhana
 Pelaksanaan Mudah
 Pemeliharaan Cukup Mudah

Kekurangan :

 Kayu Kurang Awet atau Mudah Lapuk (apalagi jika kualitas kayu rendah)
 Sedikit Kurang Nyaman bagi Lalin

Pondasi Jembatan
3 Jenis Pondasi Jembatan yang “Biasa” atau “Disarankan” di PPK :
1. Pondasi Langsung

 Bahan pasangan batu kali atau beton bertulang


 Cocok untuk jenis tanah yang sedang hingga keras

2. Pondasi Pancang Sederhana

 Bahan tiang dari beton bertulang atau kayu


 Cocok untuk jenis tanah yang lunak

3. Pondasi Sumuran

1. Bahan dari adukan beton


2. Cocok untuk jenis tanah berpasir dimana tanah keras agak dalam
Penjangkaran Tanah (Ground Anchor)
Metode pemboran ini dilakukan di dalam tanah pondasi yang baik terdiri dari lapisan
berpasir, lapisan kerikil, lapisan berbutir halus ataupun batuan yang lapuk, serta suatu
bagian yang menahan gaya tarik seperti campuran semen dengan kabel baja atau semen
dengan batang baja dimasukkan ke dalam lubang hasil pemboran tersebut, kemudian
disertai suatu gaya tarik setelahnya untuk memperkuat konstruksinya.
1. Tipe Jangkar

 Penjengkaran dengan tahanan geser


 Penjangkaran dengan plat pemikul
 Penjangkaran gabungan

2. Metode Penjangkaran

1. Metode penjangkaran dengan grouting


2. Metode penjangkaran dengan lubang bertekanan (jangkar PS)
3. Metode penjangkaran dengan penekanan (jangkar baji)
4. Metode penjangkaran plat
5. Metode jangkar UAC

3. Metode Penjangkaran Prategang Pratekan dengan Grouting

 3 Bagian Penting Penjangka- Anchorage- Free stressing (unbonded) length- Bond length
 Grouting
 Material Tendon
 Spacers & Centralizers
Jenis Pilar

Tipikal Jenis
Pilar Tipikal
Bentuk Pilar Lain
Toleransi
1. Denah

1. Abutmen atau pilar (diukur dari garis perletakan) 2.0 cm


2. Baut angker bila telah digrouting 0.5 cm

2. Posisi akhir pusat ke pusat perletakan

 Panjang bentang 1.0 cm


 Jarak melintang dari perletakan – perletakan 0.5 cm pada tiap abutmet atau pilar

3. Elevasi Permukaan

 Permukaan abutment atau pilar + 2.0 cm


 Permukaan atas balok landasan balok + 0.5 cm

4. Penahan Horizontal

 Titik pusat perletakan sampai ke permukaan dinding 0 + 0.5 cm

5. Perletakan

 Elevasi / Permukaan + 0.5 cm


 Lokasi 2.0 cm

Related Posts

1.
Perhitungan Tiang Pancang Kelompok (Peninjauan Beban Dua Arah) Metode Matriks

2.

Aplikasi Excel Untuk Analisa Bearing Capacity Pondasi Dangkal

3. Penyederhanaan Cara Perhitungan Struktur Bangunan Tahan Gempa

Post navigation
Sistem Traveller Jembatan Barelang

Sedimentation

FANSPAGE

ILMU TERBARU

 Inspirasi Model Rumah Terbaru yang Akan Selalu


Diminati di Sepanjang Tahun
 Daftar Perabotan Rumah Tangga Paling Penting untuk
Ruang Makan Minimalis
 Harga Rumah Minimalis Subsidi Akan Naik? Coba Tips
Kumpulkan Uang untuk Beli Rumah Ini
 Contoh Rumah Minimalis yang Akan Populer di
Beberapa Tahun ke Depan
 Cari Rumah Murah yang Tetap Gaya? Pilih Desain
Rumah Kontainer Ini, Yuk!

ILMU TERKAIT

 Abutment Jembatan

May 18, 2012, Comments

 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jembatan


December 9, 2012, No Comment

 Sistem Traveller Jembatan Barelang

March 18, 2012, No Comment

 Jembatan Cable Stayed

May 17, 2012, No Comment

 Apa Yang Dimaksud Dengan Slab

June 27, 2013, No Comment

CARI ILMU

Top of Form

Search for:

Bottom of Form

KATEGORI ILMU

 Arsitektural
 Bahan Bangunan
 Bandara
 Bangunan Air
 Bekisting
 Dokumen Kontrak
 Estimasi Biaya Konstruksi
 Hidrolika
 ilmu ukur tanah
 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
 Landscape
 Mekanika Struktur
 Pelabuhan
 Pengelolaan dan Pengendalian Proyek
 Perkerasan Jalan Raya
 Rekayasa Sumber Daya Air
 Software Teknik Sipil
 Struktur Baja
 Struktur Bangunan
 Struktur Beton
 Struktur Jembatan
 Struktur Kayu
 Teknik Lalu Lintas
 Teknik Lingkungan
 Teknik Pondasi
 Utilitas Gedung

ARCHIVES

Archives Select Month May 2019 April 2019 May 2018 April 2018 March
2018 February 2018 January 2018 December 2017 November 2017 October
2017 September 2017 August 2017 July 2017 June 2017 May 2017 April
2017 March 2017 February 2017 January 2017 December 2016 November
2016 October 2016 September 2016 August 2016 July 2016 June 2016 May
2016 April 2016 March 2016 February 2016 January 2016 December 2015 November
2015 October 2015 September 2015 August 2015 July 2015 June 2015 May
2015 April 2015 March 2015 February 2015 January 2015 December 2014 November
2014 October 2014 September 2014 August 2014 July 2014 June 2014 May
2014 April 2014 March 2014 February 2014 January 2014 December 2013 November
2013 October 2013 September 2013 August 2013 July 2013 June 2013 May
2013 April 2013 March 2013 February 2013 January 2013 December 2012 November
2012 October 2012 September 2012 August 2012 July 2012 June 2012 May
2012 April 2012 March 2012 February 2012 January 2012 December 2011 November
2011
Copyright © 2017 Ilmu Teknik Sipil By Media Online Warga Jogja.

gan) di lokasi dengan cuaca yang buruk atau sering terjadinya angin topan/badai.
B. Bagian bebas (freedom section)
Perlindungan karat pada masing-masing kawat tunggal (monostrand) di kabel terdiri
dari epoxy-coating atau galvanisasi, gemuk, dan lapisan polyethylene (PE coating).
Seluruh kawat dibungkus dan dilindungi dengan lapisan luar HDPE (High-density
polyethylene).
Kumpulan kabel dilindungi oleh pipa (HDPE stay pipe) yang mempunyai ketahanan
terhadap lingkungan seperti anti retak, anti penuaan dan lain-lain serta anti getaran yang
disebabkan oleh angin, hujan sesuai standar Technical Condition for Hot-extruding
PE Protection High Strength Wire Cable of Cable-stayed Bridge GB/T18365-2001
dan High Density Polyethylene Compounds for Construction Cable CJ/T3078-1998.
C. Bagian angker (Anchored section)
Terdapat dua kombinasi angker yaitu angker hidup pada kedua ujung dan angker hidup
pada salah satu ujung serta angker mati pada ujung kabel yang lain. Bagian angker
terdiri dari anchor head, socket, sealing device dan lock device.
D. Bagian antara (Transition section)
Bagian transisi terdiri dari damping device, cable hoop dan waterproof device.

4. Alat peredam (Damping Device) diletakkan pada bagian ujung keluar dari pipa pengarah
dan dibuat dari karet kenyal serta menyekat kabel pada struktur dengan tujuan untuk
meredam getaran yang terjadi pada kabel tersebut
5. Simpai kawat menjaga keleluasaan kabel agar terbentuk kompak untuk meningkatkan
kekakuan dari kabel secara keseluruhan
6. Waterproof device menghubungkan stay cables ke struktur dan menjaga rembesan air
kedalam kabel.

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN (TESTING AND INSPECTION)


Karakteristik angker dari stay cable system (sebagai contoh dalam hal ini produk
OVM250 China) mengikuti “the National Standard, Anchorage, Grip and Coupler for
Prestressing Tendons, GB/T14370-2000 yang mana harus dicapai efisiensi η > 95% dan
ε > 2%.
Terhadap angker dan kawat prategang dilakukan pengujian kelelahan (fatique test) pada
tegangan sampai dengan 250 N/mm² (diatas tegangan 0,45 σь) untuk ketahanan atas
lebih dari 2 (dua) juta load cycles sesuai FIP standard, Recommendations for Stay Cable
Design, Testing and Installation.
Stay cables harus terlihat baik performancenya pada kondisi tegangan rendah (0,15 –
0,45 σь) serta terjamin baik karakteristiknya pada pengujian performance dari angker.
METODE PEMASANGAN
Terdapat berbagai cara pemasangan stay cables yang tergantung kondisi lapangan, serta
hambatan ruang dan waktu. Berikut ini dijelaskan dua methode utama sebagai berikut :
a). Pertama kali, PE strands ditempatkan dan distress. Kemudian damping device dan
strands hoop dipasang pada tempatnya. Terakhir, segmen selubung HDPE dipasang satu
demi satu dengan sambungan HDPE kemudian di sekat pada ceruk pipanya.

b). Kawat prategang ditempatkan setelah selubung luar HDPE terpasang


Pertama, selubung HDPE dibentuk dahulu dengan panjang sesuai kebutuhan. Kemudian
selubung pengarah yang dikaitkan dengan sebuah kawat prategang (strand) ditarik
masuk keposisinya dengan menggunakan mesin penarik mini untuk kemudian dipasang
pada tempatnya. Selanjutnya kawat-kawat prategang yang diperlukan, ditempatkan
dalam stay pipa HDPE, selanjutnya distress satu per-satu sampai selesai.
Kawat-kawat prategang dari stay cable system di pasang satu persatu. Kabel dan angker
harus di rangkai pada konstruksi dilapangan secara benar.
Kabel tunggal prategang harus dicoating dengan epoxy, kemudian diberi gemuk dan di
Hot Extruded dengan HDPE coating di pabrik. Oleh sebab itu tidak diperlukan lagi
perlindungan korosi tambahan. Gulungan kawat prategang dibawa kelapangan
kemudian dipotong sesuai kebutuhan untuk di rangkai/dipasang. Kawat prategang yang
telah siap tersebut diangkat dengan hati-hati dan cepat untuk kemudian distress.

Cara Penempatan Katrol pada Pylon


Cara Penarikan Kabel Prategangdengan Katrol

Cara Penempatan Kabel Prategang


Cara Stressing Kabel Prategang

Tahapan pemasangan PC Girder dapat digambarkan sebagai berikut :

 Tempatkan crane mengapung dekat Tower, pasang bagian bawah Tower;


 Pasang sejumlah segmen Girder baja pada Tower secara balance cantilever;
 Tempatkan crane didekat Tower;
 Diarah darat, girder dipasang bertahap menuju arah tower;
 Girder lanjutan dipasang dari arah tower ke arah darat;Demikian juga pasang girder dari
Tower ke arah Tower yang lain

Related Posts
 Penyederhanaan Cara Perhitungan Struktur Bangunan Tahan Gempa

 Apa Yang Dimaksud Dengan Slab

 Apa Yang Dimaksud Dengan Girder


Post navigation
Sistem Jaringan Irigasi

Abutment Jembatan

Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Comment
Name *
Email *
Website
Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.
FANSPAGE

ILMU TERBARU

 Inspirasi Model Rumah Terbaru yang Akan Selalu Diminati di


Sepanjang Tahun
 Daftar Perabotan Rumah Tangga Paling Penting untuk Ruang
Makan Minimalis
 Harga Rumah Minimalis Subsidi Akan Naik? Coba Tips
Kumpulkan Uang untuk Beli Rumah Ini
 Contoh Rumah Minimalis yang Akan Populer di Beberapa Tahun
ke Depan
 Cari Rumah Murah yang Tetap Gaya? Pilih Desain Rumah
Kontainer Ini, Yuk!

ILMU TERKAIT

 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jembatan

December 9, 2012, No Comment

 Apa Yang Dimaksud Dengan Girder

June 24, 2013, 2 Comments


 Apa Yang Dimaksud Dengan Slab

June 27, 2013, No Comment

 Metode Pemasangan Gelagar Pada Jembatan

May 18, 2012, No Comment

 Abutment Jembatan

May 18, 2012, 5 Comments

CARI ILMU

Search for:

KATEGORI ILMU

 Arsitektural
 Bahan Bangunan
 Bandara
 Bangunan Air
 Bekisting
 Dokumen Kontrak
 Estimasi Biaya Konstruksi
 Hidrolika
 ilmu ukur tanah
 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
 Landscape
 Mekanika Struktur
 Pelabuhan
 Pengelolaan dan Pengendalian Proyek
 Perkerasan Jalan Raya
 Rekayasa Sumber Daya Air
 Software Teknik Sipil
 Struktur Baja
 Struktur Bangunan
 Struktur Beton
 Struktur Jembatan
 Struktur Kayu
 Teknik Lalu Lintas
 Teknik Lingkungan
 Teknik Pondasi
 Utilitas Gedung

ARCHIVES

Archives Select Month May 2019 April 2019 May 2018 April 2018 March
2018 February 2018 January 2018 December 2017 November 2017 October
2017 September 2017 August 2017 July 2017 June 2017 May 2017 April
2017 March 2017 February 2017 January 2017 December 2016 November
2016 October 2016 September 2016 August 2016 July 2016 June 2016 May
2016 April 2016 March 2016 February 2016 January 2016 December 2015 November
2015 October 2015 September 2015 August 2015 July 2015 June 2015 May
2015 April 2015 March 2015 February 2015 January 2015 December 2014 November
2014 October 2014 September 2014 August 2014 July 2014 June 2014 May
2014 April 2014 March 2014 February 2014 January 2014 December 2013 November
2013 October 2013 September 2013 August 2013 July 2013 June 2013 May
2013 April 2013 March 2013 February 2013 January 2013 December 2012 November
2012 October 2012 September 2012 August 2012 July 2012 June 2012 May
2012 April 2012 March 2012 February 2012 January 2012 December 2011 November
2011

Copyright © 2017 Ilmu Teknik Sipil By Media Online Warga Jogja.