Anda di halaman 1dari 6
Menimbeng Mengingat PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG NowoR {3 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG NOMOR 44 Fa. 10. ‘TAHUN 2002 TENTANG KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PALEMBANG, bahwa seielah dilakukan evaluesi, terdapat beberapa kententuan yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 44 Tahun 2002 tentang Ketentraman dan Keteriban sudan ciatur delam ketentuen peraturan perurdang-urdangan yang letih tinggi bahwa disamping ha-hal (ersebul paca hu a, lerdapat beberepa kelenluan yang petlu disesuaitan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan perkembangan keadaan, sehingga terhadap Peraturan Daerah Kota Palembang Nemor 44 Tahun 2002 tersebut pert dizkukan perubahian ; bahwa berdasarken pertimbangan sebagaimena dimeksud dalam huruf a dan huruf b diatas, peru membertuk Peraturan Daerah Kota Palembang tentang Perubahan atas, Peraturan Deerah Kota Palembang Nomor 44 Tahun 2002 tentang Ketentraman dan Ketertiban. Undeng-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentuken Daerah Tingkat i dan Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Ri Nomar 1821); Undang-Undang Nomor 8 Tarun 1981 tentang Hukum Acara Pidara (Lembaran Negara RI Tahun 1981 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3209); Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Argkutan Jalan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lemberan Negara RI Nomor 3480); Undeng-Undang Nomor 23 Tahun 1982 tentang Kesehatan (Lembaran Negera RI ‘Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negare RI Nomor 3495); Undeng-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaen Lingkungan Hidup (emparen Negara RI Tahun 1997 Nomor 68, TambabanLembaran NeparaRI Noner 3690); Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lemivaran Negara RI Tehun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4279), Undeng-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4389); Undeng-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Norror 125, Tambahan Lemberan Negara RI Nomor 4437) sobagaimana tolah diubah dongan Undang Undang Nomor & Tahun 2005 tentang Penelapan Peraturan Pernetintah Pengganti Undeng-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara RI Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4543); Undang-Undana Nomor 38 Tahun 2C04_teniang Jalan (Lembaren Negara RI Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 44d); Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara RI Tahun 1983 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 328); Menetapkan "1 12, 13. 18. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993 tentang Pemeritsaan Kendaraan Bermotor di Jalan (Lembaran Negara RI Tahun 1993 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3528); Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2000 tentang Kewenangen Pemeriniah dan Kewenangen Pemerintah Propinsi Sebagai Daerah Otonom (Lemberan Negara Ri Tahun 2000 Nomor 54, Tambehen Lembaran Negara RI Nomor 3952); Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 22 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemeriniah Kota Palembang (Lemtaran Daerah Kola Palembang Tahun 2000 Nomor 24); |. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 44 Tahun 2002 tentang Ketentraman dan Ketertiban (Lembaran Daerah Kota Palembang Tahun 2002 Nomar 76); . Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Pemberantasan Pelacuran (Lembaran Daerah Kota Palembang Tahun 2004 Nomor 2); . Peraturan Daereh Kota Palembang Nomor 8 Tahun 2004 tentang Pembinaan dan Retribusi Penyelenggeraan Reklame (Lembaren Daerah Kola Palembeng Tahun 2004 Nomor 21); Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 13 Tahun 2004 tentang Pembinaan dan Retibusi Perizinan Bangunan (Lembaran Siaérah Ko'a Palembang Tahun 2004 Nomor 23); Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor‘i§ Tahun 2004 tentang Pembinaan dan Pedoman Operasional Penyidik Pegawai Negeri Sip! (Lembaran Daerah Kota Palembang Tehun 2004 Nomor 31). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PALEMBANG dan WALIKOTA PALEMBANG MEMUTUSKAN + PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG TENTANG PERUBAHAN ATAS. PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG NOMOR 44 TAHUN 2002 TENTANG KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN. Pasal | Beberapa ketentuan dalam Peraturen Daerah Kota Palarrbang Nomor 44 Tahun 2002 tentang Ketentraman dan Ketertiban (Lembaran Daerah Kota Palembang Tahun 2002 Nomor 76) ciubah sebagai beritut : 1, Pasal 1 angka 1 sampal dengan angka 4 dan _angka 12 diubah sehingga Pasal 1 angke 1 sampai dengan angka 4 dan engka 12 berbunyi sebagai berikut Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah iri, yang dimaksud dangan Daerah adaleh Kota Palembang. Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Palembang. Walikota adalah Walikota Palembang. Wakil Walikota adalah Waki Watkota Palembang 8 11 dan seterusnya eesti Jalan unum edelah jalan dperuntusan bagi intas umum. 2. BAB Ill KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN Bagian Kedua Ketertiban Paragraf 1 Tertib Jalan dan Angkutan Jalan Raya Pasel 8 dan Pasal 9 diubah judul dan isinya, sehingga barbunyi sebagai berikut : Paragraf 1 Tertib Jalan dan Angkutan di Jalan Pasal 8 (1) Semua trotoar hanya digurakan oleh pejalan keki, (2) Setiap pejaian kaki yang akan menyeberang jalan yeng telah dilenckapi dengan sarané jembatan penyeberangan alau rambu penyeberengan (zabra ‘os3) diwajiskan menggunakan serena tersebut (8) Setiap pemakei jasa angkuian penumoang umum di jalan, wajib menunggu kendaraan di tempat pemberhentian yang telah ditetepkan. (4) Setiap argkuten penumpang umum bus kota dan sejenisnya herus terjalan pada lajur jalan yang telah dtentukan dan wajid bementi pede halle yang ssudzh ditentukan (6) Setiap pengendara kendaraen bermototréda 2 (dua) dan penumpangnya wajb memakai heim. (6) Setiap kendarzan bermotor roda 4 (émpat) atau lebih, pengemudi dan yang duduk/penumpang disempingnya wajib memakai sabuk keselamatan, kecuali pads jelan yang tidak memungkinkan kendaraan digunekan dengan kecepatan tinggi, yang pelaksanaannya akan diatur olzh Walitota, Pasal 9 Kecuali atas izin Walikota, setiap orang diarang : a, _memasang rorial dan gapura; b, memasang fanggul pengamsn jalan; ¢. 4 momasang pintu penutup jalan; |. _memasang, memindahkan, membual tidak berfungs! rambu-rambu (alu lintes pada trotoar, parit, sungai dan kolam retensi; fe. menutup jalan uum; .membongkar jalan pemisah jalan, pulau-pulau lalulinfas den sejenisnya; 9. membongkar, memotong, merusak yang mengakibatkan tidak berlungsinya pager pengamen jalan; h. -menggunkan bahu jalan dan badan jalan. i. melakukan perbuetan yang dapat merusak sebagian atau selurun badan jalen dan ramburambu lau lintas, yang berakibat dapat membahayekan keselamatan lal lint. 3. BAB Ill KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN Bagian Kedua Kelertiben ‘A, Paragraf 1 Teri Jalan dan Angkutan Jalan Raya Pasa 10 dan Pasal 11 dinapus. 8. Paragraf 3 Tertib Sungai, Seluran dan Kolam Pasal 15 dan Pasa 18 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut : Paragrat 3 Tertib Sungai, Saluran dan Kolam Pasal 15 Setiap orang diarang menditikan bangunan den ateu bertempat tinggal di banteran ‘sungai, dipinggit saluran dan dipinggir kelam milik Pemerintah Kota, Pasal 18 Selian orang ditarang a, membudidayakan den memanfaattan kan di kolam miik Pemerintan Kota kecuali atas izin Walkota; b. merusek lampu hias, tanaman dan fasiitas lainnya yang ada di kawasan kolam, taman dan fasiitas laimnya milk Pemerintah Kota C. Pasal 19 dan Pasal 21 cihapus. D. Peragraf 6 Tertib Bangunan Pasal 25 diubah sehingga berbunyi sebagal berikut Paragral 6 Tertib Bangunan Pas i25 Setiap orang atau badan dilarang = a, mendirkan bargunan tanpa izin dari Walikota; b. mendirken bangunen dipinggir re! Kerete epi pada jarak yang citetapkan sesvai dengan keientuan petaturen perundang-undangan yang beslaku. 4, BAB Ill KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN Bagian Kedua Ketertiban Paragraf 8 Teertib Sosial Pasal 28 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut : Pasal 28 Walkota berwenang menertibkan setiap oreng yang mengidap penyakit gangguan jiwa dan meresehkan masyarakat yang berada Gi jalan, jalur hijau, teman dan tempat-tempat umum, 5, Ketentuen Pasal 30 ayat (1) dan ayat (2) dihapus, sehingga berbunyi sebagal berikut : Pasal 30 (1) Dihapus. (2) Dihapus. (3) Waikota berwerang mencabut izin tempatlempet yang digunakan untuk borbuat asusila, (4). Setiap orang ditarang mengunjungi bangunan atau rumah atau tempattempat yang ditutup berdasarkan ketentuan sebagaimana dimeksud pada ayat (3), (5) Tidak dianggap alau tidak termasuk sebagai rengunjung sebagaimana dimaksud pada ayat (d), adalah mereka yang tinggal dan menetap bersama-sama didalam bangunan atau rumeh itu, demikian pula keluarganya ; b. mereka yang berada ditangunan ateu rumah itu untuk menjalankan pekerjaannya ; c. petugas yang berada ditempat tersebut, untuk kepentingan dinas. 5 6, BAB IV KETENTUAN PIDANA Pasal 32, diubah judul dan isinya sehingga berbunyi sebagai. berkut : a) 2 @) BABIV PENYIDIKAN Pasal 32 Penyidikan tethadap pelanggaran Peraturan Daerah ini dilakukan oleh Penyidik sebagaimana dialur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Selain Penyidik tersebut pada ayat (1), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemerintah Kota diborikan kewenangan untuk metakukan penyiditan alas pelanggaran Peraturen Daerah ini, Apabila undang-undang yang menjadi dasar hukum tidak mengetur secara tegas kewenangan yang dberkannyz, maka Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam melacsanekan tui 3s penyidkan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), berwenang : 2. menerima laporan atau pengeduan dari seseorang mengenai adanya tindak pidana pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota yang mengganggu ketentraman dan ketertiban ; b. imelakukan lindakan pertama dan petmerisaan pada saat ilu ditempat fejadian ; cc. menyuruh berhenti seorang tersangka dan memeriksa tanda pengenal «iri tersangka; 4, melakukan penyitaen benda dan atau surat; fe, _mengambil sidik jari den memotret seseorang ; f, memanggil orang untuk cidengar den ¢iperiisa sebegal tersangke atau sakst ; g, mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara ; h. -mengadakan penghentian peryidikan seielah mendapat petunjuk dari penyidik bahwa tidak terdapat cukup bukti atzu peristiwa tersebut bukan merupaken tindak pidana dan selanjutnya melalui penyidik memberitahukan hal tersebut kepada Penuntu! Umum, tersangka atau eluarganya ; i, mengadakan findakan lain menurut hukum yang dapat dipertanggung jawabkan. 7. BAB V_ PENYIDIKAN Pasal 33, dlubah judul dan isinya sehingga berbunyi sebagai bericut qa) BABY KETENTUAN PIDANA Pasal 33 Pelanggaran atas ketentuan Pasal 8, Pasal 9, Pasal 11 sd. Pasal 20, Pesel 22 s.d. Pasal 25, Pasal 26 ayat (2), Pasal 27, Pasal 29, Pasal 30 ayat (4) dan Pasal 31 diancam dengan hukuman pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paing banyak Rp.50.000.000,- (ima puluh juta rupiah). lain ketentuan pidana sebagaimana cimaksud pada ayat (1), tndak idana yang telah diatur dengan kotentuan peraturan yang lobih tinggi diancam pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundeng-undengan yang berlaku e) (3). Tindak pidana sebageimana dimeksud pada ayat (1) adalah pelanggaran ddan tindak pidana sebagaimena dimeksid pada ayat (2) adalah Kejahatan, Pasal Ill Peraturan Daerah iri mulai beriaku cojak tanggal diundangken. ‘Ager seliap orang mengetahui, memerintahkan pangundangan Pereturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kola Palomtang. Ditsiepkan di Palembang pasa tanggal 22 Juni 2007 A a 7+ 0 NUIAGKDTA PALEMBANG, EDDY SANTANA PUTRA Jo,)) LEMBARAN DAERAH KOTA PALEMBANG TAHUN 2007 NOMON /3