Anda di halaman 1dari 18

PENGELOLAAN DAS TERPADU

STUDI KASUS : DAS CITARUM


Email : apriadi@unpas.ac.id
Prodi PWK
Kampus IV Universitas Pasundan

Situ Cisanti atau Titik 0 Hulu Sungai Citarum yang berada di Situ Cisanti
Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
NILAI STATEGIS DAS CITARUM
• 80% DIKONSUMSI PENDUDUK DKI JAKARTA
• SEBAGIAN LAIN DIGUNAKAN MASYARAKAT SEPANJANG
DAS
• BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR
• IRIGASI 420.000 HA SAWAH
( KERAWANG – PURWAKARTA – SUBANG – INDRAMAYU )
• PEMASOK LISTRIK 1.888 MEGA WATT JARINGAN
INTERKONEKSI JAWA - BALI
Sungai Citarum mengalir dari
hulu yang berada di daerah
Gunung Wayang, di sebelah
Selatan Kota Bandung, menuju
ke Utara dan bermuara di Laut
Jawa. Dengan panjang sekitar
297 km. Citarum merupakan
sungai terpanjang dan terbesar di
Provinsi Jawa Barat. Sungai
Citarum mempunyai peran yang
sangat penting bagi kehidupan
sosial ekonomi masyarakat
khususnya di Jawa Barat dan
DKI Jakarta. Air Sungai Citarum
digunakan sebagai sumber air
baku, irigasi pertanian,
perikanan, sumber bagi
pembangkit tenaga listrik tenaga
air untuk pasokan Pulau Jawa
dan Bali, serta sebagai pemasok
air untuk kegiatan industri.
Pembukaan lahan hutan
Pertambangan

Limbah Petanian
PERSOALAN Limbah Perkotaan
Limbah Industri
dari HULU Limbah Peternakan

DAMPAK Sedimentasi
Erosi
keHILIR Banjir
Kualitas air Menurun
Keracunan
PENGERTIAN
1. Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu
wilayah daratan yang merupakan satu
kesatuan ekosistem dengan sungai dan
anak-anak sungainya yang berfungsi
menampung, menyimpan, dan mengalirkan
air yang berasal dari curah hujan ke danau
atau laut secara alami, yang batas di darat
merupakan pemisah topografis dan batas di
laut sampai dengan daerah pengairan yang
masih terpengaruh aktivitas daratan. (UU
No 7/2004 Ps 1)
2. Pengelolaan DAS (PDAS) adalah upaya
manusia dalam mengatur hubungan timbal
balik antara sumberdaya alam dengan
manusia di dalam DAS dan segala
aktivitasnya, agar terwujud kelestarian dan
keserasian ekosistem serta meningkatnya
kemanfaatan sumberdaya alam bagi
manusia secara berkelanjutan. (PP No.37
Tahun 2012)
Sumber: silver hutabarat
Daerah Aliran Sungai (DAS)
[Watershed, catchment area, river basin]

DAS WILAYAH DARATAN DIBAGI HABIS


DALAM WILAYAH DAS/SUBDAS
DAS LAIN

SUB DAS

SUB DAS

SUB DAS

silver hutabarat
silver hutabarat
MULTI SISTEM DAS
Multi Sektor

Multi Pihak

Multi Disiplin

Multi Pendekatan

• DAS sebagai multi sistem menumbuhkan konsep integrated watershed managemet


(pengelolaan DAS terpadu).

• Makna TERPADU bukan hanya dipadukan antar sektor, antar wilayah dan antar
pihak, tetapi juga TERPADU dalam kontek satu kesatuan yang utuh dengan
memperhatikan kondisi ekonomi, politik, sosial, budaya.
Karakteristik DAS yang Ideal

Mampu memberikan
1 3 Mampu menjaga
produktivitas lahan
adanya pemerataan
yang tinggi
pendapatan petani
(equity)

2 Mampu menjamin kelestarian 4 Mampu


DAS (menjamin produktivitas yg
mempertahankan
tinggi, erosi/sedimen yg rendah, &
kelestarian DAS
fungsi DAS sebagai penyimpan air
terhadap goncangan
dapat memberikan “Water yield”
yang terjadi (recilient).
yang cukup tinggi dan merata
sepanjang tahun)

Sumber : Sinukaban (1994)


PERMASALAHAN DAS DI INDONESIA

Banjir, kekeringan Tanah longsor, erosi


Degradasi hutan dan dan sedimentasi di
lahan sungai/ saluran/ waduk/
danau

Dana pemerintah Pencemaran air


terbatas dan tanah

Tingkat pendapatan Keterpaduan dan


dan partisipasi Konflik antar koordinasi antar sektor,
penduduk rendah kepentingan antar antar instansi lemah
daerah hulu hilir
DAS
1) Adanya keterkaitan antar
berbagai kegiatan
(multi sektor).
 Kehutanan
 Pertanian
2) Melibatkan berbagai  Perkebunan
disiplin ilmu.  Peternakan
 Perikanan
PDAS  PU
 Sosial
3) Batas DAS tidak selalu  Ekonomi
bertepatan dengan  Kesehatan
Dll.
batas wilayah
administrasi.
Lanjutan…
4) Adanya interaksi hulu-hilir sehingga perlu koordinasi , permasalahan
PDAS seringkali harus diselesaikan lintas bagian dan harus lintas
sektor.

t0

Hulu
t1

Hulu Tengah
t2
Tengah Hilir t3
Hilir
Tujuan Pengelolaan DAS Terpadu
1. Terwujudnya kondisi tata air
DAS yang optimal meliputi
jumlah, kualitas dan distribusi
ruang dan waktu.
2. Terwujudnya kondisi lahan yang
produktif sesuai daya dukung
dan daya tampung DAS.
3. Terwujudnya peningkatan
kesejahteraan masyarakat.

Untuk mewujudkan tujuan tsb


diperlukan koordinasi, integrasi,
sinkronisasi dan sinergi antar
multipihak dalam pengelolaan
DAS.
PENUTUP

1. Pengelolaan DAS harus secara terpadu karena mencakup


keterkaitan berbagai unsur ekosistem, lintas daerah
administratif dan melibatkan banyak stakeholder
(pemerintah, swasta dan masyarakat, dll)

2. Rencana Pengelolaan DAS Terpadu bukan rencana sektor


kehutanan saja, tetapi sebagai rencana jangka panjang
para pemangku kepentingan dalam DAS, karena itu
penyusunannya harus dilakukan secara partisipatif
sehingga akan meningkatkan rasa kepemilikan dan
komitmen para pihak untuk melaksanakannya sesuai
perannya masing-masing.
Dikhawatirkan apabila kabupaten2 yang terletak
dalam satu DAS memiliki kebijakan thd SDA sendiri-
sendiri, gambar di bawah akan terjadi.

Anda mungkin juga menyukai