Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH RUTIN

MK. FIS. SMA B.LAB


PRODI S1 PF - FMIPA

Skor Nilai :

“PENTINGNYA PRAKTIKUM FISIKA DI TINGKAT SMA”


Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah “Fisika SMA Berorientasi Lab”

OLEH :
KELOMPOK 1
NAMA MAHASISWA : DICKI ANTONI PANJAITAN (4172121020)

ERNAULI BR HALOHO (4172121021)


HILERI FLORIDA SITUMORANG (4172121022)
IFFAH KHAIRIYAH ISMAYANTI (4173121023)
LINDU P SIMANULLANG (4172121025)
LISA SONIA HUTAJULU (4172121026)
MALIK ALFATAH SEMBIRING (4172121027)
MONARISA NAPITUPULU (4173121030)
M.TAUFIQ ABDILLAH (4171121021)
NANDA JULFA REZEKI (4173121031)

DOSEN PENGAMPU : Drs. NURLIANA MARPAUNG, M.Si

MATA KULIAH : FISIKA SMA BERORIENTASI LABORATORIUM

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya
yang sangat sederhana. Makalah ini membahas tentang “PENTINGNYA PRAKTIKUM
FISIKA DI TINGKAT SMA” bertujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah Fisika SMA
Berbasis Laboratorium yang diampu oleh bapak Drs. NURLIANA MARPAUNG, M.Si

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca. Kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca agar kedepannya kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini
sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Medan, 23 Agustus 2019

Penyusun

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................................... i

Daftar Isi ................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ........................................................................................ 1


1.2. Rumusan Masalah ................................................................................... 1
1.3. Tujuan ...................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 3

2.1. Pengertian Praktikum 3


2.2. Peranan Praktikum Fisika dalam Pembelajaran 4
2.3. Kendala Praktikum Fisika di SMA 5
2.4. Pelaksanaan praktikum di tingkat SMA 6

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan ........................................................................................... 7


3.2. Saran ...................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembelajaran sains yang dilaksanakan akhir-akhir bersifat hafalan, kering dan kurang
mengembangkan proses berfikir siswa. Masih banyak guru fisika yang kurang memanfaatkan
kegiatan praktikum sebagai sarana mempelajari konsep fisika. padahal kemampuan berfikir
siswa dalam membangun konsep fisika dapat dikembangkan melalui kegiatan praktikum.
Kegiatan praktikum dapat juga memberikan keterampilan belajar siswa sama seperti para ahli
sains.
Konsep pelajaran sains memang seharusnya menggunakan konsep inquiry, bukan
dengan cara menghafal rumus, hukum-hukum dan postulat. Belajar dari pengalaman
langsung merupakan proses pembelajaran yang terbaik. Terlebih, siswa juga dapat mengingat
lebih lama.
Implementasi praktikum Fisika di lapangan sekarang ini ternyata masih menghadapi
banyak kendala. Permasalahan yang di hadapi guru dalam menyelenggarakan praktikum,
antara lain kurangnya peralatan dan bahan praktikum dan kurangnya pengetahuam dan
keterampilan guru dalam mengelola kegiatan praktikum. Selain itu, tidak adanya asisten yang
membantu guru dan terlalu banyaknya siswa sehingga menyulitkan pengaturan proses
kegiatan.
Tingkat Keefektifan penyelenggaraan praktikum ditentukan oleh kualitas sumber daya
antara lain yaitu kualitas pendidik dan kelengkapan laboratorium. Selain itu adalah
perencanaan kegiatan yang berkualitas dan strategi asesmen yang tepat. Kegiatan praktikum
di laboratorium memiliki beberapa tujuan pokok. Tujuan pokok tersebut antara lain adalah
membangun konsep dan mengkomunikasikan berbagai fenomena alam yang terjadi dalam
sains kepada siswa serta mengatasi miskonsepsi siswa karena siswa memperoleh konsep
berdasarkan pengalaman nyata

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah definisi praktikum ?

2. Apa Peranan Praktikum pada SMA?

3. Apa saja kendala praktikum fisika di sekolah ?

4. bagaimana pelaksanaan praktikum di tingkat SMA ?

1
1.3 Tujuan

1. mengetahui definisi praktikum

2. mengetahui Peranan praktikum Fisika pada SMA

3. mengetahui apa saja kendala praktikum fisika di SMA

5. mengetahui pelaksanaan praktikum di tingkat SMA

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Praktikum
Pratikum berasal dari kata praktik yang artinya pelaksanaan secara nyata apa yang
disebut dalam teori. Sedangkan pratikum adalah bagian dari pengajaran yang bertujuan agar
siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan di keadaan nyata, apa yang
diperoleh dari teori dan pelajaran praktik (KBBI, 2001:785). Menurut Sudirman (1992:163)
metode praktikum adalah cara penyajian pelajaran kepada siswa untuk melakukan percobaan
dengan mengalami dan membuktikan sesuatu yang dipelajari. Hal ini didukung pula oleh
Winatapura (1993:219) yang menyatakan bahwa metode praktikum adalah suatu cara
penyajian yang disusun secara aktif untuk mengalami dan membuktikan sendiri tentang apa
yang dipelajarinya. Melalui praktikum, peserta didik dapat memiliki banyak pengalaman,
baik berupa pengamatan langsung atau bahkan melakukan percobaan sendiri dengan objek
tertentu. Tidak diragukan lagi bahwa melalui pengalaman langsung (first-hand experiences),
peserta didik dapat belajar lebih mudah dibandingkan dengan belajar melalui sumber
sekunder, misalnya buku.

Di dalam kegiatan praktikum sangat dimungkinkan adanya penerapan beragam


keterampilan proses sains sekaligus pengembangan sikap ilmiah yang mendukung proses
perolehan pengetahuan (produk keilmuan) dalam diri siswa. Disinilah tampak betapa
praktikum memiliki kedudukan yang amat penting dalam pembelajaran Fisika, karena
melalui praktikum siswa memiliki peluang mengembangkan dan menerapkan keterampilan
proses sains, sikap ilmiah dalam rangka memperoleh pengetahuannya, kegiatan praktikum
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu praktikum terbimbing atau terencana dan praktikum
bebas. Kegiatan siswa dalam praktikum terbimbing hanya melakukan percobaan dan
menemukan hasilnya saja, seluruh jalannya percobaan sudah dirancang oleh guru. Langkah-
langkah percobaan, peralatan yang harus digunakan, serta objek yang harus diamati atau
diteliti sudah ditentukan sejak awal oleh guru. Sedangkan kegiatan siswa dalam praktikum
bebas lebih banyak dituntut untuk berpikir mandiri, bagaimana merangkai alat percobaan,
melakukan percobaan dan memecahkan masalah, guru hanya memberikan permasalahan dan
objek yang harus diamati atau diteliti.

Sedikitnya ada empat alasan yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan Fisika
mengenai pentingnya kegiatan praktikum. Pertama, praktikum membangkitkan motivasi

3
belajar Fisika. Kedua, praktikum mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar
melaksanakan eksperimen. Ketiga, praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah.
Keempat, praktikum menunjang pemahaman materi pelajaran. Pada pelaksanaan praktikum
dalam proses pembelajaran, ada langkahlangkah yang perlu dilakukan agar hasil yang
diharapkan dapat tercapai dengan baik. Menurut Djajadisastra (1982, dalam Anggraini,
2012:21-22) ada tiga langkah utama yang perlu dilakukan, yaitu langkah persiapan, langkah
pelaksanaan, dan tindak lanjut metode praktikum. Langkah persiapan diperlukan untuk
memperkecil kelemahan-kelemahan atau kegagalan-kegagalan yang dapat muncul. Kegiatan
yang dapat dilakukan dalam langkah persiapan antara lain menetapkan judul dan tujuan
praktikum, mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan, mempersiapkan tempat
praktikum, mempertimbangkan jumlah siswa dengan jumlah alat yang tersedia dan kapasitas
tempat praktikum, mempersiapkan tata tertib dan disiplin selama praktikum, serta membuat
petunjuk dan langkah-langkah praktikum. Pada langkah pelaksanaan praktikum, siswa
melakukan kegiatan praktikum sesuai dengan petunjuk dan langkah-langkah yang telah
dibuat pada tahap persiapan praktikum. Langkah-langkah yang dibuat disesuaikan dengan
materi pembelajaran yang akan dipraktikumkan. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan
praktikum adalah mengobservasi( mengamati) percobaan, mencatat data, menganalisis data,
menjawab pertanyaan, menyimpulkan hasil praktikum, dan mengomunikasikan hasil
praktikum. Sedangkan guru dalampelaksanaan praktikum adalah mengawasi proses
praktikum yang sedang dilakukan oleh siswa, baik secara menyeluruh maupun perkelompok.
Setelah praktikum dilaksanakan, kegiatan guru selanjutnya adalah melakukantindak lanjut
kepada siswa dengan cara meminta siswa membersihkan dan menyimpan peralatan yang
digunakan, mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan selama praktikum, membuat
laporan hasil praktikum, memintaperwakilan siswa untuk mempresentasikan hasil laporan
yang telah diperoleh dan dibuat selama kegiatan praktikum berlangsung.

B. Peranan Praktikum Fisika dalam pembelajaran


Dalam pendidikan fisika praktikum merupakan bagian integral dari kegiatan belajar
mengajar, khususnya fisika.Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan kegiatan
praktikum untuk mencapai tujuan pendidikan fisika. Terdapat empat alasan mengenai
pentingnya praktikum fisika, terdiri atas :

4
1. Praktikum membangkitkan motivasi belajar sains.
siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa ingin tahu dan ingin bisa.
Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana siswa menemukan pengetahuan
melalui eksplorasinya terhadap alam.

2. Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen.


Dengan kegiatan praktikum siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan dasar
melakukan eksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam mengobservasi dengan
cermat, mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau lebih canggih,
menggunakan dan menangani alat secara aman, merancang, melakukan dan
menginterprestasikan eksperimen.

3. Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah.


Di dalam kegiatan praktikum, siswa dituntut untuk merumuskan masalah, merancang
eksperimen, merakit alat, melakukan pengukuran secara cermat, menginterprestasi data
perolehan, serta mengkomunikasikannya melalui laporan yang harus dibuatnya serta dapat
mengambil kesimpulan dari yang telah didapatkannya.

4. Praktikum menunjang materi pelajaran.


Praktikum merupakan kegiatan yang dapat digunakan sebagai verifikasi konsep yang
diajarkan oleh guru di kelas. Melalui kegiatan praktikum ini siswa mendapatkan kebenaran
konsep atau teori yang telah mereka dapatkan secara nyata sehingga pemahaman konsep
atau materi pelajarannya lebih mengena dan selalu diingat sepanjang masa. Kemampuan
guru dalam pengelolaan laboratorium disesuaikan dengan Permendiknas No. 26 tahun
2008 tentang Standar Tenaga Pengelola Laboratorium Sekolah/Madrasah. Pengelolaan
laboratorium fisika meliputi; mengkoordinasikan kegiatan praktikum dengan guru, menyusun
jadwal kegiatan laboratorium, memantau pelaksanaan, kegiatan laboratorium, mengevaluasi
kegiatan laboratorium, mengelola kegiatan laboratorium sekolah/madrasah, menyusun
laporan kegiatan laboratorium, dan mengkoordinasikan kegiatan praktikum. Oleh karena itu,
dalam kegiatan pelatihan pengelola laboratorium fisika di sekolah untuk kompetensi
pengelolaan laboratorium disesuaikan dengan peraturan menteri tersebut.

C. Kendala Praktikum Fisika di SMA


1) Kepala laboratorium hanya sebagai profesi sampingan dari seorang guru
2) Laboran belum menguasai dan memahami berbagai alat laboratorium dan pekerjaan
laboran

5
3) Minat dan motivasi guru untuk menggunakan laboratorium dalam pembelajaran
kurang
4) Laboratorium tidak dikelola dengan baik, sehingga jika guru ingin menggunakan
laboratorium harus menyiapkan sendiri mulai dari perencanaan, penyiapan alat,
penggunaan dan pengembalian serta penyimpanan alat.
5) Alat dan bahan laboratorium fisika belum tersusun dengan baik, sehingga untuk
mencari satu jenis alat saja diperlukan waktu dan curah tenaga yang cukup banyak
6) ruang laboratorium sering digunakan untuk kegiatan lain, seperti rapat-rapat, ruang
panitia ujian, atau bahkan sebagai ruang untuk penyimpanan berbagai barang sekolah
lainnya.

D. Pelaksanaan Praktikum di Tingkat SMA


Secara umum standar Pelaksanaan praktikum fisika SMA telah terpenuhi, tetapi
untuk standar tenaga laboratorium belum terpenuhi. Laboratorium fisika SMA belum
memiliki tenaga teknisi, bahkan kepala laboratorium dan laboran yang ada belum memiliki
kompetensi yang cukup dalam pengelolaan labo-ratorium. Sehingga diperlukan program
peningkatan sumberdaya manusia yang menguasai manajemen dan sistem pengelolaan
laboratorium sekolah. Selain pengetahuan yang cukup, juga perlu adanya motivasi dan
dorongan yang kuat agar para pengelola laboratorium mampu dan mau
mengimplementasikan penge-tahuannya dalam membangun sistem pengelolaan laboratorium
yang efektif dan efisien. Dengan demikian, maka perlu dilakukan treatment untuk
memfasilitasi implementasi sistem pengelolaan laboratorium fisika tersebut.

Pelajaran fisika di SMA dilaksanakan sebanyak 3 jam pelajaran, dengan 3 jam


pelajaran ini seharusnya guru mampu membagi jam pelajaran dengan adanya materi dan
praktikum, sehingga siswa akan lebih mudah memahami konsep dan bisa lebih melekat
kepada siswa. Misalkan saja 2 jam pelajaran digunakan penyampaian materi dan 1 jam
pelajaran digunakan praktikum atau bisa juga sebaliknya. Tetapi masih ada sekolah yang
kurang menggunakan praktikum sehingga 3 jam pelajaran hanya dihabiskan dengan materi
dan soal – soal saja, sehingga mengakibatkan siswa kurang memahami konsep dan bahkan
hampir ssetengahnya yang tidak paham.

6
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Secara umum standar Pelaksanaan praktikum fisika SMA telah terpenuhi, tetapi
untuk standar tenaga laboratorium belum terpenuhi. Masih banyak juga kendala – kendala
lain yang ditemukan pada pengelolahan laboratorium fisika salah satunya Minat dan motivasi
guru untuk menggunakan laboratorium dalam pembelajaran kurang, sehingga dapat
mempengaruhi pembelajaran fisika dalam pemahaman konsep.

B. Saran
Perlu program bimtek tenaga laboratorium yang dilanjutkan dengan pendampingan
dalam pengelolaan dan pemberdayaan laboratorium fisika SMA di Dengan demikian, maka
peranan laboratorium sekolah dalam menunjang proses pembelajaran dapat dioptimalkan dan
kegiatan praktikum dapat berjalan secara efisien. terutama tuntutan dalam penerapan
kurikulum 2013, dimana dalam pembelajaran fisika menekankan pendekatan ilmiah dan
metode penemuan (inkuiri), maka pada setiap proses pembelajaran fisika memerlukan
kegiatan berbasis laboratorium.

7
DAFTAR PUSTAKA

Suseno Dan Riswanto, 2017. Sistem Pengelolaan Laboratorium Fisika Untuk


Mewujudkan Pelaksanaan Praktikum Yang Efisien. Jurnal Pendidikan Fisika. 05(01) ; 77-86.

Yanti,dkk. 2016. Analisis Sarana Prasarana Laboratorium Fisika Dan Intensitas


Kegiatan Praktikum Fisika Dalam Mendukung Pelaksanaan Pembelajaran Fisika Sma Negeri
Di Kabupaten Jember. Jurnal pembalajaran fisika. 05(01); 41-46