Anda di halaman 1dari 4

1.

Ketahanan Otot
Ketahanan otot merupakan salah satu unsur penting dalam kebugaran tubuh.
Ketahanan otot menunjukkan kemampuan seseorang dalam melakukan repetisi
gerakan dan mampu menahan kelelahan hingga kurun waktu tertentu. Percobaan
yang dilakukan dalam praktikum kali ini adalah sit-up test. Tes ini bertujuan
untuk melihat ketahanan otot perut seseorang. Hasil yang diperoleh lewat tes pada
praktikum yaitu 39x/menit. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan tabel
parameter pengukuran berikut ini.

Tabel 2. Norma Tes Sit-up 1 menit


Kategori Umur (tahun)
15-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60-69
Laki –
Laki
Baik sekali ≥ 48 ≥ 43 ≥ 36 ≥ 31 ≥ 26 ≥ 23
Baik 42-47 37-42 31-35 26-30 22-25 17-22
Cukup 38-41 33-36 27-30 22-25 18-21 12-16
Kurang 33-37 29-32 22-26 17-21 13-17 7-11
Kurang ≤ 32 ≤ 28 ≤ 21 ≤ 16 ≤ 12 ≤6
sekali
Perempuan
Baik sekali ≥ 42 ≥ 36 ≥ 29 ≥ 25 ≥ 19 ≥ 16
Baik 36-41 31-35 24-28 20-24 12-18 12-15
Cukup 31-35 25-30 20-23 15-19 5-11 4-11
Kurang 27-30 21-24 15-19 7-14 3-4 2-3
Kurang ≤ 26 ≤ 20 ≤ 14 ≤6 ≤2 ≤1
sekali
(Sumber: Nieman D, 1990)
Hasil yang didapatkan setelah disesuikan dengan tabel di atas yaitu termasuk
kategori Baik. Hal selanjutnya yang harus dilakukan oleh subjek adalah untuk
meningkatkan ketahanan otot tubuhnya demi menjaga kebugaran fisiknya.
Ketahanan seseorang berbeda menurut tiap individu. Perbedaan ketahanan
seseorang ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dimiliki individu tersebut.
Faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan otot yaitu:
a. Genetik
Genetik berperan penting dalam menentukan ketahanan otot seseorang.
Gen yang memengaruhi ketahanan seseorang yaitu gen ACTN3. Gen ini
akan memengaruhi jenis serat otot yang dimiliki seseorang serta kekuatan
dan ketahanannya (MacArthur, 2007).
Selain genetik, jenis serat otot yang dimiliki seseorang juga penting
dalam menentukan ketahanan otot seseorang. Berikut ini beberapa jenis serat
otot yang terdapat dalam otot manusia (Schiaffino, 2011).
1) Tipe 1
Serat otot tipe 1, atau sering juga disebut dengan tipe RR,
merupakan serat otot yang memiliki cadangan energi yang banyak.
Cadangan energi ini berasal dari myoglobin, sehingga serat otot tipe 1
berwarna merah. Namun, reaksi serta kontraksi yang dilakukan serat
otot ini cukup lambat. Serat otot ini lebih berfungsi untuk ketahanan
otot seseorang.
2) Tipe 2
Serat otot tipe 2 merupakan serat otot yang memiliki waktu reaksi
dan juga kontraksi yang cepat. Namun, daya tahan serat otot ini tidak
lama akibat cadangan energi yang sedikit, sehingga lebih cocok
difungsikan kea rah kekuatan otot. Warna serat otot ini yaitu putih
karena sedikitnya cadangan energi yang dimilikinya.
Serat otot tipe 2 memiliki 2 sub tipe. Tipe pertama yaitu 2X (XX).
Tipe ini merupakan tipe yang didominasi oleh serat otot tipe 2,
sehingga serat otot ini baik digunakan untuk gerakan explosive atau
meledak-ledak serta cepat. Tipe kedua yaitu tipe 2A (RX). Tipe ini
memiliki kadar serat otot putih dan merah yang cukup seimbang,
sehingga mereka yang memiliki serat otot ini dapat melakukan aktivitas
cepat maupun aktivitas yang menuntut ketahanan otot yang baik.
Walaupun dalam klasifikasinya terdapat banyak sekali jenis serat
otot, pada dasarnya setiap individu memiliki semua jenis serat otot ini.
Namun, kembali lagi pada genetic masing-masing individu, karena
genetic tersebut memengaruhi jenis serat mana yang dominan dalam
tiap individu.
b. Ras
Ras turut memengaruhi ketahanan otot seseorang. Ras ikut memengaruhi
ketahanan otot karena ras juga terkait dengan genetic yang dibawa oleh suatu
ras.
c. Usia
Usia seseorang turut memengaruhi ketahanan otot seseorang. Semakin tua
seseorang, semakin menurun pula tingkat ketahanan otot yang dimilikinya.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor degeneratif yang dialami orang yang
makin beranjak usia.
d. Jenis Kelamin
Jenis kelamin seseorang memengaruhi kekuatan dan ketahanan otot
seseorang. Pria memiliki kekuatan dan ketahanan otot yang lebih besar
dibandingkan dengan wanita. Hal ini dipengaruhi oleh hormon testosterone
yang dominan pada pria. Testosterone terbukti menjadi hormone penting
yang memengaruhi kekuatan dan ketahanan otot pria (Sattler, 2011). Wanita
memiliki kadar testosterone yang jauh lebih sedikit daripada pria karena
dominasi hormone esterogen.
e. Asupan nutrisi
Asupan nutrisi seseorang turut memengaruhi ketahanan otot seseorang.
Orang yang mampu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya
dengan baik mampu meningkatkan kekuatan serta aktivitas ototnya (Schmitz,
2010).
f. Status gizi dan kesehatan
Status gizi dan kesehatan seseorang memiliki pengaruh penting dalam
kekuatan dan ketahanan otot seseorang. Orang yang memiliki status gizi
buruk akan memiliki daya tahan dan kekuatan otot yang kurang baik. Orang
yang sakit juga memiliki penurunan kekuatan serta daya tahan otot yang
dimilikinya.

Dapus

MacArthur, Daniel G., Kathryn N. North. 2007. “ACTN3: A Genetic Influence on


Muscle Function and Athletic Performance”Exerc. Sport Sci. Rev., Vol. 35,
No. 1, pp. 30Y34

Stefano Schiaffino, Carlo Reggiani. 2011. “Fiber Types in Mammalian Skeletal


Muscles”.Physiological Reviews Vol. 91 no. 4, 1447-1531.

Sattler, Fred R., Carmen Castaneda-Sceppa, Ellen F. Binder, E. Todd Schroeder,


Ying Wang, Shalender Bhasin, et al. 2011. “Testosterone and Growth
Hormone Improve Body Composition and Muscle Performance in Older
Men”. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.Volume 94, Issue
6.