Anda di halaman 1dari 42

1.

KASUS

Sebuah pemukiman perumahan yang berada di tengah perkebunan sering menjumpai


permasalahan keberadaan tikus di pemukiman tersebut.

Pertanyaan soal :
Metode pengendalian apa yang diperlukan di pemukiman tersebut agar diperoleh hasil
pengendalian jangka panjang ?

Pilihan Jawaban
a. Pengendalian primer (modifikasi lingkungan)
b. Pemasangan perangkap (cage trap)
c. Pemasangan perangkap snap trap
d. Pemasangan umpan racun anticoagulan
e. Pemasangan umpan sngle dose poison

2. KASUS
Kecoa di pemukiman maupun di bangunan lainnya mempunyai kemampuan bersembunyi di
tempat – tempat yang sulit dijangkau, selain itu serangga ini juga bersifat pemakan segala.

Pertanyaan soal :
Metode apa yang efektif untuk mengendalikan kecoa dan memberikan efek pada semua koloni
yang ada di suatu tempat.?

Pilihan Jawaban
a. Fogging (thermal fog)
b. Fogging (cold fog)
c. Spraying
d. Biting dengan insektisida
e. Biting dengan IGR

3. KASUS
Hasil susceptability test Malathion dengan dosis tinggi di suatu daerah memperlihatkan sasaran
uji yang susceptible sebesar 40%.

Pertanyaan soal :
Apakah jenis insektisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan sasaran uji di daerah
tersebut ?

Pilihan Jawaban
a. Cypermethrin
b. Diazinon
c. Fenitrotion
d. Propoksur
e. Temephos

4. KASUS
Guna melakukan pengendalian vektor dengan aplikasi insektisida di suatu wilayah diperoleh
data sebagai berikut:
- Insektisida yang tersedia adalah formulasi insektisida X mempunyai ketentuan penggunaan
untuk setiap 100 m2 luas areal sasaran memerlukan 20ml formulasi insektisida X.
- Luas sasaran aplikasi adalah 20 000m2
- Aplikator yang tersedia mempunyai output capacity 10 liter/jam
- Waktu yang diperlukan untuk memobilisasi aplaikator untuk mecover wilayah aplikasi seluas
20 000m2 adalah selama 40 menit
.
Pertanyaan soal :
Berapa volume formulasi insektisida X yang diperlukan untuk keperluan aplikasi di atas?

Pilihan Jawaban
a. 400ml
b. 666ml
c. 2000ml
d. 4000ml
e. 20 000ml

5. KASUS
Guna melakukan aplikasi insektisida di suatu wilayah diperoleh data sebagai berikut:
- Insektisida yang tersedia adalah formulasiinsektisida X mempunyai ketentuan penggunaan
untuk setiap 100 m2 memerlukan 20ml.
- Luas sasaran aplikasi adalah 20 000m2
- Aplikator yang tersedia mempunyai output capacity 10 liter/jam
- Waktu yang diperlukan untuk memobilisasi aplaikator untuk mecover wilayah aplikasi seluas
20 000m2 adalah selama 40 menit
Pertanyaan soal :
Berapa volume pengencer yang diperlukan untuk aplikasi insektisida di atas ?
Pilihan Jawaban
a. 666ml
b. 2666ml
c. 4000ml
d. 6666ml
e. 20000ml

6. KASUS
Hasil surevey di suatu desa menunjukkan larva Aedes aegypti selain ditemukan di
conteiner di dalam dan di luar rumah, juga di sawah.

Pertanyaan soal :
Metode pengendalian apa yang dapat diterapkan untuk mengendalikan larva di atas selain
metode 3M ?

Pilihan Jawaban
A. Aplikasi larvasida
B. Aplikasi insektisida IGR
C. Introduksi predator
D. Pengeringan lahan
E. Pengaturan pola tanam

7. KASUS
Di daerah perbukitan gunungan yang sulit air sering dijumpai keberadaan bak – bak
penampungan air berukuran besar, bedasar hasil survey pada bak – bak tersebut sering
dijumpai keberaan larva Aedes.

Pertanyaan soal :
Apa metode pengendalian yang dapat diterapkan untuk mengendalikan larva tersebut?

Pilihan Jawaban
A. Melaksanakan 3 M
B. Aplikasi larvasida
C. Aplikasi predator ikan
D. Aplikas predator Mesocyclop
E. Abatisasi

8. KASUS
Penerapan konsep pengelolaan vektor terpadu lebih menekankan pada pengendalian primer
yang berupa pengelolaan lingkungan.

Pertanyaan soal :
Manakah metode pengendalian yang menerapkan konsep pengelolaan di atas?

Pilihan Jawaban
A. Aplikasi larvasida
B. Aplikasi traping
C. Aplikasi ovisida
D. Introduksi predator
E. Aplikasi oiling

9. VIGNET
Perhatikan gambar neuron di bawah ini

T
Pertanyaan soal :
Manakah jenis insektisida yang mempunyai tempat kerja seperti ditunjukkan pada tanda panah
di atas ?

Pilihan Jawaban
A. Alletrin
B. Avernectin
C. Cypermethrin
D. Pyrethrium
E. Propoksur

10. VIGNET
Lapisan wax pada integument kecoa merupakan penghalang masuknya insektisida ke dalam
tubuhnya

Pertanyaan soal :
Manakah stadium yang paling rentan terhadap insektisida?

Pilihan Jawaban
A. Larva
B. Nimfa minggu I
C. Nimfa minggu II
D. Pupa
E. Imago

11. KASUS
Desa A adalah desa endemis malaria, saat dilakukan survey di desa tersebut dijumpai 5 (lima)
orang penderita (positif laboratorium).

Pertanyaan soal :
Manakah metode survey vektor malaria yang dapat dilaksanakan di desa tersebut?.

Pilihan Jawaban
A. Man biting
B. Resting collection
C. Single collection
D. Visual method
E. Space spraying

12. KASUS
Desa X adalah suatu desa yang terletak memanjang dipinggir pantai dan jaraknya tidak lebih dari
1 km dari pantai. Disebelah desa tersebut terdapat air tergenang atau lagun dengan airnya yang
payau. Pinggir-pinggir lagun tersebut curam, namun masih dijangkau apabila melakukan
kegiatan pada lagun tersebut. Lagun tersebut tidak dipakai untuk memandikan sapi, atau ternak
lain karena tebingnya curam.Penduduknya kebanyakan bermata pencaharian nelayan.Sekitar
bulan Oktober di Desa X terjadi kasus penderita demam, panas, menggigil dan berkeringat
sejumlah 2 orang nelayan, yang menurut pengakuannya tidak pernah pergi kemana-mana, hanya
melaut saja. Setelah berobat dan pemeriksaan laboratorium ke Puskesmas terdekat ternyata
menderita positif malaria. Lagun yang di obervasi petugas ternyata kadar garamnya 1,4
%,larvanya banyak

Pertanyaan soal :
Menurut anda speceis vektor malaria yang berkembang biak pada lagun, jenisnya apa?

Pilihan Jawaban
f. Anopheles sundaicus b. Anopheles aconitus
c. Anopheles bancrofti d. Anopheles kochi
e. Anopheles koliensis

13. KASUS
Desa X adalah suatu desa yang terletak memanjang dipinggir pantai dan jaraknya tidak lebih dari
1 km dari pantai. Disebelah desa tersebut terdapat air tergenang atau lagun dengan airnya yang
payau. Pinggir-pinggir lagun tersebut curam, namun masih dijangkau apabila melakukan
kegiatan pada lagun tersebut. Lagun tersebut tidak dipakai untuk memandikan sapi, atau ternak
lain karena tebingnya curam.Penduduknya kebanyakan bermata pencaharian nelayan.Sekitar
bulan Oktober di Desa X terjadi kasus penderita demam, panas, menggigil dan berkeringat
sejumlah 2 orang nelayan, yang menurut pengakuannya tidak pernah pergi kemana-mana, hanya
melaut saja. Setelah berobat dan pemeriksaan laboratorium ke Puskesmas terdekat ternyata
menderita positif malaria. Lagun yang di obervasi petugas ternyata kadar garamnya 1,4
%,larvanya banyak.

Pertanyaan soal :
Dengan melihat situasi lagun tersebut, tindakan apa sebaiknya yang dilakukan ?

Pilihan Jawaban
a. Larviciding/oiling b. Spraying
c. Abatisasi d. Fogging
e. Pemakaian kelambu
14. KASUS
Desa X adalah suatu desa yang terletak memanjang dipinggir pantai dan jaraknya tidak lebih dari
1 km dari pantai. Disebelah desa tersebut terdapat air tergenang atau lagun dengan airnya yang
payau. Pinggir-pinggir lagun tersebut curam, namun masih dijangkau apabila melakukan
kegiatan pada lagun tersebut. Lagun tersebut tidak dipakai untuk memandikan sapi, atau ternak
lain karena tebingnya curam.Penduduknya kebanyakan bermata pencaharian nelayan.Sekitar
bulan Oktober di Desa X terjadi kasus penderita demam, panas, menggigil dan berkeringat
sejumlah 2 orang nelayan, yang menurut pengakuannya tidak pernah pergi kemana-mana, hanya
melaut saja. Setelah berobat dan pemeriksaan laboratorium ke Puskesmas terdekat ternyata
menderita positif malaria. Lagun yang di obervasi petugas ternyata kadar garamnya 1,4
%,larvanya banyak.

Pertanyaan soal :
Menurut anda 2 orang penderita malaria tersebut termasuk jenis apa ?

Pilihan Jawaban
a. Indigenous b. Relaps
c. Introduce d. Import
e. Induced

15. KASUS
Desa B adalah suatu desa terpencil dengan luas 40 Ha dan jumlah penduduknya sekitar 50 KK
yang terpencar merata di Desa tersebut.Salah satu warganya terjangkit Malaria. Untuk mencegah
penyebaran vector Malaria tersebut, Kepala Lingkungan atau Kepala RT meminta bantuan untuk
melakukan pengendalian vector dengan dengan aplikasi Spraying. Telah dibelikan 10 liter
baygon 50 EC dan konsentrasibahan aktifnya adalah 0,8 %. Sementara luas yang akan disemprot
( di-Spraying ) adalah 5.000 meter persegi. Selain itu ditetapkan pula dosis aplikasinya adalah 30
cc larutan per meter persegi

Pertanyaan soal :
Dengan data tersebut diatas, berapa liter larutan semprot yang dibutuhkan ?

Pilihan Jawaban
a. 2,4 liter b. 3,4 liter
c. 4,4 liter d. 5,4 liter
b. 6,4 liter

16. KASUS
Desa X adalah suatu desa yang terdiri dari 10 RT dengan luas 50 Ha.Penduduknya sebagian
besar pedagang dan buruh kecil, karyawan perusahaan dan pegawai negeri rendahan..Di salah
satu rumah tangga terkena Demam Berdarah. Setelah disurvei dan diperiksa 400 unit
rumah,ditemukan 1000 kontener, ternyata yang mengandung larva Aedes aegypti atau positif
larva adalah 300 buah kontener yang terdapat pada 125 rumah

Pertanyaan soal :
Menurut anda dari data diatas berapakah House Index-nya ( HI ) ?

Pilihan Jawaban
a. 31 % b. 31,10 %
c. 31,15 % d. 31,29 %
b. 31,25 %

17. KASUS
Seorang laki-laki berusia 30 tahun pekerjaan sebagai nelayan yang biasa mencari ikan dimalam
hari. Nelayan tadi sudah 3 hari tidak turun melaut karena demam menggigil dan dalam 1 bulan
terakhir ini tidak ada bepergiaan ke daerah lain. Dia sudah berobat ke Puskesmas terdekat dan
setelah dilakukan tes darah di labor hasilnya dinyatakan positif malaria dengan Plasmodium
Palsifarum. Rumah tempat tinggal nelayan tadi sekitar 1 km dari tepi pantai dan sebelah rumah
ada aliran sungai yang terhubung langsung ke laut serta kanan/kiri sungai terdapat rawa-rawa.
Dalam kondisi pasang air laut masuk ke darat bercampur dengan air tawar yang akhirnya
menjadi payau

Pertanyaan soal :
Tindakan apa yang paling tepat untuk upaya preventif penularan penyakit malaria pada daerah
tersebut untuk jangka panjang ?

Pilihan Jawaban
f. Fogging lingkungan
g. Larvaciding rawa-rawa
h. Spraying rumah-rumah
i. Manipulasi lingkungan
j. Penggunaan kelambu berinsektisida

18. KASUS
Seorang laki-laki berusia 30 tahun pekerjaan sebagai nelayan yang biasa mencari ikan dimalam
hari. Nelayan tadi sudah 3 hari tidak turun melaut karena demam menggigil dan dalam 1 bulan
terakhir ini tidak ada bepergiaan ke daerah lain. Dia sudah berobat ke Puskesmas terdekat dan
setelah dilakukan tes darah di labor hasilnya dinyatakan positif malaria dengan Plasmodium
Palsifarum. Rumah tempat tinggal nelayan tadi sekitar 1 km dari tepi pantai dan sebelah rumah
ada aliran sungai yang terhubung langsung ke laut serta kanan/kiri sungai terdapat rawa-rawa.
Dalam kondisi pasang air laut masuk ke darat bercampur dengan air tawar yang akhirnya
menjadi payau.

Pertanyaan soal :
Jika anda cermati lebih lanjut pada kasus malaria palsifarum tersebut diatas termasuk jenis kasus
apa ?

Pilihan Jawaban
f. Kasus baru
g. Kasus lama
h. Kasus import
i. Kasus kronis
j. Kasus kambuhan

19. KASUS
Beberapa orang siswa pada Sekolah Dasar X terlihat kurus dan membuncit dibagian perutnya,
sebagian prestasi sekolah mereka menurun. Kondisi lingkungan sekolah antara lain fasilitas
sanitasi dasar tidak memadai, halaman sekolah masih berupa tanah dan tidak tersedia tempat cuci
tangan. Setelah dilakukan survei kecacingan terhadap siswa didapatkan hasil yang cukup
signifikan yaitu 43 % siswa positif kecacingan yang terdiri dari jenis cacing Gelang (Ascaris
Lumbricoides), cacing Cambuk (Trichuris Trichiura) dan cacing Tambang (Ancylostoma
duodenale). Sebagai tindak lanjut dari kegiatan survey diberikan minum obat cacing secara
massal terhadap siswa.

Pertanyaan soal :

Dimanakan telur jenis agent parasit penyakit tersebut dapat bertahan hidup sebelum ditularkan ke
tubuh manusia ?

Pilihan Jawaban
f. darah
g. tanah
h. air
i. udara
j. makanan

20. KASUS
Beberapa orang siswa pada Sekolah Dasar X terlihat kurus dan membuncit dibagian perutnya,
sebagian prestasi sekolah mereka menurun. Kondisi lingkungan sekolah antara lain fasilitas
sanitasi dasar tidak memadai, halaman sekolah masih berupa tanah dan tidak tersedia tempat cuci
tangan. Setelah dilakukan survei kecacingan terhadap siswa didapatkan hasil yang cukup
signifikan yaitu 43 % siswa positif kecacingan yang terdiri dari jenis cacing Gelang (Ascaris
Lumbricoides), cacing Cambuk (Trichuris Trichiura) dan cacing Tambang (Hookworm).
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan survey diberikan minum obat cacing secara massal terhadap
siswa.

Pertanyaan soal :
Jenis cacing apakah yang ukurannya paling besar hidup di dalam tubuh manusia ?

Pilihan Jawaban
a. cacing tambang (Ancylostoma duodenale)
b. cacing kremi (Enterobius vermikularis)
c. cacing gelang (Ascaris lumbricoides)
d. cacing pita (Taenia Sollium)
e. cacing cambuk (Trichuris trichiura)

21. KASUS :
Sebuah kota kecil berpenduduk 15.375 orang, dilayani jaringan air limbahyang debit rata-rata
masuk IPAL sebesar 15 liter/detik

Pertanyaan soal:

Berapa mg/L kadar BOD yang harus diturunkan dan diolah oleh IPAL tersebut ?

Pilihan jawaban

A. 900 mg/L
B. 929 mg/L
C. 939 mg/L
D. 949 mg/L
E. 959 mg/L

22. KASUS :
Debit puncak air limbah masuk bak sedimentasi adalah 240 liter/detik, mengandung TSS 230
mg/L, dan berat jenis 1,03 kg/liter. Setelah mengalami waktu inap 2 jam, diperoleh efisiensi
pengendapan 70%

Pertanyaan soal:
Berapa berat endapan yang terjadi ?

Pilihan jawaban

A. 278 kg
B. 270 kg
C. 280 kg
D. 275 kg
E. 276 kg

23. KASUS :
Debit puncak air limbah masuk bak sedimentasi adalah 240 liter/detik, mengandung TSS 230
mg/L, dan berat jenis 1,03 kg/liter. Setelah mengalami waktu inap 2 jam, diperoleh efisiensi
pengendapan 70%, asumsi 6% endapan terdiri dari massa padat, dan sisanya94% adalah
kandungan air

Pertanyaan soal:

Berapa volume endapan padat yang terjadi ?

Pilihan jawaban

A. 19 liter

B. 18 liter

C. 17 liter

D. 16 liter

E. 15 liter

24. KASUS :
Kegiatan pengawasan kualitas air minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.
492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyarataan Kualitas Air Minum, meliputi inspeksi sanitasi,
pengambilan sampel air, pengujian kualitas air, analisis hasil pemeriksaan laboratorium,
rekomendasi dan tindak lanjut. Apabila anda diminta untuk mengambil sampel air minum, maka
terdapat parameter wajib yang harus diperiksa, dan parameter tersebut berhubungan langsung
dengan kesehatan

Pertanyaan soal:

Parameter wajib yang berhubungan langsung dengan kesehatan adalah :.

Pilihan jawaban

A. E. Coli dan Kekeruhan

B. Total bakteri Koliform dan Besi

C. E. Coli dan Arsen

D. Total bakteri koliform dan Kesadahan

E. E. Coli dan pH
25. KASUS
Bahan makanan dan makanan yang berasal dari ikan sangat rentan terhadap pencemaran.
Pencemaran terhadap ikan laut dapat terjadi saat ikan masih berada diperairan, waktu ditangkap
maupun waktu akan diolah.

Pertanyaan soal:

Jenis bakteri apa yang sering mengkantaminasi pada makanan tersebut ?

a. Vibrio para haemoliticus


b. E. Coli pathogen
c. Ascariasis
d. Salmonella typhi
e. Entamoba coli

26. KASUS
Seorang warga datang kepada anda, mengemukakan permasaahannya dia mempunyai rumah
yang baru dan ingin segera menempatinya, tapi dia mengkawatirkan air sumurnya, apakah layak
untuk air minum atau enggak, karena sumur tersebut berdekatan dengan sungai dan sebelahnya
kurang lebih 6 meter adalah peresapan atau septi tannk tetangganya.dia kawatir kalau air
sumurnya sudah tercemar dan tidak layak untuk digunakan untuk kebutuhan sehari harinya.

Pertanyaan Soal :

Apakah yang anda saran kan kepada warga tersebut

Pilihan jawaban ;

A. Pemeriksaan bakteri patogen pada air sumur


B. Pemerik saan kandungan Bakteri Escherichia coli pada air sumur
C. Pemeriksaan kandungan feces air sumur
D. Pemeriksaan Total count air sumur
E. Pemerisaan Entamoeba coli air sumur

27. KASUS :
Disuatu daerah terjadi Kejadian Luar Biasa Diare, dan dicurigai penyebabnya adalah karena
kualitas air bersih yang digunakan masyarakatnya sehari-hari adalah sumur gali. Keberadaan
fisik dari sumur gali rata-rata memiliki bibir sumur, dinding sumur yang kedap air sampai
kedasar sumur karena terbuat dari buis beton, rata-rata lokasi sumur lebih dari 10 meter dari
sumber pencemar. Lantai sumur dibuat kedap air dengan radius kurang dari 1 m, dan saluran
pembuangan limbah rata-rata ada dan dibuat permanen dan kedap air.
Pertanyaan soal :

Keberadaan konstruksi sumur gali tersebut yang belum memenuhi syarat dan harus segera
mendapat perhatian untuk segera dilakukan penyempurnaan dan perbaikan adalah

Pilihan jawaban :

A. Bibir sumur
B. Dinding sumur
C. Lantai sumur
D. Lokasi sumur
E. Saluran pembuangan

28. KASUS :
Disuatu daerah terjadi Kejadian Luar Biasa Diare, dan dicurigai penyebabnya adalah karena
kualitas air bersih yang digunakan masyarakatnya sehari-hari adalah sumur gali. Sebagai seorang
ahli dalam bidang kesehatan lingkungan saudara ditugaskan untuk melakukan pengambilan
sampel air dari sumur gali yang ada yang dimanfaatkan oleh seluruh penduduk, guna mengetahui
dan menganalisis hasil pemeriksaan kualitas bakteriologisnya.

Pertanyaan soal :

Persyaratan kualitas air bersih sesuai dengan standard kualitas air bersih kadar maksimum yang
diperbolehkan untuk total koliform (MPN) adalah :

Pilihan jawaban :

A. 0 per 100 ml sampel


B. 10 per 100 ml sampel
C. 20 per 100 ml sampel
D. 30 per 100 ml sampel
E. 40 per 100 ml sampel

29. KASUS :
Disuatu daerah terjadi Kejadian Luar Biasa Diare, dan dicurigai penyebabnya adalah karena
kualitas air bersih yang digunakan masyarakatnya berasal dari sumur gali. Sebagai seorang ahli
dalam bidang kesehatan lingkungan saudara ditugaskan untuk melakukan tindakan intervensi
untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Pertanyaan soal :

Tindakan intervensi yang cocok untuk dilakukan terhadap kualitas air sumur gali adalah :

Pilihan jawaban :
A. Pemberian kapur tohor
B. Pemberian tawas
C. Pemberian oksigen
D. Pemberian kaporit
E. Pemberian batu zeolit

30. KASUS :
Suatu keluarga yang terdiri dari 6 orang anggota keluarga bermukim di desa Legok Pego yang
berada dipesisir pantai. Kebutuhan air sehari-hari hanya tergantung dari air hujan, mengingat
sumber air tanah yang ada semuanya berasa asin. Permasalahan timbul kalau musim kemarau
yang tidak ada hujan yang lamanya sekitar 5 bulan (150 hari). Untuk itu keluarga tersebut
membuat sarana penampungan air hujan (PAH) yang hanya dimanfaatkan pada musim kemarau
untuk memasak dan minum 10 liter/orang/hari.

Pertanyaan soal :

Berapakah volume air yang harus ditampung di dalam bak Penampungan Air Hujan (PAH)
untuk memenuhi kebutuhan saat musim kemarau.

Pilihan jawaban :

A. 1500 liter
B. 4500 liter
C. 6000 liter
D. 9000 liter
E. 15000 liter

31. KASUS :
Disuatu daerah masyarakat pada umumya menggunakan sumber air bersih dari sumur gali, kalau
dilihat secara fisik airnya jernih tetapi begitu dicium berbau, selalu meninggalkan noda kuning
kecoklatan pada bak mandi dan bintik-bintik kuning pada pakaian warna putih.

Setelah diperiksa di laboratorium ternyata mengandung kadar besi (Fe) sebesar 2,8 mg/liter dan
(Mn) 0,6 mg/liter. Fe dan Mn dalam air dapat diturunkan dengan cara oksidasi memakai oksigen
(0,2 mg/lt setiap 0,5 mg/lt Fe, 0,3 mg/lt setiap 0,4 mg/lt Mn) atau dengan khlorin (0,60 mg/lt
setiap 1 mg/lt Fe, dan 1,20 mg/lt setiap 0,5 mg/lt Mn)

Pertanyaan soal :

Dilihat dari kondisi tersebut diatas berapakah dosis khlorin untuk menghilangkan Fe pada air
sumur gali tersebut.
Pilihan jawaban :

A. 1,12 mg/liter
B. 0,45 mg/liter
C. 1,08 mg/liter
D. 1,68 mg/liter
E. 1,44 mg/liter

32. KASUS :
Dalam suatu kawasan pemukiman padat penghuni dengan kepemilikan lahan yang sangat
terbatas, direncanakan untuk menata system pembuangan limbah rumah tangga dengan membuat
system pembuangan tinja dan air limbah yang memenuhi standar sanitasi lingkungan. Diketahui
bahwa tinggi muka air tanah di kawasan tersebut kurang dari 4 meter. Lebih dari 75% penduduk
di kawasan tersebut memanfaatkan air sumur untuk keperluan sehari-hari.

Pertanyaan :

Apakah pilihan sarana yang paling tepat untuk menangani permasalahan limbah rumah tangga
di kawasan tersebut ?

a. Septic tang
b. Pemanfaat lahan kosong
c. Sumur peresapan
d. Parit peresapan
e. IPAL terpadu

33. KASUS :
Wabah diare yang terjadi di Bonjor, temanggung, Jawa tengah telah menelan korban 2 orang
balita dari 72 kasus yang ada. Berdasarkan hasil penelitian laboratorium yang dilaksanakan oleh
dinas kesehatan setempat ditemukan bakteri 2400 E-Coli/cc sampel air yang diambil dari bak
penampungan air warga. Hampir seluruh warga di daerah tersebut memanfaatkan air hujan
untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang ditampung pada bak penampungan

Pertanyaan :

Himbauan yang paling tepat untuk meminimalisir meluasnya wabah diare di daerah tersebut
adalah :

a. Mengganti sumber air bersih


b. Menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan
c. Memanfaatkan air dalam kemasan untuk air minum
d. Pengobatan penderita
e. Membuat septic tank

34. KASUS :
Indonesia merupakan daerah yang kaya akan sumber air tetapi justru yang terjadi Masyarakat
kekurangan air bersih. Jumlah penduduk yang terus bertambah membutuhkan jumlah air bersih
yang semakin banyak. Sedangkan hampir semua daerah perkotaan merupakan daerah landai
yang bukan merupakan daerah tangkapan air dan kebutuhan air tanahnya sangat tergantung pada
daerah terdekat yang bertopografi tinggi.

Pertanyaan :

Penyebab utama kelangkaan sumber air bersih tersebut adalah

a. Penggundulan hutan
b. Kurangnya daerah tangkapan air
c. Dampak eksploitasi yang berlebih
d. Tidak tegasnya pemerintah dalam alih fungsi lahan
e. Indonesia merupakan daerah bencana

35. KASUS :
Wabah diare yang terjadi di Bonjor, temanggung, Jawa tengah telah menelan korban 2 orang
balita dari 72 kasus yang ada. Berdasarkan hasil penelitian laboratorium yang dilaksanakan oleh
dinas kesehatan setempat ditemukan bakteri 2400 E-Coli/cc sampel air yang diambil dari bak
penampungan air warga. Hampir seluruh warga di daerah tersebut memanfaatkan air hujan
untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang ditampung pada bak penampungan

Pertanyaan :

Himbauan yang paling tepat untuk meminimalisir meluasnya wabah diare di daerah tersebut
adalah :

f. Mengganti sumber air bersih


g. Menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan
h. Memanfaatkan air dalam kemasan untuk air minum
i. Pengobatan penderita
j. Membuat septic tank

36. KASUS
Dari hasil survey masyarakat di Desa Pemogan Denpasar menggunakan air bersih berasal dari
sumur gali sebanyak 40 %, PDAM 50 % dan lainnya 10 %. Konstruksi sumur gali: lantai kedap
air dengan radius 1 m, bibir sumur tinggi 0,5 m dan dinding kedap air setinggi 2 m dari atas.
Kualitas air sumur gali dari segi fisik masih berwarna, dari kualitas bakteriologis terdapat E.coli
melebihi batas maksimum yang ditetapkan. Pada daerah tersebut terdapat industri pencelupan
(garment) yang menggunakan bahan pewarna sintetis.
Pertanyaan :
Berapakah jarak maksimum pola penyebaran zat kimia secara horizontal dalam tanah?
a. 50 meter
b. 70 meter
c. 90 meter
d. 120 meter
e. 150 meter

37. KASUS
Dari hasil survey masyarakat di Desa Pemogan Denpasar menggunakan air bersih berasal dari
sumur gali sebanyak 40 %, PDAM 50 % dan lainnya 10 %. Konstruksi sumur gali: lantai kedap
air dengan radius 1 m, bibir sumur tinggi 0,5 m dan dinding kedap air setinggi 2 m dari atas.
Kualitas air sumur gali dari segi fisik masih berwarna, dari kualitas bakteriologis terdapat E.coli
melebihi batas maksimum yang ditetapkan. Pada daerah tersebut terdapat industri pencelupan
(garment) yang menggunakan bahan pewarna sintetis

Pertanyaan :

Berapakah jarak maksimum pola penyebaran bakteriologis secara vertikal dalam tanah?
a. 1 meter
b. 3 meter
c. 5 meter
d. 7 meter.
e. 9 meter

38. KASUS
Dari hasil survey masyarakat di Desa Pemogan Denpasar menggunakan air bersih berasal dari
sumur gali sebanyak 40 %, PDAM 50 % dan lainnya 10 %. Konstruksi sumur gali: lantai kedap
air dengan radius 1 m, bibir sumur tinggi 0,5 m dan dinding kedap air setinggi 2 m dari atas.
Kualitas air sumur gali dari segi fisik masih berwarna, dari kualitas bakteriologis terdapat E.coli
melebihi batas maksimum yang ditetapkan. Pada daerah tersebut terdapat industri pencelupan
(garment) yang menggunakan bahan pewarna sintetis

Berapakah jarak maksimum pola penyebaran bakteriologis secara horizontal dalam tanah?
a. 7 meter
b. 9 meter
c. 11 meter
d. 13 meter
e. 15 meter

39. KASUS
Peningkatan jumlah penduduk tiap tahun berdampak pada peningkatan aktivitas dan
pembuangan limbah, akibatnya sumber air yang dipergunakan untuk air minum semakin
menurun kualitasnya baik fisik (keruh), kimia (berwarna coklat kemerahan) maupun
bakteriologis (mengandung E.coli). Untuk itu air harus diolah sehingga memenuhi syarat untuk
air minum. Masyarakat ekonomi menengah keatas menggunakan air minum kemasan untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pertanyaan:

Saudara sebagai tenaga sanitarian apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kekeruhan
pada sumber air minum tersebut?

a. Memberi larutan zeolit


b. Memberi larutan kaporit
c. Memberi larutan tawas
d. Memberi larutan kapur
e. Memberi larutan arang

40. KASUS
Peningkatan jumlah penduduk tiap tahun berdampak pada peningkatan aktivitas dan
pembuangan limbah, akibatnya sumber air yang dipergunakan untuk air minum semakin
menurun kualitasnya baik fisik (keruh), kimia (berwarna coklat kemerahan) maupun
bakteriologis (mengandung E.coli). Untuk itu air harus diolah sehingga memenuhi syarat untuk
air minum. Masyarakat ekonomi menengah keatas menggunakan air minum kemasan untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pertanyaan:

Saudara sebagai tenaga sanitarian kandungan zat apa yang terkandung pada air minum tersebut
yang menyebabkan air berwarna merah kecoklatan?

a. Zat Mn
b. Zat Fe
c. Zat Zn
d. Zat Be
e. Zat Cu
41. KASUS
Ibu Fatimah adalah seorang penjamah makanan (Food Handler) yang dalam kegiatan
penanganan dan pengolahan makanan harus memperhatikan higiene perorangan. Apabila higiene
peroranngan kurang atau tidak baik akan menyebabkan kontaminasi pada makanan atau bahan
makanan yang ditanganinya.

Syarat-syarat sebagai penjamah makanan tersebut di bawah ini, yang bukan adalah :

A. Bukan carrier
B. Harus menggunakan penutup kepala setiap saat
C. Tidak sedang menderita penyakit thypus
D. Punya perilaku yang higienis
E. Pada saat masak tidak menggunakan perhiasan

42. KASUS
Makanan jajanan yang dijual di kaki lima, pinggiran jalan, di stasiun, pasar ataupun ditempat
permukiman, mempunyai peranan penting dalam suplai makanan masyarakat di Indonesia.
Dalam hal keamanan pangan pada makanan jajanan tersebut merupakan tanggung jawab
bersama antara industri, pemerintah dan konsumen.

Tanggung jawab bersama tersebut adalah untuk mengamati hal-hal berikut ini :
A. Sumber bahan pangan (pertanian, kelautan dll)
B. Pengolah mengubah bahan dasar menjadi bahan akhir
C. Tiap-tiap individu mempunyai peranan yang sangat penting
D. Konsumen adalah orang yang akhirnya mengkonsumsi makanan tersebut
E. Distributor memindahkan makanan dari satu tempat ketempat yang lain dan kadang-2
menyimpan makanan hingga digunakan
43. KASUS
Pemerintah Indonesia telah mengatur tentang Label dan Etiket BTM (Bahan Tambahan
Makanan) dalam Permenkes No. 722/MENKES/PER/IX/1988, antara lain pada semua
wadah/kemasan makanan harus mencantumkan label makanan yang mengandung BTM.
Persyaratan label pewarna tersebut antara lain tersebut di bawah ini, yang bukan adalah :
A. Mencantumkan jenis pewarna makanan (Auramin, Tartrazin)
B. Komposisi unit produk campuran
C. Nama dan jenis produk makanan
D. Ada tulisan BTM atau Pewarna makanan/Food colour
E. Takaran penggunaan pewarna dalam makanan

44. KASUS
Keracunan makanan yang dialami oleh pekerja Garmen di Bekasi disebabkan oleh mikroba.
Banyak kasus keracunan yang terjadi terutama di Indonesia, tidak diketahui dengan pasti
mikroba penyebabnya. Penyebab kasus keracunan makanan oleh mikroba dapat diketahui
dengan cara melakukan penyelidikan dan pemahaman tentang rantai peristiwa terjadinya
keracunan.
Tata cara penyelidikan dan pemahaman tersebut di bawah ini, yang bukan adalah :
A. Setiap agent pasti ada sumber dan reservoirnya
B. Agent berpindah dari sumbernya ke makanan
C. Organisme penyebab pun pasti ada di lingkungan tempat makanan diolah
D. Makanan yang telah diolah ditempat pengolahan siap untuk disajikan dan disantap
E. Makanan yang dikonsumsi mengandung jumlah mikroba atau toksin yang dapat
menimbulkan penyakit

45. KASUS
Pak Abdul Gofur sebagai pemilik Rumah Makan “Ayam Panggang” sangat bahagia ketika
mengamati dagangannya laris setiap hari, omset penjualan juga meningkat dari bulan ke bulan,
semua ini tidak terlepas dari peranan pegawainya memegang komitmen yang telah disepakati
bersama. Komitmen tersebut terlihat dari cara penyajian makanan yang memenuhi prinsip-2
kesehatan yaitu :
A. Tempat penyajian dan alat-2 yang digunakan untuk penyajian bersih, penyaji sehat
B. Tempat penyajian dan alat yang digunakan untuk membawa makanan bersih serta
dapur bersih
C. Tempat penyajian bersih, penyaji sehat dan tempat penyimpanan makanan juga aman
dari gangguan serangga maupun binatang ternak
D. Tempat penyajian bersih, alat-2 yang digunakan untuk penyajian juga memenuhi
bersih serta tempat penyimpanan makanan juga aman dari gangguan serangga
E. Food handle/penyaji sehat, tempat penyimpanan makanan juga aman dari gangguan
serangga dan binatang ternak serta dapur bersih dan sehat

46. KASUS
Keracunan makanan yang dialami oleh keluarga Sumakmur di Desa Suka Makmur, diduga
makan makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri pathogen atau bakteri yang mampu
membentuk spora, sehingga tidak mati dalam proses pemasakan.
Tentukan jenis bakteri tersebut :
A. Clostredium perfringens dan Pseudomonas cocovenenans
B. Staphylococcus aureus dan Pseudomonas cocovenenans
C. Clostredium perfringens dan Escherichia coli
D. Pseudomonas cocovenenans dan afla toksin
E. Pseudomonas aureus dan Closridium botulinum
47. KASUS
Proses pembekuan bahan pangan dapat mengawetkan pangan dengan melibatkan dua metode
pengendalian pertumbuhan mikroba, yaitu :
A. Air dalam bahan pangan yang diubah menjadi es dan pengurangan laju pertumbuhan
mikroba
B. Air dalam bahan pangan yang diubah menjadi es dan suhu yang rendah
C. Pengurangan laju pertumbuhan mikroba dan suhu yang rendah
D. Suhu yang rendah dan laju perubahan kimiawi
E. Suhu yang rendah dan laju perubahan pertumbuhan mikroba

48. KASUS
Penyimpanan bahan pangan pada suhu yang rendah bisa menyebabkan kerusakan jenis buah-
buahan tertentu, untuk itu kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
A. Bahan pangan dan pengaruhnya terhadap lingkungan
B. Bahan pangan dan pengaruhnya terhadap manusia
C. Bahan pangan dan pengaruhnya terhadap suhu
D. Bahan pangan dan pengaruhnya terhadap suhu badan
E. Bahan pangan dan pengaruhnya terhadap kelembaban

49. KASUS
Proses pembekuan dapat mengawetkan pangan karena bisa mengendalikan pertumbuhan
mikroba, yaitu dengan cara :
A. Perubahan kimiawi bisa berkurang pada suhu rendah
B. Air dalam bahan pangan diubah menjadi es sehingga tidak dapat digunakan oleh mikroba
untuk tumbuh dan berkembang
C. Air dalam bahan pangan diubah menjadi es atau kristal yang kecil-2
D. Perubahan biokimiawi bisa berkurang pada suhu rendah
E. Perubahan biologi dan kimiawi bisa berkurang pada suhu rendah

50. Bahan pangan berdasarkan tingkat stabilitasnya dibagi menjadi tiga macam, yaitu perishable
food, semi perishable food dan non perishable food. Jenis bahan pangan perishable food
atau non stable food, sebaiknya penyimpanannya dengan cara :
A. Pembekuan dan bahan pangannya dikemas dalam plastik warna putih
B. Pembekuan dan bahan pangannya tidak perlu dikemas dalam plastik warna putih
C. Pendinginan dan bahan pangannya dikemas dalam plastik warna putih
D. Pendinginan dan bahan pangannya tidak perlu dikemas dalam plastik warna putih
E. Pembekuan dan bahan pangannya tidak dikemas
51. KASUS
Suatu pasien datang bersama keluarganya . setelah diassement, anda mendapatkan data keluahan
sakit perut yang mendadak, mual, muntah dan diare encer, setelah 24 jam memakan makanan
dalam penjamuan, yang menderita sakit seperti itu lebih dari satu orang, dan makanan yang
dikonsusmsi kebanyakan berasal dari telur , sosis susu dan olahanya.

Pertanyaan soal :

Untuk mengetahui penyebab keracunan, Apa yang akan anda lakukan ?

Pilihan jawaban

A. Pemeriksaan bakteri patogen pada sisa makanan


B. Pemeriksaan Jamur sisa makanan
C. Pemeriksaan Angka Kuman sisa makanan
D. Pemeriksaan Ph sisa makanan
E. Pemeriksaan kesadahan sisa makanan

52. KASUS
Seorang pedagang kaki lima datang kepada anda, mengemukakan permasalahan, bahwa dia
merasa ragu akan kebersihan peralatan makan yang digunakan selama ini, walaupun sudah
dicuci bersih, tapi menggunakan air yang digunakan berulang kali, satu ember digunakan untuk
men cuci puluhan mangkok dan gelas

Pertanyaan Soal :

Apakah yang anda sarankan pada pedagang tersebut

Pilihan jawaban ;

A. Pengambilan sampel usap alat &Pemeriksaan bakteri patogen


B. Pengambilan sampel usap alat &Pemeriksaan kandungan Bakteri Escherichia coli
C. Pengambilan sampel usap alat & Pemeriksaan Angka kuman
D. Pemeriksaan Jamur pada alat makan
E. Pemerisaan Entamoeba coli pada alat makan

53. KASUS
Seorang petugas kesehatan akan melakukan pengambilan sampel usap alat makan. Alat makan
yang pertama yang akan dilakukan usap alat adalah gelas.
Pertanyaan soal:

Bagaimanakah cara pengambilan sampel usap alat makan pada alat makan tersebut ?

a. Usap permukaan gelas bagian dalam


b. Usap permukaan gelas bagian luar saja
c. Usap semua permukaan gelas bagian luar dan dalam
d. Usap semua bagian dalam gelas
e. Usap semua bagian dalam dan bagian luar gelas

54. KASUS
Bahan makanan dan makanan yang berasal dari ikan sangat rentan terhadap pencemaran.
Pencemaran terhadap ikan laut dapat terjadi saat ikan masih berada diperairan, waktu ditangkap
maupun waktu akan diolah.

Pertanyaan soal:

Jenis bakteri apa yang sering mengkantaminasi pada makanan tersebut ?

f. Vibrio para haemoliticus


g. E. Coli pathogen
h. Ascariasis
i. Salmonella typhi
j. Entamoba coli

55. KASUS
Kebersihan peralatan makan/minum ditentukan berdasarkan jumlah angka kuman yang terdapat
pada alat makan dan minum melalui usap alat makan dan minum.

Pertanyaan soal:

Berapakah Nilai Ambang Batas alat makan dan minum masih dikatakan baik ?
a. Angka Lempeng Total Kuman Maksimum 10/cm³ permukan alat makan.
b. Angka Lempeng Total Kuman Minimum 10/cm³ permukaan alat makan.
c. Angka Lempeng Total Kuman Maksimum 100/cm³ permukan alat makan.
d. Angka Lempeng Total Kuman Minimum 100/cm³ permukaan alat makan.
e. Angka Lempeng Total Kuman 100/cm³ permukan alat makan.

56. KASUS
Bahan makanan yang ditumbuhi jamur dapat menyebabkan keracunan, beberapa jenis jamur
bisa menghasilkan toksin misalnya.aflatoksin

Pertanyaan soal:

Aflatoksin dihasilkan oleh : ?.


a. Rhizophus oligosporus
b. Mucor
c. Monilia sitophila
d. Trichoderma
e. Aspergillus flavus

57. KASUS
Dalam melaksanakan pengawasan keamanan makanan pada warung makan atau rumah makan,
kegiatan yang dilakukan seperti pemeriksaan sanitasi dan pengambilan sampel makanan, sampel
usap alat, sampel usap dubur.

Pertanyaan Soal

Bagaimana cara pengambilan sampel usap alat makan pada sampel sendok ?

a. Usap bagian ujung sendok


b. Usap semua bagian sendok
c. Usap permukaan bagian dalam mangkok sendok
d. Usap permukaan bagian dalam dan luar mangkok sendok
e. Usap permukaan bagian luar mangkok sendok
58. KASUS
Dalam melaksanakan pengawasan keamanan makanan pada warung makan atau rumah makan,
kegiatan yang dilakukan seperti pemeriksaan sanitasi dan pengambilan sampel makanan, sampel
usap alat, sampel usap dubur.

Pertanyaan Soal

Parameter Bakteriologis yang diperiksa untuk sampel usap alat makan untuk mengetahui kualitas
proses pencucian dan penyimpanan alat makan tersebut adalah:

a. Total plate count (TPC)


b. Most Probable Number Coliform (MPN Coliform)
c. Coli tinja
d. Vibrio cholera
e. Salmonella
59. KASUS
Dalam melaksanakan pengawasan keamanan makanan pada warung makan atau rumah makan,
kegiatan yang dilakukan seperti pemeriksaan sanitasi dan pengambilan sampel makanan, sampel
usap alat, sampel usap dubur.

Pertanyaan Soal

Parameter kimia atau zat kimia yang tidak diperbolehkan keberadaannya pada sampel makanan
seperti zat-zat dibawah ini kecuali :

a. Borax
b. Boric acid
c. Formaldehyde
d. Mono Sodium Glutamate
e. Unapproved Colouring Agents

60. KASUS
Hasil investigasi Sigi SCTV pada penjual makanan/minuman khususnya pada minuman lemon
segar di daerah jawa tengah yang dijual untuk anak-anak sekolah disinyalir menggunakan
pewarna tekstil yang berbahaya bagi kesehatan.

Pertanyaan

Tindakan apa yang paling tepat dilakukan untuk mengatasi kasus ini ?

f. Melarang anak-anak membeli minuman lemon segar


g. Melarang pedagang menjuali minuman lemon segar
h. Melarang pembuatan minuman lemon segar
i. Melakukan Uji Laboratorium pada minuman lemon segar

61. Kasus
Hasil survei di Dusun “X” didapatkan bahwa:
- Jumlah sampah organik didapatkan sebesar 80%
- Rata-rata penduduk masih mempunyai pekarangan yang luas
- Jarak TPS dari pemukiman sangat jauh, sehingga memerlukan kendaraan pengangkut sampah.

Pertanyaan
Metode apa yang dapat dilakukan penduduk dalam meminimalkan jumlah sampah?

Jawaban:
a. Pembakaran
b. Reduksi volume
c. Pakan ternak
d. Reduksi ukuran
e. Pengomposan

62. Kasus
Hasil survei di Dusun “X” didapatkan bahwa:
- Jarak TPA dengan permukiman kurang dari 75 m
- Rata-rata penduduk menggunakan sumur sebagai sumber air bersih
- Sering terjadi kasus penyakit diare pada penduduk

Pertanyaan
Parameter apa yang harus dilakukan pemeriksaan pada air sumur penduduk tersebut?

Jawaban:
a. BOD
b. Fisik
c. Pb
d. E, coli
e. Kimia

63. Kasus
Hasil survei di Dusun “X” didapatkan bahwa:
Di wilayah Dusun “X” dilewati aliran sungai yang cukup besar. Kebiasaan penduduk membuang
sampah ke sungai dan membakar sampah yang dihasilkan. Masyarakat belum mengetahui
pentingnya pengelolaan sampah yang berhubungan dengan dampak pada kesehatan dan
pemcemaran lingkungan.

Pertanyaan
Kegiatan apa yang perlu dilakukan pada masyarakat dalam pengelolaan sampah?

Jawaban:
a. Penyuluhan
b. Work Shop
c. Pemberdayaan
d. Pelatihan
e. Seminar

64. Kasus
Hasil survei di kota “X” didapatkan bahwa:
Jumlah penduduk di kota “X” pada tahun 2011 sebanyak 5000 jiwa, laju pertumbuhan penduduk
sebesar 2,5%, rata-rata timbulan sampah 2 liter/orang/hari. Komposisi sampah yang dihasilkan
terdiri dari: 75% sampah organik dan 25% sampah anorganik. Laju pertumbuhan sampah
berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk.
Pertanyaan
Berapa m3 jumlah sampah organik per hari pada tahun 2012?

Jawaban:
a. 6,6875 m3
b. 7,6875 m3
c. 8,6875 m3
d. 9,6875 m3
e. 10,6875 m3

65. Kasus
Hasil survei di kota “X” didapatkan bahwa:
Jumlah penduduk di kota “X” pada tahun 2011 sebanyak 5000 jiwa, laju pertumbuhan penduduk
sebesar 2,5%, rata-rata timbulan sampah 2 liter/orang/hari. Komposisi sampah yang dihasilkan
terdiri dari: 75% sampah organik dan 25% sampah anorganik. Laju pertumbuhan sampah
berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk.

Pertanyaan
Berapa m3 jumlah sampah anorganik per hari pada tahun 2012?

Jawaban:
a. 2,5625 m3
b. 3,5625 m3
c. 4,5625 m3
d. 5,5625 m3
e. 6,5625 m3

66. Kasus
Hasil survei di kota “X” didapatkan bahwa:
Jumlah penduduk di kota “X” pada tahun 2011 sebanyak 5000 jiwa, laju pertumbuhan penduduk
sebesar 2,5%, rata-rata timbulan sampah 2 liter/orang/hari. Komposisi sampah yang dihasilkan
terdiri dari: 75% sampah organik dan 25% sampah anorganik. Laju pertumbuhan sampah
berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk.

Pertanyaan
Berapa m3 jumlah sampah per hari pada tahun 2012?

Jawaban:
a. 8,250 m3
b. 9,250 m3
c. 10,250 m3
d. 11,250 m3
e. 12,250 m3
67. Kasus
Hasil survei di kota “X” didapatkan bahwa:
Jumlah penduduk di kota “X” pada tahun 2011 sebanyak 5000 jiwa, laju pertumbuhan penduduk
sebesar 2,5%, rata-rata timbulan sampah 2 liter/orang/hari. Komposisi sampah yang dihasilkan
terdiri dari: 75% sampah organik dan 25% sampah anorganik. Laju pertumbuhan sampah
berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk.

Pertanyaan
Berapa m3 jumlah sampah per hari pada tahun 2012?

Jawaban:
f. 8,250 m3
g. 9,250 m3
h. 10,250 m3
i. 11,250 m3
j. 12,250 m3

68. Kasus
Hasil survei di kota “X” didapatkan bahwa:
Berdasarkan keluhan masyarakat di Dusun “X”, disinyalir air sumur tercemar bahan-bahan
berbahaya yang berasal dari TPA. Jarak sumur gali dengan TPA rata-rata antara 75 m – 100m.
Seorang tenaga sanitarian diberikan tugas untuk menangani kasus pencemaran air sumur dengan
cara melakukan pengambilan sampel sampah di TPA.

Pertanyaan
Parameter apakah yang akan diperiksa di laboratorium dari sampel sampah yang diambil dari
TAP tersebut?

Jawaban:
a. COD
b. fisik
c. mikrobiologi
d. kimia
e. Coli form

69. Kasus
Hasil survei di kota “X” didapatkan bahwa:
Berdasarkan keluhan masyarakat di Dusun “X”, disinyalir air sumur tercemar bahan-bahan
berbahaya yang berasal dari TPA. Jarak sumur gali dengan TPA rata-rata antara 75 m – 100m.
Seorang tenaga sanitarian diberikan tugas untuk menangani kasus pencemaran air sumur dengan
cara melakukan pengambilan sampel sampah di TPA sesuai dengan prosedur yang benar.
Pertanyaan
Sebutkan langkah yang pertama yang harus dilakukan petugas dalam pengambilan sampel
sampah/tanah di TPA!

Jawaban:
a. Pengeboran tanah
b. Pelabelan sampel
c. pengepakan sampel
d. pengiriman sampel
e. penetapan titik sampling

70. Kasus
Hasil survei di kota “X” didapatkan bahwa:
Berdasarkan keluhan masyarakat di Dusun “X”, disinyalir air sumur tercemar bahan-bahan
berbahaya yang berasal dari TPA. Jarak sumur gali dengan TPA rata-rata antara 75 m – 100m.
Seorang tenaga sanitarian diberikan tugas untuk menangani kasus pencemaran air sumur dengan
cara melakukan pengambilan sampel sampah di TPA sesuai dengan prosedur yang benar.

Pertanyaan
Sebutkan langkah apa yang harus dilakukan petugas sebelum sampel dimasukkan ke dalam box
sampel untuk dikirim ke laboratorium?

Jawaban:
a. Pengeboran tanah
b. penetapan titik sampling
c. pengepakan sampel
d. pengiriman sampel
e. Pelabelan sampel

71. Kasus
Hasil survei di Dusun “X” didapatkan bahwa:
Sebagian besar penduduk beternak sapi. Masyarakat sudah mempunyai paguyuban peternak
dengan cara membuat kandang secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 anggota
dengan jumlah sapi sebanyak 10 ekor. Rata-rata tiap kandang dalam setiap harinya menghasilkan
300 liter kotoran. Permasalahan yang ada kotoran sapi belum dimanfaatkan secara obtimal,
sehingga menumpuk di sekitar kandang.

Pertanyaan
Metode apakah yang paling cocok di terapkan untuk menangani permasalahan kotoran sapi
tersebut?

Jawaban:
a. pembakaran
b. biogas
c. reduksi ukuran
d. hog feeding
e. reduksi volume

72. Kasus
Hasil survei di Dusun “X” didapatkan bahwa:
Sebagian besar penduduk beternak sapi. Masyarakat sudah mempunyai paguyuban peternak
dengan cara membuat kandang secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 anggota
dengan jumlah sapi sebanyak 10 ekor. Rata-rata tiap kandang dalam setiap harinya menghasilkan
300 liter kotoran. Permasalahan yang ada kotoran sapi belum dimanfaatkan secara obtimal,
sehingga menumpuk di sekitar kandang, sehingga menimbulkan bau busuk dan lingkungan
kandang menjadi kumuh.
Pertanyaan
Berapa volume digester yang diperlukan, bila metode biogas sistem kontinyu digunakan dalam
menangani dan memanfaatkan kotoran sapi tersebut?
Jawaban:
a. 2.250 liter
b. 3.250 liter
c. 4.250 liter
d. 5.250 liter
e. 6.250 liter

73. Kasus
Hasil survei di Dusun “X” didapatkan bahwa:
Sampah belum dilakukan pengelolaan, perilaku masyarakat terhadap sampah masih dengan
paradikma lama, yaitu: sampah harus dibersihkan, dikumpulkan dan dibuang. Petugas sanitarian
mengupayakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan penerapan teknik pengelolaan
sampah dengan 3R.

Pertanyaan
Sebutkan “R” dalam teknik pengelolaan sampah 3R yang mempunyai arti meminimalkan jumlah
sampah!

Jawaban:
a. Reduce
b. Recycle
c. Reuse
d. Recavery
e. Rehabilitation

74. Kasus
Hasil survei di Dusun “X” didapatkan bahwa:
Sampah belum dilakukan pengelolaan, perilaku masyarakat terhadap sampah masih dengan
paradikma lama, yaitu: sampah harus dibersihkan, dikumpulkan dan dibuang. Petugas sanitarian
mengupayakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan penerapan teknik pengelolaan
sampah dengan 3R.

Pertanyaan
Sebutkan “R” dalam teknik pengelolaan sampah 3R yang mempunyai arti memanfaatkan
kembali sampah!

Jawaban:
a. Reduce
b. Reuse
c. Recycle
d. Recavery
e. Rehabilitation

75. Kasus
Hasil survei di Dusun “X” didapatkan bahwa:
Sampah belum dilakukan pengelolaan, perilaku masyarakat terhadap sampah masih dengan
paradikma lama, yaitu: sampah harus dibersihkan, dikumpulkan dan dibuang. Petugas sanitarian
mengupayakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan penerapan teknik pengelolaan
sampah dengan 3R.

Pertanyaan
Sebutkan “R” dalam teknik pengelolaan sampah 3R yang mempunyai arti mendaur ulang
sampah!

Jawaban:
a. Reduce
b. Reuse
c. Recycle
d. Recavery
e. Rehabilitation

76. KASUS :
Pada suatu wilayah yang penduduknya sebagian besar tidak memiliki jamban, sehingga
banyak yang buang air besar disungai. Sebagian lagi di MCK karena sudah di bangun oleh
pemerintah. Anak-anak bila inigi bab pada malam hari sering di tempat tanah terbuka atau
di bawah pohon karena mau ke MCK agak jauh.Selanjutnya di tutup dengan tanah oleh
orang tuanya.
Pertanyaan soal:

Setelah diambil sampel tanah, kemungkinan parasit yang ada di lingkungan tersebut?

Pilihan jawaban :

A. Balantidium coli , Entamoeba coli


B. Giardia lamblia, Enterobius vermicularis
C. Trichomonas hominis, Toxoplasma gondii
D. Ascaris lumbricoides ,Trichuris trichiura
E. Entamoeba hystolitica, Enterobius vermicularis

77. KASUS :
Seorang pasien pada sebuah Puskesmas menyampaikan keluhan kepada dokter bahwa dia dan
anggota keluarganya serta warga sekitranya pada bulan-bulan akhir ini banyak menderita gatal-
gatal. Selain itu air sumur gali miliknya berbau dan berwarna.

Berdasarkan kasus tersebut dokter/Pimpinan Puskesmas memerintahkan petugas sanitasi


Puskesmas untuk mengandakan kunjungan lapangan ke rumah pasien tersebut, ternyata memang
benar banyak warga disekitarnya menderita gatal-gatal, air sumur gali miliknya dan warga di
sekitar rumah tersebut airnya berbau dan berwarna. Situasi lingkungan pemukimannya ternyata
lokasinya berdampingan dengan lokasi Tempat Pembuangan Sementara (yang jaraknya 10 - 50
meter dari TPS), sedangkan keadaan sampah di TPS sampahnya kepenuhan sampai menumpuk di
luar Dari hasil wawancara bahwa pada akhir-akhir ini pengangkutan sampah ke TPA mengalami
keterlabatan sehingga sampah menumpuk sampai lebih dari 3 hari. Keadaan lingkungan
pemukiman/perumahan di sekitarnya kelihatan kumuh dan kurang memenuhi syarat. TPS berada
di jalur yang ramai karena perkembangan pembangunan pemukiman yang pesat.

Pertanyaan :

Apa langkah pertama perlu dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut bila anda sebagai
petugas sanitasi Puskesmas ?

Pilihan Jawaban

A. Memindahkan TPS

B. Menyarankan warga pindah dari lokasi tersebut

C. Mengambil dan memeriksakan sampel air sumur ke laboratorium kesehatan

D. Melaporkan hasil kunjungan lapangan ke pada dokter/ Pimpinan Puskesmas


E. Melaporkan kasus tersebut ke polisi

78. KASUS :
Seorang pasien pada sebuah Puskesmas menyampaikan keluhan kepada dokter bahwa dia dan
anggota keluarganya serta warga sekitranya pada bulan-bulan akhir ini banyak menderita gatal-
gatal. Selain itu air sumur gali miliknya berbau dan berwarna.

Berdasarkan kasus tersebut dokter/Pimpinan Puskesmas memerintahkan petugas sanitasi


Puskesmas untuk mengandakan kunjungan lapangan ke rumah pasien tersebut, ternyata memang
benar banyak warga disekitarnya menderita gatal-gatal, air sumur gali miliknya dan warga di
sekitar rumah tersebut airnya berbau dan berwarna. Situasi lingkungan pemukimannya ternyata
lokasinya berdampingan dengan lokasi Tempat Pembuangan Sementara (yang jaraknya 10 - 50
meter dari TPS), sedangkan keadaan sampah di TPS sampahnya kepenuhan sampai menumpuk di
luar Dari hasil wawancara bahwa pada akhir-akhir ini pengangkutan sampah ke TPA mengalami
keterlabatan sehingga sampah menumpuk sampai lebih dari 3 hari. Keadaan lingkungan
pemukiman/perumahan di sekitarnya kelihatan kumuh dan kurang memenuhi syarat. TPS berada
di jalur yang ramai karena perkembangan pembangunan pemukiman yang pesat.

Pertanyaan :

Sebagai petugas sanitasi puskesmas apa saran anda, untuk menanggulanginya dalam jangka
pendek (saat ini) di bidang sanitasi?

Pilihan Jawaban

A. Mengisolasi TPS

B. Mempercepat penimdahan sampah dari TPS

C. Melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel air sumur gali dibeberapa titik.

D. Melarang menggunakan air sumur gali sebelum dilakukan kaporisasi.

E. Menghubungi instansi penanggung jawab TPS

79. KASUS :
Seorang pasien pada sebuah Puskesmas menyampaikan keluhan kepada dokter bahwa dia dan
anggota keluarganya serta warga sekitranya pada bulan-bulan akhir ini banyak menderita gatal-
gatal. Selain itu air sumur gali miliknya berbau dan berwarna.

Berdasarkan kasus tersebut dokter/Pimpinan Puskesmas memerintahkan petugas sanitasi


Puskesmas untuk mengandakan kunjungan lapangan ke rumah pasien tersebut, ternyata memang
benar banyak warga disekitarnya menderita gatal-gatal, air sumur gali miliknya dan warga di
sekitar rumah tersebut airnya berbau dan berwarna. Situasi lingkungan pemukimannya ternyata
lokasinya berdampingan dengan lokasi Tempat Pembuangan Sementara (yang jaraknya 10 - 50
meter dari TPS), sedangkan keadaan sampah di TPS sampahnya kepenuhan sampai menumpuk di
luar Dari hasil wawancara bahwa pada akhir-akhir ini pengangkutan sampah ke TPA mengalami
keterlabatan sehingga sampah menumpuk sampai lebih dari 3 hari. Keadaan lingkungan
pemukiman/perumahan di sekitarnya kelihatan kumuh dan kurang memenuhi syarat. TPS berada
di jalur yang ramai karena perkembangan pembangunan pemukiman yang pesat.

Pertanyaan :

Apa saran anda sebagai petugas saniatsi Puskesmas untuk tindakan jangka panjang!!

Pilihan Jawaban

A. Mengisolasi TPS

B. Relokasi/ memindahkan TPS ke lokasi lain yang memenuhi syarat.

C. Memindahkan pemukiman warga

D. Melakukan kaporisasi sumur gali penduduk secara berkala

E. Melakukan pengawasan terhadap TPS secara berkala.

80. KASUS :
Hasil survey di beberapa TPS Kota Sukainfo menunjukkan bahwa 80% jenis sampahnya garbage,
kontruksi TPS tertutup rapat, jarak terdekat dengan pemukiman penduduk 50 meter, sampah yang
diangkut setiap harinya tidak habis dan terjadi penumpukkan lebih dari tiga hari, sampah diambil
sampelnya untuk dicari komponen dan kelembaban, komponen sampah sebagian besar sayur
mayur, sisa makanan dan kulit buah, berat sampah sebelum dikeringkan 5000 gr, berat sampah
setelah dikeringkan 3000 gr.

Pertanyaan :

Berapa persen kelembaban sampah setelah dilakukan penjemuran?

Pilihan Jawaban

A. 45%

B. 40%

C. 35%
D. 30%

E. 25%

81. KASUS :
Hasil pemeriksaan angka kuman udara Indoor diruang rawat inap rumah sakit Paru-paru sebesar
2.500 CFU/m3, baku mutu yang diperbolehkan sebesar 200-500 m3, ruang rawat inap
mempunyai ukuran panjang 5m, lebar 4 m dan tingi 3 m, ventilasi dan tingkat pencahayaan
sudah cukup memenuhi syarat, selanjutnya untuk menurunkan angka kuman udara dapat
ditempuh dengan upaya desifeksi/sterilisasi ruang. Desinfeksi dapat menggunakan ultra violet
maupun dengan bahan desinfektan, agar tidak terjadi penyakit nosokomial. Desinfektan X
berupa serbuk/powder yang mempunyai daya bunuh kuman udara 99%, konsentrasi desinfektan
Xadalah 1%, dengan bahan campuran air bersih. 1 liter campuran dapat dipakai untuk 35 m3.

Pertanyaan soal:

Berapa banyak Desinfektan yang diperlukan untuk melakukan desinfeksi/sterilisasi ruang rawat
inap dimaksud?

Pilihan jawaban

A. 10 gram
B. 17,14 gram
C. 10,714 gram
D. 5,833 gram
E. 1,714 gram

82. KASUS :
Untuk mengetahui efektif tidaknya desinfektan terhadap daya bunuh angka kuman udara perlu
dilakukan pemeriksaan angka kuman udara yang diawali dengan pengambilan sampel.
Pengambilan sampel udara dengan metode absorben dengan bahan NACL fisiologis sebanyak 15
ml, dihubungkan dengan air pump dan dipaparkan selama 15 menit dengan kecepatan 2 lpm.
Setelah sampling selesai selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Pertanyaan soal:

Hal-hal apa sajakah yang perlu dicantumkan dalam labelling ?

Pilihan jawaban

A. Lokasi, jam pengambilan, jenis pemeriksaan, nama pengirim


B. Lokasi, tanggal pengambilan, jam pemeriksaan, jenis pemeruksaan, nama pengirim
C. Lokasi, tanggal pemeriksaan, jam pengambilan, nama pengirim
D. Lokasi, tanggal pengambilan, jam pengambilan, jenis pemeriksaan, nama pengirim
E. Lokasi, tanggal pengambilan, jam pemeriksaan, jenis pemeriksaan, nama pengirim

83. KASUS :
Pemanasan global sudah terjadi dan banyak hal yang sudah dirasakan oleh masyarakat
diantaranya peningkatan suhu bumi, cuaca tidak menentu, terjadi abrasi disana sini, dan juga
memberikan dampak sosial dan budaya. Apabila Indonesia tidak melakukan langkah konkrit
untuk mengurangi emisi CO2 maka dampak tersebut akan berkepanjangan dan lebih parah.

Pertanyaan soal:

Bagaimana langkah konkrit yang mudah dilakukan dan efektif untuk menurunkan CO2?

Pilihan jawaban

A. Membuat pagar dari tanaman/ green belt


B. Melakukan pemantauan udara ambient
C. Mencari energy alternatif
D. Melakukan uji emisi
E. Pembatasan pemakaian mobil

84. KASUS :
Pemanasan global sudah terjadi dan banyak hal yang sudah dirasakan oleh masyarakat
diantaranya peningkatan suhu bumi, cuaca tidak menentu, terjadi abrasi disana sini, dan juga
memberikan dampak sosial dan budaya. Apabila Indonesia tidak melakukan langkah konkrit
untuk mengurangi emisi CO2 maka dampak tersebut akan berkepanjangan dan lebih parah.
Pemerintah Indonesia telah mempunyai program untuk mencegah dan menanggulanginya
bahkan program ini sudah dilaksanakan di daerah-daerah.

Pertanyaan soal:

Apakah program yang dimaksud?

Pilihan jawaban

A. Program green
B. Program Clean
C. Program kali bersih
D. Program green and clean
E. Program langit biru
85. KASUS :
Ada laporan secara tertulis dari masyarakatyang ditujukan kepada aparat pemerintah, dengan
keluhan partikel debu dilingkungan pemukiman tinggi, terasa sesak nafas. Pemukiman tersebut
sangat berdekatan dengan Industri pembakaran batu kapur/gamping. Apabila anda sebagai
sanitarian yang yang profesional tentunya perlu dibuktikan keluhan dari masyarakat tersebut
artinya anda akan melakukan pemeriksaan kadar debu untuk mengetahui kebenarannya.

Pertanyaan soal:

langkah pertama di laboratorium untuk pemeriksaan partikel debu setelah sampling selesai
adalah:

Pilihan jawaban :

A. Melakukan penimbangan filter


B. Melakukan pengovenan filter
C. Melakukan penyaringan filter
D. Memasukkan dalam desikator agar stabil
E. Melakukan pencucian filter

86. KASUS :
Berdasarkan hasil inspeksi oleh tenaga sanitarian bahwa tingkat kebisingan dipenggilingan padi
sebesar 96 dB(A), baku mutu yang diperbolehkan 85 dB(A) karena industri bekerja selama 8
jam/hari, selain melakukan mengukur tingkat kebisingan juga melakukan tanyajawab pada
tenaga kerja hasilnya 80% tenaga kerja mengalami gangguan pendengaran, tenaga kerja tidak
mempunyai keahlian khusus karena hanya lulusan SD dan SMP.

Pertanyaan soal:

Bagaimanakah Agar tenaga kerja tidak mengalami gangguan lebih lanjut dan hasilnya lebih efektif
maka perlu?

Pilihan jawaban

A. Roling sistem
B. Memberi peredam pada mesin penggilingan
C. Menggunakan helm pengaman
D. Menggunakan ear plug
E. Melakukan pemantauan secara rutin.
87. KASUS
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari hari ke hari semakin canggih,
menyebabkan terjadinya pencemaran udara terutama dikota-kota besar, apabila sudah diketahui
jalan X terjadi pencemaran parameter HC (hidro carbon) oleh kendaraan, maka diperlukan
upaya penanganan agar tidak terjadi masalah lebih lanjut. Upaya yang dilakukan dapat berupa
jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Pertanyaan soal:

Upaya apa yang diperlukan dalam jangka pendek?

Pilihan jawaban

A. Menanam pohon besar


B. Membuat pagar dari tanaman
C. Sebagian kendaraan dialihkan
D. Jalan ditutup tidak boleh digunakan lagi
E. Membuat taman kota

88. KASUS :
Pertambahan jumlah kendaraan bermotor semakin hari semakin meningkat, sementara sarana
dan prasarana jalan tidak mendukung bahkan menurun dari sudut kualitasnya. Hal ini terutama
terjadi hampir di setiap kota-kota besar di tanah air. Di Kota Madya Denpasar, 65% asap
kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara, yang dapat mengakibatkan
turunnya berat janin dan meningkatkan jumlah kematian bayi serta kerusakan otak – apabila
pencemaran udara ini meningkat terus menerus secara signifikan.

Pertanyaan Soal :

Apakah senyawa kimia yang dimaksud?

Pilihan jawaban :

A. HC
B. CH4
C. Pb
D. SO4
E. NH3

89. KASUS :
Sumber pencemar dapat dimulai dari identifikasi polutan primer-sekunder disamping polutan
yang bersifat alami dan antropogenik. Karakteristik fisik partikulat dapat dilihat dari bentuk fisik,
kecepatan aerodinamisnya, dan karakteristik kimia partikulat dapat dilihat dari kandungan unsur
kimianya. Partikel/partikulat digolongkan menjadi partikel halus dan kasar dengan sumber yang
berbeda pula.

Pertanyaan Soal :

Dibawah ini yang termasuk polutan primer adalah

A. ozon
B. Garam sulfat
C. Nitrat
D. Sulfur Oksida
E. Asam Sulfat

90. Kasus
Bilagas CO2 mencapai 2,5 % dapat memadamkan lilin bila benyaknya gas CO2 mencapai 5 %
berakibat fatal bagi kehidupan. Untuk kenyaman dalam ruangan, maka Oksigen (O2) dalam
ruangan perlu terpenuhi dengan baik.

Pertanyaan

Berapa jumlah udara bersih setiap orang/jam dalam ruang tidur yang diperlukan ?

Pilihan Jawaban

A. 25,5 m3
B. 26,5 m3
C. 27,5 m3
D. 28,5 m3
E. 29,5 m3

91. Kasus
Ventilasi alami sangat cocok di daerah perdesaan, karena polusi udara kurang sehingga kualitas
udara masih bersih. Agar ruangan cukup terang dan tidak terlalu panas maka luas jendela harus
memenuhi syarat.

Pertanyaan

Berapa seharusnya luas jendela yang dianjurkan ?

Pilihan Jawaban

A. 5 % dari luas lantai


B. 10 % dari luas lantai
C. 15 % dari luas lantai
D. 20 % dari luas lantai
E. 25 % dari luas lantai

92. KASUS :
Dengan melihat besarnya polusi udara yang ada dan membandingkannya dengan standar kualitas
udara, maka perlu adanya langkah-langkah yang nyata dalam hal penanggulangannya

Pertanyaan soal :

bagaimanakah langkah-langkah nyata tersebut

Pilihan jawaban;

A. Kemudahan perijinan industri berat


B. Kawasan industri yang jenisnya heterogen
C. Jumlah tenaga pengawas lapangan yang cukup
D. Monitoring kualitas udara secara rutin
E. Peralatan monitoring yang memenuhi syarat

93. KASUS :
Bahan pencemar yang ada di atmosfer dapat dikeluarkan secara alamiah tanpa adanya proses
teknologi.

Pertanyaan soal :

Hal diatas dapat terjadi dengan jalan

Pilihan jawaban;

A. Perubahan iklim
B. Perubahan cuaca setempat
C. Perubahan suhu yang tiba-tiba
D. Adanya gravitasi bumi
E. Arah dan kecepatan angin relatif konstan

94. KASUS :
Terjadinya hujan asam akan berpengaruh terhadap lingkungan yang langsung terkena. Kerusakan
lingkungan yang terkena tersebut tergantung dua hal

Pertanyaan soal :

Apakah dua hal tersebut diatas:


Pilihan jawaban;

A. Jumlah endapan asam dan luas receptor


B. Sifat endapan dan luas receptor
C. Konsentrasi endapan asam dan kepekaan receptor
D. Konsentrasi endapan asam dan luas receptor
E. Kepekaan receptor dan luas receptor

95. KASUS :
Untuk mendapatkan sampel yang representatif diperlukan pertimbangan dalam menentukan
lokasi, titik dan jumlah sampel dari lingkungan yang tercemar.

Pertanyaan soal :

Pertimbangan tersebut antara lain:

Pilihan jawaban;

A. Alat yang digunakan


B. Keahlian dari tenaga pengambil sampel
C. Tujuan program
D. Jenis areal yang tercemar
E. Jenis penyakit akibat pencemaran

96. KASUS
Hepatitis B merupakan penyakit endemis yang disebabkan oleh virus hepatitis B. HBsAg dapat
ditemukan dalam darah, air seni, tinja, air liur, sekresi vagina dan darah menstruasi. Virus dapat
bertahan pada proses desinfeksi dan sterilisasi alat yang tidak memadai.
Indonesia merupakan negara dengan endemisitas Hepatitis B sedang – tinggi (5% - 20%)
Sebagai petugas Kesehatan lingkungan anda bertanggung jawab dalam pemberdayaan
masyarakat didalam pembangunan rumah sehat beserta perilaku hidup sehat untuk pencegahan
penyakit berbasis lingkungan

Pertanyaan
Apakah materi yang anda sampaikan pada kegiatan penyuluhan untuk mencegah terjadinya
penyakit Hepatitis B ?

Pilihan Jawaban :
A. Pemanfaatan kolam di sekitar rumah
B. Peletakan kandang jauh dari rumah
C. Tidak menggunakan peralatan minum dan makan secara bergantian dengan penderita
D. Jarak sumur dengan jamban
E. Cara menggunakan air untuk air minum

97. KASUS
Poliomyelitis (Polio) adalah penyakit akut yang menular yang disebabkan oleh virus polio. Virus
ini tahan terhadap pengaruh fisik dan bahan kimia serta hidup berbulan – bulan dalam tinja
manusia. Pada saat ini polio dapat dicegah dengan imunisasi, namun untuk menghasilkan upaya
pencegahan yang optimal perlu dilakukan intervensi lingkungan.
Sebagai petugas Kesehatan lingkungan anda bertanggung jawab dalam pemberdayaan
masyarakat didalam pembangunan rumah sehat beserta perilaku hidup sehat untuk pencegahan
penyakit berbasis lingkungan

Pertanyaan
Apakah materi yang anda sampaikan pada kegiatan penyuluhan untuk mencegah terjadinya
penyakit Poliomyelitis ?

Pilihan Jawaban :
A. Pemanfaatan kolam di sekitar rumah
B. Peletakan kandang jauh dari rumah
C. Konstruksi lantai, jenis dinding dan kepadatan hunian
D. Tidak buang air besar sembarang tempat
E. Cara menggunakan air untuk air minum

98. KASUS
Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh Clostridium tetani, sedangkan Tetanus
Neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada bayi yang berumur kurang satu bulan dan
penyakit ini merupakan penyebab utama kematian bayi neonatal
Spora tetanus terdapat dimana-mana di lingkungan dan dapat mengkontaminasi jenis luka,
melalui tanah yangtercemar, debu atau tinja hewan.
Sebagai petugas Kesehatan lingkungan anda bertanggung jawab dalam pemberdayaan
masyarakat didalam pembangunan rumah sehat beserta perilaku hidup sehat untuk pencegahan
penyakit berbasis lingkungan

Pertanyaan
Apakah materi yang anda sampaikan pada kegiatan penyuluhan untuk mencegah terjadinya
penyakit Tetanus ?

Pilihan Jawaban :
A. Pemanfaatan kolam di sekitar rumah
B. Peletakan kandang jauh dari rumah
C. Konstruksi lantai, jenis dinding dan kepadatan hunian
D. Jarak sumur dengan jamban
E. Cara menggunakan air untuk air minum
99. KASUS
Difteri adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh C diphteriae, delapan puluh persen
kasus terjadi pada anak dibawah umur 15 tahun. Penularan penyakit ini melalui kontak dengan
pasien/karier dengan cara droplet melalui batuk, bersin atau berbicara, serta muntahan/debu bisa
menjadi wahana penularan
Sebagai petugas Kesehatan lingkungan anda bertanggung jawab dalam pemberdayaan
masyarakat didalam pembangunan rumah sehat beserta perilaku hidup sehat untuk pencegahan
penyakit berbasis lingkungan

Pertanyaan
Apakah materi yang anda sampaikan pada kegiatan penyuluhan untuk mencegah terjadinya
penyakit Campak ?

Pilihan Jawaban :
A. Penggunaan bahan bakar minyak
B. Peletakan kandang jauh dari rumah
C. Konstruksi lantai, jenis dinding dan kepadatan hunian
D. Menutup mulut pada waktu batuk/bersin
E. Cara menggunakan air untuk air minum

100.KASUS
Tidak ada ruang yang tersembunyi dari TBS, siapapun yang bernafas melalui udara memiliki
risiko dan ditemukan 7 – 8 juta kasus baru , 95 % pada negara berkembang termasuk Indonesia.
Cahaya alami selain berfungsi sebagai penerangan juga dapat mengurangi kelembaban dan dapat
juga membunuh kuman penyakit akibat pengaruh sinar ultra violet yang berasal dari cahaya
matahari
Sebagai petugas Kesehatan lingkungan anda bertanggung jawab dalam pemberdayaan
masyarakat didalam pembangunan rumah sehat beserta perilaku hidup sehat untuk pencegahan
penyakit berbasis lingkungan

Pertanyaan
Apakah materi yang anda sampaikan pada kegiatan penyuluhan untuk mencegah terjadinya
penyakit TBC ?
Pilihan Jawaban :

A. Pemasangan genteng kayu yang rapat


B. Peletakan kandang jauh dari rumah
C. Konstruksi lantai, jenis dinding dan kepadatan hunian
D. Jarak sumur dengan jamban
E. Syarat luas minimum jendela dari luas lantai setiap kamar