Anda di halaman 1dari 2

Kulit Sehat dan Cantik Selama Masa Kehamilan

oleh: dr Dewi Inong, Sp. KK

Selain perubahan kulit, ada beberapa penyakit yang biasanya dapat diderita oleh ibu
hamil. Sebaiknya jangan anggap remeh penyakit kulit yang timbul selama hamil ini.
Sebab bila tidak segera diobati, tentunya dengan langkah-langkah yang aman, bisa
mempengaruhi kesehatan bayi yang sedang dikandung.
Penyakit kulit yang berhubungan dengan kehamilan
 Jerawat
Hormon progesterone yang berfungsi untuk memelihara dinding rahim, yang
meningkat sampai bulan ke 4 - 6 kehamilan, dapat menyebabkan timbulnya jerawat pada
sebagian ibu hamil. Hormon tersebut menyebabkan pembengkakan kulit, pori menyempit,
serta peningkatan produksi lemak kulit.
Karena produksi minyak kulit banyak sedang jalan keluarnya tertutup, minyak jadi
mudah tertimbun, tumbuh bakteri dan terjadilah jerawat.
Penanganan yang dapat dilakukan:
 Bersihkan kulit wajah secara teratur seperti biasa dengan menggunakan bahan
yang aman untuk kehamilan
 Jerawat selama hamil bisa diobati. Ada obat yang aman digunakan, jangan
didiamkan, karena kalau sampai berbekas sangat sulit menghilangkannya.
 Bila ada jerawat batu (seperti bisul tanpa mata; acne nodosa), sebaliknya ke
dokter spesialis kulit untuk disuntik dengan kortikosteriod dosis rendah pada
jerawat.
 Bila jerawat sangat parah dan memerlukan antibiotik yang diminum, maka yang
aman adalah eritromisin, dengan peresepan dan pengawasan ketat oleh dokter.
 Untuk jerawat oles, biasanya dokter akan memberikan (dengan pengawasan ketat
pada dosis dan waktu):
o AHA 8 - 15 %, 1-2 kali sehari.
o Tretinoin 0.025% - 0.05%, dioles tipis malam hari, setelah melewati 3 bulan
pertama kehamilan.
o Krim yang mengandung asam salisilat (dosis rendah 1 - 2%, dihentikan setelah
jerawat membaik) dan sulfur 2 - 4% (relatif aman, dihentikan setelah jerawat
membaik)
o Antibiotika oles untuk jerawat yang besar-besar yaitu eritromisin, 2 kali
sehari.
 Chemical peeling tidak dianjurkan selama hamil, khawatir bahan kimia yang
terserap kulit dan sampai ke janin. Kecuali peeling AHA, ini boleh dilakukan oleh
dokter bila perlu. Peeling kimiawi lain (TCA, Jesser) bisa dilakukan setelah bayi
lahir.

 Pruritic Urticarial Papules dan Plaques of Pregnancy (PUPPP)


Merupakan penyakit kulit yang hanya timbul pada kehamilan, dimulai pada trimester 3
kehamilan (7 bulan atau lebih). Berdasarkan data statistik, kemungkinan terjadi
pada 1 dari 240 wanita hamil. Berupa bercak pada daerah perut, stretch marks,
sekitar pusar, tapi bisa juga meluas ke seluruh badan, tugkai dan lengan. Umumnya
sembuh sendiri setelah lahir, tapi ada yang menetap sampai satu bulan atau lebih
setelah melahirkan, dan akhirnya sembuh. bisa berulang pada kehamilan selanjutnya.
 Bila penyakt ringan dan areanya tidak luas, bisa digunakan bedak anti gatal
cair yang banyak di jual di pasaran.
 Bila kondisinya berat, segera berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin
yang akan bekerjasama dengan dokter spesialis kebidanan untuk pengawasan kehamilan
dan janin. Dokter kulit biasanya akan meresepkan krim kortikosteroid jangka pendek
dan bila perlu obat anti gatal yang aman untuk kehamilan. Patut diingat, jangan
membeli ulang sendiri obat yang diresepkan oleh dokter tanpa anjuran dokter.
 Untuk mengurangi gatal, sebaiknya mandi dengan sabun yang lembut, dan oleskan
pelembab segera setelah mandi.
 Eksim (dermatitis atopik, dermatitis seboroik, neurodermatitis)
Pada penderita eksim yang memang sering kambuh, sering terjadi kekambuhan yang
hebat selama kehamilan karena stress fisik maupun emosional. Dari pengalaman
praktik saya, ada beberapa pasien yang tidak sembuh-sembuh eksimnya, ternyata
menderita sindrom baby blue - gangguan berupa depresi karena perubahan hormon yang
berat - pada masa kehamilan atau setelah melahirkan.
 Segera berobat ke dokter spesialis kulit yang akan bekerja sama dengan dokter
psikiatri bila memang ada gejala baby blue.
 Lakukan perawatan kulit untuk penderita eksim seperti biasa.

 Herpes Gestationes (pemphigoid gestations)


Penyakit ini bukan herpes badan atau herpes kelamin yang disebabkan virus seperti
yang kita kenal. Herpes gestationes, karena bentuknya hampir mirip herpes lain maka
disebut demikian, adalah penyakit khas pada kehamilan.
Sebenarnya adalah penyakit auto imun, yaitu antibodi tubuh menyerang sel kulit
sendiri, hingga timbul gelembung-gelembung pada kulit. Muncul pada bulan kehamilan
ke 4 - 7 kehamilan (trimester 2 atau 3), sangat gatal (kalau herpes yang lain tidak
gatal, tapi sangat nyeri) dan kambuh pada kehamilan berikutnya.
Tapi ini jarang terjadi, sekitar 1 kasus dari 60.000 kehamilan. Ibu hamil yang
melahirkan saat penyakit ini aktif, bisa menyebabkan bayi prematur atau berat badan
lahir rendah. Untuk pengobatan, sebaiknya ditangani oleh dokter spesialis kulit
yang bekerjasama dengan spesialis kebidanan.
Selama hamil, kesehatan ibu dan anak adalah prioritas. Perlu diingat bahwa krim
atau kosmetika yang dioles kulit, kalau dipakai dalam jangka panjang dan area yang
luas, maka bahan kimia yang terkandung di dalamnya dapat terserap ke peredaran
darah ibu dan sampai ke janin. Karena itu prinsip pemilihan kosmetik maupun obat
selama kehamilan, sebaiknya memenuhi 3 hal: selamat dunia (aman untuk kesehatan)
dan akhirat (halal), sehat, sehingga kemudian cantik akan didapatkan.

Bahan Kosmetik dan Obat Kulit yang Aman


dan Tidak Aman untuk Kehamilan

Aman
 Antibiotik diminum: eritromisin, amoksisilin
 Antibiotik oles: eritromisin
 Krim peremajaan dioles: AHA, kinerase, L-ascorbic acid (vitamin C)
 Alkohol, astringet, aseton oles
 Obat pemati rasa (anestesi) oles dan injeksi (lidocaine)
 Anti jamur oles: Mikonazol 2%, terbinafine, sulfur
 Pelindung matahari/ sun screen oles
 Anti jerawat oles: resorsinol, sulfur
 anti ketombe oles/ dalam shampo: Zinc pyrithione

Aman dengan syarat dan pengawasan ketat dokter


 Obat antihistamin (anti alergi) diminum: hydroxyine (hanya boleh untuk kehamilan di atas 7
bulan), chlortrimetone
 Obat oles antiperadangan kortikosteroid (hidrokortison, flucinolon asetonide, dll, hanya boleh
jangka pendek)
 Obat minum antiperadangan kortikosteroid (prednison, metil prednsison, dll, hanya boleh jangka
pendek)
 Asam salisilat oles

 Anti jerawat oles: tretinoin 0, 025-0, 05%, retinol; boleh setelah trimester pertama

Beri Nilai