Anda di halaman 1dari 6

Pengobatan Tradisional

1. 1. KESEHATAN TRADISIONAL DISKES PROVINSI


JAMBI 2013

2. 2. Obat tradisonal adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan
tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sari (gelenik) atau campuran
dari bahan tersebut yang secara turun menurun telah digunakan untuk
pengaoabatan berdasarkan pengalaman (UU Kes No.23/1992) Upaya
kesehatan tradisonal : adalah cara menanggulangi masalah (gangguan)
kesehatan individu, keluarga dan masyarakat dengan perawatan dan
pengobatan tradisonal yang diselenggarakan secara komperhensif, mencakup
upaya promotif (peningkatan kesehatan), upaya preventif (pencegahan), kuratif
(pengobatan) penyakit dan upaya rehabilitatif (pemulihan).  Pengobatan
Tradisional : adalah salah satu upaya pengobatan dan atau perwatan cara lain
diluar ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan, mencakup cara (methode) obat
dan pengobatannya, yang mengacu kepada pengetahuan, pengalaman dan
ketrampilan yang diperoleh secara turun menurun, berguru, magang atau
pendidikan/pelatihan baik yang asli maupun yang berasal dari luar negeri dan
diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. 

3.
4. 3. Pengobat Tradisonal (Batra) adalah seseorang yang diakui dan dimanfaatkan
oleh masyarakat sebagai orang yang mampu melakukan pengobatan secara
tradisonal (Kepmenkes Nomor 1076/SK/Menkes/VII/2003). Ada 2 (KEPMENKES
No. 36 tahun 2009) macam pengobat tradisonal ditinjau dari cara
pengeobatannya. 1. Pengobatan dengan Ketrampilan 2. Pengobatan dengan
ramuan Macam-macam pengobatan tradisional yang ada di masyarakat : a.
Pelayanan oleh batar (pengobat tradisional), bisa perorangan atau berkelompok
b. Sebagai bentuk UKBM al :TOGA, Posyankestrad, c. Pengobatan sendiri (self
care). d. Pengobatan tradisional pada pusat-pusat pengemban pengobatan
tradisional,organisasi pengobat/institusi swasta : Merpati putih, Satria Nusantara
dll. Untuk mengantisipasi perkembangan pengobat tradisonal di masyarakat
maka pemerintah harus intensif melaukan pendataan, pengawasan dan
pembinaan.
5.
6. 4. KENDALA dalam melakukan pengawasan dan pembinaan : 1. Belum
cukupnya peraturan yang mendudukung. 2. Maisih kurang/belum meratanya
pemahaman para petugas kesehatan tentang selukbeluk kestrad 3. Belum
terwujudnya pembakuan methode pengobat tradisional secara jelas dan tegas. 4.
Belum dilakukan secara intensif pembinaan peningkatan mutu pelayanan. 5.
Belum adanya standarisasi pendidikan dan pelatihan pengobat tradisional. 6.
Belum termonitornya secara seksama (jumlah dan fungsi wadah/organisasi. 7.
Belum adanya koordinasi LS dan LP dalam hal pembinaan dan pengembangan
khususnya penelitian dan pengembangan. TUJUAN DAN SASARAN Tujuan
umum : Meningkatnya pendayagunaan pengobatan tradisional baik secara
tersendi ri atau terpadu pada sistim pelayanan kesehatan paripurna, dalam
rangka mencapai derajat kesehatan yang optimal. Tujuan khusus : 1.
Meningkatnya mutu pelayanan pengobat tradisional, sehingga masyarakat
terhindar dari dampak negatif.
7. 5. 2. Meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah
kesehatan dengan upaya pengobatan tradsional. 3. Terbinanya berbagai tenaga
pengobat tradisional dalam pelayanan kesehatan. 4. Terintegrasinya upaya
pengobatan tradisional dalam program pelayanan kesehatan paripurna, mulai
dari tingkat rumah tangga, puskesmas sampai dengan rujukan. SASARAN : 1.
Pengobat Tradisional. 2. Petugas Kesehatan. 3. Masyrakat. KEGIATAN YANG
TELAH DILAKUKAN OLEH PROV JAMBI 1. rapat koordinasi 2. Pelatihan self
care tahun 2006 3. Penyebarluasan informasi TOGA. 4. Melakukan Pembinaan
dan pengawasan Pengobat Tradisional. 5. Melakuakn inventarisasi.
8. 6. Memantau, mengendalikan, pelasanaan pembinaan pengobatan tradisional
sendir Menyusun jadwal supervisi terpadu, dengan upaya pendanaan bersama’
 Merencanakan pelaksanaan operasional pembinaan pengobatan tradisional 
Menyelenggarakan forum komunikasi lintas program dan lintas sektor terkait
dalam pembinaan pengobat tradisional  Mengkoordinir pembinaan pengobat
tradisional termasuk TOGA  Mengolah, menganalisa data inventarisasi
pengobat tradisional  Memantau, mengendalikan, pelasanaan pembinaan
pengobatan tradisional sendiri di rumah  Menyusun jadwal supervisi terpadu,
dengan upaya pendanaan bersama’  Merencanakan pelaksanaan operasional
pembinaan pengobatan tradisional  Menyelenggarakan forum komunikasi lintas
program dan lintas sektor terkait dalam pembinaan pengobat tradisional 
Mengkoordinir pembinaan pengobat tradisional termasuk TOGA TUGAS DAN
TANGGUNG JAWAB MASING-MASING UNIT/SEKTORTUGAS DAN
TANGGUNG JAWAB MASING-MASING UNIT/SEKTOR Mengolah,
menganalisa data inventarisasi pengobat tradisional 1. DINAS KESEHATAN
PROVINSI1. DINAS KESEHATAN PROVINSIi di rumah
9. 7. Aktif dalam forum komunikasi lintas program dan lintas sektor pembinaan
pengobat tradisional Memberikan rekomenadsi kepada para pengobat
tradisional supranatural yang akan melaksanakan wajib daftar  Aktif dalam
forum komunikasi lintas program dan lintas sektor pembinaan pengobat
tradisional  Memberikan rekomenadsi kepada para pengobat tradisional
supranatural yang akan melaksanakan wajib daftar  Aktif dalam forum
komunikasi 2. Kejaksaan Tinggi2. Kejaksaan Tinggi 3. Kanwil Departemen
Agama3. Kanwil Departemen Agama  Memberikan rekomendasi kepada
pengobat tradisional supranatural yang akan melaksanakan wajib daftar 
Memantau pengobat tradisional psikosupra-natural  Aktif dalam forum
komunikasi  Memberikan rekomendasi kepada pengobat tradisional
supranatural yang akan melaksanakan wajib daftar  Memantau pengobat
tradisional psikosupra-natural Lanjutan ......Lanjutan ......
10. 8. Aktif dalam forum komunikasi Dukungan politis dan pendanaan bagi
pengembangan Sentra P3T  Memberikan dukungan politis, pendanaan bagi
program pengembangan pengobatan tradisional  Aktif dalam forum komunikasi
 Dukungan politis dan pendanaan bagi pengembangan Sentra P3T 
Memberikan dukungan politis, pendanaan bagi program pengembangan
pengobatan tradisional  Aktif dalam forum komunikasi 4. Dinas Pendidikan
Provinsi4. Dinas Pendidikan Provinsi 5. Bappeda Provinsi5. Bappeda Provinsi 
Mengkoordinir upaya pengobatan tradisional berkaitan dengan kebudayaan dan
aliran kepercayaan setempat  Mengkoordinir pembinaan TOGA di kebun
sekolah  Membina kursus pendidikan luar sekolah rumpun kesehatan  Aktif
dalam forum komunikasi  Mengkoordinir upaya pengobatan tradisional berkaitan
dengan kebudayaan dan aliran kepercayaan setempat  Mengkoordinir
pembinaan TOGA di kebun sekolah  Membina kursus pendidikan luar sekolah
rumpun kesehatan Lanjutan ......Lanjutan ......
11. 9. Melakukan sampling pemeriksaa ramuan obat tradisional Membina dan
mengawasi khasiat dan efek samping obat tradisional  Melakukan sampling
pemeriksaa ramuan obat tradisional  Membina dan mengawasi khasiat dan efek
samping obat tradisional  Aktif dalam forum komunikasi 6. Biro Kesra dan
Kemasyarakatan Setda Provinsi6. Biro Kesra dan Kemasyarakatan Setda
Provinsi 7. Balai POM7. Balai POM  Memantau, membina organisasi
pengobatan tradisional  Dukungan politis dan pendanaan bagi pengembangan
Sentra P3T  Memberikan dukungan politis, pendanaan bagi program
pengembangan pengobatan tradisional  Aktif dalam forum komunikasi 
Memantau, membina organisasi pengobatan tradisional  Dukungan politis dan
pendanaan bagi pengembangan Sentra P3T  Memberikan dukungan politis,
pendanaan bagi program pengembangan pengobatan tradisional Lanjutan
......Lanjutan ......
12. 10. Menindak pelanggaran yang dilakukan oleh pengobat tradisional Menindak
pelanggaran yang dilakukan oleh pengobat tradisional  Mengawasi pelaksana
pengobatan tradisional 9. Kepolisian9. Kepolisian  Mengawasi pelaksana
pengobatan tradisional Aktif dalam forum komunikasi 8. Biro Humas dan
Protokol Setda Provinsi Jambi8. Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi
9. Satpol PP9. Satpol PP  Membina dan mengawasi berita-berita pengobatan
tradisional di media massa  Membina dan mengawasi periklanan pengobatan
tradisional  Aktif dalam forum komunikasi  Membina dan mengawasi berita-
berita pengobatan tradisional di media massa  Membina dan mengawasi
periklanan pengobatan tradisional Lanjutan ......Lanjutan ......
13. 11. Aktif dalam forum komunikasi Mengkoordinir penyediaan bibit tanaman obat
 Mengkordinir pembinaan teknis budidaya tanaman obat  Koordinasi dan
inventarisasi bahan baku obat alam  Aktif dalam forum komunikasi 
Mengkoordinir penyediaan bibit tanaman obat  Mengkordinir pembinaan teknis
budidaya tanaman obat  Koordinasi dan inventarisasi bahan baku obat alam 
Mengawasi periklanan pengobat tradisional 11. Media elektronik dan cetak11.
Media elektronik dan cetak 12. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi12.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi  Menseleksi periklanan pengobatan
tradisional yang akan dimuat atau ditanyangkan  Mengawasi periklanan
pengobat tradisional  Menseleksi periklanan pengobatan tradisional yang akan
dimuat atau ditanyangkan Lanjutan ......Lanjutan ......
14. 12. A Membina profesionalisme pengobat tradisional sesuai jenisnya 
Membina anggota organisasi dalam mitra kerja pelayanan kesehatan modern
dan tradisional  Aktif dalam forum komunikasi 13. Tim Penggerak PKK Tingkat
Provinsi13. Tim Penggerak PKK Tingkat Provinsi 14. Organisasi Profesi
Kesehatan Provinsi14. Organisasi Profesi Kesehatan Provinsi  Koordinasi dan
pembiaan kelompok Dasa Wisma dalam budidaya dan pemanfaatan TOGA
sebagai tanaman pekarangannya serta pengolahan dan pemasaran hasil TOGA
 Mengkoordinir penggalian pengobatan tradisional di tempat  Pengembangan
pengobatan sendiri di rumah (self care) tradisional  Mengkoordinir pembinaan
TOGA  Aktif dalam forum komunikasi  Koordinasi dan pembiaan kelompok
Dasa Wisma dalam budidaya dan pemanfaatan TOGA sebagai tanaman
pekarangannya serta pengolahan dan pemasaran hasil TOGA  Mengkoordinir
penggalian pengobatan tradisional di tempat  Pengembangan pengobatan
sendiri di rumah (self care) tradisional  Mengkoordinir pembinaan TOGA
Lanjutan ......Lanjutan ...... Aktif berperan dalam tim penilaian Sentra P3T
terhadap pengobat tradisional yang telah terbukti aman dan bermanfaat dan
yang akan diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan/medik Aktif dalam forum
komunikasi pembinaan dan pengembangan penobatan tradisional, memantau
malpraktek pengobatan tradisional  Membina profesionalisme pengobat
tradisional sesuai jenisnya  Membina anggota organisasi dalam mitra kerja
pelayanan kesehatan modern dan tradisional  Aktif berperan dalam tim
penilaian Sentra P3T terhadap pengobat tradisional yang telah terbukti aman dan
bermanfaat dan yang akan diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan/medik
ktif dalam forum komunikasi pembinaan dan pengembangan penobatan
tradisional, memantau malpraktek pengobatan tradisional
15. 13. Menggali dan inventarisasi pengobatan tradisional (obat, cara maupun alat
pengobat) baik yang asli indonesia maupun yang berasal dari luar negeri Aktif
dalam forum komunikasi  Memantau malpraktek pengobat tradisional 
Membina kelembagaan dan profesionalisme pengobat tradisional  Menggali dan
inventarisasi pengobatan tradisional (obat, cara maupun alat pengobat) baik
yang asli indonesia maupun yang berasal dari luar negeri  Aktif dalam forum
komunikasi  Memantau malpraktek pengobat tradisional  Membina
kelembagaan dan profesionalisme pengobat tradisional Lanjutan ......Lanjutan
...... 15. Organisasi Profesi Pengobat Tradisional Provinsi15. Organisasi Profesi
Pengobat Tradisional Provinsi
16. 14. MENIMBANG : MENGINGAT : MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN
MENTERI KESEHATAN TENGAN PENYELENG GARAAN PENGOBATAN
TRADISIONAL. BAB I KETENTUAN UMUM 1. PENGOBAT TRADISIONAL 2.
OBAT TRADISONAL. 3. PENGOBAT TRADISIONAL 4.PENGOBAT
TRADISIONAL ASING 5.SURAT TERDAFTAR PENGOBAT TRADISIONAL
(STPT) 6.SURAT IZIN PENGOBAT TRADISIONAL (SIPT) 7.TOKO OBAT
TRADISIONAL. BAB II TUJUAN 1. MEMBINA UPAYA PENGOBATAN
TRADISIONAL.
17. 15. 2. MEMBERIKAN PERLINDUNGAN 3. MENGINVESTASIKAN JUMLAH
PENGOBAT TRADISIONAL, JENIS DAN CARA PENGOBATANNYA. BAB III
PENDAFTARAN Pasal 3 1. KLASIFIKASI PENGOBAT TRADISIONAL. 2.
KLASIFIKASI DAN JENISNYA : A. PENGOBAT TRADISIONAL KETRAMPILAN
B. PENGOBAT TRADISIONAL RAMUAN Pasal 4 1.SEMUA PENGOBAT
TRADISIONAL YANG MENJALANKAN PEKERJAAN PENG OBATAN
TRADISIONAL WAJIB MENDAFTARKAN DIRI KEPADA KEPALA DINAS
KESEHATAN KABUPATEN / KOTA SETEMPAT UNTUK MEMPEROLEH
SURAT TERDAFTAR PENGOBAT TRADISIONAL (STPT). 2.PENGOBAT
TRADISIONAL DENGAN CARA SUPRANATURAL HARUS MENDA- PAT
REKOMENDASI TERLEBIH DAHULU DARI KEJAKSAAN KABUPATEN / KO TA
SETEMPAT.
18. 16. 3. PENGOBAT TRADISIONAL DENGAN CARA PENDEKATAN AGAMA
HARUS ME NDAPAT REKOMENDASI TERLEBIH DAHULU DARI KANTOR
DEPARTEMEN - AGAM KABUPATEN/KOTA SETEMPAT. Pasal 5 TATA CARA
MEMPEROLEH STPT : A. PENGOBAT TRADISIONAL MENGAJUKAN
PERMOHONAN KE DINKES KAB / KOTA SEPERTI FORM A. B. SYARAT
KELENGKAPAN SBB : 1. BIODATA PENGOBAT TRADISIONAL (FORM B). 2.
FOTO COPY ktp. 3. SURAT KETERANGAN DARI DESA/LURAH. 4.
REKOMENDASI DARI ASOSIASI/ORAGANISASI. 5. FOTO COPY
SERTIFIKAT/IJAZAH PENGOBAT TRADISIONAL YG DIMILIKI. 6. SURAT
PENGANTAR PUSKESMAS SETEMPAT. 7. PAS FOTO UKURAN 4 X 6CM
SEBANYAK 2 (DUA) LEMBAR. 8. REKOMENASI KEJAKSAAN/KANTOR
DEPARTEMEN AGAMA. Pasal 6 1. KEPALA DINAS KESEHATAN/KOTA
MELAKUKAN PENDAFTARAN BERDASAR KAN PERMOHONAN
SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 5 UNTUK ME NERBITKAN SURAT
TERDAFTAR PENGOBAT TRADISIONAL (STPT).
19. 17. 2. SURAT TERDAFTAR PENGOBAT TRADISIONAL (STPT) DI TERBITKAN
OLEH KEPALA DINAS KESEHATAN DALAM WAKTU SELAMBAT-
LAMBATNYA 1 (SA TU) BULAN SEJAK PERMOHONAN DAN KELENGKAPAN
DITERIMA. 3. BENTUK STPT ADALAH FORMULIR C Pasal 7 1. KEPALA
DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA HARUS MEMBUAT PEMBU KUAN
PENDAFTARAN MENGENAI STPT YANG TELAH DITERBITKAN 2. KEPALA
DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA MENYAMPAIKAN LAPORAN
SECARA BERKALA KEPADA BUPATI/WALIKOTA SETEMPAT DENGAN TEMB
USAN KE DINKES PROVINSI. Pasal 8 1. STPT BERLAKU SELAMA
PENGOBAT TRADISIONAL MELAKUKAN PEKERJA AN DI KAB/KOTA
TEMPAT PENDAFTARAN. 2. STPT BERLAKU UNTUK 1 KAB/KOTA. 3.
PEMBAHARUAN STPT DILAKSANAKAN SESUAI PASAL 5 BAB IV PERIZINAN
BABV PENYELENGGARAAN (DIBACA SENDIRI)
20. 18. Pasal 14 2. PENGOBAT TRADISIONAL SEBAGAIMANA DIMASUD
BERKEWAJIBAN ME NYEDIAKAN : A. RUANG KERJA DENGAN UKURAN 2 X
2,5 M 2 B. RUANG TUNGGU. C. PAPAN NAMA DENGAN MENCATUKAN
SURAT STPT/SIPT UKURAN 1 X 1,5 D. KAMAR KECIL YG TERPISAH DR
RUANG PENGOBATAN. E. PENERANGAN YG BAIK SEHINGGA DAPAT
MEMBEDAKAN WARNA. F. SARANA DAN PRASARANA YG MEMENUHI
SYARAT HYGIENIE & SANITASI G. RAMUAN/OBAT HARUS MEMENUHI
PERSYARATAN. H. PENCATATAN SESUAI KEBUTUHAN. Pasal 15 1.
PENGOBAT TRADISIONAL HARUS MEMBERIKAN INFORMASI YANG JELAS
DAN TEPAT KEPADA PASIEN TENTANG TINDAKAN PENGOBATAN YG DILA
KUKAN. 2. INFORMASI TERSEBUT DAPAT DIBERIKAN SECARA LISAN
TENTANG UN – TUNG RUGI TINDAKAN. 3. SEMUA TINDAKAN HARUS
MENDAPAT PERSETUJUAN DARI PASIEN DAN KELUARAGANYA. 4.
PERSETUJUAN DAPAT SECARA TERTULIS MAUPUN LISAN.
21. 19. KAN OBAT MODERN, OBAT KERAS, NAR 1. PENGOBAT TRADISIONAL
DILARANG MEMBERIKAN DAN ATAU TENGGUNA  Pasal 20  A.
PENGGUNAAN GELAR TANPA MELALUI JENJANG PENDIDIKAN. 2.
IFORMASI MENYESATKAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD ADALAH :  LEBIHAN
DAN MEMBERIKAN INFORMASI YG MENYESATKAN  1. PENGOBAT
TRADISIONAL DILARANG MEMPROMOSIKAN DIRI SECARA BER  Pasal 23
 HATAN TERDEKAT.  DALAM KEADAAN DARURAT, HARUS DIRUJUK KE
SARANA PELAYANAN KE-  PENGOBATAN TRADISIONAL YANG TIDAK
MAMPU MENGOBATI PASIENNYA  Pasal 22  TODE DAN CARA
MENGOBATANNYA.  2. LAPORAN MELIPUTI JUMLAH JENIS KELAMIN
PASIEN, JENIS PENYAKIT, ME  LAN SEKALI KEPADA KADINKES
KAB/KOTA.  1. PENGOBAT TRADISIONAL WAJIB MELAPORKAN
KEGIATANNYA TIAP 4 BU  Pasal 21  MEMENUHI SYARAT KESEHATAN. 
DISIONAL YG TIDAK TERDAFTAR DAN RACIKAN BAHAN BAKU YG TIDAK 
2. PENGOBAT TRADISIONAL DILARANG MENGGUNAKAN PRODUK OBAT
TRA KOBA DAN BAHAN BERBAHAYA.
22. 20. C. MENGINFORMASIKAN TELAH MEMILIKI SURAT TERDAFTAR/SURAT
IZIN SEBAGAI PENGOBAT TRADISIONAL YANG KENYATAANNYA TIDAK
DIMILIKI 3. PENGOBAT TRADISIONAL HANYA DAPAT MENGINFORMASIKAN
GAN KEPADA MASYARAKAT BERKAITAN DENGAN TEMPAT USAHA, JAM
PRAKTEK, KEAHLIAN DAN GELAR YANG SESUAI STPT DAN SIPT. Pasal 25
1.TOKO OBAT TRADISIONAL DILARANG MENYIMPAN, MELAYANI DAN
MENJUAL OBAT YG DIPRODUKSI OLEH PABRIK TIDAK DIREGRISTRASI. 2.
BAHAN OBAT TRADISIONAL HARUS AMAN, MANFAAT DAN BERMUTU. 3.
TOKO OBAT TRADISIONAL BOLEH MEMBIKIN RESEP DARI PENGOBAT
TRADISIONAL. 4. TOKO OBAT HARUS MEMBUAT CATATAN. 5. TOKO OBAT
TRADISIONAL BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP KEAMANAN, MUTU DAN
KEABSAHAN OBAT TRADISIONAL YG DIKELOLA. LAINNYA BACA SENDIRI.
PENYAKIT.  B. MENGINFORMASIKAN BAHWA PENGOBAT DAPAT
MENYEMBUHKAN SEMUA 
23. 21. E. PENCATATAN DAN PELAPORAN. D. PEMANTAUAN PEKERJAAN
PENGOBAT TRADISIONAL.  C. MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN SELF
CARE.  B. PEMBINAAN.  A. INVENITARISASI  MEMPUNYAI TUGAS DAN
TANGGUNG JAWAB :  DALAM MELAKSANAKAN PEMBINAAN DAN
PENGAWASAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 31 AYAT 1
KEPALA DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  Pasal 34  E. LARANGAN
MELAKUKAN PEKERJAAN SEBAGAI PENGOBAT  D. PENGHENTIAN
SEMENTARA KEGIATAN.  C. PENCABUTAN STPT / SIPT  B. TEGURAN
TERTULIS.  A. TEGURAN LISAN.  2 TINDAKAN ADMINISTRATIF ADALAH :
 KETENTUAN INI.  TRADISIONAL YG MELAKSANAKAN KEGIATAN YANG
TDK SESUAI DENGAN  DAPAT MELAKUKAN TINDAKAN ADMINISTRASIF
TERHADAP PENGOBAT  1. DALAM RANGKA PENGAWASAN, KEPALA
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  Pasal 33 
24. 22. BAB IX SANKSI Pasal 35 DENGAN TIDAK MENGURANGI KETENTUAN
PIDANA SEBAGAIMANA DITETAP KAN DALAM KTAB UNDANG-UNDANG
HUKUM PIDANA (KUHP), YANG LAIN BISA DIBACA SENDIRI.
25. 23. SENTRA P3T DISKES PROVINSI JAMBI 2013