Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOMETRIKA DAN INVENTARISASI


SUMBER DAYA HUTAN
ACARA III
REGRESI KARAKTERISTIK TEGAKAN

Disusun Oleh :
Nama : Ghina Wardah Hania Putri
NIM : 16/393948/KT/08185
Shift : Senin, 15.30 WIB
Co. Ass: Intan Surulloha Akbar

LABORATORIUM PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUTAN &


LABORATORIUM KOMPUTASI DAN BIOMETRIKA HUTAN
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2018
ACARA III
REGRESI KARAKTERISTIK TEGAKAN

I. TUJUAN

Tujuan dilakukannya praktikum regresi karakteristik tegakan ini adalah untuk mencari
hubungan beberapa karakteristik pohon (diameter dan tinggi pada rata-rata bidang dasar).

II. DASAR TEORI


Dalam pengukuran, suatu karakteristik pohon dapat digunakan untuk menaksir
karakteritik pohon yang lain. Cara penaksirannya yaitu dengan mencari hubungan kedua
karakteristik pohon tersebut. Dalam penelitian, disebut pula dengan cara mengetahui
hubungan antar variabel.Variabel penelitian mencerminkan karakteristik populasi yang
ingin ditelaah. Ada beberapa jenis variabel, diantaranya adalah variabel Dependen dan
Independen.Variabel independen (independent variable) adalah tipe variabel yang
menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain. Variabel dependen (dependent
variable) adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen.
Kedua tipe variabel ini merupakan kategori variabel penelitian yang paling sering
digunakan dalam penelitian karena mempunyai kemampuan aplikasi yang luas (Santoso,
2010).
Kegiatan mencari hubungan antara beberapa variabel adalah kegiatan analisis
regresi. Analisis regresi adalah salah satu analisis yang bertujuan untuk mengetahui
pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain. Dalam analisis regresi, variabel yang
memengaruhi disebut Independent variable (variabel bebas) dan variabel yang
dipengaruhi disebut Dependent Variable (variabel terkait). Analisis regresi memiliki
persamaan umum y=a+bx untuk perubahan satu prediktor. Perubahan kriterium dengan
prediktor dapat ditunjukkan oleh suatu garis regresi yang mungkin dalam bentuk linear
ataupun hiperbola (Hadi, 2004).
Dalam mencari hubungan antar variabel pada karakteristik pohon, penaksiran dapat
didasarkan oleh tabel tegakan. Tabel tegakan adalah suatu tabel yang memuat dimensi-
dimensi tegakan pada berbagai umur tegakan dalam kondisi normal. Dimensi tegakan
tersebutantara lain yaitu umur, peninggi, bonita, luas bidang dasar (lbds), volume kayu,
riap dan lain-lain.
Untuk menentukan massa kayu kelas umur berdasarkan tabel tegakan, beberapa hal yang
harus diketahui yaitu :

1. Umur rata-rata seluruh tegakan


2. Bonita rata-rata untuk masing-masing Kelas Umur
3. Kerapatan Bidang Dasar untuk masing-masing Kelas Umur
(Bailey and Harjanto, 2005).

Di indonesia tabel normal yang umum digunakan oleh perum perhutani untuk
hutan tanaman jati disusun oleh von wulfing yang diumumkan pada tahun 1932. Tabel
tersebut mula – mula hanya berisi dua macam sortimen kayu, yaitu kayu pohon dan kayu
tebal. Pada tahun 1936, Ferguson menambahkan 1 sortimen lagi, yaitu kayu batang
karena justru sortimen inilah yang mempunyai nilai praktis (Simon,1993).
Perbedaan yang mendasar antara regresi dan korelasi ialah dalam regresi terdapat
(hubungan) asimetri dalam kaitannya dengan perlakuan terhadap variabel tergantung dan
variabel bebas. Variabel tergantung diasumsikan statistitikal, acak atau stokastik, yaitu
mempunyai distribusi probabilitas. Sedang variabel bebas/prediktornya diasumsikan
mempunyai nilai – nilai tetap. Sebaliknya dalam korelasi diperlakukan dua variabel atau
variabel – variabel apa saja secara simetris, yaitu tidak ada perbedaan antara variabel
bebas dan variabel tergantung. Sebagai contoh korelasi antara nilai ujian matematik dan
statistik sama dengan korelasi nilai ujian statistik dan matematik. Lebih lanjut dalam
korelasi kedua variabel diasumsikan random (Draper and Smith, 1981).

III. ALAT DAN BAHAN


1. Tabel tegakan tanaman jati WvW
2. Kalkulator
3. Alat tulis
4. Komputer
IV. CARA KERJA

Menghitung nilai F
Melakukan hitung dan
Penggunaan tabel
perhitungan hingga membandingkan
bonita I 1/2 pada
menghasilkan dengan nilai F tabel
WvW sebagai
persamaan umum hingga diketahui
acuan
regresi y=a+bx hubungan antar
variabel

Tabel tegakan tanaman jati Wolf von Wulfing (WvW) digunakan untuk acuan data.
Lalu diperhatikan beberapa karakteristik tegakan jati yakni diameter, tinggi, dan rata-rata
bidang dasar pada Bonita I 1/2. Setelah itu disusun persamaan regresi untuk penaksiran
tinggi (Oh) dan diameter dengan persamaan umum regresi Y=a+bx. Lalu dibuat analisis
varians regresi untuk masing-masing persamaan. Setelah itu digambar kurva hubungan
antara peninggi dan diameter menggunakan bantuan Ms. Excel
Kurva Regresi
40
y = 0.4392x + 12.067
30 R² = 0.9571
Peninggi
20

10

0
0 10 20 30 40 50 60 70
Diameter

Series1 Linear (Series1)