Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

A. IDENTITAS SEKOLAH
Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 7 Jakarta
Program Keahlian : Akuntansi Keuangan
Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan keuangan Lembaga
Mata Pelajaran : Ekonomi Bisnis (C1)
Kelas/Semester : X/ Ganjil
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Alokasi Waktu : 6 x Pertemuan (@ 2 JP x 45 Menit)
Materi Pokok : Masalah – Masalah Ekonomi

B. KOMPETENSI INTI
KI-3 (Pengetahuan) :
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup Simulasi dan Komunikasi Digital, dan
Dasar Bidang Bisnis dan Manajemen pada tingkat teknis, spesifik
detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi
seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat
nasional , regional dan internasional
KI-4 (Keterampilan) :
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah
masalah sesuai dengan lingkup Simulasi dan Komunikasi Digital, dan
Dasar Bidang Bisnis dan Manajemen. Menampilkan kinerja di bawah
bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar,
mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4 Menerapkan hukum permintaan, 3.4.1 Menerapkan hukum permintaan,
penawaran, konsep elastisitas dan penawaran, konsep elastisitas dan harga
harga keseimbangan pasar keseimbangan pasar
3.4.2 Menjelaskan hokum permintaan,
penawaran, konsep elastisitas dan harga
keseimbangan pasar

4.4 Menentukan tingkat elastisitas 4.4.1 Menentukan tingkat elastisitas


permintaan, penawaran, dan harga permintaan, penawaran, dan harga
keseimbangan pasar suatu produk keseimbangan pasar suatu produk
4.4.2 Mempresentasikan tingkat elastisitas
permintaan, penawaran, dan harga
keseimbangan pasar suatu produk

D. Tujuan Pembelajaran
 Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan
saintifik peserta didik menerapkan hukum permintaan, penawaran, konsep
elastisitas dan harga keseimbangan pasar, mengajukan pertanyaan, mengajukan
jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan
untuk dapat mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, menerapkan,
menganalisis, dan mengevaluasi),

 Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan


saintifik peserta didik menentukan tingkat elastisitas permintaan, penawaran, dan
harga keseimbangan pasar suatu produk, mengajukan pertanyaan, mengajukan
jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan
untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji,
dan menalar), dan sikap (jujur, santun, dan tanggungjawab).

E. Materi Pembelajaran
Materi Faktual  Harga
dapat diamati dengan indera  Permintaan
atau alat

 Pembeli
 Penjual
 Surplus
 Kebutuhan
Materi Konseptual  Hukum permintaan,
Gabungan antar fakta-fakta  Hukum penawaran,
yang saling berhubungan  Konsep Elastisitas dan
 Harga Keseimbangan Pasar
Materi Prinsip  Pengertian Harga Keseimbangan
Generalisasi hubungan antar  Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan
konsep-konsep yang saling  ELASTISITAS PERMINTAAN
terkait  ELASTISITAS PENAWARAN
Materi Prosedural  Menentukan tingkat elastisitas permintaan, penawaran, dan
Sederetan langkah yang harga keseimbangan pasar suatu produk
sistematis dalam  Mempresentasikan tingkat elastisitas permintaan, penawaran,
menerapkan prinsip dan harga keseimbangan pasar suatu produk

F. Pendekatan, Strategi dan Metode


 Pendekatan : Saintifik
 Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan
 Model : Problem Based Learning

G. Alat dan Media Pembelajaran


 Vidio Pembelajaran.
 Slide Powerpoint.
 LCD Proyektor.

H. SumberBelajar
 Hand Out
 Internet

I. Kegiatan Pembelajaran
Sintaks Langkah Saintifik
Tahap Kegiatan
Model M M M M M PPK Waktu
pemebelajaran Pembelajaran
Pembelajaran 1 2 3 4 5
Pendahuluan  Melakukan Religiositas
pembukaan dengan
salam pembuka dan
berdoa untuk
memulai
pembelajaran
 Memeriksa Disiplin
kehadiran peserta
didik sebagai sikap
disiplin
 Menyiapkan fisik dan 
psikis peserta didik
dalam mengawali
kegiatan
pembelajaran.
 Memberikan  Rasa ingin
gambaran tentang tahu
manfaat mempelajari
pelajaran yang akan
dipelajari.
 Menyampaikan 
tujuan pembelajaran
pada pertemuan
yang berlangsung
 Mengaitkan materi  Literasi
pembelajaran yang
akan dilakukan
dengan pengalaman
peserta didik dengan
Materi sebelumnya,
 Guru menyampaikan 
tatacara sistem
penilaian dalam
belajar.
Inti  Guru menampilkan
tayangan tentang 
hukum permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
keseimbangan
pasar
Stimulus  Siswa mengamati
dan memahami
tayangan tentang
hukum permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
keseimbangan
pasar
 Guru menanyakan
maksud dari
tayangan tentang
hukum permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
keseimbangan
pasar
Identifikasi masal
ah  Siswa secara
berkelompok
mendiskusikan
tentang Hukum
permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
keseimbangan
pasar
Pengumpulan  Guru meminta siswa
data mengali informasi
tentang Hukum
permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
keseimbangan
pasar
 Siswa menggali 
informasi tentang
tentang Hukum
permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
keseimbangan
pasar
 Guru memberikan 
beberapa pertanyaan
yang berkenaan
tentang Hukum
permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
Pembuktian
keseimbangan
pasar
 Siswa menjawab dan 
mendiskusikan
pertanyaan yang
diberikan guru
secara berkelompok.
 Siswa menyajikan 
dalam bentuk hasil
diskusi kelompok
tentang Hukum
permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
keseimbangan
pasar
Menarik
kesimpulan  Siswa lain 
memberikan
tanggapan terhadap
presentasi kelompok
mengenai Hukum
permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
keseimbangan
pasar
 Siswa menerima 
tanggapan dari siswa
lain dan guru
 Siswa menyimpulkan 
materi tentang
Hukum permintaan,
penawaran, konsep
elastisitas dan harga
keseimbangan
pasar
Penutup  Guru menyimpulkan
pelajaran yang
sudah dibahas
 Guru melaksanakan
penilaian
pengetahuan melalui
tes tertulis.
 Guru memberikan Tanggung
tugas untuk jawab
pertemuan
selanjutnya.
 Siswa melakukan Disiplin
pembersihan
peralatan, media dan
ruangan.
 Guru mengarahkan Religiositas
siswa untuk berdo’a
sebelum selesai
pembelajaran.

J. Penilaian Pembelajaran
 Penilaian Skala Sikap
 Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial
 Bentuk penilaian : lembar pengamatan
 Instrumen penilaian : jurnal (terlampir)

 Pengetahuan
 Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan
 Bentuk tes : uraian
 Instrumen Penilaian : (terlampir)

 Keterampilan
Teknik/Bentuk Penilaian :
 Praktik/Performence
 Fortofolio
 Instrumen Penilaian : (terlampir)

Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa
memberikan soal tambahan misalnya .

CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

No Nama Nilai Indikator yang Bentuk Nilai Setelah Keterangan


Peserta Belum Tindakan
Ulangan Remedial
Didik Dikuasai Remedial
1
2
3
4
5
6
dst

Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan.
2. Mencari informasi secara online tentang materi
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi
4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar.

.............……..,.....................

Mengetahui
Kepala Sekolah …………. Guru Mata Pelajaran

…………………………… ……………………………….
NIP/NRK. NIP/NRK.

Catatan Kepala Sekolah


...................................................................................................................................................
.....
...................................................................................................................................................
.....
...................................................................................................................................................
.....

Lampiran

Materi Pembelajaran

Harga Keseimbangan Dan Elastisitas Permintaan Penawaran

A. Harga Keseimbangan

1. Pengertian Harga Keseimbangan


Harga Keseimbangan (Harga Pasar) merupakan harga yang terjadi sebagai akibat
interaksi permintaan dan penawaran terjadi di pasar, maka harga keseimbangan disebut
harga pasar.
Pembeli cenderung menginginkan harga murah dengan kualitas barang yang bagus,
sedangkan penjual mempunyai kecenderungan untuk mendapatkan keuntungan banyak.
Kecenderungan berlawanan ini tidak akan menghasilkan transaksi jika tidak ada
kesepakatan harga.Kesepakatan harga pasar terbentuk melalui tawar menawar antara
pembelidan penjual. Hasil tawar menawar antara pembeli dengan penjual
dinamakanharga pasar, dalam ilmu ekonomi disebut harga keseimbangan atau
equilibrium.

Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan


antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan
yang ditawarkan sama besarnya.

2. Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan


Proses terbentuknya harga keseimbangan berawal dari adanya interaksiantara pembeli
(permintaan) dan penjual (penawaran) yang dilakukan secara wajar. Interaksi antara
permintaan dan penawaran sangat dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran
karena hal berikut :
a) Hukum permintaan menyatakan bahwa permintaan cenderung akanbertambah
apabila harga berangsur turun.
b) Hukum penawaran menyatakan bahwa penawaran cenderung akanbertambah jika
harga berangsur naik
c) Harga pasar akan tercapai setelah melalui serangkaian proses tawar – menawar
antara penjual dan pembeli.
d) Apabila harga barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual dirasa terlalu tinggi
oleh pembeli maka barang dan jasa tersebut tidak dapat terjual.
e) Istilah Surplus dikenal dengan pengertian suatu keadaaan dimana terjadi kelebihan
penawaran.
f) Istilah Shortage dikenal dengan pengertian suatu keadaan dimana terjadi kelebihan
permintaan
g) Prinsip Ceteris Paribus berlaku dalam hal ini, yaitu Harga merupakan satu – satunya
faktor yang menentukan permintaan dari pembeli dan penawaran dari penjual.

Faktor – Faktor yang mempengaruhi harga pasar :


o Permintaan terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan jumlah barang atau jasa
terbatas.
o Tinggi rendahnya biaya produksi.
o Pandangan masa depan dari produsen atau konsumen.
o Produsen mengetahui selera konsumen.
o Penawaran terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan daya beli konsumen Tetap
atau berkurang

Peranan Harga pasar dalam perekonomian :


o Menunjukan perubahan kebutuhan masyarakat.
o Membantu menentukan penawaran.
o Menggerakkan pengusaha untuk berkreasi terhadap perubahan permintaan

Fungsi harga pasar adalah sebagai berikut :


o Menentukan jenis barang yang akan diproduksi.
o Menentukan pembagian hasil produksi diantara para konsumen.
o Menentukan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi.

B. ELASTISITAS PERMINTAAN

1. PENGERTIAN ELASTISITAS PERMINTAAN


Elastisitas permintaan adalah suatu alat atau konsep yang digunakan untuk mengukur
derajat kepekaan atau respon perubahan jumlah atau kualitas barang yang dibeli sebagai
akibat perubahan factor yang mempengaruhi. Dalam hal ini pada dasarnya ada tiga
variable pertama yang mempengaruhi, maka dikenal tiga elastisitas permintaan, yaitu:
“Elastisitas Harga Permintaan, Elastisitas Silang, Dan Elastisitas Pendapatan”.

2. ELASTISITAS PERMINTAAN DALAM ELASSTISITAS HARGA


Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan atau respon jumlah permintaan
akibat berubahan harga barang atau dengan kata lain merupakan perbandingan dari
pada presentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan
dengan harga dipasar, sesuai dengan hokum permintaan, dimana jika harga naik, maka
kuantitas barang turun dan sebaliknya.

Dalam analisis, elastisitas harga permintaan lebih kerap dinyatakan sebagai elastisitas
permintaan. Nilai perbandingan antara persentasi perubahan jumlah diminta dengan
persentasi perubahan harga disebutkoefisien elastisitas permintaan.

3. JENIS JENIS PERMINTAAN


Ada lima jenis elastisitas permintaan :
 Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak
mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal.
Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas
barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis
sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap
terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar
atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan
contoh lainnya yang sejenis.
 Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan
< dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat
diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang
akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya,
meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan
sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun
konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena
konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang
sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya
biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan
bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin
bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik
produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.
 Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan
= prosentase perubahan harga. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat
disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas
antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang
dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis.
 Permintaan elastis : elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan >
prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari
substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika
harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.
 Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga
tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan
harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian,
kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak
elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa
yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda
atau diproduksi oleh produsen yang berbeda. Dengan demikian, secara nalar
barang/jasa tersebut seharusnya memiliki harga yang sama pula. Misalnya saja
paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan P yang rata-rata berharga
1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membeli paperclip, misalnya, kita
cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering
kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akan membeli paperclip
yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterima pasar).
Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata, permintaan
akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipun harganya
berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama.

4. Faktor Penetu Elastisitas Permintaan


Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :
o Produk substitusi.
Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal
ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika
terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif
terhadap perubahan harga.
o Prosentase pendapatan yang dibelanjakan.
Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk
tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan
membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi
permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.
o Produk mewah versus kebutuhan.
Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangat
membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya,
kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan
akan produk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah
kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan
menurunkan permintaan.
o Jangka waktu permintaan dianalisis.
Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan
suatu produk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin
belum disadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa
dikonsumsi. Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga,
sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam
jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah
menyebabkan konsumen pindah ke produk lain.
o Elastisitas dan Total Penerimaan (penjual/produsen)
Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjual
ataupun produsen. Hubungan keduanya adalah sebagai berikut :
 Permintaan tidak elastis sempurna (= 0), perubahan harga tidak mempengaruhi
kuantitas yang diminta atas barang. Dengan demikian, kenaikan harga akan
meningkatkan total penerimaan, vice versa.
 Permintaan tidak elastis (< 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta <
dari prosentase perubahan harga. Oleh karena itu, kenaikan harga akan
meningkatkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa.
 Permintaan uniter elastis (= 1), prosentase perubahan kuantitas = prosentase
perubahan harga. Dengan demikian, tidak ada pengaruh terhadap total
penerimaan.
 Permintaan elastis (> 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta > dari
prosentase perubahan harga. Oleh karenanya, kenaikan harga akan menurunkan
total penerimaan penjual/produsen, vice versa.
 Permintaan elastis sempurna (tak terhingga), kenaikan harga akan menyebabkan
permintaan turun jadi 0. Oleh karenanya, kenaikan harga sekecil apapun akan
menghilangkan total penerimaan. Sementara penurunan harga akan menurunkan
total penerimaan.
 Pembuktian akan hubungan antara hubungan antara elastisitas dan total
penerimaan ini dapat disimulasikan sendiri dengan menentukan koefisien
elastisitas sebuah produk.
o Elastisitas Permintaan Silang
Elastisitas permintaan silang mengukur bagaimana perubahan kuantitas yang diminta
atas sebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya. Perhitungannya adalah
sebagai berikut :
Keterangan :
 EA,B = elastisitas silang antara produk A dan B
 P1B = harga awal produk B
 P2B = harga produk B setelah perubahan
 ΔQA = kenaikan permintaan produk A
 Q1A = kuantitas permintaan awal produk A
 Q2A = kuantitas permintaan produk A setelah harga produk B berubah
 ΔPB = kenaikan harga produk B

Elastisitas silang berhubungan dengan karakteristik kedua produk, yaitu :


 Produk substitusi.
Elastisitas permintaan silang adalah positif, dimana kenaikan harga produk A akan
menaikkan permintaan atas produk B. Contoh produk substitusi : minyak tanah
dan kayu bakar, makanan ringan yang tersedia dalam berbagai merek, beras
berkualitas sama mereak A dan B, dan lain sebagainya.
 Produk komplementer.
Elastisitas permintaan silang adalah negatif , dimana kenaikan harga produk A
akan menurunkan permintaan produk B, vice versa. Contoh produk komplementer
misalnya bensin dan mobil (mobil tidak dapat digunakan tanpa bensin). Jika harga
bensin naik, permintaan akan mobil akan cenderung turun.

o Elastisitas Permintaan Pendapatan (pembeli/konsumen)


Elastisitas permintaan pendapatan (elastisitas pendapatan) mengukur bagaimana
kuantitas permintaan merespon terhadap perubahan pendapatan pembeli. Rumus
perhitungannya adalah :
 Elastisitas pendapatan = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan
pendapatan
 Elastisitas pendapatan ditentukan oleh jenis produk, yaitu :
 Produk normal.
Elastisitas pendapatan adalah positif. Misalnya, permintaan akan produk
normal akan meningkat jika pendapatan meningkat. Contoh ekstrimnya
adalah beras, dapat digantikan dengan ubi sebagai produk inferiornya.
 Produk inferior.
Elastisitas pendapatan adalah negatif. Misalnya, permintaan akan produk
inferior akan menurun jika pendapatan meningkat.

C. ELASTISITAS PENAWARAN

1. PENGERTIAN ELASTISITAS PENAWARAN


Elastisitas penawaran mempunyai sifat-sifat yang bersamaan dengan elastisitas
permintaan, yaitu tedapat lima tingkatan elastisitas: elastis sempurna, elastis,
elastisitas uniter, tidak elastis dan tidak elastis sempurna.
Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa
berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk
prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen
perubahan harga.

- Koefisien Elastisitas Penawaran


Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point
adalah sebagai berikut :
Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga,
Keterangan :
ES = Elastisitas penawaran
Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahan
Q1 = Kuantitas penawaran awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal

Jenis-jenis Elastisitas Penawaran


Ada lima jenis elastisitas penawaran :
o Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran tidak dapat ditambah
pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.
o Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran lebih kecil dari
perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil
terhadap penawaran.
o Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama dengan
perubahan harga.
o Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan
harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap
penawaran.
o Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai
berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai
pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.

Faktor Penentu Elastisitas Penawaran


Ada dua faktor yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu
o Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi.
Ini berkaitan dengan biaya dan kapasitas produksi. Penawaran akan cenderung tidak
elastis apabila salah satu dari hal-hal berikut terjadi :
 Biaya produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Misalnya jika produksi
saat ini telah mencapai skala ekonomis dan biaya rata-rata minimal, maka
penambahan satu unit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan
produksi berada dalam skala tidak ekonomis.
 Atau kapasitas produksi telah terpakai penuh, sehingga penambahan kapasitas akan
memerlukan pabrik/mesin baru, misalnya, yang membutuhkan investasi besar.

Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya.
o Jangka waktu analisis.
Pengaruh waktu analisis terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga :
 Jangka waktu yang sangat singkat. Pada jangka waktu yang sangat singkat,
penjual/produsen tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawaran
menjadi tidak elastis sempurna.
 Jangka pendek. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek,
namun perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang
tersedia dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada. Hasilnya,
penawaran dapat dinaikkan dalam prosentase yang relatif kecil, sehingga penawaran
tidak elastis.
 Jangka panjang. Produksi dan jumlah penawaran barang lebih mudah dinaikkan
dalam jangka panjang, sehingga penawaran lebih bersifat elastic
o Stok persediaan.
Semakin besar persediaan, semakin elastis persediaan. Ini karena produsen dapat
segera memenuhi kenaikan permintaan dengan persediaan yang ada.
o Kemudahan substitusi faktor produksi/input.
Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis
penawaran. Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen
memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih
fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi sewaktu-waktu dibutuhkan.

Jumlah barang yang ditawarkan, dalam jangka pendek, berbeda dengan jumlah barang
yang diproduksi, karena sebuah perusahaan biasanya tidak langsung menawarkan
semua produknya ke konsumen, melainkan menyimpan sebagian produknya untuk dijual
dikemudian hari (atau biasa disebut sebagai stok barang). Meskipun demikian, dalam
jangka panjang, jumlah barang yang ditawarkan dianggap sama dengan jumlah barang
yang diproduksi.

Referensi
http://top-studies.blogspot.com/2015/12/harga-keseimbangan-dan-elastisitas.html

Lampiran Instrumen Penilaian

A. ISTRUMEN PENILAIAN SIKAP


- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-
hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan
langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap

Sikap
Sikap sosial Jumlah
spiritual
No Nama Siswa Skor
Mensyukuri Jujur Kerja sama Harga diri
1-4 1-4 1-4 1-4
1 Zulkifli
2 Sugih Handoyo
3 Nanang Haryono
4 Wiwid
5 Said

a. Sikap Spiritual

Indikator sikap spiritual “mensyukuri”:


• Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran
• Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut
• Saling menghormati, toleransi
• Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas.

Rubrik pemberian skor:


• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.

b. Sikap Sosial

1. Sikap jujur
Indikator sikap sosial “jujur”
• Tidak berbohong
• Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu
• Tidak nyontek, tidak plagiarism
• Terus terang.

Rubrik pemberian skor


• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.

2. Sikap kerja sama


Indikator sikap sosial “kerja sama”
• Peduli kepada sesama
• Saling membantu dalam hal kebaikan
• Saling menghargai/ toleran
• Ramah dengan sesama.

Rubrik pemberian skor


• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.

3. Sikap Harga diri


Indikator sikap sosial “harga diri”
• Tidak suka dengan dominasi asing
• Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek
• Cinta produk negeri sendiri
• Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri.

Rubrik pemberian skor


• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.

B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN

Nama Sekolah :
Program Keahlian : Bisnis dan Manajemen
Kompetensi Keahlian : Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (C1)
Mata Pelajaran : Ekonomi Bisnis
Kelas / Semester : X/ I ( Satu )
Kompetensi Bentuk No
IPK Materi Indikator Soal
Dasar Soal Soal
3.5 Menerapkan 3.5.1 Menerapkan  Hukum  Siswa diminta Uraian 1
hukum hukum permintaan, menerapkan s.d
permintaan, permintaan, penawaran, hukum 5
penawaran, penawaran,
konsep permintaan,
konsep konsep
elastisitas dan elastisitas dan
elastisitas dan penawaran,
harga harga harga konsep elastisitas
keseimbangan keseimbangan keseimbangan dan harga
pasar pasar pasar keseimbangan
3.5.2 Menjelaskan pasar
hokum  Siswa diminta
permintaan, menjelaskan
penawaran, hokum
konsep permintaan,
elastisitas dan
penawaran,
harga
keseimbangan konsep elastisitas
pasar dan harga
keseimbangan
pasar
Instrumen Soal Pengetahuan :
Level
No Soal Kunci Jawaban Skor
Kognitif
1 Pengertian Harga Permintaan adalah sejumlah barang dan Pengetahuan
Permintaan barang adalah..? jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki ( C1 )
pada berbagai tingkat harga yang berlaku di
pasar dan waktu tertentu
2 Hukum Permintaan (The Law Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, Pengetahuan
Of Demand), jelaskan !!! tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam ( C1 )
keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain
dianggap tetap). Hukum permintaan “apabila
harga mengalami penurunan, maka jumlah
permintaan akan naik/bertambah, dan
sebaliknya apabila harga mengalami
kenaikan, maka jumlah permintaan akan
turun/berkurang”.
3 Jelaskan Faktor-faktor yang  Harga barang itu sendiri. Pengetahuan
mempengaruhi  Pendapatan masyarakat. ( C1 )
permintaan…?  Intensitas kebutuhan Mendesak/tidaknya
atau penting tidaknya.
 Distribusi Pendapatan Makin merata
pendapatan, maka jumlah permintaan
semakin meningkat
 Pertambahan penduduk. Makin banyak
penduduk, maka jumlah permintaan akan
meningkat.
 Selera (Taste) Perkembangan mode,
pendidikan, lingkungan akan
mempengaruhi selera masyarakat, yang
akan mempunyai pengaruh terhadap
jumlah permintaan.
 Barang pengganti (substitusi).
4 Jelaskan mengenai Hukum  Penawaran adalah sejumlah barang dan Analisis
Penawaran (The Law Of jasa yang disediakan untuk dijual pada ( C4 )
Supply) berbagai tingkat harga pada waktu dan
tempat tertentu.Jumlahnya penawaran
sebagai akibat adanya permintaan dan
sebaliknya, sehingga antara penawaran
dan permintaan tidak dapat dipisahkan.
 Apabila harga naik, maka jumlah
barang/jasa yang ditawarkan
meningkat/bertambah. Jika harga
barang/jasa turun, maka jumlah
barang/jasa yang ditawarkan berkurang/
turun. Hukum penawaran berbanding
lurus dengan harga barang. Hukum ini
juga tidak berlaku mutlak cateris paribus
5 Harga keseimbangan atau Harga Keseimbangan Pengetahuan
harga pasar (Equilibrium ( C1 )
Price) adalah tinggi
rendahnya tingkat harga yang
terjadi atas kesepakatan
antara produsen/ penawaran
dengan konsumen atau
permintaan. Pada harga
keseimbangan produsen
/penawaran bersedia
melepas barang/jasa,
sedangkan permintaan/
konsumen bersedia
membayar harganya. Dalam
kurva harga keseimbangan
terjadi titik temu antara kurva
permintaan dan kurva
penawaran, yang disebut
Equilibrium Price. Disebut
apakah ini …?

C. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN

Nama Sekolah :
Program Keahlian : Bisnis dan Manajemen
Kompetensi Keahlian : Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (C1)
Mata Pelajaran : Ekonomi Bisnis
Kelas / Semester : X/ I ( Satu )

No
Kompetensi Bentuk
IPK Materi Indikator Soal Soa
Dasar Soal
l
4.5 Menentukan 4.5.1 Menentukan  Hukum  Siswa diminta Tes
tingkat tingkat permintaan, menentukan Praktek
elastisitas elastisitas penawaran, tingkat elastisitas
permintaan, permintaan,
konsep permintaan,
penawaran, penawaran, dan
dan harga harga
elastisitas penawaran, dan
keseimbangan keseimbangan dan harga harga
pasar suatu pasar suatu keseimbang keseimbangan
produk produk an pasar pasar suatu
4.5.2 Mempresentasi- produk
kan tingkat  Siswa diminta
elastisitas mempresentasikan
permintaan, tingkat elastisitas
penawaran, dan
permintaan,
harga
keseimbangan
penawaran, dan
pasar suatu harga
produk keseimbangan
pasar suatu
produk

Komponen/Sub Komponen
No Indikator Skor
Penilaian
1 Persiapan Kerja
a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100
Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai
80 - 90
prosedur
Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai
70 - 79
prosedur
b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100
Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 - 90
Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 - 79
2 Proses dan Hasil Kerja
a. Kemampuan menerapkan hukum Kemampuan menerapkan hukum permintaan,
permintaan, penawaran, konsep penawaran, konsep elastisitas dan harga 91 - 100
elastisitas dan harga keseimbangan pasar tinggi
keseimbangan pasar Kemampuan menerapkan hukum permintaan,
penawaran, konsep elastisitas dan harga 80 - 90
keseimbangan pasar cukup
Kemampuan menerapkan hukum permintaan,
penawaran, konsep elastisitas dan harga 70 - 79
keseimbangan pasar kurang
b. Kemampuan menentukan tingkat Kemampuan menentukan tingkat elastisitas
elastisitas permintaan, penawaran, permintaan, penawaran, dan harga 91 - 100
dan harga keseimbangan pasar keseimbangan pasar suatu produk tinggi
suatu produk Kemampuan menentukan tingkat elastisitas
permintaan, penawaran, dan harga 80 - 90
keseimbangan pasar suatu produk cukup
Kemampuan menentukan tingkat elastisitas
permintaan, penawaran, dan harga 70 - 79
keseimbangan pasar suatu produk kurang
c. Kemampuan mendapatkan Kemampuan mendapatkan informasi lengkap 91 - 100
informasi Kemampuan mendapatkan informasi cukup
80 - 90
lengkap
Kemampuan mendapatkan informasi kurang
70 - 79
lengkap
d. Kemampuan dalam bekerja Kemampuan dalam bekerja tepat 91 - 100
Kemampuan dalam bekerja cukup tepat 80 - 90
Kemampuan dalam bekerja kurang tepat 70 - 79
e. Laporan Hasil Laporan disusun rapih 91 - 100
Hasil Laporan disusun cukup rapih 80 - 90
Hasil Laporan disusun kurang rapih 70 - 79
3 Sikap kerja
a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100
Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90
Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79
b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 - 100
Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90
Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79
c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 - 100
Cukup bertanggung jawab 80 - 90
Kurang bertanggung jawab 70 - 79
d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100
Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90
Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79
4 Waktu
Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100
Selesai tepat waktu 80 - 90
Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79

Pengolahan Nilai Keterampilan :

Nilai Praktik (NP)


Proses dan
Persiapan Sikap Kerja Waktu ∑ NK
Hasil Kerja
1 2 3 5 6

Skor Perolehan

Skor Maksimal

Bobot 10% 60% 20% 10%

NK

Keterangan:
 Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
 Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
 Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap
komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total
bobot untuk komponen penilaian adalah 100
 NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi
skor maksimal

 NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK