Anda di halaman 1dari 3

Rangkaian Seri

Rangkaian seri ialah rangkaian listrik/elektronik yang penyusunannya dilakukan dengan cara
berurutan. Komponen dalam rangkaian ini disusun secara satu jalur, maka dari itu seluruh
komponennya dapat dialiri oleh arus listrik.

Bentuk Rangkaian Seri


Adapun rumus rangkaian serinya yaitu:

Rs = R1 + R2 + R3 + . . .
Keterangan:
Rs = Hambatan Total Rangkaan Seri (Ω atau Ohm)
R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)
R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)
R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)

Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel ialah rangkaian listriks/elektronik yang penyusunannya dilakukan dengan
cara bersusun atau sejajar. Dengan kata lain rangkaian ini saling terhubung secara berderet
sehingga sumber arus listriknya bercabang cabang. Setiap komponen pada rangkaian paralel
memiliki besar tegangan yang sama. Maka dari itu setiap komponen yang dilewati arus akan
dijumlahkan menjadi total arus seluruhnya.

Bentuk Rangkaian Paralel


Adapun rumus rangkaian paralelnya yaitu:

1/Rs = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + . . .


Keterangan:
Rp = Hambatan Total Rangkaan Paralel (Ω atau Ohm)
R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)
R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)
R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)

Rangkaian paralel memiliki ciri ciri khusus yang dapat membedakannya dengan rangkaian
listrik lainnya. Adapn ciri cirinya yaitu:

 Penyusunan seluruh komponennya dirangkai secara bersusun.


 Disetiap cabang rangkaian paralel dialiri arus yang besarnya berbeda beda.
 Komponen komponennya dihubungkan dengan sumber tegangan, baik pada kutub
negatif maupun kutub positif. Maka dari itu seluruh komponennya dapat memperoleh
tegangan yang besarnya sama. Namun setiap hambatan pada komponen listriknya akan
memiliki jumlah hambatan total yang kecil.

Perbedaan Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel


Perbedaan rangkaian seri dan rangkaian paralel dapat ditinjau dari beberapa faktor seperti
cara penyusunan komponen listriknya, penggunaan saklar dan kabelnya, kontinuitas
komponen listrik dan hambatan totalnya. Berikut penjelasan selengkapnya:

Cara Penyusunan Komponen Listrik


Perbedaan rangkaian seri dan rangkaian paralel yang pertama terletak pada cara penyusunan
komponen listriknya. Cara mengidentifikasi kedua rangkaian ini dapat dilakukan dengan
mudah yaitu cukup melihat cara memasang komponen listriknya saja. Komponen rangkaian
secara paralel disusun secara berderet dari sumber energi listriknya, sedangkan rangkaian
secara seri disusun secara berurutan dari sumber energi listriknya.

Perbedaan rangkaian seri dan rangkaian paralel tidak hanya itu saja. Adapula perbedaan lain
terkait penghubung kabelnya. Pada rangkaian secara paralel, semua komponen dihubungkan
dengan bercabang cabang namun tetap berkaitan dengan satu daya yaitu kutub negatif dan
positifnya. Maka dari itu setiap cabang akan dialiri arus listrik yang besarnya berbeda beda
namun besar tegangan pada setiap cabang sama. Sedangkan rangkaian secara seri, semua
komponennya tidak bercabang sehingga arah arusnya searah. Maka dari itu besar arus listrik
yang mengalir jumlahnya sama namun besar tegangannya berbeda beda. Rangkaian secara
seri ini memiliki tegangan yang berasal dari jumlah masing masing hambatannya. Tetapi
besar hambatan tersebut berasal dari hasil bagi antara tegangan dengan kuat arus listrik.

Penggunaan Saklar dan Kabel


Perbedaan rangkaian seri dan rangkaian paralel selanjutnya terletak pada penggunaan saklar
dan kabelnya. Untuk pemasangan komponen listrik secara seri membutuhkan saklar dan
kabel yang jumlahnya sedikit sehingga sering disebut rangkaian hemat biaya. Jenis rangkaian
ini banyak digunakan untuk memasang listrik rumah seperti senter ataupun batere remote TV.
Sedangkan untuk pemasangan komponen listrik secara paralel membutuhkan saklar dan kabel
yang banyak karena memiliki cabang yang cukup banyak pula. Maka dari itu rangkaian listrik
secara paralel sering disebut rangkaian mahal. Apabila dilihat dari segi biayanya, rangkaian
listrik secara seri ini sangat direkomendasikan untuk penerangan rumah tangga jika
dibandingkan dengan rangkaian secara paralel.

Kontinuitas Komponen Listrik


Perbedaan rangkaian seri dan rangkaian paralel selanjutnya terletak pada kontinuitas
komponen listriknya. Untuk kontinuitas rangkaian secara seri memiliki konsep seluruh
komponennya akan ikut padam/mati jika saklarnya dimatikan. Hal tersebut terjadi karena
arus daya yang menghubungkan seluruh komponennya berjalan secara searah. Kemudian
untuk kontinuitas rangkaian secara paralel memiliki konsep yang apabila salah satu lampu
dimatikan maka lampu lampu lainnya tidak akan ikut mati. Hal ini dapat terjadi karena setiap
cabang pada rangkaian ini saling terhubung dengan satu daya pada kutub negatif dan
positifnya.

Hambatan Total
Perbedaan rangkaian seri dan rangkaian paralel selanjutnya terletak pada hambatan totalnya.
Untuk hambatan total pada rangkaian listrik secara seri dapat diketahui besarnya dengan cara
menjumlahkan seluruh hambatannya (Resistor) saja, karena aliran arus listriknya melalui
setiap hambatan yang ada pada rangkaian tersebut. Ini artinya hambatan total berasal dari
jumlah hambatan 1, hambatan 2 dan seterusnya. Sedangkan untuk rangkaian secara paralel
memiliki besar hambatan yang lebih kecil karena satu dayanya akan mengaliri arus yang
berbeda pada setiap hambatannya. Ini artinya besar hambatan total paralel berasal dari jumlah
satu per hambatan satu, satu per hambatan dua dan seterusnya.

Daftar Perbedaan Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel