Anda di halaman 1dari 118

LAPORAN KEGIATAN

PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG III


DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) ISLAM BATU

LAPORAN

Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan


Penyelesaian Program Magang

Oleh

QORRI’ AINA
201310080311073

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN 2016-2017

i
ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat, karunia, hidayah serta inayah-Nya kepada kami semua. Sehingga penulis
dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kegiatan Program Magang III di
Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Batu.

Laporan ini disusun sebagai pertanggungjawaban penulis untuk


melengkapi persyaratan penyelesaian program Magang III di Sekolah Menengah
Atas (SMA) Islam Batu. Proses laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terimakasih kepada:

1. Bapak Musaffak, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Magang.


2. Bapak Drs. H. Robby Harmono selaku Kepala Sekolah SMA Islam
Batu.
3. Ibu Dra. Maftuhah Amini selaku Guru Pembimbing Magang.
4. Ayah dan Ibu yang telah mendoakan, mendukung, memotivasi saya.
5. Sahabat dan teman-teman yang telah mendukung dalam menuntaskan
laporan ini.

Penulis memohon maaf apabila terjadi kesalahan penulisan kata-kata


dalam penyusunan laporan ini. Penulis sadar bahwa laporan ini jauh dari
kesempurnaan. Maka dari itu, penulis mohon saran dan kritik yang membangun
untuk selanjutnya yang lebih baik. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita
semua. Amin

Batu, 18 Oktober 2016

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...........................................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kegiatan Magang ........................................................................... 1
B. Tujuan ...................................................................................................................... 1
C. Manfaat .................................................................................................................... 2
BAB II HASIL
A. Penyusunan RPP ...................................................................................................... 3
a. Deskripsi Penyusunan RPP ................................................................................ 3
b. Masalah atau Kendala dalam Menyusun RPP dengan Guru .............................. 7
c. Faktor Penghambat dan Pendukung Menyusun RPP dengan Guru ................... 9
B. Praktik Mengajar ..................................................................................................... 9
a. Deskripsi Praktik Mengajar ............................................................................... 10
b. Masalah atau Kendala dalam Praktik Mengajar ................................................ 11
c. Faktor Penghambat dan Pendukung Praktik Mengajar ..................................... 12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................................. 14
B. Saran ....................................................................................................................... 15
Lampiran

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Program magang merupakan kegiatan yang memberikan pengalaman awal
untuk membangun jati diri pendidik, memantapkan kompetensi akademik
kependidikan dan bidang studi, memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon
guru, mengembangkan perangkat pembelajaran dan kecakapan pedagogis dalam
membangun bidang keahlian pendidikan. Magang merupakan kegiatan akademis
dan praktis yang lebih memfokuskan pada bidang manajerial dan pembelajaran di
sekolah. Selain ini, keberadaan program magang ini diharapkan dapat
mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam bidang akademik dan profesi.
Magang ini memiliki tiga tahapan yang harus dilalui dan dijalankan oleh
mahasiswa FKIP secara prosedur yang telah ada. Setelah mahasiswa
menyelesaikan tugas magang I dan magang II, dan sekarang mahasiswa
diharuskan mengikuti kegiatan magang III. Berbeda dengan tugas magang I dan
II, untuk tugas yang harus diselesaikan oleh peserta magang dalam melaksankaan
magang III ini yaitu sudah memasuki tahap yang kompleks. Peserta magang III
kali ini diharuskan terjun langsung dalam proses belajar mengajar.

B. Tujuan
Program magang III bertujuan memberikan pengalaman awal tambahan sesuai
dengan kewenangan tambahan yang akan diberikan kepada calon guru. Magang
III juga bertujuan menyiapkan kemampuan awal calon pendidik dengan
mengalami langsung mengajar pada bidang-bidang tertentu dalam waktu yang
terbatas dengan menjadi “asisten guru”, misalnya: mencoba mengajar dengan
bimbingan melekat Guru Pembimbing Magang dan Dosen Pembimbing Magang,
dengan tujuan mengalami langsung proses pembelajaran, pemantapan jati diri
pendidik, dan bukan untuk keterampilan pembelajaran seperti yang terdapat pada
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

1
C. Manfaat
Manfaat dari magang III yaitu memperoleh pengalaman dan ketrampilan untuk
melaksanakan pembelajaran dan kegiatan manajerial di sekolah; memberi
kesempatan untuk dapat berperan sebagai motivator, fasilitator, dinamisator, dan
membantu pemikiran sebagai problem solver; memperoleh kesempatan untuk ikut
serta dalam menyiapkan calon guru yang berdedikasi dan profesional; dan
mendapatkan bantuan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi dalam
merencanakan serta melaksanakan pengembangan sekolah.

2
BAB II
HASIL

A. Penyusunan RPP
a. Deskripsi Penyunan RPP
Sebagai calon pendidik, magang merupakan kesempatan yang tidak akan
disia-siakan untuk menggali dan mencari ilmu di dalam dunia pendidikan.
Mendidik merupakan kegiatan yang tidak pernah terlepas dari dunia
pendidikan. Di dalam dunia pendidikan banyak hal yang harus dipersiapkan
dan dijalankan agar pendidikan yang telah dirancang dapat berjalan sesuai
perkembangan zaman. Pendidik merupakan komponen yang tidak bisa
terlepas dari dunia pendidikan pula. Karena pendidikan akan berjalan jika ada
pendidik dan yang tidak terlepas lagi yaitu peserta didik. Sebagai pendidik
tidak serta merta langsung terjun ke dalam kelas untuk mengajar, melainkan
harus ada persiapan yang harus dilakukan agar pendidikan berjalan sesuai
harapan dan rencana. Adapun yang perlu dipersiapkan sebelum mengajar dan
perlu diketahui oleh calon pendidik adalah perangkat pembelajaran.
Penyusunan perangkat pembelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan
kemampuan setiap jenjang program pendidikan dalam penyelenggara
pendidikan. Perangkat pembelajaran terdiri dari, kurikulum, rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang
diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi
rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam suatu
periode jenjang pendidikan. Kurikulum yang digunakan pada pembelajaran di
SMA Islam Batu untuk kelas X, XI dan XII adalah KTSP (Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan).
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan
pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP
dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang
mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa
dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Silabus merupakan acuan

3
penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.
Dimana silabus memuat identitas mata pelajaran, identitas sekolah,
kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, pembelajaran, penilaian,
alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan berdasarkan
kompetensi inti dan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setiap pendidik pada satuan pendidikan
berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar
pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.
RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu
kali pertemuan atau lebih.
Di dalam permendikbud no. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi merupakan
profil utuh mata pelajaran yang berisi latar belakang, karateristik mata
pelajaran, Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran, desain
pembelajaran, model pembelajaran, penilaian, media dan sumber belajar, dan
peran guru sebagai pengembang budaya sekolah. Selain itu, menurut KTSP
inti dari kegiatan pembelajaran yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Tiga tahap tersebut harus tercapai dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh
karena itu komponen-komponen yang ada pada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) berisi komponen-komponen yang sesuai standar nasional
yang telah ditetapkan, di antaranya permendikbud no. 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi, permendikbud no. 23 tahun 2006 yaitu: Identitas sekolah yaitu
nama satuan pendidikan, identitas mata pelajaran atau tema/subtema,
kelas/semester, alokasi waktu, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar
(KD), indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode
pembelajaran, media, alat, sumber pembelajaran, langkah-langkah kegiatan
pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan ini eksplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi (EEK), dan kegiatan akhir dan penilaian hasil belajar yang
meliputi penilaian spiritual, sikap, pengetahun, dan keterampilan. RPP di
SMA Islam Batu harus dibuat sendiri oleh guru tiap mata pelajaran sesuai

4
dengan permendikbud no 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, permendikbud
no 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dimana dalam
pembuatannya mengacu pada standar nasional yang telah ditetapkan dalam
penyusunan dan penerapan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Komponen yang ada di dalam pembuatan RPP di SMA Islam Batu adalah:
1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan tertera di dalam RPP
yang diamati.
2. Identitas mata pelajaran, kelas, semester, alokasi waktu dan standar
kompetensi tertera secara jelas di dalam RPP.
3. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kemampuan spesifik yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan
atau mata pelajaran sesuai dan terdapat di dalam RPP yang diamati
4. Perumusan indikator sesuai dengan KD, kata kerja operasional sesuai
dengan kompetensi yang diukur serta sesuai dengan aspek sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Di dalam indikator telah mewakili
tujuan dari pembelajaran.
5. Pemilihan materi pembelajaran sesuai memuat fakta, konsep, prinsip
dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai
dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Materi pembelajaran
dibuat sesuai dengan karakteristik siswa dan sesuai dengan alokasi
waktunya.
6. Metode pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kurikulum KTSP
2006 yaitu metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pengamatan
pembelajaran.
7. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran menampilkan kegiatan awal,
kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan pembelajaran sesuai dengan
waktu yang sudah dialokasikan. Di dalam kegiatan inti, seperti
eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi tidak dicantumkan karena kegiatan
tersebut sudah tersirat dalam kegiatan inti yang mencakup prinsip siswa
harus berperan aktif.
8. Untuk penilaian sesuai dengan teknik dan bentuk penilaian autentik.
Penilaian sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi kunci

5
jawaban yang dibuat sesuai dengan soal yang dibuat. Pedoman
penskoran sesuai dengan soal. Aspek penilaian meliputi yang penilaian
spiritual, sikap, pengetahun, dan keterampilan sesuai dengan yang ada
di RPP. Sumber belajar diambil dari buku yang sesuai dengan
kurikulum KTSP 2006. Penilaian ini digunakan untuk hasil evaluasi
pembelajaran siswa.
9. Pemilihan media pembelajaran menggunakan media elektronik, Lembar
Kegiatan Kelompok (LKK), dan media pendukung pembelajaran
lainnya. Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembelajaran,
yaitu : laptop, LCD proyektor, papan tulis, alat tulis. Pemilihan sumber
belajar sesuai dengan buku berbasis kurikulum KTSP 2006 yaitu buku
Bahasa Indonesia kelas X terbitan Erlangga.
Contoh RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah :
Kelas/Semester :
Mata pelajaran :
Alokasi Waktu :

A. Standar Kompetensi
B. Kompetensi Dasar
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
D. Tujuan Pembelajaran
E. Materi Pembelajaran
F. Metode Pembelajaran
G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan awal
Kegiatan inti
a. Eksplorasi
b. Elaborasi
c. Konfirmasi

6
Kegiatan Akhir
H. Penilaian Hasil Pembelajaran
a. Teknik penilaian dan bentuk instrumen
b. Contoh instrumen
Malang, 06 Oktober 2016
Mengetahui,
Guru Pembimbing Magang, Guru Magang III,

Dra. Maftuhah Amini Qorri’ Aina

NIP. 19680412 200801 2 025 NIM. 201310080311073

b. Masalah atau Kendala dalam Menyusun RPP dengan Guru


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran digunakan oleh guru sebagai acuan
dalam pelaksanaan pembelajaran. RPP sebagai salah satu perangkat
pembelajaran yang mendukung proses kegiatan pembelajaran. Berdasarkan
pengalaman dalam menyususn RPP yang sesuai dengan kurikulum KTSP
2006, terdapat komponen yang mudah dan sulit dalam penulisan RPP. Salah
satu komponen yang sulit dalam kegiatan inti yaitu penerapan pembelajaran
dengan model discovery learning. Dalam kegiatan inti, siswa dituntut untuk
berperan aktif. Sedangkan guru hanya membimbing dan memfasilitasi selama
kegiatan pembelajaran tersebut berlangsung. Diharapkan guru merancang
kegiatan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dengan penerapan EEK
(Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi). Kesulitan dalam merancang kegiatan
inti tersebut, guru harus merancang sebaik mungkin kegiatan pembelajaran
agar siswa berperan aktif dan memahami konsep pembelajaran melalui
pendekatan discovery learning.
RPP merupakan unsur penting dalam proses pembelajaran dan harus
dibuat oleh setiap guru. RPP memuat "skenario" yang dirancang sedemikian
rupa agar tercipta suatu pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan
menyenangkan bagi siswa. Menurut penulis pribadi, hal yang tersulit dalam

7
merancang RPP adalah menentukan pendekatan dan strategi yang tepat,
karena pendekatan dan strategi pembelajaran sangatlah berpengaruh dalam
suksesnya sebuah pembelajaran. Adapun untuk menentukan strategi maupun
pendekatan ini harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi siswa dan juga
materi yang akan disampaikan.
Hal lain dalam RPP yang sulit bagi penulis yaitu merancang bagian
motivasi. Menurut penulis, awal ketertarikan siswa dalam mempelajari
sesuatu terletak pada bagian motivasi ini. Setiap siswa mempunyai
kemampuan kognitif yang berbeda-beda dan tidak mudah untuk
menyeragamkan kemampuan kognitif siswa, maka hal yang dapat penulis
lakukan adalah membuat siswa tertarik untuk mengikuti kegiatan
pembelajaran. Adapun membuat siswa tertarik merupakan hal yang tidak
mudah. Oleh sebab itu, penulis membuat siswa tertarik dengan menyajikan
media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Saat siswa sudah
tertarik, penulis akan lebih mudah untuk menggali pengetahuan siswa.
Berdasarkan pengalaman penulis pribadi, penulis mengalami beberapa
kesulitan dalam proses penyusunan RPP. Kesulitan utama yang penulis alami
di antaranya adalah menentukan pendekatan/metode/strategi yang sesuai
untuk pembelajaran yang akan dilaksanakan. Adapun dalam memilih
pendekatan/metode/strategi juga muncul kesulitan, yaitu menentukan
kegiatan yang sesuai dengan pendekatan/metode/strategi yang telah dipilih.
Misalnya dalam penerapan pendekatan discovery learning, tidak mudah untuk
menentukan kegiatan-kegiatan yang mampu mendukung langkah EEK
(Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi). Selain itu, penulis juga mengalami
kesulitan dalam menyajikan media pembelajaran yang menarik bagi siswa.
Penulis seringkali memerlukan waktu yang lama untuk menyiapkan media
pembelajaran yang menarik selama proses pembelajaran berlangsung.
Terlebih lagi jika mengingat adanya berbagai macam karakter siswa di dalam
kelas.
Penyusunan RPP berbasis Kurikulum KTSP 2006, penulis mengalami
kesulitan dalam menyusun kerangka penilaian yang termuat dalam aturan
kurikulum KTSP 2006, yaitu aspek penilaian yang meliputi penilaian

8
kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penilaian kognitif aspek yang dinilai
adalah menyesuaikan indikator kompetensi dasar untuk mengukur
kemampuan siswa. Penilaian afektif dilakukan setiap proses pembelajaran
berlangsung, karena penilaian menyangkut keaktifan siswa dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran. Sedangkan penilaian psikomotorik hasil belajar
keterampilan dapat diukur melalui pengamatan langsung dan penilaian
tingkah laku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tiga aspek
penilaian tersebut harus dilakukan sesuai dengan kriteria penilaiannya.

c. Faktor Penghambat dan Pendukung Menyusun RPP dengan Guru


1. Faktor Penghambat
Faktor penghambat yang pertama dalam menyusun RPP adalah penulis
sering mengalami kendala teknis dalam penyusunan RPP. Faktor itu
misalnya terbatasnya waktu dalam menyusun RPP, kemampuan
memahami silabus, kemampuan mengembangkan indikator, merancang
metode pembelajaran (model-model pembelajaran), dan kemampuan
menyusun kerangka penilaian. Faktor penghambat yang kedua dalam
penyusunan RPP yaitu adanya unsur perbedaan dalam penyusunan RPP
yang dipelajari di kampus dengan di sekolah. Penyusunan RPP yang
diajarkan oleh dosen di kampus adalah RPP Kurikulum 2013 sedangkan di
sekolah SMA Islam Batu masih menggunakan RPP berbasis Kurikulum
KTSP 2006.
2. Faktor Pendukung
Faktor pendukung dalam menyusun RPP adalah :
a. Tersedianya contoh-contoh perangkat pembelajaran yang berlaku
untuk Kurikulum KTSP 2006.
b. Guru pembimbing mengarahkan segala kemampuannya untuk
membimbing mahasiswa magang dalam menerapkan model-model
pembelajaran dan cara memotivasi siswa agar belajar dengan serius
terutama siswa kelas X2 di SMA Islam Batu.

9
B. Praktik Mengajar
a. Deskripsi Praktik Mengajar
Dalam praktik mengajar sebagai asisten guru, penulis diberikan tugas oleh
guru untuk belajar mempraktikkan langsung pengajaran di dalam kelas.
Selain praktik mengajar langsung, sebagai asisten guru penulis juga diberi
tugas untuk mengawasi siswa kelas X ketika sedang melaksanakan ulangan
tengah semester.
Praktik pengajaran di dalam kelas disesuaikan dengan Rencana Pengajaran
Pembelajaran (RPP) yang telah penulis buat. Penulis diberi tugas mengajar
dengan materi yang sudah ditentukan oleh guru pembimbing magang, satu
kompetensi dasar untuk dua kali pertemuan. Kegiatan pengajaran sesuai
dengan RPP kurikulum KTSP 2006. Langkah-langkah pembelajaran dalam
kurikulum KTSP 2006 memuat EEK (eksplorasi, elaboras, dan konfirmasi) di
dalam kegiatan inti. Praktik mengajar penulis pada hari Rabu dan Jumat,
mulai dari tanggal 23 September sampai 15 Oktober 2016. Adapun kelas
yang penulis peroleh untuk praktik mengajar adalah kelas X2 yang diajar oleh
Guru Pembimbing Magang yaitu Ibu Dra. Maftuhah Amini. Sebelum penulis
memulai praktik mengajar, penulis mempersiapkan segala kebutuhan yang
diperlukan untuk mengajar, seperti RPP, bahan ajar, daftar hadir siswa,
jurnal, dan daftar nilai.
Pada kegiatan awal, penulis membuka pembelajaran dengan salam, berdoa
dan mengisi daftar hadir siswa, kemudian penulis menyampaikan kompetensi
dasar dan tujuan pembelajaran. Setelah itu, penulis menyampaikan apersepsi
mengenai materi tentang menulis paragraf deskriptif.
Langkah-langkah kegiatan inti yang berupa EEK (Eksplorasi, Elaborasi,
Konfirmasi) tidak dicantumkan dalam RPP dikarenakan sudah dijelaskan
secara rinci dalam kegiatan inti. Metode pembelajaran yang penulis gunakan
adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Pada kegiatan
pembelajaran inti, dimulai dengan menyampaikan materi tentang menulis
paragraf deskriptif, lalu memberikan contoh teks paragraf deskriptif dan
memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan tanya jawab apabila
ada materi yang belum dimengerti. Penulis meminta siswa untuk membagi

10
kelompok. Penulis memberikan lembar kerja siswa agar siswa lebih
memahami materi tentang menulis paragraf deskriptif. Pada kegiatan
konfirmasi, penulis memberikan kesempatan kepada perwakilan dari setiap
kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya dan kelompok lain
menanggapi dengan santun.
Pada saat kegiatan akhir, penulis dan siswa bersama-sama melakukan
kegiatan refleksi dan meminta siswa untuk mempersiapkan diri untuk
pembelajaran di pertemuan berikutnya. Penilaian proses pembelajaran penulis
peroleh melalui keaktifan diskusi kelompok serta hasil tugas lembar kerja
siswa.
b. Masalah atau Kendala dalam Mengajar
Kegiatan Pembelajaran merupakan suatu proses memberikan pengetahuan
bagi siswa. Sebagai suatu proses, pembelajaran melibatkan sejumlah unsur
yang terkait dengan terlaksananya proses tersebut. Unsur yang berkaitan
dengan pelaksanaan pembelajaran adalah tujuan pembelajaran, proses
pembelajaran (materi pelajaran, metode dan teknik mengajar, sumber belajar),
dan evaluasi proses dan hasil belajar siswa, serta pelaku pembelajaran (guru
dan siswa). Masing-masing unsur yang terkait dengan proses pembelajaran
dapat menjadi sumber permasalahan pembelajaran. Permasalahan
pembelajaran dapat timbul dari tujuan pembelajaran, dari materi
pembelajaran, dari proses pembelajaran, atau dari evaluasi pembelajarannya.
Dalam kegiatan belajar mengajar seringkali terjadi masalah yang dapat
menghambat suksesnya proses belajar. Hal ini merupakan pertanda bahwa
belajar merupakan kegiatan yang dinamis, sehingga perlu secara terus-
menerus mencermati perubahan-perubahan yang terjadi pada siswa.
Permasalahan pembelajaran baik dari segi internal maupun eksternal dapat
dikaji dari dimensi guru maupun dimensi siswa, sedangkan dikaji dari
tahapannya, masalah pembelajaran dapat terjadi pada waktu sebelum kegiatan
pembelajaran berlangsung, selama proses pembelajaran dan sesudahnya.
Sedangkan dari dimensi guru, masalah pembelajaran dapat terjadi sebelum
kegiatan pembelajaran berlangsung, selama proses belajar dan pada tahap
evaluasi hasil belajar.

11
Adapun Masalah yang sering penulis alami saat proses pembelajaran di
kelas X2 SMA Islam Batu adalah sebagai berikut :
1. Dapat dilihat dari kesediaan siswa di kelas X2 untuk mencatat pelajaran,
mempersiapkan buku, alat-alat tulis atau hal-hal yang diperlukan. Sebagian
siswa di kelas X2 tersebut cenderung mengabaikan kesiapan belajar.
2. Sikap siswa dalam proses belajar, siswa kelas X2 sebagian cenderung
kurang memperhatikan atau mengikuti kegiatan belajar, biasanya sebagian
siswa masih ada yang sibuk bermain handphone (HP) untuk keperluan
pribadi.
3. Di dalam aktivitas belajar, siswa umumnya kurang mampu untuk belajar
lebih lama, karena kurangnya kesungguhan dalam mengerjakan tugas dan
siswa seringkali cepat bosan berada di dalam kelas.
4. Kurangnya konsentrasi siswa.
5. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami bahan ajar serta sulit
memahami perintah dalam proses diskusi kelompok.
6. Penulis masih belum dapat memilih model/metode pembelajaran yang
tepat.
7. Di kelas X2 sebagian anak kurang tertarik dengan media pembelajan yang
disajikan oleh penulis.
8. Penulis kurang mampu memberikan motivasi yang membangun untuk
siswa di kelas X2.
9. Penulis masih merasakan adanya sedikit rasa kurang percaya diri dalam
menghadapi situasi serta kondisi kelas yang sebenarnya.

c. Faktor Penghambat dan Pendukung Praktik Mengajar


Faktor penghambat dan pendukung dalam 2 pertemuan:
1. Faktor penghambat
Penulis belum mengetahui secara pasti kemampuan siswa dalam
memahami materi pelajaran yang diberikan. Secara umum siswa masih
kurang memiliki konsep dasar terhadap materi pelajaran yang diberikan,
sehingga guru harus memberikan pemahaman yang lebih mendasar dalam
penyajian materi.

12
2. Faktor Pendukung
Guru pembimbing magang memberikan bimbingan secara intensif
kepada penulis dalam melaksanakan praktik mengajar di kelas dan selalu
mendampingi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Di akhir kegiatan
pembelajaran, guru pembimbing magang bersama penulis melakukan
diskusi dan pengkoreksian tentang kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Program magang merupakan kegiatan yang memberikan pengamalan awal
untuk membangun jati diri pendidik memantapkan kompetensi akademik
kependidikan dan bidang studi memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon
guru, mengembangkan perangkat pembelajaran dan kecakapan pedagogik dalam
membangun bidang keahlian pendidikan. Progam Kegiatan Magang III juga
bertujuan menyiapkan kemampuan awal calon pendidik dengan mengalami
langsung mengajar pada bidang-bidang tertentu dalam waktu yang terbatas
dengan menjadi “asisten guru”, misalnya: mencoba mengajar dengan bimbingan
melekat Guru Pembimbing Magang dan Dosen Pembimbing Magang. Sebagai
calon pendidik, Progam Kegiatan Magang III merupakan kesempatan yang tidak
boleh disia-siakan untuk menggali dan mencari ilmu di dalam dunia pendidikan.
Karena mendidik merupakan kegiatan yang tidak pernah terlepas dari dunia
pendidikan.
Berdasarkan hasil pelaksanaan Program Kegiatan Magang III di SMA Islam
Batu, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan antara lain :
1. Persiapan
Dalam kegiatan persiapan pembelajaran ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan. Pertama, persiapan alokasi waktu. Kedua persiapan program
semester. Ketiga, persiapan program tahunan. Kelima, Rencana Pelakasanaan
Pembelajaran (RPP).
2. Pelaksanaan
Dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran ada beberapa komponen yang
perlu diperhatikan untuk kelangsungan pembelajaran. Komponen-komponen
tersebut adalah metode pembelajaran, strategi pembelajaran, dan bahan ajar.
3. Evaluasi
Sama halnya dengan persiapan dan pelaksanaan, evaluasi juga memiliki
hal-hal yang perlu diperhatikan, silabus, kisi-kisi soal, kunci jawaban dan
pedoman penskoran.

14
B. Saran
Sehubungan dengan kegiatan magang yang telah penulis lakukan dan
pengamatan selama kegiatan Magang III di SMA Islam Batu, maka penulis
menyarankan agar :
1. Kepada calon guru, sebelum mengajar harus belajar mempersiapkan
perangkat pembelajaran yang sesuai dan harus mengerti isi dari perangkat
pembelajaran tersebut. Meminta bantuan kepada guru pembimbing atau dosen
pembimbing untuk menyiapkan kematangan dari perangkat pembelajaran
agar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
2. Kepada pihak Falkutas, semoga diprogram magang III selanjutnya waktu
untuk peserta magang dikoordinasikan dan disesuaikan dengan waktu sekolah
tempat magang agar pengalaman yang didapatkan dari sekolah tempat
magang lebih banyak.
3. Kepada mahasiswa magang III selanjutnya harus lebih menguasai
penyusunan RPP Kurikulum 2013 maupun kurikulum KTSP 2006, dan
hendaknya selalu berkomunikasi kepada guru, murid dan staf di sekolah.
Agar bisa mendapatkan banyak informasi tentang kegiatan sekolah dan dapat
mempermudah dalam penyusunan laporan akhir.

15
PERANGKAT PEMBELAJARAN

16
17
18
PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU
TAHUN PELAJARAN 2016 - 2017 Kelas / Semester : X / GASAL
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
No ALOKASI
Kompetensi Dasar WAKTU Keterangan
A. BANYAKNYA PEKAN KD
No. Bulan Banyaknya Pekan 1.1 Menanggapi informasi dari media elektronik ( berita dan nonberita ) 4 2 tm
1 Juli 2016 5 3.1 Menemukan ide pokok teks nonsastra dengan teknik membaca cepat ( 250 kata/menit) 4 2 tm
2 Agustus 2016 4 4.3 Menulis paragraf Eksposisi 4 2 tm
3 September 2016 5 8.1 Menulis puisi lama (Pantun,syair, dan Gurindam) 4 2 tm
4 Oktober 2016 4 1.2 Mengidentifikasi unsur sastra (instrinsik dan Ekstrinsik ) suatu cerita 4 2 tm
Ulangan Harian 1 2
5 November 2016 4 4.2 Menulis Paragraf Deskripsi 4 2 tm
6 Desember 2016 5 6.1 Menemukan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan 4 2 tm
diskusi
6.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi 4 2 tm
Jumlah 27 7.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari 4 2 tm
Ulangan Harian 2 2 1 tm
B. BANYAKNYA PEKAN TIDAK EFEKTIF 2.3 Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat 4 2 tm
No. Bulan Banyaknya Pekan 4.1 Menulis gagasan dalam bentuk paragraf naratif 4 1 tm
1 Juli 2016 4 5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yg disampaikan secara langsung/rekaman 4 2 tm
2 Agustus 2016 0 5.2 Mengungkapkan isi puisi yang disampaikan secara langsung/rekaman 4 2 tm
3 September 2016 0 Ulangan Harian 3 2 1 tm
4 Oktober 2016 0 2.1 Memperkenalkan diri dan orang lain dalam forum resmi 4 2 tm
5 November 2016 0 2.2 Mendiskusikan masalah ( dari berbagai berita ,artikel, atau buku) 4 2 tm
6 Desember 2016 2 7.1 Membacakan puisi dengan lafal,nada,tekanan,dan intonasi yang tepat 4 2 tm
Jumlah 6 8.2 Menulis puisi baru 4 2 tm
Ulangan Harian 4 2 1 tm
Remidi dan Pengayaan 2
C. BANYAKNYA PEKAN EFEKTIF Ulangan Tengah Semester I 2
1 27 – 6 = 21 pekan Ulangan Semester 2
Pembagian Rapot kenaikan kelas 2
D. BANYAKNYA JAM EFEKTIF Jumlah 84 JP
1 21 x 4= 84 jam

Mengetahui, Batu, 10 Oktober 2016


Kepala SMA Islam Batu Guru Magang III,

Drs. H. Robby Harmono Qorri’ Aina


NIP.196006031992031008 NIM. 201310080311073

19
PROGRAM TAHUNAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Kelas : X (Sepuluh)
Tahun Pelajaran : 2016 - 2017

ALOKASI
SMT KOMPETENSI DASAR KETERANGAN
WAKTU
1.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik Perminggu 4 JP @
4
(berita dan nonberita). 45 menit
1.2 Mengidentifikasi unsur sastra (intrinsik dan ekstrinsik)
suatu cerita yang disampaikan secara langsung/ melalui 4
rekaman.
2.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi
4
dengan intonasi yang tepat.
2.2 Mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai
4
berita, artikel, atau buku)
2.3 Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata
4
dan ekspresi yang tepat.
3.1 Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan
4
teknik membaca cepat (250 kata/menit).
3.2 Mengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumber
4
melalui teknik membaca ekstensif.
4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu
4
dan tempat dalam bentuk paragraf naratif
4.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif. 4
Gasal 4.3 Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk
4
ragam paragraf ekspositif.
5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang 4
disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman.

5.2 Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara


4
langsung ataupun melalui rekaman.
6.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan
4
dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi.
6.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan
diskusi. 4

7.1 Membacakan puisi dengan lafal, nada, tekanan, dan intonasi


4
yang tepat.
7.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan
4
kehidupan sehari-hari.
8.1 Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan
4
rima.
8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan
4
rima.
Ulangan Harian 4 X 2 JP 8
Ulangan Tengah Semester Gasal 2
Pengayaan dan Remidi 2
Ulangan Semester Gasal 2
Penerimaan Rapot 2
Jumlah Jam Pelajaran 84JP

20
9.1 Menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui Perminggu 4 JP @
tuturan langsung. 2 45 menit

9.2 Menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan


4
tidak langsung (rekaman atau teks yang dibacakan).
10.1 Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak
4
dan atau elektrinik
10.2 Memberikan persetujuan/dukungan terhadap artikel yang
4
terdapat dalam media cetak dan atau elektronik.
11.1 Merangkum seluruh isi informasi teks buku ke dalam
4
beberapa kalimat dengan membaca memindai.
11.2 Merangkum seluruh isi informasi dari suatu tabel dan atau
grafik ke dalam beberapa kalimat dengan membaca 6
memindai.
12.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam
4
bentuk paragraf argumentatif.
12.2Menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak
pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk 4
paragraf persuasif.
12.3 Menulis hasil wawancara ke dalam beberap paragraf
4
dengan menggunakan ejaan yang tepat.
12.4 Menyusun teks pidato. 4
13.1 Menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita
rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalui 2
rekaman.
13.2 Menjelaskan hal-hal yang menarik tentang latar cerita
rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalu 2
rekaman.
14.1Membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran
penginderaan, perasaan, pikiran, dan imajinasi melalui 4
Genap diskusi.
14.2 Menghubungkan isi puisi dengan realitas alam, sosial
2
budaya, dan masyarakat melalui diskusi
15.1 Mengidentifikasi karakteristik dan struktur unsur intrinsik
4
sastra Melayu Klasik
15.2 Menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalam sastra
2
Melayu Klasik.
16.1 Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri
4
dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar).
16.2Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain
2
dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar).
Ulangan Harian 3 X 2 JP 6
Remidi dan Pengayaan 4
Ujian Tengah Semester Genap 2
Ujian Kenaikan Kelas 2
Penerimaan Rapot Semester Genap 2
Jumlah Jam Pelajaran 88

Batu, 10 Oktober 2016


Mengetahui, Guru Magang III,
Kepala Sekolah SMA Islam Batu

Dra. H. Robby Harmono Qorri’ Aina


NIP. 19600603 199203 1 008 NIM. 201310080311073

21
PROGRAM SEMESTER
Tahun Pelajaran 2016-2017 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Semester : 1 (GASAL)
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Kelas / Program : X

No KOMPETENSI DASAR / INDIKATOR ALOKASI BULAN / MINGGU KE:


KD WAKTU JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER
TM UH 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5
1.1 Menanggapi informasi dari media elektronik ( berita dan 2 4
nonberita )
3.1 Menemukan ide pokok teks nonsastra dengan teknik membaca 2 4
cepat ( 250 kata/menit)
4.3 Menulis paragraf Eksposisi 1 4
8.1 Menulis puisi lama (Pantun,syair, dan Gurindam) 1 4
1.2 Mengidentifikasi unsur sastra (instrinsik dan Ekstrinsik ) suatu 2 2
cerita
Ulangan Harian 1 2 2 2
4.2 Menulis Paragraf Deskripsi 1 2 2

CLASS MEETING/ULANGAN SUSUSLAN


LIBUR SEMESTER GENAP 2016 - 2017
LIBUR SEMESTER GENAP 2016 - 2017
LIBUR SEMESTER GENAP 2016 - 2017
6.1 Menemukan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita 2 2 2

ULANGAN SEMESTER GASAL


pendek melalui kegiatan diskusi
6.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi 1 2 2
L
7.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan 1 2 2

LIBUR SEMESTER
kehidupan sehari-hari
I U
Ulangan Harian 2 1 B 2 T
Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan
U S
2.3 2 4
ekspresi yang tepat R
4.1 Menulis gagasan dalam bentuk paragraf naratif 1 H 4
5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yg disampaikan 2 A 4
secara langsung/rekaman R
5.2 Mengungkapkan isi puisi yang disampaikan secara I 4
langsung/rekaman
Ulangan Harian 3 R 2
2.1 Memperkenalkan diri dan orang lain dalam forum resmi A 2 2
2.2 Mendiskusikan masalah ( dari berbagai berita ,artikel, atau buku) Y 2 2
7.1 Membacakan puisi dengan lafal,nada,tekanan,dan intonasi yang A U 2 2
tepat T
8.2 Menulis puisi baru S 2
Ulangan Harian 4
Remidi dan Pengayaan
Ulangan Tengah Semester I
Ulangan Semester
Pembagian Rapot Semester gasal

Batu, 10 Oktober 2016


Kepala SMA Islam Batu Guru Magang III,

Drs. H. Robby Harmono Qorri’ Aina


NIP. 196006031992031008 NIM. 201310080311073

22
23
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester :X /1
Tahun Pelajaran : 2016 - 2017

Sk/Kompetensi Dasar/Indikator Kriteria Penentuan KKM KKM


Kompleksitas Sarana Intake
Pendukung Siswa
Mendengarkan
1. Memahami siaran atau cerita yang
disampaikan secara langsung /tidak 75
langsung
1.1 Menanggapi siaran atau informasi
dari media elektronik (berita dan 75
nonberita)
 Menuliskan pokok-pokok
informasi yang didengarkan
dari radio atau televisi 70 80 75 75
 Mengemukakan tanggapan
terhadap informasi yang 70 80 75 75
didengarkan lewat radio

1.2 Mengidentifikasi unsur sastra 75


(intrinsik dan ekstrinsik) suatu
cerita yang disampaikan secara
langsung/melalui rekaman
 Mengidentifikasi unsur-unsur
instrinsik cerpen 75 80 70 75
 Mengemukakan hal-hal yang
menarik dari cerpen 75 80 70 75
 Menemukan nilai-nilai cerpen
 Menganalisis keterkaitan 75 80 70 75
unsur intrinsik cerpen dengan
kehidupan sehari-hari 75 80 70 75

Berbicara
2. Mengungkapkan pikiran, perasaan,
dan informasi melalui kegiatan
berkenalan, berdiskusi, dan bercerita 74
2.1 Memperkenalkan diri dan orang
lain di dalam forum resmi dengan
intonasi yang tepat 70
 Mngungkapkan kalimat
perkenalan dengan lancar dan
intonasi yang tepat 65 75 70 70
 Mengkoreksi kekurangan
kalimat perkenalan yang
diucapkan teman 65 75 70 70
 Memperbaiki pengucapan
yang kurang tepat 65 75 70 70

2.2 Mendiskusikan masalah (yang


ditemukan dari berbagai berita,
artikel, atau buku) 75
 Menemukan topik teraktual
untuk didiskusikan 75 80 73 75
 Menemukan masalah untuk
didiskusikan 75 80 73 75

24
 Menyusun makalah untuk
dipresentasikan 75 80 70 75
 Mempresentasikan makalah
dalam diskusi kelas dengan 75 80 73 75
mengikuti tata cara diskusi
 Mampu berdiskusi sesuai
dengan etika diskusi 75 80 70 75

2.3 Menceritakan berbagai


78
pengalaman dengan pilihan kata
dan ekspresi yang tepat
 Mengidentifikasi pengalaman
80 80 75 78
yang paling inspiratif
 Menceritakan pengalaman
yang inspiratif dengan pilihan 80 80 70 77
kata dan ekspresi yang tepat

Membaca
3. Memahami berbagai teks bacaan
nonsastra dengan berbagai teknik 74
membaca
3.1 Menemukan ide pokok berbagai
teks nonsastra dengan teknik 74
membaca cepat (250 kata/menit)
 Membaca dengan kecepatan 75 75 72 74
250 kata/menit 75 75 72 74
 Menentukan ide pokok teks 75 75 72 74
 Menentukan ide penjelas
 Menjawaban pertanyaan 75 75 72 74
berdasarkan isi teks
3.2 Mengidentifikasi ide teks
nonsastra dari berbagai sumber 74
melalui teknik membaca ekstensif
 Mengidentifikasi ide pokok
teks 75 75 72 74
 Menyimpulkan isi teks yang
dibaca 75 75 72 74

Menulis
4 Mengungkapkan informasi dalam
berbagai bentuk paragraf (naratif, 73
deskriptif, ekspositif)

4.1 Menulis gagasan dengan 73


menggunakan pola urutan waktu
dan tempat dalam bentuk paragraf
naratif
 Mengidentifikasi ciri paragraf 70 75 75 73
narasi
 Menulis paragraf narasi 70 75 75 73
 Menyunting paragraf narasi 70 75 75 73

4.2 Menulis hasil observasi dalam


bentuk paragraf deskriptif 73
 Mengidentifikasi ciri paragraf
deskriptif 70 75 75 73
 Menulis paragraf deskriptif
 Menyunting paragraf 70 75 75 73

25
deskriptif 70 75 75 73

4.3 Menulis gagasan secara logis dan


sistematis dalam bentuk ragam 73
paragraf ekspositif
 Mengidentifikasi ciri paragraf
ekspositif 70 75 75 73
 Menulis paragraf ekspositif
 Menyunting paragraf 70 75 75 73
ekspositif 70 75 75 73

Mendengarkan 74

5. Memahami puisi yang disampaikan


secara langsung/tidak langsung
5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur
bentuk suatu puisi yang 72
disampaikan secara langsung
ataupun melalui rekaman
 Mengidentifikasi kemenarikan
puisi dilihat dari aspek bentuk 70 75 72 72
(persajakan, gaya bahasa,
diksi, imaji, bunyi, dan ritme)
 Mengungkapkan isi puisi yang 70 75 72 72
diperdengarkan

5.2 Mengungkapkan isi suatu puisi


yang disampaikan secara
langsung ataupun melalui 75
rekaman
 Menentukan tema puisi yang
dibacakan 75 80 70 75
 Mengungkapkan pesan dalam
puisi yang dibacakan 75 80 70 75

Berbicara
6. Membahas cerita pendek melalui 75
kegiatan diskusi
6.1 Mengemukakan hal-hal yang
menarik atau mengesankan dari 75
cerita pendek melalui kegiatan
diskusi
 Mengidentifikasi unsur-unsur
instrinsik cerpen melalui 75 80 70 75
kegiatan diskusi
 Mengemukakan hal-hal yang
menarik dari cerita pendek 75 80 70 75
dalam kegiatan diskusi

6.2 Menemukan nilai-nilai cerita 75


pendek melalui kegiatan diskusi
 Mengidentifikasi nilai-nilai
cerita pendek melalui kegiatan 75 80 70 75
diskusi
 Menganalisis keterkaitan

26
cerpen dengan kehidupan 75 80 70 75
sehari-hari dalam kegiatan
diskusi

Membaca
75
7. Memahami wacana sastra melalui
kegiatan membaca puisi dan cerpen 75
7.1 membacakan puisi dengan lafal,
nada, tekanan, dan intonasi yang tepat
 Menentukan makna puisi yang 75 80 70 75
dibacakan
 Menerapkan tanda jeda pada 75 80 70 75
puisi yang hendak dibacakan
 Membaca puisi dengan lafal,
nada, tekanan, dan intonasi 75 80 70 75
yang tepat

75
7.2 Menganalisis keterkaitan unsur
intrinsik suatu cerpen dengan
kehidupan sehari-hari
 Mengungkapkan latar dan
75 80 70 75
penokohan dalam cerpen
dengan menunjukan kutipan
yang mendukung
 Mangaitkan isi cerpen dengan 75 80 70 75
kehidupan sehari-hari

Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, dan 73
perasaan melalui kegiatan menulis
puisi
8.1 Menulis puisi lama dengan 72
memperhatikan bait, irama, dan
rima
 Menunjukan perbedaan pantun, 70 75 70 72
syair, dan gurindam
 Menulis pantun, syair, dan 70 75 70 72
gurindam dengan
memperhatikan bait, irama, dan
rima
 Menyunting pantun, syair, dan 70 70 70 72
gurindam yang telah ditulis

8.2 Menulis puisi baru dengan 74


memperhatikan bait, irama, dan
rima
 Menumukan atau menentukan 70 80 70 74
tema puisi yang akan ditulis
 Mengembangkan ide ke dalam
bentuk puisi dengan 70 80 70 74
memperhatikan pilihan kata
dan majas yang sesuai
 Menulis puisi secara utuh 70 80 70 73

27
KKM SEMESTER 1 75

Batu, 10 Oktober 2016

Mengetahui
Kepala SMA Islam Batu Guru Magang,

Drs. H. Robby Harmono Tri Wiji Wahyuni


NIP. 19600603 199203 1 008 NIM. 201310080311062

28
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Mendengarkan
1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
1.1 Menanggapi Siaran  Bersahabat/  Kepemimpinan  Mendengarkan berita  Menuliskan isi siaran Jenis Tagihan: 4 Radio/ tape/
siaran atau (langsung) komunikatif tentang bencana radio/televisi dalam  tugas individu Televisi/
informasi dari dari radio/  Tanggung alam ( Misal: beberapa kalimat  tugas kelompok kaset
media televisi, jawab Gunung Merapi dengan urutan yang  ulangan rekaman
Yogyakarta, gempa runtut dan mudah Bentuk
elektronik teks yang
dan tsunami Aceh)* dipahami.
(berita dan dibacakan, Instrumen:
 Menuliskan isi berita  Menyampaikan secara
nonberita) atau rekaman dalam beberapa lisan isi berita yang  performansi
berita/ kalimat telah ditulis secara  format
nonberita  Menyampaikan runtut dan jelas  pengamatan
secara lisan isi berita  Mengajukan  uraian bebas
 Pokok-pokok
 Mendiskusikan isi pertanyaan/ tanggapan  pilihan ganda
isi berita
berdasarkan informasi  isian singkat
 Menanggapi berita yang
isi berita disampaikan yang didengar
(menyetujui, menolak,
menambahkan
pendapat)

1.2 Mengidentifikasi Rekaman cerita,  Bersahabat/  Kepemimpinan  Mendengarkan cerita  Menyampaikan Jenis Tagihan: 4 Kaset
unsur tuturan langsung komunikatif daerah tertentu unsurunsur intrinsik (  tugas individu rekaman
sastra (intrinsik (kaset, CD,  Tanggung (Misalnya: Si tema, penokohan,  ulangan cerita
dan ekstrinsik) buku cerita) jawab Kabayan, Roro konflik, amanat, dll.) Bentuk Buku cerita
Jonggrang, Malin  Menyampaikan unsur- Instrumen: uraian

29
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
suatu cerita  Unsur Kundang)* unsur ekstrinsik (nilai bebas
yang intrinsic  Mengidentifikasi moral,kebudayaan,  pilihan ganda
disampaikan (tema, alur, unsur intrinsic dan agama, dll.)  isian singkat
secara konflik, ekstrinsik  Menanggapi (setuju
penokohan,  Menyampaikan atau tidak setuju)
langsung/
sudut unsur-unsur intrinsik unsur-unsur intrinsik
melalui pandang, dan ekstrinsik dan ekstrinsik yang
rekaman amanat)  Diskusi dan Tanya disampaikan teman
 Unsur jawab
ekstrinsik
(agama,
politik,
sejarah,
budaya)

30
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Berbicara
2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
2.1 Memperkenal- Contoh kalimat  Bersahabat/  Kepemimpinan  Mengamati  Mengucapkan kalimat Jenis Tagihan: 4 Buku teks
kan untuk komunikatif moderator atau perkenalan (misalnya,  tugas individu yang terkait
diri dan memperkenalka  Tanggung pembawa acara sebagai moderator dan Media cetak/
orang lain di n diri jawab dalam diskusi atau atau pembawa acara) Bentuk elektronik
suatu kegiatan dengan lancar dan
dalam forum dan orang lain Instrumen: Tuturan
langsung atau tak intonasi yang tidak
resmi dengan di langsung langsung monoton  performansi langsung
intonasi yang dalam forum (dilakukan di  Menggunakan diksi  format
tepat resmi rumah,di kelas, atau (pilihan kata) yang  pengamatan
 Penggunaan di luar kelas) tepat
sapaan  Berperan sebagai  Menanggapi
 Penggunaan moderator atau kekurangan yang
diksi pembawa acara atau terdapat pada
 Penggunaan yang pengucapan kalimat
struktur memperkenalkan diri perkenalan oleh teman
kalimat sendiri dan  Memperbaiki
pembicara dalam pengucapan kalimat
diskusi. yang kurang pas
 Menanggapi
kekurangan pada
pengucapan kalimat
perkenalan

31
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
2.2 Mendiskusikan Teks berita,  Bersahabat/  Kepemimpinan  Mencari artikel, atau  Mencatat masalah dari Jenis Tagihan: 4 Media
masalah (yang artikel, komunikatif buku tentang berbagai sumber  praktik massa/
ditemukan dari buku yang  Tanggung lingkungan daerah  Menanggapi masalah  tugas kelompok koran/
berbagai berita, berisi jawab (misalnya, dalam berita, artikel, majalah/
AIDS/HIV, SARS, dan buku Bentuk
artikel, atau informasi aktual internet
atau bencana alam  Mengajukan saran dan Instrumen:
buku) (misalnya, yang terkait dengan pemecahan masalah
AIDS/HIV, daerah setempat)* terhadap masalah yang  format
SARS,  Membaca berita, disampaikan  pengamatan
bencana alam) artikel atau buku.  Mendaftar kata-kata
 Masalah  Mengidentifikasi sulit dalam teks bacaan
dalam masalah dalam membahas maknanya
 berita Artikel
 Daftar kata  Mendiskusikan
sulit dan masalah
maknanya  Melaporkan hasil
diskusi
2.3 Menceritakan Cerita  Bersahabat/  Kepemimpinan  Secara bergiliran  Menyampaikan secara Jenis Tagihan: 4 Buku cerita
berbagai pengalaman komunikatif siswa bercerita lisan pengalaman  praktik lucu/ kaset
pengalaman (yang lucu,  Tanggung pengalaman pribadi pribadi (yang lucu,  tugas individu cerita
dengan pilihan menggembiraka jawab (yang lucu, menyenangkan, pengalaman
menyenangkan, atau mengharukan, dsb.) Bentuk Instrumen:
kata dan n, langsung
mengharukan)* dengan pilihan kata
ekspresi yang mengharukan, dengan dan ekspresi yang tepat  performansi
tepat dsb.) menggunakan:  Menanggapi  format
 Penggunaan - pilihan kata dan pengalaman pribadi
diksi (pilihan ekspresi secara yang disampaikan pengamatan
kata) tepat. teman
 Penggunaan - Menggunakan
intonasi, jeda,
kosakata sesuai
dan ekspresi
dengan situasi dan
konteks.

32
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
 Membahas
pengalaman yang
diceritakan

33
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Membaca
3. Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
3.1 Menemukan ide Membaca cepat  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca cepat teks  Membaca cepat teks Jenis Tagihan: 4 Media
pokok berbagai  Teks komunikatif tentang kesenian dengan kecepatan 250  tugas individu massa/
teks nonsastra nonsastra  Tanggung daerah (lenong, kata/menit  ulangan koran/
dengan teknik  Teknik jawab wayang golek,  Menemukan ide pokok majalah/
membaca ketoprak, dll) paragraf dalam teks Bentuk Tagihan:
membaca internet
cepat  Menemukan ide  Membuat ringkasan isi
cepat (250  · uraian bebas Buku yang
 Rumus pokok paragraf teks dalam beberapa
 pilihan ganda
kata/menit) membaca dalam teks kalimat yang runtut berkaitan
cepat  Membuat ringkasan dengan
 Fungsi isi teks dalam budaya
membaca beberapa kalimat. setempat
cepat  Membahas ide
pokok dan ringkasan
isi

3.2 Mengidentifikasi Teks nonsastra  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca teks  Mengidentifikasi ide Jenis Tagihan: 4 Media
ide pokok dari berbagai komunikatif berita/ artikel pokok tiap paragraf  tugas kelompok massa/
teks nonsastra sumber  Tanggung (lenong, wayang  Menuliskan kembali isi  tugas individu koran/
dari berbagai  Ide pokok tiap jawab golek, ketoprak, bacaan secara ringkas  ulangan majalah/
randai, dll)* dalam beberapa
sumber melalui paragraf internet
 Mengidentifikasi ide kalimat
teknik  Ide pokok dari Bentuk
pokok tiap paragraf  Mengidentifikasi fakta

34
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
membaca berbagai  Menuliskan kembali dan pendapat Instrumen:
ekstensif sumber isi bacaan secara  uraian bebas
 Fakta dan ringkas  pilihan ganda
opini  Mendiskusikan ide
 Ringkasan isi pokok dan ringkasan
isi

Catatan :
· jumlah jawaban yang benar x 100%
jumlah soal

jumlah kata yang dibaca x % pemahaman bacaan = jumlah kata per menit
waktu tempuh baca (detik)

35
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Menulis
4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
4.1 Menulis Paragraf naratif  Bersahabat/  Kepemimpinan  Memilih paragraf  Mendaftar topik-topik Jenis Tagihan: 4 Argumentasi
gagasan  Contoh paragraph komunikatif naratif. yang dapat  Tugas Individu dan Narasi
dengan naratif  Tanggung  Mengidentifikasi dikembangkan menjadi  Praktik oleh Gorys
menggunakan  Pola jawab struktur paragraf paragraf naratif  ulangan Keraf
pengembangan naratif  Menyusun kerangka
pola urutan
paragraf naratif  Menulis paragraf paragraf naratif Bentuk Tagihan:
waktu dan naratif berdasarkan kronologi
(urutan waktu,  uraian bebas
tempat dalam tempat)  Menggunakan waktu dan peristiwa
bentuk paragraf  Ciri/ karakteristik kata ulang dalam  Mengembangkan
naratif  paragraf naratif paragraf naratif kerangka yang telah
 Kerangka  Menyunting dibuat menjadi
paragraph naratif paragraf naratif paragraf naratif
 penggunaan kata yang ditulis  Menyunting paragraf
ulang dalam teman naratif yang ditulis
paragraf naratif  Mendiskusikan teman berdasarkan
paragraf naratif kronologi, waktu,
peristiwa, dan EYD
 Menggunakan kata
ulang dalam paragraf
naratif
4.2 Menulis hasil Paragraf deskriptif  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca  Mendaftar topik- topik Jenis Tagihan: 4 Eksposisi

36
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
observasi  Contoh paragraph komunikatif paragraf deskripsi yang dapat  Tugas Individu dan
dalam bentuk deskriptif  Tanggung  Mengidentifikasi dikembangkan menjadi  Praktik Deskripsi
paragraf  Pola jawab karakteristik paragraf deskriptif  ulangan oleh Gorys
pengembangan paragraf berdasarkan hasil
deskriptif keraf
paragraf deskripsi deskriptif pengamatan Bentuk Tagihan: Buku yang
 Ciri/ karakteristik  Menulis paragraf  Menyusun kerangka
 uraian bebas terkait
 paragraf deskriptif deskriptif paragraf deskriptif
 Kerangka  Menggunakan  Mengembangkan dengan
paragraph frase ajektif kerangka yang telah deskripsi
deskriptif dalam paragraf disusun menjadi
 Contoh deskriptif paragraf deskriptif
penggunaan frase  Menyunting  Menggunakan frase
ajektif dalam paragraph ajektif dalam paragraf
 paragraf deskriptif deskriptif yang deskriptif
ditulis teman  Menyunting paragraph
 Mendiskusikan deskriptif yang ditulis
paragraph teman
deskriptif

4.3 Menulis Contoh paragraf  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca  Mendaftar topik- topik Jenis Tagihan: 4 Eksposisi
gagasan ekspositif komunikatif paragraf yang dapat  Tugas Individu dan
secara logis  Pola  Tanggung ekspositif dikembangkan menjadi  · Praktik Deskripsi
dan sistematis pengembangan jawab  Mengidentifikasi paragraf ekspositif  · ulangan oleh Gorys
paragraph karekteristik  Menyusun kerangka
dalam bentuk keraf
ekspositif paragraf paragraf ekspositif Bentuk Tagihan:
ragam paragraf ekspositif  Mengembangkan Buku yang
 Contoh  uraian bebas
ekspositif
penggunaan kata  Menulis paragraf kerangka yang telah terkait
berimbuhan dalam ekspositif disusun menjadi dengan
paragraph  Mengidentifikasi paragraf ekspositif deskripsi
ekspositif kata berimbuhan  Mengidentifikasi kata
dalam paragraph berimbuhan dalam
ekspositif paragraph ekspositif
 Menyunting  Menyunting paragraph

37
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
paragraph ekspositif yang ditulis
ekspositif yang teman
ditulis teman
 Mendiskusikan
paragraph
eksposistif

38
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Mendengarkan
5. Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung.

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
5.1 Mengidentifikasi Rekaman puisi  Bersahabat/  Kepemimpinan  Mendengarkan puisi  Mengidentifikasi Jenis Tagihan: 4 Rekaman
unsur-unsur ·majas, komunikatif  Mendiskusikan (majas,rima, kata-kata  tugas kelompok puisi/ tape
bentuk suatu ·irama  Tanggung unsur-unsur bentuk berkonotasi dan  laporan Puisi yang
puisi yang · kata-kata jawab puisi tersebut bermakna lambang)  ulangan dibacakan
 Melaporkan hasil  Menanggapi unsur-
disampaikan konotasi
diskusi unsur puisi yang Bentuk Tagihan:
secara · Kata-kata ditemukan
langsung bermakna  uraian bebas
ataupun melalui lambang  pilihan ganda
rekaman
5.2 Mengungkapkan Rekaman puisi  Bersahabat/  Kepemimpinan  Mendengarkan puisi  Menyebutkan tema Jenis Tagihan: 4 Rekaman
isi suatu yang komunikatif  Mengidentifikasi puisi yang didengar  tugas kelompok puisi/ tape
puisi yang berjenis tertentu  Tanggung jenis puisi  Menyebutkan jenis  laporan Puisi yang
disampaikan atau jawab  Mendiskusikan isi puisi yang didengar  ulangan dibacakan
puisi (balada,elegi, roman,
secara yang dibacakan
 Melaporkan hasil ode, himne,satire, dll.) Bentuk Tagihan:
langsung · Jenis puisi  Menjelaskan maksud
diskusi
ataupun melalui · Isi puisi  uraian bebas
puisi
 pilihan ganda
rekaman · Tema  Mengungkapkan isi
· Maksud puisi puisi dengan kata-kata
sendiri

39
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Berbicara
6. Membahas cerita pendek melalui kegiatan diskusi.

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
6.1 Mengemukakan Naskah cerita  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca cerita  Menceritakan kembali Jenis Tagihan: 4 Buku
hal-hal pendek komunikatif pendek isi cerita pendek yang  praktik kumpulan
yang menarik  Isi cerpen  Tanggung  Menceritakan dibaca dengan kata-  tugas individu cerpen/
atau  Hal yang jawab kembali isi cerita kata sendiri  tugas kelompok Media
menarik pendek yang dibaca  Mengungkapkan hal-
mengesankan massa/
 Unsur-unsur dengan kata-kata hal yang menarik atau Bentuk Tagihan:
dari cerita sendiri mengesankan internet
pendek melalui intrinsik  performansi
 (tema,  Mengungkapkan hal-  Mendiskusikan unsur-
kegiatan hal yang menarik unsur intrinsik (tema,  format
penokohan,al pengamatan
diskusi ur, sudut atau mengesankan penokohan, alur, sudut
dari karya tersebut pandang, latar ,amanat)  uraian bebas
pandang, latar
, amanat)  Mendiskusikan cerita pendek yang
unsur-unsur intrinsik dibaca.
(tema, penokohan,
alur, sudut pandang,
latar , amanat) cerita
pendek yang dibaca
 Melaporkan hasil
diskusi

6.2 Menemukan Naskah cerita  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca cerita  Menemukan nilai-nilai Jenis Tagihan: 4 Buku
nilai-nilai cerita pendek komunikatif pendek dalam cerpen  praktik kumpulan

40
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
pendek melalui  Nilai budaya  Tanggung  Mendiskusikan nilai-  Membandingkan nilai-  tugas individu cerpen/
kegiatan  Nilai moral jawab nilai yang terdapat nilai yang terdapat  tugas kelompok Media
diskusi  Nilai agama dalam cerpen dalam cerita pendek Bentuk Tagihan: massa/
 Nilai politik  Melaporkan hasil dengan kehidupan  performansi internet
diskusi sehari-hari  format
 Mendiskusikan nilai- pengamatan
nilai yang terdapat  uraian bebas
dalam cerpen

41
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Membaca
7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan cerpen.

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
7.1 Membacakan Puisi  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membacakan puisi  Membaca puisi dengan Jenis Tagihan: 4 Buku
puisi dengan  Lafal komunikatif dengan  memperhatikan lafal,  praktik kumpulan
lafal, nada,  Tekanan  Tanggung memperhatikan lafal, tekanan, dan intonasi cerpen/
tekanan, dan  Intonasi jawab tekanan, dan intonasi yang sesuai dengan isi Bentuk Tagihan: Media
 jeda yang sesuai dengan puisi
intonasi yang  performansi massa/
isi puisi  Membahas pembacaan
tepat  format internet
 Membahas puisi berdasarkan lafal,
pengamatan
pembacaan puisi tekanan, dan intonasi
berdasarkan lafal,  Memperbaiki
tekanan, dan intonasi pembacaan puisi yang
 Memperbaiki kurang tepat
pembacaan puisi
yang kurang tepat

7.2 Menganalisis Naskah cerpen  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca cerpen  Mengidentifikasi Jenis Tagihan: 4 Buku
keterkaitan  Unsur komunikatif  Mengidentifikasi unsurunsur (tema,  praktik kumpulan
unsur intrinsik intrinsic  Tanggung unsur-unsur (tema, penokohan, dan cerpen/
suatu cerpen (tema, jawab penokohan, dan amanat) cerita pendek Bentuk Tagihan: Media
enokohan, dan amanat) cerita yang telah dibaca
dengan  performansi massa/
amanat pendek yang telah  Mengaitkan unsur
kehidupan  format internet
dibaca intrinsic (tema,
sehari-hari pengamatan
 Mengaitkan unsur penokohan, dan

42
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
intrinsic (tema, amanat) dengan
penokohan, dan kehidupan sehari-hari
amanat) dengan
kehidupan sehari-
hari
 Menuliskan isi cerita
pendek secara
ringkas

43
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi.

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
8.1 Menulis puisi Contoh puisi  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca puisi lama  Mengidentifikasi puisi Jenis Tagihan: 4 Buku
lama dengan lama (pantun, komunikatif (pantun,syair) lama (pantun, syair)  tugas Individu kumpulan
memperhatikan syair)  Tanggung  Mengidentifikasi puisi berdasarkan bait,  laporan puisi lama
jawab lama (pantun, syair) irama, dan rima
bait, irama, dan  Bait Internet/
berdasarkan bait,  Membedakan bentuk
rima  Irama Bentuk Tagihan: media
irama, dan rima pantun dan syair
 Rima  uraian bebas massa
 Menulis pantun/ syair  Menulis pantun/ syair
 Perbedaan
dengan dengan memperhatikan
pantun
memperhatikan bait, bait, irama, dan rima
dengan syair
irama,dan rima  Menyunting puisi lama
 Menyunting puisi (pantun/syair) yang
lama (pantun/ syair) dibuat teman
yang dibuat teman

8.2 Menulis puisi Contoh puisi  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca puisi baru  Mengidentifikasi puisi Jenis Tagihan: 4 Buku
baru dengan baru komunikatif  Mengidentifikasi puisi baru berdasarkan bait,  tugas Individu kumpulan
memperhatikan  Cirri-ciri puisi  Tanggung baru berdasarkan bait, irama, dan rima  laporan puisi lama
bait, irama, dan baru jawab irama, dan rima  Menulis puisi baru Internet/
rima  Bait  Menulis puisi baru dengan memperhatikan Bentuk Tagihan: media
 Rima dengan bait, irama, dan rima
 uraian bebas massa
 irama memperhatikan bait,  Menyunting puisi baru
irama, dan rima yang dibuat teman

44
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
 Menyunting puisi baru
yang dibuat teman

Mengetahui, Guru Magang III


Kepala Sekolah SMA Islam Batu

Drs. H. Robby Harmono Qorri’ Aina


NIP. 19600603 199203 1 008 NIM. 201310080311073

45
PERANGKAT PEMBELAJARAN

46
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah : SMA Islam Batu

Kelas/Semester : X/1

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

Standar Kompetensi :

Menulis : 4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif,


ekspositif)

Kompetensi Dasar :

4.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif

Indikator :

 Mampu mengidentifikasi ciri paragraf deskriptif


 Mampu menyusun paragraf deskriptif
 Mampu menyusun wacana deskriptif
 Mampu menyunting wacana deskriptif yang ditulis teman

Tujuan Pembelajaran :
Selama kegiatan pembelajaran materi tentang paragraf deskriptif, melalui metode diskusi
siswa diharapakan dapat :
 Mengidentifikasi ciri paragraf deskriptif dengan baik dan benar.
 Menyusun paragraf deskriptif dengan baik dan benar.
 Menyusun wacana deskriptif dengan baik dan benar.
 Menyunting wacana deskriptif yang ditulis teman dengan baik dan benar.

47
Metode Pembelajaran :
 Penugasan
 Diskusi
 Tanya jawab
 Ceramah

Model Pembelajaran :
 Discovery Learning

Materi Pembelajaran :
 Contoh teks paragraf deskriptif
 Ciri/karakteristik paragraf deskriptif
 Langkah-langkah menyusun paragraf deskriptif
 Contoh teks wacana deskriptif
 Ciri/karakteristik wacana deskriptif
 Langkah-langkah menyunting karangan

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran :


Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Awal
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan presensi kehadiran siswa.
 Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.
 Guru dan siswa melakukan kegiatan tanya jawab terkait materi tentang paragraf
deskriptif.
 Apa pengertian paragraf itu?
 Apa yang dimaksud dengan paragraf deskriptif?
 Apakah kalian pernah mendeskripsikan sesuatu?
 Apa saja manfaat atau tujuan mendeskripsikan sesuatu?
 Guru menyampaikan materi tentang paragraf deskriptif.
2. Kegiatan Inti
 Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan teliti tentang langkah menyusun paragraf
deskriptif.
 Siswa membaca contoh teks paragraf deskriptif di buku cetak hal 42 dengan saksama.

48
 Siswa membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 2-3 orang siswa.
 Siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mencari contoh paragaraf deskriptif dari
internet sebagai bahan untuk menyusun paragraf deskriptif.
 Siswa bersama kelompok menyusun paragraf deskriptif dengan mendeskripsikan media
gambar yang dibagikan oleh guru.
 Setelah diundi, perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil karangan
paragraf deskriptifnya.
 Siswa menanggapi presentasi kelompok lain dengan santun.
 Guru melakukan kegiatan penilaian
3. Kegiatan Akhir
 Guru memberi penguatan terhadap hasil kerja siswa.
 Guru dan siswa melakukan refleksi.
 Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar lagi memahami materi tentang
paragraf deskriptif.
 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dan memberikan pujian serta pesan agar
peserta didik selalu rajin belajar.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Awal
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan presensi kehadiran siswa.
 Guru melakukan tanya jawab dengan siswa untuk mengulas kembali pelajaran yang
telah dilakukan sebelumnya.
 Apakah kalian masih ingat apa yang dimaksud dengan paragraf deskriptif?
 Apakah kalian pernah membaca wacana deskriptif?
 Apa saja ciri-ciri atau karakteristik wacana deskriptif yang kalian ketahui?
 Guru menyampaikan sedikit materi tambahan tentang wacana deskriptif.
 Guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan.
 Guru meminta siswa untuk menyusun wacana deskriptif.
 Guru meminta siswa untuk menyunting wacana deskriptif yang ditulis teman.
2. Kegiatan Inti
 Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan teliti tentang langkah-langkah
menyunting karangan wacana deskriptif yang ditulis teman.
 Siswa membaca contoh teks wacana deskriptif di buku cetak hal 46.

49
 Siswa berbagi kelompok menjadi 4.
 Siswa bersama kelompok mengerjakan tugas “Kegiatan Kreatif”di buku hal 47.
 Setiap kelompok menukarkan hasil karangan wacana deskriptif kepada kelompok lain
dan menyunting karangan wacana deskriptif yang ditulis oleh kelompok lain.
 Guru melakukan kegiatan penilaian.
3. Kegiatan Akhir
 Guru memberi evaluasi tentang hasil tugas “Kegiatan Kreatif”.
 Guru dan siswa melakukan refleksi dan menanyakan apa yang telah dikuasai dan belum
dikuasai terkait dengan kompetensi menulis paragraf deskriptif serta kesan-kesan
selama pembelajaran berlangsung.
 Guru memberitahukan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan
berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dan memeberikan motivasi kepada siswa agar
mempersiapkan diri untuk pembelajaran dipertemuan berikutnya.

Sumber Belajar / Media Pembelajaran :


Sumber :
 Bahasa dan Sastra Indonesia SMA. 2008. Jakarta : PT. Bumi Aksara
 Buku ajar bahasa Indonesia SMA kelas X terbitan Erlangga
 Internet :
Kelas Indonesia. 2014. Pengertian dan Karakteristik Paragraf Deskriptif; (Online)
http://www.kelasindonesia.com/2015/03/pengertian-contoh-paragraf-deskripsi-dan-ciri-
cirinya.html

Guru Gapak. 2016. Langkah-Langkah Menyusun Paragraf Deskriptif; (Online)


http://www.gurungapak.com/2016/01/langkah-langkah-membuat-karangan.html

Media Pembelajaran:

 Gambar objek pemandangan, tokoh masyarakat, tempat wisata dan lain-lain.

50
Penilaian Hasil Belajar
1. Penilaian Keterampilan
 Jenis Tagihan : Tugas Kelompok
 Bentuk Tes : Uraian
 Contoh Instrumen :
 Identifikasilah ciri-ciri paragraf deskriptif di buku hal 42!
 Deskripsikanlah gambar objek yang dibagikan minimal 3 paragraf!
 Buatlah wacana deskriptif dengan gambar objek yang ada di buku hal 47!
 Suntinglah wacana deskriptif yang ditulis kelompok lain dengan menggunakan
kriteria panduan di buku hal 48!

Pedoman Penskoran

Indikator Deskriptor Skor


Mampu mengidentifikasi ciri 1. Siswa mampu mengidentifikasi ciri 10
paragraf deskriptif paragraf deskriptif dengan baik dan benar.

2. Siswa kurang mampu mengidentifikasi ciri 5


paragraf deskriptif dengan baik dan benar.

3. Siswa tidak mampu megidentifikasi ciri 0


paragraf deskriptif dengan baik dan benar.
Skor Maksimum 15

Indikator Deskriptor Skor


Mampu menyusun paragraf 1. Siswa mampu menyusun paragraf 20
deskriptif deskriptif dengan baik dan benar.

2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf 10


deskriptif dengan baik dan benar.

3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf 0


deskriptif dengan baik dan benar.
Skor Maksimum 30

51
Indikator Deskriptor Skor
Mampu menyusun wacana 1. Siswa mampu menyusun wacana 15
deskriptif deskriptif dengan baik dan benar.

2. Siswa kurang mampu menyusun wacana 10


deskriptif dengan baik dan benar.

3. Siswa tidak mampu mampu menyusun 0


wacana deskriptif dengan baik dan benar.
Skor Maksimum 25

Indikator Deskriptor Skor


Mampu menyunting wacana 1. Siswa mampu menentukan ketepatan jenis 20
deskriptif yang ditulis teman wacana, organisasi wacana, keterpaduan
wacana, kesalahan struktur kalimat, dan
ketepatan penulisan ejaan dan tanda baca
dengan baik dan benar.
2. Siswa kurang mampu menentukan
ketepatan jenis wacana, organisasi 10
wacana, keterpaduan wacana, kesalahan
struktur kalimat, dan ketepatan penulisan
ejaan dan tanda baca dengan baik dan
benar.
3. Siswa tidak mampu mampu menentukan
ketepatan jenis wacana, organisasi 0
wacana, keterpaduan wacana, kesalahan
struktur kalimat, dan ketepatan penulisan
ejaan dan tanda baca dengan baik dan
benar.
Skor Maksimum 30

Jumlah skor maksimum aspek menulis = 10+5+20+10+15+10+20+10 = 100


Perolehan skor
Nilai akhir aspek menulis = x skor ideal (100) = …
Skor maksimum (100)

52
2. Format Penilaian Kemampuan Menyusun Paragraf / Wacana Deskriptif

No Aspek Deskripsi Skor

1. Ketepatan jenis 1. Siswa mampu menyusun paragraf/wacana 20


paragraf/wacana deskriptif sesuai dengan ketepatan jenis
paragraf/wacana.
2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf /wacana 10
deskriptif sesuai dengan ketepatan jenis
paragraf/wacana.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf /wacana 0
deskriptif sesuai dengan ketepatan jenis
paragraf/wacana.
2. Karakteristik 1. Siswa mampu menyusun paragraf/wacana 10
paragraf/wacana deskriptif dengan karakteristik yang mudah
deskriptif dipahami.
2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf /wacana 5
deskriptif dengan karakteristik yang mudah
dipahami.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf /wacana 0
deskriptif dengan karakteristik yang mudah
dipahami.
3. Keterpaduan 1. Siswa mampu menyusun paragraf/ wacana satu 15
paragraf/wacana dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh keterkaitan isi.
2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf/ wacana 5
satu dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh keterkaitan isi.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf/ wacana
satu dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan 0
dengan ditandai oleh keterkaitan isi.
4. Kesalahan struktur 1. Siswa mampu menyusun paragraf/wacana 15
kalimat deskriptif sesuai dengan struktur kalimat.
2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf/wacana 5
deskriptif sesuai dengan struktur kalimat.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf/wacana 0
deskriptif sesuai dengan struktur kalimat.
5. Ketepatan 1. Siswa mampu menyusun paragaraf/wacana 10
penulisan ejaan dan deskriptif sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda
tanda baca baca.
2. Siswa kurang mampu menyusun 5
paragaraf/wacana deskriptif sesuai dengan
penulisan ejaan dan tanda baca.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragaraf/wacana 0
deskriptif sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda
baca.
Skor Maksimum 100

53
3. Penilaian Sikap
 Jenis Tagihan : Non Tes
 Contoh Instrumen :
Pedoman Penskoran
Bubuhkan tanda cek (√) pada kolom sesuai hasil lembar pengamatan
No Nama Nilai Aspek

Jujur Tanggung Peduli Kerja Sama Jumlah


Jawab Skor
SB B S K SB B S K SB B S K SB B S K
1

Rubrik Penilaian Sikap

No Kualitas Kriteria Penilaian


1 Kurang BT (Belum Tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas.
2 Sedang MT (Mulai Tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-
sungguh dalam menyelesaikan tugas, tetapi masih sedikit dan belum
ajeg/konsisten

3 Baik MB (Mulai Berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-


sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai
ajeg/konsisten.

4 Sangat Baik MK (Membudaya jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh


dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan konsisten.

Batu, 21 September 2016


Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu, Guru Magang III,

Drs. H. Robby Harmono Qorri’ Aina


NIP.19600603 199203 1 008 NIM. 201310080311073

54
Bahan Ajar

A. Pengertian Paragraf Deskriptif

Paragraf deskripsi adalah sebuah paragraf yang menggambarkan atau melukiskan sebuah
objek tertentu melalui kata-kata yang bisa merangsang panca indera sehingga pembaca
seolah-olah melihat atau merasakan sendiri benda objek yang dideskripsikan oleh penulis.
Aspek-aspek yang digambarkan dapat berupa karakterstik, keadaan, sifat atau perasaan yang
dimiliki oleh objek tersebut.

Tujuan paragraf deskripsi adalah memberi gambaran utuh kepada pembacanya agar
mereka mengetahui apa yang sedang dibicarakan dengan jelas baik dalam hal bentuk fisik
ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa dan lain-lain.

Paragraf deskripsi merupakan hasil observasi atau pengamatan, jadi informasi yang
digunakan untuk menggambarkan suatu benda atau objek harus jelas dan sesuai fakta dan
data yang ada pada objek tertentu.

B. Ciri-Ciri Paragraf Deskriptif


1. Menggambarkan atau melukiskan suatu objek seperti benda, tempat, atau suasana tertentu.
2. Melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan
perabaan).
3. Menjelaskan ciri-ciri fisik dan sifat objek tertentu seperti warna, ukuran, bentuk, dan
kepribadian secara terperinci.
4. Banyak ditemukan kata-kata atau frase yang bermakna keadaan atau kata sifat.
C. Langkah-langkah dalam Menyusun Karangan Deskriptif
1. Menentukan tema atau topik karangan
Tema berfungsi sebagai dasar suatu karangan, dengan sebuah tema atau pokok
persoalan, permasalahan atau pokok pembicaraan, kita bisa menyusun karangan yang jelas
arahnya. Dalam membuat tema atau topik karanan penulis hendaknya menguasai materi
apa yang akan ditulisnya. Memang sulit bagi penulis awal menentukan suatu tema
karangan. Namun sebenarnya hal ini cukup mudah dilakukan yakni dengan mengangkat
atau mencari suatu topik yang sedang hangat (up to date). Dengan cara itu penulis akan
mudah menentukan tema apa yang cocok dalam memulai menulis suatu karangan.

55
2. Menetapkan tujuan
Tujuan merupakan sesuatu yang hendak dicapai. Dengan tujuan sebuah karangan
menjadi terkonsep secara jelas dan mengarahkannya ke topik pembahasan. Jadi tujuan
merupakan hal penting supaya karangan yang kita buat memiliki kualitas yang baik.
Jangan sampai kita menulis sebuah karangan, tetapi kita tidak tahu tujuan kita menulisnya
untuk apa.
3. Mengumpulkan informasi atau bahan
Informasi dan bahan merupakan bekal bagi seorang penulis dalam membuat sebuah
karangan. Tanpa adanya bahan dan informasi sebuah karangan tidak akan terkonsep dan
pastinya isi karangan juga tidak jelas. Pengumpulan informasi bisa dilakukan dengan
mengamati, mengobservasi, atau bertanya kepada sumber yang dipercaya. Setiap penulis
mempungai cara tersendiri dalam mengumpulkan informasi dan bahan.
4. Menyeleksi informasi dan bahan
Setiap informasi dan bahan yang telah diperoleh tidak semerta-merta saja kita jadikan
sumber. Namun, ada proses penyeleksian informasi dan bahan, dimana penyeleksian ini
merupakan pengumpulan informasi yang benar-benar akurat dan benar terhadap suatu
tema yang akan kita jadikan karangan.
5. Membuat kerangka karangan
Kerangka karangan dapat memudahkan penulisan sebuah karangan. Kerangka
karangan menguraikan setiap pokok masalah menjadi bahasan yang lebih fokus dan
terukur. Kerangka berisi garis besar mengenai hal-hal yang akan kita jabarkan. Karangan
yang telah disusun kerangkanya akan mudah untuk proses penulisan. Menjabarkan
kerangka karangan hendaknya dilakukan satu persatu dari kerangka yang telah kita tulis,
penjabaran kerangka karangan ini yang akan menjadikan sebuah karangan menjadi
karangan yang utuh, terkonsep, dan pastinya dapat dinikmati oleh para pembacanya.
D. Contoh Paragraf Deskriptif

Candi Borobudur dikelilingi oleh halaman yang


cukup luas. Dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki
candi, badan candi, dan puncak candi. Kaki candi
Borobudur yang asli tidak kelihatan. Kaki itu ditutup
kaki tambahan dari batu sebanyak 11.600 m3 . Oleh
sebab itu, relief pada kaki candi yang asli tertutup. Mengapa kaki candi yang asli ditutup,
sampai sekarang belum diketahui sebab-sebabnya.

56
Relief kaki candi itu namanya karmawibangga. Jumlahnya sebanyak 160 buah
bingkai relief yang menggambarkan hukum sebab akibat. Di bagian sudut tenggara, ada
beberapa bingkai karmawibangga yang sengaja dibuka setelah pemugaran. Di atas salah satu
relief itu ada tulisan Jawa Kuno berbunyi “wirupa” artinya si buruk rupa. Bagian kakai candi
dan halaman tambahan sebagai lantai pertama candi dinamakan kamadhatu. Arti kamadhatu
adalah alam kehidupan yang masih dikuasai oleh nafsu rendah, manusia belum dapat
melepaskan nafsu jahat dan buruk.

A. Pengertian Wacana Deskriptif

Wacana deskripsi adalah jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat
membentuk suatu citra (imajinasi) tentang suatu hal. Karangan ini berisi gambaran mengenai
suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal
tersebut.

B. Ciri-ciri Wacana Deskriptif :


1. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
2. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
3. Ditandai dengan penggunaan kata-kata atau ungkapan detail atau terperinci.
4. Digunakannya kata-kata yang bersifat evaluatif yang terlalu abstrak.
5. Umumnya menggunakan kata-kata yang bersifat objektif dan menggambarkan sesuatu.

C. Langkah-Langkah Menyunting Karangan atau Tulisan


1. Bacalah kalimat per kalimat untuk menemukan kesalahan penggunaan ejaan, diksi, pola
kalimatnya.
2. Catatlah atau beri tanda pada kalimat atau kata yang akan disunting.
3. Betulkanlah/ perbaikilah/ suntinglah kalimat, kata, ejaan, atau apa yang telah dicatat
sebelumnya.
4. Menyunting kalimat dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu, menambah kata,
mengganti kata, pemakaian kata-kata baku, dan mengurangi kata. Hal itu dilakukan agar
kalimatnya menjadi lebih efektif namun tidak mengubah isi kalimat.
5. Memeriksa keterpaduan antar paragraf untuk memastikan paragraf tersebut padu.
6. Memperhatikan kesalahan dalam paragraf dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu
membuang kalimat yang tidak padu, mengganti kalimat yang tidak padu dengan kalimat

57
padu (selama isi kalimat sama), dan menambah kalimat agar paragraf tersebut menjadi
padu.
7. Memperbaiki keruntutan paragraf yang satu dengan paragraf yang lain. hal itu dapat
dilakuakan dengan cara membaca keseluruhan paragraf, membuang paragraf yang tidak
padu, menambah paragraf agar menjadi padu, dan menemparkan urutan paragraf agar
paragraf menjadi padu.
D. Contoh Wacana Deskriptif
Candi Borobudur: Bentuk Bangunan dan Maknanya

Candi Borobudur dikelilingi oleh halaman yang


cukup luas. Dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki
candi, badan candi, dan puncak candi. Kaki candi
Borobudur yang asli tidak kelihatan. Kaki itu ditutup
kaki tambahan dari batu sebanyak 11.600 m3 . Oleh
sebab itu, relief pada kaki candi yang asli tertutup. Mengapa kaki candi yang asli ditutup,
sampai sekarang belum diketahui sebab-sebabnya.
Relief kaki candi itu namanya karmawibangga. Jumlahnya sebanyak 160 buah
bingkai relief yang menggambarkan hukum sebab akibat. Di bagian sudut tenggara, ada
beberapa bingkai karmawibangga yang sengaja dibuka setelah pemugaran. Di atas salah satu
relief itu ada tulisan Jawa Kuno berbunyi “wirupa” artinya si buruk rupa. Bagian kakai candi
dan halaman tambahan sebagai lantai pertama candi dinamakan kamadhatu. Arti kamadhatu
adalah alam kehidupan yang masih dikuasai oleh nafsu rendah, manusia belum dapat
melepaskan nafsu jahat dan buruk.
Bagian badan Candi Borobudur berupa lorong-lorong mengelilingi candi. Lorong
candi dibatasi oleh pagar langkan. Di atas pagar langkan terdapat relung-relung yang berisi
patung budha. Semuanya ada empat lorong. Di kanan kiri lorong, terpahat pada pada dinding
candi dan pagar langkan, adalah relief yang indah sekali. Relief itu menghiasi seluruh dinding
candi dan pagar langkan. Keadaan sekarang beberapa bagian sudah runtuh. Terutama yang
ada di dinding pagar langkan. Yang ada pada dinding candi masih utuh dan berupa rangkaian
cerita. Bagian badan candi itu dinamakan Rupadhatu. Artinya bagian kehidupan manusia
yang sudah meninggalkan nafsu rendah dan jahat. Manusia sudah menggunakan keinginan
luhur, namun tetap dengan sifat kemanusiaannya.

58
Puncak candi Borobudur merupakan rangkaian stupa-stupa dengan stupa besar di
tengah sebagai puncak. Bagian puncak ini dinamakan Arupadhatu. Artinya bagian kehidupan
yang sudah meninggalkan sifat keduniaan. Alam di sini alam batin atau alam spriritual. Tak
ada lagi nafsu dan bentuk. Di sini tidak lagi terdapat relief atau hiasan pada dinding dan
bagian stupa. Pada bagian Arupadhatu terdapat tingkat peralihan. Bentuknya dataran yang
luas sebagai bujur sangkar. Dinding berikut, sebagai badan puncak candi, bentuknya bulat.
Bentuk lingkaran ini mempunyai arti tak bermula tak berakhir.

59
LEMBAR KERJA SISWA

Tugas Kelompok!

1. Bentuklah kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 2-3 orang!


2. Deskripsikanlah gambar objek yang dibagikan minimal 3 paragraf!
3. Presentasikanlah hasil kerja kelompok!
4. Kelompok lain memberikan tanggapan!
5. Berbagilah menjadi 4 kelompok!
6. Tiap kelompok, kerjakan tugas berikut !
Kelompok I :
a. Pilihlah salah seorang dari anggota kelompokmu!
b. Deskripsikan secara rinci, kondisi fisik dan kepribadian temanmu itu dengan
terleih dahulu mengamati secara saksama: bentuk wajahnya, warna rambutnya,
bentuk hidungnya, bentuk matanya, bentuk bibirnya, warna kulitnya, tinggi dan
berat badannya, kepribadiannya (sabar, kasar, lembut, dan lain-lain) !
Kelompok II :
a. Pilihlah salah satu ruang di sekolahmu!
b. Deskripsikan ciri fisiknya, misalnya: luasnya, bentuknya, warna temboknya,
benda-benda yang ada di dalamnya, kondisinya (terawat, tidak terawat), dan
lain-lain!
Kelompok III :
a. Pilihlah salah satu bunga atau tumbuhan yang ada di halaman sekolahmu!
b. Deskripsikan ciri fisik bunga tersebut, misalnya: warna daunnya, baunya, tempat
tumbuhnya, dan lain-lain!
Kelompok IV :
a. Pilihlah salah satu peninggalan sejarah yang ada di sekitar tempat tinggalmu!
b. Deskripsikan apa namanya, letaknya, bagaimana bentuknya, ukurannya, kondisi
fisiknya, dan lain-lain1
7. Tukarkan hasil kerja kelompok dengan kelompok yang lain!
8. Suntinglah wacana deskriptif yang telah ditulis kelompok lain dengan menggunakan
kriteria panduan yang ada di dalam buku cetak halaman 48!

60
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA

Indikator Soal Kunci Jawaban Skor


1. Deskripsikanlah Sesuai jawaban siswa! (pedoman kunci jawaban cukup deskripsi 35
gambar objek yang singkat!)
dibagikan minimal 3 Deskripsi Tokoh Masyarakat :
paragraf!

Ir. H. Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi (lahir di


Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 umur 53 tahun) adalah
Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober
2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla
dalam Pemilu Presiden 2014.
Jokowi pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak
15 Oktober 2012 hingga 16 Oktober 2014 didampingi Basuki
Tjahaja Purnama sebagai wakil gubernur, dan Wali Kota
Surakarta (Solo) sejak 28 Juli 2005 sampai 1 Oktober 2012
didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota.[4] Dua
tahun sementara menjalani periode keduanya di Solo, Jokowi
ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) untuk memasuki pemilihan Gubernur DKI Jakarta
bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Deskripsi Tempat Wisata :

Jawa Timur Park 1, merupakan tempat wisata yang


memadukan wahana rekreasi keluarga dan taman belajar yang
bisa dinikmati bersama. Jatim Park 1 berada di Kota Batu, sekitar
20 km dari kota Malang, Jawa Timur. Masuk ke lokasi wisata ini
kita akan dibawa melalui jalur yang sudah disetting sedemikian
rupa, sehingga pengunjung akan melewati lorong-lorong yang
menyajikan beragam galeri pendidikan.
Wahana Permainan yang jumlahnya lebih dari 50 buah
(infonya) ditempatkan setelahnya. Dengan wahana permainan
sebanyak itu rasanya tidak akan selesai dinikmati dalam satu kali
kunjungan, terlebih masih ada wahana air berupa kolam renang
raksasa dengan beragam fasilitasnya. Bagi anda yang berniat
berkunjung ke Jatim Park 1, ada baiknya pandai-pandai membagi
waktunya jika ingin menikmati semua fasilitas dan wahana yang
tersedia.

61
Deskripsi Makanan :

Cilok (singkatan dari Aci dicolok) adalah sebuah makanan


rakyat khas Jawa Barat yang berasal dari Indonesia yang terbuat
dati tepung Kanji (aci dalam bahasa sunda) yang kenyal dengan
di tambahkan bumbu pelengkap seperti sambal kacang,
Kecap,dan Saus. Cilok bentuknya bulat-bulat seperti bakso,
hanya saja berbeda bahan dasarnya. Terdapat Telur atau cincang
daging di dalamnya, karena terbuat dari bahan dasar tepung kanji
maka cilok jika dimakan rasanya kenyal. Tak hanya disukai oleh
anak-anak, pada zaman modern ini ternyata hapir semua orang
menyukai cilok, seperti para mahasiswa dan orang tua.
Tak hanya menjadikan sebagai makanan ringan yang enak,
Cilok juga dapat menjadi sebuah peluang usaha. Rata-rata
pedagang cilok adalah pedagang kaki lima yang sering
berpindah-pindah dan rata-rata berjualan di daerah strategis
seperti Sekolah, Kampus, dan Pabrik-pabrik. Untuk memulai
usaha ini sebenarnya tidaklah rumit. Anda tinggal menyiapkan
bahan baku, antara lain: tepung kanji, bumbu bawang dan teman-
temannya, lalu campur dengan daging ayam atau sapi;
pencampuran tentunya menggunakan air, selanjutnya direbus dan
dibentuk bulat-bulat kecil seperti pentol bakso.
2. a. Deskripsikan Sesuai jawaban siswa! 35
secara rinci, kondisi a. Deskripsi Kel I :
fisik dan Arin Hardianti Santoso merupakan siswi kelas X di SMA
kepribadian Negeri 01 Jakarta. Nama Arin memiliki arti, yaitu pencerahan,
temanmu! Hardianti dalam bahasa kawi dan bahasa jawa berarti indah dan
b. Deskripsikan ciri terang. Sedangkan Santoso diambil dari nama Ayahnya. Untuk
fisik salah satu nama panggilan, dia biasa dipanggil Arin atau Cici Arin. Teman-
ruangan di teman di sekolahnya memanggil dia cici karena matanya yang
sekolahmu! sipit. Panggilan cici biasanya digunakan Suku Tionghoa untuk
c. Deskripsikan ciri menyebut kakak perempuan. Secara fisik memang Arin terlihat
fisik salah satu seperti orang keturunan Tionghoa, warna kulit putih dan mata
bunga atau sipit. Akan tetapi, Arin sendiri sebenarnya bukanlah orang
tumbuhan yang ada keturunan Tionghoa. Ayah dan Ibunya merupakan orang
di sekolahmu! keturunan jawa asli. Ayahnya berasal dari Pacitan, Jawa Timur,
d. Deskripsikan dan Ibunya berasal dari Purbalingga, Jawa tengah.
salah satu Mengenai ciri-ciri fisik, selain mata sipit dan kulit putih Arin
peninggalan sejarah juga mimiliki warna rambut hitam, bentuk wajah oval, hidung
yang ada di tempat dan bibir yang proposional dengan bentuk wajah. Tinggi badan
tinggalmu! 168 cm , berat badan 42 Kg. Yang menjadi ciri khas Arin, yaitu
tahi lalat di pipi sebelah kanan dekat dengan hidung. Setiap
harinya Arin selalu menggunakan kacamata sebagai alat bantu
penglihatannya. Arin menderita cacat mata miopi sejak 7 tahun
yang lalu, cacat matanya cukup parah. Mata bagian kiri dan
kanan minus 3,75 dan silinder 0,5. Membicarakan soal sifat dan

62
watak, setiap manusia memiliki perbedaan sifat dan watak antara
satu dengan yang lainnya. Arin merupakan anak yang rajin,
memiliki jiwa penasaran yang sangat tinggi, ramah, akan tetapi
terkadang dia sangat emosional.
b. Deskripsi Kel II :
Ruangan kelas 12 ipa 1 sekolahku terletak di lantai dua. Kelas
ini bersebelahan dengan Laboraturium Bahasa. Ketika masuk
kelas itu terlihat kursi- kursi dan meja-meja yang terususun rapi.
Kelas yang berisi empat puluh murid itu cukup terang, karena
terdapat beberapa lampu neon di atasnya. Ada jendela-jendela
kecil yang diletakkan di samping kanan dan kiri ruangan yang
juga membuat ruangan itu terlihat cukup penerangannya.
Ruangan ini cukup luas untuk ruangan yang berisi empat puluh
siswa dan satu orang guru. Di dalamnya terdapat dua buah
pendingin ruangan yang membuat ruangan kelas ini sejuk
walaupun berisi banyak orang. Kelas ini juga wangi karena salah
satu siswanya menggantungkan pengharum ruangan di bawah
pendingin itu.
Di sudut depan kanan ruangan itu terdapat sebuah lemari
kayu. Lemari itu berisi buku-buku, beberapa tumpuk kertas, dan
ada juga mukena milik siswa. Lemari itu terlihat sudah tidak
cukup kuat. Di depan lemari kayu itu ada kursi yang nyaman dan
meja guru. Di atas meja guru itu terdapat taplak batik. Di atasnya
juga diletakkan sebuah vas yang berisi beberapa bunga. Selain
ada beberapa lampu neon, di langit langit ruangan itu juga
menggantung sebuah proyektor berwarna putih yang menghadap
ke arah papan tulis. Ada bekas coret-coretan di papan tulis itu,
para siswa di kelas ini tidak menghapusnya setelah papan tulis
itu digunakan. Di samping papan tulis terlihat sebuah papan
kecil yang juga menempel pada dinding yang berisi jadwal
pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan guru.
c. Deskripsi Kel III :
Sekolahku sangat sejuk karena memiliki banyak sekali pohon
– pohon hijau yang rimbun dan tanaman hias bunga anggrek di
dalamnya. Berbagai macam tumbuhan yang sangat banyak
tersebut membuat udara di sekolahku terasa sangat sejuk dan
segar. Bunga Anggrek adalah salah satu bunga kebanggaan dan
merupakan ciri khas daerah Indonesia. Bunga ini hampir dikenal
oleh semua kalangan masyarakat Indonesia, apakah itu karena
keindahan, daya tahannya atau mungkin juga karena harganya
barangkali. Bunga Anggrek yang tumbuh di pertanaman
sekolahku sekitar 1 sampai 15 kuncup bunga. Berdasakan letak
tumbuhnya terdiri dari dua jenis secara umum, yang pertama
tumbuh disekitar ketiak daun pada lateral atau sisi-sisi batang,
jenis ini dinamakan pleuranthe (ex. Vanda, dendrobium) dan
yang kedua tumbuh dari ujung tanaman atau dinamakan dengan
acranthe (ex. Cattleya, Oncidium).
Bunga Anggrek itu sendiri terdiri dari lima bagian utama,
yaitu sepal (daun kelopak), Petal (daun mahkota), Stamen
(benang sari), Pistil (putik), dan ovari (bakal buah). Sepal adalah

63
mahkota bunga yang terletak dibelakang sedangkan petal yang di
depannya. Sepalnya berjumlah tiga, yang diatas bernama sepal
dorsal dan dua yang disamping menjorok bawah dinamakan
sepal lateral. Pada beberapa jenis anggrek tertentu terdapat sepal
lateral yang menjadi satu contohnya adalah Slipper orchid.
Petalnya juga berjumlah tiga, dua petal diapit sepal dorsal dan
sepal lateral dan membentuk sudut sekitar 1200, sedangkan yang
dibawah termodifikasi menjadi petal bibir atau labelum (di alam
berguna sebagai tempat hinggap serangga dalam proses
reproduksi tanaman). Pada labelum terdapat gumpalan yang
berisi protein, zat wangi dan minyak sebagai penarik serangga.
d. Deskripsi Kel IV :
Pura Tirta Empul merupakan salah satu situs peninggalan
sejarah yang sampai saat ini masih sering dikunjungi oleh
wisatawan. Pura Tirta Empul terkenal! Karena terdapat sumber
air yang hingga kini dijadikan air suci untuk melukat oleh
masyarakat dari seluruh pelosok Bali, tak jarang wisatawan yang
berkunjung pun tertarik untuk ikut melukat. Pura Tirta Empul
terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring,
Kabupaten Gianyar yang memiliki keindahan alam dan
kesejukannya. Keunikan dari pura ini pada Jaba Tengah terdapat
33 buah aliran pancoran namun sekarang tinggal hanya 31
pancuran, yang berderet menghadap ke barat sejumlah 7 buah
tetapi tinggal 5 buah yang dialiri air suci yang mana peruntukan
pancuran ini adalah untuk meningkatkan aura Kundalini yang
ada pada tubuh kita.
Sebelum kita menceburkan diri ke kolam kita harus
menghaturkan sajen lebih dulu di tempat sajen yang telah
ditentukan dengan maksud untuk permisi, bahwa kita akan
memulai ritual pembersihan diri. Mengunjungi tempat ini, hati
menjadi tenteram oleh suasana lingkungan yang nyaman dan
sangat terasa kesejukkannya. Angin yang bertiup semilir begitu
menenteramkan jiwa. Hal itulah yang membuat para wisatawan
yang berkunjung ke Pura Tirta Empul merasa mendapat
kepuasan tersendiri untuk menikmati keajaiban dan keindahan
alam.
3. Suntinglah wacana Sesuai jawaban siswa! 30
deskriptif yang telah Contoh Wacana Deskripsi:
ditulis kelompok SMA Negeri 1 Kota Sukabumi merupakan SMA tertua di
lain dengan Kota Sukabumi. SMA Negeri 1 Kota Sukabumi lahir pada bulan
menggunakan Oktober 1961. SMA Negeri 1 mempunyai jumlah murid kurang
kriteria panduan lebih 1.500 siswa dan mempunyai 4 lapangan, yaitu lapangan
yang ada di dalam basket, lapangan volly, lapangan sepak bola, dan lapangan
buku cetak halaman badminton. Luas Smansa kurang lebih 3 hektar dan memiliki 37
48! kelas serta 71 guru mata pelajaran.
Smansa juga memiliki kantin yang begitu banyak. Ketika bel
istirahat berbunyi, kantin di Smansa sangatlah ramai hingga
siswa-siswi pun harus berdesak-desakan untuk membeli
makanan. Kantin Smansa menjual bermacam-macam makanan
seperti gorengan, mie ayam, bas juice, dan masih banyak lagi.

64
Ketika kantin ini ramai, suasaana pun menjadi sangat panas,
berisik dan kotor. Kantin di Smansa sungguh sempit sedangkan
muridnya sangatlah banyak, sehingga kantin ini pun menjadi
hiruk-pikuk.

Kriteria Panduan Menyunting :


No Aspek Penilaian Deskripsi Ya Tidak
1 Ketepatan jenis Apakah berupa wacana
wacana deskriptif, yaitu wacana
yang bertujuan 
mendeskripsikan sesuatu
seolah pembaca melihat,
meraba atau merasakan?
2 Organisasi wacana Apakah wacana disusun
dengan urutan lokal yang 
mudah dipahami?
3 Keterpaduan Apakah antara paragraf
wacana satu dengan paragraf 
berikutnya berkaitan dan
ditandai oleh keterkaitan
isi?
4 Kesalahan struktur Apakah tidak ada 
kalimat kesalahan struktur
kalimat?
5 Ketepatan Apakah tidak ada
penulisan ejaan dan kesalahan dalam 
tanda baca penulisan ejaan dan
tanda baca?

65
LAMPIRAN MEDIA

66
67
68
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah : SMA Islam Batu

Kelas/Semester : X/1

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

Standar Kompetensi :

Menulis : 4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif,


ekspositif)

Kompetensi Dasar :

4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk
paragraf naratif

Indikator :

 Mampu menemukan ciri paragraf narasi


 Mampu menulis paragraf narasi
 Mampu menulis wacana narasi
 Mampu menyunting paragraf atau wacana narasi yang ditulis

Tujuan Pembelajaran :
Selama kegiatan pembelajaran materi tentang paragraf naratif, melalui metode pembelajaran
diskusi siswa diharapakan dapat :
 Menemukan ciri-ciri paragraf narasi dengan baik dan benar.
 Menulis paragraf narasi dengan baik dan benar.
 Menulis wacana narasi dengan baik dan benar.
 Menyunting paragraf atau narasi yang ditulis dengan baik dan benar.

69
Metode Pembelajaran :
 Tanya jawab
 Penugasan
 Ceramah
 Diskusi

Model Pembelajaran :
 Discovery Learning

Materi Pembelajaran :
 Contoh teks paragraf narasi
 Ciri-ciri paragraf narasi
 Jenis paragraf narasi
 Langkah-langkah menulis paragraf narasi
 Contoh teks wacana narasi

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran :


Pertemuan Pertama
4. Kegiatan Awal
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan presensi kehadiran siswa.
 Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.
 Guru dan siswa melakukan kegiatan tanya jawab terkait materi tentang paragraf narasi.
 Apa yang kalian ketahui tentang paragraf narasi?
 Pernakah kalian membuat karangan berupa paragraf narasi?
 Coba sebutkan topik apa saja yang kalian ketahui dalam menulis sebuah karangan
narasi?
 Guru menyampaikan materi tentang paragraf narasi dengan media power point.
5. Kegiatan Inti
 Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan teliti tentang langkah-langkah menulis
paragraf narasi.
 Siswa membaca contoh teks paragraf narasi yang dibagikan guru dengan saksama.
 Siswa mengidentifikasi perbedaan jenis paragraf narasi.
 Siswa secara individual mengerjakan tugas “Kegiatan Kreatif” di buku cetak hal 83.

70
 Siswa membacakan karangan paragraf naratifnya satu-persatu dengan instruksi yang
diberikan oleh guru,
 Siswa yang lain menanggapi hasil kerja temannya dengan santun
 Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja setiap siswa.
 Guru melakukan kegiatan penilaian.
6. Kegiatan Akhir
 Guru dan siswa secara bersama-sama membuat simpulan hasil kerja siswa
 Guru dan siswa melakukan kegiatan refleksi.
 Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar lagi di rumah terkait materi
tentang paragraf narasi.
 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dan memeberikan motivasi kepada siswa agar
mempersiapkan diri untuk pembelajaran dipertemuan berikutnya.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Awal
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan presensi kehadiran siswa.
 Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa untuk mengulas kembali pelajaran
yang telah dilakukan sebelumnya.
 Apakah kalian masih ingat apa yang dimaksud dengan paragraf narasi?
 Setelah membuat sebuah paragraf narasi, apakah kalian pernah membaca wacana
narasi?
 Apa yang menjadi karakteristik wacana narasi?
 Guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan siswa.
2. Kegiatan Inti
 Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan teliti tentang langkah-langkah
menyunting karangan wacana naratif yang ditulis.
 Siswa membaca contoh teks wacana naratif yang dibagikan oleh guru.
 Siswa berbagi kelompok menjadi 4 kelompok.
 Siswa bersama kelompok menulis wacana naratif dengan menceritakan media gambar
yang dibagikan oleh guru.
 Setelah menulis wacana naratif, siswa bersama kelompok menyunting karangan wacana
naratif yang ditulis dengan menggunakan kriteria panduan dibuku hal 86.
 Guru melakukan kegiatan penilaian.

71
3. Kegiatan Akhir
 Guru memberi evaluasi tentang hasil tugas siswa.
 Guru dan siswa melakukan refleksi dan menanyakan apa yang telah dikuasai dan belum
dikuasai terkait dengan materi menulis paragraf naratif serta kesan-kesan selama
pembelajaran berlangsung.
 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dan memeberikan motivasi kepada siswa agar
selalu rajin belajar.

Sumber Belajar / Media Pembelajaran :


Sumber :
 Bahasa dan Sastra Indonesia SMA. 2008. Jakarta : PT. Bumi Aksara
 Buku Ajar Bahasa Indonesia SMA kelas X terbitan Erlangga
 Internet :
Ilmu Sekolah. 2013. Jenis dan Karakteristik Paragraf Naratif; (Online)
lmusekolahgratis.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-ciri-dan-contoh-paragraf.html

Guru Gapak. 2016. Langkah-Langkah Menulis Paragraf Naratif; (Online)


http://www.gurungapak.com/2016/01/langkah-langkah-membuat-karangan.html

Media Pembelajaran :
 Power Point materi paragraf naratif
 Gambar berseri peristiwa, fabel dan lain-lain.

72
Penilaian Hasil Belajar
1. Penilaian Keterampilan
 Jenis Tagihan : Tugas Individu, Tugas Kelompok
 Bentuk Tes : Uraian
 Contoh Instrumen :
 Identifikasilah ciri-ciri paragraf narasi!
 Tulislah paragraf narasi yang menceritakan peristiwa atau terjadi di balik foto
kenangan yang kalian bawa!
 Tulislah wacana naratif dari gambar yang dibagikan!
 Suntinglah wacana naratif yang ditulis dengan menggunakan kriteria penulisan
wacana!

Pedoman Penskoran

Indikator Deskriptor Skor


Mampu menemukan ciri- 4. Siswa mampu menemukan ciri-ciri paragraf 10
ciri paragraf naratif naratif dengan baik dan benar.

5. Siswa kurang mampu menemukan ciri-ciri 5


paragraf naratif dengan baik dan benar.

6. Siswa tidak mampu menemukan ciri-ciri 0


paragraf naratif dengan baik dan benar.
Skor Maksimum 15

Indikator Deskriptor Skor


Mampu menulis paragraf 4. Siswa mampu menulis paragraf naratif 20
naratif dengan baik dan benar.

5. Siswa kurang mampu menulis paragraf 10


naratif dengan baik dan benar.

6. Siswa tidak mampu menulis paragraf naratif 0


dengan baik dan benar.
Skor Maksimum 30

73
Indikator Deskriptor Skor
Mampu menulis wacana 4. Siswa mampu menulis wacana naratif dengan 15
deskriptif baik dan benar.

5. Siswa kurang mampu menulis wacana naratif 10


dengan baik dan benar.

6. Siswa tidak mampu mampu menulis wacana 0


naratif dengan baik dan benar.
Skor Maksimum 25

Indikator Deskriptor Skor


Mampu menyunting wacana 4. Siswa mampu menentukan ketepatan jenis 20
naratif yang ditulis wacana, organisasi wacana, keterpaduan
wacana, kesalahan struktur kalimat,
ketepatan penulisan ejaan dan tanda baca
dengan baik dan benar.
5. Siswa kurang mampu menentukan
ketepatan jenis wacana, organisasi 10
wacana, keterpaduan wacana, kesalahan
struktur kalimat, ketepatan penulisan ejaan
dan tanda baca dengan baik dan benar.
6. Siswa tidak mampu mampu menentukan
ketepatan jenis wacana, organisasi
wacana, keterpaduan wacana, kesalahan 0
struktur kalimat, ketepatan penulisan ejaan
dan tanda baca dengan baik dan benar.
Skor Maksimum 30

Jumlah skor maksimum aspek menulis = 10+5+20+10+15+10+20+10 = 100


Perolehan skor
Nilai akhir aspek menulis = x skor ideal (100) = …
Skor maksimum (100)

74
2. Format Penilaian Kemampuan Menulis Paragraf / Wacana Naratif

No Aspek Deskripsi Skor

1. Ketepatan jenis 4. Siswa mampu menulis paragraf/wacana naratif 20


paragraf/wacana sesuai dengan ketepatan jenis paragraf/wacana.
5. Siswa kurang mampu menulis paragraf /wacana
naratif sesuai dengan ketepatan jenis 10
paragraf/wacana.
6. Siswa tidak mampu menulis paragraf /wacana
naratif sesuai dengan ketepatan jenis 0
paragraf/wacana.
2. Karakteristik 4. Siswa mampu menulis paragraf/wacana naratif 10
paragraf/wacana sesuai dengan pola urutan waktu dan tempat.
deskriptif 5. Siswa kurang mampu menulis paragraf /wacana
naratif sesuai dengan pola urutan waktu dan 5
tempat.
6. Siswa tidak mampu menulis paragraf /wacana
naratif sesuai dengan pola urutan waktu dan 0
tempat.
3. Keterpaduan 4. Siswa mampu menulis paragraf/ wacana satu 15
paragraf/wacana dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh adanya urutan kronologis.
5. Siswa kurang mampu menyusun paragraf/ wacana 5
satu dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh adanya urutan kronologis.
6. Siswa tidak mampu menyusun paragraf/ wacana
satu dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan 0
dengan ditandai oleh adanya urutan kronologis.
4. Kesalahan struktur 4. Siswa mampu menulis paragraf/wacana naratif 15
kalimat sesuai dengan struktur kalimat.
5. Siswa kurang mampu menulis paragraf/wacana 5
naratif sesuai dengan struktur kalimat.
6. Siswa tidak mampu menulis paragraf/wacana 0
naratif sesuai dengan struktur kalimat.
5. Ketepatan 4. Siswa mampu menulis paragaraf/wacana naratif 10
penulisan ejaan dan sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda baca.
tanda baca 5. Siswa kurang mampu menulis paragaraf/wacana
naratif sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda 5
baca.
6. Siswa tidak mampu menulis paragaraf/wacana
naratif sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda 0
baca.
Skor Maksimum 100

75
3. Penilaian Sikap
 Jenis Tagihan : Non Tes
 Contoh Instrumen :
Pedoman Penskoran
Bubuhkan tanda cek (√) pada kolom sesuai hasil lembar pengamatan
No Nama Nilai Aspek

Jujur Tanggung Peduli Kerja Sama Jumlah


Jawab Skor
SB B S K SB B S K SB B S K SB B S K
1

Rubrik Penilaian Sikap

No Kualitas Kriteria Penilaian


1 Kurang BT (Belum Tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas.
2 Sedang MT (Mulai Tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-
sungguh dalam menyelesaikan tugas, tetapi masih sedikit dan belum
ajeg/konsisten

3 Baik MB (Mulai Berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-


sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai
ajeg/konsisten.

4 Sangat Baik MK (Membudaya jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh


dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan konsisten.

Batu, 10 Oktober 2016


Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu, Guru Magang III,

Drs. H. Robby Harmono Qorri’ Aina


NIP.19600603 199203 1 008 NIM. 201310080311073

76
Bahan Ajar

A. Pengertian Paragraf Naratif


Paragraf narasi adalah karangan yang bertujuan untuk menceritakan suatu pokok
persoalan/peristiwa. Persoalan atau peristiwa tersebut di dalam narasi, biasanya disampaikan
secara kronologis dan mengandung satu rangkaian cerita. Pada jenis paragraf ini, terdapat
tokoh yang diceritakan, baik manusia maupun binatang.
B. Jenis Paragraf Naratif
1. Paragraf Narasi Ekspositoris
Yaitu paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan secara informatif
dengan tujuan memberi pengetahuan. Paragraf jenis ini menceritakan peristiwa yang benar-
benar terjadi alias cerita nonfiksi seperti dalam bentuk biografi dan autobiografi. Setiap
tahapan dalam narasi ekspositoris disampaikan dengan bahasa yang informatif dengan titik
berat pada penggunaan kata yang memiliki makna denotatif dan mementingkan rasio atau
logika.
Contoh Paragraf Narasi Ekspositoris:
Pada hari jum'at, 6 Februari 2004, terjadi gempa tektonik yang mengguncang wilayah
Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Guncangan yang susul-menyusul hingga enam kali itu
terjadi selama dua jam. Gempa berkekuatan 6,91 Skala Rickter itu menyebabkan sedikitnya
26 orang tewas, 34 orang luka berat, dan 66 orang lainnya luka ringan. Guncangan keras ini
menyebabkan tanah longsor dan meretakkan landasan pacu bandara setempat.
2. Paragraf Narasi Sugestif
Yaitu paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan sedemikian rupa
dengan tujuan merangsang daya khayal/imajinasi pembaca, seperti dalam bentuk cerpen dan
novel. Jenis paragraf ini biasanya banyak menggunakan bahasa kiasan dengan menggunakan
kata kata yang konotatif.
Contoh Paragraf Narasi Sugestif:
Tiba-tiba ia tertegun. Di sana, sayup-sayup dari jauh, di arah seberang kali sebelah timur,
terdengar suara jeritan orang. Tetapi selintas saja, jeritan diputuskan oleh sebuah letusan yang
sangat hebat … kemudian hening seketika. Desingan yang banyak mulai reda, tinggal satu-
satu letusan di sana sini. Warsinah menegakkan kepala, matanya mulai liar, badannya
dihadapkan ke timur, ke arah jeritan datang, kemudian membalik menghadap ke barat, tegak
bertolak pinggang, lalu lari, lari menurutkan jalan rel, lari kencang sambil berkomat-
kamit......

77
C. Ciri-ciri Paragraf Narasi

1. Adanya unsur perbuatan atau tindakan.

2. Adanya unsur rangkaian waktu dan informatif.

3. Adanya sudut pandang penulis.

4. Menggunakan urutan waktu dan tempat yang berhubungan secara kausalitas.

5. Terdapat unsur tokoh yang digambarkan dengan memiliki karakter atau perwatakan yang
jelas.

6. Terdapat latar tempat, waktu, dan suasana.

7. Mempunyai alur atau plot.

D. Langkah-Langkah Menulis Paragraf Narasi

1. Tentukan pokok permasalahan (tema) yang akan dijadikan inti cerita.


2. Tentukanlah pelaku atau tokohnya.
3. Susun alur/bagian-bagian cerita secara urut.
4. Rangkailah menjadi suatu cerita yang padu berdasarkan urutan tempat, ruang, dan waktu.
5. Susunlah kerangka karangan.
6. Kembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang utuh.

E. Pengertian Wacana Narasi


Wacana Narasi adalah salah satu jenis wacana yang menceritakan / mengisahkan sesuatu
peristiwa secara berurutan berdasarkan urutan kejadiannya. Dengan demikian wacana jenis
ini tidak bermaksud untuk mempengaruhi seseorang melainkan hanya menceritakan sesuatu
kejadian yang telah disaksikan, dialamin dan didengar oleh pengarang (penulisnya). Narasi
dapat bersifat fakta atau fiksi (cerita rekaan). Narasi yang bersifat fakta, antara lain biografi
dan autobiografi, sedangkan yang berupa fiksi diantaranya cerpen dan novel.
Contoh Wacana Narasi
Kegiatan disekolahku demikian padatnya. Setiap hari, aku masuk pukul 07.00. Agar
tidak terlambat, aku selalu bangun pukul 04.30. Setelah mandi, akupun shalat subuh.
Kemudian, aku segera mengenakan seragam sekolah. Tak lupa aku lihat-lihat lagi buku yang
harus aku bawa. Yah, sekedar mengecek apakah buku-buku yang aku bawa sudah sesuai
dengan jadwal pelajaran hari itu. Selanjutnya, aku makan pagi. Lalu, kira-kira pukul 06.00,
aku berangkat ke sekolah. Seperti biasanya, aku ke sekolah naik angkutan umum. Jarak

78
rumah dengan sekolahku tidak jauh, sekitar enam kilometer. Aku memang membiasakan
berangkat pagi-pagi. Maklum, angkutan kota sering berhenti lama untuk mencari penumpang.
Jika aku berangkat agak siang, wah, bisa terlambat sampai di sekolah.
Di sekolah, aku belajar selama kurang lebih enam jam. Jam pelajaran berakhir pukul
12.45. Itu untuk hari-hari biasa. Hari Rabu, aku pulang pukul 14.30, karena mengikuti
kegiatan ekstrakulikuler dulu. Khusus hari Jum’at, aku bisa pulang lebih awal, yaitu pukul
11.00.
Paragraf narasi diatas berisi sebuah fakta. Apbila dicermati, paragraf tersebut berisi
urutan peristiwa berikut : bangun pukul 04.30, mandi, shalat subuh, berpakaian, mengecek
buku, makan pagi, berangkat sekolah, belajar di sekolah, pulang sekolah. Rangkaian
peristiwa tersebut dialami oleh tokoh aku. Aku mengalami “konflik” dengan dirinya sendiri,
yaitu kebiasaannya setiap hari.

79
LEMBAR KERJA SISWA
Tugas Individu!
1. Kerjakan tugas ini secara individual!
2. Pilihlah salah satu foto kenanganmu yang di dalamnya memuat cerita atau kisah!
3. Tulislah kisah yang menceritakan peristiwa yang terjadi di balik fotomu itu dalam
satu paragraf saja!
4. Presentasikanlah hasil kerja kalian!

Tugas Kelompok!
1. Berbagilah menjadi empat kelompok!
2. Tiap kelompok menulis satu wacana narasi yang memuat: satu paragraf pembuka,
satu paragraf isi, dan satu paragraf penutup yang semuanya menceritakan sesuatu
sesuai dengan gambar berseri yang dibagikan!
3. Tiap kelompok kerjakan tugas berikut!
Kelompok I :
Buatlah cerita berdasarkan gambar berikut!

Kelompok II :
Tulislah Laporan Perjalanan!

Kelompok III :
Amati peristiwa di gambar berikut, tulislah berita yang berkaitan dengan gambar
berikut!

Kelompok IV
Buatlah cerita rakyat sesuai dengan gambar berikut!

4. Suntinglah wacana narasi yang kalian tulis dengan menggunakan kriteria panduan
di buku hal 86!

80
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA

Indikator Soal Kunci Jawaban Skor


1. a. Pilihlah salah Sesuai jawaban siswa!
satu foto Cerita di balik foto kenangan:
kenanganmu
yang di dalamnya
memuat cerita
atau kisah
b. Tulislah kisah
yang
menceritakan Masa-masa SMP memanglah masa yang singkat, namun
peristiwa yang dibalik itu banyak sekali kenangan yang tersimpan
terjadi di balik didalamnya. Mulai dari kenangan manis, sedih, tertekan,
fotomu itu dalam sampai pahit pun ada disana, mulai dari kisah seru-seruan
satu paragraf bareng teman sampai kisah bareng-bareng dihukum oleh guru,
saja! bahkan kisah kasih disekolah pun ada semua tersimpan rapih
dalam kenangan. Disini aku punya 3 orang sahabat laki laki
dan seorang sahabat perempuan, kami sangat dekat bahkan
setiap harinya hampir mustahil kami tidak saling mencari jika
tidak melihat salah satu diantara kami, kedekatan kami boleh
dikatakan sangat dekat. Foto ini diambil saat kami duduk di
kelas tiga SMP waktu istirahat kami memang sering berfoto-
foto untuk dijadikan kenangan. Karena saat itu kami akan
segera lulus.
2. Tiap kelompok Sesuai jawaban siswa!
menulis satu Kelompok I :
wacana narasi
yang memuat:
satu paragraf
pembuka, satu
paragraf isi, dan
satu paragraf
penutup yang Termangu aku melihatnya, hijau dimana-mana pohon
semuanya rindang yang memberi kesejukan dan kesegaran, kicau burung
menceritakan kepondang, jeritan si Elang Jawa menambah kesan yang
sesuatu sesuai semakin menawan. Tapi ketika aku ke sini setelah tujuh tahun
dengan gambar yang lalu. Sekarang hanya tanah gersang dan pepohonan
berseri yang kurus kering yang menjadi pemandangan. Setiap aku
dibagikan! berkunjung ke rumah nenek akhir-akhir ini, hawa panas, tanah
yang rengkah, yang aku rasakan karena musim kemarau yang
lama.
Nenek bercerita hal ini sudah berlangsung hampir lima
tahun, dulu kampung ini sejuk dan hijau. Tetapi kemudian
berubah, karena banyak para penduduk yang menebang pohon
di hutan kampung kayunya diambil, kemudian dijual. Karena
banyaknya akhirnya jadi seperti ini, hutan menjadi tandus,
sungai mengering dan menjadi malapetaka kampung menjadi
gersang. Dimana-mana hanya terlihat hamparan tanah tandus
dan kering kerontang.

81
Sangat ironis sekali, ketika musim hujan datang terjadi
banjir dimana-mana, tetapi ketika musim kemarau datang
sumber air menjadi kering. Semua akibat penebangan pohon
secara sembarangan. Hutan sekarang menjadi gundul tidak
ada vegetasi di atasnya, terbentuklah lahan kristis.
Kelompok II :

Pada suatu hari, tepatnya pukul 08.30 pagi, aku dan


keluargaku berlibur ke Pantai. Sebelum kami berangkat ke
pantai, Ibu mempersiapkan makanan dan minuman untuk
kami nikmati di sana. Sedangkan Ayahku mempersiapkan
kendaraan yang akan kami pakai. Setelah semuanya siap,
kami langsung berangkat menuju pantai.
Selama di perjalanan, aku sangat kagum dengan keindahan
alamnya. Jalannya yang berkelok-kelok seperti gelombang,
sawahnya yang berjejer dengan rapih, dan suasana
pegunungan yang sangat indah. Ternyata begitu besar Karunia
yang telah Allah berikan untuk kita semua.
Sesampainya di pantai, kami langsung mencari tempat
yang teduhdi bawah pohon kelapa. Kebetulan hari itu
cuacanya cukup panas jadi kami harus mencari tempat yang
nyaman untuk beristirahat. Setelah mendapatkan tempat yang
cocok, kami menikmati makanan dan minuman yang telah
kami persiapkan dari rumah sambil menikmati keindahan
pemandangan di pantai. Aku dan adikku juga bermain pasir-
pasiran di sana. Liburan kali ini memberikan kenangan
tersendiri bagiku.
Kelompok III :

Pada suatu hari, ada seorang anak sekolah sedang berada


di seberang jalan. Tampaknya dia baru pulang dari sekolah.
Dia sedang menunggu untuk menyebrang, akan tetapi saat itu
siang hari waktu orang-orang maupun sekolah pulang.
Otomatis jalan raya ramai sekali.
Anak sekolah itu hendak menyebrang, tapi ia urungkan
niatnya. Karena jalanan saat itu tak kunjung sepi, malah
semakin ramai. Ia mencoba sabar dan menunggu hingga
jalanan sepi agar dia bisa menyebrang. Karena tempat ia
menyebrang tidak ada lampu lalu lintansya. Sehingga
kendaraan lalu lalang tanpa henti.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya jalanan mulai
sepi. Sangking senangnya anak itu langsung menyebrang.

82
Tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia menyebrang dengan
berjalan santai. Hingga akhirnya, dari arah yang berlawanan
sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Anak sekolah
itu sangat kaget. Belum sempat ia berlari mobil itu sudah
menghantam tubunya. Ia mengalami kecelakaan parah. Para
warga di sekitar tempat itu sangat panik dan menolog anak
tersebut serta memanggilkan ambulan untuknya. Akhirnya dia
di bawa ke rumah sakit dengan ambulan. Oleh sebab itulah,
jika ingin menyebrang berhati-hatilah agar tidak terjadi
kecelakaan seperti anak tersebut.
Kelompok IV:

Pada zaman dahulu kala, terdengarlah kisah dari salah satu


putri di jawa berat bernama Dayang Sumbi mmempunyai
anak bernama sangkuriang,pada suatu hari sangkuriang pergi
berburu di temani oleh seekor anjing bernama Tumang,tetapi
Sangkuriang tidak tahu bahwa anjing itu adalah titisan dewa
dan juga sekaligus Bapaknya. Pada suatu hari setelah pulang
dari berburu, Sangkuriang memberikan hati didapatkanya dari
berburu kepada Ibunya untuk di masak. Saat memakanya
Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan menanyakannya
pada Sangkuriang, Sangkuriang menjawab dengan wajah
ketakutan "Tumang mati". Dayang Sumbi marah bukan dan
memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi dan
mengusirnya dari rumah.
Setelah kejadian itu Dayang Sumbi sangat menyesalinya,
ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa hinga suatu hari
sang dewata meberikan anugerah kepada Dayang Sumbi yaitu
berupa kecantikan abadi dan tidak pernah tua. Setelah di usir
Ibunya Sangkuriang berkelana ke berbagai tempat, akhirnya
Sangkuriang kembali lagi ketempat Dayang Sumbi kemudian
kedua orang tersebut pun bertemu. Sangkuriang akhirnya
jatuh hati kepada Dayang Sumbi, Sangkuriang pun melamar
Dayang Sumbi dan Dayang Sumbi menerimanya. Pada saat
sedang berduan Dayang Sumbi melihat bekas luka di kepala
Sangkuriang dan ingat bahwa saat itu ia sedang bersama
anaknya. Dayang Sumbi kaget dan memberi tahu sangkuriang
bahwa dia adalah Ibunya namun sangkuriang tidak percaya
dan tetap berniat menikahinya.
Dayang Sumbi mengajukan permintaan dia minta di
buatkan perahu layar dalam sehari tidak buloh lebih,
Sangkuriang menyanggupinya dan Sangkuriang membendung
sungai Citarum untuk tempat perahunya dalam pembuatanya
Sangkuriang mendapatkan bantuan dari jin hasil taklukanya
dalam perantauanya, karena bantuan dari jin perahu itupun
hampir selesai Dayang Sumbi memohon kepada Dewa.
Dayang Sumbi membuat ayam jago berkokok lebih awal, dan

83
akhirnya berhasil jin yang membantu sangkuriang lari
ketakutan dan meninggalkan sangkuriang sendirian. Karena
kesal perahu itu di tendangnya dan terjatuh diatas gunung dan
menyatu dengan gunung dan bernama Gunung Tangupan
Perahu, Sangkuriang akhirnya meninggal karena terjatuh
kedalam sungai Citarum.
3. Suntinglah Sesuai dengan jawaban siswa!
wacana narasi Contoh wacana narasi :
yang kalian tulis Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama
dengan sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku
menggunakan dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk
kriteria panduan mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur
di buku hal 86! ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan
menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan.
Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu
riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut.
Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan
senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi
favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak
kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke
mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan.
Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena
kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku
saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah
ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana.
Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali
pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai.
Dalam benakku, aku kan kembali esok.
Kriteria Panduan Menyunting :
No Aspek Penilaian Deskripsi Ya Tidak
1 Ketepatan jenis Apakah berupa wacana
wacana deskriptif, yaitu wacana yang
bertujuan menceritakan suatu 
peristiwa?
2 Organisasi wacana Apakah wacana memuat satu
paragraf pendahuluan? 
Apakah wacana memuat
beberapa paragraf isi? Apakah
wacana dilengkapi dengan satu
paragraf penutup? Yang
semuanya menceritakan
sesuatu?
3 Keterpaduan Apakah antara paragraf satu
wacana dengan paragraf berikutnya 
berkaitan dan ditandai oleh
urutan kronologis (waktu atau
peristiwa)?
4 Kesalahan struktur Apakah tidak ada kesalahan 
kalimat struktur kalimat?
5 Ketepatan penulisan Apakah tidak ada kesalahan
ejaan dan tanda baca dalam penulisan ejaan dan 
tanda baca?

84
85
LAMPIRAN MEDIA

86
87
JURNAL PEMBELAJARAN KELAS SEMESTER GASAL
TAHUN PELAJARAN 2016-2017

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Kelas : X-2

No. Hari/Tanggal Jam Materi Pelajaran


1 Jumat, 23 September 2016 Jam ke V-VI (09.55 - 11.15) Menulis Paragraf Deskriptif
2 Jumat, 07 Oktober 2016 Jam ke V-VI (09.55 - 11.15) Menulis Wacana Deskriptif
3 Rabu, 12 Oktober 2016 Jam ke VII-VIII (12.15 - 13.35) Menulis Paragaraf Naratif
4 Jumat, 14 Oktober 2016 Jam ke V-VI (09.55 - 11.15) Menulis Wacana Naratif

Batu, 10 Oktober 2016

Menyetujui,
Guru Pembimbing Magang, Guru Magang III,

Dra. Maftuhah Amini Qorri’ Aina


NIP. 19680412 200801 2 025 NIM. 201310080311073

Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu

Drs. H. Robby Harmono


NIP. 19600603 199203 1 008

88
DAFTAR HADIR SISWA SMA ISLAM BATU
KELAS X-2
No Nama Jumat Rabu Jumat Rabu Jumat
23/09/16 28/09/16 07/10/16 12/10/16 14/10/16
5 6 5 6 7 8 5 6
1 AHMAD ALDI GUNAWAN        
2 ANSAR ALFARIH HAFIF   A A A A A A
3 ARDIMAS YOVI SAPUTRA     A A A A
4 AYU SA’DIYA FITRIANTI        
5 DEVI YURIKE   S S    
6 DIMAS ARYA RESTU        
7 DINA AYU KURNIAWATI        
8 DINDA PANCA INDRAWATI   S S I I  
 
Persiapan      
9 DWI AJENG ANGGRAENI
10
11
KHOLID MARWADI A
MARIO RISKY R




U 







A
A
A
A
12 MUHAMMAD NABIL RAMADHAN        
13 MUHAMMAD NURIL YASIN   T     A A
14 NANANG DWI ANDIKA        
15
16
RAHMAT DANI ARYA
RISKI MANILA




S 











17 M. ROSULI   A A A A A A
18 SILVIA NATALIA   S S    
19 SISKA DEWI LESTARI        
20 SRI WULAN LARASATI        
21 SURIANTI        
22 YOGA PUTRA PRATAMA        
23 YUDHA PRASETYO        
24 YULIANTI RAHAYU        

Batu, 10 Oktober 2016

Guru Magang III,

Qorri’ Aina
NIM. 201310080311073

89
AKUMULASI NILAI PEMBELAJARAN SISWA KELAS X MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

Kelas X-2

No. Nama Kompetensi Dasar Keterangan


4.1 4.2
1 AHMAD ALDI GUNAWAN 75 76 4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan
2 ANSAR ALFARIH HAFIF 63* 63* pola urutan waktu dan tempat dalam
3 ARDIMAS YOVI SAPUTRA 75 80
4 AYU SA’DIYA FITRIANTI 86 85
bentuk paragraf naratif
5 DEVI YURIKE 88 75
6 DIMAS ARYA RESTU 80 79 4.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk
7 DINA AYU KURNIAWATI 86 80 paragraf deskriptif
8 DINDA PANCA INDRAWATI 88 75
9 DWI AJENG ANGGRAENI 83 85
10 KHOLID MARWADI A 75 83
11 MARIO RISKY R 75 77 Catatan:
12 MUHAMMAD NABIL RAMADHAN 81 79 Tanda (*) remidi
13 MUHAMMAD NURIL YASIN 80 79
14 NANANG DWI ANDIKA 75 77
15 RAHMAT DANI ARYA 80 77
16 RISKI MANILA 75 80
17 M. ROSULI 60* 60*
18 SILVIA NATALIA 88 75
19 SISKA DEWI LESTARI 75 83
20 SRI WULAN LARASATI 80 84
21 SURIANTI 84 85
22 YOGA PUTRA PRATAMA 75 77
23 YUDHA PRASETYO 79 79
24 YULIANTI RAHAYU 83 81

Menyetujui
Guru Pembimbing Magang, Guru Magang III,

Dra. Maftuhah Amini Qorri’ Aina


NIP. 19680412 200801 2 025 NIM. 201310080311073

Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu

Drs. H. Robby Harmono


NIP. 19600603 199203 1 008

90
PERANGKAT PEMBELAJARAN

91
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Menulis
4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
4.1 Menulis Paragraf naratif  Bersahabat/  Kepemimpinan  Memilih paragraf  Mendaftar topik-topik Jenis Tagihan: 4 Argumentasi
gagasan  Contoh paragraph komunikatif naratif. yang dapat  Tugas Individu dan Narasi
dengan naratif  Tanggung  Mengidentifikasi dikembangkan menjadi  Praktik oleh Gorys
menggunakan  Pola jawab struktur paragraf paragraf naratif  ulangan Keraf
pola urutan pengembangan naratif  Menyusun kerangka
waktu dan paragraf naratif  Menulis paragraf paragraf naratif Bentuk Tagihan:
tempat dalam (urutan waktu, naratif berdasarkan kronologi  uraian bebas
bentuk paragraf tempat)  Menggunakan waktu dan peristiwa
naratif  Ciri/ karakteristik kata ulang dalam  Mengembangkan
 paragraf naratif paragraf naratif kerangka yang telah
 Kerangka  Menyunting dibuat menjadi
paragraph naratif paragraf naratif paragraf naratif
 penggunaan kata yang ditulis  Menyunting paragraf
ulang dalam teman naratif yang ditulis
paragraf naratif  Mendiskusikan teman berdasarkan
paragraf naratif kronologi, waktu,
peristiwa, dan EYD
 Menggunakan kata
ulang dalam paragraf
naratif

4.2 Menulis hasil Paragraf deskriptif  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca  Mendaftar topik- topik Jenis Tagihan: 4 Eksposisi

92
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
observasi  Contoh paragraph komunikatif paragraf deskripsi yang dapat  Tugas Individu dan
dalam bentuk deskriptif  Tanggung  Mengidentifikasi dikembangkan menjadi  Praktik Deskripsi
paragraf  Pola jawab karakteristik paragraf deskriptif  ulangan oleh Gorys
deskriptif pengembangan paragraf berdasarkan hasil keraf
paragraf deskripsi deskriptif pengamatan Bentuk Tagihan: Buku yang
 Ciri/ karakteristik  Menulis paragraf  Menyusun kerangka  uraian bebas terkait
 paragraf deskriptif deskriptif paragraf deskriptif dengan
 Kerangka  Menggunakan  Mengembangkan deskripsi
paragraph frase ajektif kerangka yang telah
deskriptif dalam paragraf disusun menjadi
 Contoh deskriptif paragraf deskriptif
penggunaan frase  Menyunting  Menggunakan frase
ajektif dalam paragraph ajektif dalam paragraf
 paragraf deskriptif deskriptif yang deskriptif
ditulis teman  Menyunting paragraph
 Mendiskusikan deskriptif yang ditulis
paragraph teman
deskriptif

4.3 Menulis Contoh paragraf  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca  Mendaftar topik- topik Jenis Tagihan: 4 Eksposisi
gagasan ekspositif komunikatif paragraf yang dapat  Tugas Individu dan
secara logis  Pola  Tanggung ekspositif dikembangkan menjadi  · Praktik Deskripsi
dan sistematis pengembangan jawab  Mengidentifikasi paragraf ekspositif  · ulangan oleh Gorys
dalam bentuk paragraph karekteristik  Menyusun kerangka keraf
ragam paragraf ekspositif paragraf paragraf ekspositif Bentuk Tagihan: Buku yang
ekspositif  Contoh ekspositif  Mengembangkan  uraian bebas terkait
penggunaan kata  Menulis paragraf kerangka yang telah dengan
berimbuhan dalam ekspositif disusun menjadi deskripsi
paragraph  Mengidentifikasi paragraf ekspositif
ekspositif kata berimbuhan  Mengidentifikasi kata
dalam paragraph berimbuhan dalam
ekspositif paragraph ekspositif
 Menyunting  Menyunting paragraph

93
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
paragraph ekspositif yang ditulis
ekspositif yang teman
ditulis teman
 Mendiskusikan
paragraph
eksposistif

94
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Mendengarkan
5. Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung.

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Pembelajaran Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
5.1 Mengidentifikasi Rekaman puisi  Bersahabat/  Kepemimpinan  Mendengarkan puisi  Mengidentifikasi Jenis Tagihan: 4 Rekaman
unsur-unsur ·majas, komunikatif  Mendiskusikan (majas,rima, kata-kata  tugas kelompok puisi/ tape
bentuk suatu ·irama  Tanggung unsur-unsur bentuk berkonotasi dan  laporan Puisi yang
puisi yang · kata-kata jawab puisi tersebut bermakna lambang)  ulangan dibacakan
disampaikan konotasi  Melaporkan hasil  Menanggapi unsur-
secara · Kata-kata diskusi unsur puisi yang Bentuk Tagihan:
langsung bermakna ditemukan  uraian bebas
ataupun melalui lambang  pilihan ganda
rekaman
5.2 Mengungkapkan Rekaman puisi  Bersahabat/  Kepemimpinan  Mendengarkan puisi  Menyebutkan tema Jenis Tagihan: 4 Rekaman
isi suatu yang komunikatif  Mengidentifikasi puisi yang didengar  tugas kelompok puisi/ tape
puisi yang berjenis tertentu  Tanggung jenis puisi  Menyebutkan jenis  laporan Puisi yang
disampaikan atau jawab  Mendiskusikan isi puisi yang didengar  ulangan dibacakan
secara yang dibacakan puisi (balada,elegi, roman,
langsung · Jenis puisi  Melaporkan hasil ode, himne,satire, dll.) Bentuk Tagihan:
ataupun melalui · Isi puisi diskusi  Menjelaskan maksud  uraian bebas
rekaman · Tema puisi  pilihan ganda
· Maksud puisi  Mengungkapkan isi
puisi dengan kata-kata
sendiri

95
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :X
Semester :1
Standar Kompetensi : Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi.

Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
8.1 Menulis puisi Contoh puisi  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca puisi lama  Mengidentifikasi puisi Jenis Tagihan: 4 Buku
lama dengan lama (pantun, komunikatif (pantun,syair) lama (pantun, syair)  tugas Individu kumpulan
memperhatikan syair)  Tanggung  Mengidentifikasi puisi berdasarkan bait,  laporan puisi lama
bait, irama, dan  Bait jawab lama (pantun, syair) irama, dan rima Internet/
rima  Irama berdasarkan bait,  Membedakan bentuk Bentuk Tagihan: media
 Rima irama, dan rima pantun dan syair  uraian bebas massa
 Perbedaan  Menulis pantun/ syair  Menulis pantun/ syair
pantun dengan dengan memperhatikan
dengan syair memperhatikan bait, bait, irama, dan rima
irama,dan rima  Menyunting puisi lama
 Menyunting puisi (pantun/syair) yang
lama (pantun/ syair) dibuat teman
yang dibuat teman

8.2 Menulis puisi Contoh puisi  Bersahabat/  Kepemimpinan  Membaca puisi baru  Mengidentifikasi puisi Jenis Tagihan: 4 Buku
baru dengan baru komunikatif  Mengidentifikasi puisi baru berdasarkan bait,  tugas Individu kumpulan
memperhatikan  Cirri-ciri puisi  Tanggung baru berdasarkan bait, irama, dan rima  laporan puisi lama
bait, irama, dan baru jawab irama, dan rima  Menulis puisi baru Internet/
rima  Bait  Menulis puisi baru dengan memperhatikan Bentuk Tagihan: media
 Rima dengan bait, irama, dan rima  uraian bebas massa
 irama memperhatikan bait,  Menyunting puisi baru
irama, dan rima yang dibuat teman

96
Nilai Budaya
Kompetensi Materi Kewirausahaan/ Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dan Karakter Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Dasar Pembelajaran Ekonomi Kreatif Kompetensi Waktu Belajar
Bangsa
 Menyunting puisi baru
yang dibuat teman

Mengetahui, Guru Magang III


Kepala Sekolah SMA Islam Batu

Drs. H. Robby Harmono Qorri’ Aina


NIP. 19600603 199203 1 008 NIM. 201310080311073

97
KISI – KISI SOAL
ULANGAN HARIAN SEMESTER GASAL
TAHUN PELAJARAN 2016 – 2017

Nama Sekolah : SMA Islam Batu Alokasi Waktu : 60 menit


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Jumlah Soal : 10 soal
Kelas : X-2 Penyusun : Qorri’ Aina
Kelas/ Jenis No. Tingkat
No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Aspek
Semester Soal Soal Kesukaran

Unsur-Unsur
Mendengarkan 5.1 Mengidentifikasi Bentuk Puisi : Disajikan kutipan puisi, Pilihan
5. Memahami puisi unsur-unsur bentuk  Rima X/1 1 C4 Sedang
diharapkan siswa mampu : Ganda
yang disampaikan suatu puisi yang
1.  Pencitraan Mengidentifikasi suasana
secara langsung/ tidak disampaikan secara
 Diksi dalam kutipan puisi yang
langsung. langsung ataupun
melalui rekaman.  Majas disajikan.
 Persajakan dll

Menulis 4.2 Menulis hasil


Menulis paragraf Disajikan kutipan paragraf
4. Mengungkapkan observasi dalam X/1 Pilihan
deskriptif. deskriptif, diharapkan 2 C4 Sedang
2. informasi dalam bentuk paragraf Ganda
siswa mampu :
berbagai bentuk deskriptif.
Menentukan jenis paragraf
paragraf (naratif,
yang disajikan.
deskriptif, ekspositif).

Menulis 4.1 Menulis gagasan


3. Menulis paragraf X/1 Disajikan kutipan paragraf Pilihan
4. Mengungkapkan dengan menggunakan 3 C4 Mudah
naratif. naratif, diharapkan siswa Ganda
informasi dalam pola urutan waktu dan
mampu :
berbagai bentuk tempat dalam bentuk
Mengidentifikasi urutan
paragraf (naratif, paragraf naratif.
pola waktu dari paragraf
deskriptif, ekspositif).
yang disajikan.

Mendengarkan 5.1 Mengidentifikasi Unsur-Unsur Disajikan kutipan puisi,


Pilihan
5. Memahami puisi unsur-unsur bentuk Bentuk Puisi : X/1 diharapkan siswa mampu : 4 C4 Sedang
Ganda
4. yang disampaikan suatu puisi yang  Rima Mengidentifikasi tema
98
secara langsung/ tidak disampaikan secara  Pencitraan dalam kutipan puisi yang
langsung. langsung ataupun  Diksi disajikan.
melalui rekaman.  Majas
 Persajakan dll

5.1 Mengidentifikasi Unsur-Unsur X/1 Disajikan kutipan puisi, Pilihan


Bentuk Puisi : 5 C4 Sedang
Mendengarkan unsur-unsur bentuk diharapkan siswa mampu : Ganda
5. 5. Memahami puisi suatu puisi yang  Rima Mengidentifikasi amanat
yang disampaikan disampaikan secara  Pencitraan dalam kutipan puisi yang
secara langsung/ tidak langsung ataupun  Diksi disajikan.
langsung. melalui rekaman.  Majas
 Persajakan dll

Unsur-Unsur
5.1 Mengidentifikasi Bentuk Puisi :
Mendengarkan
unsur-unsur bentuk  Rima X/1 Disajikan kutipan puisi, Pilihan 6 C4 Sulit
5. Memahami puisi
suatu puisi yang diharapkan siswa mampu : Ganda
yang disampaikan  Pencitraan
6. disampaikan secara Mengidentifikasi unsur
secara langsung/ tidak  Diksi
langsung ataupun bentuk puisi dalam kutipan
langsung.
melalui rekaman.  Majas puisi yang disajikan.
 Persajakan dll

Menulis
4.1 Menulis gagasan
4. Mengungkapkan Menulis paragraf Disajikan kutipan paragraf Pilihan 7 C4 Mudah
dengan menggunakan X/1
informasi dalam naratif. naratif, diharapkan siswa Ganda
pola urutan waktu dan
7. berbagai bentuk mampu :
tempat dalam bentuk
paragraf (naratif, Menentukan jenis paragraf
paragraf naratif.
deskriptif, ekspositif). yang disajikan.

Menulis
4.2 Menulis hasil
4. Mengungkapkan Menulis paragraf Disajikan kutipan paragraf Pilihan 8 C4 Sedang
observasi dalam X/1
informasi dalam deskriptif. deskriptif, diharapkan Ganda
bentuk paragraf
8. berbagai bentuk siswa mampu :
deskriptif.
paragraf (naratif, Menentukan jenis paragraf
deskriptif, ekspositif). yang disajikan.

99
Disajikan kutipan puisi
Menulis yang rumpang, diharapkan
8.2 Menulis puisi baru
8. Mengungkapkan siswa mampu : Pilihan 9 C4 Sulit
dengan Menulis puisi baru. X/1
pikiran, dan perasaan Memilih diksi untuk bagian Ganda
9. memperhatikan bait,
melalui kegiatan puisi yang rumpang dari
irama, dan rima.
menulis puisi. kutipan puisi yang
disajikan.

Disajikan kutipan puisi


Menulis yang rumpang, diharapkan
8.2 Menulis puisi baru
8. Mengungkapkan siswa mampu :
dengan X/1 Pilihan 10 C4 Sulit
pikiran, dan perasaan Menulis puisi baru. Memilih kata bermajas
10. memperhatikan bait, Ganda
melalui kegiatan untuk bagian puisi yang
irama, dan rima.
menulis puisi. rumpang dari kutipan puisi
yang disajikan.

Batu, 15 Oktober 2016

Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu, Guru Magang III,

Drs. H. Robby Harmono Qorri’ Aina


NIP.19600603 199203 1 008 NIM. 201310080311073

100
SOAL ULANGAN HARIAN SEMESTER GASAL
TAHUN PELAJARAN 2016-2017
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Alokasi Waktu : 60 menit
Kelas : X-2 Jumlah Soal : 10 soal

PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!


1. Bacalah kutipan puisi puisi berikut dengan saksama!
Hujan Bulan Juni

Sapardi Joko Damono

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

Suasana dalam puisi di atas adalah . . . .


A. bimbang
B. rindu
C. takut
D. kecewa
E. bahagia

101
2. Bacalah kutipan paragraf berikut ini dengan saksama!

Kamar itu kecil saja, pas betul sepanjang tempat tidur itu. Dan setentang
bantal ada sebuah meja. Juga kecil, kakiknya terbikin dari kayu yang
kelihatan masih muda dan keempat kaki itu dihubungkan satu sama lain
dengan pijakan yang terbikin dari bambu. Meja itu mempunyai taplak
tetapi begitu kecil sehingga tidak seluruh oermukaan meja itu tertutupi. Di
bagian yang terbuka, kayunya menyeringai berwarna kotor oleh bencah
yang mengering. Di atas taplak yang juga kotor, ada pot bunga yang
kembangnya sudah layu. Benang sarinya merunduk dan bertebaran di
seputarnya. Kelopak yang paling bawah hampir mencapai taplak . . . .

Paragraf di atas merupakan jenis paragraf . . . .


A. narasi D. deskripsi
B. eksposisi E. deskripsi objektif
C. deskripsi subjektif

3. Bacalah kutipan paragraf berikut ini dengan saksama!


Selama perjalanan dari kota Brussel menuju Pairi Daiza, saya
melewati perkampungan desa, hutan, hamparan tanah pertanian diselimuti
salju. Sungguh indah nan menawan. Perjalanan itu ditempuh selama 1 jam
45 menit dengan kendaraan pribadi. Matahari cerah menyambut hangat
kedatangan saya di Pura Agung Santi Bhuwana. Bersyukur tidak ada
rintangan dalam perjalanan walaupun jalanan licin menghantui perasaan
berjam-jam.

Di sebelah kiri area pura berdiri menjulang the Flower temple,


bangunan ini bermakna simbolik tentang bunga dan air menjadi sumber
kehidupan. Dari ketinggian ini saya melihat panorama utuh keindahan
pura berselimut salju. Wah, sangat menakjubkan!
Dikutip dengan pengubahan dari

Travel.kompas.com

Paragraf narasi di atas diceritakan menggunakan urutan waktu . . . .

A. waktu D. tokoh
B. suasana E. masalah
C. tempat

Puisi untuk soal nomor 4 dan 5.

Kerendahan Hati
Taufik Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

102
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya


Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten


Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan
tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

4. Tema puisi di atas adalah . . . .


A. perjuangan hidup
B. kepasrahan pada nasib
C. ketaatan pada tuhan
D. kekuatan mimpi
E. keyakinan pada Tuhan

5. Amanat yang tidak terdapat pada puisi di atas adalah . . . .


A. Tekun, menjadi diri sendiri, dan tidak rendah diri.
B. Bermanfaat dan tidak merugikan orang-orang di sekitar.
C. Berjuang sesuai kemampuan diri sendiri untuk meraih cita-cita.
D. Taat menjalankan perintah dan menjahui larangan Tuhan.
E. Tidak memaksakan dan menuntut diri untuk bisa menjadi sperti orang lain.

6. Bacalah kutipan puisi berikut ini dengan saksama!


...

dan kakekkakek

bangun

menemukan diri

tertawa

terkekehkekeh

...

(Kakekkakek & Bocahbocah, Sutardji Calzoum Bachri)

Kutipan puisi di atas menunjukkan bahwa penyair sangat mementingkan keindahan puisi
melalui unsur puisi yang berupa . . . .
A. diksi D. pengimajian
B. rima E. tipografi
C. gaya bahasa

103
7. Bacalah contoh paragraf berikut dengan saksama!
Sudah lama akau tidak melukis. Bukan hanya beberapa bulan,
tetapi sudah bertahun lamanya. Ya, sudah bertahun-tahun
hingga sekarang sejak aku mengoleskan cat terakhir di atas
kain. Selama tahun ini hilang dayaku melukis. Mula-mula
keengganan itu kukira hanya lantaran keletihan atau hanyalah
hal-hal yang biasa terjadi. Pun sebelumna aku pernah setahun
genap tak melukis apapun, tetapi setelah setahun aku pun
melukis kembali dantahun berikutnya adalah merupakan
tahun paling subur dalam hidupku sebagai seorang pelukis.
(Sebuah Lukisan Telah Terjual, Ajip Rosidi )

Jenis karangan di atas adalah . . . .


A. deskripsi D. argumentasi
B. narasi E. persuasi
C. eksposisi

8. Bacalah kutipan paragraf berikut dengan saksama!

Pekarangan rumah itu sangat luas,tapi nampak tak begitu


terurus. Ada tanaman kembang api liar seolah-olah tak
terpelihara. Dari jalan raya hingga ke tangganya yang sudah
gompal-gompal, ada sebuah jalanan kecil yang barangkali
dulunya diapit oleh taman bunga. Di jalanan itu sendiri sudah
bertumbuhan rumput teki, dari sela-sela batu yang menjadi
alas jalanan.
(Rumah Tua, Ajip Rosidi)

9. Cermatilah puisi berikut!


Kehidupan

Dialah sang sutradara

Dan kita semua para . . .

Maka persoalan yang utama

Bagaimana memainkan peran kita

Karena kita tak bisa memilih

Mari bermain dalam bimbingan-Nya

Diksi yang tepat untuk melengkapi larik kedua pada puisi di atas adalah . . . .
A. penontonnya D. oratornya
B. aktornya E. penerusnya
C. artisnya

104
10. Cermatilah puisi berikut ini!

Bunga yang indah

...

Akan sia-sia belaka

Di vas yang salah

Bungaku tak pernah layu

Merekah sepanjang waktu

Malah selalu

Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi di atas adalah . . . .


A. kumbang hinggap disana
B. memiliki duri menusuk
C. merebak aroma
D. tumbuh di halaman
E. berwarna-warna indah

105
PEDOMAN PENSKORAN

ULANGAN HARIAN SEMESTER GASAL

No. Kunci Jawaban Ulangan Harian Kelas X-2 Skor


1 Jawaban (B) rindu 10
2 Jawaban (E) deskripsi objektif 5
3 Jawaban (B) suasana 5
4 Jawaban (A) perjuangan hidup 15
5 Jawaban (D) Taat menjalankan perintah dan menjahui larangan Tuhan. 10
6 Jawaban (B) rima 15
7 Jawaban (B) narasi 5
8 Jawaban (B) deskriptif subjektif 5
9 Jawaban (B) aktornya 15
10 Jawaban (C) merebak aroma 15

106
LEMBAR LAPORAN

107
108
109
110
111
LEMBAR KONSULTASI

PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Petunjuk Pengisian :

1. Lembar ini sebagai konsultasi peserta magang terhadap DPM.


2. Konsultasi penyusunan laporan magang kepada DPM minimal 2x.
3. Apabila lembar ini kurang maka bisa difotocopy.

No. Hari / Tanggal Hasil Konsultasi

112
LEMBAR KONSULTASI

PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Petunjuk Pengisian :

1. Lembar ini sebagai konsultasi peserta magang terhadap GPM.


2. Konsultasi penyusunan laporan magang kepada GPM minimal 2x.
3. Apabila lembar ini kurang maka bisa difotocopy.

No. Hari / Tanggal Hasil Konsultasi


1. Senin, 19 September Pembagian KD untuk mengajar
2016
2. Rabu, 21 September Konsultasi untuk pembuatan RPP
2016
3. Senin, 26 September Konsultasi untuk pembuatan RPP
2016
4. Rabu, 28 September Konsultasi untuk pembetulan RPP
2016
5. Jum’at, 14 Oktober 2016 Konsultasi untuk pembuatan laporan

6. Selasa, 18 Oktober 2016 Konsultasi untuk pembetulan laporan

7. Rabu, 19 Oktober 2016 Konsultasi untuk pembetulan laporan

113
CATATAN TEGURAN / PERINGATAN

PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Petunjuk Pengisian :

1. Lembar ini sebagai catatan teguran dan peringatan yang diisi oleh TIM Kerja Program
Magang / dosen pembimbing magang / sekolah.
2. Mengubah, merusak atau menghilangkan lembar ini dikenai sanksi pelanggaran berat.
3. Apabila lembar ini kurang maka bisa difotocopy.

No. Hari / Tanggal Catatan Teguran / Peringatan

114