Anda di halaman 1dari 7

KESEHATAN LINGKUNGAN

BAB 3

III.2.3. Upaya Kesehatan Lingkungan


 Klinik higiene dan sanitasi
Pelayanan di Puskesmas buka setiap hari Senin dan pelayanan di luar Puskesmas setiap
hari Selasa sampai dengan hari Sabtu, dikelola oleh 1 orang tenaga sanitarian yang juga
bertugas dalam program lapangan.
 Upaya kesehatan lingkungan
Upaya kesehatan lingkungan ini bertujuan untuk mengubah, mengendalikan atau
menghilangkan semua unsur fisik dan lingkungan yang terdapat di masyarakat yang
dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan.
Jenis kegiatan:
1. Pelayanan kesehatan lingkungan
Indikatornya:
a. Institusi yang dibina
b. Rumah sehat (70%)
c. Penduduk yang memanfaatkan jamban (75%)
d. Rumah yang mempunyai SPAL (65%)
2. Pelayanan pengendalian vektor
Indikatornya: Rumah atau bangunan bebas jentik Aedes (100%)
3. Pelayanan higienis dan sanitasi di tempat umum
Indikatornya:
a. TTU yang memenuhi syarat sanitasi (73%)
b. T2PM yang memenuhi syarat sanitasi (71%)
Tabel 3.3 Hasil Kegiatan Status Kesehatan Lingkungan Puskesmas Borobudur Januari –
Februari 2018
Sasaran Cakupan
No Indikator Target Pencapaian
2 bulan Kegiatan Persen (%)
Tempat-tempat
umum (TTU) yg
1 73% 25 5 20,13% 27,58%
memenuhi syarat
sanitasi
TP2M yg
2 memenuhi syarat 71% 59 10 17,00% 23,94%
sanitasi
3 Rumah Sehat 70% 42 34 80,95% 115,65%
Penduduk yang
4 memanfaatkan 75% 42 30 71,43% 95,24%
jamban
Rumah yang
5 65% 22 16 72,73% 111,89%
mempunyai SPAL
Sumber: Puskesmas Borobudur Januari – Februari 2018
BAB 4

Tabel 4.1 Daftar Masalah Manajemen Program Puskesmas Borobudur


Bulan Januari –Februari 2018
Pencapaian
No Program
(<100%)
1. Cakupan kunjungan bumil K1 99,41%
2. Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
93,75%
standar (KEMENKES 2016)
3. Deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan pra sekolah 53,15%
4. Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
52,32%
standar (KEMENKES 2016)
5. Balita gizi buruk mendapat perawatan 62,50%
6. Tempat-tempat Umum yang memenuhi syarat sanitasi 27,58%
7. TP2M yg memenuhi syarat sanitasi 23,94%
8. Penduduk yang memanfaatkan jamban 95,24%
7. Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai
22,73%
standar (KEMENKES 2016)
8. Cakupan suspek TB paru 40,15%
9. Penemuan kasus TB BTA (+) (Case detection rate) 35,13%
10. Cakupan balita dengan pneumoni yang ditemukan atau
4,17%
ditangani (sesuai standar)
11. Imunisasi campak 63,85%
12. Jumlah kasus baru (x) 39,32%
13. Jumlah penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan
28,05%
kesehatan sesuai standar (KEMENKES 2016)
Tabel 4.2. Kriteria A (Besar Masalah)
Pencapaian Besarnya Masalah
No Program
(<100%) (Target - %pencapaian)
1. Cakupan kunjungan bumil K1 99,41% 0,59%
2. Setiap ibu hamil mendapatkan
pelayanan kesehatan sesuai standar 93,75% 6,25%
(KEMENKES 2016)
3. Deteksi dini tumbuh kembang anak
53,15% 22,85%
balita dan pra sekolah
4. Setiap balita mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai standar 52,32% 47,68%
(KEMENKES 2016)
5. Balita gizi buruk mendapat perawatan 62,50% 37,65%
6. Tempat-tempat Umum yang
27,58% 72,42%
memenuhi syarat sanitasi
7. TP2M yg memenuhi syarat sanitasi 23,94% 76,06%
8. Penduduk yang memanfaatkan
95,24% 4,76%
jamban
7. Setiap orang dengan TB mendapatkan
pelayanan TB sesuai standar 22,73% 77,27%
(KEMENKES 2016)
8. Cakupan suspek TB paru 40,15% 29,85%
9. Penemuan kasus TB BTA (+)
35,13% 34,87%
(Case detection rate)
10. Cakupan balita dengan pneumoni
yang ditemukan atau ditangani 4,17% 65,83%
(sesuai standar)
11. Imunisasi campak 63,85% 31,15%
12. Jumlah kasus baru (x) 39,32% 20.68%
13. Jumlah penderita hipertensi yang
mendapatkan pelayanan kesehatan 28,05% 71,95%
sesuai standar (KEMENKES 2016)
Tabel 4.5 Kriteria B (Kegawatan Masalah)
Urgensi/ Kegawatan/
No. Masalah Penyebaran Nilai
mendesak keseriusan
1. Cakupan kunjungan
3,7 3,4 2.3 9,4
bumil K1
2. Setiap ibu hamil
mendapatkan pelayanan
5 4,5 3.4 12,9
kesehatan sesuai standar
(KEMENKES 2016)
3. Deteksi dini tumbuh
kembang anak balita dan 3,2 3,8 3,4 10,4
pra sekolah
4. Setiap balita
mendapatkan pelayanan
3.7 4,4 3 11,1
kesehatan sesuai standar
(KEMENKES 2016)
5. Balita gizi buruk
4,8 4,8 3,4 13
mendapat perawatan
6. Tempat-tempat Umum
yang memenuhi syarat 2,46 1,38 2,53 6,37
sanitasi
7. TP2M yg memenuhi
3,69 3,61 3,53 10,83
syarat sanitasi
8. Penduduk yang
2,38 3,38 2,69 8,45
memanfaatkan jamban
7. Setiap orang dengan TB
mendapatkan pelayanan
4,5 3,6 3,5 11,6
TB sesuai standar
(KEMENKES 2016)
8. Cakupan suspek TB paru 3,7 3,4 3,4 10,5
9. Penemuan kasus TB
BTA (+) 4,6 4,2 3.5 12,3
(Case detection rate)
10. Cakupan balita dengan
pneumoni yang
3.9 4 2,9 10,8
ditemukan atau ditangani
(sesuai standar)
11. Imunisasi campak 3,7 3,3 3,2 10,2
12. Jumlah kasus baru (x) 2,6 3,1 2,4 8.1
13. Jumlah penderita
hipertensi yang
mendapatkan pelayanan 3,1 3,1 2,5 8.7
kesehatan sesuai standar
(KEMENKES 2016)
Tabel 4.6 Kriteria C (Kemudahan Dalam Penganggulangan)

No. Masalah Nilai


1. Cakupan kunjungan bumil K1 4,1
Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
2. 4,1
standar (KEMENKES 2016)
3. Deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan pra sekolah 3,2
Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
4. 3,7
standar (KEMENKES 2016)
5. Balita gizi buruk mendapat perawatan 3,4
6. Tempat-tempat Umum yang memenuhi syarat sanitasi 1,31
7. TP2M yg memenuhi syarat sanitasi 1,38
8. Penduduk yang memanfaatkan jamban 3,61
Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai
7. 3,7
standar (KEMENKES 2016)
8. Cakupan suspek TB paru 3
9. Penemuan kasus TB BTA (+) (Case detection rate) 3.7
Cakupan balita dengan pneumoni yang ditemukan atau
10. 2,5
ditangani (sesuai standar)
11. Imunisasi campak 3.8
12. Jumlah kasus baru (x) 2
Jumlah penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan
13. 3,6
kesehatan sesuai standar (KEMENKES 2016)
Tabel 4.7 Kriteria D (PEARL Factor)
Hasil
No. Masalah P E A R L
kali
1. Cakupan kunjungan bumil K1 1 1 1 1 1 1
2. Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar 1 1 1 1 1 1
(KEMENKES 2016)
3. Deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan pra sekolah 1 1 1 1 1 1
4. Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
1 1 1 1 1 1
(KEMENKES 2016)
5. Balita gizi buruk mendapat perawatan 1 1 1 1 1 1
6. Tempat-tempat Umum yang memenuhi syarat sanitasi 1 1 1 1 1 1
7. TP2M yg memenuhi syarat sanitasi 1 1 1 1 1 1
8. Penduduk yang memanfaatkan jamban 1 1 1 1 1 1
7. Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai
standar 1 1 1 1 1 1
(KEMENKES 2016)
8. Cakupan suspek TB paru 1 1 1 1 1 1
9. Penemuan kasus TB BTA (+)
1 1 1 1 1 1
(Case detection rate)
10. Cakupan balita dengan pneumoni yang ditemukan atau ditangani
1 1 1 1 1 1
(sesuai standar)
11. Imunisasi campak 1 1 1 1 1 1
12. Jumlah kasus baru (x) 1 1 1 1 1 1
13. Jumlah penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai standar 1 1 1 1 1 1
(KEMENKES 2016)