Anda di halaman 1dari 8

Pertemuan Kedua

1. Setelah menambah Kapasitas Produksinya, struktur biaya PT Plastindo menjadi sebagai


berikut :

NO Deskripsi Biaya
1 Beban Bijih Plastik
2 beban zat adiktif
3 beban gaji lini produksi 1
4 beban gaji lini produksi 2
5 beban gaji bagian perencanaan produksi
6 beban gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku
7 beban gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi
8 beban gaji kepala departemen produksi
9 beban gaji kepala departemen perencanaan produksi dan pengendalian persediaan
10 beban gaji departemen pemeliharaan
11 beban gaji departemen pembelian
12 beban gaji departemen pemasaran
13 beban gaji departemen akuntansi dan keuangan
14 beban gaji direktur
15 beban gaji departemen umum
16 beban listrik kantor
17 beban air kantor
18 beban listrik pabrik
19 beban air pabrik
20 beban telepon dan faks
21 beban asuransi pabrik
22 beban pajak bumi dan bangunan kantor
23 beban pajak bumi dan bangunan pabrik
24 beban penyusutan mesin lini produksi 1
25 beban penyusutan mesin lini produksi 2
26 beban penyusutan bangunan pabrik
27 beban penyusutan peralatan kantor
28 beban penyusutan bangunan kantor
29 beban BBM kendaraan kantor
30 beban BBM kendaraan pengiriman barang jadi
31 beban pajak kendaraan bermotor untuk kendaraan kantor
32 beban pajak kendaraan bermotor untuk kendaraan pengiriman
33 beban sarung tangan
34 beban masker pengaman
35 beban kacamata pengaman
36 beban seragam karyawan pabrik
37 beban seragam karyawan kantor
38 beban komisi staf departemen pemasaran
39 beban katering karyawan pabrik
40 beban katering karyawan kantor
Berdasarkan data-data mengenai struktur biaya PT plastindo :
a. Klasifikasikanlah beban-beban tersebut menjadi biaya langsung dan biaya tidak langsung
bila objek produksinya adalah lini produksi 1 dan 2 ( Asumsikan bahwa bangunan pabrik
hanya digunakan untuk menampung lini produksi 1 dan 2 ).
Jawab :

1. Beban Biaya Langsung :


 Beban Bijih Plastik
 Beban Zat Aditif
 Beban Gaji Lini Produksi 1
 Biaya Gaji Lini Produksi 2
 Beban Gaji Bagian Perencanaan Produksi
 Beban Gaji Bagian Pengendalian Persediaan Bahan Baku
 Beban Gaji Bagian Pengendalian Persediaan Barang Jadi
 Beban Gaji Departemen Pembeliaan

2. Beban Biaya TIdak Langsung :


 Beban Gaji Kepala Departemen Produksi
 Beban Gaji Kepala Departemen Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan
 Beban Gaji Kepala Departemen Pemeliharaan
 Beban Gaji Departemen Pemasaran
 Beban Gaji Departemen Akuntansi dan Keuangan
 Beban Gaji Direktur
 Beban Gaji Departemen Umum
 Beban Listrik Kantor
 Beban Air Kantor
 Beban Listrik Pabrik
 Beban sarung tangan
 Beban masker pengaman
 Beban kacamata pengaman
 Beban seragam karyawan pabrik
 Beban seragam karyawan kantor
 Beban komisi stafdepartemen pemasaran
 Beban katering karyawan pabrik
 Beban katering karyawan kantor

b. Klasifikasikanlah beban-beban tersebut menjadi biaya bahan baku langsung, biaya tenaga
kerja langsung, biaya overhead, beban pemasaran dan beban administrasi.

1. Biaya Bahan Baku Langsung :


 Beban Bijih Plastik
 Beban Zat Aditif

2. Biaya Kerja Langsung :


 Beban Gaji Lini Produksi 1
 Biaya Gaji Lini Produksi 2
 Beban Gaji Bagian Perencanaan Produksi
 Beban Gaji Bagian Pengendalian Persediaan Bahan Baku
 Beban Gaji Bagian Pengendalian Persediaan Barang Jadi

3. Biaya Overhead :
 Beban Listrik Pabrik
 Beban Air Pabrik
 Beban asuransi pabrik
 Beban pajak bumi dan bangunan-pabrik
 Beban penyusutan mesin lini produksi 1
 Beban penyusutan mesin lini produksi 2
 Beban penyusutan bangunan pabrik
 Beban BBM kendaraan kantor
 Beban BBM kendaraan pengiriman barangjadi
 Beban sarung tangan
 Beban masker pengaman
 Beban kacamata pengaman
 Beban seragam karyawan pabrik
 Beban katering karyawan pabrik

4. Beban Pemasaran :
 Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan pengiriman
 Beban komisi stafdepartemen pemasaran

5. Beban Administrasi :
 Beban Listrik Kantor
 Beban Air Kantor
 Beban Telpon dan Fax
 Beban pajak bumi dan hangunan-kantor
 Beban penyusutan peralatan kantor
 Beban penyusutan bangunan kantor
 Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan kantor
 Beban seragam karyawan kantor
 Beban katering karyawan kantor

c. Identifikasikan beban-beban yang termasuk dalam biaya utama (prime cost) maupun
dalam biaya konversi (Conversion cost).
1. Prime Cost :
 Beban Bijih Plastik
 Beban Zat Aditif

2. Conversion Cost :
 Beban Gaji Kepala Departemen Produksi
 Beban Gaji Kepala Departemen Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan
 Beban Gaji Kepala Departemen Pemeliharaan
 Beban Gaji Departemen Pembeliaan
 Beban Gaji Departemen Pemasaran
 Beban Gaji Departemen Akuntansi dan Keuangan
 Beban Gaji Direktur
 Beban Gaji Departemen Umum
 Beban Listrik Kantor
 Beban Air Kantor
 Beban Listrik Pabrik
 Beban Air Pabrik
 Beban Telpon dan Fax
 Beban asuransi pabrik
 Beban pajak bumi dan hangunan-kantor
 Beban pajak bumi dan bangunan-pabrik
 Beban penyusutan mesin lini produksi 1
 Beban penyusutan mesin lini produksi 2
 Beban penyusutan bangunan pabrik
 Beban penyusutan peralatan kantor
 Beban penyusutan bangunan kantor
 Beban BBM kendaraan kantor
 Beban BBM kendaraan pengiriman barangjadi
 Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan kantor
 Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan pengiriman
 Beban sarung tangan
 Beban masker pengaman
 Beban kacamata pengaman
 Beban seragam karyawan pabrik
 Beban seragam karyawan kantor
 Beban komisi stafdepartemen pemasaran
 Beban katering karyawan pabrik
 Beban katering karyawan kantor

d. Klasifikasikanlah beban-beban tersebut menjadi biaya tetap, biaya semivariabel, dan biaya
volume variabel berdasarkan volume produksi.
1. Biaya Tetap :
 Beban Gaji Kepala Departemen Produksi
 Beban Gaji Kepala Departemen Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan
 Beban Gaji Kepala Departemen Pemeliharaan
 Beban Gaji Departemen Pembeliaan
 Beban Gaji Departemen Pemasaran
 Beban Gaji Departemen Akuntansi dan Keuangan
 Beban Gaji Direktur
 Beban Gaji Departemen Umum
 Beban pajak bumi dan hangunan-kantor
 Beban pajak bumi dan bangunan-pabrik
 Beban penyusutan mesin lini produksi 1
 Beban penyusutan mesin lini produksi 2
 Beban penyusutan bangunan pabrik
 Beban penyusutan peralatan kantor
 Beban penyusutan bangunan kantor
 Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan kantor
 Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan pengiriman

2. Biaya Semi Variabel :


 Beban Listrik Kantor
 Beban Air Kantor
 Beban Listrik Pabrik
 Beban Air Pabrik
 Beban Telpon dan Fax
 Beban asuransi pabrik
 Beban BBM kendaraan kantor
 Beban BBM kendaraan pengiriman barang jadi

3. Biaya Variabel :
 Beban Bijih Plastik
 Beban Zat Aditif
 Beban Gaji Lini Produksi 1
 Biaya Gaji Lini Produksi 2
 Beban Gaji Bagian Perencanaan Produksi
 Beban Gaji Bagian Pengendalian Persediaan Bahan Baku
 Beban Gaji Bagian Pengendalian Persediaan Barang Jadi.

2. Berikut adalah data mengenai data semi variabel yang sudah anda identifikasi di atas (
asumsikan sebagai beban A) dan hubungannya dengan jam tenaga kerja langsung.

PT Plastindo
Beban A dan Data Jam tenaga kerja langsung
Bulan Beban A Jam Tenaga Kerja Langsung
Januari 22.750.000 1.000
Februari 22.500.000 900
Maret 21.750.000 950
April 24.250.000 1.100
Mei 23.500.000 1.050
Juni 23.750.000 1.000
juli 20.000.000 700
Agustus 22.500.000 950
September 21.750.000 900
Oktober 25.000.000 1.200
November 24.750.000 1.150
Desember 23.500.000 1.100
Total 276.000.000 12.000

a. Menurut anda, biaya semivariabel apa yang mempunyai korelasi terdekat dengan jam
tenaga kerja langsung ?
Menurut saya biaya semivariabel metode tinggi rendah

b. Berdasarkan data-data tersebut diatas, tentukan rata-rata beban A yang tetap perbulan dan
tarif beban A yang variabel per jam tenaga kerja langsung menggunakan :
i. Metode tinggi rendah

V = ( Y2-Y1) / (X2-X1 )
= ( 25.000.000 – 20.000.000 ) / ( 1.200 – 700 )
= 5.000.000 /500.000 = 10.000

F = Y2 -V(X2)
= 25.000.000 – 10.000 ( 1.200 )
= 25.000.000 – 12.000.000 = 13.000.000
Jadi, biaya menggunakan metode tinggi rendah adalah
Y = 13.000.000 + 10.000 X

ii. Metode kuadrat terkecil

Y = a + bx
b=n∑(xy)−∑x∑y
n ∑ 𝑥 2 − (∑ 𝑥)2

b = (12× 278.025.000.000) – (12.000 × 276.000.000)


(12 × 12.200.000) – (12.0000)2
= 3.336.300.000.000 – 3.312.000.000.000
146.400.000 – 144.000.000
= 24.300.000.000
2.400.000
= 10.125

a = ∑𝑦 − 𝑏 ( ∑ 𝑥 )
n
= 276.000.000 – ( 10.125 )(12.000)
12
= 276.000.000 −121.500.000
12
= 154.500.000
12
= 12.875.000
Jadi persamaan nya adalah Y = 12.875.000 + 10. 125 ( X )

iii. Metode scattergraph

Anda mungkin juga menyukai