Anda di halaman 1dari 28

PENDIDIKAN PROFESI GURU

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


2018

BAHAN AJAR

KLASIFIKASI ENGINE

i
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) KELAS X
BAHAN AJAR
KLASIFIKASI
ENGINE
Bidang Studi Teknologi dan Rekayasa

Program Studi Teknik Otomotif

Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan

Untuk SMK dan MAk

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana atas limpahan
rahmatnya penulis dapat menyelesaikan modul yang berjudul “Klasifikasi Engine”. Shalawat dan
salam tak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah
membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman terang benderang seperti saat ini.

Penerapan kurikulum 2013 mengacu pada paradigma belajar kurikulum abad 21


menyebabkan terjadinya perubahan, yakni dari pengajaran (teaching) menjadi belajar (learning),
dari pembelajaran yang berpusat kepada guru (teachers-centered) menjadi pembelajaran yang
berpusat kepada peserta didik (student-centered), dari pembelajaran pasif (pasive learning) ke
cara belajar peserta didik aktif (active learning-CBSA) atau Student Active Learning-SAL.

Modul ini disusun agar peserta didik dapat melakukan proses pencarian pengetahuan
berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas sesuai dengan pendekatan saitifik
dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun
konsep, dan nilai-nilai baru secara mandiri.

Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung
pembuatan modul ini. Semoga modul dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran
dan dapat bermanfat untuk kita semua.

Medan, Agustus 2018

iii
iv
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................................................... i

Daftar isi ............................................................................................................................................... ii

Glosarium.............................................................................................................................................. iii

I. PENDAHULUAN......................................................................................................................... 1
A. Deskripsi umum ...................................................................................................................... 1
B. Prasyarat ................................................................................................................................. 1
C. Cek Kemampuan Dasar .......................................................................................................... 2
D. Diagram Klasifikasi Engine ................................................................................................... 2

II. Pembelajaran ................................................................................................................................. 3


Kegiatan Belajar 1: ....................................................................................................................... 3
A. Motor Bakar Pembakaran Luar (External Combustion Engine)............................................. 3
B. Motor Bakar Pembakaran Dalam ( Internal Combustion Engine).......................................... 4
C. Jenis-Jenis Motor Pembakaran Dalam ( Internal Combustion Engine) .................................. 5
D. Komponen-Komponen Engine Pembakaran Dalam ............................................................... 6
E. Urutan Pengapian Pengapian Engine...................................................................................... 10
F. Tes Formatif ........................................................................................................................... 14
Kegiatan belajar 2 : Identifikasi model-model engine .................................................................. 16

A. Macam-Macam Ruang Bakar Mesin Pembakaran Dalam..................................................... 16


B. Bentuk-bentuk engine ............................................................................................................ 23
C. Tes Formatif .......................................................................................................................... 26

v
GLOSARIUM

four stroke (empat langkah) proses kerja mesin empat langkah


two stroke` (Dua langkah) Proses kerja mesin dua langkah
Cylinder head (kepala silinder) Tempat kedudukan katup, poros
penggerak katup mesin OHC, rockershaft assembly, dan ruang
bakar.
Cylinder blok (blok silinder) Tempat dudukan katup , poros engkol
water jacket, pompa air, liner, poros penggerak katup mesin.
Crank shaft (poros engkol) Memutar poros penggerak katup,
meggeakkan turun naiknya piston dan memutar kopling.
Cam shaft (poros penggerak katup) Komponen yang menggerakkan
rocker arm dan memutar distrubutor.
Connecting rod (batang penggerak piston) Berfungsi untuk
menghubungkan poros engkol dan piston
Piston Komponen yang menghisap gas dari karburator dan
mendorong/mengeluarkan gas buang serta memutar poros engkol
saat terjadi ledakan akibat pembakaran pada mesin.
Semi Spherical Type Bentuk ruang bakar dengan bentuk setengah
lingkaran
Spherical Type Bentuk ruang bakar dengan bentuk lingkaran
penuh
Multi Spherical Type Bentuk ruang bakar dengan berbentuk dua
bulatan penuh.

vi
PENDAHULUAN

A. Deskripsi Umum
Modul dasar-dasar engine ini disusun berlandaskan kurikulum spektrum 2013
yang berstandar nasional. Dalam penyusunannya, modul ini mengacu pada kompetensi
keahlian Teknik Kendaraan Ringan dan diperkaya dengan penegnalan, penjelasan, dan
identifikasi komponen engine. Adapun materi yang disajikan dalam modul dikemas dalm
bentuk teori dan praktik. Pembelajaran tersebut bertujuan untuk mendudkung peserta
didik SMK pada Kompotensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan agar dapat memahami
sistem pembakara dalam dan luar, komponen-komponen engine, bentuk-bentuk ruang
bakar, dan model-model engine.
Dengan terbitnya modul ini. Diharapkan keterampilan peserta didik dalam
melakukan praktik dapat meningkat. Selain itu, diharapkan para peserta didik dapat
memiliki pengetahuan dan keterampilan melakukan identikasi
bentuk ruang bakar dan model-model engine.

B. Prasyarat
Pelaksanaan pembelajaran pada tahap ini siswa diharapkan telah memahami
kompetensi prasyarat sesuai dengan spektrum kurikulum 2013 . Adapun kompetesi
prasyarat yang harus dimiliki adalah sebagai berikut:
a. menggunakan peralatan dasar yang ada di bengkel
b. menerapkan prinsip prinsip K3 saat berada di workshop.

C. Cek Kemampuan Awal


Sebelum mempelajari materi ini jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

1. Dapatkah kamu mengklasifikasikan jenis jenis engine berdasarkan langkah kerjanya?


2. Dapatkah kamu menyebutkan jenis jenis engine berdasarkan tempat terjadinya proses
pembakarannya?
3. Jelaskan urutkan, urutan pengapian untuk mesin 4 silinder ?
4. Sebutkan tiga bentuk ruang bakar bensin ?
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Precombution Chamber Type ?
6. Uraikan komponen-komponen engine pembakaran dalam secara umum ?

1
DIAGRAM KLASIFIKASI ENGINE

2
KEGIATAN BELAJAR I
“KLASIFIKASI ENGINE”

Penggolongan yang pertama dilakukan adalah membagi engine berdasarkan tempat terjadinya
proses pembakaran dan tempat perubahan energi panas menjadi energi gerak. Apabila kedua peristiwa
tadi terjadi dalam ruang yang sama maka engine tersebut dikategorikan sebagai engine dengan jenis
internal combustion. Sedangkan apabila ruang tersebut terpisah maka engine tersebut dikategorikan
sebagai engine eksternal combustion.

A. Motor Bakar Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine)

gambar 1. ekternal combustion pada turbin

Motor pembakaran luar adalah proses pembakaran bahan bakar terjadi diluar motor itu, sehingga
untuk melaksanakan pembakaran motor tersendiri. Panas dari hasil pembakaran bahan bakar tidak
langsung diubah menjadi tenaga gerak, tetapi terlebh dulu melalui media penghantar, baru kemudian
diubah menjadi tenaga mekanik. Di dalam motor pembakaran luar bahan bakarnya dibakar diruang
pembakaran tersendiri dengan ketel untuk menghasilkan uap, selanjutnya uap yang dihasilkan digunakan
untuk menggerakan sudut – sudut turbin. Jadi motor tidak digerakan oleh gas yang terbakar, akan tetapi
digarakan oleh uap air.

Sedangkan pengertian dari motor uap itu sendiri adalah motor yang menggunakan energi panas
dalam uap air dan mengubahnya menjadi energi mekanis. Motor uap digunakan dalam pompa lokomotif
dan kapal laut, dan sangat penting dalam revolusi industri.

1.Motor Uap

3
Uap yang dihasilkan dari pemanasan air yang terletak di ketel ua p digunakan utuk mengerakan
torak atau turbin dan selanjutnya disalurkan ke roda. Bahan bakar biasanya kayu bakar atau batu bara.

Mesin uap, terdiri dari ketel uap yang berisi air dipanaskan dengan bahan bakar kayu, minyak,
atau batu bara secara terus – menerus sampai mendidih, air yang mendidih tersebut menghasilkan uap air
yang dihasilkan dalam satu kamar sehingga menghasilkan suatu tekanan tinggi dan menggerakan piston
yang selanjutnya juga menggerakan roda – roda lokomotif.

Komponen Motor Uap

Boiler umumnya terdiri dari :

 Ruang pembakaran : tempat bahan bakar dibakar


 Boiler drum : menampung air deminelarizer mengalirkanya ke tubedan menampung uap jenuh
yang kembali
 Economiser : water tube, posisinya paling jauh dari sumber panas, fungsinya untuk memenaskan
air dengan sisa panas agar efesiensi kalonya membaik
 Evaporator : water tube yang fungsinya menguapkan air posisinya biasnya di tengah
 Superheater : fungsinya memenaskan uap iar menjadi superheater steam (uap panas)
 Tubin uap : merubah energy panas menjadi energi gerak
 Condensor : fungsinya merubah fasa uap menjadi air kembali

Cara Kerja Motor Uap

1. Air demineralizer (air tanpa kandungganmineral / air murni) di pompa ke boiler dari condenser
(kita bicara boiler turbin uap yang siklus airnya tertutup) dengan pompa melalui pompa
economiser, di economiser air menerima panas tetapi belum menguap / masih fas iar

2. Air tersebut masuk ke boiler drum dan ditaruskan ke saluran water tube evaporator untuk
dirubah fasaya menjadi uap jenuh (uap yang kamu liat waktu merebuas air)/ (satutated steam) dan
kembali lagi ke boiler drum

3. Uap di boiler drum di alirkan (uap melalui saluran di atas, sedangkan air dibawah) ke
superheater tube yang berada paling dekat dengan sumbar panas untuk merubah uap jenuh
menjadi uap panas lamjut (superheated steam)

4. Superheater steam kemudian di alirkan ke steam turbin uap menggerakan blade turbin

5. Setelah melalui turbin tempratur uap murni / begitu juga enthalpy ny, fasnya kembali ke uap
jenuh & mengalir ke kondensor

6. Di kondensor fasanya dirubah kembali ke fasa cair dan kemudiam di pompakan kembali ke
boiler dan silusnya kembali ke semula

2. Turbin Uap

Sebuah turbin adalah sebuah motor berputar yang mengambil energi dari aliran fluida.

4
Turbin tersederhana memiliki satu bagian yang bergerak, “ asembli rotor blade”. Fluida yang
bergerak bekerja kapada baling – baling untuk memutar mereka dan menyalurkan energy ke rotor. Contoh
tubin awal adalah kincir angin dan roda air.

Sebuah turbin yang bekerja terbalik disebut kompresor atau pompa turbo. Turbin gas, uap, dan air
biasanya memiliki casing sekitar baling – baling yang memfokus dan mengontrol fluid. “ casing” dan
baling – baling munggkin memiliki geometri variable yang dapat membuat operasi efisiens untuk bebrapa
kondisi aliran fluida.

B. MOTOR DALAM (INTERNAL COMBUSTION)

Motor pembakaran dalam adalah suatu proses


pembakaran dimana energi gerak atau energi
mekanis dibangkitkan didalam ruang bakar.
Proses pembakarn silinder terjadi didalam
silinder motor. Sebagai contoh adalah motor
bensin dan motor diesel. Didalam ruamg bakar
energi mekanis dibangkitkan oleh gerakan torak
yang dihasil dari ledakan bahan bakar dalam
ruang bakar (combustion chamber).

Gambar 1.2 internal combustion engine

C. JENIS JENIS MOTOR PEMBAKARAN DALAM (INTERNAL COMBUSTION)

Pada umumnya motor pembakaran dalam (internal combustion engine) dibedakan dari sistem
penyalaan bahan bakar yang diterapkan,yaitu :
1. Motor bensin (Spark Ignition Engine)
Mesin bensin atau mesin Otto dari Nikolaus Otto adalah sebuah tipe mesin pembakaran dalam
yang menggunakan nyala busi untuk proses pembakaran (Spark Ignition), dirancang untuk
menggunakan bahan bakar bensin. Mesin bensin berbeda dengan mesin diesel dalam metode
pencampuran bahan bakar dengan udara. Pada mesin bensin, umumnya udara dan bahan bakar
dicampur sebelum masuk ke ruang bakar. Pencampuran udara dan bahan bakar dilakukan oleh
karburator atau sistem injeksi. Bahan bakar yang becampur udara mengalir kedalam ruang bakar dan
dikompresikan dalam ruang bakar, kemudian dipercikan bunga api listrik yang berasal dari busi.
Karena itu motor bensin disebut juga sebagai spark ignation engine. Ledakan yang terjadi
dalam ruang bakar mendorong torak, kemudian mengerakan poros engkol untuk didistribusikan ke
roda.
2. Mesin diesel
Mesin diesel adalah Sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu
tinggi gas yang dikompresi. Ketika udara dikompresi suhunya akan meningkat, mesin diesel
menggunakan sifat ini untuk proses pembakaran. Udara di hisap ke dalam ruang bakar mesin

5
diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio compresi dari mesin
bensin. Beberapa saat sebelum piston pada posisi Titik Mati Atas (TMA) atau BTDC (Before Top
Dead Center), bahan bakar diesel disuntikkan ke ruang bakar dalam tekanan tinggi melalui nozzle
supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan
terbakar dengan cepat. Penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar mulai dilakukan saat piston
mendekati (sangat dekat) TMA untuk menghindari detonasi.
Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran mengembang dengan cepat,
mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linear. Batang penghubung (connecting rod)
menyalurkan gerakan ini ke crankshaft dan oleh crankshaft tenaga linear diubah menjadi tenaga
putar. Tenaga putar pada ujung poros crankshaft dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

A. Komponen-Komponen Engine Pembakaran Dalam

Komponen Utama Mesin beserta Fungsinya

Komponen mesin mobil - Konstruksi mesin bensin disusun dari ratusan komponen yang saling
berkaitan dan berhubungan untuk mencapai satu tujuan utama, yaitu membuat output berupa putaran pada
flywheel. Jika sebelumnya kita telah membahas prinsip kerja mesin bensin, maka kali ini kita akan
membahas komponen utama mesin bensin beserta isinya.

1. Kepala Silinder

Pada bagian atas mesin kita akan menemui komponen bernama cylinder head atau kepala silinder.
Fungsinya sebagai ruang bakar atau tempat terjasdinya pembakaran sekaligus sebagai housing bagi
beberapa komponen. Kepala silinder umumnya berbentuk persegi panjang dengan beberapa lubang.

Didalam Cylinder head juga terdapat beberapa komponen antara lain:

 Busi, fungsinya untuk memercikan bunga api saat langkah usaha.


 In/Ex Valve, berfungsi sebagai pintu keluar masuk udara dari dalam mesin.
 Pegas katup, fungsinya untuk menjaga katup tetap tertutup.
 Camshaft, berfungsi untuk mengatur pembukaan katup pada setiap silinder. Camshaft ini terdapat
pada mesin tipe OHC/DOHC.
 Camshaft Sprocket gear, komponen ini berupa roda gigi yang akan menerima moment putaran
dari crankshaft dan diteruskan camshaft.
 Intake manifold, komponen ini berfungsi sebagai lorong udara yangnakan dimasukan ke mesin,
 Exhaust manifold, komponen yang berfungsi sebagai lorong gas sisa pembakaran darimesin.
2. Blok Silinder

6
Komponen ini juga berbentuk kubis, namun terdapat banyak penyesuaian sehingga terdapat
banyak coakan dan lekukan. Fungsi blok silinder bermacam-macam, komponen
ini berfungsi sebagai tempat piston melakukan pergerakan. Selain itu blok silinder juga berfungsi seb
agai penopang seluruh bagian mesin.Komponen ini umumnya terbuat dari baja tuang, yang dapat
bertahan pada suhu tinggi tanpa memuai. Kita tahu ketika mesin bekerja maka suhunya bisa mencapai
100°C. Sehingga logam yang digunakan juga harus memiliki titik pemuaian yang tinggi. untuk itu
biasanya blok silimder tidak dibuat murni dari baja namun terdapat campuran logamlain.

Komponen yang menempel pada blok mesin antara lain :

 Linner, komponen yang terbuat dari aluminium yang terletak pada dinding silinder. Fungsinya
sebagai lapisan untuk pergerakan piston.
 Water jacket, sebuah lubang yang saling terhubung didalam blok mesin. Bertujuan sebagai tempat
sirkulasi air pendingin.
 Timing Chain Asy, fungsinya sebagai rangkaian roda gigi yang akan menghubungkan putaran
engkol dengan camshaft.
 Crankshaft Pulley, fungsinya sebagai pemutar komponen lain seperti waterpump atau kipas
pendingin.
 Water pump, berfungsi untuk memompa aliran air pendingin didalam water jacket.
3. Piston dan Connecting rod

Piston adalah komponen utama dalam motor pembakaran dalam. Komponen ini sering
dijadikan icon motor bakar karena proses kerja mesin sangat dipengaruhi komponen ini. Piston
berfungsi untuk mengubah volume silinder. Artinya saat piston bergerak ke atas maka volume
didalam mesin mengecil. Sementara ketika piston bergerak ke bawah, volume silinder kembali
membesar. Prinsip inilah yang mengawali siklus kerja motor pembakaran dalam. Sementara
Connecting rod adalah sebuah logam batangan yang akan menghubungkan gerakan piston ke
poros engkol. Connecting rod terbuat dari baja khusus yang tahan terhadap tekanan yang tinggi.

Untuk piston umumnya terbuat dari paduan logam aluminium yang selain kuat, juga
harus tahan terhadap panas yang super tinggi. Diameter piston, dibuat jauh lebih kecil dari pada
diameter linner. Tujuannya agar tidak seret saat piston mengalami pemuaian. Untuk
memaksimalkan tekanan kompresi, dibuatlah tiga buah ring antara lain: Ring Kompressi, pada
sebuah piton terdapat dua ring kompresi yang akan merapatkan gap antara piston dengan linner.

7
4. Poros engkol

Crankshaft berfungsi untuk mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerakan
putaran. Prinsip kerjanya seperti anda mengayuh sepeda. Kaki anda diibaratkan sebagai
connecting rod. Sementara pedal kayuhan, diibaratkan crankshaft. Dari situlah
gerakan putar mesin terjadi.Crankshaft pada mesin multiple cylinder, umumnya dilengkapi
dengan komponen weight balance. Komponen ini berfungsi sebagai pemberat agar putaran
mesin stabil dan juga sebagai alat untuk menyebarkan oli dari dalam carter.Bahan penyusun poros
engkol sama seperti connecting rod, namun terdapat lapisan aluminium pada pin engkol. Lapisan
ini akan berhubungan langsung dengan dudukan dan big end connecting rod.

5. Carter/Oil pan

Komponen ini terletak pada bagian bawah mesin. Fungsinya tentu saja segbagai bak oli atau
tempat menampung oli mesin. Ketika mesin bekerja, pompa oli akan
menyalurkan oli dari dalam carter ke seluruh bagian mesin.Sehingga fungsi carter juga cukup penting.
Namun permasalahan yang sering terjadi adalah kebocoran pada persambungan antara blok mesin dan oil
pan. Hal ini terjadi karena umumnya carter terbuat dari seng, sehingga permukaannya pun bisa tidak rata.

B. Urutan Pengapian Pengapian Engine

Urutan pengapian atau lebih kerennya dikenal dengan firing order merupakan urutan saat
pengapian pada setiap silinder, firing order hanya ada pada motor dengan multi silinder, karena kalau
hanya mono silinder atau hanya terdapat satu silinder tidak ada urutan saat pengapiannya.

Firing order sendiri sudah dirancang oleh pabriknya. Firing order tidak sembarangan dibuat
melainkan memperhatikan aspek-aspek tertentu, seperti getaran yang dihasilkan, balanca tidaknya, dan

8
lain sebagainya. Firing order biasa dimulai dari silinder paling depan (1). Pada mesin empat silinder,
paling banyak digunakan urutan pengapiannya adalah 1 - 3 - 4 - 2, sedangkan untuk mesin dengan enam
silinder, secara umum urutan pengapiannya adalah 1 - 5 - 3 - 6 - 2 - 4.

Pada mesin empat silinder dan mempunyai firing order 1-3-4-2 artinya adalah setelah busi
memercikkan bunga api pada langkah kompresi silinder 1, maka setengah putaran lagi pengapian akan
terjadi pada silinder 3, kemudian disusul silinder 4 pada setengan putaran selanjutnya, disusul lagi silinder
2 pada setengah putaran yang selanjutnya lagi dan begitu seterusnya. Dengan mengetahui firing order ini
maka akan memudahkan kita untuk memasang kembali kabel tegangan tinggi yang dilepas dari busi.
Firing order ini juga.

Urutan pengapian harus diperhatikan saat kita melepas kabel tegangan tinggi dari busi, jangan
sampai salah karena ketidaktahuan kita akan firing order ini. Biasanya pada tutup distributor sudah
terdapat tanda yang menunjukan firing ordernya.

firing order mesin 4 silinder 1-3-4-2

Yang perlu diperhatikan juga adalah arah daripada firing ordernya, karena ada sebagian mobil
yang putaran rotornya tidak searah putaran jarum jam, melainkan berlawanan arah jaruh jam. Untuk itu
perhatikan tanda yang ada pada tutup distributornya.Biasanya jika salah dalam pemasangan kebel busi
maka akan menyebapkan saat pengapian pada masing masing silinder tidak pas (sesuai), mungkin akan
terjadi ledakan pada karburator ataupun pada knalpot.

Tabel 1.1 Urutan Pengapian


Motor sebaris 4 silinder Urutan Pengapian

1–3–4–2

1–2–4–3

Motor boxer 4 silinder Urutan Pengapian

1–4–3–2

9
Motor sebaris 5 silnder Urutan Pengapian

1–2–4–5–3

Motor sebaris 6 silinder Urutan Pengapian

1 – 5 –3 – 6 – 2 – 4

Motor “V” 8 silinder Urutan Pengapian

1-8-2-7-4-5-3-6

F. Rangkuman
1. Nama Komponen Utama Mesin
a. Kepala Silinder
b. Blok Silinder\
c. Piston dan Connecting rod
d. Poros engkol
e. Carter/Oil pan

Klasifikasi Internal Combustion Engine

Sebuah mesin yang proses pembakaran bahan bakarnya terjadi didalam mesin itu sendiri

contoh : a. Mesin Sepeda Motor

b. Mesin Mobil

c. Mesin Turbin Gas

bila kita mengurai lebih jauh lagi tentang Internal Combustion Engine, maka contoh dari mesin
tersebut dapat diuraikan pada hal sebagai berikut :

a. Mesin Sepeda Motor

1. Mesin 2 Tak

2. Mesin 4 Tak

b. Mesin Mobil

10
1. Mesin Bensin

 Mesin dengan Sistem Pengapian Konvensional


 Mesin dengan Sistem Pengapian Elektronik

2. Mesin Diesel

 Mesin Diesel Direct Injection


 Mesin Diesel Indirect injection

c. Mesin Turbin Gas

1. Mesin Pesawat Helicopter

- Jenis Bolcow

- Jenis Puma

2. Mesin Pesawat Jet

- Mesin Boeing

- Mesin Soekhoi

11
Tes Formatif

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

1. Uraikan hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran luar ?


2. Jelaskan pengertian dari motor pembakaran dalam ?
3. Pada gambar dibawah ini ada 2 macam komponen utama mesin pembakaran dalam,buatlah
deskripsikan 2 macam komponen mesin pembakaran tersebut!

a.
b.

4. sebutkan dan jelaskan jenis-jenis motor pembakaran dalam ( internal combustion engine) ?
5. Isilah tabel urutan dibawah ini :
Motor boxer 4 silinder

Motor sebaris 5 silnder

Motor sebaris 6 silinder

Motor “V” 8 silinder

12
Kerjakan Tugas Dibawah ini :

Tugas !!! Buatlah gambarlah proses kerja motor


4-tak beserta keterangan siklus
langkahnya dikertas A4 ?

13
KEGIATAN
BELAJAR
Identifikasi model-model engine
2

Tujuan Pembelajaran :

2. Setelah diberikan penjelasan dan ditampilkan gambar-gambar ruang bakar, peserta didik dapat
mengidentifikasi macam-macam ruang bakar mesin pembakaran dalam dengan tepat
3. Setelah berdiskusi tentang bentuk-bentuk engine, peserta didik dapat membandingkan bentuk-
bentuk engine dengan tepat

A. Macam-Macam Ruang Bakar Mesin Pembakaran Dalam


Berikut jenis-jenis ruang bakar mesin diesel.

1. RUANG BAKAR INJEKSI LANGSUNG

Penampang ruang bakar langsung mesin diesel

Bahan bakar disemprotkan langsung ke Ruang bakar utama Letak ruang bakar utama ada
di antara piston & silinder head. Selain bentuk ruang bakar yang dibentuk pada silinder head,
bagian atas piston juga dibuat ruang dengan desain khusus.Pada ruang bakar langsung mesin
diesel, ada beberapa jenis ruang bakar langsung yang masih dipakai hingga saat ini, diantaranya
yaitu :

a. Semi Spherical Type

14
Semi Spherical Type

Pada jenis ruang bakar ini, ruang bakar berbentuk setengah bulat. Dimana bentuk ini dibuat pada
kepada piston.

b.Spherical Type

Spherical Type

Pada jenis ruang bakar ini, ruang bakar berbentuk bulat penuh. Dimana bentuk ini dibuat pada
kepada piston.

c. Multi Spherical Type

Multi Spherical Type

15
`Pada jenis ruang bakar ini, ruang bakar berbentuk dua bulatan penuh . Dimana
bentuk ini dibuat pada kepada piston.

Keuntungan Ruang bakar tipe injeksi Langsung

a). Penampang permukaan ruang injeksi langsung yang kecil dapat mengurangi kerugian panas
sehingga menaikkan temperatur udara yang dikompresikan dan menyempurnakan pembakaran.
Pada tipe ini pemanasan awal tidak diperlukan untuk start dengan suhu udara sekitarnya normal.
Efisiensi pana yang tinggi disini juga dapat meningkatkan output dan menghemat penggunaan
bahan bakar diesel.

b). Struktur cylinder head lebih sederhana, jadi kemungkinan detonation karena panas akan lebih
kecil

c). Karena kerugian panasnya kecil, maka perbandingan kompresinya dapat diturunkan.

Kerugian Ruang bakar tipe injeksi langsung

a). Pompa injeksi harus mampu menghasilkan tekanan tinggi yang diperlukan untuk mengatomisasikan
bahan bakar dengan memaksanya keluar melalui nozle tipe berlubang banya (multi hole)

b). Kecepatan maximumnya lebih rendah karena pusaran campuran bahan bakar lebih kecil daripada tipe
ruang bakar tambahan (auxilary combustion chamber)

c). Tekanan pembakaran yang tinggi menimbulkan suara yang lebih keras dan resiko knocking lebih besar

d). Mesin sangat peka terhadap kualitas bahan bakar, biasanya diperlukan bahan bakar yang bermutu
tinggi

Pada perkembangan teknologi mesin diesel masa kini, jenis ruang bakar langsung menjadi pilihan
tepat bagi industri otomotif saat ini. Karena kelebihan ruang bakar jenis ini, mesin diesel tidak
membutuhkan pemanas awal seperti busi pijar (Glow plug) yang membantu memanaskan ruang bakar
pada awal stater pada kondisi mesin dingin.

2. Ruang Bakar Tidak Langsung

Pada jenis ruang bakar tidak langsung, nozle injector tidak langsung menyemprotkan bahan bakar
ke dalam ruang pembakaran. Melainkan pada ruang perantara sebelum masuk kedalam ruang bakar.
Adapun jenis ruang bakar tidak langsung pada mesin diesel yaitu :

16
a. Swirl Chamber Type

Swirl Chamber Type

b. Precombution Chamber Type

Precombution Chamber Type

Pada perkembangannya jenis ruang bakar tidak langsung pada mesin diesel sudah jarang
digunakan paad kenderaan - kenderaan saat ini, karena jenis ini harus menggunakan busi
pijar sebagai pemanas awal.

Jenis-jenis Ruang Bakar Mesin Bensin

1. Ruang bakar setengah bulat - jenis ruang bakar

Jenis ruang bakar yang pertama adalah ruang bakar setengan bulat, combustion chamber
tipe ini memiliki permukaan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan ruang bakar yang lain
dengan kapasitas mesin yang sama. Ruang bakar ini mempunyai efisiensi panas yang sangat
tinggi, selain itu juga kontruksi dari ruang bakar jenis ini lebih sempurna. Akan tetapi combustion
chamber tipe ini juga mempunyai kekurangan, yaitu rumit dalam hal penempatan mekanisme

17
katupnya. Untuk kontruksi dari macam ruang bakar ini dapat anda lihat pada gambar dibawah ini
:

Ruang bakar model setengah lingkaran

2. Ruang bakar model baji - macam ruang bakar

Macam ruang bakar yang kedua adalah model baji, model ruang bakar yang satu ini juga
memiliki efisiensi panas yang baik, selain itu juga mempunyai kontruksi mekanisme katup yang
lebih sederhana lagi bila dibandingkan dengan ruang bakar setengah bulat. Kontruksi dari ruang
bakar tipe baji, dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.

Raung bakar model baji

18
3. Ruang bakar tipe bak mandi - macam ruang bakar

Jenis ruang bakar yang ketiga adalah model bak mandi, sesuai dengan namanya ruang
bakar model ini memang seperti bak mandi. Kontruksi dari ruang bakar model bak mandi ini
cukup sederhana, sehingga biaya produksinya pun tidak mahal. Hal ini dikarenakan katup yang
digunakan memiliki diameter yang kecil. Dengan bentuk ruang bakar yang menyerupai bak
mandi, maka nantinya akan terjadi pusaran gas yang berguna untuk memaksimalkan pembakaran.
Sama dengan ruang bakar yang lain, ruang bakar tipe ini juga mempunya kerugian. Kerugiannya
adalah pada saat menghisap campuran udara dan bahan bakar, atau pada saat membuang gas hasil
pembakaran kurang sempurna bila dibandingkan dengan jenis ruang bakar yang lainnya.

Ruang bakar tipe kamar mandi

4. Ruang bakar model pent roof - jenis ruang bakar

Macam ruang bakar yang keempat adalah ruang bakar model pent roof, model ini
berbentuk segi empat, dan apabila dihubungkan ke titik pusat hampir sama dengan atap suatu
bangunan, sehingga disebut dengan pent roof. Karena bentuknya yang seperti atap rumah, ruang
bakar ini digunakan pada mesin yang memiliki katup dengan jumlah yang melebihi 2 setiap
silindernya.

19
Ruang bakar model pent roof

Kelebihan dari ruang bakar model ini adalah memberikan efek semburan gas yaang lebih cepat
terbakar, dan penempatan spark plug berada di tengah dari ruang bakar.

B. Bentuk-bentuk engine

Bentuk bentuk motor


Alasan motor dibuat lebih dari satu silinder
 Motor lebih tenang, karena gaya penggerak poros engkol lebih merata.
 Getaran kecil, karena gaya-gaya torak saling menyeimbangkan.
 Motor jumlah silinder yang banyak dengan langkah torak lebih pendek, kecepatan torak pada
putaran tinggi masih dalam batas yang diijinkan, sesuai kekuatan bahan.

Dengan jumlah silinder lebih dari satu maka terdapat beberapa susunan silinder motor yang
sering dipakai pada mobil yaitu :

1. Motor sebaris
Konstruksi ederhana
Tak banyak getaran
Perawatan mudah
Bila jumlah silinder lebih dari 4 konstruksi terkesan panjang
Keseimbangan getaran jelek jika jumlah silinder kurang dari 4

Pada tipe in-line ini silinder-silinder disusun dalam satu baris, tipe ini banyak digunakan karena
konstruksinya sederhana. Contoh mobil yang menggunakan susunan silinder mesin tipe ini sangat
mudah, dan susunan ini adalah yang paling banyak kita temui, karena biasanya tipe ini digunakan
pada mobil-mobil MPV dan mobil-mobil standar lainnya seperti Toyota Avanza, Daihatsu xenia,
Suzuki ertiga, Toyota rush dan lain sebagainya.

20
2. Bentuk V
 Konstruksi pendek untuk silinder banyak
 Poros engkol sederhana ( dua batang torak pada satu pena )
 Perlu 2 kolektor gas buang
 Keseimbangan getaran lebih buruk dari motor sebaris
Pada tipe ini, blok silinder berbentuk V (V-Shape). Tipe ini memungkinkan lebih tinggi dan
panjang mesin menjadi berkurang. Contoh mobil yang menggunakan susunan silinder mesin tipe
v adalah Toyota Alphard yang mempunya spesifikasi 2GR-FE DOHC dual VVT-i dengan 24
katub dan mesin V 6 silinder. Contoh lainnya biasanya digunakan pada mobil-mobil sport yang
memiliki cc besar, seperti ferrari, porche, lambhorghini (contoh : lambhorghini anvetador sv) dll.
Susunan silinder tipe v ini memiliki karakteristik :

3. Bentuk boxe
 Konstruksi pendek dan rendah
 Keseimbangan getaran lebih baik dari lainnya
 Perlu 2 kolektor gas buang
 Saluran isap panjang jika hanya satu karburator
 Silinder pada tipe ini disusun secara horizontal dan berlawanan satu dengan yang lain.
Susunan seperti ini dapat menentukan ukuran tinggi mesin.

21
DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, 2013. Prinsip Dasar Mesin Otomotif. Bandung : Alfabeta


http://rizalfath.blogspot.co.id/2014/02/klasifikasi-engine.html diakses pada tanggal 23
Agustus 2018 pukul 17.00
http://www.bisaotomotif.com/2015/11/jenis-dan-macam-ruang-bakar-pada-motor-
bensin.html diakses pada tanggal 23 Agustus 2018
Solikin , 2011. Mesin Sepeda Motor. Depok: Insania

22