Anda di halaman 1dari 3

Penyakit Strangles akibat Streptococcus equi pada kuda

Aryanto Hamid, Choirun Nasichah, Elsa Firnanda Pin Pratama, Johan Yohanes Peterson R,
Maria Selvi Bhete, Muhammad Wildan Wiguna, Yohana Wermatari Lada, Yuni Trikhasanah

Program Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Veteriner

TINJAUAN PUSTAKA saluran pernafasan, sehingga pernafasan


menjadi dangkal (tersengal).
Gejala Klinis Pada Kuda
Pembengkakan limfoglandula
Rentang masa inkubasi untuk infeksi S.
(Pharyngealis, submaxlilaris, dan parotis)
equi umumnya antara 2 hingga 12 hari. Secara
berkembang 3-4 hari dan glandula membentuk
umum, kuda akan mengalami demam (dengan
cairan serous dalam 10 hari. Akhirnya terjadi
suhu tubuh 103 ° F atau lebih tinggi),
rupture (perobekkan) yang mengeluarkan nanah
menunjukkan kelesuan, nafsu makan berkurang,
kental berwarna kekuningan.
dan, Meskipun pada awalnya keluar cairan
berupa serosa pada hidung, namun seiring
berkembangnya penyakit pada tubuh, leleran
beruba menjadi bentuk copius dan purulen
dengan cepat, Akibat pharyngitis, maka pada
saat makan kuda sering mengalami regurgitasi
melalui lubang hidung, Membran mukosa mata
dan hidung umumnya hiperemik, dan keluarnya
lendir mata mukopurulen dapat terjadi.

Gambar 2 Abses yang sakit dan panas pada


limfoglandula di tenggorokkan

Kadang ditemukan abses lokal pada


permukaan tubuh lain terutama pada wajah dan
leger. Kelenjar getah bening retrofaringeal dapat
pecah ke dalam kantong guttural, menyebabkan
neuropati (disfagia), empiema, dan
pembentukan chondroid. Limfadenopati, salah
Gambar 1 Leleran hidung akibat Strangles
satunya tanda-tanda utama infeksi S. equi,
mungkin asimetris dan dapat menjadi sangat
Kelenjar limphoglandula mandibula dan
parah sehingga disfagia, stridor, dan terjadi
retrofaringeal menjadi bengkak, panas dan sakit.
kesulitan bernafas. Pembengkakan pada area
Nanah dari hidung meningkat dan menyumbat
throatlatch atau dari Viborg segitiga mungkin
dapat tampak jelas terlihat, dan palpasi daerah Spesies lainnya adalah Streptococcus equi, paling
ini akan menimbulkan rasa sakit. Kuda yang banyak ditemukan pada kuda dan merupakan
terserang penyakit ini akan memposisikan agen penyebab rasa tercekik, yang bersifat akut,
kepalanya menduduk untuk mengurangi rasa menular dan penyakit saluran pernapasan
sakit pada tenggorokkan dan enggan menelan. mematikan yang menyerang khususnya kuda
Batuk yang lembut mungkin akan terdengar. muda dan telah menyebabkan epidemi yang
Rata-rata munculnya gejalak klinis sekitar 23 hari menghancurkan di kandang di mana banyak
(Sweeny and Whitlock, 1987).Pada infeksi S.equi kuda disimpan.
atipikal, peradangan ringan pada pernapasan Infeksi pada manusia yang disebabkan
atas terjadi dan ditandai dengan sedikit oleh S. equi termasuk wabah penyakit yang
keluarnya cairan hidung, batuk, dan demam. ditularkan melalui makanan, meningitis,
Pembentukan abses kelenjar getah bening hanya septikemia, pneumonia atau glomerulonefritis
terjadi pada sejumlah kasus (Grant et al., 1993). yang telah dilaporkan dari AS, Finlandia, Prancis,
Pada sebagian besar kuda, tanda-tanda klinis dan Rumania (Minces et al., 2011). Pernah
sembuh, dan bakteri berhenti memperbanyak dilaporkan seorang lelaki berusia 38 tahun
diri sekitar 4 sampai 6 minggu. Diperkirakan 10% dirujuk ke rumah sakit karena adanya plak
kuda yang terkena dampak, pelepasan S. equi multipel, oval, dan konfluen, eritematosa,
yang terus menerus dapat terjadi selama bersisik, dan berkerak di wajah, leher, dan dagu.
beberapa minggu dari yang diperkirakan. Dia memiliki eksudasi pada dagu dan abses
Leukositosis neutrofilik, hiperfibrinogenemia, subkutan. Kelenjar getah bening submandibular
hiperglobulinemia, dan anemia akibat infeksi dan parotis membesar dan ada keterbatasan
kronis merupakan karakteristik temuan yang mobilitas leher dan kesulitan menelan, tidak
khas pada kasus-kasus strangles (Kaese et al., demam. Investigasi mikologis termasuk
2005). Komplikasi pada penyakit ini pemeriksaan kalium hidroksida semuanya
memungkinkan timbulnya metastasis ke organ normal.
lain, seperti paru (pneumonia akut); otak
(meningitis purulenta) dengan gejala eksitasi,
hyperestasia, kekakuan leher, terminal paralisis,
infeksi trombi pada pembuluh darah vena; abses
hati,limpa dan limfoglandula visceral.
Pada kasus yang fatal, secara Patologi
ditemukan pernanahan yang meluas pada organ
dalam, terutama hati, limpa, paru, pleura,
pembuluh darah vena besar dan peritoneum.
Selain itu juga ditemukan abses pada
limfoglandula mesentrika.

Gejala Klinis pada Manusia


Infeksi serius akibat Straptococcus grup C jarang Gambar 3. Lesi kulit wajah, leher dan dagu
terjadi pada manusia. Dari empat spesies dalam menampilkan beberapa plak bersisik
kelompok ini, Streptococcus equisimilis paling eritematosa oval dan konfluen dengan krusta
sering dilaporkan sebagai penyebab infeksi pada
manusia. I Ini termasuk bakteremia, meningitis, Pasien bekerja di kandang kuda Polandia utara.
endokarditis, dan pneumonia (Mohr et al, 1979). Pasien memiliki riwayat terpapar pada kuda yang
memiliki leleran hidung, pembesaran kelenjar
getah bening leher dan ulcer di leher. Kuda itu
telah didiagnosis oleh dokter hewan dengan
penyakit strangles (equine distemper) dan
positif untuk Streptococcus equi. Pada pasien
kami, lesi kulit telah terjadi 5 hari setelah kontak
dengan kuda yang terinfeksi. Pada pasien diatas,
lesi kulit terjadi tanpa gejala sistemik. Tidak
terdapat gejala apa pun di luar batasan mobilitas
leher dan kesulitan menelan air liur. Gambar 4. Pasien tiga hari setelah drainase
Terdapat pula kasus lainnya pada bedah. Kiri, lihat dari sisi kanan; kanan,
manusia dengan gejala yang berbeda dengan tampilan depan
contoh kasus sebelumnya. Seorang pria berusia
56 tahun dirawat di rumah sakit akibat terjadi
peningkatan pembengkakan dan rasa sakit di Dari dua kasus diatas dapat dilihat bahwa gejala
sebelah kanan sisi wajahnya selama 4 hari. Dia klinis penyakit strangles pada manusia dapat
pernah mengalami demam, keringat malam dan berbeda hal ini dapat diakibatkan tingkat
kekakuan selama dua hari sebelum datang keparahan, kekuatan imunitas individidual, dan
kerumah sakit. Wajahnya bengkak dimulai pada jenis subtype Staphylococcus type C yang
sudut mandibula kanan dan telah berkembang menjangkit.
melibatkan wilayah parotid dan submaxillary. Di DAFTAR PUSTAKA
malam sebelum ke rumah sakit pasien mencatat
Grant ST, Efstratiou A, Chanter N. Laboratory diagnosis of
penurunan wajah bengkak tetapi kemerahan
strangles and the isolation of atypical
dan bengkak telah menyebar ke daerah leher Streptococcus equi. Vet
dan dada anterior. Dua minggu sebelumnya, Rec. 1993;133:215–216
Kaese HJ, Valberg SJ, Hayden DW, et al. Infarctive purpura
batuk kering terus semakin parah dan belum
hemorrhagica in five horses.J Am Vet Med
sembuh pada saat ke rumah sakit. Tidak ada Assoc. 2005;226:1893–1898.
riwayat penyakit signifikan sebelumnya. Pasien 1845.
telah bekerja selama 20 tahun terakhir sebagai Minces LR, Brown PJ, Veldkamp PJ. Human meningitis
from Streptococcus equi subsp. zooepidemicus
penjaga kuda, memberi mereka makanan dan air acquired as zoonoses. Epidemiol Infect
dan membersihkan kandang. Dia tinggal di 2011;139:406-10.
rumah mobil dalam jarak 3 m (10 ft) dari stabel. Mohr DN, Feist DJ, Washington JA, et al: Infections due to
group C streptococci in man. AmJ Med 1979;
Tak satu pun dari kuda di kandang itu yang baru- 66:450-456
baru ini sakit. Dia merokok dua bungkus rokok Sweeney CR, Whitlock RH. Streptococcus equi infection in
per hari dan minum 6 hingga 12 bir per hari. horses: part I. Compend Contin Educ Pract Vet.
1987;9:689.
Pada pemeriksaan fisik, Suhunya 36.8°C
(98,2 °F). Sisi kanan wajahnya eritematosa,
hangat dan jauh membengkak dari batas kanan
bawah orbit yang meliputi daerah parotis,
submaksila dan mandibula kanan dan leher
kanan dan daerah suprasternal nortch di mana
ada bersifat lunak dan dapat digerakkan.