Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Tugas kuliah ini dimaksudkan untuk membantu Mahasiswa dalam menempuh mata
kuliah Optik pada Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Teknik dan Sains
(TEKSA) Universitas Nasional (UNAS). Mata kuliah Optik mempunyai bobot 3 (tiga)
SKS (Satuan Kredit Semester) yang diikuti oleh Mahasiswa semester 2 (dua). Tugas
kelompok ini berisi tentang Fisika Laser, hasil tugas terstruktur dilaporkan dan dinilai
sebagai bagian dari nilai tugas. Dalam kesempatan ini diucapkan banyak terima kasih
kepada Bapak Muzilman muslim selaku dosen pengampu mata kuliah Optik.
Teman-teman sejawat di Jurusan Fisika yang telah memberikan banyak teguran dan
masukan kepada kami.
Penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan
paper ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi
kesempurnaan paper ini.

Jakarta, Juli 2018

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................................................... ii

BAB I
PENDAHULUAN ........................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................... 1
1.3 Tujuan ...................................................................................................................... 1

BAB II
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 2
2.1 Pengertian Laser .................................................................................................... 2
2.2 Kharakteristik Laser .............................................................................................. 3
2.3 Prinsip Fisika Laser ............................................................................................... 3
2.4 Jenis – Jenis Laser ................................................................................................. 6

BAB III
APLIKASI FISIKA LASER ........................................................................................... 10
3.1 Aplikasi Laser dalam bidang kedokteran ............................................................ 10
3.2 Kekurangan dan Kelebihan Laser ....................................................................... 10

BAB IV
KESIMPULAN ................................................................................................................ 11

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 12

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.ii


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laser merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of
Radiation yang merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi
elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat
lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi. Laser memperkuat
cahaya. Laser dapat mengambil berkas cahaya yang lemah dan membuatnya menjadi
berkas yang kuat. Beberapa laser menghasilkan berkas yang sangat kuat sehingga dapat
membakar lubang kecil di dalam selembar besi dalam waktu kurang dari satu detik.
Sinar laser dapat mencapai jarak jauh melalui angkasa luar tanpa menyebar dan menjadi
lemah. Karena itulah, sinar laser menjadi alat komunikasi penting dalam berkomunikasi
dalam zaman angkasa luar. Banyak kegunaan laser sudah ditemukan dalam ilmu
kedokteran, ilmu pengetahuan, dan industri (wikipedia).
Ketergantungan masyarakat terhadap teknologi sudah semakin pesat. Semakin
berkembangnya zaman, semakin banyak alat-alat canggih yang ditemukan. Masyarakat
semakin lama semakin bergantung hidupnya terhadap aplikasi dari teknologi canggih
ini. Masyarakat semakin butuh untuk menemukan sesuatu yang baru demi
mempermudah kehidupannya. Sebagai contoh, salah satu penemuan yang semakin
pesat perkembangannya adalah teknologi laser.
Semenjak penemuannya pada tahun 1960-an hingga sekarang, laser semakin
banyak ditemukan manfaatnya dalam berbagai bidang, baik sains,maupun kehidupan
sehari-hari. oleh karena itu dalam paper ini akan dibahas mengenai “Prinsip fisika laser
dan aplikasinya”.
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan


masalah dari paper ini adalah bagaimana prinsip fisika laser dan teknologi laser.

1.3 Tujuan

Adapun maksud dan tujuan paper ini adalah :


1. Mengetahui bagaimana prinsip fisika laser
2. Meningkatkan pengetahuan terhadap teknologi laser.

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.1


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Laser


Laser adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of
Radiation, yang artinya perbesaran intensitas cahaya oleh pancaran terangsang. Laser
merupakan sumber cahaya koheren yang monokromatik dan amat lurus. Cara kerjanya
mencakup optika dan elektronika.

Para ilmuwan biasa menggolongkannya dalam bidang elektronika kuantum.


Sebetulnya laser merupakan perkembangan dari Maser, huruf M disini singkatan dari
Microwave, artinya gelombang mikro. Cara kerja maser dan laser adalah sama, hanya
saja mereka bekerja pada panjang gelombang yang berbeda. Laser bekerja pada
spektrum infra merah sampai ultra ungu, sedangkan maser memancarkan gelombang
elektromagnetik dengan panjang gelombang yang jauh lebih panjang, sekitar 5 cm,
lebih pendek sedikit dibandingkan dengan sinyal TV - UHF. Laser yang memancarkan
sinar tampak disebut laser - optik.

Laser dihasilkan dari proses relaksasi elektron. Pada saat proses ini maka sejumlah
foton akan di lepaskan berbeda sengan cahaya senter emisi pada laser terjadi dengan
teratur sedangkan pada lampu senter emisi terjadi secara acak. Pada laser emisi akan
menghasilkan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. berbeda dengan
lampu senter emisi akan mengasilkan cahaya dengan banyak panjang gelombang.
proses yang terjadi adalah elektron pada keadaan ground state (pada pita valensi)
mendapat energi kemudian statusnya naik menuju pita konduksi ( keadaan eksitasi)
kemudian elektron tersebut kembali ke keadaan awal (ground state) diikuti dengan
beberapa foton yang terlepas.

Kemudian agar energi yang dibawa cukup besar maka dibutuhkan sebuah resonator
resonator ini dapat berupa lensa atau cermin yang sering digunakan adalah lensa dan
cermin. ketika di dalam resonator maka foton-foton tersebut akan saling memantul
terhadap dinding resonator sehingga cukup kuat untuk meninggalkan resonator
tersebut. laser cukup kuat digunakan sebagai alat pemotong misalnya adalah laser CO2
laser yang kuat adalah tingkat pelebaranya rendah dan energi fotonya tinggi.

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.2


2.2 Karakteristik Laser
Karakteristik berikut, membedakan sinar laser dari cahaya biasa.
 Cahaya koheren, dengan semua cahaya sefase dengan yang lainnya. Pola
inteferensi dapat diproleh tidak hanya dengan meletakkan dua celah pada berkas
laser, tetapi juga dengan memakai dua berkas laser yang terpisah.
 Intensitas tinggi, karena sifat laser yang koheren, ia memiliki kemampuan untuk
fokus pada area kecil 10-6 cm2
 Cahayanya hampir ekawarna (Monokromatik). Cahaya dari sumber monokromatik
normal menyebar pada rentang panjang gelombang 100nm urutan. Namun,
penyebarannya adalah 1nm untuk laser.
 Directionality tinggi, sumber cahaya biasa memancarkan cahaya ke semua arah
yang mungkin. Tapi, laser berjalan sebagai sinar paralel, ia dapat melakukan
perjalanan jarak jauh tanpa menyebar.

2.3 Prinsip Fisika Laser


Pada tahun 1916, menurut Einstein, foton berinteraksi (radiasi) dengan materi dapat
dijelaskan dalam tiga proses dasar

a. Penyerapan radiasi
Penyerapan radiasi adalah proses dimana elektron dalam keadaan dasar
menyerap energi dari foton untuk melompat ke tingkat energi yang lebih tinggi.
Elektron yang mengorbit sangat dekat dengan nukleus berada pada tingkat energi
rendah atau keadaan energi rendah sedangkan elektron yang mengorbit jauh dari
nukleus berada pada tingkat energi yang lebih tinggi. Elektron di tingkat energi
yang lebih rendah membutuhkan energi ekstra untuk beralih ke tingkat energi yang
lebih tinggi. Energi ekstra ini disediakan dari berbagai sumber energi seperti panas,
medan listrik , atau cahaya.

Pada dua tingkat energi (E1 dan E2 ) elektron. E1 adalah keadaan dasar atau
keadaan energi elektron rendah dan E2 adalah keadaan tereksitasi atau keadaan
energi elektron yang lebih tinggi. Elektron dalam keadaan dasar disebut elektron
energi rendah atau elektron keadaan dasar sedangkan elektron dalam keadaan
tereksitasi disebut elektron energi yang lebih tinggi atau elektron yang tereksitasi.

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.3


Gambar 2.1 Penyerapan Radiasi.

Secara umum, elektron dalam keadaan energi rendah tidak dapat beralih ke
keadaan energi yang lebih tinggi. Mereka membutuhkan energi yang cukup agar
bisa melonjak ke keadaan energi yang lebih tinggi. Ketika foton atau energi cahaya
sama dengan perbedaan energi dari dua tingkat energi (E2 – E1 ) terjadi pada atom,
elektron keadaan dasar memperoleh energi yang cukup dan melompat dari keadaan
dasar (E1 ) ke keadaan tereksitasi (E2 ). Penyerapan radiasi atau cahaya hanya
terjadi jika energi foton kejadian sama persis dengan perbedaan energi kedua
tingkat energi (E2 – E1 ).

b. Emisi spontan
Emisi spontan adalah proses dimana elektron dalam keadaan tereksitasi
kembali ke keadaan tanah dengan memancarkan foton. Elektron dalam keadaan
tereksitasi hanya bisa bertahan dalam waktu singkat. Waktu sampai elektron yang
terekspresi dapat bertahan pada keadaan energi yang lebih tinggi (E2 ) dikenal
sebagai elektron bersemangat. Masa pakai elektron dalam keadaan tereksitasi
adalah 10-8 detik.

Gambar 2.2 Emisi Spontan.

Jadi, setelah masa pendek elektron yang tereksitasi, mereka kembali ke


keadaan energi rendah atau ground state dengan melepaskan energi dalam bentuk
foton. Dalam emisi spontan, elektron bergerak secara alami atau spontan dari satu
negara (negara energi yang lebih tinggi) ke keadaan lain (keadaan energi rendah)
sehingga emisi foton juga terjadi secara alami. Oleh karena itu, kita tidak memiliki

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.4


kendali atas kapan elektron yang tereksitasi akan kehilangan energi dalam bentuk
cahaya.

Foton yang dipancarkan dalam proses emisi spontan merupakan cahaya biasa
yang tidak koheren. Cahaya yang tidak koheren adalah sinar foton dengan
perubahan fase acak yang sering dan acak di antara keduanya. Dengan kata lain,
foton yang dipancarkan dalam proses emisi spontan tidak mengalir persis ke arah
yang sama dengan foton kejadian.

c. Emisi terstimulasi
Emisi yang terstimulasi adalah proses dimana foton yang datang berinteraksi
dengan elektron yang tereksitasi dan memaksanya untuk kembali ke keadaan dasar.
Dalam emisi terstimulasi, energi cahaya dipasok langsung ke elektron yang
tereksitasi alih-alih memasok energi cahaya ke elektron keadaan dasar. Berbeda
dengan emisi spontan, emisi yang dirangsang / terstimulasi bukanlah proses alami
itu adalah proses buatan. Dalam emisi spontan, elektron dalam keadaan tereksitasi
akan tetap berada di sana sampai masa hidupnya berakhir. Setelah menyelesaikan
hidup mereka, mereka kembali ke keadaan dasar dengan melepaskan energi dalam
bentuk cahaya. Namun, dalam emisi terstimulasi, elektron dalam keadaan
tereksitasi tidak perlu menunggu selesainya masa pakainya. Teknik alternatif
digunakan untuk secara paksa mengembalikan elektron tereksitasi ke keadaan dasar
sebelum menyelesaikan masa pakainya. Teknik ini dikenal dengan
sebutan stimulated emission.

Ketika foton yang datang berinteraksi dengan elektron yang tereksitasi,


elektron tersebut akan membangkitkan elektron yang tereksitasi untuk kembali ke
keadaan dasar. Energi pelepasan elektron yang tereksitasi ini dalam bentuk cahaya
saat jatuh ke keadaan dasar.

Gambar 2.3 Emisi terstimulasi.

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.5


Dalam emisi terstimulasi, dua foton dipancarkan (satu foton tambahan
dipancarkan) , satu adalah karena foton datang dan yang lainnya adalah karena
pelepasan energi elektron tereksitasi. Dengan demikian, dua foton dipancarkan.
Proses emisi terstimulasi sangat cepat dibandingkan dengan proses emisi spontan.
Semua foton yang dipancarkan dalam emisi terstimulasi memiliki energi yang
sama, frekuensi yang sama dan berada dalam fase. Karena itu, semua foton dalam
perjalanan emisi terstimulasi menuju arah yang sama.

Jumlah foton yang dipancarkan dalam emisi terstimulasi bergantung pada


jumlah elektron di tingkat energi yang lebih tinggi atau keadaan tereksitasi dan
intensitas cahaya kejadian.

2.4 Jenis – Jenis Laser


a. Laser yang menggunakan medium aktif gas : laser Helium Neon, laser Argon,
Laser Karbondioksida, laser Xenon
Cara kerja laser Helium Neon dalah laser dipompa secara elektris.

Energi tidak stabil Energi tidak stabil

Foton

Energi Tingkat Stabil Energi tingkat stabil

Gambar 2.4 Pemompaan energi Gambar 2.5 Pelepasan energi

Pada laser Helium Neon, rangsangan yang digunakan adalah rangsangan


elektris, hal ini dilakukan dengan cara memasukkan gas Helium Neon ke dalam
tabung gas yang di ujung – ujungnya didekatkan dengan elektroda yang
dihubungkan pada sumber tegangan tinggi (posisi elektroda bisa dilihat pada
gambar 2.3 pada bagian HV). Setelah diberi rangsangan elektris, energi pada ion
akan mengalami penambahan yang mengharuskan energi untuk berpindah tingkat
menuju tingkat yang lebih tinggi. Karena setiap ion memiliki tingkat energi stabil
maka energi akan selalu berusaha untuk kembali pada tingkat stabilnya, hal ini
dilakukan dengan cara melepaskan energi yang kemudian disebut dengan foton
(energi yang bisa mengeluarkan cahaya).

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.6


Gambar 2.6 Skema Laser Helium Neon
Kemudian foton yang dihasilkan tadi akan dipantulkan di dalam tabung gas
yang kedua sisinya diberi cermin dengan tingkat refleksi 100% dan 98%. Foton
yang terus dipantulkan secara berulang – ulang akan menghasilkan energi yang
lebih besar karena kemungkinan terjadi superposisi sangat tinggi. Akibatnya foton
akan bisa menembus sisi cermin lapisan tipis dan memancar keluar

b. Laser yang menggunakan medium aktif solid : Laser Ruby, laser Garnet,
Cara kerja laser Ruby adalah laser ini dipompa secara optis (bisa disebut juga
penembakan foton).

Gambar 2.7 Tingkat energi ion Cr.

Batang Ruby diletakkan di dalam tabung cahaya, hal ini dilakukan karena foton
– foton yang dihasilkan oleh tabung cahaya akan menumbuk ion Cr yang berada di
Ruby. Kemudian di dalam ion Cr akan terjadi perpindahan energi dari tingkat dasar
menuju tingkat energi tinggi, setelah itu dengan cepat energi akan turun menuju
tingkat metastabil, usia energi pada tingkat ini selama 0,005 detik sementara
pemompaan energi terjadi lebih cepat daripada usia energi di tingkat metastabil
sehingga terjadilah inversi populasi yang mengakibatkan jumlah energi di tingkat
metastabil bertambah dan akan bersama – sama turun menuju tingkat dasar dan
melepaskan energi yang disebut foton (inilah yang disebut laser).

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.7


Gambar 2.8 Skema Laser Ruby
Kemudian foton yang dihasilkan tadi akan dipantulkan di dalam batang ruby
yang kedua sisinya dipotong sejajar, dengan satu sisinya dilapisi perak sedangkan
sisi lainnya dilapisi tipis saja (sesuai gambar di atas). Foton yang terus dipantulkan
secara berulang – ulang akan menghasilkan energi yang lebih besar yang kemudian
tidak akan bisa ditahan oleh sisi berlapis perak tipis dan akhirnya laser akan
menembusnya dan memancar keluar.
c. Laser yang menggunakan medium aktif semikonduktor : Laser GaAs (dioda), Laser
heterojunction GaAs - AlGaAs
Cara kerja laser GaAs ini adalah dengan cara injeksi.

Gambar 3.9 Skema Laser GaAs

Pada laser GaAs (dioda) ini, bahan harus diberi doping yang banyak agar
tingkat energinya besar. Hal ini berguna agar inversi populasi bisa terjadi. Lapisan
aktif terjadi apabila sambungan PN diberi tegangan maju, kemudian saat lapisan
aktif terbentuk, elektron elektron di pita konduksi akan memenuhi lubang (hole).
Bergabungnya elektron dan lubang inilah yang menghasilkan laser. Lapisan aktif
sendiri berfungsi sebagai resonator. Pada lapisan aktif tidak perlu diberi cermin
maupun perak seperti pada kasus laser Helium Neon dan laser Ruby karena bahan
dioda sudah mengkilat sehingga hanya perlu menggosok sisi bagian satunya agar
laser bisa memancar keluar.

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.8


Setiap laser memiliki panjang gelombang laser yang berbeda-beda tergantung
kebutuhan. Sebuah laser rubi merupakan jenis laser zat padat dan memancarkan sinar
pada panjang gelombang 694 nm. Sejumlah medium laser lainnya dapat dipilih sesuai
dengan panjang gelombang pancaran yang diinginkan, daya yang dibutuhkan, dan
durasi pulsanya. Beberapa laser memiliki daya yang sangat kuat, misalnya laser CO2,
yang dapat memotong baja. Alasan mengapa laser CO2 sangat berbahaya adalah
karena laser ini memancarkan cahaya dalam daerah inframerah dan daerah gelombang
mikro dari spektrum gelombang. Radiasi inframerah akan menghasilkan panas, dan
laser ini pada dasarnya akan melelehkan benda-benda sasarannya.

Laser lainnya, seperti laser diode, sangat lemah dan digunakan pada pointer laser
saku. Laser ini memancarkan sebuah berkas sinar merah yang memiliki panjang
gelombang antara 630 nm – 680 nm. Berikut ini beberapa jenis laser dan panjang
gelombang sinar yang dipancarkannya:

Tabel. 2.1 Jenis - Jenis Laser


Jenis Laser Panjang Gelombang (nm)
Argon flouride (UV) 193
Krypton fluoride (UV) 248
Xenon chloride (UV) 308
Nitrogen (UV) 337
Argon (biru) 488
Argon (hijau) 514
Helium neon (hijau) 543
Helium neon (merah) 633
Rhodamine 6G dye (dapat diatur-atur) 570-650
Ruby (CrAlO3) (merah) 694
Nd:Yag (dekat inframerah) 1064
Carbon dioxide (jauh dari inframerah) 10600
Argon flouride (UV) 193

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.9


BAB III
APLIKASI FISIKA LASER

3.1 Aplikasi laser dalam bidang kesehatan


Penerapan laser dalam dunia kedokteran gigi membuka pintu bagi dokter gigi
untuk melakukan berbagai prosedur yang tadinya tidak mungkin dilakukan menjadi
mungkin dilakukan.

Penggunaan laser dapat diterapkan secara interdisipliner dalam dunia kedokteran


gigi. Saat ini, perawatan ortodonti sangat terbantu dengan adanya alat ini. Banyak
prosedur perawatan ortodonti yang terdukung untuk mendapatkan hasil perawatan
yang maksimal. Demikian pula beberapa prosedur bedah mulut, perawatan gusi,
pengawetan gigi, perawatan kesehatan gigi anak, pembuatan gigi tiruan dan terapi
penyakit mulut dapat dilakukan dengan aplikasi laser kedokteran gigi.

Gambar 3.1 Penggunaan laser untuk memperluas permukaan gigi tempat perlekatan
breket ortodonti.

3.2 Keuntungan dan Kerugian Laser Kedokteran Gigi


Beberapa keuntungan utama laser kedokteran gigi:
- Pada beberapa prosedur perawatan, tidak membutuhkan pembiusan.
- Perdarahan minimal atau bahkan tanpa perdarahan.
- Infeksi bakteri diminimalkan karena sinar energi tinggi mensterilkan daerah yang
dikerjakan.
- Kerusakan jaringan sekitar sangat sedikit.
- Penyembuhan luka lebih cepat.
Adapun kerugian penggunaan laser kedokteran gigi adalah harga alat yang masih
relatif mahal sehingga penggunaannya pun masih sangat terbatas.

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.10


BAB IV

Kesimpulan
1. Laser (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) merupakan
mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya
dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan mata
normal, melalui proses pancaran terstimulasi.

2. Menurut mediumnya, laser terbagi menjadi 3, yaitu: medium aktif gas, medium
aktif solid, dan medium aktif semikonduktor

3. Pengaplikasian laser dalam dunia medis dapat diterapkan secara interdisipliner


dalam dunia kedokteran gigi.
4. Keuntungan Laser Kedokteran Gigi
- Pada beberapa prosedur perawatan, tidak membutuhkan pembiusan.
- Perdarahan minimal atau bahkan tanpa perdarahan.
- Infeksi bakteri diminimalkan karena sinar energi tinggi mensterilkan daerah
yang dikerjakan.
- Kerusakan jaringan sekitar sangat sedikit.
- Penyembuhan luka lebih cepat.

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.11


DAFTAR PUSTAKA

 http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/44218/5/Chapter%20I.pdf
 https://rahmisusmiati.wordpress.com/2013/04/04/pengertian-fotokimia/
 http://id.wikipedia.org/wiki/Inframerah
 http://www.nasa.gov/mission_pages/LRO/news/LRO_lr.html)
 http://science.nasa.gov/science-news/science-at-nasa/2004/21jul_llr/)
 http://www.plimbi.com/article/138312/sinar-laser
 http://dw.de/p/1BxsX\
 http://www.faktailmiah.com/2010/09/10/prosesor.html
 http://dokumen.tips/documents/pengertian-laser.html#.WAftb-TrX1k.gmail
 Pikatan,sugata,Laser, Seminar intern FT. Ubaya Januari 1991
 https://www.google.com/

FISIKA LASER DAN APLIKASINYA Hal.12