Anda di halaman 1dari 27

Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)

NPM : 185100031

Contoh Pengambilan Keputusan keputusan telah dirumuskan oleh Herbert


Simon (1976). Para pengambil keputusan,
Contoh-contoh Pengambilan Keputusan menurut Simon,cenderung memilih
kepuasan, daripada memaksimalkan; ia
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah melihatnya suatu tindakan “cukup baik”
yang dihadapinya dengan tegas. Suatu telah memenuhi suatu keputusan yang
keputusan merupakan jawaban yang pasti diperlukan. Simon berargumentasi bahwa
terhadap suatu pertanyaan. Keputusan harus strategi pendekatan kepuasan telah sesuai
dapat menjawab pertanyaan tentang apa dengan sifat keterbatasan manusia dalam
yang dibicarakan dalam hubungannya memproses informasi. Aturan main yang
dengan perencanaan. Keputusan dapat pula “Sampaikan permasalahan anda kepada
berupa tindakan terhadap pelaksanaan yang ahlinya dan kerjakan saja apa yang mereka
sangat menyimpang dari rencana semula. [1] katakan-karena hal tersebut cukup baik”.
dan Pengambilan keputusan adalah suatu Maka konsumen akan merasa puas terhadap
pendekatan yang sistematis tehadap hakikat apa yang anda lakukan.
alternative yang dihadapi dan mengambil c. Kepuasan berpura-pura (Quasi-satisficing):
tindakan yang menurut perhitungan Beberapa orang menggunakan aturan moral
merupakan tindakan yang paling tepat.[2] sebagai satu-satunya aturan apabila mereka
Strategi Pengambilan Keputusan menurut harus mengambil keputusan untuk menolong
Irving dibagi atas 6 macam: seseorang dalam kesulitan/masalah.
a. Optimasi dan Resiko Sub-optimasi: Schwartz (1970) menyebut pendekatan ini
Menjelaskan mengenai strategi optimasi sebagai “pengambilan keputusan moral”.
sebagai suatu tujuan untuk memilih tindakan Sekali seseorang memutuskan bahwa
yang memberikan hasil paling tinggi. seseorang membutuhkan pertolongan dan
Strategi semacam ini memerlukan nilai, melihat ada suatu cara untuk dapat
dalam terminologi manfaat dan biaya dari menolongnya, ia biasanya langsung
masing-masing alternatif yang dipilih mengambil tindakan tanpa terlebih dahulu
sebagai pembanding. Untuk mengambil melihat bahwa ada cara lain untuk dapat
suatu keputusan dengan strategi optimasi menolongnya. sangat jelas bahwa pilihan
dibutuhkan waktu dan uang yang besar yang didasarkan pada strategi quasi-
untuk mengumpulkan dan menguji semua kepuasan sangat berhubungan dengan aturan
informasi yang sangat banyak. pendekatan pengambilan keputusan yang sederhana,
ini masih kerapkali dianggap sebagai yang dapat menghasilkan tindakan yang
pendekatan yang cukup ideal. diinginkan atau tidak diinginkan masyarakat.
b. Kepuasan (Satisficing): d. Eliminasi dengan Aspek:
Hipotesis yang paling mempengaruhi para Pendekatan eliminasi digunakan untuk
administrator dalam pengambilan proses yang optimis dan cepatdalm memilih
sejumlah alternatif yang tersedia. Pengambil
keputusan melakukannya secara eksekusi,
dimulai dari persyaratan yang paling penting
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

hingga persyaratan paling kecil. Semua kepuasan) diikuti dengan keputusan minor
alternatif yang tidak memenuhi persyaratan setelah arah kebijakan dasar ditentukan.
ini dihilangkan, dan proses eliminasi Etzione menggunakan istilah “scanning”
dilanjutkan hingga tersisa hanya satu pilihan berdasarkan referensi penelitian,
alternatif. pengumpulan, prosesing, evaluasi, dan
e. Incrementalism and Muddling Through: pembobotan informasi dalam proses
Baybrooke dan Lindblom (1963) pembuatan pilihan.
menganggap strategi incremental muddling- Ketika ia mengumpulkan informasi,
through sebagai suatu tipe proses seberapa detil ia (pengambil keputusan)
pengambilan keputusan dari kelompok akan memerlukan, dan seberapa komplit ia
perkumpulan pluralistic. strategi incremental harus mengenali langkah-langkah alternatif.
muddling through adalah teknik yang Uraian Etzioni tentang strategi mixed
diharapkan oleh orang yang malas atau scanning meliputi sejumlah aturan untuk
lambat berpikir. Tetapi Braybrooke dan mengalokasikan sumber daya untuk
Lindblom melihat hal tersebut sebagai scanning jika seorang pengambil kebijakan
metoda dengan mana badan pengambil menghadapi krisis yang membuat ia
keputusan sosial, bertindak sebagai koalisi merealisasikan bahwa kebijakan yang dibuat
dari kelompok yang tertarik dapat secara sebelumnya harus direview dan diubah.
efektif membuat keputusan secara kumulatif Tipe pengmbilan keputusan
dan akhirnya menjadikan suatu keputusan 1. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur
kompromi yang dapat dikerjakan (workable :
compromise). Lindblom dan asosiasinya keputusan yang berulang ulang dan rutin,
beragumentasi bahwa keputusan incremental sehingga dapt diprogram. Keputusan
sebagian besar didasarkan pada kriteria terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd
konsensus, daripada didasarkan pada nilai manjemen tkt bawah. Pengambilan
nyata yang diakibatkan oleh isu-isu, bisa keputusan terprogram akan berlangsung
pula mengabaikan kejahatan sosial tidak dengan efektif apabila empat criteria dasar
demokratis, atau pengambilan keputusan dipenuhi :
terpusat. Ø Tersedia waktu dan dana yang memadai
f. Mixed Scanning : untuk pengumpulan dan analisis data.
Strategi Mixed Scanning terdiri atas dua Ø Tersedia data yang bersifat kuantitatif.
komponen, yaitu: Ø Kondisi lingkungan yang relatif stabil, yang
(1) beberapa ciri dari strategi optimasi didalamnya tidak dapat tekanan yang kuat
dikombinasikan dengan strategi eliminasi untuk secara cepat melakukan penyesuaian-
aspek digunakan sebagai dasar kebijakan penyesuaian tertentu terhadap kondisi yang
keputusan dan merupakan arah kebijakan selalu berubah.
dasar Ø Tersedia tenaga trampil untuk merumuskan
(2) proses secara incremental (didasarkan permasalahan secara tepat, termasuk
atas bentuk sederhana dari strategi tuntutan operasional yang harus dipenuhi.
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

2. Keputusan setengah terprogram / setengah Menurut Robbins, batas yang menentukan


terstruktur apakah suatu konflik fungsional atau
keputusan yg sebagian dpt diprogram, disfungsional sering tidak tegas (kabur).
sebagian berulang-ulang dan rutin dan Suatu konflik mungkin fungsional bagi
sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini suatu kelompok, tetapi tidak fungsional bagi
seringnya bersifat rumit dan membutuhkan kelompok yang lain. Begitu pula, konflik
perhitungan serta analisis yang terperinci. dapat fungsional pada waktu tertentu, tetapi
3. Keputusan tidak terprogram/ tidak tidak fungsional di waktu yang lain. Kriteria
terstruktur yang membedakan apakah suatu konflik
keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang fungsional atau disfungsional adalah
dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi dampak konflik tersebut terhadap kinerja
di manajemen tingkat atas. Informasi untuk kelompok, bukan pada kinerja individu. Jika
pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk konflik tersebut dapat meningkatkan kinerja
mudah untuk didapatkan dan tdk mudah kelompok, walaupun kurang memuaskan
tersedia dan biasanya berasal dari bagi individu, maka konflik
lingkungan luar. Pengalaman manajer tersebutdikatakan fungsional. Demikian
merupakan hal yg sangat penting didalam sebaliknya, jika konflik tersebut hanya
pengambilan keputusan tdk terstruktur memuaskan individu saja, tetapi
menurunkan kinerja kelompok maka konflik
JENIS –JENIS KONFLIK tersebut disfungsional.

Terdapat berbagai macam jenis konflik, b. Konflik Dilihat dari Pihak yang Terlibat
tergantung pada dasar yang digunakan untuk di Dalamnya
membuat klasifikasi. Ada yang membagi Berdasarkan pihak-pihak yang terlibat di
konflik atas dasar fungsinya, ada pembagian dalam konflik, Stoner dan Freeman
atas dasar pihak-pihak yang terlibat dalam (1989:393) membagi konflik menjadi enam
konflik, dan sebagainya. macam, yaitu:
a. Konflik Dilihat dari Fungsi 1) Konflik dalam diri individu (conflict within
Berdasarkan fungsinya, Robbins (1996:430) the individual). Konflik ini terjadi jika
membagi konflik menjadi dua macam, yaitu: seseorang harus memilih tujuan yang saling
konflik fungsional (Functional Conflict) dan bertentangan, atau karena tuntutan tugas
konflik disfungsional (Dysfunctional yang melebihi batas kemampuannya.
Conflict). Konflik fungsional adalah konflik 2) Konflik antar-individu (conflict among
yang mendukung pencapaian tujuan individuals). Terjadi karena perbedaan
kelompok, dan memperbaiki kinerja kepribadian (personality differences) antara
kelompok. Sedangkan konflik disfungsional individu yang satu dengan individu yang
adalah konflik yang merintangi pencapaian lain.
tujuan kelompok. 3) Konflik antara individu dan kelompok
(conflict among individuals and groups).
Terjadi jika individu gagal menyesuaikan
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

diri dengan norma - norma kelompok tempat karyawan, atau antar departemen yang
ia bekerja. setingkat.
4) Konflik antar kelompok dalam organisasi 3) Konflik garis-staf, yaitu konflik yang terjadi
yang sama (conflict among groups in the antara karyawan lini yang biasanya
same organization). Konflik ini terjadi memegang posisi komando, dengan pejabat
karena masing - masing kelompok memiliki staf yang biasanya berfungsi sebagai
tujuan yang berbeda dan masing-masing penasehat dalam organisasi.
berupaya untuk mencapainya. 4) Konflik peran, yaitu konflik yang terjadi
5) Konflik antar organisasi (conflict among karena seseorang mengemban lebih dari satu
organizations). Konflik ini terjadi jika peran yang saling bertentangan. Di samping
tindakan yang dilakukan oleh organisasi klasifikasi tersebut di atas, ada juga
menimbulkan dampak negatif bagi klasifikasi lain, misalnya yang dikemukakan
organisasi lainnya. Misalnya, dalam oleh Schermerhorn, et al. (1982), yang
perebutan sumberdaya yang sama. membagi konflik atas: substantive conflict,
6) Konflik antar individu dalam organisasi yang emotional conflict, constructive conflict, dan
berbeda (conflict among individuals in destructive conflict.
different organizations). Konflik ini terjadi
sebagai akibat sikap atau perilaku dari
anggota suatu organisasi yang berdampak FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB
negatif bagi anggota organisasi yang lain. TIMBULNYA KONFLIK
Misalnya, seorang manajer public relations
yang menyatakan keberatan atas Menurut Robbins (1996), konflik muncul
pemberitaan yang dilansir seorang jurnalis. karena ada kondisi yang melatar -
belakanginya (antecedent conditions).
c. Konflik Dilihat dari Posisi Seseorang Kondisi tersebut, yang disebut juga sebagai
dalam Struktur Organisasi sumber terjadinya konflik, terdiri dari tiga
Winardi (1992:174) membagi konflik ketegori, yaitu: komunikasi, struktur, dan
menjadi empat macam, dilihat dari posisi variabel pribadi.
seseorang dalam struktur organisasi.
Keempat jenis konflik tersebut adalah Komunikasi. Komunikasi yang buruk, dalam
sebagai berikut: arti komunikasi yang menimbulkan kesalah -
1) Konflik vertikal, yaitu konflik yang terjadi pahaman antara pihak-pihak yang terlibat,
antara karyawan yang memiliki kedudukan dapat menjadi sumber konflik. Suatu hasil
yang tidak sama dalam organisasi. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa kesulitan
antara atasan dan bawahan. semantik, pertukaran informasi yang tidak
2) Konflik horizontal, yaitu konflik yang cukup, dan gangguan dalam saluran
terjandi antara mereka yang memiliki komunikasi merupakan penghalang terhadap
kedudukan yang sama atau setingkat dalam komunikasi dan menjadi kondisi anteseden
organisasi. Misalnya, konflik antar untuk terciptanya konflik.
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

Struktur. Istilah struktur dalam konteks ini menjadi konflik yang nyata, jika pihak-pihak
digunakan dalam artian yang mencakup: yang terlibat mewujudkannya dalam bentuk
ukuran (kelompok), derajat spesialisasi yang perilaku. Misalnya, serangan secara verbal,
diberikan kepada anggota kelompok, ancaman terhadap pihak lain, serangan fisik,
kejelasan jurisdiksi (wilayah kerja), huru-hara, pemogokan, dan sebagainya.
kecocokan antara tujuan anggota dengan Pendahuluan
tujuan kelompok, gaya kepemimpinan,
sistem imbalan, dan derajat ketergantungan A.Kata pengantar
antara kelompok. Penelitian menunjukkan
bahwa ukuran kelompok dan derajat Manusia di dalam menjalani kehidupannya
spesialisasi merupakan variabel yang tidak akan pernah lepas dari pengambilan
mendorong terjadinya konflik. Makin besar keputusan, manusia adalah makhluk
kelompok, dan makin terspesialisasi pengambil keputusan. Pengambilan
kegiatannya, maka semakin besar pula keputusan begitu dekat dengan kehidupan
kemungkinan terjadinya konflik. manusia. Pengambilan keputusan terjadi
setiap saat sepanjang hidup manusia.
Variabel Pribadi. Sumber konflik lainnya Kehidupan manusia adalah kehidupan yang
yang potensial adalah faktor pribadi, yang selalu diisi oleh peristiwa pengambilan
meliputi: sistem nilai yang dimiliki tiap-tiap keputusan. Pengambilan keputusan
individu, karakteristik kepribadian yang merupakan prasyarat penentu tindakan.
menyebabkan individu memiliki keunikan Pengambilan keputusan yang tidak tepat
(idiosyncrasies) dan berbeda dengan akan menimbulkan banyak masalah atau
individu yang lain. Kenyataan menunjukkan mungkin saja berupa penyesalan yang tidak
bahwa tipe kepribadian tertentu, misalnya, kunjung padam. Oleh sebab itu ketika kita
individu yang sangat otoriter, dogmatik, dan menyadari bahwa pengambilan keputusan
menghargai rendah orang lain, merupakan adalah salah satu bagian penting dari
sumber konflik yang potensial. Jika salah episode kehidupan yang selanjutnya maka
satu dari kondisi tersebut terjadi dalam kita dituntut untuk memperhatikan berbagai
kelompok, dan para karyawan menyadari faktor atau hal –hal yang akan muncul ketika
akan hal tersebut, maka muncullah persepsi suatu keputusan kita ambil.
bahwa di dalam kelompok terjadi konflik.
Keadaan ini disebut dengan konflik yang Memang kita tidak tahu apa yang akan
dipersepsikan (perceived conflict). terjadi esok hari atau masa yang akan datang
Kemudian jika individu terlibat secara namun itu bukanlah alasan untuk menunda
emosional, dan mereka merasa cemas, atau bahkan tidak membuat suatu keputusan.
tegang, frustrasi, atau muncul sikap Keputusan kita ambil dalam keterbatasan
bermusuhan, maka konflik berubah menjadi kita sebagai manusia dengan
konflik yang dirasakan (felt conflict). mempertimbangkan semua faktor alternatif
Selanjutnya, konflik yang telah disadari dan solusi sebaik mungkin dengan menggunakan
dirasakan keberadaannya itu akan berubah “alat” pertimbangan yang tepat. Pendekatan
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

terhadap penyelesaian masalah yang benar bersifat sistematis, teratur dan terarah.
membantu kita dalam meraih keputusan Pendekatan atau langkah-langkah
yang memiliki konsekuensi baik (berhasil pengambilan keputusan dikatakan sistematis
menyelesaikan masalah). Hampir setiap saat apabila setiap tahapan atau langkah yang
seorang pemimpin dihadapkan pada akan diambil dapat dilihat dengan jelas
pengambilan keputusan. Setiap keputusan dalam menjawab suatu masalah. Ilmu
yang diambil akan mempengaruhi pengambilan keputusan didasarkan atas
kehidupan saat ini maupun kehidupan yang penerapan gaya pemikiran yang dianut oleh
akan datang. seseorang dan persepsinya atas lingkungan
dan masalah. Ketidakpastian dan peluang
Dalam setiap kebijakan yang akan diambil terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan
atau yang akan dipilih maka seorang mendorong kita untuk mencari,
pemimpin harus terlebih dahulu mengumpulkan dan mengolah informasi
memutuskan tentang apa yang harus menjadi data yang dapat dipakai sebagai
dikerjakan dan adakah pilihan alternatif panduan dalam menentukan keputusan.
yang tersedia, berikutnya dari setiap Dengan demikian informasi merupakan kata
alternatif tersebut dipertimbangkan pula kunci yang mendorong manusia, manajer
kelebihan dan kekurangan atau dampak yang dalam melakukan tindakan dan menetapkan
akan ditimbulkan dari setiap alternatif keputusan guna mencapai tujuan. Informasi
tersebut. Pengambilan keputusan merupakan menjadi bahan baku yang harus diolah lebih
ilmu dan seni yang harus dicari, dipelajari, lanjut melalui serangkaian teknik, metode,
dimiliki dan dikembangkan secara alat ukur. Hasil pengolahan tersebut dipakai
mendalam oleh setiap orang. Pengambilan sebagai masukan bagi pengambilan
keputusan disebut sebagai seni karena keputusan.
kegiatan tersebut selalu dihadapkan pada Di indonesia para kepala daerah tidak terlalu
sejumlah peristiwa yang memiliki memikirkan hal kecil, namun hal kecil
karakteristik keunikan tersendiri. tersebut yang akan menimbulkan masaah
baru yang lebih besar. Di indonesia krisis
Keputusan yang diambil dalam kasus listrik sering terjadi tak hayal pemerintah
pemilihan lampu LED sebagai salah 1 berutang ke luar nergi atau menghabiskan
alternatif dalam menciptakan keindahan kota pengeluaran negara untuk subsidi listrik.
serta mengurangi krisis listrik yang terjadi Lampu salah satu penyebab pemborosan
di indonesia. Dalam pengambilan keputusan, listrik sehingga PT PLN membuat program “
lampu led dipilih sebagai lampu penerangan pembagian lampu LED kepada masyarakat”
jalan untuk mengurang pemakaian listrik di dan serta beberapa kali program pematian
indonesia memerlukan pendekatan dan lampu secara bergilir. Semua program yang
pengambilan keputusan yang berbeda-beda. dilakukan PT PLN semeta meta hanya untuk
Pengambilan keputusan merupakan ilmu mengurangi pemakaian dan penghematan
karena aktivitas tersebut memiliki sejumlah lisrik oleh masyarakat.
cara, metode atau pendekatan tertentu yang
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

B. Pembahasan keputusan telah dirumuskan oleh Herbert


Simon (1976). Para pengambil keputusan,
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah menurut Simon,cenderung memilih
yang dihadapinya dengan tegas. Suatu kepuasan, daripada memaksimalkan; ia
keputusan merupakan jawaban yang pasti melihatnya suatu tindakan “cukup baik”
terhadap suatu pertanyaan. Keputusan harus telah memenuhi suatu keputusan yang
dapat menjawab pertanyaan tentang apa diperlukan. Simon berargumentasi bahwa
yang dibicarakan dalam hubungannya strategi pendekatan kepuasan telah sesuai
dengan perencanaan. Keputusan dapat pula dengan sifat keterbatasan manusia dalam
berupa tindakan terhadap pelaksanaan yang memproses informasi. Aturan main yang
sangat menyimpang dari rencana semula. [1] “Sampaikan permasalahan anda kepada
dan Pengambilan keputusan adalah suatu ahlinya dan kerjakan saja apa yang mereka
pendekatan yang sistematis tehadap hakikat katakan-karena hal tersebut cukup baik”.
alternative yang dihadapi dan mengambil Maka konsumen akan merasa puas terhadap
tindakan yang menurut perhitungan apa yang anda lakukan.
merupakan tindakan yang paling tepat.[2] c. Kepuasan berpura-pura (Quasi-satisficing):
Beberapa orang menggunakan aturan moral
Strategi Pengambilan Keputusan menurut sebagai satu-satunya aturan apabila mereka
Irving dibagi atas 6 macam: harus mengambil keputusan untuk menolong
a. Optimasi dan Resiko Sub-optimasi: seseorang dalam kesulitan/masalah.
Menjelaskan mengenai strategi optimasi Schwartz (1970) menyebut pendekatan ini
sebagai suatu tujuan untuk memilih tindakan sebagai “pengambilan keputusan moral”.
yang memberikan hasil paling tinggi. Sekali seseorang memutuskan bahwa
Strategi semacam ini memerlukan nilai, seseorang membutuhkan pertolongan dan
dalam terminologi manfaat dan biaya dari melihat ada suatu cara untuk dapat
masing-masing alternatif yang dipilih menolongnya, ia biasanya langsung
sebagai pembanding. Untuk mengambil mengambil tindakan tanpa terlebih dahulu
suatu keputusan dengan strategi optimasi melihat bahwa ada cara lain untuk dapat
dibutuhkan waktu dan uang yang besar menolongnya. sangat jelas bahwa pilihan
untuk mengumpulkan dan menguji semua yang didasarkan pada strategi quasi-
informasi yang sangat banyak. pendekatan kepuasan sangat berhubungan dengan aturan
ini masih kerapkali dianggap sebagai pengambilan keputusan yang sederhana,
pendekatan yang cukup ideal. yang dapat menghasilkan tindakan yang
b. Kepuasan (Satisficing): diinginkan atau tidak diinginkan masyarakat.
Hipotesis yang paling mempengaruhi para d. Eliminasi dengan Aspek:
administrator dalam pengambilan Pendekatan eliminasi digunakan untuk
proses yang optimis dan cepatdalm memilih
sejumlah alternatif yang tersedia. Pengambil
keputusan melakukannya secara eksekusi,
dimulai dari persyaratan yang paling penting
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

hingga persyaratan paling kecil. Semua kepuasan) diikuti dengan keputusan minor
alternatif yang tidak memenuhi persyaratan setelah arah kebijakan dasar ditentukan.
ini dihilangkan, dan proses eliminasi
dilanjutkan hingga tersisa hanya satu pilihan Etzione menggunakan istilah “scanning”
alternatif. berdasarkan referensi penelitian,
e. Incrementalism and Muddling Through: pengumpulan, prosesing, evaluasi, dan
Baybrooke dan Lindblom (1963) pembobotan informasi dalam proses
menganggap strategi incremental muddling- pembuatan pilihan.
through sebagai suatu tipe proses
pengambilan keputusan dari kelompok Ketika ia mengumpulkan informasi,
perkumpulan pluralistic. strategi incremental seberapa detil ia (pengambil keputusan)
muddling through adalah teknik yang akan memerlukan, dan seberapa komplit ia
diharapkan oleh orang yang malas atau harus mengenali langkah-langkah alternatif.
lambat berpikir. Tetapi Braybrooke dan Uraian Etzioni tentang strategi mixed
Lindblom melihat hal tersebut sebagai scanning meliputi sejumlah aturan untuk
metoda dengan mana badan pengambil mengalokasikan sumber daya untuk
keputusan sosial, bertindak sebagai koalisi scanning jika seorang pengambil kebijakan
dari kelompok yang tertarik dapat secara menghadapi krisis yang membuat ia
efektif membuat keputusan secara kumulatif merealisasikan bahwa kebijakan yang dibuat
dan akhirnya menjadikan suatu keputusan sebelumnya harus direview dan diubah.
kompromi yang dapat dikerjakan (workable
compromise). Lindblom dan asosiasinya Tipe pengmbilan keputusan
beragumentasi bahwa keputusan incremental 1. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur:
sebagian besar didasarkan pada kriteria keputusan yang berulang ulang dan rutin,
konsensus, daripada didasarkan pada nilai sehingga dapt diprogram. Keputusan
nyata yang diakibatkan oleh isu-isu, bisa terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd
pula mengabaikan kejahatan sosial tidak manjemen tkt bawah. Pengambilan
demokratis, atau pengambilan keputusan keputusan terprogram akan berlangsung
terpusat. dengan efektif apabila empat criteria dasar
dipenuhi :
f. Mixed Scanning : Ø Tersedia waktu dan dana yang memadai
Strategi Mixed Scanning terdiri atas dua untuk pengumpulan dan analisis data.
komponen, yaitu: Ø Tersedia data yang bersifat kuantitatif.
(1) beberapa ciri dari strategi optimasi Ø Kondisi lingkungan yang relatif stabil, yang
dikombinasikan dengan strategi eliminasi didalamnya tidak dapat tekanan yang kuat
aspek digunakan sebagai dasar kebijakan untuk secara cepat melakukan penyesuaian-
keputusan dan merupakan arah kebijakan penyesuaian tertentu terhadap kondisi yang
dasar selalu berubah.
(2) proses secara incremental (didasarkan
atas bentuk sederhana dari strategi
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

Ø Tersedia tenaga trampil untuk merumuskan 4. Keputusan Eksplorasi, suatu situasi yang
permasalahan secara tepat, termasuk sedikit informasi dan tidak ada kata sepakat
tuntutan operasional yang harus dipenuhi. tentang cara yang hendak dianut untuk
memulai mencari informasi.
2. Keputusan setengah terprogram / setengah
terstruktur Sistem informasi menyediakan 3 macam tipe
keputusan yg sebagian dpt diprogram, informasi :
sebagian berulang-ulang dan rutin dan 1. Informasi pengumpulan data (Scorekeeping
sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini information) : informasi yang berupa
seringnya bersifat rumit dan membutuhkan akumulasi atau pengumpulan data untuk
perhitungan serta analisis yang terperinci. menjawab pertanyaan.
3. Keputusan tidak terprogram/ tidak 2. Informasi Pengarahan perhatian (attention
terstruktur directing information) : membantu
keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang manajemen memusatkan perhatian pada
dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi masalah-masalah yg menyimpang,
di manajemen tingkat atas. Informasi untuk ketidakberesan.
pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk 3. Informasi Pemecahan masalah (Problem
mudah untuk didapatkan dan tdk mudah Solving information) : informasi untuk
tersedia dan biasanya berasal dari membantu para manajer atas mengambil
lingkungan luar. Pengalaman manajer keputusan memecahkan permasalahan yang
merupakan hal yg sangat penting didalam dihadapinya.
pengambilan keputusan tdk terstruktur.
KARAKTERISTIK INFORMASI
Kategori Keputusan (Nutt, 1989) :
1. Keputusan Representasi, pengambilan 1. Kepadatan Informasi
keputusan menghadapi informasi yang 2. Luas Informasi
cukup banyak dan mengetahui dengan tepat 3. Frekuensi informasi
bagaimana memanipulasikan data tersebut. 4. Waktu Informasi
Keputusan ini banyak menggunakan model- 5. Akses Informasi
model matematik seperti operation research, 6. Sumber Informasi
cost-benefit analysis dan simulasi.
2. Keputusan Empiris, suatu keputusan yang Tahapan Pengambilan Keputusan Simon
sedikit informasi tetapi memiliki cara yang (1960) :
jelas untuk memproses informasi pada saat · Intelligence : Pengumpulan informasi untuk
informasi itu diperoleh. mengidentifikasikan permasalahan.
3. Keputusan Informasi, suatu situasi yang · Design : Tahap perancangan solusi dalam
banyak informasi tetapi meliputi kontroversi bentuk alternatif pemecahan masalah.
tentang bagaimana memproses informasi · Choice : Tahap memilih dari solusi dari
tersebut. alternatif yang disediakan.
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

· Implementation : Tahap melaksanakan dalam mengatasi situasi problematic yang


keputusan dan melaporkan hasilnya dihadapi. Yang harus diperhatikan adalah :
Model pengambilan keputusan : Ø Gagasan yang aneh dan tidak masuk akal
Model Brinckloe (1977) Keputusan sekalipun dicatat secara teliti.
menggunakan pendekatan Ø Mengemukakan sebanyak mungkin pendapat
1. Fakta, secara sistematis akan dan gagasan
mengumpulkan semua fakta mengenai Ø Tidak melakukan penilaian atas sesuatu
masalah dan hasilnya ialah kemungkinan pendapat atau gagasan yang dilontarkan
keputusan akan lahir dengan sendirinya; Ø Para peserta diharapkan dapat memberikan
2. Pengalaman, seseorang yang sudah sanggahan pendapat atau gagasan yang telah
memiliki pengalaman tentu lebih matang dikemukakan oleh orang lain.
dalam membuat keputusan daripada seorang Ø Semua pendapat atau gagasan yang
yang sama sekali belum mempunyai dikemukakan kemudian dibahas hingga
pengalaman apa-apa namun perlu kelompok tiba pada suatu sintesis pendapat
diperhatikan bahwa peristiwa-peristiwa yang yang kemudian dituangkan dalam bentuk
lampau tidak akan pernah sama dengan pada keputusan.
saat ini;
3. Intuisi, tidak jarang keputusan yang diambil 2.Synetics
berdasarkan intuisi dikarenakan kurang Seorang diantara anggota kelompok peserta
mengadakan analisis yang terkendali maka bertindak selaku pimpinan diskusi. iantara
perhatian hanya ditujukan pada beberapa para peserta ada seorang ahli dalam teori
fakta; ilmiah pengambilan putusan.semua masalah
4. Logika, pengambilan keputusan yang dilontarkan dan didiskusikan Selanjutnya
berdasar logika ialah suatu studi yang pimpinan diskusi memilih hasil-hasil
rasional terhadap semua unsur pada setiap pemikiran tertentu yang dipandang
sisi dalam proses pengambilan keputusan; bermanfaat dalam pemecahan masalah. Dan
5. Analisis Sistem, kecanggihan dari komputer tenaga ahli menilai apakah rangkuman
telah merangsang banyak orang untuk keputusan itu layak atau tidak menurut teori
mengambil keputusan secara kuantitatif.
Teknik-teknik Pengambilan Keputusan. 3. Consensus thinking
(Siagian, S.P. (25-26;1993). Orang-orang yang terlibat dalam pemecahan
1. Brainstorming masalah harus setuju dengan hakikat,
Jika sekelompok orang mengadakan diskusi batasan dan dampak suatu situasi
dimana setiap orang yang terlibat diharapkan problematik yang dihadapi, sepakat pula
turut serta memberikan pandangannya. Pada tentang teknik dan model yang hendak
akhir diskusi berbagai pandangan yang digunakan untuk mengatasinya. Teknik ini
dikemukakan dirangkum, sehingga efektif bila beberapa orang memiliki
kelompok mencapai suatu kesepakatan pengetahuan yang sejenis tentang
tentang cara-cara yang hendak ditempuh permasalahan yang dihadapi dan tentang
teknik pemecahan yang seyogyanya
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

digunakan. Orang-orang diharapkan Model Proses Pengambilan Keputusan


mengikuti suatu prosedur yang telah dengan Contoh Kasus
ditentukan sebelumnya.
Pengambilan keputusan (decision making)
4. Delphi merupakan salah satu proses manajemen
Umumnya digunakan untuk mengambil yang penting bagi setiap organisasi.
keputusan meramal masa depan yang
diperhitungkan akan dihadapi organisasi, Manajemen lainya dilatar belakangi oleh
apakah suatu peristiwa dapat atau mungkin adanya keputusan yang dibuat oleh manajer
terjadi atau tidak.. Teknik ini sangat sesuai puncak, yang kemudian secara hirarkis
untuk kelompok pengambil keputusan yang dibuat oleh lini-lini manajemen ditingkat
tidak berada di satu tempat. staf-staf yang dibutuhkan. Pengambilan
keputusan dapat diartikan sebagai suatu
5. Fish bowling proses penilaian dan pemilihan dari berbagai
alternatif sesuai dengan kepentingan–
Sekelompok pengambil keputusan duduk kepentingan tertentu dengan menetapkan
pada suatu lingkaran, dan di tengah suatu pilihan yang dianggap paling
lingkaran ditaruh sebuah kursi. Seseorang menguntungkan. Mengindentifikasi masalah
duduk di kursi tersebut hanya dialah yang utama yang mempengaruhi tujuan,
boleh bicara untuk mengemukakan pendapat menyusun, menganalisis, dan memilih
ide dan gagasan tentang suatu permasalahan. berbagai alternatif tersebut dan mengambil
Para anggota lain mengajukan pertanyaan, keputusan yang dianggap paling baik.
pandangan dan pendapat.
Macam-Macam Jenis Pengambilan
6. Didactic interaction Keputusan
Digunakan untuk suatu situasi yang
Oleh Herbert Simon secara umum
memerlukan jawaban “ya” atau “tidak”.
membedakan antara dua jenis keputusan,
Dibentuk dua kelompok, dengan satu
yaitu:
kelompok mengemukakan pendapat yang
bermuara pada jawaban “ya” dan kelompok
1. Keputusan yang terprogram
lainnya pada jawaban “tidak”. Semua ide
(programmed decision)
yang dikemukakan baik pro maupun kontra
2. Keputusan yang tidak terprogram
dicatat dengan teliti.
(non-programmed decision).
7. Collective bargaining
Dua pihak yang mempunyai pandangan 1. Keputusan yang terprogram
berbeda bahkan bertolak belakang atas suatu (programmed decision)
masalah duduk di satu meja dengan saling
menghadap. Keputusan yang terprogram adalah
keputusan yang terstruktur atau yang muncul
berulang – ulang, Misalnya dalam
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

memutuskan jumlah bahan baik yang harus Ø Perancangan, yaitu mendaftar,


tersedia digudang, tidak bisa terlepas dari mengembangkan, dan menganalisis arah
proses perhitungan yang biasa digunakan. tindakan yang mungkin.

2.Keputusan yang tidak terprogram (non- Ø Pemilihan, yaitu menetapkan arah


progrmmed decision) tindakan tertentu dari totalitas yang ada.

Keputusan yang tidak terprogram apabila James L. Gibson, dkk.


keputusan baru pertama kali muncul dan
tidak tersusun (unstructured). Keputusan Mengemukakan proses pengambilan
semacam itu memerlukan penanganan keputusan seluruhnya terdiri atas enam
khusus, untuk memecahkan masalah, karena tahapan. Apabila ditetapkan kebijakan untuk
belum ada pedoman khusus dalam menangani masalah yang identik, maka
menangani masalah tersebut. manajer tidak dituntut untuk
mengembangkan dan mengevaluasi setiap
Macam-macam keputusan dalam munculnya masalah.
manajemen
Tahap 1.
B. Keputusan dan Jenjang Manajemen
Indetifikasi dan definisi masalah
Secara umum tingkatan manajemen dalam
organisasi itu ada 3, yaitu: Tahap ini meliputi kegiatan pengambilan
informasi, proses informasi, dan
1. Manajemen puncak (top manager), pertimbangan yang mendalam. Organisasi
2. Manajer menengah (middle manager) dapat diukur dengan perbedaan antara
3. Manajer rendah (lower manager). tingkat hasil yang diharapkan pada
perumusan tujuan dan sasaran dengan hasil
Untuk keputusan yang tidak terprogram, yang dicapai sesungguhnya.Beberapa
biasanya lebih banyak diambil oleh manajer indikator lain yang dapat membantu dalam
pada tingkat tinggi (top manager). melihat permasalahan organisasi adalah
Hubungan Macam Keputusan Dan sebagai berikut ;
Tingkatan Manajemen.
a. Penyimpangan kinerja
C. Tahap-tahap Pengambilan Keputusan
Indikator ini muncul apabila terjadi sebua
Sebagai dalam proses pengambilan perubahan secara tiba – tiba pada beberapa
keputusan, model tersebut memuat tiga pola kinerja yang telah ditetapkan.
tahap pokok, yaitu sebagai berikut : Contohnya, meningkatnya perputarn
karyawan, tingkat absensi yang meningkat,
Ø Riset, yaitu mempelajari lingkungan atas penurunan tingkat penjualan, pengeluaran
kondisi yang memerlukan keputusan.
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

yang semakin meningkat, dan banyaknya dihadapi pada problem dimana unit
produk yan rusak. bisnisnya terpaksa dijual karena hilangnya
pelanggan.
b. Kritikan orang lain
b. Masalah menghadapi krisis
Berbagai tindakan orang diluar organisasi
bisa menjadi pentujuk adanya masalah. Suatu masalah krisis merupakan masalah
Pelanggan mungkin tidak puas dengan yang tidak terduga dan dapat
sebuah produk yang dikomsumsi, menghancurkan jika tidak tertangani dengan
pemerintah memberikan tindakan hukum, cepat dan tepat. Para manajer menghadapi
dan serikat buruh yang mungkin persoalan krisis multi dimensi dan mereka
memberikan keluhannya. mengantisipasi krisis–krisis itu dengan
berbagai cara, misalnya dengan membentuk
c. Lingkungan sistem informasi krisis.

Lingkungan dapat memberi informasi Tahap-tahap 2.


masalah melalui berbagai cara. Contoh jika
pesaing sukses dalam meluncurkan produk Mengembangkan alternatif pemecahan.
baru yang menjadi pesaing produk
organisasi, maka timbul suatu masalah. Pengembangan alternatif merupakan proses
pencarian dimana lingkungan intern dan
Tipe – Tipe Masalah ekstern yang relavan dari organisasi
diperiksa untuk memberikan informasi yang
a. Masalah terstruktur dan tidak dapat dikembangkan menjadi alternatif yang
terstruktur mungkin.

Masalah–masalah terstruktur merupakan Namun demikian, manajer harus ingat akan


masalah pada umumnya, terus terang dan beberapa keterbatasan dalam setiap
jelas dalam hal informasi yang alternatif, misalnya keterbatasan dalam
membutuhkan untuk menyelesaikanya. masalah hukum, etika, peraturan yang ada.
Sebagai contoh, masalah–masalah pribadi
biasanya terjadi ketika pembuatan keputusan Tahap 3.
kenaikan gaji dan promosi permintaan
liburan, tugas-tugas kepanitian, dan Evaluasi alternatif pemecahan
sebagainya.
Pada situasi yang lain, manajemen lebih
Masalah tidak terstruktur (unstructured sering menghadapi situasi dengan kepastian
problems) merupakan masalah yang yang tinggi. Dalam hal ini tidak mudah
membingungkan dan memiliki informasi memperkirakan konsekuesin dari keputusan.
yang terbatas dalam situasi yang baru atau
tidak terduga. Contohnya, perusahaan Situasi resiko dengan tidak pasti berada
diantara dari ekstern tersebut.
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

Oleh karena itu hubungan antara alternatif masalah tersebut menjadi perilaku dalam
keluaran didasarkan pada tiga kondisi organisasi.
tersebut adalah :
Tahap 6.
1. Kodisi kepastian.
2. Kondisi berisiko Evaluasi dan pengendalian
3. Kondisi ketidakpastian
Tahap terakhir adalah monitor dan evaluasi.
Tahap 4. Tahap ini dilaksanakan untuk memastikan
bahwa pelaksanaan keputusan yang diambil
Memilih alternatif mengenai sasaran dan tujuan yang ingin
dicapai.
Tahap ke empat merupakan tindakan
terpenting yaitu memilih alternatif terbaik Jika ternyata tujuan tidak tercapai, manajer
diantara alternatif – alternatif yang telah dapat melakukan respon dengan cepat.
dinilai dan di evaluasi.
D. Gaya Pengambilan Keputusan
Tujuan pemilihan alternaif adalah
memecahka masalah agar dapat mencapai Gaya Manajer dalam pengambilan
tujuan dan sasaran yang telah ditentukan keputusan akan banyak diwarnai oleh
sebelumnya. beberapa hal seperti latar belakang
pengetahuan, perilak pengalaman, dan
Walaupun manajer sebagai pengambil sejenisnya. Cara-cara manajer dala
keputusan memilih alternatif dengan mendekati masalah tersebut antara lain :
harapan mencapai sasaran, tetapi memilih
tersebut seharus tidak dipandang sebagai Ø Pertama, penghindar masalah. Seorang
suatu aktifitas yang mandiri. penghindari masalah mengabaikan informasi
yang menunujukkan kesebuah masalah. Para
Tahap 5. penghindari masalah ini tidak aktif dan tidak
ingin menghadapi masalah.
Implementasi keputusan
Ø Kedua, penyelesian masalah. Seorang
Implementasi mencakup pencapaian penyelesaian masalah mencoba
keputusan itu kepada orang–orang yang menyelesaikan masalah-masalah apabila
terkait dan mendapatkan komitmen mereka masalah-masalah itu muncul. Mereka
pada keputusan tersebut. bersikap reaktif menghadapi masalah-
masalah yang timbul.
Oleh karena itu pekerjaan manajer tidak
hanya terbatas pada keterampilan memilih Ø Ketiga, Pencarian masalah. Seorang
pemecahan yang baik, akan tetapi meliputi pencari masalah secara aktif mencari
juga pengetahuan dan keterampilan yang masalah-masalah guna diselesaikan atau
perlu untuk melaksanakan pemecahan mencari peluang-peluang baru untuk dikejar.
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

E. Model Pengambilan Keputusan Ketersediaan ( Availabity heuristik)

Teori manajemen mengenal perbedaan Terjadi ketika orang menggunakan


antara dua model utama dalam pembuatan informasi yang telah tersedia sebagai basis
keputuan. Kedua model tersebut adalah penilaian situasi atau peristiwa yang sedang
model klasik dan model perilaku. berlangsung.

1. Model Keputusan Klasik Misalnya untuk tidak menanam modal ke


dalam suatu produk baru berdasarkan hasil
Model keputusan klasik (classical dicision) penjualan saat ini.
berpandangan bahwa manager bertindak
dalam kepastian. Pendekatan klasik ini Representtativeness heuristik
merupakan model yang Sangat rasional utuk
pembuatan keputusan manajerial. Terjadi bila orang menilai kemiripan sesuatu
berdasarkan stereotip seperangkat peristiwa
2. Model keputusan Administratif yang sama.

Menurut Herbrt Simon, manager dalam Biasa pontesialnya adalah stereotip


pengambilan keputusan menghadapi tiga representatif dapat terjebak kedalam
kondisi : pendiskriminasian factor–faktor unik yang
relavan terhadap keputusan tersebut.
(a) Informasi tidak sempurna dan tidak
lengkap, Anchoring and adjusment heuristik
(b) Rasionalitas yang terbatas (bounded
rasionality), Meliputi pembuatan keputusan berdasarkan
(c) Cepat puas (satisfice). penyesuaian terhadap nilai atau titik tolak
yang telah ada.
Heuristik Penilaian
Contohnya, nilai pasar seseorang secara
Adalah pengambilan keputusan yang subtansi mungkin lebih tinggi dari pada
disederhanakan dikarenakan kondisi dan upah yang diterima.
situasi.
F. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Tiga macam heuristik dipakai orang dalam INDIVIDU
mengambil keputusan yaitu:
Dalam keputusan individual, manager
1. Ketersedian (availability heuristik), membuat pilihan tindakan yang disukai.
2. Perwakilan (representativeness ), dan Beberapa faktor perilaku hanya mempunyai
3. Penyesuaian dan anchoring (anchoring aspek–aspek tertentu dari proses
and adjusment hueristik). pengambilan keputusan.
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

Faktor tersebut adalah : 1. Dalam menetapkan sasaran,


pertimbangan nilai perlu sekali mengenai
Ø Kepribadian nilai, pemilihan kesepatan dan penentuan
prioritas.
Ø Kencendrungan akan resiko, dan 2. Dalam mengembangkan alterntif, orang
perlu mempertimbankan nilai berbagai
Ø Kemungkinan ketidakcocokkan. macam kemungkinan.
3. Apabila memilih alternatif, nilai dari
Keperibadian
orang yang mengambil kputusan
memperngaruhi alternatif manakah yang
Satu penelitian telah berusaha pengaruh dari
akan dipilih.
beberapa variable terpilih teradap proses
4. Apabila melaksanakan keputusan,
pengambilan kepriadian, tetapi memasukan
pertimbangan nilai sangat perlu dalam
juga rangkaian variable lain yaitu :
memilih cara pelaksanaanya.
Ø Variabel kepribadian. 5. Dalam fase evaluasi dan pengendalian,
pertimbangan nilai tidak dapat dihindari
Hal ini mencakup sikap, kepercayaan apabila mengambil tindakan.
individu.
Kecenderungan Akan Resiko
Ø Variabel situasional.
Seseorang pengambil keputusan yang agak
Menyinggung situasi ekstern, yang dapat segan mengambil resiko akan menetapkan
diamati, yang dihadapi oleh orang – orang sasaran yang bebeda, mengavaluasi
itu sendiri. alternatif secara berbeda juga. Orang
tersebut akan berusaha menetapkan pilihan
Ø Variabel interaksional. dimana resiko atau ketidakpastian sangat
rendah, atau diana kepastian akan hasilnya
Hal ini menyinggung keadaan pada saat itu sangat tinggi.
dari orang-orang sebagai akibat dari
interaksi situasi tertentu dengan ciri-ciri khas Kemungkinan ketidak Cocokan
kepribadian orang.
Apabila terjadi ketidak cocokan, maka tentu
Nilai saja ketidak cocokan ini dapat dikurangi
dengan mengakui bahwa telah terjadi
Nilai itu diperoleh pada waktu orang masih kesalahan. Orang tesebut lebih
muda sekali dan merupakan bagian dasar memungkinkan menggunakan satu atau
dari pikiran seseorang. Pengaruh itu dapat beberapa metode berikut ini untuk
dilihat dari setiap proses pengambilan mengurangi ketidak cocokan mereka :
keputusan manajemen sebagai berikut ;
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

1. Mencari informasi yang mendukung Contoh Kasus : Masalah Grosir


kebijaksanaan dari keputusa mereka.
2. Secara selektif memahami (mengubah) Salah satu permasalahan yang sering
informasi dengan suatu cara yang dapat dihadapi grosir adalah bagaimana
mendukung keputusan mereka. menentukan tingkat persediaan (stock)
3. Merubah siap mereka, sehingga mereka barang agar permintaan konsumen terpenuhi
memiliki pandangan yang baik terhadap dan biaya gudang (tempat penyimpanan
alternatif yang telah ditetapkan barang) tersebut tidak terlalu mahal. Hal ini
sebelumnya. selalu menjadi tujuan karena
4. Mengelakan pentingnya segi – segi ketidakmampuan memberikan solusi yang
postif dan mempertinggi unsur – unsur optimal akan menghasilkan dua jenis
positif dari keputusanya. kerugian dalam usaha grosir. Sebagai contoh
khusus, diambil masalah grosir buah yang
G. Pengambilan Keputusan Kelompok menjual buah strawbarry. Buah ini
mempunyai masa (waktu) jual yang terbatas,
Dalam mengunakan kelompok, manajer dalam arti jika tidak terjual pada hari
harus memperhatikan keuntungan dan pengiriman, maka tidak akan laku dijual
kerugian dari kelompok tersebut. pada hari berikutnya. Jika diandaikan harga
pengambilan satu keranjang strawberry
Keuntungan : adalah $20, dan grosir akan menjualnya
dengan harga $50 satu keranjang. Berapa
1. Informasi dan pengetahuan lebih keranjangkah persediaan yang perlu diambil
banyak. setiap hari oleh grosir agar mendapat resiko
2. Lebih banyak alternatif yang dapat kerugian minimum, atau agar mendapat
dihasilkan. keuntungan maximum? Hal ini dapat
3. Penerimaan penilaian hasil akhir akan diselesaikan dengan konsep peluang jika
lebih besar. informasi tentang jumlah data penjualan
4. Komunikasi yang lebih baik akan
muncul. beberapa hari yang lalu ada dicatat. Untuk
membahas kasus ini selanjutnya diandaikan
Kerugian : data penjualan selama 100 hari yang lalu
tercatat sebagai berikut:
1. Membutuhkan waktu yang lebih lama
dan biaya yang lebih besar karena
waktu yang hilang banyak.
2. Menimbulkan kompromi
3. Satu atau beberapa orang barang kali
akan mendominasi kelompok.
4. Tekanan kelompok akan muncul dan
membatasi kreativitas individual.
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

Tabel 1. Data Penjualan disediakan oleh grosir adalah 12 keranjang


namun permintaan pada hari itu hanya 10
Jumlah Strawbary terjual keranjang, maka grosir akan mengalami
Jumlah Hari (Dalam Satuan Penjualan kerugian sebesar $40 (yaitu dari harga
Keranjang) pembelian 2 keranjang strawberry yang
tidak terjual). Jenis kerugian yang kedua
10 15 adalah opportunity looses. Jenis kerugian ini
disebabkan oleh kurangnya persediaan
11 20 sehingga ada pembeli yang tidak terlayani.
12 40
Dengan kata lain, kerugian ini timbul akibat
keuntungan yang seharusnya diperoleh
13 25
tetapi tidak jadi diperoleh karena
Jumlah 100 kekurangan stock. Misalnya dari kasus di
atas, jika jumlah strawberry yang disediakan
oleh grosir adalah 10 keranjang sedangkan
ANALISIS KEPUTUSAN permintaan pada hari itu mencapai 12
keranjang, maka grosir akan mengalami
Analisis keputusan yang dimaksud disini kerugian sebesar $60 (yaitu keuntungan
adalah suatu rangkaian proses dalam yang tidak diterima dari hasil penjualan 2
membahas permasalahan yang dikemukakan keranjang strawberry bila stock ada).
di atas. Hal ini dapat dilakukan dengan
memperkenalkan konsep jenis kerugian Tabel.2 Tabel Kerugian Bersyarat
yang ditimbulkan, pemakaian konsep
peluang, dan perhitungan ekspektasi Kemungkinan
kerugian. Persediaan yang
Kemungkinan Dilakukan(X)
 Pendefinisian Jenis Kerugian Jumlah Yang
diminta (X)
Bila dalam membahas permasalahan di atas 10 11 12
kita fokuskan terhadap minimisasi kerugian 13
maka perlu didefinisikan dua jenis kerugian
yang akan ditimbulkan dalam kasus tersebut. 10 $0 $20 $40 $60
Jenis kerugian yang pertama dikenal dengan
obsolescence looses. Jenis kerugian ini 11 30 0 20 40
disebabkan oleh persediaan yang terlalu
banyak sehingga harus dibuang pada hari 12 60 30 0 20
berikutnya, (jenis ini hampir sama dengan
13 90 60 30 0
biaya gudang akibat terlalu lama
penyimpanan). Misalnya dari kasus tersebut
di atas, jika jumlah strawberry yang
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

Adopsi Konsep Peluang disajikan dalam tabel, dengan


memperhitungkan semua kemungkinan yang
Konsep peluang yang sudah didefinisikan dapat terjadi, dimulai dari tabel ekspektasi
sebelumnya dapat diadopsi untuk data kerugian bila persediaan 10 keranjang
persoalan tersebut di atas. Jika tujuan grosir sampai dengan tabel ekspaktasi kerugian
adalah untuk menentukan persediaan jumlah bila persediaan 13 keranjang.
strawberry dalam satuan keranjang pada hari
tersebut, dimisalkan dengan X, maka Tabel 4. Ekspektasi kerugian dari Persediaan
berdasarkan data di atas X adalah peubah 10 Keranjang
acak diskrit yang dapat mengambil nilai 1O,
11, 12, dan 13. Dan distribusi Peluang X Jumlah
Kerugia Ekspekta
(jumlah keranjang strawberry) dapat Kemungkina Peluan
n si
dinyatakan sebagai berikut: n g X P
Bersyara Kerugian
Permintaan (X)
Tabel 3. Distribusi Peluang X t X.P (X)
(X)

Jumlah 10 $0 0.15 $0.00


Strawbary Jumlah
Frekwensi 11 30 0.20 6.00
terjual Dalam Hari
Relatif (fr)
Satuan Penjualan
12 60 0.40 24.00
Keranjang
P(X=x)
(f)
13 90 0.25 22.50
(X)
10 15 0.15 Jumlah 1.00 $52.50

11 20 0.20
Kolom kerugian bersyarat pada Tabel 4 di
12 40 0.40 alas diambil, dari tabel 2 untuk kasus
persediaan 10 keranjang. Kolom ke empat
13 25 0.25 dari Tabel 4 menyatakan bahwa jika 10
keranjang disediakan setiap hari selama
Jumlah 100 1.00
masa yang panjang (long period), maka
kerugian secara rata-rata (ekspektasi
Perhitungan Ekspektasi Kerugian kerugian) adalah $52.50. Tentu tidak ada
jaminan bahwa jika besok diambil
Mengingat tujuan utama dari analisis ini persediaan 10 keranjang maka sudah pasti
adalah untuk menentukan jumlah stock akan rugi %52.50. Dengan cara yang sama
strawberry agar resiko (kerugian) minimum, tabel 5, 6, dan 7 dapat dibentuk dan
maka analisis dilakukan dengan diinterpretasikan.
memperhitungkan ekspektasi kerugian.
Analisis perhitungan ekspektasi ini akan
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

Tabel 5. Ekspektasi Kerugian Dari


Persediaan 11 Keranjang
Tabel 6. Ekspektasi Kerugian Dari
Jumlah Persediaan 12 Keranjang
Kerugia Ekspekta
Kemungkina Peluan
n si
n g X P Jumlah
Bersyara Kerugian Kerugia Ekspekta
Permintaan (X) Kemungkina Peluan
t X.P (X) n si
(X) n g X P
Bersyara Kerugian
Permintaan (X)
t X.P (X)
10 $20 0.15 $3.00 (X)

11 0 0.20 0.00 10 $40 0.15 $6.00

12 30 0.40 12.00 11 20 0.20 4.00

13 60 0.25 15.00 12 0 0.40 0.00

Jumlah 1.00 $30.00 13 30 0.25 7.50

Jumlah 1.00 $17.50


Hasil analisis ekspektasi kerugian yang
disajikan dalam tabel 4 sampai dengan 7
dapat digunakan untuk mengambit Tabel 7. Ekspektasi Kerugian Dari
keputusan. Dapat dilihat bahwa minimum Persediaan 13 Keranjang
kerugian yang terjadi adalah $17.50. Hal ini
terjadi pada tingkat persediaan 12 keranjang Jumlah
Kerugia Ekspekta
Strawberry. Ini berarti grosir lebih baik Kemungkina Peluan
n si
menyediakan 12 keranjang setiap harinya, n g X P
Bersyara Kerugian
untuk kasus tersebut di atas. Permintaan (X)
t X.P (X)
(X)
Seandainya untuk membahas permasalahan
di atas dilakukan anatisis dengan 10 $60 0.15 $9.00
mempertimbangkan keuntungan yang
maksimum, maka hasilnya tidak akan 11 40 0.20 8.00
berbeda yaitu dengan jumlah persediaan 12
12 20 0.40 8.00
keranjang perharinya.
13 0 0.25 0.00

Jumlah 1.00 $52.50


Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

Kesimpulan dari kasus di atas keputusan.Definisi pengambilan


keputusan adalah : pemilihan alternatif
Pemakaian Teori Peluang untuk membahas perilaku dari dua alternatif atau lebih
persoalan ketidakpastian dapat dilakukan tindakan pimpinan untuk menyelesaikan
bilamana dimiliki suatu informasi yang masalah yang dihadapi dalam organisasi
dapat dimodifikasi menjadi frekwensi relatif. yang dipimpinnya dengan melalui pemilihan
Contoh kasus masalah grosir buah tetah satu diantara alternatif-alternatif yang
menunjukkan bagaimana penggunaan dimungkinkan.
konsep teori peluang dan ekspektasi Dan keputusan di dalam manajemen dibagi
digunakan untuk mengambii keputusan. Dan 2:
perhitungan dapat diperoleh bahwa nilai
minimum kerugian adalah $17.50, dengan 1. Keputusan terprogram/keputusan
jumlah persediaan perharinya 12 keranjang. terstruktur : keputusan yg berulang-ulang
dan rutin, sehingga dapt diprogram.
1. Definisi Pengambilan Keputusan Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan
Keputusan : adalah hasil pemecahan terutama pd manjemen tingkat bawah.
masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal Contoh keputusan pemesanan barang.
ini berkaitan dengan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang 2. Keputusan tidak terprogram/ tidak
harus dilakukan dan mengenai unsur-unsur terstruktur : keputusan yg tidak terjadi
perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa berulang-ulang dan tidak selalu terjadi.
keputusan itu sesungguhnya merupakan Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat
hasil proses pemikiran yang berupa atas. Informasi untuk pengambilan
pemilihan satu diantara beberapa alternatif keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk
yang dapat digunakan untuk memecahkan didapatkan dan tdk mudah tersedia dan
masalah yang dihadapinya. biasanya berasal dari lingkungan luar.
Keputusan itu sendiri merupakan unsur Pengalaman manajer merupakan hal yg
kegiatan yang sangat penting. Jiwa sangat penting didalam pengambilan
kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk
dari kemampuan mengatasi masalah dan bergabung dengan perusahaan lain
mengambil keputusan yang tepat. Keputusan merupakan contoh keputusan tidak
yang tepat adalah keputusan yang berbobot terprogram.
dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya
merupakan keseimbangan antara disiplin 2. Dasar Pengambilan Keputusan
yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi a. Pengambilan Keputusan
terhadap bawahan. Keputusan yang Berdasarkan Intuisi yaitu
demikian ini juga dinamakan keputusan : Pengambilan keputusan yang
yang mendasarkan diri pada relasi sesama. berdasarkan perasaan hati yang
Ada beberapa definisi tentang pengambilan seringkali bersifat subyektif.
keputusan. Dalam hal ini arti pengambilan Pengambilan keputusan yang
keputusan sama dengan pembuatan
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

berdasarkan intuisi membutuhkan waktu pengetahuan praktis di kemudian hari.


yang singkat, untuk masalah-masalah
yang dampaknya terbatas, pada d. Pengambilan Keputusan
umumnya pengambilan keputusan yang Berdasarkan Fakta : yaitu
bersifat intuitif akan memberikan Pengambilan keputusan yang dibuat
kepuasan sepihak dan bersifat perasaan. berdasarkan data empiris dan fakta
nyata sehingga dapat memberikan
Sifat subjektif dari keputusuan keputusan yang valid sehingga tingkat
intuitif ini memberikan keuntungan, kepercayaan terhadap pengambil
yaitu : keputusan dapat lebih tinggi. Istilah
a. Pengambilan keputusan oleh satu fakta perlu dikaitkan dengan istilah data
pihak sehingga mudah untuk dan informasi. Kumpulan fakta yang
memutuskan. telah dikelompokkan secara sistematis
b. Keputusan intuitif lebih tepat untuk dinamakan data. Sedangkan informasi
masalah-masalah yang bersifat adalah hasil pengolahan dari data.
kemanusiaan Dengan demikinan, data harus diolah
lebih dulu menjadi informasi yang
b. Pengambilan Keputusan kemudian dijadikan dasar pengambilan
Rasional : yaitu Pengambilan keputusan.
keputusan yang dibuat berdasarkan
pertimbangan rasional berfikir dan lebih
bersifat objektif. Keputusan yang e. Pengambilan Keputusan
bersifat rasional berkaitan dengan daya Berdasarkan Wewenang : yaitu
guna pikir. Masalah–masalah yang pengambilan keputusan yang
dihadapi merupakan masalah yang berdasarkan atas wewenang/kedudukan
memerlukan pemecahan rasional. yang dimiliki oleh seseorang yang
Keputusan yang dibuat berdasarkan menjadi pemimpin. Setiap orang yang
pertimbangan rasional lebih bersifat menjadi pimpinan organisasi
objektif dan dapat diukur. mempunyai tugas dan wewenang untuk
mengambil keputusan dalam rangka
c. Pengambilan Keputusan menjalankan kegiatan demi tercapainya
Berdasarkan Pengalaman : yaitu tujuan organisasi yang efektif dan
Pengambilan keputusan yang efisien.
berdasarkan pengalaman-pengalaman
yang diperoleh sehingga dapat
digunakan untuk memperkirakan apa
yang menjadi latar belakang masalah
dan bagaimana arah penyelesaiannya.
Keputusan yang berdasarkan
pengalaman sangat bermanfaat bagi
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

3. Jenis-Jenis Keputusan 3. Rasional


Jenis keputusan dalam sebuah organisasi
dapat digolongkan berdasarkan banyaknya Didasarkan pada pengetahuan orang-orang
waktu yang diperlukan untuk mengambil mendapatkan informasi, memahami situasi
keputusan tersebut, bagian mana organisasi dan berbagai konsekuensinya.
harus dapat melibatkan dalam mengambil
keputusan dan pada bagian organisasi mana 4. Praktikal
keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar jenis keputusan terbagi Didasarkan pada keterampilan individual
menjadi dua bagian yaitu : dan kemampuan melaksanakan. Seseorang
a. Keputusan Rutin akan menilai potensi diri dan kepercayaan
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang dirinya melalui kemampuanya dalam
sifatnya rutin dan berulang-ulang serta bertindak.
biasanya telah dikembangkan untuk
mengendalikannya. 5. Interpersonal

b. Keputusan tidak Rutin Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial


Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang ada. Hubungan antar satu orang
yang diambil pada saat-saat khusus dan keorang lainnya dapat mempengaruhi
tidak bersifat rutin. tindakan individual.

4. Faktor-Faktor yang 6. Struktural


Mempengaruhi dalam Pengambilan
Keputusan Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi
dan politik. Lingkungan mungkin
1. Fisik memberikan hasil yang mendukung atau
mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
Didasarkan pada rasa yang dialami pada
tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau Selanjutnya, John D.Miller dalam Imam
kenikmatan. Ada kecenderungan Murtono (2009) menjelaskan faktor-faktor
menghindari tingkah laku yang yang berpengaruh dalam pengambilan
menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya keputusan adalah: jenis kelamin pria atau
memilih tingkah laku yang memberikan wanita, peranan pengambilan keputusan, dan
kesenangan. keterbatasan kemampuan.

2. Emosional Implikasi Manajerial dalam Pengambilan


Keputusan :
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang Proses Pengambilan Keputusan dalam
akan bereaksi suatu situasi secara subjective. partisipatif dalam organisasi sekolah
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

Manajerial yang baik. Rendahnya kemapuan demikian , pengambil keputusan juga tak
kepala sekolah akan berpengaruh terhadap mampu untuk menetapkan berbagai
perolehan dukungan dari masyarakat kemungkinan yang akan terjadi sebagai hasil
khususnya dukungan dalam mengambilan dari pemilihan alternatif yang diambilnya.
keputusan yang dikeluarkan sekolah terkait Karena keputusan yang diambil bersifat
dengan kebijakan dan rencana program spekulatif, dan sering kali mengandalkan
pengembangan sekolah. intuisi yang semata sebagai pedomanya.

7. Kondisi Yang Mempengaruhi 8. Proses Pengambilan Keputusan


Keputusan Kata proses pada dasarnya berkaitan dengan
Selain ketersediaan informasi yang sangat urutan langkah yang mengarah pada hasil
erat dengan hasil keputusan, juga hal – hal tertentu, sehingga didalam proses
lain yang mempengaruhi kondisi tersebut pengambilan keputusan tidak akan terlepas
dan perlu diperhatikan, Yaitu : dari :

1. Kondisi kepastian: Kondisi kepastian 1. intelligence ( penyelidikan ) :yaitu


merupakan kondisi dimana pengambil pencarian kondisi yang memerlukan
keputusan mempunyai informasi yang keputusan
lengkap mengenai masalah yang dihadapi, 2. design ( rancangan ) :Yaitu dengan
alternatip pemecahan masalah dan hasil pengembangan dan analisis terhadap
yang mungkin diperoleh, sehingga berbagai kemungkinan tindakan, dan,
pengambil keputusan dalam kondisi yang 3. choice ( pemilihan ) :yang berkenaan
pasti, jika dirinya dapat mengontrol dan dengan pemilihan tindakan yang
mengantisipasi sepenuhnya terhadap sesungguhnya.
kejadian yang akan timbul.
2. Risiko : Risiko merupakan kondisi yang 9. Gaya Pengambilan Keputusan
dapat diindentifikasi, didefinisikan, Perilaku seseorang akan mendekati dalam
diprediksi kemungkinan terjadinya dan melaksanakan pengambilan keputusan. Gaya
kemungkinan hasil dari setiap alternatif yang kepemimpinan dan gaya hidup adalah dua
diambil, biasanya kondisi yang demikian itu diantara contoh gaya yang mempengaruhi
timbul jika pengambil keputusan dalam didalam mengambil keputusan. Seperti
keadaan keterbatasan informasi yang halnya gaya ( perilaku ) kepemimpinan yang
berkaitan dengan keputusan yang akan ditampilkan oleh seseorang didalam
ditetapkanya, sebaliknya , suatu risiko tidak melakukan pengambilan keputusanpun
akan terjadi jika pengambil keputusan dapat bermacam – macam. Menurut Carl Jung (
merumuskan suatu kemungkinan secara 1923 ) seorang psikolog telah
obyektif. mengindentifikasikan empat fungsi dalam
3. Kondisi ketidak pastian: Merupakan kaitanya dengan pengambilan keputusan,
kondisi dimana pengambil keputusan tidak Yaitu :
memiliki informasi yang diperlukan dalam
pengambil keputusan. Dalam hal yang
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

1. sensing ( pengideraan ): berkaitan keputusan kelompok selalu lebih disukai


dengan tendensi untuk mencari fakta, dari pada keputusan oleh individu sendiri ?
bersifat realistis, dan melihat sesuatu dalam pertanyaan ini tergantung dari berbagai
perspektif yang obyektif. Karenanya fungsi faktor, yaitu keunggulan dan kekurangan
ini menempatkan nilai yang tinggi pada dari keputusan kelompok tersebut, yakni :
fakta yang dapat divertivikasi oleh
penggunaan pancaindera , menyukai Keunggulan keputusan kelompok
Keputusan individual dan kelompok ini
rutinitas dan presisi.
2. intuiting ( intuisi ) :Yaitu berkaitan masing – masing memiliki kekuatan sendiri
dengan tendensi untuk mencoba – sendiri, karenanya masing – masing juga
menyingkap kemungkinan – kemungkinan tidak selalu ideal untuk semua situasi.
baru guna mengubah cara menangani Namun beberapa keunggulan keputusan
sesuatu. Menyukai situasi yang baru dan kelompok dibandingkan dengan keputusan
individual adalah sebagai berikut :
unik , tidak menyukai hal – hal yang bersifat
rutin, detail dan presisi. 1. Informasi dan pengetahuan lebih
3. thinking ( pemikiran): adalah tendensi lengkap. Dalam menghimpun sumber daya
untuk mencari hubungan sebab akibat yang dari sejumlah individu , berarti lebih banyak
sistematik untuk dianalisis secara utuh, dan masukan yang dipakai dalam proses
membedakan dengan tegas antara yang pembuatan keputusan.
benar dan yang salah, dan pemikiranya 2. Keragaman pandangan lebih banyak.
bertumpu pada proses kognitif. Selain masukan yang banyak, kelompok
4. feeling ( perasaan ): yaitu tendensi untuk dapat membawa serta heterogenitas mereka
mempertimbangkan bagaimana perasaan diri kedalam proses keputusan. Hal ini membuka
sendiri dan orang lain sebagai akibat dari peluang bagi lebih banyak pendekatan dan
keputusan – keputusan yang dibuat, dalam alternatip yang akan menjadi pertimbangan.
hal ini ada perbedaan – perbedaan antara 3. Penerimaan keputusan lebih besar.
yang baik dan buruk, bernilai dan tak Banyak solusi yang ternyata gagal setelah
bernilai.dan ia menggantungkan diri pada keputusan diambil, karena orang – orang
proses afektif tidak dapat menerima hasil keputusan
tersebut. Akan tetapi , bila orang yang akan
10. Pengambilan Keputusan Secara dikenai oleh keputusan itu dan orang
Kelompok tersebut dapat ambil bagian dalam proses
Proses pengambilan keputusan kelompok pembuatanya, maka mereka lebih cenderung
adalah salah satu corak proses pengambilan untuk menerimanya, dan bahkan akan
keputusan dalam organisasi. Ciri dari mendorong orang lain untuk menerimanya.
prosesnya ditandai dengan keterlibatan dan 4. Legitimasi keputusan lebih kuat.
partisipasi orang banyak. Sering kali Masyarakat kita menghargai metode –
keputusan semacam ini dianggap ideal dan metode yang demokratis. Proses
dipergunakan secara luas dalam organisasi . pengambilan keputusan kelompok yang
Namun, apakah hal ini berarti bahwa konsisten dengan sikap demokratis
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

dipandang lebih memiliki keabsahan dari jawab, tetapi tak jelas siapa yang
pada keputusan yang dibuat oleh seorang bertanggung jawab, sedangkan pada
individu. keputusan kelompok tanggung jawab dari
Kekurangan keputusan kelompok setiap anggota diabaikan.
Disamping keunggulan – keunggulanya.
Sudah barang tentu keputusan kelompok 11. Teknik-Teknik Keputusan Dalam
juga mengandung kelemahan. Beberapa Kelompok
kekurangan keputusan kelompok antara lain Bentuk yang paling lazim ( tradisional )
: dalam proses pengambilan keputusan
kelompok terjadi dalam interaksi tatap
1. Memakan waktu.Untuk membentuk muka. Dalam hal ini, teknik – teknik
suatu kelompok sudah jelas membutuhkan brainstorming ( sumbang saran ), nominal
waktu tersendiri. Proses interaksi yang group ( kelompok nominal ), dan delphi
terjadi begitu kelompok terbentuk juga telah dianggap sebagai cara yang baik untuk
sering sekali tidak efisien. Akhirnya meminimalkan berbagai masalah yang
kelompok membutuhkan waktu yang lebih timbul didalam interaksi kelompok
lama untuk mencapai kesepakatan terhadap tradisional itu.
sebuah solusi dari pada yang dapat
dilakukan seorang individu. Hal ini tentu 1. Brainstorming
saja membatasi kemampuan manajemen Teknik brainstorming adalah salah satu
untuk bertindak cepat pada saat diperlukan. bentuk teknik kelompok. Pada pokoknya
2. Tekanan untuk sependapat. Keinginan teknik ini untuk menggali dan mendapatkan
anggota kelompok untuk diterima dan gagasan – gagasan dari anggota kelompok.
dipertimbangkan sebagai aset bagi Karena, teknik brainstorming lebih berfokus
kelompok akan mengakibatkan adanya pada penggalian gagasan daripada evaluasi
penekanan pada pihak yang berbeda gagasan. Semakin banyak gagasan yang
pendapat, dan mendorong persesuaian digali, maka semakin besar peluang untuk
diantara sejumlah pandangan. Keadaan mendapatkan solusi kreatif atas sesuatu
seperti ini juga mmendorong terjadinya masalah yang dihadapi. Namun demikian
pemikiran kelompok ( groupthink ) akan teknik ini mengandung beberapa kelemahan
dimana tekanan kelompok mengarah pada , Yaitu : a..Hanya dapat diterapkan pada
menurunya efisiensi mental, minimnya uji masalah – masalah yang sederhana b.
realitas, dan kurangnya pertimbangan moral. Sangat memakan waktu dan biaya, c. Hanya
3. Dominasi oleh minoritas. Boleh jadi menghasilkan ide – ide yang dangkal.
didominasi oleh satu atau beberapa anggota
Jika koalisi dominasi ini juga terdiri anggota 2. Nominal group technique
Berbeda dengan brainstorming, nominal
yang berkemampuan rendah dan menengah,
maka efektifitas kelompok secara group technique (NGT) berkenaan dengan
keseluruhan akan mengalami gangguan. penggalian dan evaluasi gagasan sekaligus.
4. Tanggung jawab yang kabur. Anggota Pada mulanya gagasan – gagasan digali
kelompok sama berbagi ( share ) tanggung secara nominal ( tanpa interaksi ) guna
Nama Lengkap : Rio Nanda Pamungkas Prodi : Sistem Informasi (KS)
NPM : 185100031

menghindari hambatan dan permufakatan. Contoh pengambilan keputusan dalam


Selanjutnya, pada waktu evaluasi atas organisasi :
gagasan, interaksi dan diskusi DPR yang masih ragu dalam pengambilan
dimungkinkan, namun dalam situasi yang keputusan menaikkan tarif listrik 10%. Ini di
terstruktur agar setiap gagasan mendapatkan karenakan bentroknya pemerintah dengan
perhatian yang proporsional. masyarakat. Pemerintah yang ingin tarif di
naikkan, dan masyarakatnyanya yang tidak
3. Delphi Technique setuju. Mungkin bagi pemerintah memaksa
Teknik dekphi sedikit berbeda dengan NGT, ingin menaikkan tarif 10% hanya hal biasa
dalam mana prosesnya semata mata saja, tetapi bagi masyarakat apalagi yang
tergantung pada kelompok nominal( para tidak mampu ini adalah hal yg berat.
pakar ) sebagai partisipan yang kesemuanya Akibatnya pihak DPR pun belum
tidak melakukan interaksi tatap muka. Jadi, mengambil keputusan apapun untuk
dengan teknik ini sangat mungkin kita menaikkan atau tidak
dapatkan sejumlah pakar tanpa harus
mengumpulkan mereka pada disatu tempat
pada waktu yang sama. Perlu ditekankan
disini bahwa para pakar tersebut tidaklah
membuat keputusan akhir, tetapi lebih
sebagai penyaji informasi bagi pengambil
keputusan dalam organisasi. Inti dari teknik
ini pada penggunaan serangkaian kuisioner
yang dikirimkan kepada responden untuk
mendapatkan masukan. Selanjutnya dari
jawaban yang mereka masukan diolah lagi
oleh pihak pengambil keputusan untuk
merumuskan rangkuman – rangkuman yang
kemudian akan digunakan sebagai bahan
pengambilan keputusan. Sesungguhnya
teknik ini kelihatanya ilmiah dan secara
teoritis dapat memanfaatkan pikiran para
ahli yang bermutu tinggi, akan tetapi teknik
delphi juga mengandung kelemahan, seperti
: a. memakan waktu lama, dan b. Perlu
ketrampilan bahasa yang tinggi untuk
menyusun kuisioner yang baik dan sesuai
dengan masalah yang diangkat.