Anda di halaman 1dari 21

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mata kuliah konsep dasar keperawatan adalah salah satu mata kuliah yang
wajib di fakultas keperawatan. Mata kuliah ini memfokuskan pada konsep-konsep
dasar yang harus dimiliki perawat, dan mampu melaksanakan hak dan kewajiban
untuk menjadi perawat yang baik, cerdas, trampil, dan berkarakter, sesuai dengan
undang-undang keperawatan.

Untuk membentuk seorang perawat professional diperlukan undang-undang


yang mengatur secara spesifik kinerja keperawatan. Selain itu, diperlukan wadah
untuk menghimpun perawat-perawat yang ada di Indonesia maupun perawat yang ada
di seluruh dunia. Salah satunya adalah ppni sebagai perhimpunan perawat di indonesi
dan icn sebagai penghimpun perawat di seluruh dunia. Pembentukan penghimpunan
tersebut bertujuan untuk minengkatkan mutu perawat, mutu peleyanan keperawatan,
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta memberi perlindungan dan
kepastian hukum kepada perawat dan klien.

Oleh larena itu, untuk mewujudkan tujuan dibentuknya wadah-wadah tersebut,


baik PPNI, maupun ICN, maka tentu badan-badan tersebut memiliki kebijakan-
kebijakan yang dikeluarkan terkait dengan keperawatan. Maka dari itu, penyusun
ingin mengkaji secara mendalam tentang kebijakan ICN, PPNI, dan Kementerian
Kesehatan terkait Keperawatan yang harus diperhatikan oleh perawat-perawat supaya
menjadi perawat yang professional dan memberikan pelayanan sesuai dengan aturan
yang berlaku.

1.2 Rumusan masalah


1.2.1 Apakah kebijakan yang dibuat oleh ICN terkait dengan Keperawatan?
1.2.2 Apakah kebijakan yang dibuat oleh PPNI terkait dengan Keperawatan?
1.2.3 Apakah kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan terkait
dengan Keperawatan?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui kebijakan yang dibuat oleh ICN terkait dengan Keperawatan.
1.3.2 Mengetahui kebijakan yang dibuat oleh PPNI terkait dengan Keperawatan.
1.3.3 Mengetahui kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan terkait
dengan Keperawatan.
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Kebijakan yang dibuat oleh ICN Terkait dengan Keperawatan


Peraturan atau kebijakan yang dikeluarkan oleh ICN terkait keperawatan
meliputi :
2.1.1 Peraturan dan credentialing
2.1.2 Kode etik, standar dan uji kompetensi
ICN adalah suatu federasi perhimpunan perawat di seluruh dunia
yang didirikan pada tanggal 1 Juli 1899 oleh Mrs.Bedford Fenwich di
Hanover Square, London dan direvisi pada tahun 1973.
Adapun kode etik Keperawatan menurut ICN adalah sebagai berikut :

1. Tanggung jawab utama perawat


Tanggung jawab utama perawat adalah meningkatkan kesehatan,
mencegah timbulnya penyakit, memelihara kesehatan dan mengurangi
penderitaan. Untuk melaksanakan tanggung jawab utama tersebut, perawat
harus meyakini bahwa :
a. kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat adalah
sama.
b. pelaksanaan praktik keperawatan dititik beratkan pada penghargaan
terhadap kehidupan yang bermartabat dan menjunjung tinggi hak asasi
manusia.
c. Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan /atau keperawatan
kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, perawat
mengikutsertakan kelompok dan instansi terkait.

2. Perawat, individu, dan anggota kelompok masyarakat.


Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan
sesuai dengan kebutuhan masyuarakat. Oleh karena itu , dalam
menjalankan tugas, perawat perlu meningkatkan keadaan lingkungan
kesehatan dengan menghargai nilai-nilai yang ada di masyarakat,
menghargai aadat kebiasaan serta kepercayaan individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat yang menjadi pasien atau kliennya. Perawat
dapat memegang teguh rahasia pribadi (privasi) dan hanya dapat
memberikan keterangan bila diperlukaan oleh pihak yang berkepentingan
atau pengadilan.

3. Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan


Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan
standar praktik keperawatan untuk mencapai kemampuan yang sesuai
dengan standar pendidikan keperawatan. Perawat dapat mengembangkan
pengetahuan yang dimilikinya secara aktif untuk menopang perannya
dalam situasi tertentu. Perawat sebagai anggota profesi, setiap saat dapat
mempertahankan sikap sesuai dengan standar profesi keperawatan.

4. Perawat dan lingkungan masyarakat


Perawat dapat memprakarsai pembaharuan, tanggap, mempunyai
inisiatif, dan dapat berperan serta secara aktif dalam menentukan masalah
kesehatan dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

5. Perawat dan sejawat


Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman kerja,
baik tenaga keperawatan maupun tenaga profesi lain di keperawatan.
Perawat dapat melindungi dan menjamin seseorang, bila dalam masa
perawatannya merasa terancam.

6. Perawat dan profesi keperawatan


Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan
standar praktik keperawatan dan pendidikan keperawatan . Perawat
diharapkan ikut aktif dalam mengembangkan pengetahuan dalam
menopang pelaksanaan perawatan secara profesional. Perawat sebagai
anggota profesi berpartisipasi dalam memelihara kestabilan sosial dan
ekonomi sesuai dengan kondisi pelaksanaan praktik keperawatan.
2.1.3 Pendidikan berkelanjutan
2.1.4 Kesejahteraan social ekonomi untuk perawat
2.1.5 Kesehatan dan keselamatan kerja
2.1.6 Perencanaan dan kebijakan sumber daya manusia
2.1.7 Pemberian upah
2.1.8 Pengembangan karir
2.1.9 Perdagangan internasional dalam layanan professional
2.1.10 Hak dan Kewajiban Perawat Menurut ICN :

1. Perawat berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan


tugas
2. Perawat berhak untuk mengembangkan diri melalui kemampuan
spesialisasi sesuai dengan latar belakang pendidikannya
3. Perawat berhak untuk menolak keinginan klien yang bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan serta standar dan kode etik profesi
4. Perawat berhak mendapatkan informasi lengkap dari klien atau
keluarganya tentang keluhan kesehatan dan ketidakpuasan terhadap
pelayanan yg di berikan
5. Perawat berhak mendapatkan ilmu pengetahuannya berdasarkan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang
keperawatan/kesehatan secara terus menerus
6. Perawat berhak untuk di perlukan secara adil dan jujur baik oleh institusi
pelayanan maupun oleh klien.
7. Perawat berhak mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja
yang dapat menimbulkan bahaya baik secara fisik maupun stres emosional
8. Perawat berhak diikutsertakan dalam penyusunan dan penetapan
kebijaksanaan pelayanan kesehatan.
9. Perawat berhak atas privasi dan berhak menuntut apabila nama baiknya
dicemarkan oleh klien atau keluarganya serta tenaga kesehatan lainnya.
10. Perawat berhak untuk menolak dipindahkan ke tempat tugas lainbaik
melalui anjuran maupun pengumuman tertulis karena di perlukan untuk
melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar profesi atau kode
etik keperawatan atau aturan perundang-undangan lainnya.
11. Perawat berhak untuk mendapatkan penghargaan dan imbalan yang layak
atas jasa profesi yang diberikannya atas dasar perjanjian atau ketentuan
yang berlaku di institusi pelayanan yang bersangkutan.
12. Perawat berhak untuk memperoleh kesempatan untuk mengembangkan
karier sesuai dengan bidang profesinya.

2.2 Kebijakan yang dibuat oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional


Indonesia) Terkait dengan Keperawatan

2.2.1 Kewenangan dan Kewajiban Perawat


2.2.1.1 Kewenangan Perawat
2.2.1.1.1 Pengurus Pusat berwenang :
a) Menentukan kebijakan organisasi di tingkat nasional berdasarkan
AD/ART dan Rekomendasi Musyawarah Nasional dan atau hasil
Rapat Kerja Nasional
b) Menentukan dan mensyahkan kompetensi perawat
c) Mengangkat dan mengambil keputusan terhadap seseorang yang
berjasa
d) terhadap professi Keperawatan untuk diangkat menjadi Anggota
Kehormatan
e) Bertindak untuk dan atas nama organisasi secara nasional dalam
mewakili
f) organisasi baik di dalam maupun di luar negeri
g) Kebijakan seperti dimaksud pada ayat (a) di atas dinyatakan syah
apabila
h) ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal
i) Mewakili organisasi didalam dan diluar pengadilan
j) Mensahkan komposisi dan personalia pengurus Propinsi

2.2.1.1.2 Pengurus Propinsi


a) Menentukan kebijakan organisasi di tingkat wilyah kerjanya berdasarkan
AD/ART, Rekomendasi Munas, Musyawarah Kerja Nasional, dan
Kebijakan
Pengurus Pusat, Musyawarah Propinsi dan Rapat Kerja Propinsi
b) Mensahkan komposisi dan personalia pengurus Kab/Kota

2.2.1.1.3 Pengurus Kab/Kota


a) Menentukan kebijakan organisasi di tingkat Propinsi kerjanya berdasarkan
AD/ART, Rekomendasi Munas dan Kebijakan Pengurus Pusat,
rekomendasi
b) Musyawarah Propinsi dan Rapat Kerja Propinsi dan rekomendasi
Musyawarah Kab/Kota serta rekomendasi Rapat Kerja Kab/Kota.
c) Mensahkan komposisi dan personalia pengurus Komisariat

2.2.1.1.4 Pengurus Komisariat

Memungut iuran Anggota dari anggota komisariat yang bersangkutan dan


mendistribusikan hak Pengurus Kab/Kota, Pengurus Propinsi dan Pengurus Pusat
secara langsung melalui rekenin.

2.2.1.2 Kewajiban Perawat


2.2.1.2.1 Pengurus Pusat
a) Menyampaikan pertanggungjawaban organisasi pada Musyawarah
Nasional
b) Melaksanakan segala ketentuan organisasi sesuai dengan AD/ART
c) Memberikan pengakuan kompetensi perawat Indonesia
d) Melakanakan pembinaan organisasi secara berjenjang mulai dari Pengurus
Propinsi, Kab/Kota

2.2.1.2.2 Pengurus Propinsi


a) Menyampaikan pertanggungjawaban organisasi pada Musyawarah
Propinsi
b) Melaksanakan segala ketentuan organisasi sesuai dengan AD/ART
c) Melaksanakan dan tunduk kepada keputusan yang telah diambil oleh
Pengurus Pusat
d) Melakanakan pembinaan organisasi secara berjenjang mulai dari Pengurus
Kab/Kota sampai ke Pengurus Komisariat.

2.2.1.2.3 Pengurus Kab/Kota


a) Menyampaikan pertanggungjawaban organisasi pada Musyawarah
Kab/Kota
b) Melaksanakan segala ketentuan organisasi sesuai dengan AD/ART
c) Melakanakan pembinaan organisasi secara berjenjang mulai dari Pengurus
Komisariat sampai ke Anggota.

2.2.1.2.4 Pengurus Komisariat


a) Menyampaikan pertanggungjawaban organisasi pada Rapat Anggota
b) Melaksanakan segala ketentuan organisasi sesuai dengan AD/ART
c) Melakanakan pembinaan organisasi terhadap Anggota
d) Menyetorkan iuran anggota yang menjadi hak Pengurus Kab/Kota,
Pengurus
Propinsi dan Pengurus Pusat melalui rekening masing-masing
e) Melaksanaan pembinaan anggota dalam kepengurusannya

2.2.1.3 Kode Etik Keperawatan Menurut PPNI

Kode Etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai


pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan. Aturan
yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat
adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang perawat selalu berpegang
teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan. Kode etik
keperawatan di Indonesia telah disusun oleh Dewan Pinpinan Pusat Persatuan Perawat
Nasioanl Indonesia (DPP PPNI) melalui munas PPNI di Jakarta pada tangal 29 November
1989.

Adapun kode etik keperawatan menurut PPNI meliputi :


2.2.1.3.1 Perawat dan Klien

1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat


dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh
pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin,
aliran politik, dan agama yang dianut serta kedudukan social.
2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa
memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya,
adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien
3. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang
membutuhkan asuhan keperawatan
4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui
sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika
diperlukan oleh berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku.

2.2.1.3.2 Perawat dan Praktik

1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetisi dibidang keperawatan


melalui belajar terus menerus
2. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang
tinggi disertai kejujuran professional yang menerapkan pengetahuan
serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
3. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang
akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang
bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi
kepada orang lain.
4. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan
dengan selalu menunjukkan perilaku professional

2.2.1.3.3 Perawat dan Masyarakat


Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk
memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi
kebutuhan dan kesehatan masyarakat.
2.2.1.3.4 Perawat dan Teman Sejawat

1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat


maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam memelihara
keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan
pelayanan kesehatan secara menyeluruh
2. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang
memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan
illegal.

2.2.1.3.5 Perawat dan Profesi

1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar


pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam
kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan
2. Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi
keperawatan
3. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun
dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan
keperawatan yang bermutu tinggi.

Fungsi Kode Etik Perawat

Kode etik perawat yang berlaku saat ini berfungsi sebagai landasan bagi status
profesional dengan cara sebagai berikut:

1. Kode etik perawat menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat


diharuskan memahami dan menerima kepercayaan dan tanggungjawab yang
diberikan kepada perawat oleh masyarakat
2. Kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk berperilaku dan menjalin
hubungan keprofesian sebagai landasan dalam penerapan praktek etikal
3. Kode etik perawat menetapkan hubungan-hubungan profesional yang harus
dipatuhi yaitu hubungan perawat dengan pasien/klien sebagai advokator,
perawat dengan tenaga profesional kesehatan lain sebagai teman sejawat,
dengan profesi keperawatan sebagai seorang kontributor dan dengan
masyarakat sebagai perwakilan dari asuhan kesehatan
4. Kode etik perawat memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi.
Kode etik keperawatan Indonesia : Terdiri dari 5 Bab, dan 17 pasal. yaitu:
1. Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat
a. Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya senantiasa berpedoman
kepada tanggungjawab yang bersumber dari adanya kebutuhan akan
keperawatan individu, keluarga dan masyarakat.
b. Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya di bidang keperawatan
senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-
nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup- beragama dari
individu, keluarga dan masyarakat.
c. Perawat dalam melaksanakan kewajibannya bagi individu, keluarga
dan masyarakat senantiasa dilandasi dengan rasa tulus ikhlas sesuai
dengan martabat dan tradisi luhur keperawatan.Tanggungjawab
terhadap tugas
d. Perawat senantiasa menjalin hubungan kerja sama dengan individu,
keluarga dan masyarakat dalam mengambil prakarsa dan mengadakan
upaya kesehatan khususnya serta upaya kesejahteraan umum sebagai
bagian dari tugas kewajiban bagi kepentingan masyarakat.
2. Tanggungjawab terhadap tugas
a. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang
tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan
serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu,
keluarga dan masyarakat.
b. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui
sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika
diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku.
c. Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan
keperawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma
kemanusiaan.
d. Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa
berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh
pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis
kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.
e. Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan
klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam
mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau
mengalihtugaskan tanggungjawab yang ada hubungannya dengan
keperawatan.
3. Tanggungjawab terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya
a. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama perawat
dan dengan tenaga kesehatan lainnya, baik dalam memelihara
kerahasiaan suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan
pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
b. Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan dan
pengalamannya kepada sesama perawat serta menerima pengetahuan
dan pengalaman dari profesi lain dalam rangka meningkatkan
kemampuan dalam bidang keperawatan.
4. Tanggungjawab terhadap profesi keperawatan
a. Perawat senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan profesional
secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama dengan jalan menambah
ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat
bagi perkembangan keperawatan.
b. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan
dengan menunjukkan perilaku dan sifat pribadi yang luhur.
c. Perawat senantiasa berperan dalam menentukan pembakuan
pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkan dalam
kegiatan dan pendidikan keperawatan.
d. Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu
organisasi profesi keperawatan sebagai sarana pengabdiannya.
5. Tanggungjawab terhadap pemerintah, bangsa dan Negara
a. Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai
kebijaksanaan yang diharuskan oleh pemerintah dalam bidang
kesehatan dan keperawatan.
b. Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan
pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan
dan keperawatan kepada masyarakat

2.3 Kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan Terkait dengan


Keperawatan
UU Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan :
2.3.1 Pengaturan Keperawatan bertujuan
a. Meningkatkan mutu perawat
b. Meningkatkan mutu peleyanan keperawatan
c. Memberi perlindungan dan kepastian hukum kepada perawat dank lien
d. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

2.3.2 Pelayanan Keperawatan : Bentuk pelayanan profesioanal yang


nerupakan bagian integral sari yayasan kesehatan yang didasarkan pada
ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok,
atau masyarakat, baik sehat maupun sakit.
Praktik keperawatan : pelayanan yang diselenggarakan oleh perawat dalam
bentuk asuhan keperawatan
Asuhan keperawatan : rangkaina interaksi perawat dengan klien dan
lingukungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan
kemandirian klien dalam merawat dirinya.

2.3.3 Jenis Perawat


a. Perawat vokasi
b. Perawat profesi
1. Ners
2. Ners spesialis : meternitas, anak, medical bedah, jiwa, komunitas,
kardiovaskuler, dan onkologi

2.3.4 Tugas perawat


b. Pemberi asuhan keperawatan
c. Penyuluh dan konselor bagi klien
d. Peneliti keperawatan
e. Pelaksana tugas berdasarkan pelimpahan wewenang dan/atau
f. Pelaksana tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu

2.3.5 Registrasi, Izin Praktik, Registrasi Ulang


2.3.5.1 Izin Praktik :

1. Perawat Praktik Wajib Izin : Btk izin SIPP

2. SIPP dikeluarkan oleh Pemda Kab/Kota


3. Salinan STR yg masih berlaku
4. Rekomendasi OP
5. Pernyataan Memiliki tempat praktik atau keterangan Pimpinan
fasyankes
6. SIPP berlaku hanya 1 tempat praktik, paling banyak 2 tempat
7. Praktik mandiri harus pasang papan nama

2.3.5.2 Praktik Keperawatan


a. Dilaksanakan pada :
1. Fasilitas pelayanan kesehatan
2. Tempat lain sesuai dengan klien sasaran
b. Terdiri Atas :
1. Praktik Keperawatan Mandiri
2. Praktik Keperawatan Fasyankes
c. Praktik Didasarkan:
Kode etik, standar pelayanan, standar profesi, SPO
d. Didasarkan : Kebutuhan yayasan kesehatan dan yayasan
keperawatan masyarakat di suatu wilayah.

2.3.6 Wewenang Perawat


2.3.6.1 Wewenang Upaya Kesehatan Perorangan
1. Melakukan pengkajian keperawatan secara holistik
2. Menetapkan diagnosis keperawatan
3. Merencanakan tindakan keperawatan
4. Melaksanakan tindakan keperawatan
5. Mengevaluasi tindakan keperawatan
6. Melakukan rujukan
7. Memberi tindakan gadar sesuai dg kompetensi
8. Memberi konsultasi keperawatan & berkolaborasi dg dokter
9. Melakukan penyuluhan kesehatan dan konseling
10. Melakukan penatalaksanaan pemberian obat kepada klien sesuai dengan
resep tenaga medis atau obat bebas dan bebas terbatas.

2.3.6.2 Wewenang Upaya Kesehatan Masyarakat


1. Melakukan pengkajian keperawatan kesmas di tingkat keluarga dan
masyarakat
2. Menetapkan permasalahan keperawatan kesmas
3. Membantu penemuan kasus penyakit
4. Merencanakan tindakan keperawatan kesmas
5. Melakukan rujukan kasus
6. Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan kesmas
7. Menjalin kemitraan, pemberdayaan dan advokasi dalam perawatan kesmas
8. Mengelola kasus
9. Melakukan penatalaksanaan keperawatan komplementer dan alternatif

2.3.6.3 Wewenang Penyuluhan & Konselor


1. Melakukan pengkajian keperawatan secara holistik ditingkat individu dan
keluarga, serta tingkat kelompok masyarakat
2. Melakukan pemberdayaan masyarakat
3. Melakukan advokasi dalam perawatan kesmas
4. Menjalin kemitraan dalam perawatan kesmas
5. Melakukan penyuluhan kesehatan & konseling

2.3.6.4 Wewenang Pengelola Pelayanan Keperawatan


1. Melakukan pengkajian dan menetapkan permasalahan
2. Merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelayanan keperawatan
3. Mengelola kasus

2.3.6.5 Wewenang Peneliti Keperawatan


1. Melakukan penelitian sesuai dengan Standar dan etika
2. Menggunakan sumber daya pada fasilitas pelayanan Kesehatan atas
izin Pimpinan
3. Menggunakan pasien sebagai subjek penelitian sesuai dengan etika
profesi dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2.3.7 Pelimpahan Wewenang


Pelimpahan wewenang dilakukan secara:
1. Delegatif
Tanggung jawab berpindah hanya dapat diberikan kepada perawat
profesi atau perawat vokasi terlatih sesuai kompetensi yg dibutuhkan.
2. Mandat :
Dilakukan oleh medis kepada perawat berupa tindakan medis
dibawah pengawasan. Tanggung jawab berada pada pemberi
wewenang.

2.3.8 Wewenang Dalam Tugas Limpah


1. Melaksanakan tindakan medis sesuai dengan kompetensinya atas
pelimpahan wewenang delegatif tenaga medis
2. Melakukan tindakan medis dibawah pengawasan atas pelimpahan
wewenang mandat
3. Memberi pelayanan kesehatan sesuai dengan program pemerintah

2.3.9 Tugas Dalam Keadaan Keterbatasan Tertentu


1. Penugasan pemerintah
2. Keadaan tidak adanya tenaga medis dan /atau tenaga kefarmasian di
suatu wilayah tempat perawat bertugas. Keadaan tersebut ditetapkan
oleh SKPD
3. Pelaksanaan tugas memperhatikan kompetensi wewenang dalam
keadaan keterbatasan tertentu.
4. Melakukan pengobatan untuk penyakit umum dalam hal tidak
terdapat tenaga medis.
5. Merujuk pasien sesuai ketentuan pada sistem rujukan.
6. Melakukan pelayanan kefarmasian terbatas.

2.3.10 Tugas Dalam Keadaan Darurat


1. Untuk pertolongan pertama perawat dapat melakukan tindakan medis
dan pemberian obat sesuai dg kompetensinya
2. Tujuan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan lebih
lanjut
3. Keadaan darurat : keadaan mengancam nyawa atau kecacatan klien

2.3.11 Hak dan Kewajiban Perawat


A. Hak Perawat
1. Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas
sesuai : standar profesi, standar pelayanan, SPO dan ketentuan
Perundang-undangan
2. Memperoleh Informasi yang benar, jelas dan jujur dari klien dan/atau
keluarga
3. Menerima imbalan jasa atas pelayanan keperawatan yang telah
diberikan
4. Menolak keinginan klien yg bertentangan dengan standar (profesi/
pelayanan/ PO/ kode etik) dan perundang-undangan memperoleh
fasilitas kerja sesuai standar.

B. Kewajiban Perawat : kebijakan Kementer


1. Melengkapi sarana dan prasarana pelayanan keperawatan sesuai
dengan standar pelayanan keperawatan dan ketentuan Perundang-
undangan
2. Memberi pelayanan keperawatan sesuai standar
(profesi/pelayanan/PO/ kode etik) dan perundang-undangan.
3. Merujuk klien yang tidak dapat ditangani kepada perawat atau tenaga
kesehatan lain
4. Mendokumentasikan asuhan keperawatan
5. Memberi informasi yang lengkap, jujur, benar, jelas dan mudah
dimengerti mengenai tindakan keperawatan kpd klien dan/atau
keluarga sesuai dengan batas kewenangannya
6. Melaksanakan tindakan pelimpahan wewenang dari nakes lain
sesuai dengan kompetensi perawat
7. Melaksanakan penugasan khusus yang ditetapkan pemerintah

2.3.12 Hak dan Kewajiban Klien


a. Hak Klien
1. Mendapatkan informasi secara benar, jelas, dan jujur tentang tindakan
keperawatanyang akan dilakukan
2. Meminta pendapat perawat lain dan/atau tenaga kesehatan lainnya
3. Mendapatkan pelayanan keperawatan sesuai dengan kode etik,standar
pelayanan keperawatan, standar profesi, standar prosedur operasional,
dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan
4. Memberi persetujuan atau penolakan tindakan keperawatan yang akan
diterimanya.
5. Memperoleh keterjagaan kerahasiaan kondisi kesehatannya.

b. Kewajiban Klien
1. Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur tentang masalah
kesehatannya.
2. Mematuhi nasihat dan petunjuk perawat
3. Mematuhi ketentuan yang berlaku di fasilitas pelayanan kesehatan;
dan
4. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.
BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Untuk membentuk seorang perawat profesional diperlukan undang-undang yang


mengatur secara spesifik kinerja keperawatan. Selain itu, diperlukan wadah untuk
menghimpun perawat-perawat yang ada di Indonesia maupun perawat yang ada di
seluruh dunia. Salah satunya adalah ppni sebagai perhimpunan perawat di indonesi
dan icn sebagai penghimpun perawat di seluruh dunia. Pembentukan penghimpunan
tersebut bertujuan untuk minengkatkan mutu perawat, mutu peleyanan keperawatan,
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta memberi perlindungan dan
kepastian hukum kepada perawat dan klien.

3.2 Saran

Disarankan kepada mahasiswa keperawatan agar mencari lebih banyak lagi


informasi mengenai kebijakan yang dibuat oleh organisasi profesi terkait dengan
keperawatan dari berbagai bagai sumber sehingga mahasiswa yang notabene
sebagai calon perawat akan lebih memahami eksistensi kebijakan tersebut serta
dapat membentuk karakter perawat yang unggul.
DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Keperawatan

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan

https://www.icn.ch/