Anda di halaman 1dari 9

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

Makalah
Untuk memenuhi tugas matakuliah Strategi Belajar Mengajar
yang diampu oleh Bapak Drs. H. Triastono I. P., M.Pd. dan Ibu Avia Riza Dwi
Kurnia, S.Pd., M.Pd.

Disusun Oleh :
Kelompok 1 Offering C 2017
Dorris Ningtyas Bidarsis 170341615113
Mahesti Puspa Parnasukma 170341615091
Vindy Arisqa 170341615006

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI
Agustus 2019
BAB I
PENDAHULUAN

Biologi merupakan salah satu mata pelajaran bagian dari sains yang
diajarkan pada tingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas. Materi
serta konsep pembelajaran biologi banyak berhubungan dengan gejala dan
fenomena sehari-hari dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, metode berpikir
ilmiah diperlukan untuk membentuk sudut pandang yang baru tentang objek yang
diamati. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 Tahun
2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mata pelajaran
biologi pada SMA/MA, memiliki tuntutan agar siswa diwajibkan memiliki
kompetensi diantaranya, dapat menerapkan prinsip, konsep, dan hukum dalam
biologi untuk memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan hidup (Hariatik
dkk., 2017).
Pencapaian tujuan akhir harus dibarengi degan kemampuan siswa dalam
memahami pembelajaran bidang biologi. Kemampuan yang perlu dimiliki siswa
diantaranya kemampuan memecahkan masalah. Kemampuan menyelesaikan
masalah menurut Simamora (2014) merupakan kemampuan yang dimiliki siswa
yang telah ditunjukkan sejak mengenali masalah, menemukan alternative solusi
masalah, serta mengevaluasi jawaban yang telah diperoleh. Kemampuan
memecahkan masalah perlu dimiliki oleh siswa dalam mata pelajaran biologi,
karena berguna dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan alam dan
lingkungan hidup.
Memperoleh kemampuan untuk memecahkan masalah tidak dapat
dimiliki secara langsung melainkan perlu didukung dengan pembelajaran yang
aktif dan berorientasi pada siswa, oleh karena itu diperlukan model pembelajaran
yang mendorong siswa mampu memecahkan masalah dari beberapa fenomena
yang berhubungan dengan keseharian serta lingkungan sekitarnya. Salah satu
model yang mendukung hal tersebut adalah model Problem Based Learning
(PBL).
Model PBL merupakan model pembelajaran yang menggunakan
pendekatan konstruktivistik dimana pembelajaran berpusat pada peserta didik
sehingga dapat membuat siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Firmansyah
dkk. (2015) mengatakan bahwa PBL adalah model pembelajaran yang memberi
kesempatan pada peserta didik untuk dapat menggali pengalamannya sendiri
sehingga dapat membuat siswa menjadi aktif belajar, mengkonstruksi
pengetahuan, dan mengintegrasikan konteks belajar di sekolah dan kehidupan
nyata secara ilmiah.
Model PBL menurut Sastrawati dkk. (2011) adalah model yang dapat
membuat perubahan proses pembelajaran khususnya dalam hal peranan guru.
Guru tidak hanya berdiri di depan kelas dan berperan sebagai pemandu siswa
untuk menyelesaikan masalah dengan memberikan langkah-langkah penyelesaian
yang sudah dibuat. Dalam model PBL guru dituntut untuk menfasilitasi diskusi,
memberikan pertanyaan, dan membantu siswa untuk menjadi lebih sadar dan aktif
dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian diatas, tujuan penulis adalah
untuk menjabarkan mengenai pengertian dari metode PBL serta bagaimana
sintaks-sintaks dari metode PBL.

Menurut Stepien (1997) dikutip oleh Suchaini (2008) menyebutkan bahwa


PBL dapat mengubah proses pola belajar-mengajar tradisional di mana sebuah
proses akan memberikan topik demi topik kepada siswa sehingga akan terjadi
proses asimilasi dan akomodasi bagian demi bagian pengetahuan untuk membantu
siswa untuk menjadi profesional dalam bidang tertentu.

Di dalam PBL, fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih


sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan
masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh
sebab itu, siswa tidak saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah
yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang
berhubungan dengan ketrampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan
masalah dan menumbuhkan pola berpikir kritis.

Menurut Ismail (2002) mengungkapkan bahwa ciri utama PBL meliputi


pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan pada keterkaitan antar disiplin,
penyelidikan autentik, kerjasama dan menghasilkan karya atau hasil peragaan.
Pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu guru
memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa melainkan
pembelajaran berbasis masalah antara lain bertujuan untuk membantu siswa
mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan pemecahan masalah.

Ada beberapa cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. Secara umum


penerapannya dimulai dengan adanya masalah yang harus dipecahkan oleh peserta
didik. Masalah tersebut dapat berasal dari peserta didik atau pendidik. Peserta
didik akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut, dengan arti lain,
peserta didik belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah
yang menjadi pusat perhatiannya. Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai
dengan langkah-langkah metode ilmiah. Dengan demikian peserta didik belajar
memecahkan masalah secara sistematis dan terencana.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Problem Based Learning (PBL)

Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu dari beberapa


model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk meningkatkan
keterampilan yang sangat dibutuhkan pada pada era globalisasi saat ini. Problem
Based Learning (PBL) dikembangkan pertama kali oleh Prof. Howard Barrows
tahun 1970-an dalam pembelajaran ilmu medis di McMaster University Canada
(Amir, 2009). Model pembelajaran PBL menyajikan suatu masalah nyata untuk
siswa sebagai pembuka dari pembelajaran yang kemudian nantinya akan
diselesaikan melalui penyelidikan dan penerapan dengan pendekatan pemecahan
masalah.

Beberapa pengertian tentang Problem Based Learning (PBL) :

1. Menurut Duch Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model


pembelajaran yang mendorong siswa untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja
secara berkelompok untuk mencari solusi bersama dari permasalahan yang
dihadapi. Masalah yang diberikan digunakan untuk membuat siswa memiliki rasa
ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksudkan.
2. Menurut Arends (Trianto, 2007), Problem Based Learning (PBL)
merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa dihadapkan pada
masalah nyata sehingga diharapkan siswa dapat memiliki kemampuan untuk
menyusun pengetahuannya sendiri, mengembangkan keterampilan dan inkuirinya,
siswa menjadi mandiri, dan memiliki kepercayaan diri.
3. Menurut Glazer Problem Based Learning merupakan strategi pengajaran
yang siswa secara aktif dihadapkan pada masalah kompleks dalam situasi yang
nyata.

Berdasarkan uraian di atas mengenai pengertian Problem Based Learning dapat


disimpulkan bahwa Problem Based Learning merupakan model pembelajaran
yang menghadapkan siswa pada masalah dunia nyata (real world) yang autentik
untuk memulai pembelajaran dan merupakan model pembelajaran yang
memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa karena pembelajarannya berpusat
pada siswa.

Problem Based Learning adalah pengembangan dari kurikulum dan proses


pembelajaran. Pengembangan kurikulum yang dimaksud yaitu, dirancangnya
beberapa masalah-masalah yang dapat menuntut siswa untuk mendapatkan
pengetahuan, membuat mereka mahir memecahkan masalah, dan memiliki
strategi belajar sendiri serta kecakapan dalam kerjasama tim. Pengembangan
proses pembelajarannya menggunakan pendekatan yang sistemik untuk dapat
memecahkan masalah atau tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Model
Problem Based Learning memiliki ciri menggunakan masalah kehidupan nyata
sebagai sesuatu yang harus dipelajari dan dipecahkan oleh siswa. Dengan model
Problem Based Learning diharapkan siswa mendapatkan lebih banyak kecakapan
daripada pengetahuan yang dihafal. Mulai dari kecakapan memecahkan masalah,
kecakapan berpikir kritis, kecakapan bekerja dalam kelompok, kecakapan
interpersonal dan komunikasi, serta kecakapan pencarian dan pengolahan
informasi (Amir, 2009).

B. Sintaks Model Pembelajaran Problem Based Learning

Menurut Arends (2008:57), sintaks untuk model Problem Based Learning


sebagai berikut :

Fase Perilaku Guru


Fase 1 : Memberi pengenalan tentang Guru membahas tujuan pembelajaran,
permasalahan kepada siswa. mendeskripsikan berbagai kebutuhan
logistik penting, dan memotivasi siswa
untuk terlibat dalam pemecahan
masalah.
Fase 2 : Mengorganisasi siswa untuk Guru membantu siswa untuk
meneliti atau memahami masalah dan mendefinisikan dan mengorganisasikan
merencanakan penyelesaiannya. tugas-tugas belajar yang terkait dengan
permasalahannya.
Fase 3 : Membantu investigasi mandiri Guru mendorong siswa untuk
atau kelompok. mendapatkan informasi yang tepat,
melaksanakan eksperimen dan mencari
penjelasan serta solusi.
Fase 4 : Mengembangkan dan Guru membantu siswa dalam
mempresentasikan solusi dan merencanakan dan menyiapkan hasil
penyajian. karya yang tepat, seperti laporan,
rekaman video, dan model-model, dan
membantu mereka menyampaikan
hasilnya kepada orang lain.
Fase 5 : Menganalisis dan Guru membantu siswa untuk
mengevaluasi proses mengatasi melakukan refleksi terhadap
masalah. penyelidikannya dan proses-proses
yang mereka gunakan.
BAB III

PENUTUP

Simpulan

PBL adalah suatu pendekatan yang mengguanakan masalah dunia nyata


sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis
dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan
konsep yang esensial dari materi kuliah atau materi pelajaran. Di dalam PBL,
fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja
mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga
metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Peran guru sebagai
fasilitator sangat penting karena berpengaruh kepada proses belajar siswa.
Walaupun siswa lebih banyak belajar sendiri tetapi guru juga memiliki peranan
yang sangat penting.
DAFTAR PUSTAKA

Amir,Taufik. 2009. Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning.


Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Arends, R. I. (2008). Learning to teach (7th ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Firmansyah, A., Kosim, & Ayub, S. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran
Berbasis Masalah dengan Metode Eksperimen pada Materi Cahaya
Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMPN 2 Gunungsari
Tahun Ajaran 2014/2015. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi,
1(3):154-159.
Hariatik, Suciati, dan Sugiyarto. 2017. Pembelajaran Biologi Model Problem
Based Learning (PBL) Disertai Dialog Socrates (DS) terhadap Hasil
Belajar Ditinjau dari Kemampuan Memecahkan Masalah Kelas X.
Jurnal Pendidikan Biologi. 8(2), 45-51.
Ismail. 2002. Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem BasedInstruction):
Apa, Bagaimana, dan Contoh pada Subpokok Bahasan Statistika. Proseding
Seminar Nasional Paradigma Baru Pembelajaran MIPA. Kerjasama Dirjen
Dikti Depdiknas dengan (JICA-IMSTEP).
Sastrawati, E., Rusdi, M., & Syamsurizal. 2011. Problem Based Learning,
Strategi Metakognisi, dan Ketrampilan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa.
Jurnal Tekno-Pedagogi, 1(2):1-14.
Simamora, M.C., Siburian, J., & Gardjito. 2014. Analisis Kemampuan
Metakognisi Siswa Dalam Pembelajaran Biologi Melalui Assesmen
Pemecahan Masalah Di Sma Negeri 5 Kota Jambi. FKIP Universitas
Jambi.
Suchaini, Udin. 2008. Analisis Hasil Belajar Matematika Berdasarkan Gaya
Kognitif Guru dan Gaya Kognitif Siswa Pada Kelas II SMA. Online.
(http://suchaini.wordpress.com). Diakses 26 Agustus 2019.
Trianto.2010.Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT.
Prestasi Pustakarya