Anda di halaman 1dari 33

PNEUMOTHORAKS

ICD 10 S 27.0 J93 P25.1 A16.2

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit No. Dokumen
2 / 09 / 2019 1 dari 2
Pemalang 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Secara klinis pneumotoraks merupakan suatu keadaan dimana terdapat udara
didalam rongga pleura dan mengakibatkan paru menjadi kolaps, hal ini
disebabkan oleh trauma atau penyakit.
Tanda dan gejala klinis berupa : sesak nafas, pada inspeksi gerakan
KRITERIA hemitoraks berkurang atau menurun, pada perkusi hipersonor, pada
DIAGNOSA auskultasi suara nafas berkurang atau menurun, pada foto polos toraks ada
bayangan udara bebas pada hemioraks yang bersangkutan dan paru tampak
kolaps.
Pada keadaan Tension ditandai dengan trachea terdorong kontra lateral,
bendungan vena-vena di leher, CVP meningkat, hemitoraks yang terkena
lebih cembung.
DIAGNOSIS
BANDING -
PEMERIKSAAN Laboratorium : DL, BTA sputum
PENUNJANG Radiologi : Foto polos toraks
Bila perlu kepda dokter spesialis yang terkait
KONSULTASI

Rawat Inap untuk observasi atau tindakan


PERWATAN RS
PNEUMOTHORAKS

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

PEMERIKSAAN Laboratorium rutin


PENUNJANG USG abdomen
KONSULTASI Dokter Spesialis lain yang terkait bila diperlukan
PERAWATAN RS Rawat inap
Non Bedah :Oksigenasi, fisioterapi nafas, obat-obatan
Bedah : Jarum kontra ventil atau jarum terbuka dilanjutkan dengan pipa
drainase (WSD) untuk kasus pneumotoraks tension.
TERAPI Punksi bila paru kolaps minimal < 30 %.
Bila Pneumotoraks terbuka, luka ditutup atau dijahit dan pasang pipa toraks.
Torakotomi, bila paru yang kolaps persisten atau terdapat fistel bronkho –
pleural
TEMPAT Minimal rumah sakit kelas – C
PELAYANAN Rumah sakit lain yang mempunyai saran pembedahan yang memadai
PENYULIT Empisema subkutis, Pnemonia, Shuting, Atelektasis, Infeksi
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Umum ( pertolongan pertama, pasang WSD)
Dokter Spesialis Paru ( Non Trauma)
TENAGA STANDAR Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Torak- Kardiovaskular
Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks.
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu
HASIL Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan seperti Schwartefiborosis paru.
PATOLOGI Perlu untuk diagnosis
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik untuk dubious atau jelek
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
SUMBER PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH UMUM INDONESIA
CIDERA KEPALA RINGAN

(COMMOTIO CEREBRI)
ICD 10 S. 06. 0
RSUD dr. M. Ashari
Pemalang
Halaman
Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Adanya trauma dikepala
Kehilangan kesadaran kuran 15 menit
KRITERIA
GCS 14-15
DIAGNOSIS
Lateralisasi (-)

Cidera Kepala sedang


DIAGNOSIS
CVA-TIA
BANDING
Mabuk

PEMERIKSAAN Foto Ro servikal & foto RO kepala AP/ lat, bila diperlukan
PENUNJANG
KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan

Rawat jalan
Rawat inap bila:
PERAWATAN RS
GCS menurun
Muntah, nyeri kepala dan vertigo bertambah berat
Istirahat ditempat tidur
TERAPI Observasi fungsi vital & neurologis
Obat simptomatis-supportif
CIDERA KEPALA RINGAN

(COMMOTIO CEREBRI)

RSUD dr. M. Ashari Halaman


Tanggal Terbit Nomor Dokumen
Pemalang 2 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C
PELAYANAN Rumah Sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadahi
PENYULIT Tidak ada
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Umum
Dokter Spesialis Saraf
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Bedah Saraf
LAMA PERAWATAN Minimal 2 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 1 minggu
HASIL GCS membaik
PATOLOGI -
OTOPSI Kadang-kadang perlu untuk kasus kematian tidak wajar atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
PERITONITIS UMUM
ICD 10 K65

RSUD dr. M. Ashari


Halaman
Pemalang Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Radang peritoneum dapat karena kuman (septik) misalnya pada apendisitis
DIAGNOSIS
perforata, perforasi usus akibat tipus abdominalis

Nyeri tekan perut pada seluruh lapang perut (defance muscular)


Riwayat trauma
KRITERIA DIAGNOSIS Riwayat infeksi
Pengukuran temperatur rektal dan temperatur axilar dengan selisih lebih 1 derajat C

Pankreatitis
DIAGNOSIS
Peritonitis septik
BANDING
Peritonitis kimiawi
PEMERIKSAAN Laboraorium rutin, Foto polos abdomen 3 posisi
PENUNJANG
Dokter Spesialis lain bila diperlukan
KONSULTASI

Rawat inap
PERAWATAN RS

Operasi segera (CITO)


TERAPI BEDAH

Minimal Rumah Sakit Kelas C


TEMPAT PELAYANAN
Rumah Sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadahi
PERITONITIS UMUM

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

Shock
PENYULIT Sepsis
Perlekatan usus
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Spesialis Bedah Umum
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu
HASIL Bisa sembuh
OTOPSI Diperlukan, untuk trauma bila pasien meninggal
PROGNOSIS Diharapkan baik atau jelek
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
CIDERA KEPALA SEDANG

(FOCAL BRAIN INJURY)


ICD 10 S. 06. 0
RSUD dr. M. Ashari
Pemalang
Halaman
Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Adanya trauma dikepala
Kehilangan kesadaran kuran 15 menit
KRITERIA
GCS 9-13
DIAGNOSIS
Somnolen dan retrograde amnesia (+)
Lateralisasi (-)
CVA
DIAGNOSIS
Mabuk
BANDING
Intoksikasi
Foto Ro servikal
PEMERIKSAAN
Foto RO kepala AP/ lat,
PENUNJANG
CT scan kepala bila tersedia

KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan

PERAWATAN RS Rawat inap

>Istirahat ditempat tidur > Kortikosteroid


>Observasi fungsi vital & neurologis > Mannitol
TERAPI >Pasang collar brace > Obat simptomatis
>Obat-obat supportif > Antibiotika profilaksi
Pembedahan : bila ada tanda peradarahan intra cranial
CIDERA KEPALA SEDANG

(FOCAL BRAIN INJURY)

RSUD dr. M. Ashari


Pemalang Halaman
Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C
PELAYANAN Rumah Sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
Edema otak
Herniasi otak
PENYULIT Dekubitus
Pneumonia
Cidera otak sekunder, cacat
INFORM CONSENT Perlu hanya bila dilakukan operasi
Dokter Spesialis Saraf untuk non bedah saja
TENAGA STANDAR Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Bedah Saraf
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu
HASIL GCS membaik
PATOLOGI -
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian tidak wajar atau
OTOPSI
tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik atau dubious ad bonam
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
LUKA TUSUK DINDING TORAKS
ICD 10 S. 21 -29

RSUD dr. M. Ashari Halaman


Pemalang Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Secara klinis luka tusuk dinding toraks berupa luka tembus dinding toraks
dan bisa melukai organ didalam rongga toraks atau rongga abdomen.
Tanda dan gejala klinis berupa :
KRITERIA Jejas, luka tusuk dinding toraks dan daerah abdomen bagian atas.
DIAGNOSIS Gejala dan tanda lainnya dapat berupa anemia, sesak, sucking chest wound,
jejas atau luka tusuk dinding toraks utama diantara garis mid klavikularis
kanan dan garis axillaris depan kiri dapat melukai jantung dan pembuluh
darah besar.
DIAGNOSIS Luka tusuk tembus & luka tusu tumpul
BANDING
PEMERIKSAAN Laboratorium : DL dan EKG untuk keperluan evaluasi klinis dan persiapan
PENUNJANG operasi
KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan
PERAWATAN RS Rawat inap
Farmakologi : Antibiotik, analgetik, antipiretika
Bila pasien dalam keadaan tidak stabil dan bila ada indikasi, segera resusitasi
cairan dan cardio pulmonal, berikan O2 (tindakan A,B,C).
Pasang pipa toraks WSD, bila perdarahan >800 cc pada saat pemasangan
pipa toraks setelah trauma atau 3-5 cc/Kg.BB. antero lateral.
TERAPI Bila ada sucking chest wound atau pneumotoraks terbuka, luka ditutup dulu
dengan bahan kedap udara lalu dipasang pipa
Pada luka tusuk daerah torakoabdominal, dibawah ICS VII, bila tembus
fascial dilakukan torakolaparotomi.
Bila trias Beck positip atau disertai syok berat dan perdarahan masih
dilakukan eksplorasi torakotomi kiri melalui ICS V dan selanjutnya terapi
definitive
LUKA TUSUK DINDING TORAKS

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C


PELAYANAN Rumah Sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
Tamponade jantung, Infeksi
Hematopneumotoraks
Pneumotoraks terbuka
PENYULIT
Hematopneumotoraks dengan perdarahan intra abdominal.
Pneumotoraks tension
Perlukaan organ intra abdominal, apabila luka tersebut dibawah ICS VII.
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Umum (pertolongan pertama, pasang pipa toraks WSD)
Dokter Spesialis Bedah Umum
TENAGA STANDAR Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
Dokter Spesialis Bedah (K) Anak (usia<12 tahun)
LAMA PERAWATAN Minimal 4 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu
HASIL Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal
PATOLOGI -
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik atau dubious ad bonam
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
PATAH TULANG IGA
ICD 10 S. 22. 3,4

RSUD dr. M. Ashari Halaman


Pemalang Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Secara klinis patah tulang iga merupakan terputusnya kontinuitas jaringan
tulang iga karena rudapaksa atau penyakit.
KRITERIA
Tanda dan gejala klinis berupa: pada inspeksi gerakan dinding toraks
DIAGNOSIS
asimetris, deformitas, padapalpasi nyeri tekan, nyeri sumbu, krepitasi dari
fragmen tulang yang patah.
DIAGNOSIS Konstusio muskulorum
BANDING
PEMERIKSAAN Laboratorium : pemeriksaan darah dan EKG untuk evaluasi klinis dan
PENUNJANG persiapan pembedahan.
KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan
Bila single, tanpa penyulit tak perlu rawat inap RS
PERAWATAN RS Bila multiple dan atau bila terdapat penyulit perlu rawat inap di RS untuk
observasi dan tindakan
Non Bedah :Obat-obatan analgetika, anestesia infiltrasi atau blok, perawatan
konsevatif

TERAPI Bedah : Fiksasi internal daerah fraktur dengan memakai clip atau miniplate
atau wire dengan bantuan anestesi umum atau anestesi lokal atau anestesi
blok
Syarat faktur tersebut tidak lebih dari 2 (dua) minggu
PATAH TULANG IGA

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C


PELAYANAN Rumah Sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
Ruptur pleura parietalis dan empisema kutis
PENYULIT Ruptur jaringan paru. Pneumotoraks
Perdarahan dan hematotoraks atau hemotoraks. Osteomielitis
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Umum (pertolongan pertama, dan terapi konservatif)
Dokter Spesialis Bedah Umum
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Toraks – Kardiovaskular.
Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari pasca bedah bila tanpa penyulit
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu bila tanpa penyulit
HASIL Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal
PATOLOGI Khusus untuk fraktur patologis dan osteomielitis
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik atau dubious atau jelek
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
HEMATOTORAKS
ICD 10 S. 27. 1

RSUD dr. M. Ashari Halaman


Pemalang Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Secara klinis hematotoraks atau hemotoraks ditandai dengan adanya darah
didalam rongga pleura, hal ini dapat disebabkan oleh trauma atau penyakit.
Tanda dan gejala klinis berupa :
Anemia, sesak nafas, syok hipovolemik, pada inspeksi gerakan hemitoraks
KRITERIA
yang bersangkutan menurun, pada perkusi redup pada sisi yang sakit, pada
DIAGNOSIS
auskultatif suara nafas menurun, dan pada foto polos toraks terdapat
bayangan kesuraman disertai sudut kosta frenikus tumpul, pada punksi
keluar darah. Bila terdapat perdarahan massif, pada foto polos toraks tampak
trakhea devisiai dan CVP meningkat.
DIAGNOSIS Atelektasis
BANDING
PEMERIKSAAN Laboratorium : pemeriksaan DL, saturasi O2
PENUNJANG Radiologi : foto polos toraks
KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan

PERAWATAN RS Rawat inap untuk observasi dan tindakan

Non Bedah :Oksigenasi O2, transfusi darah bila perdarahan masif, obat-
obatan antibiotika, analgetik, antipiretika, fisio terapi nafas.
TERAPI Bedah : Pipa torakostomi atau WSD
Bila masif dilakukan torakotomi (perdarahan > 800 cc) langsung atu 3-5
cc/kg b.b. perjam
HEMATOTORAKS

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C


PELAYANAN Rumah Sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
Syok hipovelmik
PENYULIT Fibrotoraks atau schwarte
Empiema torakis, infeksi
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Umum (pertolongan pertama,punksi rongga toraks
Dokter Spesialis Bedah Umum
TENAGA STANDAR Dokter Spesialis Bedah Toraks- Kardiovaskular
Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks
Dokter Spesialis Paru (Non Trauama)
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari pasca bedah bila tanpa penyulit
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu bila tanpa penyulit
HASIL Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal
PATOLOGI -
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik atau dubious atau jelek
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
TRAUMA TAJAM ABDOMEN
ICD 10 S 27.8, S31, S36, S37

RSUD dr. M. Ashari Halaman


Tanggal Terbit No. Dokumen
Pemalang 1 dari 5
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Mekanisme Trauma Trauma yang disebabkan senjata tajam :
Pisau, Sangkur, Celurit, Parang, Besi, Obeng. Gunting
Trauma yang disebabkan oleh senjata api, naik yang dengan kecepatan rendah (Low
energy velocity) pun dengan kecepatan tinggi (high energy velocity)
Tanda klinis.
Sistim pernapasan dan hemodinamika.
 Stabil
 Tidak Stabil

Inspeksi:
 Adanya luka atau luka-luka terbuka di regio toraks bagian bawah, regio
KRITERIA abdomen, pinggang dan atau pelvis.

DIAGNOSIS  Ada atau tidak ada distensi abdomen.


 Pada luka tembak, khususnya luka tembak senjata api harus ditentukan
adanya luka tembak masuk dan apakan ada luka tembak keluar.

Auskultasi:
 Auskultasi regio toraks (kiri)
 Suara napas menurun, bisa terdengar bising usus

Auskultasi regio abdomen :


 Bising usus bisa normal, menurun atau hilang.
TRAUMA TAJAM ABDOMEN

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 5
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Palpasi:
 Nyeri tekan di kuadran tertentu atau seluruh regio Abdomen, Defans
muskuler, Nyeri tekan lepas.

Perkusi
 Perkusi regio toraks bagian bawah bisa normal atau redup atau timpani
 Pekak hati bisa positif atau negatif
 Nyeri ketok dinding abdomen
KRITERIA
 Tes undulasi atau tes shifting dullness bisa positip, bisa negatip
DIAGNOSIS
Colok dubur:
Bisa Normal
Bisa ditemukan kelainan-kalainan:
Prostat yang melayang, laserasi pada dinding anorektum, teraba fragmentasi
tulang-tulang panggul,nyeri pada perabaan di dinding anorektum, pada sarung
tangan bisa ditemukan tetesan atau noda darah, berarti positif ada cedera pada
saluran cerna.
DIAGNOSIS BANDING -
Disesuaikan dengan fasilitas UGD/Rumah Sakit setempat.
Pilihan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi:
Foto toraks posisi AP, Foto toraks dengan pemasangan pipa lambung,
Foto polos abdomen, Foto pelvis, USG
Lavase peritoneum diagnostik (DPL).IVP, Uretro-sistografi,
Foto kontras saluran cerna bagian atas, CT scan abdomen,
PE ERIKSAAN Angiografi, Indikasi USG sama dengan indikasi DPL:
PENUNKANG Pasien trauma dengan:
Penurunan tingkat kesadaran
Perubahan/gangguan fungsi sensoris
Cedera pada organ-organ bertentangga
Pemeriksaan fisik abdomen yang meragukan
Kemungkinan dokter putus kontak dengan pasien untuk waktu yang cukup
panjang
TRAUMA TAJAM ABDOMEN

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
3 dari 5
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Palpasi:
 Nyeri tekan di kuadran tertentu atau seluruh regio Abdomen, Defans
muskuler, Nyeri tekan lepas.

Perkusi
 Perkusi regio toraks bagian bawah bisa normal atau redup atau timpani
 Pekak hati bisa positif atau negatif
 Nyeri ketok dinding abdomen
KRITERIA
 Tes undulasi atau tes shifting dullness bisa positip, bisa negatip
DIAGNOSIS
Colok dubur:
Bisa Normal
Bisa ditemukan kelainan-kalainan:
Prostat yang melayang, laserasi pada dinding anorektum, teraba fragmentasi
tulang-tulang panggul,nyeri pada perabaan di dinding anorektum, pada sarung
tangan bisa ditemukan tetesan atau noda darah, berarti positif ada cedera pada
saluran cerna.
DIAGNOSIS BANDING -
Disesuaikan dengan fasilitas UGD/Rumah Sakit setempat.
Pilihan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi:
Foto toraks posisi AP, Foto toraks dengan pemasangan pipa lambung,
Foto polos abdomen, Foto pelvis, USG
Lavase peritoneum diagnostik (DPL).IVP, Uretro-sistografi,
Foto kontras saluran cerna bagian atas, CT scan abdomen,
Angiografi, Indikasi USG sama dengan indikasi DPL:
PEMERIKSAAN Pasien trauma dengan:
PENUNKANG Penurunan tingkat kesadaran
Perubahan/gangguan fungsi sensoris
Cedera pada organ-organ bertentangga
Pemeriksaan fisik abdomen yang meragukan
Kemungkinan dokter putus kontak dengan pasien untuk waktu yang cukup
panjang
Hasil DPL yang meragukan (khusus untuk USG abdomen)
Yaitu Lekosit < 500 /mm3 eritrosit< 100.000mm3
TRAUMA TAJAM ABDOMEN

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
4 dari 5
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
KONSULTASI Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait

PERAWATAN RS Rawat inap untuk tujuan observasi

Tindakan resusitasi ABCD sesuai konsep ATLS kalau kondisi pernapasan


dan hemodinamika penderita tidak stabil.
Terapi konservatif :
Terapi konservatik dilakukan bila tidak ada indikasi lapataratomi segera, atau
hasil pemeriksaan penunjang tidak mengungkapkan adanya cedera organ
intra abdomen yang nyata.
Terapi konservatif dengan cara observasi, dapat dilakukan sampai 2 x 24
jam.
Terapi operatif:
Laparotomi eksplorasi dengan insisi median
Indikasi laparotomi eksplorasi :
TERAPI Tanda-tanda pendarahan intra perioneal, yaitu adanya syok hipovolemi
dengan distensi abdomen yang progresif.
Tanda-tanda peritonitis generalista
Pneumoperitoneaum pada foto toraks
Pada foto toraks tampak gambaran hernia diafragmatika (Ruptur Diafragma)
Cairan lavase keluar melalui pipa drenase rongga pleura
Pada tindakan DPL, keluar darah > 10 ml atau cairan usus
Hasil DPL positip berdasarkan analisa laboratoris, yaitu: Jumlah eritrosit
>100.000/mm3 cairan lavasejumlah lekosit >500/mm cairan lavaseamilase >
20 IU/L cairan lavase
Eviserasi atau epiplosil
Luka tembak senjata api
TEMPAT Minimal rumah sakit kelas C
PELAYANAN R.S. lain yang mempunyai sarana yang memadai

Perdarahan massif
Syok hipovolemik, yang bisa berakibat syok irreversibel
Koagulasi intra vaskular yang diseminasi(DIC)
Koagultopathi, Hipotermia, Asidosis.
PENYULIT Infeksi, SIRS-sepsis, ARDS, Pneumonia
Pankreatitis pasca trauma, perdarahan saluran cerna,
Gangguan fungsi hati.
ARF (gagal ginjal akut)
Gagal multi organ
TRAUMA TAJAM ABDOMEN

RSUD dr. M. Ashari Halaman


Tanggal Terbit Nomor Dokumen
Pemalang 5 dari 5
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Spesialis Bedah
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
Bervarisi, tergantung beratnya cedera
LAMA PERAWATAN
Bisa berlangsung anatara 10 hari- 3 bulan
Juga bervariasi, tergantung beratnya cedera
MASA PEMULIHAN
Bisa membutuhkan waktu antara 2 minggu – 3 bulan
Cedera ringan : Bisa sembuh tanpa gejala sisa
Cedera berat:
Kalau tidak ada penyulit, dapat disembuhkan dengan atau tanpa kecacatan
Kalau ada penyulit, bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan atau
meninggal dunia.
HASIL
Cedera mengacam nyawa:
Bila timbul penyulit
Bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan, atau bisa meninggal dunia
Angka kematian >70 %

PATOLOGI -
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Tergantung beratnya cedera, diharapkan baik atau jelek
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
TRAUMA TUMPUL ABDOMEN
ICD 10 S 27.8, S30.0, S. 35, S 36, S 37,

RSUD dr. M. Ashari Halaman


Tanggal Terbit No. Dokumen
Pemalang 1 dari 4
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Mekanisme Trauma
 Jatuh dari ketiggian
 Tindakan kekerasan atau penganiayaan

Tanda klinis.
 Stabil
 Tidak Stabil

Inspeksi:
 Dinding abdomen bisa tampak normal
 Jejas pada dinding abdomen
 Jejas pada dinding dada bagian bawah
 Abdomen tampak distensi
KRITERIA  Jejas dapat berupa : excoriasi, hematoma, Memar kulit, lacerasi
DIAGNOSIS
Auskultasi:
 Auskultasi regio toraks (kiri)
 Suara napas menurun, bisa terdengar bising usus

Auskultasi regio abdomen :


 Bising usus bisa normal, menurun atau hilang.

Palpasi:
 Nyeri tekan di kuadran tertentu atau seluruh regio Abdomen, Defans
muskuler, Nyeri tekan lepas.
TRAUMA TUMPUL ABDOMEN

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 4
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Perkusi
 Perkusi regio toraks bagian bawah bisa normal atau redup atau
timpani
 Pekak hati bisa positif atau negatif
 Nyeri ketok dinding abdomen
 Tes undulasi atau tes shifting dullness bisa positip, bisa negatip
KRITERIA
Colok dubur:
DIAGNOSIS
 Bisa Normal
 Bisa ditemukan kelainan-kalainan: Prostat yang melayang, laserasi
pada dinding anorektum, teraba fragmentasi tulang-tulang
panggul,nyeri pada perabaan di dinding anorektum, pada sarung
tangan bisa ditemukan tetesan atau noda darah, berarti positif ada
cedera pada saluran cerna.

DIAGNOSIS BANDING -
Disesuaikan dengan fasilitas UGD/Rumah Sakit setempat.
Pilihan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi:
Foto toraks posisi AP, Foto toraks dengan pemasangan pipa lambung
Foto pelvis
USG
Lavase peritoneum diagnostik (DPL)
IVP
Uretro-sistografi,
Foto kontras saluran cerna bagian atas
PEMERIKSAAN CT scan abdomen,
Angiografi
PENUNKANG
Indikasi USG sama dengan indikasi DPL:
Pasien trauma dengan:
Penurunan tingkat kesadaran
Perubahan/gangguan fungsi sensoris
Cedera pada organ-organ bertentangga
Pemeriksaan fisik abdomen yang meragukan
Kemungkinan dokter putus kontak dengan pasien untuk waktu yang cukup
panjang.
Hasil DPL yang meragukan (khusus untuk USG abdomen) yaitu Lekosit <
500 /mm3 eritrosit< 100.000mm3
TRAUMA TUMPUL ABDOMEN

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
3 dari 4
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

KONSULTASI Bila diperlukan Konsultasikan Dokter Spesialis Bedah Toraks


Kardiovaskular.
PERAWATAN RS Rawat inap untuk tujuan observasi

Tindakan resusitasi ABCD sesuai konsep ATLS kalau kondisi pernapasan


dan hemodinamika penderita tidak stabil.
Terapi konservatif :
Terapi konservatif dilakukan bila tidak ada indikasi lapataratomi segera, atau
hasil pemeriksaan penunjang tidak mengungkapkan adanya cedera organ
intra abdomen yang nyata.
Terapi konservatif dengan cara observasi, dapat dilakukan sampai 2 x 24
jam.
Terapi operatif:
Laparotomi eksplorasi dengan insisi median
TERAPI Indikasi laparotomi eksplorasi :
Tanda-tanda pendarahan intra perioneal, yaitu adanya syok hipovolemi
dengan distensi abdomen yang progresif.
Tanda-tanda peritonitis generalisata
Pneumoperitoneaum pada foto toraks
Pada foto toraks tampak gambaran hernia diafragmatika (Ruptur Diafragma)
Cairan lavase keluar melalui pipa drenase rongga pleura
Pada tindakan DPL, keluar darah > 10 ml atau cairan usus
Hasil DPL positip berdasarkan analisa laboratoris, yaitu: jumlah eritrosit
>100.000/mm3 cairan lava sejumlah lekosit >500/mm cairan lavaseamilase >
20 IU/L cairan lavase
TEMPAT Minimal rumah sakit kelas C
PELAYANAN R.S. lain yang mempunyai sarana yang memadai
TRAUMA TUMPUL ABDOMEN

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
4 dari 4
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

Perdarahan massif
Syok hipovolemik, yang bisa berakibat syok irreversibel
Koagulasi intra vaskular yang diseminasi(DIC)
Koagultopathi, Hipotermia, Asidosis.
PENYULIT Infeksi, SIRS-sepsis, ARDS, Pneumonia Pankreatitis pasca trauma,
perdarahan saluran cerna
Gangguan fungsi hati.
ARF (gagal ginjal akut)
Gagal multi organ
INFORM CONSENT Perlu

TENAGA STANDAR Dokter Spesialis Bedah


Dokter Spesialis Bedah (K) Bedah Digestif
LAMA PERAWATAN Bervarisi, tergantung beratnya cedera
Bisa berlangsung anatara 10 hari- 3 bulan
MASA PEMULIHAN Juga bervariasi, tergantung beratnya cedera
Bisa membutuhkan waktu antara 2 minggu – 3 bulan
Cedera ringan : Bisa sembuh tanpa gejala sisa
Cedera berat: Kalau tidak ada penyulit, dapat disembuhkan dengan atau
tanpa kecacatan.
Kalau ada penyulit, bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan atau
HASIL meninggal dunia.
Cedera mengacam nyawa:
Bila timbul penyulit
Bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan, atau bisa meninggal dunia
Angka kematian >70 %
PATOLOGI -
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik atau dubious atau jelek
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
CEDERA LIMPA

ICD 10 S. 36.0

RSUD dr. M. Ashari


Pemalang Halaman
Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Klinis
Anamnesa : terdapat trauma tumpul pada kiri atas atau trauma dada kiri
KRITERIA bawah dengan tanpa fraktur kosta, luka tusuk abdomen/totakal bawah
DIAGNOSIS Nyeri pada perut kiri atas, nyeri dapat menjalar pada bahu kiri
Tanda-tanda syok karena perdarahan
Terdapat tanda-tanda cairan bebas dalam rongga perut
DIAGNOSIS Trauma perut dengan cedera organ disertai perdarahan dalam perut, antara
BANDING lain cedera lambung, cedera ginjal kiri, cedera hepar kiri.
PEMERIKSAAN Dilakukan DL, yang positif
PENUNJANG Pemeriksaan USG perut atau CT Scan
KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan

PERAWATAN RS Rawat inap untuk observasi dan tindakan

Bedah : Dilakukan laparotomi eksplorasi sito dengan insisi pada garis tengah
atas.
Tindakan terhadap limpa :
TERAPI
Cedera linier – dilakukan penjahitan secara matras
Cedera laserasi atau pedikel jika putus dilakukan pengangkatan limpa
(splenektomi) disertai tandur ulang jaringan limpa kedalam bursa omentalis
CEDERA LIMPA

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C


PELAYANAN Rumah Sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
Shock,
PENYULIT perdarahan yang profus,
Infeksi
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Spesialis Bedah Umum
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu
HASIL Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal
PATOLOGI -
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik bila penanganan cepat dan tepat
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
CEDERA HEPAR

ICD 10 S. 36.1

RSUD dr. M. Ashari


Pemalang Halaman
Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Anamnesa : terdapat trauma tembus perut atas atau trauma tumpul pada perut
kanan atas atau toraks kanan bawah
KRITERIA Nyeri pada daerah hipokondrium kanan dengan atau tanpa jejas (trauma
tumpul)
DIAGNOSIS
Terdapat dan tembus perut (pada trauma tembus)
Shock dengan tanda-tanda perdarahan dan tanda-tanda cairan bebas dalam
rongga peritoneumTerdapat tanda-tanda cairan bebas dalam rongga perut
DIAGNOSIS Trauma perut dengan cedera organ disertai perdarahan, antar lain : cedera
BANDING pankreas, cedera vaskular, cedera ginjal duodenum dan limpa.

PEMERIKSAAN Diagnostik Peritoneal Lavage (DPL)


PENUNJANG Ultrasonografi (USG) abdomen/ CT Scan

KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan

PERAWATAN RS Rawat inap untuk observasi dan tindakan

Segera sito laparotomi eksporasi dengan insisi pada garis tengah sebelah
atas.
Macam tindakan pada cedera hepar :
Cedera linier – dilakukan penjahitan secara matras dengan benang yang
tebal (no 1,0 atau 2,0) yang dapat diserap
TERAPI Laserasi segmental : dapat dilakukan reseksi secara wedge atau reseksi
segmental dan ditutup dengan omentum
Laserasi yang luas dengan perdarahan profus dilakukan pemasangan tampon
(DCS) yang sulit dihentikan dan dalam 2x24 jam dilakukan stabilisasi
kemudian dilakukan re ekplorasi laparotomi untuk terapi definitif.
DCS : Damage control Surgery
CEDERA HEPAR

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C


PELAYANAN Rumah Sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
Perdarahan hebat saat pembedahan
Perdarahan kembali pasca pembedahan
Shock hipovolemik
PENYULIT
Peritonitis kimiawi
Hematobilia, Infeksi
TRIAS : Hipotermia Asidosis Gangguan Koagulopati
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Spesialis Bedah Umum
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu
HASIL Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal
PATOLOGI -
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik bila penanganan cepat dan tepat
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
RUPTUR BULI-BULI

ICD 10 S. 37.2

RSUD dr. M. Ashari


Pemalang Halaman
Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Trauma (+) langsung abdomen bagian bawah
Trauma tidak langsung akibat fraktur pelvis
Tidak bisa kencing
KRITERIA
Massa suprapublik
DIAGNOSIS
Hematuria (+)
Tanda-tanda peritonitis (+)
Colok dubur : Prostat letaknya normal
DIAGNOSIS BANDING Ruptur uretra posterior

Test buli-buli
PEMERIKSAAN
Foto Pelvis
PENUNJANG
Urethrocytogram
KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan

PERAWATAN RS Rawat inap untuk observasi dan tindakan

Bedah : Eksporasi, jahit buli-buli, pasang dauer kateter,


TERAPI
Suprapublik Cystostomi bila ruptur lebar
TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C
PELAYANAN Rumah Sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
Infeksi
PENYULIT
Kebocoran
RUPTUR BULI

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 445/ /PPK/ 1/ 2019

INFORM CONSENT Perlu


Dokter Spesialis Bedah Umum
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Urologi
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu
HASIL Kencing bisa lancer
PATOLOGI -
OTOPSI -
PROGNOSIS Diharapkan baik atau dubious
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
TRAUMA GINJAL
ICD 10 S. 37.2

RSUD dr. M. Ashari Halaman


Pemalang Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Riwayat trauma langsung atau tidak langsung pada abdomen
KRITERIA Jejas pada abdomen
DIAGNOSIS Adanya riwayat instabilitas hemodinamik
Hematoria dapat positif atau negative
DIAGNOSIS Cidera organ intra abdomen lainnya
BANDING
PEMERIKSAAN IVP
PENUNJANG CT Scan abdomen
KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan

PERAWATAN RS Rawat inap untuk observasi dan tindakan

Non bedah :Observasi di ICU atau ruang perawatan yang setara dengan ICU
TERAPI
Bedah :Laparotomi eksplorasi, repair ginjal, bila perlu dilakukan nefrektomi
TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C
PELAYANAN Rumah Sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

PENYULIT Perdarahan intra abdominal, infeksi, kebocoran urin


TRAUMA GINJAL

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

INFORM CONSENT Perlu


Dokter Spesialis Bedah Umum
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Urologi
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 2 minggu
HASIL Bisa sembuh
PATOLOGI -
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik bila penanganan cepat dan tepat
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA
LUKA BAKAR
ICD 10 T 20 – T 31

RSUD dr. M. Ashari Halaman


Pemalang Tanggal Terbit No. Dokumen
1 dari 2
2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019
Mengetahui Ditetapkan,
Kepala KSM Bedah RSUD Direktur RSUD
dr. M. Ashari Pemalang dr. M Ashari Pemalang

PANDUAN
PRAKTIK KLINIS

dr.H. Kun Sri Wibowo, Sp.B dr.H. Sholahudin M.H


NIP. 19661127 199983 1 001 NIP. 19711222 200501 1 004
Luka bakar merupakan kerusakan pada jaringan karena pengaruh suhu (baik
panas maupun dingin) atau dari penyerapan energi fisik dan dari kontak
dengan bahan-bahan kimia. Setiap penyebab mempunyai gambaran klinis
yang khusus dan manajemen pengelolaannya.
Pembagian derajat luka bakar
KRITERIA Derajat I : Hanya mengenal cairan epidermis luar, tampak hiperemi dan
DIAGNOSIS eritema
Derajat II : Mengenai lapisan epidermis yang lebih dalam dan sebagian
dermis disertai lepuh, edema jaringan dan basah
Derajat III : Mengenai semua lapisan epidermis dan dermis, biasanya tampak
luka kering dengan vena koogulasi pada permukaan kulit
Tanda dan gejala klinik : nyeri, cemas, dehidrasi
DIAGNOSIS -
BANDING
Laboratorium : DL, UL, RFT, elektrolit, protei darah
PEMERIKSAAN Mikrobiologi : Kultur dan tes kepekaan kuma
PENUNJANG Radiologi : foto polos toraks AP
Jantung : EKG
KONSULTASI Dokter Spesialis lain bila diperlukan

PERAWATAN RS Rawat inap untuk observasi dan tindakan


LUKA BAKAR

Halaman
RSUD dr. M. Ashari Tanggal Terbit Nomor Dokumen
2 dari 2
Pemalang 2 / 09 / 2019 445/ /PPK/ 1/ 2019

- Tindakan darurat ABC, retutilasi jantung, paru, otak


- Koreksi elektrolit dengan rumus Rule of nine dan koreksi Hiperaktif
- Perawatan terhadap jantung, paru, ginjal, hati
TERAPI
- Terapi Suportif seperti nutrisi, protein
- Antibiotika, analgetika, antidiuretika
Pertolongan pertama bisa diberikan air dingin (waktunya singkat)
TEMPAT Minimal Rumah Sakit Kelas C
PELAYANAN Rumah Sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
Gangguan elektrolit, gangguan fungsi jantung, paru, otak, kontraktur hati
PENYULIT
dan ginjal, infeksi sepsis
INFORM CONSENT Perlu
Dokter Umum ( pertolongan pertama maupun terapi konservatif)
TENAGA STANDAR Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Plastik
LAMA PERAWATAN Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN Minimal 4 minggu
HASIL Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal
PATOLOGI -
Kadang-kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar
OTOPSI
atau tidak jelas
PROGNOSIS Diharapkan baik atau dubious atau jelek
TINDAK LANJUT Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
PEDOMAN PELAYANAN MEDIK DOKTER SPESIALIS BEDAH
SUMBER
UMUM INDONESIA