Anda di halaman 1dari 10

2.

keluarga(family),
Resume Analisis Isu Kontemporer 3. Masyarakat pada level lokal dan regional
(Community/ Culture),
# Berdasarkan Undang-undang ASN setiap PNS perlu 4. Nasional (Society),
memahami dengan baik fungsi dan tugasnya, yaitu: 5. Dunia (Global).
1. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan # terkait dengan isu-isu kritikal yang terjadi saat
peraturan perundang- undangan, ini diantaranya; radikalisme/ terorisme, bahaya
2. memberikan pelayanan publik yang profesional narkoba, cyber crime, money laundry, korupsi, proxy
dan berkualitas, serta war.
3. memperat persatuan dan kesatuan Negara
Republik Indonesia # Modalitas menghadapi perubahan :
1. pengetahuan,
# Menjadi PNS yang profesional memerlukan 2. gagasan (ide),
pemenuhan terhadap beberapa persyaratan berikut: 3. kreativitas,
4. keterampilan, dan
1. Mengambil Tanggung Jawab, yaitu tetap 5. produktivitas kerja.
a. disiplin dan akuntabilitas,
b. mengakui dan memperbaiki kesalahan, Ada enam komponen dari modal manusia (Ancok, 2002),
c. fair dan berbicara berdasarkan data, yang akan dijelaskan sebagai berikut:
d. menindaklanjuti dan menuntaskan komitmen, a. Modal Intelektual
e. menghargai integritas pribadi. b. Modal Emosional
2. Menunjukkan Sikap Mental Positif, c. Modal Sosial
a. menerima tanggung jawab kerja, 1. Kesadaran Sosial (Social Awareness) yaitu
b. suka menolong, Kemampuan berempati terhadap apa
c. menunjukkan respek dan membantu orang lain, yang sedang dirasakan oleh orang lain,
d. tidak tamak memberikan pelayanan prima,
e. tidak arogan, 2. Kemampuan sosial (Social Skill) yaitu,
f. tdk diskriminatif kemampuan mempengaruhi orang lain,
3. Mengutamakan Keprimaan, kemampuan berkomunikasi dengan baik,
a. Belajar terus menerus, kemampuan mengelola konflik dalam
b. Semangat memberi kontribusi melebihi harapan, kelompok,
dan d. Modal Ketabahan/adversity
c. Berjuang menjadi lebih baik. 3 tipe manusia
4. Menunjukkan Kompetensi, 1. Quitter(melarikan diri dari masalah)
a. kesadaran diri, 2. Camper (berusaha tapi tidak sepenuh hati)
b. keyakinan diri, 3. Climber(pantang menyerah sampai tujuan)
c. keterampilan bergaul, e. Modal Etika/Moral ada 4
d. mampu mengendalikan diri, 1. Integritas
e. bekerja sama, 2. Tanggung jawab
f. memimpin, dan 3. Penyayang
g. mengambil keputusan, 4. Pemaaf
h. mendengarkan dan memberi informasi yang f. Modal Kesehatan/Fisik jasmani tolok ukurnya:
diperlukan. 1. Tenaga
5. Memegang Teguh Kode Etik, 2. Daya tahan
a. menampilkan diri sesuai profesinya 3. Kekuatan
b. sebagai PNS, 4. Kecepatan
c. menjaga konfidensialitas, 5. Ketepatan
d. tidak berlaku buruk terhadap masyarakat dan 6. Kelincahan
rekan kerja, 7. Koordinasi
e. berpakaian sopan sesuai profesi PNS, 8. Keseimbangan
f. menjunjung tinggi etika-moral PNS. # Isu-isu strategis Kontemporer
1. Korupsi
# empat level lingkungan strategis yang dapat 2. Globalisasi
mempengaruhi kesiapan PNS dalam melakukan 3. Terorosme
pekerjaannya sesuai bidang tugas masing-masing, yakni: 4. Radikalisasi
1. individu, 5. Narkoba
6. Cyber crime 11. disiplin;
7. Pencucian uang 12. pemberhentian;
8. Hate Speech 13. jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan
9. Hoax 14. perlindungan.
1. Korupsi
- Penemu : Hans G Guterbock Adl pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN
- Asal : Babylonia/Assyria yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi,
- Fenomena : Suap pd hakim bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi,
- Gejala umum kolusi, dan nepotisme.
1. Membengkaknya urusan pemerintah 1. Kedudukan ASN (UU No.5 th 2014)
2. Pemimpin yg rendah moral/masa bodoh a. Berdasarkan jenisnya
3. Manipulasi, intrik politik, kepentingan bisnis 1. PNS
asing 2. PPPK
- Korupsi di Indonesia b. Berdasarkan tempat
Zaman Kerajaan 1. Pusat
1. Kerajaan Sriwijaya(hancur krn tdk ada penerus) 2. Daerah
2. Majapahit (hancur krn perang saudara) 3. Luar Negeri
3. Mataram (politik pecah belah) c. Aparatur Negara yg menjalankan kebijakan yg
4. Singosari(perang saudara) ditetapkan oleh pimpinan bebas dari intervensi
Zaman Penjajahan golongan/politik
1. Tokoh local yg diciptakan sebagai budak polotik d. ASN dilaarang mjd bagian partai
penjajah 2. Peran ASN
2. Representasinya dimanifestasikan dlm struktur Perencana, pelaksana, pengawas penyelenggaraan
pemerintahan seperti: lurah/demang, tugass
tumenggung, dan pejabat lain  Pegawai ASN berfungsi sebagai:
3. Prektik hergemoni dan dominasi dan menindas a. pelaksana kebijakan publik;
kaumnya sendiri b. pelayan publik; dan
Zaman Modern
c. perekat dan pemersatu bangsa
Zaman Soekarno
2 badan pemberantasan korupsi  Pegawai ASN bertugas:
1. PARAN (Panitia Retooring Aparatur Negara) a. melaksanakan kebijakan publik yang
2. Operasi Budhi=berhasil menyelamatkan RP 11 dibuat oleh Pejabat Pembina
M th 1963 Kepegawaian sesuai dengan ketentuan
Zaman Orde Baru peraturan perundang-undangan;
1. TPK: Tim Pemberantasan Korupsi oleh pres. b. memberikan pelayanan publik yang
Soeharto tgl 16 Agt 1967. Operasi gagal
profesional dan berkualitas;
2. Opstib : (operasi tertib) dikomandani Soedomo,
gagal juga c. mempererat persatuan dan kesatuan
Jaman Pres Habibie, Gusdur, Megawati, SBY, NKRI.
1. KPKPN( komisi penyidik kekayaan  Pegawai ASN berperan sebagai perencana,
penyelenggaraan Negara pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan
2. KPPU (komisi pengawasan persaingan Usaha tugas umum pemerintahan dan pembangunan
3. Ombudsmen nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan
4. TGPTPK (Gabungan Pemberantasan Tindak
pelayanan publik yang profesional, bebas dari
Pidana Korupsi
intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi,
MANAJEMEN ASN kolusi, dan nepotisme
1. penyusunan dan penetapan kebutuhan;  Pengadaan ASN
2. pengadaan; a. Perencanaan: Panitia Seleksi Nasional
3. pangkat dan Jabatan; Pengadaan Calon PNS Ketua Kepala BKN
4. pengembangan karier; b. Pengumuman Low. :Diumumkan secara
5. pola karier; terbuka paling lambat 15 hari kalender sblm
6. promosl; tgl penerimaan lamaran
7. mutasi; c. Pelamaran : Harus memenuhi persyaratan
8. penilaian kinerja; administrasi Pendaftaran dengan online
9. penggajian dan tunj angan;
10. penghargaan;
d. Seleksi & Pengumuman Hasil : Seleksi
administrasi, seleksi kompetensi dasar dan
seleksi kompetensi bidang dilakukan dengan
CAT
Pengumuman hasil seleksi secara terbuka
e. Pengangkatan & Masa Percobaan: b. Cuti Besar;
Pengangkatan Calon PNS oleh PPK setelah  PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima)
mendapat persetujuan teknis dari Kepala tahun secara terus menerus berhak atas cuti besar
BKN lama 3 (tiga) bulan
f. Calon PNS wajib menjalani masa percobaan  Ketentuan paling singkat 5 (lima) tahun secara
selama 1 tahun terus menerus dikecualikan bagi PNS yang masa
g. Gol/Ruang kerjanya belum 5 (lima) tahun, untuk kepentingan
agama.
 PNS yang menggunakan hak atas cuti besar tidak
berhak atas cuti tahunan dalam tahun yang
bersangkutan.

c. Cuti Sakit;
 Setiap PNS yang menderita sakit berhak atas cuti
sakit.
 Pengangkatan Cpns Menjadi Pns  PNS yang sakit lebih dari 1 (satu) hari sampai
Persyaratan : dengan 14 (empat belas) hari berhak atas cuti
a. Lulus diklat Prajabatan sakit, dengan ketentuan PNS yang bersangkutan
b. Sehat Jasmani dan Rohani harus mengajukan permintaan secara tertulis
c. Setiap unsur penilaian prestasi kerja dengan melampirkan surat keterangan dokter.
sekurang2nya bernilai baik.  PNS yang menderita sakit lebih dari 14 (empat
 Hak dan Kewajiban belas) hari berhak atas cuti sakit untuk waktu
Berdasarkan Pasal 92 UU ASN Pemerintah paling lama 1 (satu) tahun., dengan ketentuan
juga wajib memberikan perlindungan berupa : PNS yang bersangkutan harus mengajukan
a. jaminan kesehatan permintaan secara tertulis dengan melampirkan
b. jamaninan kecelakaan kerja surat keterangan dokter pemerintah.
c. jaminan kematian  Apabila dalam jangka waktu 1 tahun belum
d. Bantuan hukum sembuh, maka dapat ditambah untuk paling lama
 PNS berhak memperoleh:
6 (enam) bulan apabila diperlukan, berdasarkan
a. gaji, tunjangan, dan fasilitas;
b. cuti; surat keterangan tim penguji kesehatan.
c. Jaminan pensiun dan jaminan hari d. Cuti Melahirkan;
tua; Untuk kelahiran anak pertama sampai dengan
d. perlindungan; dan kelahiran anak ketiga pada saat menjadi PNS,
e. pengembangan kompetensi. berhak atas cuti melahirkan.
 PPPK berhak memperoleh: Untuk kelahiran anak keempat dan seterusnya,
a. gaji dan tunjangan;
kepada PNS diberikan cuti besar.
b. cuti;
c. perlindungan; dan Lamanya cuti melahirkan 3 (tiga) bulan.
d. pengembangan kompetensi Selama cuti bersalin PNS menerima penghasilan
 Cuti
a. Cuti Tahunan; e. Cuti Karena Alasan Penting;
 PNS dan CPNS yang telah bekerja  Diberikan kepada PNS karena :
paling kurang I (satu) tahun secara terus a. ibu, bapak, isteri atau suami, anak, adik,
menerus berhak atas cuti tahunan. kakak, mertua, atau menantu salit keras atau
 Lamanya hak atas cuti tahunan adalah meninggal dunia;
12 (dua belas) hari kerja.
b. salah seorang anggota keluarga yang 1. setia dan taat pada Pancasila, UUD Negara
dimaksud pada huruf a meninggal dunia, dan Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan
menurut peraturan perundang-undangan PNS pemerintah yang sah;
2. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
yang bersangkutan harus mengurus hak-hak
3. melaksanakan kebijakan yang dirumuskan
dari anggota keluarganya yang meninggal pejabat pemerintah yang berwenang;
dunia; atau 4. menaati ketentuan peraturan perundang-
c. melangsungkan perkawinan. undangan;
 Cuti karena alasan penting diberikan untuk 5. melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh
paling lama 1 (satu) bulan pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung
jawab;
6. menunjukkan integritas dan keteladanan
f. Cuti Bersama;
dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan
a. Presiden dapat menetapkan cuti bersama. kepada setiap orang, baik di dalam maupun di
b. Cuti bersama tidak mengurangi hak cuti tahunan. luar kedinasan;
c. PNS yang karena Jabatannya tidak diberikan hak 7. menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat
atas cuti bersama, hak cuti tahunannya ditambah mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan
sesuai dengan jumlah cuti bersama yang tidak ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
diberikan. 8. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
d. Cuti bersama ditetapkan dengan Keputusan
Presiden. (Dasar PP No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS)
1 Mengucapkan sumpah /janji PNS ;
g. Cuti Di Luar Tanggungan Negara. 2 Mengucapkan sumpah /janji jabatan ;
1. PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima) 3 Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila,
tahun secara terus-menerus karena alasan UUD 1945, NKRI, dan Pemerintah ;
pribadi dan mendesak dapat diberikan cuti di luar 4 Menaati segala ketentuan peraturan perundang-
tanggungan negara. undangan ;
2. Cuti di luar tanggungan negara dapat diberikan 5 Melaksanakan tugas kedinasan yang
untuk paling lama 3 (tiga) tahun. dipercayakan kepada PNS dengan penuh
3. Jangka waktu cuti di luar tanggungan negara pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab ;
dapat diperpanjang paling lama I (satu) tahun 6 Menjunjung tinggi kehormatan negara,
apabila ada alasan-alasan yang penting untuk Pemerintah, dan martabat PNS ;
memperpanjangnya. 7 Mengutamakan kepentingan negara daripada
4. Cuti di luar tanggungan negara mengakibatkan kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau
PNS yang bersangkutan diberhentikan dari golongan ;
Jabatannya. 8 Memegang rahasia jabatan yang menurut
5. Jabatan yang menjadi lowong karena pemberian sifatnya atau menurut perintah harus
cuti di luar tanggungan negara harus diisi. dirahasiakan ;
Part 2 9 Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan
 Permohonan cuti di luar tanggungan negara bersemangat untuk kepentingan negara ;
dapat ditolak. 10 Melaporkan dengan segera kepada atasannya
 Selama menjalankan cuti di luar tanggungan apabila mengetahui ada hal yang dapat
negara, PNS yang bersangkutan tidak menerima membahayakan atau merugikan negara atau
penghasilan PNS. Pemerintah terutama di bidang keamanan,
 Selama menjalankan cuti di luar tanggungan keuangan, dan materiil;
negara tidak diperhitungkan sebagai masa kerja 11 Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja ;
PNS. 12 Mencapai sasaran kerja pegawai yang
Kewajiban PNS ditetapkan;
Pasal 92 UU ASN Pemerintah 13 Menggunakan dan memelihara barang-barang
milik negara dengan sebaik-baiknya ;
14 Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada obyektifitas dalam keseluruhan semua proses dalam
masyarakat ; pengelolaan ASN yakni pada pertimbangan
15 Membimbing bawahan dalam melaksanakan kemampuan dan prestasi individu untuk
melaksanakan pekerjaanya (kompetensi dan kinerja).
tugas ;
Dgn kata lain
16 Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
mengembangkan karier ; dan “untuk melaksanakan pekerjaan dan tidak
17 Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan subyektif seperti afiliasi
oleh pejabat yang berwenang ; politik, etnis, dan gender.”

Kode Etik dan Kode Perilaku ASN Obyektifitas dilaksanakan pada semua tahapan dalam
pengelolaan SDM (rekruitmen, pengangkatan,
Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku
penempatan, dan promosi).
agar Pegawai ASN:
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur,
sistem merit mendukung keberadaan prinsip
bertanggungjawab,
akuntabilitas yang saat ini menjadi tuntutan dalam
dan berintegritas tinggi;
sektor public
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa
Merit system adalah salah satu strategi untuk mendorong
tekanan;
produktivitas kerja lebih tinggi karena ASN dijamin
4. Melaksnakan tugasnya sesuai dengan ketentuan
obyektivitasnya dalam perjalanan kariernya.
peraturan perundang-undangan
5. Melaksnakan tugasnya sesuai dengan perintah
dimana berbagai kebijakan dan manajemen SDM
atasan atau Pejabat yang Berwenang sejauh tidak
dilakukan
bertentangan dengan ketentuan peraturan
dan didasari pada pertimbangan kualifikasi,
perundang-undangan dan etika pemerintahan;
kompetensi, dan
6. Menjaga kerahasian yang menyangkut kebijakan
kinerja secara adil dan wajar, tanpa membedakan latar
Negara;
belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik Negara
kelamin, status pernikahan, umur ataupun kondisi
secara
kecacatan.
bertanggungjawab, efektif, dan efisien;
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam
Dalam recruitment, kualifikasi dan kompetensi
melaksanakan tugasnya;
menjadi pertimbangan seseorang untuk menjadi pegawai
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak
ASN. Sistem CAT (computer-assisted testing) yaitu
menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan
model
informasi terkait kepentingan kedinasan;
assessment atau penilaian dimana kandidat/ calon
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern Negara,
menjawab pertanyaan (atau menyelesaikan latihan)
tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk
dengan
mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat
menggunakan komputer (menjadi bagian dalam program
bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
komputer), mampu menjamin transparansi, efisiensi serta
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu
efektifitas dalam rekruitmen pegawai karena pengolahan
12. Menjaga reputasi dan integritas ASN; dan
sampai dengan pengumuman sepenuhnya berdasarkan
melaksanakan ketentuan peraturan
program dalam komputer.
perundangundangan mengenai disiplin Pegawai
ASN.
Pasal 55 (mengatur tentang manajemen PNS) dan pasal
93 (mengatur manajemen PPPK) UU ASN harus
Fungsi kode etik dan kode perilaku
menerapkan sistem merit ini.
1) Sebagai pedoman, panduan birokrasi public/aparatur
sipil negara dalam menjalankan tugas dan kewanangan
Pelaksanaan sistem merit dalam beberapa komponen
agar tindakannya dinilai baik.
pengelolaan ASN
2) Sebagai standar penilaian sifat, perilaku, dan
1. Perencanaan(pasal 56) harus
tindakan birokrasi public/aparatur sipil negara dalam
 Mendukung tujuan organisasi (jlh & kualifikasi)
menjalankan tugas dan kewenangannya
 Proses pengadaan harus memenuhi PSK
 Penempatan sesuai kebutuhan organisasi
Konsep Sistem Merit dalam Pengelolaan ASN
2. Monitoring, penilaian & pengembangan
Sistem merit pada dasarnya adalah konsepsi dalam
 Pangkat, jabatan, karir, mutasi sesuai kompetensi
manajemen SDM yang menggambarkan diterapkannya
kualifikasi dan persyaratan, kebutuhan organisasi
 Penilaian kinerja sesuai dengan yg sesungguhnya (4) Kebutuhan instansi
Kelembagaan Sistem Merit (5) Integritas (kejujuran, kepatuhan terhadap
1. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) ketentuan peraturan perundang-undangan,
2. Birokrasi/kemen PAN dan RB) kemampuan bekerja sama, dan pengabdian
kepada masyarakat, bangsa dan Negara
Manajemen PNS (6) Moralitas diukur dari penerapan dan
Manajemen PNS pada Instansi Daerah dilaksanakan pengamalan nilai etika agama, budaya, dan
oleh pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan sosial kemasyarakatan.
peraturan perundang-undangan Mutasi
a) Penyusunan dan Penetapan Kebutuhan 1. Mutasi PNS dalam satu Instansi Pusat atau
b) Pengadaan Instansi Daerah dilakukan oleh Pejabat Pembina
1) Setiap Instansi Pemerintah merencanakan Kepegawaian.
pelaksanaan pengadaan PNS. 2. Mutasi PNS antarkabupaten/kota dalam satu
2) Setiap Instansi Pemerintah mengumumkan provinsi ditetapkan oleh gubernur setelah
secara terbuka kepada masyarakat adanya memperoleh pertimbangan kepala BKN.
kebutuhan jabatan untuk diisi dari calon PNS. 3. Mutasi PNS antarkabupaten/kota antarprovinsi,
3) Setiap warga negara Indonesia mempunyai dan antar provinsi ditetapkan oleh menteri yang
kesempatan yang sama untuk melamar menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam
menjadi PNS setelah memenuhi persyaratan negeri setelah memperoleh pertimbangan kepala
4) Penyelenggaraan seleksi pengadaan PNS BKN.
oleh Instansi Pemerintah melalui penilaian 4. Mutasi PNS provinsi/kabupaten/kota ke Instansi
secara objektif meliputi seleksi administrasi, Pusat atau sebaliknya, ditetapkan oleh kepala
seleksi kompetensi dasar, dan seleksi BKN.
kompetensi bidang. 5. Mutasi PNS antar-Instansi Pusat ditetapkan oleh
5) Peserta yang lolos seleksi diangkat menjadi kepala BKN.
calon PNS. Pengangkatan calon PNS
ditetapkan dengan keputusan Pejabat Penilaian Kinerja=menjamin objektivitas
Pembina Kepegawaian. Perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat
6) Calon PNS wajib menjalani masa percobaan. unit atau organisasi, dengan memperhatikan target,
Masa percobaan dilaksanakan melalui proses capaian, hasil, dan manfaat yang dicapai, serta perilaku
pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk PNS. Penilaian kinerja PNS dilakukan secara objektif,
membangun integritas moral, kejujuran, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan.
semangat dan motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang Penggajian dan Tunjangan
unggul dan bertanggung jawab, dan Pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak
memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. kepada PNS serta menjamin kesejahteraan PNS.
Masa percobaan bagi calon PNS dilaksanakan selama 1 PNS pusat=APBN
(satu) tahun. Instansi Pemerintah wajib memberikan PNS Daerah= APBD
pendidikan dan pelatihan kepada calon PNS selama
masa percobaan. Tunjangan= Kinerja & Kemahalan
Tunjangan kinerja dibayarkan sesuai pencapaian
7) Calon PNS yang diangkat menjadi PNS harus kinerja.
memenuhi persyaratan: Tunjangan kemahalan dibayarkan sesuai dengan
a)lulus pendidikan dan pelatihan; dan tingkat kemahalan berdasarkan indeks harga yang
b)sehat jasmani dan rohani. berlaku di daerah masing-masing.
c)Pangkat dan jabatan(Pengangkatan PNS dalam
jabatan tertentu ditentukan berdasarkan Penghargaan
perbandingan objektif antara kompetensi, 1. tanda kehormatan;
kualifikasi, dan persyaratan yang dibutuhkan oleh 2. kenaikan pangkat istimewa;
jabatan dengan kompetensi, kualifikasi, dan 3. kesempatan prioritas untuk pengembangan
persyaratan yang dimiliki oleh pegawai. kompetensi; dan/atau
d) Pengembangan Kerier berdasarkan: 4. kesempatan menghadiri acara resmi dan/atau acara
(1) Kualifikasi(teknis, menejerial, social kenegaraan.
kultural)
(2) Kompetensi
(3) Penilaian kerja
Disiplin 5. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga
Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban.
kelancaran pelaksanaan tugas, PNS wajib mematuhi
disiplin Pegawai ASN yang menjadi Pejabat
PNS. Pegawai ASN dapat menjadi pejabat negara.
1) Pemberhentian Pejabat negara yaitu:
a) Dengan Hormat a. Presiden dan Wakil Presiden;
 meninggal dunia; b. Ketua, wakil ketua, dan anggota MPR
 atas permintaan sendiri; c. Ketua, wakil ketua, dan anggota DPR/DPRD,
 mencapai batas usia pensiun; d. Ketua, wakil ketua, ketua muda dan hakim
 perampingan organisasi atau kebijakan agung pada Mahkamah Agung serta ketua,
pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini; wakil ketua, dan hakim pada semua badan
atau peradilan kecuali hakim ad hoc;
 tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga e. Ketua, wakil ketua, dan anggota MK;
tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban f. Ketua, wakil ketua, dan anggota Badan
b) Tidak Hormat Pemeriksa Keuangan;
 Melakukan penyelewengan terhadap g. Ketua, wakil ketua, dan anggota Komisi
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Yudisial;
Negara Republik Indonesia Tahun 1945; h. Ketua dan wakil ketua Komisi Pemberantasan
 Dihukum penjara atau kurungan Korupsi;
berdasarkan putusan pengadilan yang telah i. Menteri dan jabatan setingkat menteri;
memiliki kekuatan hukum tetap karena j. Kepala perwakilan Republik Indonesia di luar
melakukan tindak pidana kejahatan jabatan negeri yang berkedudukan sebagai Duta
atau tindak pidana kejahatan yang ada Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh;
hubungannya dengan jabatan dan/atau k. Gubernur dan wakil gubernur;
pidana umum; l. Bupati/walikota dan wakil bupati/wakil
 menjadi anggota dan/atau pengurus partai walikota; dan
politik; atau m. Pejabat negara lainnya yang ditentukan oleh
 dihukum penjara berdasarkan putusan Undang- Undang.
pengadilan yang telah memiliki kekuatan
hukum tetap karena melakukan tindak Pegawai ASN berhimpun dalam wadah korps profesi
pidana dengan pidana penjara paling Pegawai ASN Republik Indonesia. Korps profesi Pegawai
singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang ASN Republik Indonesia memiliki tujuan: menjaga kode
dilakukan dengan berencana. etik profesi dan standar pelayanan profesi ASN; dan
c) Sementara mewujudkan jiwa korps ASN sebagai pemersatu bangsa.
 Diangkat menjadi pejabat negara;
 Diangkat menjadi komisioner atau Untuk menjamin efisiensi, efektivitas, dan akurasi
anggota lembaga nonstruktural; atau pengambilan keputusan dalam Manajemen ASN
 Ditahan karena menjadi tersangka tindak diperlukan Sistem Informasi ASN. Sistem Informasi ASN
pidana diselenggarakan secara nasional dan terintegrasi antar-
Pensiun Instansi Pemerintah
1. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi Pejabat
Administrasi; Sengketa Pegawai ASN diselesaikan melalui upaya
2. 60 (enam puluh) tahun bagi Pejabat Pimpinan administratif. Upaya administratif terdiri dari keberatan
Tinggi; dan banding administrative
3. sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangundangan bagi Pejabat Fungsional. Larangan PNS
(Dasar PP No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS)
Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua Setiap PNS dilarang :
1. meninggal dunia; 1. Menyalahgunakan wewenang ;
2. atas permintaan sendiri dengan usia dan masa 2. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan
kerja tertentu;
pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan
3. mencapai batas usia pensiun;
4. perampingan organisasi atau kebijakan kewenangan orang lain;
pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini;
atau
3. Tanpa izin Pemerintah menjadi Pegawai atau menjadi peserta pemilu sebelum, selama,
bekerja untuk negara lain dan /atau lembaga atau dan sesudah masa kampanye meliputi
organisasi internasional ; pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau
4. Bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, pemberian barang kepada PNS dalam
atau lembaga swadaya masyarakat asing ; lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan
5. Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, masyarakat;
menyewakan, atau meminjamkan barang-barang 14. Memberikan dukungan kepada calon anggota
baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala
surat berharga milik negara secara tidak sah; Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara
6. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan, memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu
teman sejawat, bawahan, atau orang lain di Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda
dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan;
tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau dan
pihak lain, yang secara langsung atau tidak 15. Memberikan Dukungan Kepada Calon Kepala
langsung merugikan negara ; Daerah / Wakil Kepala Daerah, dengan cara:
7. Memberi atau menyanggupi akan memberi a. Terlibat Dalam Kegiatan Kampanye Untuk
sesuatu kepada siapapun baik secara langsung dan Mendukung Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala
dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan ; Daerah;
8. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja b. Menggunakan Fasilitas yang Terkait Dengan
dari siapapun juga yang berhubungan dengan Jabatan dalam Kegiatan Kampanye;
jabatan dan/atau pekerjaannya ; c. Membuat Keputusan dan/atau Tindakan yang
9. Bertindak sewenang-wenang terhadap Menguntungkan atau Merugikan Salah Satu
bawahannya ; Pasangan Calon Selama Masa
10. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan Kampanye;
suatu tindakan yang dapat menghalangi atau d. Mengadakan Kegiatan yang Mengarah Kepada
mempersulit salah satu pihak yang dilayani Keberpihakan Terhadap Pasangan Calon yang
sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang Menjadi Peserta Pemilu
dilayani ; Sebelum,Selama,dan Sesudah Masa
11. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan; Kampanye meliputi Pertemuan,
12. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Ajakan,Himbauan, Seruan,atau Pemberian
Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Barang Kepada PNS dalam Lingkungan
Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Unit Kerjanya, Anggota Keluarga,dan
Daerah dengan cara: Masyarakat.
a. ikut serta sebagai pelaksana kampanye ; Keanggotaan PNS di Parpol
b. menjadi peserta kampanye dengan menggunakan KEANGGOTAAN PNS DALAM PARPOL
atribut partai atau atribut PNS ; SESUAI PP 5/1999 JO PP 12/1999
c. sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan  Sebagai aparatur negara, PNS harus bersikap
PNS netral dan menghindari penggunaan fasilitas
lain; dan/atau Negara untuk Golongan tertentu. tidak
d. sebagai peserta kampanye dengan menggunakan diskriminatif dalam memberikan pelayanan
fasilitas negara ; masyarakat;
13. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil  Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota
Presiden dengan cara : /pengurus Parpol pada saat PP ini ditetapkan
 Membuat keputusan dan/atau tindakan ya dianggap telah melepaskan keanggotaan dan
menguntungkan atau merugikan salah satu atau kepengurusannya (hapus secara otomatis);
pasangan calon selama masa kampanye;  Pegawai Negeri Sipil yang tidak melaporkan
dan/atau keangotaan dan atau kepengurusannya dalam
 Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada partai politik, diberhentikan tidak dengan hormat
keberpihakan terhadap pasangan calon ya sebagai PNS;
 Pegawai Negeri Sipil yang ingin menjadi anggota Jabatan PNS
atau pengurus Partai Politik harus mengajukan
permohonan kepada atasan langsungnya Jabatan adalah kedudukan yg menunjukkan tugas,
(peraturan pelaksanaan yang dikeluarkan BKN); tanggung jawab, wewenang dan hak seorang PNS dalam
 Pegawai Negeri Sipil yang mengajukan satuan organisasi.
permohonan sebagai anggota/pengurus Parpol 3. Jabatan Struktural adalah suatu kedudukan yg
diberikan uang tunggu selama satu tahun. Dalam menunjukan tugas, tanggung jawab, wewenang dan
satu tahun apabila tetap ingin menjadi anggota hak seorang PNS dalam rangka
atau pengurus Parpol, maka yang bersangkutan memimpin suatu satuan organisasi negara.
diberhentikan dengan hormat dan mendapat hak 4. Jabatan Fungsional adalah kedudukan yg
pensiun bagi yang telah mencapai Batas Usia menunjukkan tugas, tanggung jawab,
Pensiun (BUP). wewenang dan hak seorang PNS dalam satuan
organisasi yg di dalam pelaksanaan Tugasnya
KENAIKAN PANGKAT didasarkan pada keahlian dan atau
 Pangkat adalah kedudukan yg menunjukan tingkat ketrampilannya tertentu serta sifat mandiri.
seseorang PNS berdasarkan jabatannya dalam
rangkaian susunan kepegawaian yg digunakan PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS
sebagai dasar penggajian
Diklat Prajabatan (Pre service training)
 Kenaikan Pangkat adalah Penghargaan yg
diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian PNS adalah suatu pelatihan yg diberikan kepada CPNS
terhadap negara. dengan tujuan agar dapat terampil melaksanakan
 PP Nomor 12 tahun 2003 Tentang Perubahan atas tugas yg dipercayakan kepadanya.
Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2000
Tentang Ketentuan Kenaikan pangkat PNS 1. Diklat Dalam Jabatan:
 Periode kenaikan pangkat PNS ditetapkan pada a) Diklat Kepemimpinan:
tanggal 1 (satu) April dan 1 (satu) Oktober setiap  Diklat Kepemimpinan Tk IV untuk jabatan
tahun eselon IV
 Diklat Kepemimpinan Tk III untuk jabatan
Kenaikan Pangkat PNS dilaksanakan berdasarkan : eselon III
 Diklat Kepemimpinan Tk II untuk jabatan
 Sistem Kenaikan Pangkat Reguler adalah eselon II
penghargaan yg diberikan kepada PNS yg telah  Diklat Kepemimpinan Tk I untuk jabatan
eselon I
memenuhi syarat yg ditentukan tanpa terikat
b) Diklat Fungsional
pada jabatan, sepanjang tidak melampaui
c) Diklat Teknis
pangkat atasan langsungnya.

 Sistem Kenaikan Pangkat Pilihan adalah


kepercayaan dan penghargaan yg diberikan
kepada PNS atas prestasi kerjanya yg tinggi.

 Kenaikan Pangkat Anumerta adalah Kenaikan


Pangkat sebagai penghargaan terhadap PNS
yg dinyatakan tewas dalam menjalankan
tugas kewajibannya.

 Kenaikan Pangkat Pengabdian adalah Kenaikan


Pangkat setingkat lebih tinggi yg diberikan
kepada PNS yg meninggal dunia atau yg
diberhentikan dengan hormat dengan hak
pensiun karena telah mencapai batas usia
pensiun

Anda mungkin juga menyukai