Anda di halaman 1dari 10

AKUNTABILITAS

Pengertian:

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.

Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas


adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.

Jenis-jenis Akuntabilitas:

1. Akuntabilitas Internal dan Eksternal. (Sirajudin H. Salleh dan Aslam Iqbal)

Akuntabilitas Internal: pertanggungjawaban orang tersebut kepada Tuhannya.

Akuntabilitas eksternal: pertanggungjawaban seseorang kepada lingkungan baik lingkungan


formal maupun lingkungan masyarakat.

2. Akuntabilitas Tradisional, Manajerial, Program, dan Proses. (Mario D. Yango)

Akuntabilitas Tradisional: Fokus pada transaksi-transaksi reguler atau transaksi-transaksi


fiskal untuk mendapatkan informasi mengenai kepatuhan kepada peraturan yang berlaku.

Akuntabilitas Manajerial: Menitikberatkan pada efisiensi dan kehematan dan penggunaan


dana, harta kekayaan, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya serta peranan
pejabat atau pegawai.

Akuntabilitas Program: Fokus pada pencapaian hasil operasi pemerintah, bukan hanya
ketaatan pada peraturan, namun juga pencapaian tujuan.

Akuntabilitas Proses: Fokus pada informasi mengenai tingkat pencapaian kesejahteraan


sosial atas pelaksanaan kebijakan dan aktivitas-aktivitas organisasi.

3. Akuntabilitas Keuangan, Akuntabilitas Manfaat, dan Akuntabilitas Prosedural.

Akuntabilitas Keuangan: Pertanggungjawaban mengenai integritas keuangan,


pengungkapan dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Akuntabilitas Manfaat: Pertanggungjawaban atas hasil dari kegiatan-kegiatan pemerintahan

Akuntabilitas Prosedural: Pertanggungjawaban mengenai apakah suatu prosedur penetapan


dan pelaksanaan suatu kebijakan telah mempertimbangkan masalah moralitas, etika,
kepastian hukum, dan ketaatan pada keputusan politis.
4. Akuntabilitas Vertikal dan Horizontal

Akuntabilitas Vertikal: Pertanggungjawaban kepada otoritas yang lebih tinggi.

Akuntabilitas Horizontal: Pertanggung jawaban kepada masyarakat luas.

Tingkatan Akuntabilitas:

1. Akuntabilitas personal: nilai yang ada pada diri seseorang seperti kejujuran, integritas,
moral dan etika.
2. Akuntabilitas individu: hubungan antara individu dan lingkungan kerjanya .
3. Akuntabilitas Kelompok: pembagian kewenangan dan semangat kerjasama yang tinggi
antar berbagai kelompok dalam sebuah instansi
4. Akuntabilitas organisasi: mengacu pada hasil pelaporan kinerja yang telah dicapai.
5. Akuntabilitas stakeholder: tanggungjawab organisasi pemerintah untuk mewujudkan
pelayanan dan kinerja yang adil, responsif dan bermartabat.

Aspek-Aspek Akuntabilitas:

1. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship)


Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak antara individu/kelompok/institusi
dengan negara dan masyarakat.
2. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results oriented)
Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku aparat pemerintah yang
bertanggung jawab, adil dan inovatif.
3. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requires reporting)
Dengan memberikan laporan kinerja berarti mampu menjelaskan terhadap tindakan dan
hasil yang telah dicapai oleh individu/kelompok/institusi, serta mampu memberikan bukti
nyata dari hasil dan proses yang telah dilakukan.
4. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless without
consequences)
Akuntabilitas adalah kewajiban. Kewajiban menunjukkan tanggung jawab, dan tanggung
jawab menghasilkan konsekuensi.
5. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance)
Tujuan utama dari akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja PNS dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat

Dimensi Akuntabilitas di Lingkungan Instansi Pemerintah

1. Akuntabilitas Kejujuran dan Hukum:


Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang diterapkan.
2. Akuntabilitas Proses:
Ketepatan prosedur yang digunakan untuk menghindari kolusi, korupsi, dan nepotisme
3. Akuntabilitas Program:
Ketepatan pemilihan program dalam mencapai tujuan
4. Akuntabilitas Kebijakan:
Pertanggungjawaban atas kebijakan yang diambil.

Alat Akuntabilitas di Lingkungan Instansi Pemerintah

Rencana Strategis:

▹ RPJP

▹ RPJM

▹ RKP

▹ Renstra

▹ SKP

Kontrak Kinerja: Kesepakatan antara pegawai dengan atasan langsungnya.

Pengukuran Kinerja:

▹ Indikator kinerja

▹ Capaian kinerja

▹ Pengukuran kinerja

Evaluasi Kinerja: Menghitung nilai capaian kinerja.

Pelaporan Kinerja:

▹ LAKIP

▹ LKB

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Akuntabel

Hal-hal yang diperlukan:

▹ Kepemimpinan
▹ Transparansi

▹ Integritas

▹ Tanggungjawab

▹ Keadilan

▹ Kepercayaan

▹ Keseimbangan

▹ Kejelasan

▹ Konsistensi

Penyebab Masih Maraknya Pelanggaran Akuntabilitas:

▹ Lemahnya penegakan hukum

▹ Tidak adanya transparansi

▹ Konflik kepentingan

▹ Kurangnya empati

Menciptakan Framework Akuntabilitas

▹ Menentukan tujuan dan tanggungjawab

▹ Menetapkan rencana apa yang akan dilakukan

▹ Melakukan implementasi dan monitoring kemajuan

▹ Menyampaikan laporan secara lengkap

▹ Memberikan evaluasi dan masukan perbaikan

Akuntabilitas dalam Konteks Organisasi

1. Transparansi Dan Akses Informasi


Prinsip :
 Maximum Access Limited Exemption (MALE)
 Permintaan tidak perlu disertai alasan
 Mekanisme yang sederhana, murah, dan cepat
 Informasi harus utuh dan benar
 Informasi proaktif
 Perlindungan pejabat yang beritikad baik

Dalam konteks informasi, ASN hanya berwenang memberikan informasi atas apa
yang dibutuhkan oleh pimpinan untuk mendukung pelaksanaan tugasnya.

Tujuan Tansparansi dan Akses Informasi:

(1) Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan
publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik,
serta alasan pengambilan suatu keputusan publik;
(2) Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik;
(3) Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan
pengelolaan Badan Publik yang baik;
(4) Mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, efektif
dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan;
(5) Mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup orang
banyak;
(6) Mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa;
dan/atau
(7) Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan Badan Publik
untuk menghasilkan layanan informasi.

Praktik Kecurangan (Fraud) Dan Perilaku Korup

Penyebab:

▹ Peluang untuk melakukan fraud

Terbukanya kesempatan dapat menggoda individu atau kelompok yang sebelumnya


tidak memiliki motif untuk melakukan fraud.

▹ Insentif atau tekanan untuk melakukan fraud

Beberapa contoh pressure dapat timbul karena masalah keuangan pribadi. Sifat-sifat
buruk seperti berjudi, narkoba, berhutang berlebihan dan tenggat waktu dan target
kerja yang tidak realistis.

▹ Sikap atau rasionalisasi untuk membenarkan tindakan fraud

Solusi:

▹ Komitmen dari top manajemen


▹ Lingkungan organisasi yang kondusif

▹ Perekrutan dan promosi pegawai

▹ Pelatihan nilai-nilai organisasi dan standar-standar pelaksanaan

▹ Saluran komunikasi yang efektif

▹ Penegakan kedisiplinan

Penggunaan Sumber Daya Milik Negara: Kondisi Ideal

▹ Penggunaannya harus diatur sesuai prosedur yang berlaku

▹ Penggunaannya dilakukan secara bertanggungjawab dan efisien

▹ Pemeliharaan fasilitas secara benar dan bertanggungjawab

Penyimpanan dan Penggunaan Data dan Informasi Pemerintah

Prinsip

1. Relevant information diartikan sebagai data dan informasi yang disediakan dapat
digunakan untuk mengevaluasi kondisi sebelumnya (past), saat ini (present) dan
mendatang (future).
2. Reliable information diartikan sebagai informasi tersebut dapat dipercaya atau tidak
bias.
3. Understandable information diartikan sebagai informasi yang disajikan dengan cara
yang mudah dipahami pengguna.
4. (user friendly) atau orang yang awam sekalipun. 4. Comparable information diartikan
sebagai informasi yang diberikan dapat digunakan oleh pengguna untuk dibandingkan
dengan institusi lain yang sejenis.

Konflik Kepentingan

Jenis:

▹ Konflik kepentingan menyangkut keuangan: Penggunaan sumber daya lembaga


(termasuk dana, peralatan atau sumber daya aparatur) untuk keuntungan pribadi.

▹ Konfilik kepentingan yang tidak menyangkut keuangan: Penggunaan posisi atau


wewenang untuk membantu diri sendiri dan / atau orang lain
Konsekuensi:

▹ Hilangnya/berkurangnya kepercayaan pegawai dan stakeholder

▹ Memburuknya reputasi pribadi dan instansi

▹ Tindakan indisipliner

▹ Pemutusan hubungan kerja

▹ Dapat dihukum baik perdata dan pidana

Asas Penyelenggaraan Kebijakan dan Manajemen ASN

▹ Kepastian hukum

▹ Profesionalitas

▹ Keterpaduan

▹ Delegasi

▹ Netralitas

▹ Akuntabilitas

▹ Efektif dan efisien

▹ Keterbukaan

▹ Nondiskriminatif

▹ Persatuan dan kesatuan

▹ Keadilan dan kesetaraan

▹ Kesejahteraan

Prinsip Profesi ASN:

▹ Nilai dasar

▹ Kode etik dan kode perilaku

▹ Komitmen, integritas moral dan tanggung jawab pada pelayanan publik

▹ Komitmen yang diperlukan sesuai bidang tugas


▹ Kualifikasi akademik

▹ Jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas

▹ Profesionalisme jabatan

Perilaku yang Diharapkan dari Seorang PNS

1. PNS bertindak sesuai dengan persyaratan legislatif, kebijakan lembaga dan kode etik yang
berlaku untuk perilaku mereka.

2. PNS tidak mengganggu, menindas, atau diskriminasi terhadap rekan atau anggota
masyarakat.

3. Kebiasaan kerja PNS, perilaku dan tempat kerja pribadi dan profesional hubungan
berkontribusi harmonis, lingkungan kerja yang nyaman dan produktif.

4. PNS memperlakukan anggota masyarakat dan kolega dengan hormat, penuh kesopanan,
kejujuran dan keadilan, dan memperhatikan secara tepat untuk kepentingan mereka, hak-hak,
keamanan dan kesejahteraan.

5. PNS membuat keputusan adil, tidak memihak dan segera, memberikan pertimbangan untuk
semua informasi yang tersedia, Undang-undang dan kebijakan dan prosedur institusi tersebut.

6. PNS melayani stakeholders (lingkup pemerintah, swasta atau masyarakat) setiap hari dengan
tepat waktu, memberikan masukan informasi dan kebijakan.

Perilaku Terkait Transparansi dan Akses Informasi

▹ Tidak mengungkapkan informasi atau dokumen resmi yang diperoleh selain yang
dipersyaratkan.

▹ Tidak menyalahgunakan informasi atau dokumen resmi untuk kepentingan pribadi atau
komersil.

▹ Mematuhi persyaratan legislatif, kebijakan instansi, dan arahan yang sah dari pimpinan.

Perilaku Terkait Perilaku Curang dan Koruptif

▹ Tidak terlibat penipuan atau korupsi

▹ Tidak memanfaatkan posisi dan kewenangan untuk berbuat curang


▹ Melaporkan setiap perilaku curang atau korup

▹ Melaporkan setip pelanggaran kode etik

▹ Memahami dan menerapkan kerangka akuntabilitas yang berlaku di sektor publik

Perilaku Terkait Penggunaan Sumber Daya Manusia

▹ Bertanggung jawab terhadap pengeluaran atau penggunaan sumber daya resmi

▹ Tidak menggunakan waktu dan sumber daya kantor untuk pekerjaan partai politik atau
untuk keuntungan pribadi

▹ Mematuhi kebijakan dan pedoman penggunaan sumber daya yang berlaku

▹ Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan
efisien.

Perilaku Terkait Penyimpanan dan Penggunaan Data Serta Informasi

▹ Bertindak dan mengambil keputusan secara transparan

▹ Menjamin penyimpanan informasi yang bersifat rahasia

▹ Mematuhi perencanaan yang telah ditetapkan

▹ Menjaga kerahasiaan menyangkut kebijakan negara

▹ Memberikan informasi secara benar

▹ Tidak menyalahgunakan informasi untuk kepentingan pribadi.

Perilaku Berkaitan dengan Konflik Kepentingan

▹ Memastikan kepentingan pribadi atau keuangan tidak bertentangan dengan


kemampuan melaksanakan tugas dengan tidak memihak

▹ Dapat memastikan menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi

▹ Memahami bahwa konflik kepentingan sebenarnya dianggap ada atau berpotensi ada di
masa depan.

▹ Melaporkan jika ada konflik kepentingan


▹ Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan.

Membuat Keputusan yang Akuntabel

▹ Memastikan tindakan dan keputusan yang berimbang dan tidak bias

▹ Bertindak adil dan mematuhi prinsip-prinsip due process

▹ Akuntabel dan transparan

▹ Melakukan pekerjaan secara penuh efektif dan efisien

▹ Berperilaku sesuai standar sektor publik

▹ Mendeklarasikan secara terbuka bila terjadi adanya potensi konflik kepentingan.