Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dengan semakin berkembangnya industri kelapa sawit maka akan
menuntut kita sebagai orang – orang yang berhubungan langsung dengan
kelapa sawit, khususnya pengolahan kelapa sawit untuk mengerti dan
memahami mesin dan alat alat yang digunakan. Penggunaan, perawatan
dan perlakuan mesin dan alat yang sesuai standar akan mengoptimalkan
kinerja dari alat atau mesin tersebut, Sehingga output yang dihasilkan dari
mesin tersebut sesuai dengan kapasitasnya.
Semua alat alat pengolahan kelapa sawit sangat perlu diperhatikan
kinerjanya, karena kinerja yang buruk akan memberikan dampak negatif
yang akhirnya akan merugikan perusahaan. Unit – unit alat pengolahaan
kelapa sawit sangat erat kaitannya dengan kapasitas produksi, karena
kapasitas produksi yang rendah merupakan efek dari kinerja unit alat
pengolahan yang buruk dan kinerja alat yang buruk disebabkan oleh
pemakaian, perawatan dan kurangnya pemahaman tentang unit alat yang
digunakan.
Pengangkutan dari unit produksi satu ke yang lainnya dapat
menggunakan alat conveyor, elevator dan lain-lain. Salah satu jenis
conveyor yang digunakan di pabrik kelapa sawit yaitu Under Thresher
Conveyor yang berfungsi untuk mentransfer fruit (brondolan) menuju ke
Bottom Cross Conveyor, alat ini terdapat pada stasiun Thresher
(bantingan) pada pabrik kelapa sawit. Under Thresher Conveyor sangat
dibutuhkan pada pabrik kelapa sawit agar tercapainya kapasitas suatu
pabrik kelapa sawit. Sehingga dibutuhkan unit Under Thresher Conveyor
dengan kinerja yang optimal.
Dalam laporan minor ini akan dibahas mengenai Fabrikasi Under
Thresher Conveyor. Dimana secara garis besar tulisan ini berisi tentang
penggunaan, fabrikasi atau pembuatan serta biaya yang diperlukan untuk
membuat satu unit Under Thresher Conveyor.

PAP XII 1
1.2 Tujuan

Tujuan dari penulisan laporan minor ini adalah:


a. Membuat angggaran biaya yang dibutuhkan untuk satu unit Under
Thresher Conveyor.
b. Perencanaan permintaan material yang dibutuhkan untuk membuat
satu unit Under Thresher Conveyor.
c. Mengetahui langkah-langkah pembuatan Under Thresher
Conveyor.

1.3 Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan laporan ini adalah :


a. Sebagai data informasi tentang Fabrikasi atau pembuatan salah satu
unit alat pengolahan kelapa sawit yaitu Under Thresher Conveyor.
b. Sebagai data informasi tentang anggaran biaya pembuatan salah
satu unit alat pengolahan kelapa sawit yaitu Under Thresher
Conveyor.
c. Sebagai bekal pengetahuan dan ilmu bagi penulis untuk
mempermudah menjalankan pekerjaan pada pabrik kelapa sawit.

1.4 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan ini adalah


sebagai berikut:

1. BAB I : PENDAHULUAN
Menjelaskan tentang latar belakang masalah, tujuan
penulisan, manfaat penulisan, serta sistematika penulisan.

2. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA


Memuat tentang teori dasar dan klasifikasi conveyor.

3. BAB III : UNDER THRESHER CONVEYOR


Memuat tentang komponen utama Under Thresher
Conveyor.

PAP XII 2
4. BAB IV : PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN
Memuat tentang perhitungan dan budget pembuatan.

5. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN


Memuat tentang kesimpulan dan saran penulis mengenai
permasalahan yang ditinjau dalam makalah ini.

1.5 Sejarah Singkat PKS Sungai Dua

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sungai Dua di operasikan pada tanggal 05 Mei
1998 dengan kapasitas 45 ton TBS/jam.PKS Sungai Dua terletak di kelurahan
Balai Jaya Kota, kecamatan Balai Jaya, kabupaten Rokan Hilir, provinsi
Riau.PKS Sungai Dua. Jumlah tenaga kerja di PKS Sungai Dua sebanyak 124
orang SKU dengan demikian jumlah seluruh tenaga kerja di PKS Sungai Dua
sebanyak 124 orang. Lay out PKS Sungai Dua ditunjukkan pada gambar 1.1.

PAP XII 3
Gambar 1 Lay Out PKS Sungai Dua
Struktur Organisasi

PAP XII 4
BAB I

LANDASAN TEORI

2.1 Conveyor

Di dalam industri, bahan -bahan yang digunakan kadang kala


merupakan bahan yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu
diperlukan alat transportasi untuk mengangkut bahan -bahan tersebut
mengingat keterbatasan kemampuan tenaga manusia baik itu berupa
kapasitas bahan yang akan diangkut maupun keselamatan kerja dari
karyawan.
Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah Konveyor
yang berfungsi untuk mengangkut bahan -bahan industri yang berbentuk
padat. Pemilihan alat transportasi (conveying equipment) material padatan
antara lain tergantung pada :

 Kapasitas material yang ditangani


 Jarak perpindahan material
 Kondisi pengangkutan : horizontal, vertikal atau inklinasi
 Ukuran (size), bentuk (shape) dan sifat material (properties)
 Harga peralatan tersebut

2.2 Klasifikasi Conveyor

Secara umum jenis atau type conveyor yang sering digunakan


dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Belt Conveyor
2. Chain Conveyor :
a. Scraper Conveyor
b. Apron Conveyor
c. Bucket Conveyor
d. Bucket Elevator

PAP XII 5
3. Screw Conveyor
4. Pneumatic Conveyor

ALAT TRANSPORTASI

1. Belt Conveyor

Gambar 2. Belt Conveyor

Belt Conveyor pada dasarnya mernpakan peralatan yang cukup


sederhana. Alat tersebut terdiri dari sabuk yang tahan terhadap
pengangkutan benda padat. Sabuk yang digunakan pada belt conveyor ini
dapat dibuat dari berbagai jenis bahan misalnya dari karet, plastik, kulit
ataupun logam yang tergantung dari jenis dan sifat bahan yang akan
diangkut. Untuk mengangkut bahan -bahan yang panas, sabuk yang
digunakan terbuat dari logam yang tahan terhadap panas.

PAP XII 6
Karakteristik dan performance dari belt conveyor yaitu :

 Dapat beroperasi secara mendatar maupun miring dengan sudut


maksimum sampai dengan 18.
 Sabuk disanggah oleh plat roller untuk membawa bahan.
 Kapasitas tinggi.
 Serba guna.
 Dapat beroperasi secara kontinu.
 Kapasitas dapat diatur.
 Kecepatannya sampai dengan 600 ft/m.
 Dapat naik turun.
 Perawatan mudah.
 Kelemahan -kelemahan dari belt conveyor:
 Jaraknya telah tertentu.
 Biaya relatif mahal.
 Sudut inklinasi terbatas.

2. Chain Conveyor

Chain Conveyor dapat dibagi atas beberapa jenis conveyor, yaitu :

a. Scraper Conveyor
b. Apron Conveyor
c. Bucket Conveyor
d. Bucket Elevator

Keempat jenis elevator tersebut pada dasarnya menggunakan rantai


sebagai alat bantu untuk menggerakkan material.

PAP XII 7
a. Scraper Conveyor

Gambar 3. Scraper Conveyor

Scraper conveyor merupakan conveyor yang sederhana dan paling


murah diantara jenis -jenis konveyor lainnya. konveyor jenis ini dapat
digunakan dengan kemiringan yang besar. konveyor jenis ini digunakan
untuk mengangkut material - material ringan yang tidak mudah rusak,
seperti : abu, kayu dan kepingan.

 Karakteristik dan performance dari scaper conveyor:


 Dapat beroperasi dengan kemiringan sampat 45°.
 Mempunyai kecepatan maksimum 150 ft/m.
 Kapasitas pengangkutan hingga 360 ton/jam.
 Harganya murah.

Kelemahan - kelemahan pada scraper conveyor:

 Mempunyai jarak yang pendek.


 Tenaganya tidak konstan.
 Biaya perawatan yang besar seperti service secara teratur.
 Mengangkut beban yang ringan dan tidak tetap.

PAP XII 8
a. Apron Conveyor

Gambar 4. Apron Conveyor

Apron Conveyor digunakan untuk variasi yang lebih luas dan


untuk beban yang lebih berat dengan jarak yang pendek. Apron Conveyor
yang sederhana terdiri dari dua rantai yang dibuat dari mata rantai yang
dapat ditempa dan ditanggalkan dengan alat tambahan A. Palang kayu
dipasang pada alat tambahan A diantara rantai dengan seluruh tumpuan
dari tarikan konveyor. Untuk bahan yang berat dan pengangkutan yang
lama dapat ditambahkan roda (roller) pada alat tambahan A. Selain
digunakan roller, palang kayu dapat juga digantikan dengan plat baja
untuk mengangkut bahan yang berat.

 Karakteristik dan performance dan apron conveyor:


 Dapat beroperasi dengan kemiringan hingga 25°.
 Kapasitas pcngangkutan hingga 100 ton/jam.
 Kecepatan maksimum 100 ft/m.
 Dapat digunakan untuk bahan yang kasar, berminyak maupun yang
besar.

PAP XII 9
 Perawatan murah.
 Kelemahan -kelemahan apron conveyor :
 Kecepatan yang relatif rendah.
 Kapasitas pengangkutan yang kecil
 Hanya satu arah gerakan

b. Bucket Conveyor

Gambar 5. Bucket Conveyor

Bucket Conveyor sebenarnya merupakan bentuk yang menyerupai


conveyor apron yang dalam.

Karakteristik dan performance dari bucket conveyor:

 Bucket terbuat dari baja


 Bucket digerakkan dengan rantai
 Biaya relatif murah.
 Rangkaian sederhana.
 Dapat digunakan untuk mengangkut bahan bentuk bongkahan.
 Kecepatan sampai dengan 100 ft/m.
 Kapasitas kecil 100 ton/jam.

PAP XII 10
Kelemahan -kelemahan bucket conveyor:

 Ukuran partikel yang diangkut 2-3 in.


 Investasi mahal.
 Kecepatan rendah.

c. Bucket Elevator

G
a
m
b
a
r

5
.

Gambar 6. Bucket Elevator

Belt, scraper maupun apron konveyor mengangkut material dengan


kemiringan yang terbatas. Belt konveyor jarang beroperasi pada sudut
yang lebih besar dari 15-20° dan scraper jarang melebihi 30°. Sedangkan
kadangkala diperlukan pengangkutan material dengan kemiringan yang
curam. Untuk itu dapat digunakan Bucket Elevalor. Secara umum bucket
elevator terdiri dari timba -timba (bucket) yang dibawa oleh rantai atau
sabuk yang bergerak. Timba -timba (bucket) yang digunakan memiliki
beberapa bentuk sesuai dengan fungsinya masing -masing. Bentuk -
bentuk dari timba -timba (bucket) dapat dibagi atas :

PAP XII 11
- Minneapolis Type

Gambar 7. Minneapolis Type

Bentuk ini hampir dipakai di seluruh dunia. Dipergunakan untuk


mengangkut butiran dan material kering yang sudah lumat.

- Buckets for Wet or Sticky Materials.

Gambar 8. Buckets for Wet or Sticky Materials

Bucket yang lebih datar. Dipergunakan untuk mengangkut material


yang cenderung lengket.

- Stamped Steel Bucket for Crushed Rock

Gambar 9. Stemped Steel Bucket for Crushed Rock

PAP XII 12
Dipergunakan untuk mengangkut bongkahan -bongkahan besar dan
material yang berat.

3. Screw Conveyor

Gambar 10. Screw Conveyor

Screw Conveyor : a Sectional ; b. Helicoid; c. Cast Iron; d. Riboon ; e. Cut Flight

Jenis conveyor yang paling tepat untuk mengangkut bahan padat


berbentuk halus atau bubur adalah conveyor sekrup (screw conveyor) Alat
ini pada dasarnya terbuat dari pisau yang berpilin mengelilingi suatu
sumbu sehingga bentuknya mirip sekrup. Pisau berpilin ini disebut flight.

Macam-macam flight adalah:

Sectional flight : Conveyor berfiight section dibuat dari pisau-


pisau pendek yang disatukan -tiap pisau berpilin satu putaran penuh-
dengan cara disimpul tepat pada tiap ujung sebuah pisau dengan paku
keling sehingga akhirnya akan membentuk sebuah pilinan yang panjang.

PAP XII 13
Helicoid flight : Sebuah helicoid flight, bentuknya seperti pita
panjang yang berpilin mengelilingi suatu poros . Untuk membentuk suatu
conveyor, flight- flight itu disatukan dengan cara dilas tepat pada poros
yang bersesuaian dengan pilinan berikutnya.

Special flight, terbagi:

 cast iron flight : digunakan dimana suhu dan tingkat kerusakan


tinggi
 ribbon flight : Untuk bahan yang lengket
 cut flight : Untuk mengaduk digunakan cut flight, Flight
pengaduk ini dibuat dari flight biasa, yaitu dengan cara memotong-
motong flight biasa lalu membelokkan potongannya ke berbagai
arah.

Untuk mendapatkan conveyor panjang yang lebih sederhana dan


murah, biasanya conveyor tersebut itu disusun dari conveyor-conveyor
pendek. Sepasang conveyor pendek disatukan dengan sebuah penahan
yang disebut hanger dan disesuaikan pasangan pilinannya.
Tiap conveyor pendek mempunyai standar tertentu sehingga dapat
dipasang dengan conveyor pendek lainnya, yaitu dengan cara memasukkan
salah satu poros sebuah conveyor ke lubang yang terdapat pada poros
conveyor yang satunya lagi.

Gambar 11. Helicoid Flight

Wadah conveyor biasanya terbuat dan lempeng baja , Panjang sebuah


wadah antara 8, 10, dan 12 ft. Tipe wadah yang paling sederhana hanya
bagian dasarnya, yang berbentuk setengah lingkaran dan terbuat dari baja,
sedangkan sisi-sisi lurus lainnya terbuat dari kayu. Untuk mendapatkan
PAP XII 14
sebuah wadah yang panjang, wadah-wadah pendek disusun sehingga
sesuai dengan panjang conveyor. menunjukkan wadah yang lebih rumit
yang konstruksinya semuanya terbuat dari besi.

Gambar 12. Wadah Conveyor

4. Pneumatic Conveyor

Gambar 13. Pneumatic Conveyor


PAP XII 15
Conveyor yang digunakan unluk mcngangkul bahan yang ringan
atau berbentuk bongkahan kecil adalah konvenyor aliran udara (pneumatic
conveyor). Pada jenis conveyor ini bahan dalam bentuk suspensi diangkut
oleh aliran udara.

Pada Conveyor ini banyak alat dipakai, antara lain:

 Sebuah pompa atau kipas angin untuk menghasilkan aliran udara.


 Sebuah cyclone untuk memisahkan partikel-partikel besar.
 Sebuah kotak penyaring (bag filter) untuk menyaring debu.

Pada tipe yang sederhana, sebuah pompa cycloida akan


menghasilkan kehampaan yang sedang dan sedotannya dihubungkan
dengan sistem pengangkulan. Bahan -bahan akan terhisap naik melalui
selang yang dapat dipindah pindahkan ujungnya.
Kemudian, aliran udara yang mengangkut bahan padat dalam bentuk
suspensi akan menuju siklon dan selanjutnya menuju ke pompa.
Jika bahan-bahan ini mengandung debu, debu ini tentunya akan merusak
pompa dan debu ini juga akan membahayakan jika dibuang ke udara,
dengan kala lain debu adalah produk yang tidak diinginkan. Karenanya,
sebuah kotak penyaring ditempatkan diantara siklon dan pompa.
Jenis conveyor ini terutama digunakan untuk mengangkut bahan yang
kebersihannya harus tetap terjaga baik (seperti biji-bijian, bahan-bahan
lumat seperti soda abu, dan lain-lain) supaya keadaannya tetap baik dan
tidak mengandung zat-zat beracun seperti timbal dan arsen.
Conveyor ini juga dapat dipakai untuk mengangkut bahan-bahan yang
berbentuk bongkahan kecil seperti chip kayu, bit pulp kering, dan bahan
lainnya yang sejenis. Kadang-kadang juga digunakan bila jalan yang
dilalui bahan berkelok- kelok atau jika bahan harus diangkat dan lain-lain
hal yang pada tipe konveyor lainnya menyebabkan biaya pengoperasian
lebih tinggi.
Kecepatan aliran udara pada kecepatan rendah adalah 3000-7500 fpm dan
pada kecepatan tinggi adalah 10000-20000 fpm. Sedangkan jumlah udara
yang digunakan untuk mengangkut tiap ton bahan per jam adalah 50-200
PAP XII 16
cfm, tergantung pada keadaan dan berat bahan,jarak dan kemiringan
pengangkutan, dan lain-lain.
Kerugian menggunakan jenis konveyor ini adalah pemakaian energinya
lebih besar dibanding jenis conveyor lainnya untuk jumlah pengangkutan
yang sama. Perhitungan-perhitungan pada konveyor pneumatik sama
sekali empiris dan memuat faktor-faktor yang tidak terdapat di luar data-
data peralatan pabrik.

PAP XII 17
BAB III

UNDER THRESHER CONVEYOR

3.1 Dasar Teori

Under Thresher Conveyor merupakan salah satu alat perlengkapan


produksi pada suatu pabrik kelapa sawit yang berfungsi untuk menghantar
buah (brondolan) yang terpipil dari Thresher (bantingan) menuju ke
Botom Cross Conveyor. Alat ini memiliki ulir (daun) dan arah putaran
searah jarum jam. Dimana masing-masing ulir (daun conveyor) antara satu
dengan yang lainnya mempunyai jarak yang sama.

Under Thresher Conveyor ini memiliki bentuk spiral (pilinan


seperti ulir) yang terikat pada shaft atau poros dan berputar dalam suatu
saluran berbentuk U (body konveyor) tanpa menyentuhnya sehingga flight
(daun conveyor) mendorong material kedalam body conveyor. Shaft atau
poros digerakkan oleh motor gear. Saluran (body conveyor) berbentuk
setengah lingkaran dan disangga oleh dudukan atau sadel.

3.2 Tujuan dari penghantar

Proses penghantar bertujuan untuk memudahkan proses


pengolahan kelapa sawit sehingga buah (brondolan) yang dihantarkan
dapat membantu mempermudah pengolahan suatu pabrik kelapa sawit.
Untuk memenuhi tujuan tersebut perlu dipenuhi syarat – syaratnya sebagai
berikut :

1. Penghantar harus menghasilkan penghantaran yang optimal, sehingga


buah yang dihantarkan dalam jumlah yang optimal.
2. Penghantar harus dapat berjalan secara continiu untuk kelancaran
pengolahan pabrik kelapa sawit,
3. Penghantar harus terbuat dari komponen dengan kualitas baik dan
sesuai standar agar life time penghantar lebih lama.
4. Penghantar harus dibuat dengan perhitungan yang benar dan tepat
agar life time penghantar lebih lama.
PAP XII 18
3.3 Fungsi Dari Komponen Utama

1. Body Conveyor
Body conveyor berfungsi sepenuhnya sebagai wadah atau rumah
yang menyertakan bahan dan dihantarkan dengan bagian-bagian yang
berputar (screw conveyor)

Gambar 14. Body Conveyor

2. Hanger
Hanger berfungsi memberikan dukungan atau menggantungkan
daun, mempertahankan kelurusan (allignment) dan bertindak sebagai
permukaan bantalan.

Gambar 15. Hanger

PAP XII 19
3. Screw Conveyor
Screw Conveyor ini berputar dengan halus menghantar materi
kesamping didalam body konveyor yang dilapisi liner.

Gambar 16. Screw Conveyor

4. Shaft Joint
Shaft join menghubungkan dan mengirimkan motion (gerakan)
untuk screw conveyor berikutnya.

Gambar 17. Shaft Join

PAP XII 20
5. Motor listrik
Motor listrik digunakan sebagai penggerak screw conveyor agar
dapat menghantarkan material.

Gambar 18. Motor Listrik

PAP XII 21
BAB IV

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Perhitungan
 Diameter Body Conveyor = 510 mm
 Diameter Daun Conveyor = 500 mm
 Diameter As Conveyor = 64 mm
 Panjang Conveyor = 7000 mm
 Tarikan = 350 mm
A. Body dan Liner Conveyor
1. Body Conveyor (MS Plate 6 mm)

520 Besi Siku 60 x 60 x 6 mm

510 Linier MS Plate 6 mm 7000


332,5

A B
250

A=PxL B=PxL C = π. r x P
= 7000 x 333 = 7000 x 333 = 3,14 x 250
= 2327500 mm = 2327500 mm = 785
= 2327,5 m² = 2327,5 m² = 785 x P
= 785 x 7000
= 5495000 mm
= 5495 m²

PAP XII 22
D = Faktor Pembagi :

Plate 1200 x 2400 mm

= 2880000 mm

= 2880 m²

A+B+C
Hasil =
D
2327,5 + 2327,5 + 5495
=
2880
10150
=
2880
= 3,5
= 4 Lbr
2. Liner Conveyor (MS Plate 5 mm)
C = π.r x P
= 3,14 x 250
= 785
= 785 x P
= 785 x 7000
= 5495000 mm
= 5495 m²

D = Faktor Pembagi :

Plate 1200 x 2400 mm

= 2880000

= 2880 m²

PAP XII 23
𝐶
Hasil =
𝐷
5495
=
2880
= 1,9
= 2 Lbr
3. Balak Hanger (Siku 100 × 50 × 7 mm)
= (510 mm) × 3 (balak hanger)
= 510 × 3
= 1530 mm
= 1,53 m (0,26 batang)
4. Besi Padu Ø 2½" (Support Hanger) Ukuran 300 mm
= 300 mm x 3
= 0.9 m (0,15 batang)
5. Hanger Bushing Ø 2½" ( 3 pcs)
6. Siku 60 x 60 x 6 mm (linier body)
= 7000 mm x 2
= 14000 mm
= 14 m (2,3 batang)
7. Flange Bearing FY 210 (1 pcs)
8. Baut dan Mur 5/8 x 2½" (54 pcs)
= flange + balak hanger + flange bearing
= 36 + 24 + 4
= 54
9. Baut dan Mur 5/8 x 4" (18 pcs) shaft join
10. Main Hole (panjang 400 mm, lebar 400 mm, tinggi 250 mm)
Alas = Panjang x lebar Tutup samping = Lebar x tinggi
= 400 mm x 400 mm = 400 mm x 250 mm
= 168000 mm = 100000 mm
= 168 m² = 100 m² x 4 sisi
= 400 m²

PAP XII 24
Luas = Alas + Tutup samping

= 168 m² + 400 m²

= 568 m²

D = Faktor Pembagi :

Plate 1200 x 2400 mm

= 2880000

= 2880 m²

𝑙𝑢𝑎𝑠
Hasil =
𝐷
568
=
2880
= 0,2 Lbr
11. Baut dan Mur ½ x 1½" (12 pcs) main hole

PAP XII 25
B. Daun Conveyor
1. 1. Daun Conveyor (MS Plate 8 mm)
PIPA STEAM SCH 80 ¢ 2,5" ( 64 MM ) 350

500
2450

7000

 Diameter Daun Conveyor = 500 mm


 Diameter As Conveyor = 64 mm
 Panjang Conveyor = 7000 mm
 Tarikan = 350 mm
A = √ (π . 64) ² + 350²
= √ 40384,92 + 122500
= √ 162884,92
= 403,59 mm
Diameter Lubang dalam daun

A=?
π. 64

350
- Diameter Lubang Daun Conveyor :
= ( 403,59 : π )
= ( 403,59 : 3,14)
= 130 mm

130
X = 500 + (130 - 64)
= 500 + 66
= 566 mm
X=?

PAP XII 26
- Kebutuhan Daun Conveyor :
= Panjang Conveyor / Panjang tarikan
= 7000 : 350

= 20 buah
- Banyaknya Lingkaran Daun Dalam 1 lbr Plate
Ukuran Plate 1200 × 2400 mm
Dalam 1 lembar plate diperoleh lingkaran daun sebanyak
= (1200 / 566) × (2400 / 566)
= 212014 × 424028
= 2×4
= 8 buah
- Kebutuhan Plate
= 20 : 8
= 2,5 Lembar
2. Pipa Steam SCH 80 Ø 2½" (shaft conveyor)
= 7000 mm
= 7 m (1,17 batang)
3. Shaft Padu MS Ø 2½" (shaft joint)
= 300 mm x 3
= 900 mm
= 0.9 m (0,15 batang)

C. Penggerak
1. Gear motor breveni 7,5 KW ratio 40 (1 unit)
2. Chain coupling 6" (1 unit)
3. Dudukan (panjang 750 mm, lebar 500 mm, tinggi 400 mm)

400 mm

750 mm

PAP XII 27
Alas = panjang x lebar Tutup samping = panjang x tinggi
= 750 mm x 500 mm = 750 mm x 400 mm
= 375000 mm = 300000 mm
= 375 m² = 300 m² x 2
= 600 m²
Luas = alas + tutup saming
= 375 m² + 300 m²
= 975 m²
D = Faktor Pembagi :

Plate 1200 x 2400 mm

= 2880000

= 2880 m²

Jadi penggunaan plate dudukan :

𝑙𝑢𝑎𝑠
Hasil =
𝐷
975
=
2880
= 0,34 Lbr
4. Baut dan Mur ½ x 3" (4 pcs)

PAP XII 28
D. Hitung Kapasitas Under Thresher Conveyor (Padatan setengah daun
conveyor)
π π
= D² x L x BJ x 0,5 - d² x L x BJ x 0,5
4 4
3,14
= 0,5² m x 7 m x 0,82 ton/m3 x 0,5 –
4
3,14
0,064² m x 7 m x 0,82 ton/m3 x 0,5
4
= 0,563 – 0,009
= 0,554 ton
= 554 Kg : 20 daun
= 27,7 kg/rotasi
Kapasitas putaran per menit (Rpm) :
= 27,7 kg/rotasi x 36 Rpm
= 997,2 kg/menit
= 997,2 kg x 60 menit
= 59832 kg/jam
= 59,8 ton/jam
Keterangan Pendukung :
 Kapasitas Thresher (bantingan) : 36 ton/jam
 Kapasitas Fruit Elevator : 36 ton/jam
 Kadar Pasir Sentrifius COT (sluge 30 %) : 0,2 %
(asusmsi buah rata-rata per hari 800.000 Kg)
= 800.000 Kg x 30 % = 240.000 Kg
= 240.000 Kg x 0,2 %
= 480 Kg / 0,48 ton
 Analisis Batu di Labor : 0,217 %
- Yang tidak lolos pada diameter polishing drum : 0,017 %
- Yang lolos pada diameter polishing drum : 0,2 %
= 800.000 Kg x 0,217 %
= 1680 Kg / 1,68 ton
 Life time Screw Conveyor : 15.000 jam

PAP XII 29
4.2 Budget Pembuatan
A. Body dan Liner
Tabel 1. Budget Body dan Liner

Harga Satuan Total Harga


No Uraian Satuan Volume
(Rp) (Rp)
1 MS Plate 6 mm (body Lbr 4 1.037.300 4.149.200
conveyor)
2 MS Plate 6 mm (linier Lbr 2 1.037.300 2.074.600
konveyor)
3 Siku 100 x 50 x 7 mm Mtr 2 70.767 141.533
(balak hanger)
4 Besi Padu Ø2½" Mtr 1 67.467 67.467
(support hanger)
5 Hanger Bushing Ø 2½" Bh 3 865.000 2.595.000

6 Siku 60 x 60 x 6 mm Mtr 14 40.333 564.662


(linier body)
7 Flange Bearing FY 210 Bh 1 163.075 163.075

8 Baut dan Mur 5/8 x Bh 54 5.335 288.090


2½"
9 MS Plate 6 mm (Main Lbr 1/5 1.037.300 207.460
Hole)
10 Baut dan Mur ½ x 1½" Bh 12 6.875 82.500
(main hole)
11 Kawat Las LB 26 3,2 Kg 5 41.000 209.000
mm
12 Gas Oxygen (O2) Can 1 275.000 275.000
TOTAL 10.817.632

PAP XII 30
B. Daun Conveyor
Tabel 2. Budget Daun Conveyor

Harga Harga Total


No Uraian Satuan Volume
Satuan (Rp) (Rp)
1 MS Plate 6 mm (daun Lbr 3 1.037.300 2.593.250
conveyor)
2 Shaft Steam SCH MS Ø Mtr 7 294.250 2.059.750
2½" (Shaft Conveyor)
3 Shaft Padu Ø 2½" Bh 1 200.000 200.000
(Joint Shaft)
4 Kawat Las LB 26 3,2 Kg 5 41.800 209.000
mm
5 Gas Oxygen (O2) Can 1 275.000 275.000

TOTAL 5.373.000

C. Penggerak
Tabel 3 Budget Pengerak

Harga Satuan Harga Total


No Uraian Satuan Volume
(Rp) (Rp)
1 Gear Motor Brevini 3,7 Unit 1 35.000.000 35.000.000
KW ratio 40
Set Coupling Chain as
2 2½" (Complite double Unit 1 3.000.000 3.000.000
roller chain 1")
3 MS Plate 6 mm Lbr 1/3 1.037.300 345.767
(Dudukan)
4 Baut dan Mur ½ x 3" Bh 4 7000 28.000
(Dudukan)
TOTAL 38.373.767

PAP XII 31
D. Biaya Man Hour
 PM Normal = 7 jam kerja
Rata-rata Gaji pekerja mekanik golongan G3 Rp 2.257.200
= Rp 2.257.200 / 30 hari
= Rp 75.240
 PM Overtime = 2 jam kerja
1 jam pertama x 150 %
1 jam seterusnya x 200 %
Jadi untuk 2 jam kerja lembur terhitung 3,5 jam
- Overtime/jam = Gaji Pokok + Harga Beras (BKS-BPS) / 173
= Rp 2.257.200 + Rp 120.000 (beras 15 kg) /173
= Rp 13.741
 Jumlah Mekanik = 4 orang (Golongan G3)
 Lama Pengerjaan = 7 hari (Meliputi Langkah Kerja A, B, dan C)
 Perhitingan Biaya :
- Biaya Upah = Rp 75.240 x 4 (orang) x 7 (hari kerja)
= Rp 2.022.720
- Total jam lembur = 3,5 x 4 x 7
= 98 jam
- Biaya Lembur = Rp 13.741 x 98 jam
= Rp 1.346.618
- Total biaya Man Hour = Rp 2.022.720 + Rp 1.346.618
= Rp 3.369.338

Total Biaya = Rp 10.817.632+ Rp 5.337.000 + Rp 38.373.767+ Rp 3.369.338

= Rp 57.897.737

PAP XII 32
4.3 Langkah Kerja
A. Body Konveyor dan Liner Conveyor
 Ukur panjang body conveyor dan lebar body konveyor
 Siapkan plat body dan liner
 Rol plat body dan liner
 Pasang kupingan body
 Pasang flange body
 Pasang liner ke body
 Buat dan pasang main hole
 Buat dan Pasang dudukan atau bangku gear motor
B. Screw Conveyor
 Potong plate untuk daun konveyor sesuai ukuran (diameter luar dan
dalam)
 Potong setengah bagian daun
 Satukan daun sepanjang 1 section (7 daun)
 Lakukan penarikan daun conveyor langsung pada shaft sesuai ukuran
tarikan
 Pengelasan daun pada shaft conveyor
 Pasang shaft join pada shaft conveyor
C. Perakitan
 Siapkan body dan screw conveyor yang siap dilakukan perakitan
 Pasang balak hanger bushing pada body conveyor sesuai 1 section
 Pasang dudukan geared motor
 Pasang flange bearing pada sisi bagian geared motor
 Pasang geared motor

PAP XII 33
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

 Biaya total yang dibutuhkan untuk membuat 1 unit Under Thresher


Conveyor adalah Rp 57.897.737.

5.2 Saran

1. Perawatan Rutin Conveyor, seperti pengecekan Screw Conveyor, Liner, Shaft


Join, Baut Join, Flange Bearing, Chain Coupling, dan Geared Motor.
2. Untuk meningkatkan kualitas/mutu dari daun konveyor sebaiknya digunakan
bahan yang disesuaikan dengan kondisi material

PAP XII 34

Anda mungkin juga menyukai