Anda di halaman 1dari 18

Laporan Praktikum 7 Selasa, 13 November 2018

Mata Kuliah: Wisata Budaya dan Spiritual

IDENTIFIKASI DINAMIKA DAN PERILAKU SPIRITUAL


PADA KAWASAN PERKOTAAN
(Studi Kasus: Singapura)

Disusun Oleh:
Kelompok 4
Mayang Puspitasari (J3B817085)
Fahrul Mochamad Reyhandita (J3B917143)
Puput Sesria Mayawati (J3B917145)
Dimas Firliantoro (J3B917156)

Dosen:
Bedi Mulyana, S.Hut, M.Par, MoT

Asisten Dosen:
Alvionita Ritawati, S.Hut
Shinta Amalia, A.Md

PROGRAM STUDI EKOWISATA


SEKOLAH VOKASI
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
SUKABUMI
2018
i

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL ii
DAFTAR GAMBAR ii

I. PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 2
II. TINJAUAN PUSTAKA 3
A. Identifikasi 3
B. Elemen Spiritual 3
C. Masyarakat 4
D. Dinamika 5
E. Perilaku 6
III. KONDISI UMUM 7
IV. METODE PRAKTIKUM 8
A. Lokasi dan Waktu 8
B. Alat dan Bahan 8
C. Tahapan Kerja 8
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 9
A. Hasil 9
B. Pembahasan 12
1. Dinamika Spiritual 12
2. Perilaku Spiritual 13
VI. KESIMPULAN 14
DAFTAR PUSTAKA 15
ii

DAFTAR TABEL

No. Halaman
1. Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Praktikum 8
2. Perubahan Elemen Spiritual 9

DAFTAR GAMBAR

No. Halaman
Gambar 1 Peta Singapura 7
Gambar 2 Teaterikal Penyaliban 12
1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada suatu perkembangan


jumlah penduduk suatu negara atau wilayah tersebut. Perubahan-perubahan
tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Masyarakat dan spiritual adalah konsep-
konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya
penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula,
memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Spiritual
mencakup perbuatan atau aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh suatu individu
maupun masyarakat, pola berpikir, kepercayaan, dan ideologi yang dianut. Spiritual
selalu dimiliki oleh setiap masyarakat yang menganut suatu agama, hanya saja
terdapat suatu masyarakat yang Spiritualnya untuk memenuhi segala kebutuhan.
Spiritual merupakan suatu hal yang berhubungan dengan jiwa. Suatu hal
yang spiritual memiliki hubungan dengan tujuan hidup manusia dan sering
dibandingkan dengan sesuatu yang bersifat duniawi atau sementara. Di dalam hal
tersebut terdapat kepercayaan terhadap kekuatan supernatural seperti dalam agama,
tetapi memiliki penekanan terhadap pengalaman pribadi. Spiritual juga merupakan
eksperesi dari kehidupan yang dipersepsikan lebih tinggi, lebih kompleks atau lebih
terintegrasi dalam pandangan hidup seseorang, dan lebih dari pada hal yang bersifat
indrawi. Salah satu aspek dari menjadi spiritual adalah memiliki arah tujuan, yang
secara terus menerus meningkatkan kebijaksanaan dan kekuatan berkehendak dari
seseorang, mencapai hubungan yang lebih dekat dengan tuhanan dan alam semesta
dan menghilangkan ilusi dari gagasan salah yang berasal dari alat indra, perasaan,
dan pikiran.
Singapura merupakan salah satu kota yang memiliki penyebaran agama
Katolik. Kristen di Singapura sendiri masuk pada tahun 1819 oleh William Milne,
Katolik sendiri baru ada tahun 1821. Menurut sensus 2000, 4,8% dari penduduk di
Singapura yang berusia 15 tahun ke atas mengindentifikasikan diri sebagai Katolik.
Masyarakat Katolik Singapura sangat pekat dalam unsur spiritualnya, biasanya
mereka rutin mengnjungi gereja dan pergi kemakam untuk berziarah. Dari awal
mula masuknya Katolik di Singapura, hingga sampai saat ini terdapat perubahan-
perubahan yang terjadi di dalam sistem keagamaan, perubahan tersebut
berpengaruh terhadap masyarakat wilayah perkotaan di Singapura, dapat
menyebabkan berbagai hal. Salah satunya yaitu akulturasi atau suatu perpaduan
budaya yang kemudian menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur-
unsur asli dalam budaya tersebut. Dalam suatu pengaruh budaya bahkan dapat
menjadi lebih dampak yang lebih buruk atau adanya budaya baru yang dimana
unsur asli sudah tidak ada atau asimilasi. Dan ada juga inovasi budaya yaitu setiap
masyarakat juga dapat menerima unsur-unsur kebudayaan baru dan
mengesampingkan cara-cara lama yang telah melembaga.
2

B. Tujuan

Praktikum mengenai Identifikasi Dinamika Dan Perilaku Spiritual Di


Kawasan Perkotaan ini memiliki tujuan. Tujuan menjadi patokan agar data yang
dicari tidak melenceng atau keluar dari pokok bahasan. Tujuan tersebut yaitu:
1. Mengidentifikasi mengenai dinamika Spiritual pada masyarakat pedesaan di
Singapura.
2. Mengidentifikasi mengenai perilaku Spiritual pada masyarakat perkotaan di
Singapura.
3

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Identifikasi

Identifikasi adalah proses pengenalan, menempatkan obyek atau individu


dalam suatu kelas sesuai dengan karakteristik tertentu (Menurut JP Chaplin yang
diterjemahkan Kartini Kartono yang dikutip oleh Uttoro dan dikutip lagi oleh
Fendhi 2015:1). Menurut Poerwadarminto (1976) yang dikutip oleh Fendhi
“Identifikasi adalah penentuan atau penetapan identitas seseorang atau benda”.
Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola. Identifikasi
merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan sugesti yang pengaruhnya
sangat kuat (Alamsyah, 2009).
Pengertian identifikasi secara umum adalah pemberian tanda-tanda pada
golongan barang-barang atau sesuatu, dengan tujuan membedakan komponen yang
satu dengan yang lainnya, sehingga suatu komponen itu dikenal dan diketahui
masuk dalam golongan mana (Suci,2012). Identifikasi dapat juga diartikan sebagai
kegiatan mencari dan mengenal (Kintom,2014).
Identifikasi adalah pemberian tanda-tanda pada golongan barang-barang
atau sesuatu. Hal ini perlu, oleh karena tugas identifikasi ialah membedakan
komponen-komponen yang satu dengan yang lainnya, sehingga tidak menimbulkan
kebingungan. Dengan identifikasi dapatlah suatu komponen itu dikenal dan
diketahui masuk dalam golongan mana. Cara memperian tanda pengenal pada
komponen, barang atau bahan bermacam-macam antara lain dengan
menggantungkan kartu pengenal (Harjoso, 2002).

B. Elemen Spiritual

Spiritual adalah hubungan dengan Yang Maha Kuasa dan Maha pencipta
tergantung dengan kepercayaan yang dianut oleh individu. Menurut Burkhardt
(1993) spiritual meliputi aspek-aspek:
1. Berhubungan dengan sesuatau yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam
kehidupan.
2. Menemukan arti dan tujuan hidup.
3. Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri
sendiri.
4. Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan yang maha
tinggi.
Mempunyai kepercayaan atau keyakinan berarti mempercayai atau
mempunyai komitmen terhadap sesuatu atau seseorang. Konsep kepercayaan
mempunyai dua pengertian. Pertama kepercayaan didefinisikan sebagai kultur atau
budaya dan lembaga keagamaan seperti Islam, Kristen, Budha, dan lain-lain.
Kedua, kepercayaan didefinisikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan
Ketuhanan, Kekuatan tertinggi, orang yang mempunyai wewenang atau kuasa,
sesuatu perasaan yang memberikan alasan tentang keyakinan (belief) dan keyakinan
sepenuhnya (action), harapan (hope), harapan merupakan suatu konsep
multidimensi, suatu kelanjutan yang sifatnya berupa kebaikan, dan perkembangan,
dan bisa mengurangi sesuatu yang kurang menyenangkan. Harapan juga merupakan
4

energi yang bisa memberikan motivasi kepada individu untuk mencapai suatu
prestasi dan berorientasi kedepan. Agama adalah sebagai sistem organisasi
kepercayaan dan peribadatan dimana seseorang bisa mengungkapkan dengan jelas
secara lahiriah mengenai spiritualitasnya. Agama adalah suatu sistem ibadah yang
terorganisir atau teratur.
Definisi spiritual setiap individu dipengaruhi oleh budaya, perkembangan,
pengalaman hidup, kepercayaan dan ide-ide tentang kehidupan. Spiritualitas juga
memberikan suatu perasaan yang berhubungan dengan intrapersonal
(hubunganantara diri sendiri), interpersonal (hubungan antara orang lain dengan
lingkungan) dan transpersonal (hubungan yang tidak dapat dilihat yaitu suatu
hubungan dengan ketuhanan yang merupakan kekuatan tertinggi). Adapun unsur-
unsur spiritualitas meliputi kesehatan spiritual, kebutuhan spiritual, dan kesadaran
spiritual. Dimensi spiritual merupakan suatu penggabungan yang menjadi satu
kesatuan antara unsur psikologikal, fisiologikal, atau fisik, sosiologikal dan
spiritual.
Kata spiritual sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Untuk
memahami pengertian spiritual dapat dilihat dari berbagai sumber. Menurut Oxford
English Dictionary, untuk memahami makna kata spiritual dapat diketahui dari arti
kata-kata berikut ini: persembahan, dimensi supranatural, berbeda dengan
dimensifisik, perasaan atu pernyataan jiwa, kekudusan, sesuatu yang suci,
pemikiran yang intelektual dan berkualitas, adanya perkembanga pemikiran dan
perasaan, adanya perasaan humor, ada perubahan hidup, dan berhubngan dengan
organisasi keagamaan. Sedangkan berdasarkan etimologinya, spiritual berarti
sesuatu yang mendasar, penting, dan mampu menggerakkan serta memimpin cara
berpikir dan bertingkah laku seseorang.

C. Masyarakat

Banyak para ahli mendefinisikan pengertian masyarakat. Namun Secara


umum Pengertian Masyarakat adalah sekumpulan individu-individu yang hidup
bersama, bekerja sama untuk memperoleh kepentingan bersama yang telah
memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, dan adat istiadat yang ditaati dalam
lingkungannya. Masyarakat berasal dari Bahasa Inggris yaitu "society" yang berarti
"masyarakat", lalu kata society berasal dari Bahasa Latin yaitu "societas" yang
berarti "kawan". Sedangkan masyarakat yang berasal dari Bahasa Arab yaitu
"musyarak".
Pengertian masyarakat terbagi atas dua yaitu pengertian masyarakat dalam
arti luas dan pengertian masyarakat dalam arti sempit. Pengertian masyarakat dalam
arti luas adalah keseluruhan hubungan hidup bersama tanpa dengan dibatasi
lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan Pengertian Masyarakat dalam arti
sempit adalah sekelompok individu yang dibatasi oleh golongan, bangsa, teritorial,
dan lain sebagainya. Pengertian masyarakat juga dapat didefinisikan sebagai
kelompok orang yang terorganisasi karena memiliki tujuan yang sama. Pengertian
masyarakat secara sederhana adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi
atau bergaul dengan kepentingan yang sama. Terbentuknya masyarakat karena
manusia menggunakan perasaan, pikiran dan keinginannya memberikan reaksi
dalam lingkungannya. Pengertian masyarakat menurut definisi para ahli, yaitu:
5

1. Pengertian masyarakat menurut definisi Paul B. Harton, yang mengatakan


pendapatnya bahwa pengertian masyarakat adalah sekumpulan manusia yang
secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama yang cukup lama, yang
mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan
melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
2. Pengertian masyarakat menurut definisi Abdul Syani mengatakan bahwa
pengertian masyarakat adalah berkumpul, bersama, hidup bersama dengan
saling berhubungan dan saling mempengaruhi.
3. Pengertian masyarakat menurut definisi Richard T. Schaefer dan Robert P.
Lamm mengatakan pendapatnya bahwa pengertian masyarakat adalah sejumlah
besar orang yang tinggal dalam wilayah yang sama, relatif independen dari
orang-orang di luar itu, dan memiliki budaya yang relatif sama.
4. Pengertian masyarakat menurut definisi Soerjono Soekanto yang mengatakan
bahwa pengertian masyarakat adalah proses terjadinya interaksi sosial, suatu
interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat
yaitu kontak sosial dan komunikasi.
5. Pengertian masyarakat menurut definisi John J. Macionis adalah orang-orang
yang berinteraksi dalam sebuah wilayah tertentu dan memiliki budaya bersama.
6. Pengertian masyarakat menurut definisi Gillin & Gillin mengatakan bahwa
pengertian masyarakat adalah kelompok manusia yang mempunyai kebiasaan
tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang diikat oleh bersamaan.
7. Pengertian masyarakat menurut definisi Harton haunt adalah suatu organisasi
manusia yang saling berhubungan.
8. Pengertian masyarakat menurut Selo Sumardjan yang mengatakan bahwa
pengertian masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan
menghasilkan kebudayaan.

D. Dinamika

Secara harfiah dinamika merupakan bagian dari ilmu fisika tentang benda-
benda yang bergerak dan tenaga yang menggerakkannya, dinamika berasal dari
istilah dinamis yang berarti sifat atau tabiat yang bertenaga atau berkemampuan,
serta selalu bergerak dan berubah-ubah, (Idrus 1996:144). Sedangkan Menurut
Slamet Santoso (2009:5), dinamika berarti tingkah laku warga yang satu secara
langsung memengaruhi warga yang lain secara timbal balik, jadi dinamika berarti
adanya interaksi dan interdepedensi antara anggota kelompok yang satu dengan
anggota kelompok yang lain secara timbal balik dan antara anggota dengan
kelompok secara keseluruhan.
Menurut Munir (2001:16), dinamika adalah suatu sistem ikatan yang saling
berhubungan dan saling mempengaruhi antara unsur-unsur tersebut. Jika salah satu
unsur sistem mengalami perubahan, maka akan membawa perubahan pula pada
unsur-unsur lainnya. Johnson (2012:20) mendefinikan dinamika kelompok sebagai
suatu lingkup pengetahuan sosial yang berkonsentrasi pada pengetahuan tentang
hakikat kehidupan kelompok. Dinamika kelompok adalah studi ilmu tentang
perilaku dalam kelompok untuk mengembangkan pengetahuan tentang hakikat
kelompok, pengembangan kelompok, hubungan kelompok dengan anggotanya, dan
hubungan dengan kelompok lain atau kelompok yang lebih besar.
6

Wildan Zulkarnain (2013:25) sendiri mengatakan, dinamika adalah suatu


yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat
menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya
adanya interaksi dan interdependensi antara kelompok dengan kelompok secara
keseluruhan. Keadaan ini terjadi karena selama ada kelompok, maka semangat
kelompok (Group Spirit) akan terus-terus ada dalam kelompok itu. Oleh karena itu
kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang
bersangkutan dapat berubah. Sedangkan pengertian kelompok tidak lepas dari
elemen keberadaaan dua orang atau lebih yang melakukan interaksi untuk mencapai
tujuan bersama.
Jadi Dinamika bisa dikatakan gerak atau kekuatan yang dimiliki
sekumpulan orang di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan perubahan ditata
hidup masyarakat yang bersangkutan. Dengan adanya konflik, masyarakat
mencoba melakukan pola perubahan-perubahan dalam mempertahankan hidupnya
menghindari adanya kepunahan berupa materi dan nonmateri, solusi diperlukan
didalam kehidupan yang menuntut adanya persatuan diantara masyarakat dan
memberdayakan upaya dan daya yang dimiliki.

E. Perilaku

Perilaku manusia merupakan hasil dari segala macam pengalaman serta


interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk
pengetahuan, sikap dan tindakan. Dengan kata lain, perilaku merupakan
respon/reaksi seorang individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun
dari dalam dirinya. Respon ini dapat bersifat pasif (tanpa tindakan: berpikir,
berpendapat, bersikap) maupun aktif (melakukan tindakan). Sesuai dengan batasan
ini, perilaku kesehatan dapat di rumuskan sebagai bentuk pengalaman dan interaksi
individu dengan lingkungannya, khususnya yang menyangkut pengetahuan dan
sikap tentang kesehatan. Perilaku aktif dapat dilihat, sedangkan perilaku pasif tidak
tampak, seperti pengetahuan, persepsi, atau motivasi. Beberapa ahli membedakan
bentuk-bentuk perilaku ke dalam tiga domain yaitu pengetahuan, sikap, dan
tindakan atau sering kita dengar dengan istilah knowledge, attitude, practice
(Sarwono, 2004).
Dari sudut biologis, perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme
yang bersangkutan, yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.
Perilaku manusia adalah suatu aktivitas manusia itu sendiri (Notoadmodjo, 2003).
Ensiklopedi Amerika, perilaku di artikan sebagai suatu aksi-reaksi organisme
terhadap lingkungannya. Perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan
untuk menimbulkan reaksi, yakni yang disebut rangsangan. Berarti rangsangan
tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu (Notoadmodjo, 2003).
Kwick (1974), sebagaimana dikutip oleh Notoatmodjo (2003), perilaku
adalah tindakan atau perilaku suatu organisme yang dapat di amati dan bahkan
dapat di pelajari. Umum, perilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi
individu dengan lingkungannya sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah
mahluk hidup (Kusmiyati dan Desminiarti,1991). Menurut penulis yang disebut
perilaku manusia adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respon
serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.
7

III. KONDISI UMUM

Negara Singapura
Batas Astronomis dan Geografis Singapura berada pada koordinat geografi
1018’LU 103051’ BT. Negara ini berbatasan dengan Malaysia, Peninsula, dan
Negara Bagia Johor, Malaysia pada bagian utara., sedangkan di selatan berbatasan
dengan Kepulauan Riau, Indonesia. Singapura merupakan salah satu negara yang
paling padat di dunia, 85% dari rakyat Singapura tinggal di rumah susun yang
disediakan oleh Dewan Pengembangan Perumahan (HDB). Penduduk Singapura
terdiri dari mayoritas etnis Tionghoa (77,3%), etnis Melayu yang merupakan
penduduk asli (14,1%), dan etnis India (7,3%), serta etnis lainnya (1,3%).
Mayoritas rakyat Singapura menganut agama Buddha (31,9%), Tao (21,9%),
14,9% rakyat Singapura menganut agama Islam, 12,9% menganut agama Kristen,
3,3% Hindu, dan lainnya 0,6%, sedangkan sisanya (14,5%) tidak beragama.

Gambar 1 Peta Singapura


Sumber : edusejarah.blogspot.com
8

IV. METODE PRAKTIKUM

A. Lokasi dan Waktu

Lokasi studi kasus praktikum Identifikasi Dinamika dan Perilaku Spiritual


di Kawasan Perkotaan yaitu di Singapura. Lokasi penyelesaian laporan dilakukan
di Kosan Bu Yanti. Metode yang digunakan yaitu dengan cara studi literatur.
Praktikum ini dilakukan pada Minggu, 11 November 2018 pukul 19:00 WIB hingga
selesai.

B. Alat dan Bahan

Identifikasi Dinamika dan Perilaku Spiritual di Kawasan Perkotaan


dilaksanakan dengan menggunakan beberapa alat dan bahan untuk mendukung
pelaksanaan praktikum hingga pengolahan data. Alat dan Bahan yang digunakan
saat praktikum Identifikasi Dinamika dan Perilaku Spiritual di Kawasan Perkotaan
disajikan pada Tabel 1 berikut.
Tabel 1 Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Praktikum
No. Alat dan Bahan Keterangan
1. Alat Tulis Untuk mencatat
2. Tallysheet Untuk mencatat hasil pengamatan
3. Laptop Untuk membuat dan menyusun laporan
4. Buku atau Internet Sumber informal
5. Printer Untuk mencetak hasil laporan

C. Tahapan Kerja

Praktikum mengenai Identifikasi Dinamika dan Perilaku Spiritual di


Kawasan Perkotaan menggunakan beberapa tahapan kerja dalam menyelesaikan
kegiatan praktikum. Tahapan praktikum ini disusun untuk mempermudah
pengamat atau penulis dalam penyelesaian praktikum. Tahapan praktikum tersebut
antara lain:
1. Membagi lokasi yang akan menjadi sasaran kajian setiap kelompok
praktikum.
2. Melakukan studi literatur terkait dengan dinamika dan perilaku spiritual di
kawasan perkotaan tersebut.
3. Mengidentifikasi dinamika dan perilaku spiritual untuk setiap masing-
masing kelompok praktikum sesuai lokasi yang telah ditentukan.
4. Menginventarisasi beberapa dinamika dan perilaku spiritual pada lokasi
tersebut.
5. Mendiskusikan materi secara kelompok dan mendeskripsikan masing-
masing pembahasan data yang diperoleh sebelumnya.
6. Membagi materi tulisan menjadi sub-bab yang kemudian dibahas secara
perorangan setiap anggota kelompok.
7. Membuat laporan hasil praktikum dan memaparkan di depan kelas.
9

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Informasi mengenai Dinamika perubahan dan Perilaku Spiritual di Singapura yang telah didapat dari hasil studi literatur, dikemas
dalam tabel yang berisi Elemen, Deskripsi Awal, dan Perubahan. Pada kolom Perubahan terdapat waktu, pemicu, dan bentuk perubahan yang
terjadi. Serta potensi wisata yang dapat timbul karena perubahan tersebut.
Tabel 2 Perubahan Elemen Spiritual
Perubahan
No Deskripsi
Spiritual Potensi Sumber
. awal Waktu Pemicu Bentuk
wisata
1. Pola Upacara
Kremasi
dilakukan
Upacara Raffles
karena
katolik di menghibahkan
kurangnya Menjadi
Singapura sebidang tanah
lahan, dan daya tarik
terdapat dua untuk
Upacara cara praktis bagi https://www.imankatolik.or.id/pilih_pemakaman_atau_kremasi.
a. cara 1819 membangun
Pemakaman bagi jenazah wisatawan html
pemakaman sekolah guna
yang yang
yaitu di mempelajari
memiliki berkunjung
kubur dan di mengenai
penyakit
kremasi. agama katolik
menular, dan
lain-lain.
Sakramen Ajakan para Bagi Dapat
Baptis katekumen seseorang menjadi
Upacara
b adalah untuk yang akan daya tarik,
Pembaptisa 1819 https://pendalamanimankatolik.com/tag/baptis/
. sakramen memperteguh memeluk yaitu
n
pertama perjalanan agama wisatawan
yang iman mereka katolik perlu dapat
10

diterima dengan melakukan mengetahui


oleh berpartisipasi pembaptisan proses
seseorang aktif dalam terlebih pembaptisan
yang hendak pelayanan dan dahulu tersebut
menjadi kelompok-
anggota kelompok
Gereja Gereja
Katolik
2. Atribut Spiritual
Portugis
mengirim
Ketentuan pastor ke Dapat
Roti yang daerah yang melihat roti
Tahun Penggunaan
Simbol digunakan belum tanpa
a. 1600- roti yang cg.amoredio.org
Upacara dalam dijamah, dan pengembang
an tidak beragi
Upacara memberikan seperti di
Misa pemahaman Eropa
mengenai
Ritus Latin
3. Pemaknaan
Masyarakat
Pada zaman Dalam hal
selain
dahulu pemaknaann
Katolik
adegan ini ya, yang
Tidak dapat
dilakukan Perkembangan dulunya
Adegan ada mengetahui
untuk zaman dan sebagai https://id.wikipedia.org/wiki/Sakramen_Ekaristi_(Gereja_Katol
a. Penyaliban waktu proses
hikmah dan pola pikir peringatan ik)
Yesus yang adegan
mengingati masyarakat. sekarang
tepat. tersebut, dan
hari untuk
sebagai
pengingatan tontonan
wisata
yesus umum
pendidikan.
Baptis Pembaptisan Kunjugan ke
b Pembaptisa Kebutuhan
merupakan 1819 dilakukan gereja-gereja https://pendalamanimankatolik.com/tag/baptis/
. n terdesak
bentuk saat dewasa. Katolik
11

kegiatan
pengesahan
dalam
agama
Katolik
sejak lahir.
Kremasi
dilakukan
Upacara Raffles
karena
Katolik di menghibahkan
kurangnya Menjadi
Singapura sebidang tanah
lahan, dan dayatarik
terdapata untuk
Upacara cara praktis bagi https://www.imankatolik.or.id/pilih_pemakaman_atau_kremasi.
c. dua cara 1819 membangun
Pemakaman bagi jenazah wisatawan html
pemakaiman sekolah guna
yang yang
, dikubut mempelajari
memiliki berkunjung.
atau di mengenaik
penyakiy
kremas agama Katolik
menular dan
lain-lain.
12

B. Pembahasan

Dari hasil yang telah didapat mengenai Identifikasi Dinamika dan Perilaku
Spiritual di Kawasan Perkotaan, dapat diuraikan menjadi beberapa point
pembahasan guna mempermudah dalam membaca dan memahami isi dari laporan.
Point-point tersebut yaitu:
1. Dinamika Spiritual
Akulturasi (Mayang Puspitasari J3B817085)
1. Adegan Penyaliban Yesus
Dalam agama Katolik, istilah penyaliban Yesus merupakan bagian dari
upacara kenaikan Yesus Kristus. Pada zaman dahulu proses adegan ini dilakukan
untuk mengambil hikmah dari apa yang telah Tuhan Yesus lakukan untuk
pengikutnya, dan memperingati hari kenaikan Yesus. Namun pada zaman sekarang,
adegan tersebut mulai di lakukan secara terang-terangan. Maksudnya, dilakukan
dan diperlihatkan untuk umum. Sehingga masyarakat dengan berbagai agama sapat
mengetahui bagamana proses Yesus di siksa dan pada akhirnya di salib. Hal
tersebut juga menjadikan kegiatan ini, sebagai wisata edukasi bagi masyarakat yang
melihat acara ini secara langsung. Tidak ada waktu yang pas, atau tepat nya mulai
dari tahun berapa adegan upacara peringatan ini dipertontonkan untuk umum.
Adegan Penyaliban Yesus ini masuk kedalam Asimilasi karena, budaya yang
terdapat pada acara ini tidak hilang dan masih sama sampai sekarang. Hanya saja
perubahan terjadi pada cara penyampaian yang diperluas bukan hanya untuk
kalangan Katolik saja, tetapi dari kalangan agama lain juga.

Gambar 2 Teaterikal Penyaliban


Sumber : fajaronline.co.id

2, Upacara Pemakaman
Upacara pemakaman yang berada di Singapura khususnya dalam katolik
terdapat dua cara pemakaman, yaitu dengan cara dikubur dan ada juga dengan cara
dikremasi. Singapura merupakan negara yang kecil, sehingga sangat sulit untuk
mendapatkan lahan terutama untuk pemakaman. Oleh karena itu, kebanyakan
masyarakat katolik Singapura lebih memilih dengan cara kremasi jenazah. Pada
tahun 1819 tepatnya tanggal 29 Januari, Raffles mendaratkan kakinya di sebuah
pulau kecil yang isinya hanya sebuah desa nelayan kecil. Pulau nelayan itu bernama
Singapura. Empat bulan setelah penjejakannya yang pertama, Raffles
menghibahkan sebidang tanah untuk membangun sekolah guna mempelajari agama
13

katolik. Dia juga memberikan dukungan dan dana kepada misionaris pertama dari
London Missionary Society, Rev. Samuel Milton untuk memulai sebuah gereja.
Raffles percaya, bahwa apa yang dia lakukan dapat membawa perbaikan sosial.
Dengan berkembangnya agama katolik di Singapura, sehingga ajaran mengenai
upacara pemakaman yaitu kremasi semakin meluas. Kremasi dilakukan dengan
pembakaran jenazah, Kremasi dilakukan karena kurangnya lahan, dan cara praktis
bagi jenazah yang memiliki penyakit menular, dan kecelakaan yang membuat
jenazah hancur. Kremasi ini biasanya dapat menjadi daya tarik wisatawan yang
berkunjung, dengan melihat proses kremasi yang dilakukan. Proses kremasi ini
termasuk ke dalam akulturasi, karena masuknya agama Katolik ke Singapura, tanpa
menghilangkan ajaran agama lain yang sudah ada sebelumnya yaitu Budha dan
Islam.
3. Pembaptisan
Upacara pembaptisan adalah upacara keagamaan yang melambangkan
kematian, kebangkitan, dan pertobatan agar seseorang bisa diterima sebagai
anggota gereja Katolik. Upacara pembaptisan ini mulai ada bersamaan dengan
masuknya agama Katolik ke Singapura yaitu sekitar pada tahun 1819. Upacara
baptis ini biasanya dilakukan sejak masih bayi, tetapi bagi seseorang yang dewasa
dan ingin diterima menjadi anggota gereja Katolik dapat diberikan, salah satunya
bagi seseorang yang akan memeluk agama Katolik. Pembaptisan ini berisi ajakan
para katekumen untuk memperteguh perjalanan iman mereka dengan berpartisipasi
aktif dalam pelayanan dan kelompok-kelompok Gereja. Proses pembaptisan ini
juga dapat menjadi daya tarik, karena wisatawan dapat melihat dan mengetahui
proses pembaptisan tersebut. Upacara pembaptisan ini termasuk ke dalam
akulturasi karena dengan masuknya agama katolik, masyarakat yang akan memeluk
agama katolik ini akan melakukan proses pembaptisan. Sehingga adanya ajaran
agama yang baru tanpa menghilangkan ajaran agama sebelumnya.

2. Perilaku Spiritual (Dimas Firliantoro J3B917156)


Perilaku Spiritual Masyarakat Singapura saat ini khususnya kawasan
perkotaan, dilihat dari dinamika spriritual yang ada. Perilaku Spiritual masyarakat
Singapura yaitu prilaku yang mempengaruhi lingkungan terutama pada
lingkungan sosial. Hal ini disebabkan pengaruh lingkungan sangat dominan
terhadap perkembangan spiritual yang ada. Seperti halnya dinamika yang terjadi.
Contohnya dalam mempertontonkan adegan penyaliban untuk masyarakat umum
hal tersebut juga menjadikan kegiatan ini, sebagai wisata edukasi bagi masyarakat
yang melihat acara ini secara langsung. Tidak ada waktu yang pas, atau tepat nya
mulai dari tahun berapa adegan upacara peringatan ini dipertontonkan untuk
umum.
14

VI. KESIMPULAN

Kesimpulan didapatkan dari hasil Identifikasi Dinamika dan Perilaku


Spiritual di Kawasan Perkotaan. Kesimpulan ini berkaitan dengan tujuan laporan
yang mengkaji Dinamika Perubahan dan Prilaku Spiritual di Singapura.
Kesimpulan dari kegiatan praktikum adalah sebagai berikut:
1. Terdapat tiga kebudayaan yang mengalami akulturasi, yaitu Adegan penyaliban
Yesus yang dapan ditonton oleh bukan hanya masyarakat beragama katholik
tapi juga agama lain, lalu ada upacara pemakaman yang dilakukan dengan cara
kremasi yang dulunya dilakukan untuk menghentikan penularan penyakit, serta
upacara pembabtisan yang dilakukan sebagai syarat masuk agama Katholik.
2. Perilaku Spiritual di Singapura lebih banyak berubah karena adanya pendatang
dan harus menyesuaikan diri dengan jaman, namun masih terdapat unsur
budaya yang masih dipertahankan.
15

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2015. Pengertian Identifikasi Menurut Para Ahli.


http://www.landasanteori.com/2015/08/pengertian-identifikasi-
menurut.html?m=1.[Diakses Pada 02 Oktober 2018]
Hasan A. 2006. Aplikasi Strategi Dan Model Kecerdasan Spiritual.
http://www.infodanpengertian.com/pengertian-spiritualitas-menurut-para-
ahli.[Diakses Pada 07 Oktober 2018]
Pengertian Umum. 2016. Pengertian Masyarakat Secara Umum.
https://umum-pengertian.com/2016/05/pengertian-masyarakat-secara-
umum.html.[Diakses pada 24 September 2018]
Hasan A. 2006. Pengertian Dinamika Menurut Para Ahli.
http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-dinamika-menurut-
para-ahli/, [Diakses Pada 21 Oktober 2018]
Maklus Om. 2015. Definisi dan Pengertian Perilaku Menurut Para Ahli.
http://www.definisi-pengertian.com/2015/07/definisi-pengertian-perilaku-
menurut-ahli.html. Diakses Pada 21 Oktober 2018.