Anda di halaman 1dari 18

WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI GEOPOLITIK INDONESIA

Nama: Anisya Rahmaniah Nasra

Kelas: X.MIA.4

No. Absen: 04

MAN 1 Bekasi

Perumahan Taman Wisma Asri, Jl. Markisa Raya II, Teluk Pucung,
Bekasi Utara,Kota Bekasi, Jawa Barat 17121
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya
saya dapat menyelesaikan makalah tentang Wawasan
Nusantara.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam
rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai
Wawasan Nusantara yang sangat berpengaruh bagi NKRI. Saya
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab
itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran
yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah
disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon
kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan
makalah ini di waktu yang akan datang.
DAFTAR ISI

Kata pengantar ......................................................................................i


Daftar isi ...............................................................................................ii
Bab I pendahuluan .................................................................................1
A. Latar belakang ...................................................................................1
B. Rumusan masalah ..............................................................................1
C. Tujuan …………............................................................................... 2

Bab II Pembahasan……………………................................................. 3
A. Teoritis …………........................................................................... 3-13
B. pragmatis ………….......................................................................... 13

Bab III Penutup ………………..,........................................................... 14


A.kesimpulan…….................................................................................. 14
B. saran…………… ............................................................................. 14
Daftar pustaka .......................................................................................15
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa. Visi adalah keadaan


atau rumusan umum mengenai keadaan yang di inginkan. Wawasan nusantara
merupakan visi bangsa yang berorientasi menuju masa depan. Visi bangsa Indonesia
sesuai dengan konsep Wawasan Nusantara,yaitu menjadi bangsa yang berdaulat
dengan wilayah yang satu dan utuh.

Konsep geopolitik Indonesia berlandaskan pada pandangan kewilayahan dan


kehidupan bangsa.Sebagai Negara yang sangat luas dengan berbagai keragaman di
dalamnya, Indonesia memiliki Wawasan Nusantara sebagai dasar pengembangan
wawasan nasional. Tak hanya factor geografi, wawasan nusantara juga
mengutamakan kepentingan masyarakat dalam aspek lain seperti social budaya,
politik, pertahanan dan keamanan, dan ekonomi.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai keterkaitan antara wawasan nusantara


dan geopol, penulis mencoba membahasnya melalui sebuah makalah yang berjudul

“WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI GEOPOLITIK INDONESIA”

Perumusan masalah

1. Apa pengertian wawasan nusantara dan geopolitik?


2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi wawasan nusantara?
3. Bagaimana Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Indonesia?
4. Bagaimana Perwujudan Wawasan Nusantara?

Tujuan
1. Menyelesaikan tugas makalah pelajaran Pendidikan Kewarga Negaraan
(PKN)
2. Untuk mengetahui dan memahamin pengertian Wawasan Nusantara dan
Geopolitik
3. Untuk mengetahui dan memahami factor – factor yang mempengaruhi
Wawasan Nusantara
4. Untuk mengetahui Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Indonesia
5. Untuk mengetahui Perwujudan Wawasan Nusantara

2
BAB II

WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI GEOPOLITIK INDONESIA

Teoritis

1. Pengertian Wawasan Nusantara dan Geopolitik

Istilah wawasan berasal dari kata ‘wawas’ yang berarti pandangan, tinjauan, atau
penglihatan inderawi. Akar kata ini membentuk kata ‘mawas’ yang berarti
memandang, meninjau, atau melihat. Sedangkan ‘wawasan’ berarti cara pandang cara
tinjau, atau cara melihat. Sedangkan istilah Nusantara berasal dari kata ‘nusa’ yang
berarti pulau-pulau, dan ‘antara’ yang berarti diapit dua hal. Istilah Nusantara dipakai
untuk menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia
yang terletak di antara samudra Pasifik dan samudra Indonesia serta diantara benua
Asia dan benua Australia.

Secara umum wawasan nasional berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan
lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa itu sesuai
dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita-cita
nasionalnya. Sedangkan Wawasan Nusantara mempunyai arti cara pandang bangsa
Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta
sesuai dengan geografi wilayah Nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam
mencapai tujuan atau cita-cita nasionalnya.

3
Dengan demikian Wawasan Nusantara berperan untuk membimbing bangsa
Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupannya serta sebagai rambu-rambu dalam
perjuangan mengisi kemerdekaannya. Wawasan Nusantara sebagai cara pandangan
juga mengajarkan bagaimana pentingnya membina persatuan dan kesatuan dalam
segenap aspek kehidupan bangsa dan negara dalam mencapai tujuan dan cita-citanya.

Sebagai Wawasan Nasional dari bangsa Indonesia maka wilayah Indonesia yang
terdiridari daratan, laut dan udara diatasnya dipandang sebagai ruang hidup
(lebensraum) yang satu atau utuh. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan
Nasionalnya bangsa Indonesia dibangun atas pandangan geopolitik bangsa. Jadi
Wawasan Nusantara merupakan penerapan dari teori geopolitik bangsa Indonesia.

Kedudukan Wawasan Nusantara adalah sebagai visi bangsa. Visi adalah keadaan atau
rumusan umum mengenai keadaan yang dinginkan. Wawasan Nasional merupakan
visi bangsayang bersangkutan dalam menuju masa depan. Visi bangsa Indonesia
sesuai dengan konsep Wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan
wilayah yang satu dan utuh pula.

Ruang lingkup dan cakupan wawasan nusantara dalam TAP MPR ‘83 dalam
mencapai tujuan pembangunan nasional :

- Kesatuan Politik

- Kesatuan Ekonomi

- Kesatuan Sosial Budaya

- Kesatuan Pertahanan Keamanan

4
Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional Indonesia pada hakikatnya
merupakan perwujudan dari kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan (HANKAM).
Dan sebagai Wawasan nasional Indonesia, Wawasan Nusantara merupakan
pencerminan dari : Kepentingan yang sama, tujuan yang sama terpeliharanya
persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah Indonesia. Dengan kata lain
sebagai wawasan nasionalnya Wawasan Nusantara menjadi pola yang mendasari cara
berfikir, bersikap dan bertindak dalam rangka menangani permasalahan yang
menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Berdasarkan teori-teori tentang wawasan, latar belakang filsafati, latar belakang


pemikiran aspek kewilayahan, aspek social budaya dan aspek kesejahteraan, telah
membentuk satu wawasan nasional Indonesia yang di sebut wawasan nusantara
dengan rumusan sebagai berikut:

“Wawasan Nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada


Pancasila dan berdasarkan Undang-undang Dasar 1945, yaitu cara pandang dan sikap
bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan
dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk menccapai tujuan nasional.”

Geopolitik berasal dari dua kata yaitu “geo” dan politik. Maka membicarakan
pengertian geopolitik tidak terlepas dari pembahasan mengenai masalah geografi dan
politik.

“Geo” artinya bumi/planet bumi. Menurut Preston E. James, geografi mempersoalkan


tata ruang yaitu sistem dalam hal menempati suatu ruang di permukaan bumi. Dengan
demikian, geografi berkaitan dengan interrelasi antara manusia dengan lingkungan
tempat hidupnya. Politik berarti kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-
pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk
mewujudkan tujuan nasional.

5
Maka, geopolitik dapat diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan
dalam wujud kebijaksanaan nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik
(kepentingan yang titik beratnya terletak pada pertimbangan geografi, wilayah atau
territorial dalam arti luas) suatu negara, yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan
berdampak lang sung kepada system politik suatu negara.[6]

Oleh karena itu wawsan nusantara adalah geopolitik Indonesia. Hal ini dipahami
berdasarkan pengertian bahwa dalam wawasan nusantara terkandung konsepsi
geopolitik Indonesia yaitu, unsur ruang yang kini berkembang tidak saja secara fisik
geografis, melainkan dalam pengertian secara keseluruhannya

2. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAWASAN NUSANTARA

1. Wilayah (Geografi)

Wilayah didefinisikan sebagai ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta


segenap unsur terkait padanya, yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan pada
aspek administratif dan atau aspek fungsional .

kecil. Jumlah pulau yang sudah memiliki nama adalah 6.044 buah.

2. Geopolitik dan Geostrategi

a. Geopolitik

Geopolitik memaparkan dasar pertimbangan dalam menentukan alternatif


kebijakannasional untuk mewujudkan tujuan tertentu. Prinsip-prinsip dalam
geopolitik menjadi perkembangan suatu wawasan nasional. Pengertian geopolitik
telah dipraktekkan sejak abad XIX, namun pengertiannya baru tumbuh pada awal
abad XX sebagai ilmu penyelenggaraan Negara yang setiap kebijakannya dikaitkan
dengan masalah-masalah geografi wilayah yang menjadi tempat tinggal suatu bangsa.

6
b. Geostrategi

Sebagai contoh pertimbangan geostrategis untuk negar adan bangsa Indonesia adalah
kenyataan posisi silang Indonesia sebagai berikut :

1) Geografi: terletak di antara dua benua, Asia dan Australia; serta di antara
samudra Pasifik dan samudra Hindia.

2) Demografi: penduduk Indonesia terletak di antara penduduk jarang di selatan


(Australia) dan penduduk padat di utara (RRC dan Jepang).

3) Ideologi: ideologi Indonesia (Pancasila) terletak di antara liberalisme di selatan


(Australia dan Selandia Baru) dan Komunisme di utara (RRC, Vietnam dan Korea
Utara)

4) Politik: Demokrasi Pancasila terletak di antara demokrasi liberal di selatan dan


demokrasi rakyat (diktatur proletar) di utara.

5) Ekonomi: Ekonomi Indonesia terleta di antara ekonomi Kapitalis dan selatan


Sosialis di Utara.

6) Sosial: Masyarakat Indonesia terletak di antara masyarakat individualisme di


selatan dan masyarakat sosialisme di utara.

7) Budaya: Budaya Indonesiaterletak di antara budaya Barat di selatan, dan


budaya timur di utara.

8) Hankam: Geopolitik dan geostrategi Hankam (Pertahanan dan Keamanan)


Indonesia terletak diantara wawasan kekuatan maritim di selatan dan wawasan
kekuatan kontinental di utara.

7
3. WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI GEOPOLITIK INDONESIA

A. Geopolitik sebagai Ilmu Bumi Politik

Istilah geopolitik pertama kali diartikan oleh Frederich Ratzel sebagai ilmu
bumi politik (political geography) yang kemudian diperluas oleh Rudolf Kjellen
menjadi geographical politic, disingkat geopolitik.

Teori-Teori Geopolitik :

a. Teori Geopolitik Frederich Ratzel (1844-1904), berpendapat bahwa negara itu


seperti organisme yang hidup. Pertumbuhan Negara mirip dengan pertumbuhan
organisme yang memerlukan ruang hidup (lebensraum) yang cukup agar dapat
tumbuh dengan subur. Makin luas ruang hiduo maka Negara akan semakin bertahan,
kuat, dan maju. Teori ini dikenal sebagai teori organisme atau teori biologis.

b. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen (1864-1922), Negara adalah satuan dan sistem
politik yang menyeluruh yang meliputi bidang geopolitik, ekonomi politik , demo
politik social politik, dan krato politik. Negara sebagai organisme yang hidup dan
intelektual harus mampu mempertahankan dan mengembangkan dirinya dengan
melakukan ekspansi.

c. Teori Geopolitik Karl Haushofer (1896-1946), melanjutkan pandangan Ratzel


dan Kjellen terutama pandangan tentang lebensraum dan paham ekspansionisme. Jika
jumlah penduduk suatu wilayah Negara semakin banyak sehingga tidak sebanding
lagi dengan luas wilayah, maka Negara tersebut harus berupaya memperluas
wilayahnya sebagai ruang hidup bagi warga Negara. Untuk mencapai maksud
tersebut, Negara harus mengusahakan :

· Autarki, yaitu cita-cita untuk memenuhi kebutuhan sendiri tanpa


bergantung pada Negara lain.

8
· Wilayah-wilayah yang dikuasai (pan-regional), yaitu:

a. Pan Amerika sebagai “perserikatan wilayah” dengan Amerika Serikat sebagai


pemimpinnya.

b. Pan Asia Timur, mencakup bagian timur Benua Asia, Australia dan wilayah
kepulauan dimana Jepang sebagai penguasa.

c. Pan Rusia India yang mencakup wilayah Asia Barat, Eropa Timur, dan rusia
yang dikuasai Rusia.

d. Pan Eropa Afrika mencakup Eropa Barat , tidak termasuk Inggris dan Rusia
dikuasai oleh jerman.

Teori geopolitik Karl Haushofer ini dipraktikkan oleh Nazi Jerman dibawah
pimpinan Hittler sehingga menimbulkan perang dunia dua.

B. Paham Geopolitik Bangsa Indonesia

Paham geopolitik bangsa Indonesia terumuskan dalam konsepsi Wawasan


Nusantara. Bagi bangsa Indonesia, geopolitik merupakan pandangan baru dalam
mempertimbangkan faktor-faktor geografis wilayah Negara untuk mencapai tujuan
nasionalnya. Untuk Indonesia, geopolitik adalah kebijakan dalam rangka mencapai
tujuan nasional dengan memamfaatkan keuntungan letak geografis Negara
berdasarkan pengetahuan ilmiah tentang kondisi geografis tersebut.

Secara geografis, Indonesia memiliki ciri khas, yakni diapit dua samudra dan
dua benua serta terletak dibawah orbit Geostationary Satellite Orbit (GSO). Dan
Indonesia bisa bisa disebut sebagai Benua Maritim Indonesia. Atas dasar itulah
Indonesia mengembangkan paham geopolitik nasionalnya, yaitu Wawasan Nusantara.
Dan secara historis, wilayah Indonesia sebelumnya adalah wilayah bekas jajahan
Belanda yang dulunya disebut Hindia Belanda.

9
Berdasarkan fakta geografis dan sejarah inilah, wilayah Indonesia beserta apa
yang ada di dalamnya dipandang sebagai satu kesatuan. Pandangan atau Wawasan
nasional Indonesia ini dinamakan Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara sebagai
konsepsi geopolitik bangsa Indonesia.

4. PERWUJUDAN WAWASAN NUSANTARA

A. Perumusan Wawasan Nusantara

Konsepsi Wawasan Nusantara dituangkan dalam peraturan perundang-


undangan, yaitu dalam ketetapan MPR mengenai GBHN. Secara berturut-turut
ketentuan tersebut adalah :

Tap MPR No. IV \ MPR \ 1973

Tap MPR No. IV \ MPR \ 1978

Tap MPR No. II \ MPR \ 1983

Tap MPR No. II \ MPR \ 1988

Tap MPR No. II \ MPR \ 1993

Tap MPR No. II \ MPR \ 1998

Dalam ketetapan tersebut dinyatakan bahwa Wawasan dalam


penyelenggaraan pembangunan nasional dalam mencapai Tujuan Pembangunan
Nasional adalah Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara adalah wawasan nasional
yang bersumber dari pancasila dan UUD 1945.

Hakikat dari wawasan nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan


wilayah Indonesia. Cara pandang bangsa Indonesia tersebut mencakup :

Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik

10
Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi

Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya

Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Keamanan

Masing-masing cakupan arti dari Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai


Satu Kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan Keamanan
(POLEKSOSBUDHANKAM) tersebut tercantum dalam GBHN.

GBHN terakhir yang memuat rumusan mengenai Wawasan Nusantara


adalah GBHN 1998 yaitu dalam Ketetapan MPR No. II \ MPR \ 1998. Pada GBHN
1999 sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPR No. IV \ MPR \ 1999 tidak lagi
ditemukan rumusan mengenai Wawasan Nusantara.

Pada masa sekarang ini, dengan tidak adanya lagi GBHN, rumusan Wawasan
Nusantara menjadi tidak ada. Meski demikian sebagai konsepsi politik
ketatanegaraan Republik Indonesia, wilayah Indonesia yang berciri nusantara kiranya
tetap dipertahankan.

B. Batas Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

a). Wilayah Daratan

Wilayah daratan adalah daerah dipermukaan bumi dalam batas-batas tertentu


dan di dalam tanah di permukaan bumi.

b). Wilayah Perairan

Wilayah perairan Indonesia meliputi laut territorial, perairan kepulauan, dan


peraran pendalaman.

11
c). Wilayah Udara

Wilayah udara adalah wilayah yang berada di atas wilayah daratan dan lautan
(perairan) negara itu. Seberapa jauh kedaulatan negara terhadap wilayah udara di
atasnya, terdapat beberapa aliran, yaitu :

1) Teori Udara Bebas

2) Teori Negara Berdaulat di Udara

C. Tujuan dan Mamfaat Wawasan Nusantara

a) Tujuan Wawasan Nusantara

Tujuan Wawasan Nusantara terdiri atas dua :

1. Tujuan ke dalam, yaitu menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap


aspek kehidupan nasional, yaitu politik, ekonomi, social budaya, pertahanan
keamanan.

2. Tujuan ke luar, yaitu terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba
berubah, dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social serta mengembangkan suatu
kerja sama dan saling menghormati.

b) Mamfaat Wawasan Nusantara

Mamfaat Wawasan Nusantara adalah sebagai berikut :

1. Diterima dan diakuinya konsepsi Nusantara di forum internasional.

2. Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia.

3. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup memberikan potensi sumber


daya yang besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

12
4. penerapan wawasan nusantara menghasilkan cara pandang tentang keutuhan
wilayah nusantara yang perlu dipertahankan oleh bangsa Indonesia.

Pragmatis

Salah satu manfaat paling nyata dari wawasan nusantara yaitu terlihat pada kebijakan
untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa
sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas Pancasila. Akan tetapi
yang harus dikembangkan terus adalah pemerataan pendidikan dari tingkat
pendidikan dasar sampai perguruan tinggi ke semua daerah atau propinsi,
kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui Sistem Pertahanan Keamanan
Rakyat Semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan negara.

13
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Wawasan Nusantara adalah pandangan untuk menjadi bangsa yang satu dan utuh
dalam satu kesatuan Republik Indonesia. Untuk mencapai tujuan nasional maka
diperlukan suatu paham geopolitik dan dikembangkan menjadi wawasan nusantara
dan diwujudkan sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan
keamanan.

Kesatuan wawasan nusantara ini dilakukan dengan cara desentralisasi dalam


penyelenggaraan pemerintahan.

Dapat dikatakan wawasan nusantara yang terpapar dari Sumatra hingga Papua harus
memiliki wawasan nasional sebagai geopolitik.

SARAN

Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan


keamanan diperlukan tindakan yang tegas jika terjadi suatu ancaman daerah, misal
dari yang terkecil, yaitu mengadakan penjagaan desa secara bergilir, melakukan
kerjasama antar negara dengan cara latihan gabungan. Sehingga akan terciptanya
suatu wilayah satu kesatuan Indonesia yang utuh.

14
DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/8848201/WAWASAN_NUSANTARA_SEBA
GAI_GEOPOLITIK_INDONESIA

http://ilmannafis187.blogspot.co.id/2015/01/wawasan-nusantara-sebagai-
geopolitik.html

http://riskayanty.blogspot.co.id/2016/05/wawasan-nusantara-sebagai-
geopolitik.html?m=1

Buku pegangan paket siswa kelas X SMA/MA

Lembar kerja siswa Semester II kelas X

15