Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah :
Mata Pelajaran : Seni Budaya (Seni Rupa)
Kelas/Semester : X (Sepuluh)/1 (Satu)
Materi Pokok : Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi (3D)
Alokasi Waktu : 2x Pertemuan (2 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah,menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
KD.1.1 : Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya
senirupa sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
KD.2.1 : Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui
aktivitas berkesenian
KD.3.2 : Menerapkan jenis, simbol dan nilai estetis dalam konsep seni rupa
KD.4.2 : Membuat karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan melihat model

Kompetensi Dasar Indikator


1. 1.1 Menunjukkan sikap 1.1.1 Mengungkapkan rasa kagum dan bangga
penghayatan dan pengamalan terhadap keindahan karya seni rupa sebagai
serta bangga terhadap karya anugerah Tuhan
seni rupa sebagai bentuk rasa 1.1.2 Menghargai keindahan karya seni rupa
syukur terhadap anugerah orang lain sebagai anugerah Tuhan
Tuhan 1.1.3 Menanggapi bentuk keindahan karya seni
rupa orang lain sebagai anugerah Tuhan

1
2.1 Menunjukkan sikap 2.1.1 Mengerjakan tugas tepat waktu
kerjasama, bertanggung jawab, 2.1.2 Bertanggung jawab dalam proses berkarya
toleran, dan disiplin melalui seni rupa 3 Dimensi
aktivitas berkesenian 2.1.3 Bekerja sama dalam kegiatan diskusi
kelompok

3.2 Menerapkan jenis, simbol 3.2.1 Mendefinisikan pengertian karya seni rupa
dan nilai estetis dalam konsep 3 dimensi
seni rupa 3.2.2 Menjelaskan jenis, simbol, dan nilai estetis
karya seni rupa 3 dimensi
3.2.3 Membandingkan jenis, simbol, nilai estetis
karya seni rupa 3 dimensi
4.2 Membuat karya seni rupa 4.2.1 Membuat karya seni rupa 3 dimensi berupa
tiga dimensi berdasarkan karya seni terapan
melihat model 4.2.2 Menyajikan karya seni rupa 3 dimensi
dalam diskusi kelas

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengungkapkan rasa kagum dan bangga terhadap keindahan karya seni rupa sebagai
anugerah Tuhan
2. Menghargai orang lain dalam menanggapi bentuk keindahan karya seni rupa sebagai
anugerah Tuhan
3. Bersikap disiplin dalam mengerjakan tugas
4. Menempatkan diri dalam kegiatan diskusi kelompok
5. Mendefinisikan pengertian karya seni rupa 3 dimensi
6. Menjelaskan jenis, simbol, dan nilai estetis karya seni rupa 3 dimensi
7. Membandingkan jenis, simbol, nilai estetis karya seni rupa 3 dimensi

Pertemuan Kedua
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Membuat karya seni rupa 3 dimensi berupa seni rupa terapan
2. Menghargai orang lain dalam menanggapi bentuk keindahan karya seni rupa sebagai
anugerah Tuhan
3. Mengerjakan tugas tepat waktu
4. Bertanggung jawab dalam proses berkarya seni rupa 3 Dimensi
5. Menyajikan karya seni rupa 3 dimensi dalam diskusi kelas
6. Menghargai karya seni rupa sebagai keindahan karya seni rupa sebagai anugerah
Tuhan

2
D. Materi Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Pengertian karya seni rupa 3 dimensi
2. Jenis karya seni rupa 3 dimensi
3. Simbol dalam karya seni rupa 3 dimensi
4. Nilai estetik karya seni rupa 3 dimensi
Penjelasan materi terlampir

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan saintifik
2. Metode diskusi kelompok
3. Persentasi
4. Demonstrasi
5. Game

F. Model Pembelajaran
1. Problem Based Learning

G. Media, Alat, dan Sumber pembelajaran


1. Media : LCD proyektor, powerpoint, contoh karya, lembar kegiatan
siswa, video, kertas lipat, speaker/mini sound
2. Alat : barang bekas atau lainnya gunting, lem, pewarna(cat dll)
3. Sumber Belajar : Guru, Kurikulum 2013, LKS, Buku-buku lainnya yang relevan,
informasi melalui media cetak dan internet, lingkungan sekitar.

H. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan Pertama
a. Pendahuluan (10 menit )
1) Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
2) Apersepsi: Menayangkan video motivasi untuk membangkitkan semangat dan
minat peserta didik
3) Menyampaikan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan inti (60 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Membentuk kelompok yang terdiri dari 6 anggota.
2) Menayangkan video tentang jenis, simbol dan nilai estetik karya seni rupa 3
dimensi.
3) Menanggapi video tentang jenis, simbol dan nilai estetik karya seni rupa 3
dimensi.
4) Merumuskan masalah-masalah pokok mengenai pengertian, jenis, simbol, dan
nilai estetik karya seni rupa 3 dimensi
5) Mengumpulkan data tentang pengertian, jenis, simbol, dan nilai estetik karya
seni rupa 3 dimensi

3
6) Menganalisis data untuk menyimpulkan pengertian, jenis, simbol, dan nilai
estetik karya seni rupa 3 dimensi
7) Mendiskusikan tentang pengertian jenis, simbol dan nilai estetik karya seni rupa
3 dimensi melalui beberapa lembar latihan
8) Menyajikan hasil diskusi tersebut untuk mendapatkan tanggapan dari peserta
didik dan guru
c. Penutup (20 menit)
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
1) Peserta didik bersama-sama guru menyimpulkan tentang pengertian, jenis,
simbol, dan nilai estetik karya seni rupa 3 dimensi.
2) Peserta didik bersama-sama guru melakukan refleksi tentang proses dan hasil
pembelajaran yang telah dicapai.
3) Peserta didik diberikan tugas individual untuk menyiapkan bahan dan alat untuk
pelaksanaan pembelajaran berikutnya yakni membuat karya seni rupa terapan

Pertemuan Kedua
a. Pendahuluan (10 menit )
Dalam kegiatan pendahuluan, guru melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
2) Apersepsi: memotivasi peserta didik untuk membuat karya seni rupa terapan
dengan berbagai macam objek yang ada di kehidupan sekitar
3) Menyampaikan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan inti (70 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menentukan bentuk yang akan di buat
2) Menyiapkan bahan dan alat untuk berkarya
3) Mencipta karya seni rupa terapan
4) Menyajikan hasil karya seni rupa terapan dalam diskusi di kelas untuk
mendapatkan tanggapan dari peserta didik dan guru.
c. Penutup (10 menit)
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
1) Peserta didik bersama-sama guru menyimpulkan prosedur dan teknik dalam
berkarya
2) Peserta didik bersama-sama guru melakukan refleksi terhadap proses dan hasil
pembelajaran yang telah dicapai

4
I. Penilaian
1. Jenis/teknis penilaian
Penilaian dilakukan melalui penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses
dilakukan melalui tugas kerja individu dan kelompok. Sedangkan penilaian hasil
dilakukan melalui karya senirupa tiga dimensi yang dibuat peserta didik.
2. Bentuk Instrumen
Instrumen kinerja presentasi menggunakan lembar pengamatan kinerja presentasi
dengan fokus penilaian pada: komunikasi, sistematika penyajian, wawasan,
keberanian, antusias dan penampilan. Instrumen penilaian praktek dengan
menggunakan rubrik penilaian praktek dengan focus utama pada kesesuaian bentuk,
kecermatan dan ketepatan, dan nilai estetika.
Instrumen observasi penilaian sikap kerja individu menggunakan lembar
pengamatan sikap santun, jujur, disiplin, toleransi, gotong-royong/bekerjasama
dalam mengapresiai seni dan pembuatnya.
Instrumen observasi penilaian sikap kinerja presentasi menggunakan lembar
pengamatan sikap responsif dan pro-aktif, peduli terhadap lingkungan dan sesama,
menghargai karya seni dan pembuatnya.
3. Pedoman penskoran
Pedoman penskoran terlampir.

J. Sumber/Referensi
Buku Cetak Pelajaran Seni Budaya Kelas X SMA Informasi melalui internet dan media
cetak.

Mengetahui, ………, ………………2019


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Seni Budaya

---------------------------------- -----------------------------------------
NIP. NIP.

5
Lampiran 1a

Pedoman Observasi Sikap

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual dan sikap sosial peserta didik.
Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual dan sikap sosial yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
1.1.1 Mengungkapkan rasa kagum dan bangga terhadap keindahan karya seni rupa sebagai
anugerah Tuhan
4 = apabila selalu Mengungkapkan rasa kagum dan bangga terhadap keindahan karya
seni rupa sebagai anugerah Tuhan
3 = apabila sering Mengungkapkan rasa kagum dan bangga terhadap keindahan karya
seni rupa sebagai anugerah Tuhan
2 = apabila kadang-kadang Mengungkapkan rasa kagum dan bangga terhadap
keindahan karya seni rupa sebagai anugerah Tuhan
1 = apabila tidak pernah Mengungkapkan rasa kagum dan bangga terhadap
keindahan karya seni rupa sebagai anugerah Tuhan

1.1.2 Menghargai keindahan karya seni rupa orang lain sebagai anugerah Tuhan
4 = apabila selalu Menghargai keindahan karya seni rupa orang lain sebagai anugerah
Tuhan
3 = apabila sering Menghargai keindahan karya seni rupa orang lain sebagai
anugerah Tuhan
2 = apabila kadang-kadang Menghargai keindahan karya seni rupa orang lain sebagai
anugerah Tuhan
1 = apabila tidak pernah Menghargai keindahan karya seni rupa orang lain sebagai
anugerah Tuhan

1.1.3 Menanggapi bentuk keindahan karya seni rupa orang lain sebagai anugerah Tuhan
4 = apabila selalu Menanggapi bentuk keindahan karya seni rupa orang lain sebagai
anugerah Tuhan
3 = apabila sering Menanggapi bentuk keindahan karya seni rupa orang lain sebagai
anugerah Tuhan
2 = apabila kadang-kadang Menanggapi bentuk keindahan karya seni rupa orang lain
sebagai anugerah Tuhan
1 = apabila tidak pernah Menanggapi bentuk keindahan karya seni rupa orang lain
sebagai anugerah Tuhan

2.1.1 Mengerjakan tugas tepat waktu


4 = apabila selalu mengumpulkan tugas tepat waktu
3 = apabila mengumpulkan tugas telat 10-15 menit
2 = apabila mengumpulkan tugas telat 15-30 menit

6
1 = apabila tidak mengumpulkan tugas
2.1.2 Bertanggung jawab dalam proses berkarya seni rupa 3 Dimensi
4 = apabila selalu Bertanggung jawab dalam proses berkarya seni rupa 3 Dimensi
3 = apabila kadang-kadang Bertanggung jawab dalam proses berkarya seni rupa 3
Dimensi
2 = apabila kurang Bertanggung jawab dalam proses berkarya seni rupa 3 Dimensi
1 = apabila tidak Bertanggung jawab dalam proses berkarya seni rupa 3 Dimensi

2.1.3 Bekerja sama dalam kegiatan diskusi kelompok


4 = apabila selalu bekerja sama dalam kegiatan diskusi kelompok
3 = apabila sering Bekerja sama dalam kegiatan diskusi kelompok
2 = apabila kadang-kadang Bekerja sama dalam kegiatan diskusi kelompok
1 = apabila tidak Bekerja sama dalam kegiatan diskusi kelompok

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..

Skor (√)
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4

1 1.1.1 Mengungkapkan rasa kagum dan bangga terhadap


keindahan karya seni rupa sebagai anugerah Tuhan

2 1.1.2 Menghargai keindahan karya seni rupa orang lain


sebagai anugerah Tuhan

3 1.1.3 Menanggapi bentuk keindahan karya seni rupa orang


lain sebagai anugerah Tuhan

4 2.1.1 Mengerjakan tugas tepat waktu

5 2.1.2 Bertanggung jawab dalam proses berkarya seni rupa 3


Dimensi
6 2.1.3 Bekerja sama dalam kegiatan diskusi kelompok

Jumlah Skor

7
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Contoh :
Skor diperoleh 14, skor maksimal 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :
14
𝑥 4 = 2,8
20

Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai adalah :
Sangat Baik : apabila memperoleh skor :3,33 < skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor :2,33 < skor ≤ 3,33
Cukup : apabila memperoleh skor :1,33 < skor ≤ 2,33
Kurang : apabila memperoleh skor: skor ≤ 1,33

Lembar Penilaian Sikap

Kelas : ……………………….
Hari, tanggal : ……………………….
Materi Pokok/Tema : ……………………….

Sikap

Nilai Sikap (rata-rata)


Jml. Skor (Maks. 24)
No. induk

Gotong Royong

L Ket.
Tanggung jwb

No Nama Peserta Didik


/P (A-D)
Spiritual 1

Spiritual 2

Spiritual 3

Toleransi
Disiplin

Rentan Nilai 1-4 1-4 1-4 1-4 1-4 1-4 1-4 24 4 A

Ket: Spiritual 1= penilaian indikator 1.1.1


Spiritual 2= penilaian indikator 1.1.2
Spiritual 3= penilaian indikator 1.1.3

8
Keterangan Penskoran :
4 = apabila selalu konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap
3 = apabila sering konsisten menunjukkan sikap sesuai aspeksikap dan kadang-kadang tidak
sesuai aspek sikap
2 = apabila kadang-kadang konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan sering
tidak sesuai aspek sikap
1 = apabila tidak pernah konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap

Pedoman Observasi Pengetahuan

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai pengetahuan peserta didik. Berilah tanda cek (v)
pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria
sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan


3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..

Skor (√)
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4

1 3.2.1 Mendefinisikan pengertian karya seni rupa 3 dimensi

2 3.2.2 Menjelaskan jenis, simbol, dan nilai estetis karya seni


rupa 3 dimensi
3 3.2.3 Membandingkan jenis, simbol, nilai estetis karya seni
rupa 3 dimensi

Jumlah Skor

9
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Contoh :
Skor diperoleh 14, skor maksimal 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :
14
𝑥 4 = 2,8
20

Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai adalah :
Sangat Baik : apabila memperoleh skor :3,33 < skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor :2,33 < skor ≤ 3,33
Cukup : apabila memperoleh skor :1,33 < skor ≤ 2,33
Kurang : apabila memperoleh skor: skor ≤ 1,33

Lembar Penilaian Pengetahuan

Kelas : ……………………….
Hari, tanggal : ……………………….
Materi Pokok/Tema : ……………………….
No.Induk

Jml N.P N.P


Nama Peserta Penugasan Tulis
No L/P (rata-
Didik
rata)
P K Rt T (Rt+T)
Nilai maksimal 100 100 - 100 200 100
1
2
3
4
5

Ket : P = personal/ individu


K = Kelompok
Rt = Rata-rata nilai penugasan
T = tes kuis

10
Pedoman Observasi Keterampilan

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai keterampilan peserta didik. Berilah tanda cek (v)
pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria
sebagai berikut :

4 = apabila selalu melakukan sesuai pernyataan


3 = apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..

Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4

1 4.2.1 Membuat karya seni rupa 3 dimensi berupa karya seni


rupa terapan

2 4.2.2 Menyajikan karya seni rupa 3 dimensi dalam


diskusi kelas
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 11 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Contoh :
Skor diperoleh 14, skor maksimal 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :
14
𝑥 4 = 2,8
20

Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai adalah :
Sangat Baik : apabila memperoleh skor :3,33 < skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor :2,33 < skor ≤ 3,33
Cukup : apabila memperoleh skor :1,33 < skor ≤ 2,33
Kurang : apabila memperoleh skor: skor ≤ 1,33

11
Lembar Penilaian Keterampilan

Kelas : ……………………….
Hari, tanggal : ……………………….
Materi Pokok/Tema : ……………………….
No.Induk

Proses
Nama Peserta Hasil Jml N.K
No L/P
Didik Pahat/ Aplikasi alat & karya
Ʃ
ukiran bahan
Nilai maksimal 30 30 60 40 100
1
2
3
4
5

12
Lampiran 1b
Instrumen Penilaian Pengetahuan

Lembar Observasi Siswa (Diskusi Kelompok ke-I)

Amati beberapa contoh karya seni rupa 3 dimensi pada layar LCD, aspek apa saja yang kamu
lihat? Berdasarkan pengamatan kalian, diskusikan dan isilah tabel dibawah ini sesuai dengan
jenis karya seni rupa 3 dimensi!

No Jenis Bahan Teknik Medium


1

Setelah kalian mengisi kolom tentang jenis, bahan, teknik, dan medium pada karya seni rupa
dua dimensi tersebut, kemudian diskusikanlah dengan kelompok dan isilah kolom di bawah
ini!

Format Diskusi Hasil Pengamatan

No. Aspek yang diamati Uraian Hasil Pengamatan

Unsur-unsur rupa yang menonjol


1

Objek yang tampak


2

3 Bagian objek yang paling menarik

13
Lembar Observasi Siswa (Diskusi Kelompok ke-II)

Amati karya-karya seni rupa tiga dimensi berikut ini, identifikasikan unsur-unsur rupa pada
karya-karya seni rupa tiga dimensi tersebut, kemudian cobalah cari pula makna simbolik dari
karya-karya seni rupa tiga dimensi berikut ini, baik wujudnya secara utuh maupun pada
unsur-unsur rupanya.

No Jenis Karya Unsur-unsur rupa Makna Simbolik


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Penilaian Tes Tulis


1. Jelaskan pengertian karya seni rupa 3 dimensi!
2. Jelaskan pengertian simbol dalam karya seni rupa!
3. Apa yang dimaksud dengan nilai estetis memiliki sifat objektif dan subjektif?

Penilaian tugas personal/individu (Pekerjaan Rumah)

1. Carilah berbagai (reproduksi foto/gambar) karya seni rupa tiga dimensi(minimal 3


karya)
2. Amati karya-karya seni rupa tiga dimensi tersebut, bandingkan karya yang satu dengan
yang lainnya
3. Ceritakan secara tertulis masing-masing karya yang kalian amati(sertakan foto/gambar
ditulisan kalian), berilah tanggapan terhadap karya-karya tersebut, aspek apa yang
menarik perhatian kalian, karya mana yang paling kalian sukai?berikan alasan mengapa
kalian menyukai karya tersebut berdasarkan pengamatan terhadap unsur-unsur rupa dan
objek yang tampak pada karya tersebut.

14
Instrumen Penilaian Keterampilan

Buatlah satu buah karya seni rupa (karya seni rupa terapan) dengan menggunakan berbagai
media dan objek
Objek/model : bebas
Bahan/alat : bahan dan alat disesuaikan dengan karya yang akan dibuat
Waktu : 70 menit

Rubrik Penilaian karya

No. Aspek yang dinilai Kriteria


1 2 3 4
1 Ketepatan bentuk

2 Teknik

3 Kerapian

Keterangan:
4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

15
Lampiran 2
MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Setelah mempelajari seni rupa 2 dimensi, kita beralih pada seni rupa 3 dimensi.
Sebuah karya disebut 3 dimensi karena memiliki 3 unsur, yaitu panjang, lebar, dan
tinggi. Selain itu memiliki kesan ruang, volume, atau isi yang bisa dilihat dari berbagai
arah pandangan.
Selain berbeda dalam hal dimensi, seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi juga
berbeda dalam hal bahan atau media pembuatnya. Secara umum, lukisan dan gambar
dibuat diatas media kertas, atau kain dengan peralatan gambar seperti pensil, cat minyak,
cat cair, pastel, dan rapido. Sementara itu, patung dan guci dibuat dengan bahan yang
lebih beragam, mulai dari bahan kayu, batu, keramik, semen, dan lain lain.
Beberapa jenis seni rupa 3 dimensi antara lain seni pahat, seni patung, seni ukir,
seni arca, seni arsitektur, seni instalasi, dan sebagainya.
B. Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Seperti juga karya seni rupa dua dimensi, dilihat dari fungsinya karya seni rupa 3
dimensi dibedakan menjadi karya yang memiliki fungsi pakai(seni rupa terapan/applied
art) dan karya seni rupa yang hanya memiliki fungsi eskpresi saja(seni rupa murni/pure
art) perbedaan fungsi ditentukan oleh tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai
benda pakai yang memiliki fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya.
Dengan demikian bentuk benda atau karya seni rupa tersebut akan semakin indah dilihat
dan semakin nyaman digunakan.

Keramik
Definisi dan pengertian seni keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah
material keramik untuk menciptakan sebuah karya seni dan bersifat tradisional hingga
kontemporer. Selain itu, seni keramik juga dibedakan dengan kegiatan kriya keramik
yang berdasarkan dengan fungsionalitas serta produksinya. Seni keramik memiliki fungsi
sebagai kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat melalui proses
sedemikian rupa mulai dari dipijit, butsir, pilin, ataupun dengan cara pembakaran dan
juga glasir. Dalam membuat keramik membutuhkan teknik-teknik yang khusus dan juga
unik. Hal ini sangat berkaitan dengan sifat tanah liat yang plastis. Dalam pembuatannya
dibutuhkan keterampilan khusus mulai dari pengolahan hingga penanganannya.

16
Proses dalam pembuatan keramik, merupakan rangkaian yang panjang dan
didalamnya terdapat tahapan-tahapan kritis. Disebut kritis karena tahapan ini merupakan
tahapan yang paling beresiko dengan kegagalan. Ketika proses kritis ini tidak
berlangsung dengan baik maka keramik ini bisa jadi mengalami proses kerusakan
produksi. Tahapan dalam membuat keramik sebenarnya saling berkaitan dengan proses-
proses selanjutnya. Proses awal yang dikerjakan dengan baik, bisa menghasilkan keramik
yang berkualitas. Sebaliknya, ketika proses pembuatan tidak berjalan dengan baik maka
kualitas keramiknya juga rendah. Seni keramik kini berkembang dengan sangat pesat
hingga kini, seni keramik dengan berbagai model masih terus dicari dan harga
jualnyapun juga cukup tinggi.

Dalam melangsungkan seni keramik membutuhkan beberapa alat dan juga bahan
berikut ini :

 Bahan keramik pengikat seperti, ball clay, kaolin, fire clay dan juga red clay.
 Bahan keramik pelebur, misalnya kapur dan juga felsper.
 Bahan keramik pengisi, yang biasa digunakan adalah silika grog (samot).
 Bahan keramik tambahan yang umumnya digunakan adalah water glass,
pyrophilit, dan juga talk.
 Bahan keramik mentah glasir, adalah bahan keramik yang membuat lapisan
gelas pada permukaan benda kerajinan keramik usai melalui proses
pembakaran dengan suhu tertentu.
 Bahan keramik yang mengandung SiO2 yaitu pasir kuarsa, lempung dan
felspar.
 Bahan keramik yang mengandung oksida basa-posta felsper, soda abu dan juga
batu kapur.
 Bahan tambahan yang meliputi pewarna yaitu senyawa cobalt, senyawa besi,
senyawa nikel, senyawa chrom dan sebagainya.
 Bahan perekat yang umumnya digunakan adalah gum.
 Bahan penutup yaitu oksida sirkon, oksida seng.
 Bahan pelebur adalah asam borat, Na2CO3, K2CO3, BaCO3, Pb3O4, dan juga
borax.
 Bahan opacifer meliputi SnO2, ZrO, dan beberapa bahan lainnya.

17
Contoh seni keramik yang memiliki nilai jual tinggi adalah, guci, dan juga
gerabah yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu ada juga hiasan dinding
yang dibuat dari bahan keramik.

Seni Ukir
Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung
(kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang
indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni
membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain. Sebagai contoh cara
membuat seni ukur kayu dan peralatan untuk mebuat seni ukir kayu adalah sebagai
berikut :

Peralatan bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat seni ukir kayu :

 Gergaji : biasa digunakan untuk memotong kayu, pilihlah gergaji yang sesuai untuk
mempermudah dalam melakukan pemotongan.
 Alat Pahat : alat ini biasa digunakan untuk memahat yaitu membentuk sebuah kayu
menjadi bentuk rupa sehingga didapatkan hasil yang diinginkan.
 Bor : alat ini biasa digunakan untuk mempermudah dalam melubangi kayu
 lem : lem digunakan untuk penempelan jika waktu pemahatan ada yang patah. lem
yang digunakan adalah lem khusus kayu yang mempunyai daya rekat tinggi untuk
materi kayu.
 dan masih banyak lagi peralatan pendukung lainnya

Proses membuat seni ukir kayu

 Pertama-tama penyiapan bahan baku kayu, umumnya menggunakan mesin potong


kayu dan alat pengering.
 Kemudian pembentukan dibuat menggunakan gergaji dan alat pahat
 Pembentukan halus atau pengukiran dengan menggunakan alat pahat
 Penghalusan biasanya menggunakan amplas
 Finishing biasanya dibantu dengan mesin semprot cat dan kuas untuk mewarna

18
Contoh gambar seni ukir kayu :

C. Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Simbol merupakan lambang yang mengandung makna atau arti. Kata simbol
dalam bahasa inggris: Symbol; latin symbolium, berasal dari bahasa Yunani symbolom
(symballo) yang berarti menarik kesimpulan, bermakna atau member kesan. Secara
konseptual, kata simbol ini memiliki beberapa pengertian sebagai berikut.
1. Sesuatu yang biasanya merupakan tanda yang kelihatan yang menggantikan
gagasan atau objek tertentu.
2. Kata; tanda, isyarat, yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain: arti,
kualitas, abstraksi, gagasan, objek.
3. Apa saja yang diberikan arti dengan persetujuan umun dan/atau dengan
kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya: lampu lalu lintas.
4. Tanda konvensional, yakni sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu-
individu dengan arti tertentu yang kurang lebih standar yang disepakati atau
dipakai anggota masyarakat itu. Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan
dengan tanda alamiah.
Dalam pembelajaran seni rupa, kata Simbol dijelaskan sebagai makna yang
dikandung dalam karya seni rupa baik wujud objeknya maupun unsur-unsur rupanya.
Misalnya merah adalah simbol keberanian. Patung katak sebagai simbol pemanggil
hujan. Patung kuda sebagai simbol kegagahan, dan lain sebagainya.
Dalam cerita sering digunakan beberapa jenis hewan untuk melambangkan sifat
sifat tertentu. Misalnya, simbol kancil melambangkan makna cerdik, lincah, dan banyak
akal. Serigala sering kali digunakan untuk melambangkan keserakahan dan kelicikan.
19
Lain lagi dengan keledai yang digunakan untuk melambangkan kemalasan dan
kebodohan.

Dalam seni rupa, simbol dapat dijumpai pada karya 2 dimensi maupun 3 dimensi.
Patung, tugu, dan monument misalnya, adalah karya seni rupa 3 dimensi yang dapat
memiliki makna dan simbol tertentu. Kebiasaan untuk membuat patung, tugu, dan
monument yang melambangkan sesuatu sudah dilakukan orang sejak zaman dahulu.
Tugu dan monument ada yang terbuat dari batu dan logam. Biasanya berukuran besar
dan dibangun ujntuk memperingati peristiwa-peristiwa penting atau tempat-tempat
bersejarah. Sebagai contoh, tugu proklamasi di Jakarta, adalah simbol dari kemerdekaan
dan perjuangan rakyat Indonesia. Tugu khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat
untuk menandai Tempat yang di Lalui Garis khatulistiwa.

Pahlawan atau orang yang berjasa dan orang yang dihormati sering dibuatkan
patungnya. Patung itu menjadi simbol kekuatan, kepahlawanan, dan perjuangannya.
Banyak pahlawan dan orang yang berjasa di Negara kita. Kepahlawanan dan perjuangan
orang-orang tersebut dikenang hingga saat ini, dijadikan teladan bagi masyarakat dan
bangsa. Coba perhatikan adakah orang yang dianggap berjasa?, pahlawan atau dihormati
didaerah kalian?

20
Karya seni rupa 3 dimensi memiliki unsure rupa seperti warna, garis, bidang
koma, dan bentuk. Unsur-unsur rupa itu digunakan selain untuk memperindah
bentuknya, unsur rupa pada karya seni rupa 3 dimensi ini dapat saja memiliki makna
simbolik. Pada pembelajaran sebelumnya kalian sudah mempelajari unsur-unsur rupa
dan makna-makna dari unsure rupa tersebut. Garis tebal, garis tipis, garis lurus, garis
lengkung, memiliki makna simbolik yang berbeda-beda. Warna merah, hitam, putih, dan
sebagainya juga memiliki makna simbolik yang berbeda-beda. Makna-makna simbolik
ini mungkin saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sebagai contoh,
warna hitam sering kali digunakan sebagi lambang suka cita, tetapi suku bangsa tertentu
menggunakan warna kuning atau putih sebagai lambang berduka cita.

D. Nilai Estetik Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Memperlajari seni tidak terlepas dari persoalan estetika. Estetika identik dengan
seni dan keindahan. Pendapat ini tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya tepat.
Perkembangan konsep dan bentuk karya seni menyebabkan pembicaraan tentang estetika
tidak lagi semata-mata merujuk pada keindahan yang sedap dipandang mata. Dengan
memahami persoalan estetika dan seni diharapkan wawasan kalian dalam apresiasi,
kritik, maupun karya seni semakin terbuka. Menghadapi karya-karya seni yang
dikategorikan ”tidak indah”, kalian tidak serta merta member penilaian buruk, tidak
pantas, atau lain sebagainya. Sebagai seorang pelajar kalian harus bijaksana untuk
melihat latar belakang dibalik penciptaan sebuah karya dan mencari tahu nilai keindahan
dan kebaikan yang tersembunyi dibalik karya tersebut. Hal ini penting karena akan
membantu kalian menjadi seorang kreator, apresiator, maupun menjadi kritikus seni yang
baik.
Nilai estetis pada suatu karya seni rupa dapat bersifat objektif dan subjektif. Nilai
estetis objektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu
sendiri, artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya keindahan sebuah karya
seni rupa tersusun dari komposisi yang baik, perpaduan warna yang sesuai, penempatan
objek yang membentuk kesatuan, dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur-
unsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.
Tidak demikian halnya dengan nilai estetis yang bersifat subjektif, keindahan
tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi
ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh ketika
kalian melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, kalian dapat menemukan
nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut. Kalian merasa tertarik pada apa
yang ditampilkan dalam karya tersebut dan merasa senang untuk terus melihatnya
bahkan ingin memilikinya walaupun kalian tidak tahu objek apa yang ditunjukkan oleh
karya tersebut. Teman kalian mungkin tidak tertarik pada karya tersebut dan lebih
tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis
sebuah karya seni rupa dapat bersifat subjektif.

21