Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN OJT

Mempelajari
SOP Pemasangan Recloser

DISUSUN OLEH :

Firman Anugraha Islamy


1531120129

UIW PAPUA dan PAPUA BARAT


UP3 TIMIKA
2019
NO. SISWA : 1531120129
NAMA UNIT : Melaksanakan operasi kerja Recloser.
ELEMEN KOMPETENSI : Merencanakan pemasangan dan pengoperasian Recloser
sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP), serta
mengidentifikasi permasalahan operasional.
KUK : Proses pemasangan sesuai dengan Standing Operation
Procedure (SOP) dipelajari sesuai ketentuan dan aturan yang
berlaku.

Pengertian SOP

Standing Operation Procedure atau biasa disebut dengan SOP merupakan suatu
dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang akan dijalankan secara kronologis untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan demi mendapatkan hasil kerja yang efektif dan efisien. Dimana
SOP ini harus dimiliki oleh suatu perusahaan atau organisasi sebagai panduan untuk
menjalankan tugas dan fungsi setiap bagian yang ada. Sehingga dengan begitu adanya SOP ini
dapat memudahkan dan menertibkan pekerjaan yang akan dijalankan. Peran pentingnya SOP
ini membuat pelaku bisnis harus mengetahui terkait tujuan dan fungsi dari SOP itu sendri.

Tujuan SOP

Pada dasarnya tujuan pembuatan Standard Operating Procedure atau SOP adalah untuk
menjelaskan perincian atau standar yang tetap mengenai aktivitas pekerjaan yang berulang-
ulang yang diselenggarakan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dimana dengan adanya
SOP ini diharapkan mampu menjadikan arus kerja yang lebih baik, menjadi panduan untuk
karyawan baru, penghematan biaya, memudahkan pengawasan, serta mengakibatkan
koordinasi yang baik antara bagian-bagian yang berlainan dalam perusahaan.

Fungsi SOP
1. Memperkecil kesalahan
Kesalahan pada suatu bisnis memang menjadi hal yang wajar, tapi tidak lantas kesalahan-
kesalahan yang ada atau akan terjadi menjadi tidak begitu penting. Yang mana hal tersebut
dapat memicu dampak yang lebih besar sehingga harus tetap diperhatikan. Akan tetapi,
dengan adanya SOP dalam suatu perusahaan dan perusahaan tersebut dapat menerapkannya
dengan baik hal ini sudah tidak menjadi persoalan yang besar lagi bagi pelaku bisnis. Hal
tersebut dikarenakan SOP dapat memperkecil terjadinya kesalahan dalam berbisnis karena
seluruh kegiatan sudah diatur dengan jelas sesuai dengan prosedur atau aturan yang ada.

2. Menjadi alat penilaian kerja


Dengan adanya SOP maka hal ini dapat menjadi tolak ukur untuk seluruh pelaku bisnis
dalam menilai kinerja yang telah dilakukan. Hal ini terkait apakah sudah sesuai dengan
aturan yang ada atau belum. Jika belum sesuai maka alangkah baiknya pelaku bisnis segera
melakukan evaluasi dan perbaikan terkait kinerjanya agar fungsi dan tujuan dari SOP ini
dapat dirasakan sebagaimana mestinya oleh perusahaan. Akan tetapi jika sudah selesai dan
menghasilkan kinerja yang cukup bagus maka sebagai pelaku bisnis tidak boleh merasa
cukup. Pelaku bisnis harus terus meningkatkan kinerjanya mengingat persaingan bisnis
semakin hari semakin meningkat.

Dari tujuan dan fungsi di atas dapat dirasakan oleh perusahaan jika perusahaan tersebut mampu
membuat dan menerapkan SOP dengan baik. Untuk membuat SOP pelaku bisnis dapat
memulainya dari melakukan kerjasama dengan rekan bisnis, menentukan sasaran, memberikan
penjelasan SOP yang baik, penyusunan alur kerja sesuai bidangnya dan melakukan
implementasi serta evaluasi. Setelah itu, hal yang perlu juga diperhatikan adalah sikap
konsisten dalam melaksanakan SOP. Dimana SOP dibuat untuk dijalankan bagaimanapun
kondisinya agar perusahaan tersebut dapat meraih pencapaian target yang maksimal.
INSTRUKSI KERJA No
PT. PLN (Persero) PEMASANGAN, Tgl
UIW Papua & Papua Barat PENGOPERSIAN DAN
UP3 Timika Rev
PEMELIHARAAN KUBIKEL
Hal

INSTRUKSI KERJA
PEMASANGAN, PENGOPERASIAN,
DAN PEMELIHARAAN KUBIKEL

Status dokumen : Location : Copy No :

DAFTAR PENGESAHAN

Dibuat : Diperiksa : Disetujui :


JE HAR JAR SPV HAR JAR MB. JARINGAN
INSTRUKSI KERJA No
PT. PLN (Persero) PEMASANGAN, Tgl
UIW Papua & Papua Barat PENGOPERSIAN DAN
UP3 Timika Rev
PEMELIHARAAN KUBIKEL
Hal

RIWAYAT STATUS REVISI DOKUMEN


No Tgl Perubahan Isi perubahan Direvisi oleh Disetujui oleh
INSTRUKSI KERJA No
PT. PLN (Persero) PEMASANGAN, Tgl
UIW Papua & Papua Barat PENGOPERSIAN DAN
UP3 Timika Rev
PEMELIHARAAN KUBIKEL
Hal

1. PERALATAN
1.1 PERALATAN KERJA
1.1.1 Kunci Ring Pas
1.1.2 Kunci Shock
1.1.3 Voltage Detector 20 kV

1.2 PERALATAN K3
1.2.1 Helm Pengaman
1.2.2 Sepatu Safety
1.2.3 Sarung Tangan
1.2.4 Pakaian Kerja (Wear Pack)
1.2.5 Kelengkapan P3K
1.2.6 Safety Belt (Jika Perlu)

1.3 PERALATAN LINGKUNGAN


1.3.1 Tempat sampah

1.4 BAHAN

1.4.1 Alkohol
1.4.2 Brom (Cairan Isolasi)
1.4.3 Kain Majun
1.4.4 Vaselin

2. LANGKAH KERJA

2.1. Melakukan persiapan dengan mengecek personil, peralatan kerja dan material yang
diperlukan.
2.2. Melakukan pemadaman bertahap untuk kubikel penyulang / kubikel pelanggan.
2.3. Memastikan Outgoing padam.
2.4. Re-Out PMT/CB.
2.5. Melepas Incoming dan memastikan Bus-Bar tidak bertegangan.
2.6. Memasang Grounding di sisi outgoing.
2.7. Membuka panel kubikel.
INSTRUKSI KERJA No
PT. PLN (Persero) PEMASANGAN, Tgl
UIW Papua & Papua Barat PENGOPERSIAN DAN
UP3 Timika Rev
PEMELIHARAAN KUBIKEL
Hal

2.8. Memeriksa kubikel dengan detector 20 kV di semua sisi untuk memastikan tidak ada
tegangan sisa.
2.9. Memulai melakukan pemeliharaan kubikel.
2.10. Melakukan pembersihan kubikel.
2.11. Mengencangkan baut baut sambungan.
2.12. Mengecek kondisi isolasi, Therminasi, dan komponen lainnya. Jika ada kondisi abnormal
dapat menguji tahanan isolasi peralatan.
2.13. Memastikan kondisi peralatan aman dan tidak ada barang-barang yang ketinggalan yang
dapat menyebabkan gangguan.
2.14. Memasang panel kubikel kembali.
2.15. Melepas grounding.
2.16. Re-In PMT/CB.
2.17. Melakukan pemulihan sesuai tahapan pemulihan jaringan.