Anda di halaman 1dari 340

Yuli Pritania

http://pustaka-indo.blogspot.com
2060. Saat bumi dipenuhi teknologi canggih, hidup menjadi jauh lebih
praktis, di mana Korea Selatan mendominasi dunia. Han Hye-Na—agen
terbaik KIA—yang trauma terhadap Korea Selatan—tempat ayahnya
tewas dibunuh dalam tugas, harus bertahan dan mengerahkan seluruh
tenaga dan pikirannya agar konspirasi keji tersebut cepat dituntaskan.

2060
Tapi di sana dia bertemu dengan anak Young-Hwan, Cho Kyuhyun, yang
ternyata adalah otak di balik semua kesuksesan Cho Corp.

Lalu, apa yang harus dia lakukan saat pria itu menjebaknya dalam
sebuah pernikahan paksa? Sementara dia masih berkutat dengan kasus
seorang pembunuh berantai yang juga mengincar nyawanya? Bagaimana
dia bisa bertahan saat pria yang diinginkan oleh seluruh wanita di dunia

When The World is Yours


mengancamnya, “Kalau sampai kau jatuh cinta padaku, aku pastikan bahwa

2060
kau akan menyandang status sebagai istriku sampai mati. Jadi berhati-
hatilah, Nyonya Cho.”
Bagaimana jika kekhawatirannya itu terjadi? Bahwa hidupnya akan
terperangkap selamanya dalam genggaman pria itu membuatnya terikat
pada negara yang dibencinya. Dan, dia tidak lagi mampu menemukan jalan
keluar….

When The World is Yours


Yuli Pritania
NOVEL
PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Kompas Gramedia Building
Jl. Palmerah Barat No. 33-37, Jakarta 10270
Telp. (021) 53650110, 53650111
Ext. 3315/3327/3303
www.grasindo.co.id
Facebook: Grasindo Publisher
Twitter: @grasindo_id

cover 2060 revisi 1.indd 1 01/05/2013 9:41:50


http://pustaka-indo.blogspot.com
http://pustaka-indo.blogspot.com

2060 Section 1

(When The World is Yours )

Yuli Pritania

PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2013

voor 2060.indd 1 25/04/2013 9:25:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
2060 Section1
c
Yuli Pritania

GWI 703.13.1.029
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang
Penerbit PT Grasindo, Jalan Palmerah Barat 33-37, Jakarta 10270

Editor: Anin Patrajuangga


Desain kover & ilustrasi: Lisa Fajar Riana
Penata isi: Lisa Fajar Riana

Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Grasindo,


anggota IKAPI, Jakarta 2013

Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi


buku dalam bentuk apa pun (seperti cetak, fotokopi, microfilm, CD-
ROM, dan rekaman suara) tanpa izin tertulis dari pemegang hak
cipta/Penerbit.

Sanksi Pelanggaran Pasal 72


Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002
Tentang Hak Cipta

1. Barangsiapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuat­an seba-
gaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana
dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda
paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta ru­piah), atau pidana penjara paling lama 7
(tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual
kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait
sebagai dimaksud pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Isi di luar tanggung jawab percetakan PT Gramedia, Jakarta

voor 2060.indd 2 25/04/2013 9:25:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
Thanks to…
Allah, for each miracle which He has given for this sinful me….
My family… Mom & Dad… little brother….
Especially for Grasindo which gives me this chance to let other
people read my writing. My big inspiration, JD Robb, the source of
all these ideas. Roarke and Eve too—my beloved fiction characters.
And of course, the most awesome and adorable Cho Kyuhyun—I
still thought that your breath and your fingers are so intoxicated.
The best boy band in the world, Super Junior. And the biggest fans
club, ELF.
My friends, Tia, Iie, Yona… nice to know you for these 4 years.
Hope there will be more years that we can spend together.
For my loyal readers, KyuNaFFections, and also Syipoh, Yoo,
Odza, Navi eonni. For all the girl casts in this novel, too.
Last, for all people who buy and read this novel. Big thanks for
you all….

iii3

voor 2060.indd 3 25/04/2013 9:25:12


http://pustaka-indo.blogspot.com

Daftar Isi
Round 1— 1
Round 2— 36
Round 3— 59
Round 4— 101
Round 5 — 127
Round 6— 152
Round 7— 204
Round 8— 224
Round 9— 257
Round 10 — 275
Tentang Penulis—332

iv4

voor 2060.indd 4 25/04/2013 9:25:12


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round I

INI bukan tentang dunia yang kau diami sekarang. Ini tentang masa
depan, dunia yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya. Ah…
atau pernah? Mungkin dalam khayalan terliarmu tentang sebuah
dunia yang sempurna?
2060. Saat manusia tidak lagi mengeluarkan tenaga mereka
untuk melakukan hal-hal rendahan semacam mengurus urusan
rumah tangga. Memangnya untuk apa android dalam wujud manusia
itu diciptakan? Dan, jenis-jenis alat komunikasi terbaru yang
membuat siapa pun terperangah kagum. Jangan harap menemukan
surat yang dikirim lewat pos seperti yang masih terjadi 50 tahun
yang lalu. Ponsel, yang terakhir kali digunakan 30 tahun lalu juga
sudah dijadikan barang antik dan kuno sekarang. Dimuseumkan
lebih tepatnya. Sebagai gantinya, communicator menjadi pilihan
yang sangat tepat.

Isi 2060.indd 1 24/04/2013 15:11:15


http://pustaka-indo.blogspot.com
Banyak hal yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya
terealisasi pada tahun ini. Siapa sangka Korea Selatan bisa menjadi
negara kedua terkaya dan paling berpengaruh di dunia setelah
Amerika Serikat? Siapa sangka bahwa Korea Selatan negara
pertama yang berhasil menciptakan android yang nyaris sempurna
seperti manusia?
Android adalah robot manusia yang berperan besar dalam
pekerjaan rumah tangga beberapa tahun terakhir. Bentuk dan cara
bergerak robot ini tidak beda seperti manusia, yang membedakan
hanyalah bahwa robot ini tidak bernapas, tidak makan, dan tidak
butuh istirahat seperti manusia pada umumnya. Selebihnya,
nyaris tidak ada perbedaan antara makhluk ciptaan dan makhluk
penciptanya ini. Biasanya di pergelangan tangan android melingkar
sebuah gelang emas putih dengan label nama masing-masing. Mesin
yang menggerakkan android bertahan selama satu tahun penuh
dan setelah itu harus diisi ulang dengan tenaga baru. Penemuan
robot itu menjadi gebrakan paling besar abad ini. Karena itulah
Korea Selatan menjadi negara yang sangat berpengaruh di dunia,
ditambah dengan isu bahwa akan diluncurkannya mobil terbang
sebagai kejutan akhir tahun.
Pencetus terciptanya android, Cho Corporation, menjadi
perusahaan dengan penghasilan terbesar di dunia pada 8 tahun
terakhir. Hal ini membawa pengaruh besar terhadap perekonomian
Korea. Dimulai dengan berkurangnya hampir 80% pengangguran
yang direkrut menjadi tenaga kerja perusahaan, ditambah dengan
meningkatnya pemasukan negara karena pajak yang dibayarkan.

Isi 2060.indd 2 24/04/2013 15:11:26


http://pustaka-indo.blogspot.com
Cho Corporation yang berada di bawah pimpinan Cho Young-
Hwan, menampung nyaris puluhan juta tenaga kerja yang tersebar
diratusan anak perusahaan di seluruh dunia. Perusahaan ini tidak
hanya bergerak dalam satu bidang saja, tapi mencakup dalam
semua aspek kehidupan. Nyaris semua bangunan di Korea Selatan
merupakan aset perusahaan ini. Dengan kata lain, hampir setengah
bagian Korea Selatan berada di bawah kendali mereka. Bahkan
kabarnya, seperempat bagian bumi ini juga terdaftar atas nama
sang penguasa. Beberapa rumor yang sulit ditolak kebenarannya
bahkan menyebutkan bahwa Cho Corporation bergerak cepat
melakukan pembangunan beberapa properti di bagian luar bumi
demi mewujudkan keinginan umat manusia untuk bisa melakukan
tur dan berlibur ke luar angkasa. Ini 2060!!! Dan, itu bukan hal yang
mustahil lagi untuk dilakukan.

KIA Building, New York


07.00 P.M.
“…Kematian pemilik Cho Corporation ini menggemparkan seluruh
dunia, bahkan mempengaruhi pasar saham saat ini. Banyak dugaan
bahwa kematian tiba-tiba pemilik perusahaan terbesar di dunia ini
bukanlah kematian secara alami yang disebabkan oleh serangan
jantung, melainkan adanya konspirasi terselubung untuk merebut
perusahaan. Kabar terakhir menyatakan bahwa putra Cho Young-
Hwan, Cho Kyuhyun, berumur 23 tahun yang akan menggantikan
kedudukan ayahnya. Saat ini para polisi—”

Isi 2060.indd 3 24/04/2013 15:11:27


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Matikan layar,” suara seorang gadis mengalahkan suara si wanita
pembawa acara dan tidak sampai sedetik kemudian, layar itu
berkedip dan menghitam, melenyapkan gambar wanita cantik
yang terlihat sangat berdedikasi terhadap pekerjaannya itu. Blazer
rancangan desainer terkenal, make-up lembut yang menciptakan
kesan feminin, juga suara yang akan membuat semua orang
tertarik mendengarnya, jenis pembawa acara yang kariernya
akan menanjak dengan cepat, mungkin dia akan memiliki acara
talk show sendiri nantinya. Tapi tidak begitu pendapat gadis yang
memberikan perintah untuk mematikan siaran tersebut, sebelum si
pembawa acara selesai membacakan naskahnya. Informasi yang
dibacakan wanita itu seperti suara kematian baginya.
Hye-Na, yang selama berada di New York mengubah namanya
menjadi Ladyra Han, mengalihkan tatapannya dari layar besar yang
tadinya menayangkan siaran langsung berita dari Korea itu dan
berbalik menghadap seorang pria berumur 65 tahun yang duduk di
belakangnya.
“Sudah saatnya kau pulang, Ladyra. Pulang ke Korea. Tugasmu
dimulai dari sekarang,” ujar pria itu dengan suara tegas yang
pastinya tidak akan dibantah siapa pun yang mendengarnya. Tapi,
tidak dengan gadis tersebut. Gadis tipe pemberontak yang tidak
akan menerima mentah-mentah apa yang diperintahkan padanya.
Apalagi perintah yang satu ini. Perintah yang selalu dihindarinya
habis-habisan lima tahun terakhir.
“Kau tahu bahwa kau selalu bisa menyuruh Eun-Ji melakukannya. Dia
akan mematuhi perintahmu dengan senang hati,” ujar Hye-Na dingin.

Isi 2060.indd 4 24/04/2013 15:11:28


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Shin Eun-Ji tentu saja adalah salah satu pegawai terhebat
yang aku miliki. Tapi untuk yang satu ini, yang terhebat dari
yang terhebatlah yang akan kukirim. Kita sudah kecolongan satu
kali dan menyebabkan kematian Tuan Cho, aku tidak mau kita
kecolongan sekali lagi. Eun-Ji akan ikut denganmu. Aku tahu kau
akan membutuhkan seseorang yang berdedikasi tinggi dan memiliki
kemampuan yang tidak kalah jauh darimu untuk membantu. Kau
tahu betapa khawatirnya aku sekarang. Jika orang-orang misterius
itu bisa membunuh Young-Hwan, aku takut hal yang sama akan
terjadi pada anaknya dan itu bukan hal yang bagus bagi negara
kita. Dia memiliki aset yang tidak akan bisa dibayangkan manusia
manapun dan ada banyak serigala kelaparan di luar sana yang
bersiap mengincarnya. Bahkan, CIA sudah menyatakan tertarik
untuk menyelidiki. Kau tahu aku tidak suka jika mereka sudah
mulai ikut campur dengan urusan kita. Aku selalu tidak menyukai
kerahasiaan mereka. Bahkan, berpikir bahwa mereka akan
membantu penjahat-penjahat itu menghabisi nyawa Cho Kyuhyun
dan merebut semua harta yang dimilikinya. Itu keuntungan besar
untuk Amerika. Penemuan-penemuan luar biasa yang ditemukan
oleh perusahaannya bisa jatuh ke tangan mereka.”
Park Soo-Hwan bangkit dari kursinya dan meletakkan tangannya
ke atas meja, mencondongkan tubuhnya melewati meja besar itu
dan menatap tepat ke mata pegawai kesayangannya.
“Aku hanya bisa mengandalkanmu. Dingin, licik, ide-idemu
cemerlang, kau memiliki pengalaman lebih hebat daripada siapa
pun yang ada di sini bahkan lebih dari aku sendiri.”

Isi 2060.indd 5 24/04/2013 15:11:29


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Dan, aku sudah membunuh lebih banyak daripada jumlah korban
yang sudah dihasilkan pegawai lain di organisasi ini jika digabungkan,”
sela Hye-Na sinis, tetap dengan tatapan dinginnya yang biasanya
akan membuat semua orang membeku dan lebih memilih berpura-
pura memiliki urusan lain dalam usaha melarikan diri darinya.
“Hye-Na~ya…,”1 jarang sekali Soo-Hwan memanggil nama
Korea-nya dan itu berarti masalah ini benar-benar pelik.
Hye-Na mendengus kesal dan mendelik ke arah atasannya itu.
Dia tahu tidak ada gunanya bersikeras menolak. Bukan karena
dia kalah, karena Soo-Hwan benar. Hanya dia satu-satunya yang
bisa diharapkan untuk masalah ini. Tidak ada yang bisa dipercaya
sekarang. Tidak ada. Bahkan… jika itu temanmu sekalipun.
Gadis itu mengangkat tangannya sebagai tanda menyerah
dan Soo-Hwan membalasnya dengan tatapan lega yang tidak bisa
ditutup-tutupi.
“Sebagai atasanmu, aku hanya bisa mengatakan bahwa Cho
Kyuhyun itu adalah orang yang sulit. Dia bukan jenis orang yang
akan memercayai orang lain. Sangat dingin, sama sepertimu.
Mungkin lebih mengerikan darimu. Dan… sebagai seorang ayah,
aku akan meminta secara pribadi agar kau bertahan hidup selama
mungkin. Aku tidak bisa jamin bahwa kau tidak akan terluka. Kau

1 partikel yang digunakan di belakang nama seseorang yang sebaya atau lebih kecil,
biasanya digunakan di belakang nama seseorang yang namanya berakhir dengan huruf
vokal. Partikel ~a digunakan di belakang nama seseorang yang namanya berakhiran
dengan huruf konsonan.

Isi 2060.indd 6 24/04/2013 15:11:29


http://pustaka-indo.blogspot.com
harus menemukan penjahatnya, menangkapnya hidup ataupun mati,
dan kembali dengan selamat. Kau mengerti?”

Hye-Na menghempaskan arsipnya ke atas meja yang juga sudah


dipenuhi oleh berkas-berkas lain dan menelungkupkan wajahnya.
Eun-Ji yang sedang sibuk dengan komputer di depannya mendongak
dan menatapnya simpati.
“Aku sudah dengar tentang kematian orang itu dan turut prihatin
atas pekerjaan yang dilimpahkan padamu. Tapi, seharusnya kau
bersenang-senang sedikit. Korea itu kan mengagumkan. Aku
bahkan sudah rindu sekali ingin pulang ke sana. Dan… asal kau
tahu saja, memiliki link langsung untuk mendekati seorang Cho
Kyuhyun adalah hal yang tidak akan disia-siakan wanita manapun
di planet ini. Yah, mengingat dia adalah pemilik setengah planet
ini sekarang. Lagi pula kau tahu tidak? Sebenarnya yang punya
andil besar dalam berjayanya Cho Corporation selama ini bukanlah
ayahnya, melainkan dia. Umur 15 tahun dia sudah menyelesaikan
kuliahnya di Harvard dan mencetuskan ide terciptanya android-
android itu. Jadi… ayahnya itu hanya seperti pesuruh yang
menuruti perintahnya, hanya dikarenakan dia belum cukup umur
untuk mengatur perusahaan sebesar itu. Dia itu terlalu jenius. IQ-
nya 180, kudengar. Aku belum pernah melihat pria setampan itu.
Mengagumkan, otak cemerlang, memiliki separuh dunia, dan kau
tahu? Dia lambang dewa seks abad ini.”
Hye-Na memaksa wajahnya mendongak dan menatap sahabat
dekatnya itu.

Isi 2060.indd 7 24/04/2013 15:11:30


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Jadi, dia jenis pria yang membuat semua wanita bergairah
begitu? Kau tahu jumlah wanita yang sudah ditidurinya? Bisa bawakan
datanya padaku? Mungkin itu bisa mencegah ayah mengirimku ke
sana.”
“Memangnya Tuan Park tidak memberitahumu bagaimana Cho
Kyuhyun itu?”
“Dia mengatakan kebalikannya. Dia bilang pria itu dingin dan
lebih mengerikan dariku. Yang benar saja!”
“Memangnya tadi aku mengatakan yang sebaliknya? Sayangnya
Hye-Na~ya, aku terpaksa harus mengecewakanmu. Pria bernama
Cho Kyuhyun itu belum pernah menyentuh wanita manapun yang
pernah hidup di bumi ini kecuali ibu dan kakak perempuannya.”
“Apa?” desis Hye-Na tidak percaya. Semangatnya yang tadi
menggebu langsung hancur seketika.
“Dia tidak pernah menunjukkan ketertarikan untuk menjalin
hubungan dengan wanita manapun sejauh ini dan itu yang membuatnya
menjadi pria yang paling diinginkan nomor satu di bumi.”
“Kau sepertinya tahu banyak,” cibir Hye-Na dengan nada
mengejek yang terlalu kentara.
“Oh ya, tentu saja. Dia populer sekali tahu. Kau saja yang
payah. Namun aku tidak heran, kau kan memang tidak pernah
menunjukkan minat sedikit pun kepada makhluk berjenis kelamin
pria. Hal paling intim yang pernah kau lakukan dengan mereka
hanyalah menusukkan pisau ke perut mereka atau menembakkan
selongsong peluru ke kepala mereka. Aku benar kan?”

Isi 2060.indd 8 24/04/2013 15:11:30


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na mendengus, tapi tidak membantah karena itu memang
kenyataannya. Menjadi anggota KIA, Killer Instinct Academy,
membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain mengotori tangannya
dengan darah. Moto organisasi ini adalah tangkap si penjahat
hidup ataupun mati. Dan anehnya, penjahat yang dikejarnya
selalu saja penjahat yang tidak mau menyerah baik-baik, selalu
berusaha kabur dari tangkapannya. Jadi, tidak ada pilihan lain
selain menembak atau menusuk di tempat. 27 orang. Itu hitungan
terakhir yang dilakukannya 2 tahun yang lalu saat dia memburu
bandar narkotika yang berusaha kabur dari pengejarannya. Mati
mengenaskan dengan tembakan tepat di jantungnya.
Dia mulai berhenti menghitung penjahat yang dibunuhnya sejak
saat itu. Alasan sebenarnya adalah karena dia memang tidak ingin
mengingat-ingat hal itu lagi. Membunuh orang bukanlah hal yang
patut kau bangga-banggakan. Sayangnya, hal itu juga menjadi rahasia
umum di organisasi ini dan nyaris semua orang takut padanya.
KIA berada di bawah naungan KNI, Korean National Intelligence.
Bisa dikatakan KNI adalah CIA-nya Korea. Ada banyak organisasi
lain yang berada di bawah naungan KNI. KIA, seperti halnya STA,
Secret Terror Agent, menjadi organisasi yang memiliki beberapa
unit yang terletak di berbagai negara di seluruh dunia, khususnya
negara-negara yang memiliki hubungan internasional dengan Korea.
Bertugas menyelidiki penyelundupan, pembunuhan, dan kemungkinan
terjadinya kecurangan yang dilakukan negara sahabat, khususnya
Amerika, tempat di mana Hye-Na berada sekarang. Negara ini
mengalami kerugian yang banyak setelah Cho Corporation mendunia
dan itu menimbulkan kecurigaan KNI.

Isi 2060.indd 9 24/04/2013 15:11:31


http://pustaka-indo.blogspot.com
Lima tahun terakhir KIA terfokus pada satu pekerjaan,
melindungi pemilik Cho Corporation karena melonjaknya ancaman
pembunuhan terhadap pemilik perusahaan penghasil android itu.
Dan sayangnya, mereka gagal melakukannya karena Cho Young-
Hwan meninggal di depan mata mereka sendiri. Hal lain yang
membuat atasan mereka naik darah adalah tidak ditemukannya
bukti yang menunjukkan bahwa Young-Hwan dibunuh, bukannya
terkena serangan jantung.
Han Hye-Na baru berumur 15 tahun saat ayah kandungnya
meninggal dalam pekerjaan yang sudah diprediksi sangat berbahaya
bagi nyawanya. Mereka sekeluarga tinggal di Amerika sejak Hye-
Na lahir dan tidak pernah menginjakkan kaki lagi di Korea sejak
saat itu. Tapi, pekerjaan sebagai mata-mata yang ditugaskan untuk
mengawasi Cho Young-Hwan dan keluarganya menuntut Han Seuk-
Gil meninggalkan anak dan istrinya di Amerika dan pergi ke Korea
seorang diri. Organisasi menyatakan bahwa Seuk-Gil berhasil
menemukan fakta konspirasi pembunuhan terhadap Cho Young-
Hwan dan saat bergerak bersama timnya untuk menangkap para
pembunuh bayaran itulah dia terbunuh dan tewas di tempat. Hye-
Na dan ibunya menolak pergi ke Korea karena merasa trauma
dengan negara tempat orang yang mereka sayangi harus meregang
nyawa, sedangkan di surat wasiat Seuk-Gil tertulis dengan jelas
bahwa dia ingin dimakamkan di negara kelahirannya itu. Karena
itu, mereka berdua tidak pernah melihat mayat Seuk-Gil ataupun
menghadiri pemakamannya.
Seumur hidupnya, Hye-Na belum pernah sama sekali
menginjakkan kakinya di negara itu—menurut pendapatnya—

10

Isi 2060.indd 10 24/04/2013 15:11:31


http://pustaka-indo.blogspot.com
karena ibunya sebenarnya memberitahu bahwa mereka pernah ke
sana sekali untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabat dekat
ayahnya waktu dia berumur 6 tahun. Gadis itu sama sekali tidak
ingat dan menganggap hal itu tidak pernah terjadi. Negara itu
terdengar asing dan menakutkan di telinganya, karena itu selama
ini dia menolak semua tugas dari organisasi yang menuntutnya
untuk pulang. Sejauh ini dia berhasil, tapi tidak sekarang. Park
Soo-Hwan—pimpinan KIA yang berlokasi di Amerika ini—
memerintahkannya untuk kembali ke negara asalnya itu untuk
menjadi pelindung sekaligus mata-mata pribadi pewaris tahta Cho
Corporation. Itu karena kegagalan rekan-rekannya di Korea untuk
menjaga Cho Young-Hwan agar tetap hidup.
Perintah langsung dari pimpinan yang sangat dihormatinya,
sekaligus ayah angkatnya yang telah merawatnya bahkan sejak
dia masih kecil. Seuk-Gil sering membawanya bermain di gedung
KIA saat dia baru berumur 5 tahun dan mengajarkan semua
yang ingin diketahui Hye-Na. Soo-Hwan sendiri yang memberi izin
langsung agar Hye-Na menjalani pelatihan di tempat itu karena
tertarik dengan bakat yang dimiliki gadis tersebut. Pelatihannya
berada langsung di bawah pengawasan Soo-Hwan, menjadikannya
lulusan terbaik yang pernah dimiliki akademi. Soo-Hwan juga yang
mengangkat Hye-Na menjadi anaknya setelah Seuk-Gil dinyatakan
gugur dalam tugas. Ikatan kekeluargaan yang kuat itulah yang
membuat Hye-Na selalu tidak bisa menolak keinginan atasannya
itu. Bahkan, jika itu berarti dia harus pulang ke negara yang
dibencinya.

11

Isi 2060.indd 11 24/04/2013 15:11:31


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na mendesah dan bangkit perlahan menuju meja
kerjanya. Dia menekan tombol kopi di Chef-Machine—mesin
yang menghasilkan makanan dan minuman apa pun yang sudah
kau atur di dalamnya—salah satu produk Cho Corporation juga.
Hal yang tidak disukai gadis itu pada zaman serba modern ini
adalah ‘betapa sulitnya menemukan makanan dan minuman yang
benar-benar berasal dari sumber yang seharusnya’. Semua yang
dihasilkan Chef-Machine hanyalah sesuatu yang memiliki rasa yang
mirip, bukan sesuatu yang sangat ingin kau nikmati. Kopi itu bukan
berasal dari biji kopi yang akan menghasilkan kopi yang harum
dan nikmat, bukannya cairan kehitaman pahit seperti tinta gurita.
Daging, ikan, ataupun ayam akan sangat sulit ditemukan di zaman
sekarang, kecuali kau adalah orang kaya yang suka menghambur-
hamburkan uang untuk bersantap di restoran yang harga makanan
per porsinya nyaris sama dengan penghasilannya satu bulan penuh.
Dan asal tahu saja, gaji pegawai KIA jauh lebih tinggi daripada gaji
karyawan kantor biasa.
Peternakan, perkebunan, atau apa pun yang bisa ditemukan di
awal tahun 2000-an, nyaris punah sekarang. Semua orang lebih
menyukai hal-hal yang praktis dan itu tidak termasuk memelihara
hewan-hewan ternak ataupun mengurus sawah. Siapa yang tidak
suka tinggal menekan tombol dan makanan atau minuman yang
diinginkan sudah tersedia di sana begitu saja, tanpa harus repot-
repot memasak? Tidak ada yang peduli apakah rasanya enak atau
tidak, yang penting hanyalah mereka bisa makan tepat waktu
dan tidak membuang waktu. Namun, gadis itu tahu bahwa orang-
orang kaya yang tinggal di apartemen mewah dan besar biasanya

12

Isi 2060.indd 12 24/04/2013 15:11:31


http://pustaka-indo.blogspot.com
memiliki Chef-Machine terbaik, yang menghasilkan kopi yang
rasanya sama seperti kopi-kopi yang dijual di restoran mewah,
berasal langsung dari biji kopi asli. Bisa menikmati daging steak
yang benar-benar berasal dari daging sapi, bukannya daging yang
terbuat dari campuran kedelai dan entah apa lagi yang rasanya
tidak karuan.
Hye-Na mendengus mengingat hal itu dan mengambil kopinya
dari Chef-Machine, menyesapnya pelan tanpa memedulikan
rasanya. Baiklah, pikirnya, semakin pahit rasa cairan itu, semakin
baik juga perasaannya. Setidaknya rasa pahit itu bisa sedikit
mengalihkan pikirannya.
“Hidupkan komputer,” perintahnya.
Cara kerja semua barang elektronik pun sudah berubah.
Semuanya dilakukan dengan perintah suara. Dia masih ingat saat dia
masih sangat kecil, semua peralatan masih dipakai secara manual dan
harus menunggu beberapa saat sampai peralatan-peralatan itu bisa
beroperasi dan dipakai, sedangkan sekarang? Tinggal menyebutkan
perintah dan peralatan elektronik itu pun langsung mengerjakan
semuanya. Benar-benar mendefinisikan kata modern.
“Berikan aku semua data lengkap tentang pria bernama Cho
Kyuhyun. Latar belakang, biodata, semua bisnis, dan properti yang
dimilikinya, sekaligus kehidupan pribadinya. Bacakan!”
Ada dua jenis hasil yang bisa ditampilkan komputer, berupa
tulisan yang muncul di layar atau rekaman suara yang langsung
membacakan hasilnya. KNI memiliki hak penuh untuk data-data
semua orang yang berkewarganegaraaan Korea dan tidak sulit

13

Isi 2060.indd 13 24/04/2013 15:11:32


http://pustaka-indo.blogspot.com
untuk mencari data tentang orang yang kau inginkan. Kalau boleh
menyombong sedikit, KNI sudah memiliki semua data manusia di
dunia atas bantuan para teknisi dari Cho Corporation, tidak peduli
itu legal ataupun tidak.
Hye-Na menatap foto yang ditampilkan layar di depannya tanpa
berkedip sedikit pun. Eun-Ji benar, sekaligus salah besar. Pria itu
memang pria tertampan yang pernah dilihatnya. Sayangnya, Eun-Ji
sama sekali tidak membahas tentang kesan dingin yang langsung
menghujam saat melihat tatapan matanya yang mematikan. Kesan
menakutkan bahwa jika kau berani mencari gara-gara dengannya,
kau akan habis sampai ke akar-akarnya. Jenis pria yang akan
membuat sel-sel tubuh semua wanita yang pernah terlahir di dunia
melompat-lompat senang memikirkan semua cara licik untuk
mendapatkan perhatiannya.
Entah kenapa Hye-Na mendadak berpikir bahwa tugasnya kali
ini tidak akan berjalan lancar jika menyangkut pria itu. Malaikat
yang langsung diturunkan dari neraka untuk menghabisinya. Hades,
batin Hye-Na ngeri, teringat akan dewa kematian yang menguasai
alam bawah di mitologi Yunani yang sering dibacanya. Sepertinya
lebih mengerikan daripada itu.
Baiklah ayah, kau sepertinya mengirimkanku langsung ke mulut
buaya. Dialah pembunuhnya. Aku akan sangat heran jika ada yang
berani memikirkan pembunuhan terhadap pria seperti itu. Ditatap
olehnya saja sudah cukup untuk membuatmu menjerit ketakutan,
apalagi jika kau sampai mencari gara-gara dengannya. Menyuruh
seorang wanita untuk melindunginya sama saja dengan melukai ego

14

Isi 2060.indd 14 24/04/2013 15:11:32


http://pustaka-indo.blogspot.com
pria itu dan aku tidak akan heran dia akan memikirkan segala
macam cara untuk mengusirku pergi dari kehidupannya, bahkan
sebelum aku berhasil masuk.

KIA Building, New York


08.00 P.M.
“Kau ingin aku menyelidiki penyebab kematian Tuan Cho?” jerit
Hye-Na tak percaya mendengar permintaan ayah angkatnya yang
terdengar amat sangat tidak masuk akal itu.
“Aku tahu kalau kau memiliki kemampuan untuk itu dan kau bisa
memikirkan hal yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Pemakamannya
besok lusa dan kau bisa memeriksa mayatnya besok. Kami sudah
melakukan segala cara agar Kyuhyun menyetujui penundaan
pemakaman ini. Dia terlihat tidak senang. Sama sekali tidak senang.”
“Dan… kau mau aku jadi sasaran kemarahannya?”
“Kita harus ambil resiko. Kami semua yakin bahwa ini bukan
kematian karena serangan jantung. Ini semua direncanakan.
Pengacara Tuan Cho berkata bahwa ada persyaratan bagi Kyuhyun
jika ingin semua aset perusahaan jatuh ke tangannya dan jika
syarat itu tidak bisa dipenuhi, maka hartanya akan diserahkan
sebagian kepada negara dan sebagian lagi pada adik laki-lakinya.
Kami mengira ada konspirasi di sini. Pamannya itu termasuk orang
yang dicurigai.”

15

Isi 2060.indd 15 24/04/2013 15:11:33


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Appa !!!”2
“Ini tiket pesawatmu. Pesawat paling pagi. Sesampainya di sana
kau bisa langsung ke rumah sakit untuk melihat mayatnya. Salah
satu karyawan STA di Korea akan menjemputmu,” ujar Soo-Hwan
tanpa memedulikan protes dari anak angkatnya itu sama sekali.
“STA?” tanya Hye-Na heran, menelan bulat-bulat argumen
yang ingin diutarakannya tadi. “Apa hubungannya STA di sini? Kita
KIA.”
“Kau akan bergabung dengan mereka mulai sekarang. Mata-mata.
Kita bergerak dalam kerahasiaan. Kalau musuhmu bergerak selicin
ular, kau harus bergerak segesit cheetah. Kau mengerti maksudku?”
Hye-Na mengembuskan napas berat sebelum menjawab.
“Aku selalu mengerti maksudmu, Komandan!”

Shim Enterprise, Seoul


02.00 P.M.
Ji-Yoo melangkah memasuki gedung mewah di depannya dengan
napas yang sedikit tertahan. Dia mendapat telepon pagi ini dari
tunangannya, Shim Changmin, yang tiba-tiba menyuruh gadis itu
menemuinya di kantor. Ini kali pertama Changmin mau membawa
Ji-Yoo ke kantornya dan entah kenapa Ji-Yoo memiliki perasaan
yang tidak nyaman akan hal ini. Pria itu tidak suka memamerkan
Ji-Yoo ke depan umum. Berkali-kali Ji-Yoo merasa pria itu malu
memiliki tunangan seperti dirinya. Jika dia sampai memanggil Ji-
2 Ayah

16

Isi 2060.indd 16 24/04/2013 15:11:34


http://pustaka-indo.blogspot.com
Yoo ke sini, berarti ada hal yang benar-benar penting, mengalahkan
gengsi pria itu sendiri.
Ji-Yoo hanyalah gadis biasa dari keluarga biasa yang tiba-tiba
mendapat perhatian lebih dari direktur sebuah perusahaan otomotif
ternama, Shim Changmin. Dia bekerja sebagai seorang pelayan
kafe waktu itu—saat belum ditemukannya Chef-Machine—dan
Changmin dengan sangat kebetulan memutuskan makan siang di
kafe tempat Ji-Yoo bekerja. Bukan jenis kafe yang akan didatangi
seorang direktur, tapi hal itulah yang melahirkan pertemuan-
pertemuan berikutnya dengan alasan manis bahwa Changmin jatuh
cinta pada pandangan pertama terhadap gadis itu.
Semuanya berjalan cepat. Changmin melamar Ji-Yoo dan
menyuruh gadis itu pindah dari apartemen bobroknya ke apartemen
mewah dengan fasilitas lengkap yang tidak pernah dibayangkannya
sebelumnya. Ada rasa tidak nyaman saat dia menerima semua
pemberian pria itu, tapi dia hanya menyimpannya dalam hati.
Changmin bukan pria yang suka ditolak dan Ji-Yoo tidak mau
mencari gara-gara dengan pria itu kecuali jika dia mau tersiksa
sepanjang hidupnya. Dia tidak mengerti apakah saat ini perasaan
cinta yang pernah dia rasakan masih tersisa atau hanya perasaan
ketakutan dan terikat karena utang budi yang mungkin tidak akan
bisa dilunasinya seumur hidup.
Tidak, batinnya. Changmin tidak pernah mengenalkan Ji-Yoo
kepada keluarga besarnya. Mungkin malu, karena Ji-Yoo tidak
berasal dari kalangan jetset seperti mereka. Atau… dari awal
Changmin memang tidak berniat menikahinya?

17

Isi 2060.indd 17 24/04/2013 15:11:34


http://pustaka-indo.blogspot.com
Ji-Yoo~ya, kau mendengar banyak berita miring tentang pria
itu. Pria yang suka berganti-ganti pasangan dan menghambur-
hamburkan uangnya. Tapi, apa yang kau lakukan? Bersikap seperti
android yang selalu mematuhi semua perintahnya.
“Selamat siang, aku Choi Ji-Yoo. Changmin menyuruhku untuk
menemuinya di sini,” ujar Ji-Yoo sopan kepada seorang gadis yang
menjadi resepsionis di dekat pintu masuk.
“Tuan Changmin? Beliau meminta Anda langsung ke kantornya.
Jae-Hee akan mengantar Anda ke sana,” kata gadis itu ramah
sambil menunjuk seorang pria yang berdiri tegap seperti bodyguard
di sampingnya. Bukan pria, android lebih tepatnya. Ji-Yoo terkadang
masih sangat sulit membedakan antara robot itu dengan manusia
asli. Jalan satu-satunya hanyalah melihat apakah ada gelang perak
yang melingkar di tangan mereka atau tidak.
Android itu mengantarnya ke lantai 15, tempat di mana kantor
Changmin berada. Ada sekretaris yang sudah menunggunya di sana.
Gadis itu begitu cantik, modis, dan menarik. Nyaris seperti boneka.
Changmin tidak akan menyia-nyiakan gadis seperti itu, batin Ji-Yoo.
Sekretaris yang bernama Min Byuk-Seul—Ji-Yoo mengetahui
namanya dari plat nama yang terpasang di baju gadis tersebut—
mengantar Ji-Yoo ke ruangan tertutup yang sepertinya ruangan
kerja pribadi Changmin. Byuk-Seul membuka pintunya sehingga
Ji-Yoo bisa melihat isi ruangan super besar dan mewah it—yang
berhasil membuat mulutnya sedikit ternganga.
Ruangan itu didominasi oleh warna cokelat dan putih, yang
memberikan kesan elegan. Ada begitu banyak rak yang berisi buku

18

Isi 2060.indd 18 24/04/2013 15:11:35


http://pustaka-indo.blogspot.com
dan arsip yang tertata rapi dan sofa yang terlihat begitu nyaman
jika diduduki. Chef-Machine terletak di sudut ruangan—yang Ji-Yoo
yakin menghasilkan makanan-makanan terbaik yang belum pernah
dicicipinya. Apa Changmin berniat menjamunya dengan secangkir
cokelat panas dari benda itu? Kalau iya, mungkin Ji-Yoo akan
menyetujui segala hal yang diminta Changmin darinya. Gadis itu
belum pernah meminum cokelat yang nikmat sebelumnya—tidak
dari Chef-Machine di apartemennya.
Ji-Yoo menjernihkan pikirannya dan memfokuskan pandangannya
pada Changmin yang duduk di belakang meja kayu besar yang
dipelitur sampai mengkilap, mungkin debu pun akan malas
menjatuhkan diri ke atasnya. Pria itu sedang sibuk mengetik sesuatu
di laptopnya dan baru mengalihkan pandangan saat sekretarisnya
mengumumkan kedatangan mereka.
Pria itu berdiri dan memberi tanda agar sekretarisnya
meninggalkan mereka berdua. Di ruangan ini, entah kenapa dia
terlihat jauh lebih berkuasa. Mungkin karena penampilannya
yang terlihat berkelas dengan setelan jas Armani yang dipakainya
atau mungkin juga karena suasana ruangan ini yang terkesan
mengintimidasi. Tapi ada secercah senyum di bibirnya yang tipis,
membuat Ji-Yoo mau tidak mau merasa rileks dan menghilangkan
pikiran-pikiran negatif yang sempat berseliweran di benaknya.
Dia berjalan memutari mejanya dan sampai di depan Ji-Yoo,
menarik tangan gadis itu, dan mengajaknya duduk di atas sofa
berwarna pastel di sudut ruangan. Dia meninggalkan Ji-Yoo sesaat
dan sibuk berkutat di depan Chef-Machine-nya. Benar saja, dia

19

Isi 2060.indd 19 24/04/2013 15:11:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
kembali satu menit kemudian dengan secangkir cokelat panas di
tangan kanannya dan kopi di tangannya yang lain.
“Ini cokelat kesukaanmu. Seperti biasa. Kau pasti akan
menyukainya. Mungkin aku harus mengganti Chef-Machine di
apartemenmu dengan yang baru. Minuman yang dihasilkannya
tidak terlalu nikmat kan? Besok pagi aku kirimkan yang baru.”
Barang baru lagi, ujar Ji-Yoo dalam hati. Apa pria ini bermaksud
membelinya?
“Tidak usah. Kau pasti sibuk. Aku tidak akan merepotkanmu
dengan hal sepele seperti itu,” tolak Ji-Yoo hati-hati.
“Tidak masalah. Aku bisa menyuruh sekretarisku mengurusnya.”
Ji-Yoo mengangguk, tahu bahwa sia-sia saja mendebat pria
di hadapannya ini. Dia memilih menyesap cokelatnya, merasakan
cairan pahit sekaligus manis itu mengalir masuk ke dalam
tenggorokannya. Perkiraannya tadi benar, ini memang cokelat
terbaik yang pernah diminumnya, apalagi jika dibandingkan cokelat
yang dihasilkan Chef-Machine di rumahnya yang terasa seperti
lumpur.
“Apa ada masalah yang sangat penting sampai kau memanggilku
ke sini?” tanya Ji-Yoo langsung. Dia memang tidak suka basa-basi.
Untuk apa memutar-mutar bahan pembicaraan terlebih dahulu jika
kau ingin membicarakan topik yang lebih penting?
Apa ada kemungkinan pria di depannya ini ingin memutuskan
pertunangan mereka? Karena kalau memang seperti itu, Ji-Yoo
akan menerimanya dengan sepenuh hati. Dia ingin mendapatkan

20

Isi 2060.indd 20 24/04/2013 15:11:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
hidup yang bebas lagi, bukan terkungkung di dalam istana mewah
yang membuatnya tidak bisa bergerak ke mana-mana.
“Aku ingin meminta tolong padamu dan aku harap kau tidak
menolaknya.”
Seorang Changmin meminta tolong padanya? Haaaah, memangnya
dia bisa menolak?
“Apa?” tanya Ji-Yoo dengan suara tersendat. Dia memiliki
perasaan tidak enak tentang hal ini.
“Kau tahu kan kalau perusahaanku berniat meluncurkan mobil
terbang bulan depan? Kami semua bekerja keras untuk ini di bawah
tekanan dari pihak lain yang jauh lebih berkuasa. Cho Corporation.”
Tubuh Ji-Yoo menegang saat mendengar nama perusahaan
paling besar di dunia itu. Apa Changmin berniat berbuat curang?
Dia memang sudah mendengar bahwa anak perusahaan Cho
Corporation yang bergerak di bidang otomotif akan meluncurkan
mobil terbang pertama di dunia bulan depan, lebih dulu daripada
perusahaan Changmin. Rival lain sudah memilih mengundurkan
diri dari persaingan, hal yang akan dilakukan semua perusahaan
jika harus berhadapan dengan Cho Corporation. Karena sudah
jelas bahwa tidak akan ada yang bisa mengalahkan mereka. Tapi
Changmin berbeda, dia bukan orang yang suka mengalah apalagi
dikalahkan dan dia akan mengusahakan cara apa pun untuk
memuaskan ambisinya.
“Aku ingin mengalahkan mereka, mengusahakan segala cara
agar bisa meluncurkan produk lebih dulu daripada mereka dan

21

Isi 2060.indd 21 24/04/2013 15:11:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
yang pasti, harus lebih baik. Meski aku lebih suka untuk tidak
mengakuinya, aku tahu kami merilisnya lebih dulu, mereka tetap
akan menjadi pemenang dengan produk yang lebih baik, produk
yang tidak akan bisa dibayangkan siapa pun sebelumnya. Itu
keahlian mereka kan? Cho Kyuhyun itu. Aku heran kenapa dia bisa
menguasai semua bidang sama baiknya. Tapi, dia menyerahkan
kendali perusahaan mobil ini pada sepupunya. Lee Hyuk-Jae.”
Ji-Yoo menelan ludah dengan susah payah saat mendengar nama
itu. Dia sudah beberapa kali melihat wajah pria itu di TV ataupun
majalah. Tampan, dengan garis rahang keras. Wajahnya terlihat
ramah dan selalu tersenyum, meski dia yakin saat pria itu serius,
wajah itu akan terlihat berubah 180 derajat. Pria itu juga terkenal
akan prestasinya sebagai penakluk wanita. Ji-Yoo tidak tahu gosip-
gosip itu benar atau tidak, tapi dengan tampang dan kekayaan
seperti itu, pasti akan banyak wanita yang menempel padanya.
“Lalu… kau akan meminta tolong apa padaku?”
Mata Changmin tampak berkilat saat dia tersenyum licik ke
arah tunangannya itu.
“Aku mau kau mendekati Hyuk-Jae, merayunya kalau perlu.
Apa pun yang bisa kau lakukan untuk membuatnya memercayaimu
sehingga kau bisa memasuki daerahnya. Aku mau kau mengambil
data-data perusahaannya tentang mobil baru yang akan mereka
luncurkan dan memberikannya padaku.”
Mulut Ji-Yoo terbuka lebar saat Changmin menyelesaikan
ucapannya. Dia menyuruhku untuk merayu pria lain hanya demi
kepentingannya sendiri? batin Ji-Yoo ngeri.

22

Isi 2060.indd 22 24/04/2013 15:11:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Mengambil data? Mencuri maksudmu?” ujar gadis itu dengan
nada dingin.
“Terserah istilah apa yang kau gunakan. Aku harap, kau tidak
membuatku kecewa, Choi Ji-Yoo.”
Ji-Yoo mendecak kesal secara terang-terangan di depan pria
itu. Dia belum menyetujui permintaan itu, tapi Changmin memberi
kesan bahwa riwayat hidup Ji-Yoo akan tamat jika dia sampai
gagal. Mati kau, Choi Ji-Yoo, batinnya dengan tubuh yang mendadak
menggigil.

STA Building, Five States, Seoul


07.00 A.M.
“Oppa!!!”3 seru seorang gadis dengan histeris saat Leeteuk
berjalan menyusuri lorong dengan communicator di tangan, headset
terpasang di telinganya, dan mulutnya bergerak menunjukkan
bahwa dia sedang berbicara dengan seseorang di seberang sana.
Dia tidak suka dengan video call, membuatnya merasa tidak punya
privasi dan terlebih lagi bahwa dia tidak bisa berbohong tentang
posisi keberadaannya. Jika bukan untuk pekerjaan, dia lebih suka
menolak panggilan video call ke teleponnya, tapi sedikit sulit, karena
selama ini panggilan ke communicator-nya selalu berhubungan
dengan pekerjaan.

3 Kakak, panggilan seorang perempuan terhadap laki-laki yang lebih tua.

23

Isi 2060.indd 23 24/04/2013 15:11:37


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Sedang aku rancang. Yang terbaru. Kau bisa menembak dari
jarak lima ratus meter dengan fokus yang jelas seolah korbanmu
ada tepat di depanmu. Tidak akan terjadi kesalahan saat kau
menarik picunya, kecepatan pelurunya mengagumkan, 500 m/detik.
Tidak ada guncangan berarti saat kau menembak. Peredam suara
otomatis. Bisa menembak plat baja setebal apa pun dengan mudah
jika kau menembak dari dekat. Bisa menampung 50 peluru. Ringan.
Hal yang sangat kau sukai kan, Hye-Na~ya?”
“Pastikan saat aku sampai di Korea senapan itu sudah selesai
dan aku bisa menggunakannya.”
“Kau pikir sesampainya di sini kau akan langsung menembak
seseorang? Kau tidak tahu artinya rahasia ya? Secret Terror Agent.
Kau bekerja diam-diam, Hye-Na~ya.”
“Aku tahu. Aku hanya membutuhkan sesuatu yang membuatku
merasa terbiasa dan familiar. Kau tahu kan kalau aku tidak bisa
membawa senjata ke sana? Menyebalkan!”
“Aku tahu. Aku harap kami bisa menyambutmu dengan sangat
baik dan kau bisa nyaman di sini. Park sajangnim4 memastikan
kami melakukan semuanya sesuai keinginanmu. Seperti nona besar
ya!” goda Leeteuk.
“Kau boleh memanggilku nona besar kalau kau mau.”
Leeteuk terkekeh pelan saat mendengar gadis itu balas
menggodanya. Satu tahun yang lalu dia sempat ke Amerika untuk
bertugas dan dia berkenalan dengan sang fenomena KIA. Awalnya,
Leeteuk hanya mendengar selentingan kabar bahwa gadis itu sudah
4 Tuan, panggilan untuk atasan.

24

Isi 2060.indd 24 24/04/2013 15:11:37


http://pustaka-indo.blogspot.com
membunuh hampir 50 targetnya, jauh lebih banyak daripada jumlah
korban semua agen jika digabungkan. Dia tidak tahu bahwa ternyata
penampilan gadis itu jauh dari kesan seorang pembunuh berdarah
dingin. Wajah gadis itu terlihat polos seperti gadis muda berusia
20 tahun lainnya. Cantik—walaupun memang ada kesan dingin
yang terpancar dari wajahnya—dan terkenal dengan antipatinya
terhadap pria. Sempat terpikir di kepalanya untuk mendekati gadis
itu, tapi dia langsung menepisnya karena ayahnya mengangkat Hye-
Na sebagai adik angkatnya. Yah, memiliki adik seorang gadis cantik
dan terkenal tidak ada salahnya juga kan?
“Oppa, aku harus naik pesawat sekarang. Sampai jumpa di Korea.”
Terdengar suara klik tanda telepon terputus. Leeteuk melepas
headset dari telinganya dan menyimpan communicator-nya ke
dalam saku.
“OPPA!!!”
Leeteuk merasakan tepukan ringan di bahunya, lalu seorang
gadis sudah berdiri di depannya dengan napas terengah-engah
sambil memegangi dadanya.
“Oppa, aku sudah memanggilmu dari tadi, tapi kau tidak
mengacuhkanku sedikit pun. Menyebalkan!” rajuknya dengan bibir
mengerucut.
Leeteuk mengerutkan keningnya dan tersenyum setelah tahu
apa maksud perkataan gadis itu.
“Ah, maaf. Aku tadi sedang berbicara di telepon dengan Hye-
Na.”

25

Isi 2060.indd 25 24/04/2013 15:11:38


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Han Hye-Na? Anak angkat Park sajangnim? Ah, dia hari ini
akan sampai di sini kan? Kau sepertinya dekat dengannya.” Ada
sedikit nada cemburu yang tersirat dari ucapannya.
“Kyo~ya, dia kan adik angkatku. Aku sudah pernah cerita kan?”
Gadis itu mengiringi langkah Leeteuk dan melingkarkan
tangannya ke lengan pria itu.
“Memang. Tapi, kau membicarakannya seolah membicarakan
gadis yang kau sukai.”
“Tentu saja aku menyukainya. Masa aku tidak menyukai adikku
sendiri.”
“Ah, kau selalu saja seperti itu,” keluh Eun-Kyo dengan wajah
cemberut.
Leeteuk menatap wajah gadis di sampingnya lekat-lekat. Gadis
tercantik di STA saat ini. Jenis wajah yang disukai hampir semua pria.
Tubuhnya yang tinggi semampai juga sangat menunjang penampilannya.
Pendeknya, dia adalah wanita impian siapa pun. Sudah menjadi rahasia
umum bahwa gadis ini mengejar-ngejar Leeteuk sejak hari pertama
dia bertugas sebagai agen STA, tapi Leeteuk nyaris tidak memiliki
rasa ketertarikan sedikit pun pada gadis ini. Dia tipe pria yang lebih
suka mengejar, bukan dikejar.
“Berhentilah bersikap seperti ini. Kau membuatku merasa tidak
nyaman. Semua orang berpikir bahwa kita memiliki hubungan.”
“Memangnya tidak? Oppa, apa kau tidak menyukaiku? Kenapa?
Ada yang tidak bagus dariku? Aku kurang cantik? Aku tidak baik?
Beritahu aku, akan kuubah semuanya untukmu.”

26

Isi 2060.indd 26 24/04/2013 15:11:39


http://pustaka-indo.blogspot.com
Leeteuk menarik gadis itu sampai terduduk di atas sebuah
kursi kayu yang terletak di depan ruang kerjanya. Lorong itu sepi
karena hari masih terlalu pagi, belum terlalu banyak pegawai yang
datang. Waktu yang tepat untuk menyelesaikan semuanya, batin
Leeteuk.
“Dengar, Kyo~ya. Aku tahu tiga tahun terakhir kau berusaha
membuatku jatuh cinta padamu dan aku menghargai semuanya.
Tapi… apa kau tidak merasa lelah mengejar orang yang mustahil
kau dapatkan? Ini bukan masalah aku menyukai gadis lain atau
tidak, karena memang saat ini aku tidak menyukai siapa-siapa.
Ini tentang perasaanku. Kau tahu tanda-tanda orang jatuh cinta?
Bukankah kau merasa sangat bahagia hanya karena melihat
orang yang kau sukai dan jantungmu bisa berdetak kencang hanya
karena dia menatapmu? Aku tidak merasakan satu pun tanda-
tanda itu. Aku hanya menganggapmu rekan kerja. Jadi kumohon,
kau harus memahaminya dengan baik. Berhentilah menyukaiku! Kau
akan menemukan caranya. Banyak orang yang menyukaimu di luar
sana. Suatu saat nanti kau pasti akan menemukan pria yang tepat
untukmu. Hmmm?”
Eun-Kyo mengerjapkan matanya dan sesaat dia tersenyum
manis.
“Aku tahu cepat atau lambat kau akan mengatakan semua ini
padaku, Oppa. Arasseo 5. Kau benar. Suatu saat nanti aku akan
menemukan pria yang tepat untukku. Aaaaa, aku masih ada tugas
yang harus kukerjakan sekarang. Sampai nanti!”

5
Mengerti. Sering disingkat dengan ara, yang memiliki arti sama.

27

Isi 2060.indd 27 24/04/2013 15:11:39


http://pustaka-indo.blogspot.com
Eun-Kyo bangkit dari tempat duduknya dan melambai ke
arah Leeteuk, masih dengan senyum tersungging di bibirnya. Dia
membalikkan tubuhnya pergi dan membiarkan air mata yang
ditahan-tahannya dari tadi menetes begitu saja. Penantiannya
berakhir. Berakhir sia-sia. SIA-SIA….

SRO Building, Five States, Seoul


08.00 A.M.
“Nuna,6 kenapa tampangmu murung begitu? Aku jadi ngeri
melihatmu. Mana senyum manismu yang biasa?”
Eun-Kyo mengangkat kepalanya malas dan menatap Kibum
yang berdiri di depannya.
Pria itu sedang sibuk mencampurkan entah cairan apa ke dalam
tabung reaksi. Di umur yang masih muda, dia berhasil lulus ujian
masuk SRO, Science Reasearch Organization, salah satu unit di
bawah naungan Cho Corporation yang bertugas menemukan obat-
obatan, serum, racun, dan semua jenis cairan kimia lain yang belum
pernah ditemukan sebelumnya.
Eun-Kyo sering menghabiskan waktunya di laboratorium pribadi
Kibum ini—setiap ilmuwan memang mendapat laboratorium pribadi
masing-masing—di sela-sela istirahat dari jadwalnya yang padat.
Dia sudah menganggap Kibum sebagai adiknya sendiri atau tempat
sampahnya, karena biasanya dia akan berkeluh-kesah tentang
segala hal pada pria ini. Eun-Kyo teringat lagi alasannya kabur dari
6 Kakak, panggilan dari laki-laki kepada perempuan yang lebih tua.

28

Isi 2060.indd 28 24/04/2013 15:11:40


http://pustaka-indo.blogspot.com
pekerjaannya pagi ini dan memilih bersembunyi di sini. Park Jung-
Soo—yang lebih sering disapa Leeteuk.
Kenangan-kenangan sejak tiga tahun yang lalu membanjiri
kepala Eun-Kyo lagi seperti air bah. Kenangan saat pertemuan
pertama mereka, waktu Eun-Kyo tersesat di gedung KNI yang
luar biasa besar dan Leeteuk menawarkan diri untuk menolongnya.
Saat Eun-Kyo berhasil menunaikan tugas pertamanya sebagai
anggota STA dan Leeteuk menjadi orang pertama yang memberi
selamat padanya. Betapa paniknya gadis itu saat dia membuat
kesalahan dalam laporan pekerjaannya dan Leeteuk turun tangan
untuk membantunya sampai-sampai mereka harus menginap di
kantor. Semuanya memenuhi pikiran Eun-Kyo sama jelasnya dengan
saat di mana dia sedang mengalami hal itu, membuatnya tidak
bisa menahan isak tangis yang sudah ditahannya dari tadi agar
tidak membuat Kibum cemas. Benar, satu-satunya alasan yang bisa
membuatnya menangis seperti ini hanya pria itu dan Kibum tahu
dengan baik hal tersebut. Kibum meletakkan tabung reaksi yang
sedang dipegangnya ke tempatnya dan menarik kursi di samping
Eun-Kyo lalu duduk di atasnya.
“Nuna~ya, apa terjadi sesuatu yang buruk? Leeteuk hyung7
bilang apa padamu?”
Mendengar pertanyaan Kibum, tangis Eun-Kyo malah meledak
sekencang-kencangnya, membuat pria itu panik dan bergegas
mencari tisu yang langsung diserahkannya pada wanita yang sudah
dianggapnya sebagai kakak perempuannya itu. Dia tahu bagaimana
tergila-gilanya nuna-nya itu pada Leeteuk, agen yang bertugas
7 Kakak, panggilan dari pria untuk pria yang lebih tua.

29

Isi 2060.indd 29 24/04/2013 15:11:40


http://pustaka-indo.blogspot.com
merancang dan membuat persediaan senjata bagi organisasi
mereka. Terkadang dia heran sendiri kenapa nuna-nya tidak pernah
lelah menghabiskan energinya mengejar orang yang jelas-jelas tidak
memiliki rasa tertarik sedikit pun padanya.
Dia membiarkan Eun-Kyo menangis sepuasnya. Dia sudah hafal
kebiasaan nuna-nya itu. Eun-Kyo tidak akan bicara sampai dia
sendiri yang ingin membicarakannya.
Jadi, yang bisa dilakukan Kibum saat ini hanya menunggu.
Menunggu sampai nuna-nya itu tenang dan mau membuka mulutnya.

Incheon Airport, Incheon, South Korea


09.00 P.M.
“Haaaah, udara Korea benar-benar segar. Ya kan?” seru Eun-Ji
senang sambil membentangkan tangan dan menggeliatkan badannya
setelah perjalanan berjam-jam di atas pesawat.
Hye-Na memakai kacamata hitamnya tanpa mengacuhkan
ucapan Eun-Ji sama sekali. Dia tidak menyukai apa pun tentang
negara ini, termasuk udara yang dihirupnya.
“Siapa yang menjemput kita hari ini?” tanya Hye-Na dingin. Dia
tidak pernah suka melihat kerumunan orang, apalagi berada di
tengah-tengahnya. Lebih cepat keluar dari bandara ini lebih baik.
“Tidak tahu,” jawab Eun-Ji, sibuk memerhatikan para penjemput
yang mengacungkan karton di tangan mereka.

30

Isi 2060.indd 30 24/04/2013 15:11:44


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Eun-Ji ssi,8 Hye-Na ssi, selamat datang di Korea.”
Kedua gadis itu berbalik dan mendapati seorang pria bertubuh
tinggi dan tegap berdiri di depan mereka. Hye-Na bisa merasakan
tubuh Eun-Ji menegang di sampingnya. Keceriaan yang dari tadi
diperlihatkannya lenyap seketika.
“Ah, ye,9 Siwon ssi. Bisakah kau menunjukkan kami jalan keluar?
Aku tidak suka berada di sini.”
“Kau memang tidak suka menghirup udara Korea kan, Hye-Na
ssi?” goda Siwon.
“Jangan bersikap terlalu ramah padaku. Aku tidak suka pada
orang yang telah menyakiti temanku. Itu sama artinya dengan
kau menyakitiku secara langsung. Kau tahu itu kan, Siwon ssi?”
ujar Hye-Na. Kali ini ada nada mengancam dalam suara gadis
itu, membuat Siwon mengurungkan niatnya untuk bicara. Dia
mengalihkan tatapannya pada gadis yang berdiri di samping Hye-
Na. Gadis itu dengan kentara memalingkan wajahnya ke arah lain.
Jelas tidak berniat sedikit pun menyapa Siwon.
“Ayo ikuti aku….”

Eun-Ji sangat senang bisa kembali ke Korea sekaligus membencinya


setengah mati. Dia sudah lama tidak bertemu dengan orang tuanya
dan merasa sangat merindukan mereka. Tapi, kembali ke Korea

8 Partikel yang biasanya digunakan di belakang nama orang untuk menunjukkan rasa
hormat.
9 (sopan). Ne lebih informal.

31

Isi 2060.indd 31 24/04/2013 15:11:45


http://pustaka-indo.blogspot.com
sama artinya dengan mengoyak luka lamanya yang sama sekali belum
sembuh dan itu semua disebabkan oleh pria yang tanpa perasaan
menawarkan diri untuk menjemput mereka ke bandara ini.
Eun-Ji dan Siwon sempat menjalani masa training di New York
dengan Hye-Na. Saat itulah gadis tersebut menjadi dekat dengan
Siwon, ditambah dengan kebersamaan tambahan yang mereka
berdua jalani disela tugas yang mereka emban di Korea setelah
masa pelatihan usai. Mereka berdua menjalin hubungan cukup lama
sampai memutuskan untuk menikah. Tapi, tetap saja Eun-Ji tidak
pernah tahu alasan kenapa Siwon begitu ingin menjadi agen KNI dan
tidak keberatan ditempatkan di manapun. Padahal semua orang tahu
bahwa dia berasal dari keluarga yang sangat kaya.
Eun-Ji tahu bahwa Siwon sangat membenci mafia terkenal
bernama Min Sang-Hyun saat itu menjadi salah satu target
utama STA. Tapi dia tidak pernah tahu, kenapa Siwon melakukan
segala cara agar menjadi bagian dari operasi penangkapan mafia
itu dan saat dia berhasil, dialah yang memimpin semua operasi.
Saat itu mereka berhasil menjebak Min Sang-Hyun, tapi Siwon
membuat kesalahan dengan menembak Sang-Hyun sampai mati,
padahal mereka mendapat perintah agar menangkap orang itu
hidup-hidup. Eun-Ji setengah yakin bahwa itu bukan kesalahan yang
tidak disengaja. Siwon sengaja melakukannya karena Eun-Ji melihat
sendiri kilat dendam yang memancar di mata pria itu ketika dia
menodongkan pistolnya tepat di kepala sang mafia.
Organisasi memberikan peringatan berupa ditariknya izin kerja
Siwon selama sebulan, sebelum dia diizinkan bergabung kembali.

32

Isi 2060.indd 32 24/04/2013 15:11:45


http://pustaka-indo.blogspot.com
Eun-Ji yang curiga diam-diam menyelidiki Siwon dan saat itulah dia
mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Tentang masa lalu pria itu
dan kebohongan-kebohongan yang diucapkannya pada semua orang.
Siwon sempat bertunangan saat dia baru berusia 20 tahun
dengan seorang gadis cantik yang sangat dicintainya. Mereka
menjadi pasangan yang sangat terkenal di universitas. Itu cerita
yang didapatkan Eun-Ji dari teman-teman kampusnya. Sayangnya,
gadis itu meninggal dalam baku tembak di daerah Myeongdong
yang melibatkan Min Sang-Hyun dan anak buahnya. Hal itulah yang
menjadi alasan Siwon bergabung dengan KNI untuk membalaskan
dendam atas kematian gadisnya.
Yang membuat Eun-Ji terkejut adalah kenyataan bahwa dia
memiliki wajah yang sangat mirip dengan gadis yang sudah meninggal
itu. Fakta itu benar-benar menghantamnya dengan telak karena
ternyata Siwon mendekatinya hanya karena dia mirip dengan tunangan
pria tersebut. Selama ini dia berada di dalam bayang-bayang
seorang gadis yang sudah mati. Saat itulah Eun-Ji membatalkan
pertunangannya dan memutuskan pindah tugas ke New York.
“Langsung bawa kami ke tempat di mana jenazah Tuan Cho
disemayamkan. Aku tidak mau membuang-buang waktu,” ujar Hye-
Na, membuyarkan lamunan Eun-Ji. Tanpa sengaja dia menatap
kaca kecil yang terletak di atas bangku dan beradu pandang
dengan mata Siwon yang juga sedang menatapnya. Dia dengan
cepat mengalihkan pandangannya lagi dan menatap keluar jendela.
Tidak. Tugas kali ini tidak akan berjalan dengan mudah.

33

Isi 2060.indd 33 24/04/2013 15:11:48


http://pustaka-indo.blogspot.com
SRO Building, Five States, Seoul
10.00 P.M.
“Mworago?!10 Yak, Hye-Na ssi, kau tahu bahwa permintaanmu itu
sama sekali tidak masuk akal. Aku bisa digantung Kyuhyun kalau
dia mendengar hal ini,” tolak Yesung mentah-mentah mendengar
permintaan gadis di depannya.
“Aku punya hak penuh di sini dan aku tidak peduli apa pendapat
pria itu tentang hal ini. Kalau dia berkeberatan, suruh dia sendiri
yang menemuiku,” jawab Hye-Na keras kepala.
“Tapi itu tidak bisa, Hye-Na ssi. Besok jasadnya akan dimakamkan
dan Kyuhyun meminta pemakaman terbuka yang berarti bahwa
peti matinya juga terbuka sehingga semua orang bisa melihatnya.”
“Semua tubuhnya tertutup kan? Dia akan memakai jas dan
sarung tangan. Hal itu tidak masalah.”
“Tapi, Hye-Na ssi, yang benar saja. Kau memintaku mengulitinya?”
“Kita semua tahu bahwa dia tidak punya riwayat penyakit
jantung, jadi dapat dipastikan bahwa kematiannya tidak lazim.
Kalian tidak menemukan reaksi racun sedikit pun. Akan lebih
mudah kalau kau menguliti kulitnya dan menemukan luka semacam
tusukan jarum.”
“Tapi… kami sudah memeriksa dan tidak menemukannya.”
“Tentu saja tidak menemukannya. Penuaan meninggalkan tanda di
10 Apa kau bilang? Biasanya disingkat dengan kata mwo, yang berarti ‘apa’.

34

Isi 2060.indd 34 24/04/2013 15:11:48


http://pustaka-indo.blogspot.com
kulit seperti keriput dan bintik-bintik. Bagaimana kalau luka itu sangat
kecil? Hmm? Kalau kau menguliti kulitnya, kau bisa memeriksanya
dengan mikroskop atau semacamnya. Kau lebih tahu dariku.”
Yesung mengerjapkan matanya dan melirik sekelilingnya dengan
gelisah. Dia tahu gadis ini benar, tapi dia juga tidak mau mengambil
resiko kalau Kyuhyun sampai mendengar hal ini. Pria itu sangat
mengerikan jika sedang murka.
“Kau takut dengan Kyuhyun? Biar aku yang mengurusnya.”
“Kau belum pernah bertemu dengannya.”
“Lalu?”
Yesung mengatupkan mulutnya, ia tahu bahwa akan sia-sia saja
mendebat gadis ini di hadapannya.
“Aku menunggu laporanmu. Oke?”
Yesung menunggu sampai gadis di hadapannya itu menghilang
di balik pintu dan membalikkan badannya ke arah asisten yang
berdiri di belakangnya. Gadis itu juga menatapnya ketakutan,
membuat Yesung mengerang frustasi dan mendudukkan tubuhnya
yang sedikit limbung ke atas kursi.
“Jin-Ah~ya, bagaimana ini?”
“Aku juga tidak tahu. Kalau kau melakukannya, kau harus
menghadapi Kyuhyun sajangnim. Dia sangat mengerikan, kau tahu?
Tapi Oppa, kalau kau tidak melakukannya, kau harus menghadapi
gadis itu dan menurutku, gadis itu tidak kalah menyeramkannya.”

35

Isi 2060.indd 35 24/04/2013 15:11:51


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round 2

Donghae’s Home, Gangnam, Seoul


10.00 P.M.
DONGHAE melepaskan jas yang dipakainya dan melemparnya
sembarangan ke atas sofa—kebiasaannya setiap pulang ke rumah.
Dia bergegas naik ke lantai dua, membuka pintu pertama di dekat
tangga dan melangkah masuk.
“Hidupkan lampu,” perintahnya. Sedetik kemudian cahaya terang
menyinari ruangan itu.
Ruangan tersebut berupa kamar yang cukup besar. Tidak
terlalu banyak barang-barang di dalamnya. Hanya sebuah lemari
pakaian, tempat tidur, dan sofa. Ranjang besar terletak persis di
tengah-tengah ruangan dan ada seorang gadis yang terbaring di

36

Isi 2060.indd 36 24/04/2013 15:11:53


http://pustaka-indo.blogspot.com
atasnya. Gadis yang membuat Donghae ingin bergegas pulang ke
rumah setiap saat, walaupun dia tahu dengan jelas bahwa gadis itu
tidak akan memberi respons apa-apa padanya.
Donghae mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang, membiarkan
tatapannya terpaku di wajah gadis yang tidak pernah membuka
matanya sejak lima tahun yang lalu itu. Dia tidak pernah bosan.
Sama sekali tidak pernah. Terlalu banyak rencana yang ingin
dilakukannya bersama gadis itu dan dia yakin bahwa sampai kapan
pun dia tidak akan pernah berubah pikiran.
Donghae mengulurkan tangan, jari-jarinya menelusuri helaian
rambut hitam yang tergerai di sekeliling wajah Ga-Eul. Yah,
namanya Ga-Eul. Cho Ga-Eul. Seperti namanya, gadis itu memang
sangat menyukai musim gugur. Musim di mana dia terlahir ke dunia,
sekaligus musim yang merenggut kesadarannya sampai sekarang.
Kecelakaan itu terjadi lima tahun yang lalu, saat Donghae berniat
memberi hadiah kelulusan pada Ga-Eul dengan mengajaknya
berlibur ke Pulau Jeju. Alasan lainnya adalah karena pria itu
ingin melamar Ga-Eul yang sudah dipacarinya selama dua tahun.
Semuanya gagal karena sopir truk yang mabuk dan mengemudi
ugal-ugalan menabrak mobil mereka. Donghae mengalami luka-
luka yang cukup serius dan mendapat beberapa jahitan, tapi
Ga-Eul mengalami koma dan tidak menunjukkan tanda-tanda
kesadaran. Keluarga gadis itu sudah menyerah dan menyuruh
dokter mencabut semua peralatan yang menopang hidup Ga-
Eul, tapi Donghae menolak dan bersikeras ingin merawat Ga-Eul
sendiri. Dia meyakinkan keluarganya bahwa dia akan menemukan

37

Isi 2060.indd 37 24/04/2013 15:11:54


http://pustaka-indo.blogspot.com
cara untuk membuat Ga-Eul kembali sadar seperti sedia kala. Hal
yang sia-sia, karena selewat lima tahun gadis itu tidak sadar-sadar
juga. Donghae nyaris dianggap gila oleh keluarganya, karena itu
satu tahun terakhir hubungan dengan keluarganya memburuk.
“Ga-Eul~a, bagaimana kabarmu hari ini? Apa tadi ibumu datang
untuk memandikanmu? Maaf, hari ini aku pulang larut. Jadwal
syutingku sangat padat, jadi aku mengingkari janjiku untuk pulang
cepat. Aku lelah sekali, kau tahu? Aku terpaksa take berkali-
kali karena tidak berkonsentrasi. Kibum bilang dia sudah hampir
menyelesaikan serum yang mungkin bisa menyadarkanmu kembali.
Aku harap dia bisa melakukannya secepatnya, karena aku sudah
tidak sabar ingin berbicara denganmu lagi. Melihat senyummu
lagi.”
“Ini sudah lima tahun, Ga-Eul~a, apa kau tidak bosan jadi putri
tidur setiap hari? Aku sudah menciummu berkali-kali karena siapa
tahu kau bisa sadar seperti cerita di dongeng-dongeng. Tapi… kau
bahkan tidak bergerak sedikit pun.”
Donghae menarik napas dan menyusupkan jarinya di antara
jari-jari Ga-Eul, menggenggam tangan gadis itu dengan erat.
“Kau tidak merindukanku? Sedikit pun? Padahal aku selalu
merindukanmu setiap saat bahkan waktu aku sedang menggenggam
tanganmu seperti ini. Apa kau tidak ingat janji kita dulu? Aku ingin
menikahimu. Punya anak-anak lucu yang terlahir dari rahimmu. Apa
kau melupakan janji itu?”
Donghae membiarkan air matanya mengalir begitu saja, jatuh ke
punggung tangan Ga-Eul yang sedang digenggamnya. Penglihatannya

38

Isi 2060.indd 38 24/04/2013 15:11:54


http://pustaka-indo.blogspot.com
sedikit mengabur karena air mata, tapi dia tetap berusaha fokus
dengan wajah yang sedang ditatapnya.
“Aku merindukanmu, Ga-Eul~a. Benar-benar merindukanmu.”

CIA Building
08.00 P.M. (USA Time)
“Korea?” tanya Alexa, tak percaya dengan pendengarannya. “Untuk
apa aku kembali ke sana?”
“Kau bertanya untuk apa?” tanya Peter dengan senyum geli
di wajahnya. “Kau lupa bahwa kau adalah agen CIA? Apa tinggal
terlalu lama di sini membuatmu lupa dengan negara kelahiranmu
sendiri, Kwon Yu-Na?”
“Aku sudah lupa dengan nama Korea-ku,” bisik gadis itu. “Jadi,
apa tugasku sekarang?”
“Science Research Organization. SRO. Aku rasa kau pasti tahu
nama organisasi yang sangat terkenal itu.”
“Salah satu bagian Five States? Di bawah kendali penuh
Cho Corporation, kudengar. Ilmuwan-ilmuwan kita belum terpikir
untuk membuat hal-hal semacam itu, tapi mereka malah sudah
memasarkannya.”
“Aku rasa kau masih punya ikatan sangat kuat dengan negara
itu. Aku tidak salah kan?”
“Your home will be your home forever. Bisakah kau tidak
berputar-putar dan langsung ke pokok permasalahannya?”

39

Isi 2060.indd 39 24/04/2013 15:11:56


http://pustaka-indo.blogspot.com
Peter meletakkan gelas plastik berisi kopi yang belum habis
diminumnya ke atas meja dan menatap Alexa dengan serius.
“Tugasmu saat ini sedikit berbahaya. CIA sudah memikirkan
hal ini berulang kali dan kita tidak boleh kalah oleh negara yang
selama ini selalu jauh di bawah kita. Perlu sedikit kecurangan untuk
menang, Alexa. Kau pernah dengar itu kan?” Dia memasukkan
tangannya ke dalam saku celana dan berbalik menghadap jendela
besar di belakangnya. Pemandangan jalanan di bawah langsung
memenuhi penglihatannya. Mobil berseliweran, manusia-manusia
yang berjalan tergesa-gesa, android-android yang silih berganti
melakukan pekerjaan mereka.
Peter tersenyum getir teringat bahwa robot itu ditemukan oleh
warga negara Korea. Bukan Amerika. Robot hebat seperti itu yang
sampai sekarang begitu sulit dibedakan dari manusia penciptanya,
membuat Amerika, terutama CIA kelabakan. Amerika tidak pernah
menjadi negara kedua. Tidak pernah. Dan, sekarang semuanya
berubah hanya karena seorang pria muda bernama Cho Kyuhyun.
Pria yang memutarbalikkan dunia karena ide-ide cemerlangnya.
Apa yang kudengar? pikir Peter. Pria itu berencana memproduksi
mobil terbang bulan depan, sedangkan kami masih berusaha
mencari cara agar hal itu bisa terealisasi.
“Zhoumi. Salah satu ilmuwan terhebat di SRO. Kami mendapat
berita dari sumber terpercaya bahwa pria itu sedang mengerjakan
serum yang bisa memperpanjang umur manusia.”
“Memperpanjang umur manusia?”

40

Isi 2060.indd 40 24/04/2013 15:11:57


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Yeah, serum itu bekerja seperti sihir. Menambah umur manusia.
Bukan berarti kau tidak bisa mati, tapi dengan serum itu, kau bisa
memperlama kemungkinan hdupmu di dunia. Dan, dia juga baru saja
menemukan serum kejujuran. Dengan serum itu, kau bisa membuka
mulut seseorang dan mendapatkan semua rahasianya. Apa pun yang
ingin kau ketahui akan dijawab dengan sejujurnya. Apa kau bisa
berpikir seberapa pentingnya serum seperti itu untuk kita?”
Alexa bergerak gelisah saat otaknya memproses kemungkinan
tugas yang akan diberikan padanya. Kedengarannya mengerikan.
Ini berhubungan dengan Cho Corporation dan tidak ada seorang
pun yang berani mencari gara-gara dengan mereka. Perusahaan
yang dilindungi penuh oleh KNI. CIA tidak bisa berkutik sedikit pun
sejauh ini.
“Kau ditugaskan untuk menyusup ke sana dan mendapatkan
kedua serum itu berikut formulanya. Tunggu sampai serum
penambah umur itu selesai dan kau bisa mencuri formula beserta
contohnya. Kali ini kau bekerja sendiri Alexa, kami tidak bisa
memberikan perlindungan penuh padamu seperti biasa. Tapi, kau
tetap bisa meminta pertolongan kami jika memang dibutuhkan.
Terutama jika kau telah menyelesaikan pekerjaanmu dan punya
peluang untuk kabur hidup-hidup dari tempat itu.”
Kabur hidup-hidup? batin Alexa. Apa semua ini mempertaruhkan
nyawanya?
“Kenapa aku?”
“Karena kau orang Korea tentu saja.”

41

Isi 2060.indd 41 24/04/2013 15:11:59


http://pustaka-indo.blogspot.com
ACC Building
09.43 P.M.
“Nona Goo, apa penelitian Anda berjalan dengan baik?”
Sa-Rang berbalik dan langsung tersenyum sinis saat melihat
siapa yang sedang berbicara dengannya.
“Mau apalagi kau mengikutiku, hah?”
Henry mencengkeram lengan gadis itu, mencegah kemungkinan
gadis itu akan lari lagi dari hadapannya.
“Ayolah Henry, ini sudah malam, aku harus pulang. Apa kau mau
mengajakku terjebak dalam percakapan tidak bermutu lagi? Hmm?”
“Setidaknya kita bisa berbicara layaknya teman.”
“Teman? Yak, itu hubungan yang kita jalin sejak dua tahun yang
lalu sebelum kau merusaknya dengan mengatakan bahwa kau
menyukaiku dan aku dengan bodohnya memercayai ucapanmu,
lalu terjatuh ke dalam pelukanmu. Tujuh bulan yang lalu kau
mencampakkanku untuk gadis lain dan aku jadi bertanya-tanya, mau
apa kau tetap mengikutiku ke mana-mana setiap hari? Apa gadismu
itu tidak sesuai dengan seleramu dan kau mau kembali padaku? Kau
mau tahu jawabanku? Itu hanya terjadi dalam mimpimu!”
Sa-Rang menghempaskan tangan Henry dengan seluruh kekuatan
yang dia punya dan meninggalkan pria itu berdiri di sana.
“Apa kau sebegitu bencinya padaku sampai-sampai kau berniat
menghancurkan mimpiku menjadi seorang violinist ternama? Apa
kau gadis macam itu, Sa-Rang~a?”

42

Isi 2060.indd 42 24/04/2013 15:12:00


http://pustaka-indo.blogspot.com
Sa-Rang mengacuhkan teriakan itu begitu saja dan membuka
pintu mobilnya. Dia memasang kemudi manual dan menjalankan
mobilnya dengan kecepatan jauh di atas rata-rata. Meninggalkan
masa lalunya di belakang.
Tidak. Pria itu masih mengisi pikirannya setiap saat. Dia
masih tetap menangis setiap malam meratapi nasibnya, masih
memimpikan kehadiran pria itu dalam tidurnya. Pria yang telah
menjatuhkannya ke titik terendah dalam hidupnya.
Dia tumbuh besar bersama pria itu. Melewati masa kanak-
kanak dan remaja berdua seperti kisah picisan lainnya, mereka
saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menjalin hubungan.
Namun, hidup memang tidak seindah yang tertulis di novel-novel
kesukaannya. Henry adalah pemain biola yang hebat. Dia sendiri
sangat mengagumi permainan biola pria itu. Sama sekali tidak
keberatan saat pria itu mengacuhkannya hanya karena terlalu
sibuk berlatih biola setiap hari demi bisa memasuki jurusan musik
di universitas yang diinginkannya.
Henry berhasil dan Sa-Rang ikut senang mendengarnya. Dia
sendiri disibukkan dengan ujian masuk ACC, Android Creator Center,
salah satu anak perusahaan Cho Corporation. Dia lulus setelah
melewati ujian masuk dan berbagai tes yang membutuhkan waktu
satu bulan dan menguras seluruh tenaganya. Semua hal itu terasa
sia-sia saat dia mendapati Henry selingkuh di depan matanya sendiri.
Waktu itu dia berniat memberi kejutan, sekaligus merayakan
keberhasilannya menjadi salah satu karyawan ACC, karena itu
dia datang ke apartemen Henry tanpa memberitahu pria itu

43

Isi 2060.indd 43 24/04/2013 15:12:02


http://pustaka-indo.blogspot.com
terlebih dahulu. Yang didapatnya malah Henry sedang memainkan
biolanya di depan seorang gadis dan berlutut melamar gadis itu
dengan sebuah cincin di tangan. Hadiah yang sangat indah di hari
kesuksesannya.
Sa-Rang memilih menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Dia
tidak menghubungi Henry sama sekali dan hanya memberikan
pesan berisi ucapan selamat atas pertunangan pria itu.
Gadis itu merasa sedikit terguncang ketika perusahaan
memberinya tugas untuk menciptakan android pemusik yang
bisa memainkan segala macam alat musik sama baiknya dengan
pemain musik asli. Dia berhasil melakukannya dalam jangka
waktu kurang dari enam bulan dan bulan depan produknya akan
mulai dipasarkan. Yang membuatnya merasa ketakutan adalah
kemungkinan meledaknya produk ini dan para android akan merajai
panggung konser dengan kehebatan permainan musik mereka. Tentu
saja itu tidak masalah bagi para pemusik yang sudah terkenal di
bidangnya masing-masing. Tidak dengan para pemusik yang baru
akan memulai kariernya seperti Henry.
Bukankah semua orang lebih memilih menggunakan tenaga yang
sudah pasti berbakat seperti android buatannya dibandingkan
para pemusik pemula, yang besar kemungkinan akan melakukan
kesalahan di sana-sini dan diharuskan mendapat pelatihan
intensif yang menghabiskan banyak biaya? Belum lagi uang yang
harus dikeluarkan untuk gaji mereka yang sudah pasti bukan
jumlah yang kecil. Android adalah jalan keluar yang paling mudah.
Hanya perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk membelinya dan

44
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 44 24/04/2013 15:12:02


http://pustaka-indo.blogspot.com
biaya perawatan sekali setahun. Uang itu tidak terlalu banyak
mengingat pemasukan besar yang akan mereka dapatkan dari
penjualan tiket konser.
Ini bukan masalah dendamnya pada Henry. Bahkan jauh di
lubuk hatinya, Sa-Rang berpikiran bodoh bahwa dengan adanya
android-android itu, Henry akan mengurangi kesibukannya bermain
biola dan mulai memfokuskan perhatiannya pada Sa-Rang. Pria
itu akan memiliki lebih banyak waktu senggang yang bisa mereka
habiskan berdua. Tapi… itu dulu. Bukan sekarang, saat semuanya
sudah berakhir dan terancam menjadi masa lalu yang akan segera
dilupakan seiring berjalannya waktu.

Heechul’s Home, Gangnam, Seoul


08.07 P.M.
“YAK, BAGAIMANA MUNGKIN ANDROID BISA KABUR DARI
RUMAH? KAU SEDANG MEMPERMAINKANKU, HAH? KAU
KIRIM PENGGANTINYA SEKARANG JUGA ATAU AKU AKAN
MENGAJUKAN SURAT TUNTUTAN PADA PERUSAHAAN
KALIAN KARENA MEMPRODUKSI ROBOT YANG TIDAK
BECUS!” teriak Heechul emosi sambil menendang kursi kecil yang
menghalangi jalannya ke dapur.
“Maaf Tuan Kim, apa Anda yakin bahwa android Anda tidak
sedang belanja ke supermarket atau semacamnya?”
“APA KAU PIKIR AKU SUDAH TUA DAN PIKUN? AKU INGAT,
APA YANG SUDAH KUPERINTAHKAN PADA ANDROIDKU

45
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 45 24/04/2013 15:12:04


http://pustaka-indo.blogspot.com
SENDIRI! JADWAL BELANJANYA ADALAH TADI PAGI DAN DIA
BELUM PULANG SAMPAI SEKARANG!”
Gadis yang menerima telepon dari pria itu sedikit menjauhkan
communicator dari wajahnya. Dia menatap salah satu pelanggannya
itu dengan raut wajah ngeri. Pria itu tampan tentu saja dan seorang
artis top yang terkenal dengan temperamennya yang meledak-
ledak. Yang sekarang sedang balas menatapnya dengan pandangan
yang siap membunuh.
“Apa Anda yakin sekarang belum jadwalnya android Anda
untuk memperbarui energinya?” tanya gadis itu hati-hati, takut
telinganya bisa tuli mendadak jika harus mendengar teriakan pria
itu lagi. Padahal mereka hanya sedang terhubung melalui video call
communicator-nya.
“Yak, aku sudah lelah dan sekarang kau menanyaiku yang tidak-
tidak. Besok aku akan ke perusahaanmu dan meminta ganti rugi. Ara?”
Heechul mematikan communicator-nya dan memprogram Chef-
Machine-nya untuk menghasilkan kopi panas kesukaannya seperti
biasa. Dia masih tidak percaya bahwa android bisa meninggalkan
tuannya sembarangan. Semirip apa pun benda itu dengan manusia,
sekali robot tetap saja robot. Tidak punya otak untuk berpikir.
Tapi… sekarang bukan waktunya pengisian energi kan? batin
Heechul ragu. Sepertinya bukan. Tapi… bagaimana pun juga, aku
kan memang sering lupa mengingat tanggal. Ckckck, menyusahkan
saja!

46
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 46 24/04/2013 15:12:04


http://pustaka-indo.blogspot.com
Dia menatap ruangan tempat dia berdiri dengan wajah kesal.
Dia bisa merasakan kehadiran debu yang menumpuk di sini. Pasti
android sialan itu belum sempat berbenah sebelum pergi.
Astaga, memangnya android itu manusia sampai bisa
memutuskan untuk kabur dari sini? Aku bukan majikan yang
sebegitu mengerikannya kan?
Heechul mengambil jaketnya dari gantungan dan memutuskan
pergi keluar. Dia perlu udara segar. Sepertinya dia harus
mempertimbangkan untuk mencari android itu ke supermarket
terdekat. Mungkin saja mereka melihatnya. Android itu bukan
barang murah dan dia menyukai androidnya yang sekarang. Android
yang berwujud wanita cantik dan terlihat polos.
Tidak. Bukan berarti dia adalah seorang penggila wanita.
Bahkan kebalikannya, dia berlatih dengan kehadiran android untuk
menghilangkan antipatinya terhadap wanita yang terlihat seperti
makhluk tidak berperasaan di matanya. Membuktikan bahwa
masih ada wanita di dunia ini yang tidak seperti ibunya. Wanita
yang membunuh ayahnya di depan matanya sendiri.

Gangnam, Seoul
08.30 P.M.
Min-Hyo berjalan tergesa-gesa sambil menoleh ke sekelilingnya
dengan panik. Dia baru saja kabur dari rumahnya yang lebih
terasa seperti penjara baginya. Orang tuanya memberitahu bahwa
dia akan dinikahkan dengan salah satu relasi bisnis mereka dan

47
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 47 24/04/2013 15:12:07


http://pustaka-indo.blogspot.com
Min-Hyo sama sekali tidak menyukai gagasan itu. Dia tahu satu-
satunya cara untuk membatalkan hal itu hanyalah kabur dengan
kemungkinan tidak bisa kembali lagi ke rumah. Kabur dan mencari
cara agar tidak tertangkap karena dia tidak bisa membayangkan
hukuman apa yang akan dia terima nantinya.
“Aigoo!!!”11 teriaknya kaget saat dia bertabrakan dengan seorang
pria.
Pria itu memakai hoodie yang menutupi kepalanya, membuat
wajahnya tidak terlihat begitu jelas. Apalagi lingkungan ini jarang
dilewati orang, karena itu penerangannya tidak cukup bagus. Min-
Hyo mundur ketakutan saat pria itu menundukkan kepalanya agar
bisa melihat wajah Min-Hyo dengan lebih jelas.
“YAK, KAU!!!” teriaknya tiba-tiba. Mata Min-Hyo melebar
mendengar suara keras pria itu. Sepertinya pria itu mengenalinya.
Apa dia salah satu suruhan orang tuanya yang ditugaskan untuk
mencarinya? Astaga, kenapa mereka bisa menemukannya secepat itu?
“Yak, kau android kurang ajar! Dari mana saja kau, hah?
Meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan, kau tahu tidak?
Kau kan tahu bahwa aku ini paling tidak tahan dengan debu. Apa
yang kau lakukan di luar sampai selarut ini? Tidak mungkin kau
menemukan android pria yang tampan dan jatuh cinta padanya kan?
Cih, aku ini bodoh sekali. Mana mungkin android bisa jatuh cinta.”
Kali ini Min-Hyo melongo karena pria di hadapannya itu terus
berbicara tanpa menarik napas sama sekali.

11 Astaga.

48
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 48 24/04/2013 15:12:07


http://pustaka-indo.blogspot.com
Apa katanya tadi? Aku android? Apa dia kehilangan androidnya
dan mengira bahwa aku ini androidnya yang hilang itu? Astaga,
dia sudah gila? Apa dia tidak bisa membedakan android dengan
manusia?
“Omo,12 kau menghilangkan gelangmu? Pantas saja kau tidak
tahu jalan pulang. Yak, bagaimana kau bisa menghilangkannya, hah?
Merepotkanku saja! Jadi, dari tadi kau tersesat dan tidak bisa pulang?
Untung sekali kan aku bisa menemukanmu? Dasar bodoh! Ayo pulang!”
Min-Hyo membiarkan tangannya ditarik oleh pria yang tidak
dikenalnya itu. Otaknya berpikir cepat tentang pertolongan yang
mungkin akan diberikan pria itu tanpa sadar. Jika dia bisa berpura-
pura menjadi android, maka dia bisa tinggal di rumah pria ini.
Kecil kemungkinan orang tuanya akan menemukannya. Itu ide paling
cemerlang yang bisa dipikirkannya saat ini.
Mereka memasuki jalanan yang terlihat terang karena lampu
jalan. Saat itulah Min-Hyo bisa melihat wajah pria itu dengan jelas,
apalagi pria itu sudah menurunkan hoodie yang tadi menutupi
wajahnya.
“OMONA, KIM HEECHUL SSI?”

Ryeowook’s Home, Seoul


07.38 P.M.
“Yak, aku kan sudah bilang, untuk apa kau menghabiskan uang
membeli ikan, ayam, dan daging asli begini? Kita kan sudah punya
12 Astaga, kadang juga disebut omona.

49
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 49 24/04/2013 15:12:09


http://pustaka-indo.blogspot.com
Chef-Machine. Kita bisa memakan apa pun yang kita mau tanpa
harus repot-repot memasak. Dan… kau tahu aku tidak bisa memasak
sama sekali. Mau kau apakan bahan-bahan ini? Membuangnya ke
tong sampah?” seru Ah-Zin sambil menatap suaminya kesal.
“Maksudmu makanan yang tidak ada rasanya itu? Aku bahkan
lebih memilih menghabiskan uang untuk makan di restoran
daripada memakan makanan yang keluar dari Chef-Machine itu!”
seru Ryeowook tak kalah kesal. “Aku yang akan memasak semua
ini. Kau tenang saja!”
“Oppa, aku sudah memberitahumu sejak lama kan? Kenapa
kau tidak membeli Chef-Machine keluaran terbaru saja? Kau tahu
bahwa makanan dan minuman yang dihasilkan jauh lebih enak. Apa
masalah harganya?”
“Harga? Sama sekali bukan masalah itu. Kau tahu bahwa aku
sama sekali tidak menyukai semua alat-alat modern ini. Semuanya
terlalu praktis. Membuat manusia menjadi malas bergerak. Aku
tidak bisa melakukan hobi yang kusenangi lagi karena sudah sangat
sulit mendapatkan bahan makanan segar saat ini.”
Ah-Zin menyandarkan tubuhnya ke meja dapur dan memilih
tidak menjawab perkataan Ryeowook. Tentu saja dia tahu, hobi
suaminya yang suka memasak. Mereka bertemu pertama kali di
restoran kepunyaan orang tua Ryeowook empat tahun yang lalu.
Ah-Zin sangat menyukai masakan pria itu dan mereka berkenalan.
Sampai akhirnya, Chef-Machine meledak di pasaran tiga tahun
yang lalu dan dengan cepat mengubah selera konsumen. Kafe-kafe
kecil terpaksa menutup usahanya karena kesulitan menemukan

50
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 50 24/04/2013 15:12:09


http://pustaka-indo.blogspot.com
bahan-bahan segar yang dijual di pasar, padahal bahan-bahan itu
juga sudah mulai sulit didapatkan sejak 10 tahun yang lalu. Ditambah
lagi para konsumen lebih memilih membeli Chef-Machine yang bisa
menyediakan makanan dan minuman apa pun yang mereka mau.
Hanya restoran-restoran mewah yang tetap bertahan. Orang tua
Ryeowook sendiri memutuskan mengganti usaha dengan membuka
supermarket besar. Dan, Ah-Zin tahu bahwa Ryeowook sama
sekali tidak menyukai semua itu. Hal itu juga yang menjadi bahan
pertengkaran mereka sehari-hari.
TING TONG!!!
Ah-Zin bergerak dan melihat tamunya melalui layar intercom.
“Ah, Sungmin ssi, tunggu sebentar….”
Ah-Zin bergegas membukakan pintu untuk sahabat suaminya
itu dan mempersilakan pria itu masuk.
Sungmin adalah salah satu aktivis yang menyuarakan tentang
pengembalian dunia seperti semula. Masa di mana belum ada
android ataupun Chef-Machine. Saat-saat di mana masih ada
pemandangan persawahan di sepanjang jalan ataupu perkebunan
dan peternakan di ujung kota. Ah-Zin tidak heran kenapa mereka
berdua bisa berteman baik.
Ah-Zin memilih menyiapkan secangkir kopi di dapur sambil
memerhatikan Chef-Machine-nya bekerja. Sebenarnya Wookie
Oppa benar juga, batinnya. Dia juga merindukan rasa asli kopi dan
betapa nikmatnya daging sapi asli.

51
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 51 24/04/2013 15:12:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
MPA Building
10.12 A.M.
“Min-Yeon~a, bisakah kau mengurus seorang pria yang bernama
Lee Sungmin?”
“Ne?” tanya Min-Yeon tidak fokus karena perhatiannya sedang
tersita pada laporan yang dikerjakan seharian ini. Sebagai salah
satu karyawan MPA, Modern Protector Agent, dia bertugas
memastikan bahwa semua peralatan canggih yang berada di
pasaran tidak mengalami penyalahgunaan dan semacamnya.
Pemerintah menginginkan segala macam kepraktisan ini merata di
segala bidang dalam rangka mengukuhkan Korea Selatan sebagai
negara nomor satu di dunia.
“Aktivis yang sering melakukan demo itu,” ujar Kwan Ji-Suk
sambil tertawa. “Aku tidak menyangka di zaman modern seperti ini
masih ada orang yang tertarik melakukan demo.”
“Memangnya apa yang harus aku lakukan?”
“Memberinya peringatan atau apa pun yang bisa menghentikan
protesnya. Atasan sedikit tidak nyaman dengan hal ini. Dia takut
akan ada masyarakat yang termakan ucapan pria itu dan ikut-
ikutan melakukan demo. Bisa-bisa dia menghimpun massa yang
banyak untuk melawan pemerintah. Orang yang tergila-gila dengan
dunia masa lalu itu.”
“Arasseo. Aku akan melakukannya nanti.”
Ji-Suk meninggalkan Min-Yeon sendirian di ruangannya, memberi
gadis itu waktu pribadi untuk berpikir.

52
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 52 24/04/2013 15:12:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Berikan aku semua data tentang Lee Sungmin,” perintah gadis
itu pada layar besar di depannya. Beberapa detik kemudian dia
menatap wajah muda dan polos seorang pria berumur 25 tahun.
Dengan wajah seperti itu bisa-bisa dia dikira masih berumur 19
tahun, batin Min-Yeon sambil tertawa geli.

Korean National Museum


07.00 P.M.
Eunhyuk melirik sekelilingnya dengan pandangan tidak nyaman.
Gara-gara sepupunya itu, dia terpaksa terdampar di tempat ini, di
tengah-tengah lukisan terkenal yang bahkan dia tidak tahu buatan
siapa. Memangnya dia seorang kurator lukisan apa?!
Dia tidak habis pikir, apa yang lebih penting bagi seorang Cho
Kyuhyun dibanding gengsinya mendatangi semua tempat-tempat
yang di mata Eunhyuk tidak ada gunanya, tapi selalu berhasil
mengucurkan banyak uang ke kantong sepupunya yang terkenal
itu. Bahkan, sampai menyuruhnya datang ke museum lukisan ini
dan memintanya—lebih tepatnya memaksanya—memberi laporan
lengkap tentang segala hal yang dilihatnya di sana. Eunhyuk bisa
saja menyuruh sekretarisnya pergi ke tempat ini dan membuat
laporan lengkap tentang sejarah lukisan-lukisan yang tidak ada
bagus-bagusnya itu, tapi Eunhyuk tidak mau mengambil resiko
seandainya dia membohongi Kyuhyun tentang kedatangannya ke
tempat itu dan dia ketahuan.

53
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 53 24/04/2013 15:12:13


http://pustaka-indo.blogspot.com
Dipelototi seorang Cho Kyuhyun bisa membuatmu tidak tidur
nyenyak selama berhari-hari dan Eunhyuk sama sekali tidak
berminat untuk mencobanya.
Dia berhenti di depan sebuah lukisan wanita yang sedang
menyandarkan kepalanya ke atas meja. Rambut wanita itu berwarna
kuning dan tubuhnya besar tidak berbentuk. Lukisan itu terlihat
seperti coretan anak kecil di mata Eunhyuk. Tapi… dia yakin bahwa
lukisan itu bernilai milyaran dolar.
“Namanya Marie-Therese Walter. Usianya 17 tahun saat Pablo
Picasso jatuh cinta padanya.”
Eunhyuk menoleh cepat dan melihat seorang gadis sudah berdiri
di sampingnya. Dia menilai penampilan gadis itu dengan cermat.
Tubuhnya mungil dan rambut lurus sepunggungnya dibiarkan
tergerai begitu saja. Dia mengenakan gaun malam sederhana
berwarna salem yang entah kenapa terlihat sangat pas di tubuhnya
yang kecil. Walaupun begitu, wajahnya terlihat dewasa dan polos
di saat yang bersamaan. Manis, batin Eunhyuk. Tipe wanita yang
harus dilindungi.
Gadis ini kelihatannya begitu rapuh, pikir Eunhyuk sambil
menggelengkan kepalanya.
“Pablo Picasso itu pelukis kan? Jadi, dia yang membuat lukisan
ini?”
“Mmm… kau tidak suka lukisan ya? Kenapa kau berada di
sini?” tanya gadis itu ingin tahu.

54
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 54 24/04/2013 15:12:13


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Ada suatu kondisi yang membuatku harus terdampar di tempat
ini,” jawab Eunhyuk sekenanya. “Jadi, apakah kau mau melanjutkan
ceritamu? Tiba-tiba aku merasa tertarik.”
Gadis itu tersenyum, membuat Eunhyuk terpana sesaat dan
merasa sulit menemukan fokusnya kembali.
“Picasso sudah menikah, tentu saja. Dan… berusia 30 tahun
lebih tua. Mereka memutuskan untuk menyembunyikan hubungan
mereka dari publik. Mereka tinggal di sebuah flat di seberang rumah
Picasso dengan istri pertamanya, Olga. Dia memuja Marie dengan
menjadikan gadis itu objek di banyak lukisannya. Picasso belum
siap untuk berkeluarga, bukan jenis pria yang akan setia terhadap
satu wanita. Hubungan mereka berakhir saat Picasso meninggalkan
Marie untuk Dora Maar setelah anak pertama mereka lahir, sama
dengan saat dia meninggalkan istrinya Olga untuk Marie. Tapi… kau
tahu? Gadis itu dengan bodohnya tetap mencintai Picasso, tidak
peduli dengan hal buruk yang sudah dilakukan Picasso padanya. Dia
menggantung dirinya beberapa tahun setelah Picasso meninggal.”
Eunhyuk tidak melepaskan pandangannya sama sekali dari
gadis itu selama dia bercerita. Ada raut sedih yang terbayang di
wajahnya saat dia menyelesaikan cerita tragis itu. Dengan cepat dia
mengendalikan ekspresinya dan tersenyum lagi ke arah Eunhyuk.
“Bukan cerita yang indah, eh? Aku tidak mau mengalami kisah
seperti itu. Terlalu mengerikan.”
“Kau tidak akan mengalami hal seperti itu.”

55
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 55 24/04/2013 15:12:15


http://pustaka-indo.blogspot.com
Gadis itu mengulurkan tangannya dengan senyum yang masih
tersungging di wajah manisnya.
“Choi Ji-Yoo.”
“Lee Hyuk-Jae. Panggil saja Eunhyuk.”

SRO Building, Five States, Seoul


08.30 P.M.
“Aku menemukannya di bagian punggung tangan, pangkal ibu jari.
Abductor pollucis. Ada memar merah keunguan kecil, benar-benar
nyaris tidak kelihatan, makanya tidak ditemukan sebelumnya.
Bentuknya seperti kobaran api,” jelas Yesung dengan raut wajah
lelah. Menguliti kulit orang bukan hal yang menyenangkan. Jin-Ah
bahkan sempat muntah-muntah selama hal itu berlangsung.
Hye-Na tampak berpikir sesaat sebelum berbicara dengan nada
ragu.
“Bukankah ada zat atau racun yang bisa menembus pembatas
antara darah dan otak lalu tidak menembus balik? Yang mungkin
hanya bisa ditemukan di cairan sumsum.”
“Hampir mustahil untuk menghisap sumsum pada tubuh yang
sudah mati. Tidak ada tekanan. Sumsumnya tidak mau keluar.”
“Bukankah cairan mata sama dengan cairan sumsum? Kalau itu
bisa kan?”

56
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 56 24/04/2013 15:12:15


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau beruntung, mayatnya bukan dikubur malam ini,” kata
Yesung sambil berlalu pergi.
“Kau membuatnya kesal, Hye-Na~ya,” ujar Eun-Ji dengan nada
memperingatkan.
“Biar saja. Itu kan tugasnya.”
Baru saja Hye-Na menyelesaikan ucapannya, dia merasakan
tangannya ditarik dengan kasar dari belakang dan sedetik
kemudian dia sudah menatap wajah itu. Wajah yang terlihat jauh
lebih mempesona sekaligus lebih berbahaya daripada foto yang
dilihatnya semalam. Mata itu… Hye-Na saat ini bisa memercayai
peribahasa bahwa tatapan bisa membunuh jika menyangkut mata
pria itu.
“Kau pikir siapa kau sampai memiliki hak memberi karyawanku
perintah menguliti kulit ayahku?” suara itu rendah, tapi terasa
mematikan di telinga Hye-Na. Nyaris membuat bulu kuduknya
meremang.
“Aku hanya melaksanakan tugasku untuk mengetahui penyebab
kematian ayahmu,” ujar Hye-Na berusaha tenang. Dia tidak heran
sama sekali saat mendengar suaranya yang bergetar. Bukan hal
aneh jika dia merasa takut pada pria itu. Siapa pun akan mengalami
hal yang sama jika ditatap seperti itu.
“Atau Kyuhyun ssi, kau merasa takut jika aku berhasil menemukan
bukti bahwa ayahmu meninggal karena dibunuh? Apa kau merupakan
pihak yang terlibat dalam kematian ayahmu sampai kau merasa
ketakutan seperti ini?”

57
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 57 24/04/2013 15:12:16


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na tidak bisa menahan ringisannya saat cengkeraman di
lengannya menguat. Pria itu menundukkan wajahnya sampai sejajar
dengan wajah Hye-Na, hingga hidung mereka nyaris beradu. Benar-
benar posisi yang bagus untuk mengintimidasi seseorang. Dan, pria
itu memang menyampaikan ancamannya dengan sangat jelas.
“Aku bukan jenis pria yang akan melepaskan buruannya begitu
saja. Sekali kau mencari gara-gara denganku, akan kupastikan kau
membayarnya seumur hidupmu.”

58
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 58 24/04/2013 15:12:18


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round 3

SRO Building, Five States, Seoul


08.30 P.M.
“ATAU Kyuhyun ssi, kau merasa takut jika aku berhasil menemukan
bukti bahwa ayahmu meninggal karena dibunuh? Apa kau merupakan
pihak yang terlibat dalam kematian ayahmu sampai kau merasa
ketakutan seperti ini?”
Mata Kyuhyun berkilat saat mendengar ucapan gadis di
depannya itu. Gadis ini menuduhnya sebagai salah satu dalang
kematian ayahnya? Yang benar saja! Apa gadis ini mau bunuh diri
sehingga berani mencari gara-gara dengannya? Benar, pasti gadis
ini mau cari mati, batin Kyuhyun geram, tanpa sadar mempererat
cengkeramannya.

59
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 59 24/04/2013 15:12:19


http://pustaka-indo.blogspot.com
Dia menahan senyumnya saat mendengar ringisan kecil yang
terlontar dari mulut gadis itu. Sebagai gadis pertama yang berani
mencari gara-gara dengannya, sekaligus gadis pertama yang tidak
membuatnya mengernyit saat menyentuhnya. Kyuhyun merasa gadis
ini bisa lebih berbahaya daripada perkiraannya. Dengan pikiran itu,
Kyuhyun menundukkan wajahnya sampai sejajar dengan wajah gadis
itu hingga hidung mereka nyaris beradu.
“Aku bukan jenis pria yang akan melepaskan buruannya begitu saja,”
desis Kyuhyun dengan nada penuh peringatan. “Sekali kau mencari
gara-gara, aku pastikan kau akan membayarnya seumur hidupmu.”
Kyuhyun memang berniat melaksanakan ucapannya jika gadis
ini tetap keras kepala. Gadis macam apa yang memberikan
pegawainya perintah menguliti kulit orang yang sudah mati?
Pastinya gadis yang terlalu pintar dan berdarah dingin. Dia akan
memastikan gadis ini menyerah dan kembali ke tempat di mana dia
berasal sebelumnya. Ada aura aneh dari kehadirannya. Wajahnya
terlalu familiar dan Kyuhyun tidak berniat dan menolak keras
untuk mencari tahu apa itu. Gadis ini membuatnya bingung. Dia
ingin menendang gadis ini jauh-jauh, sekaligus menariknya sedekat
mungkin. Ini pertama kalinya dia merasakan hal asing seperti ini
dan hal itu sangat mengganggunya.
Mereka masih berdiri dengan jarak yang terlalu dekat dan
Kyuhyun menyadari banyak hal dalam beberapa detik yang rasanya
tidak terlalu singkat. Mata gadis itu berwarna cokelat, kulit wajahnya
mulus tanpa cela, dan dia merasa sangat tidak nyaman dengan bibir
gadis itu yang bisa dijangkaunya, jika dia mau memajukan tubuhnya

60
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 60 24/04/2013 15:12:20


http://pustaka-indo.blogspot.com
sesenti lebih dekat. Ada yang terasa bergejolak di perutnya dan dia
tahu bahwa gadis ini membuatnya tertarik lebih dari gadis mana
pun yang pernah ditemuinya sebelumnya. Itu merupakan daftar
panjang gadis dari berbagai ras dan negara, mengingat betapa
banyak kliennya yang berusaha menjebaknya untuk menikah dengan
anak atau cucu mereka.
Belum lagi daftar gadis yang tiap hari disodorkan ibunya padanya.
Dia yakin bahwa tidak ada satu pun di antara gadis-gadis itu maupun
gadis lain yang akan ditemuinya, yang akan membuatnya merasakan
dorongan kuat untuk menyentuh kecuali gadis di depannya ini. Itu
artinya alarm kematian baginya. Dia tidak pernah tertarik dan tidak
akan pernah tertarik menjalin hubungan asmara dengan wanita mana
pun. Tidak!
“Kalau kau mau mendengarkanku, aku akan memberitahumu
alasan kenapa aku memberi perintah yang menurutmu tidak
berperikemanusiaan itu. Dan asal kau tahu, aku tidak berminat
memiliki urusan apa pun denganmu, Tuan Cho,” ujar gadis itu
tiba-tiba dengan suara rendah, membuat Kyuhyun mengerjap dan
mengembalikan kesadarannya. Tanpa sadar dia menarik napas
yang dari tadi ditahannya. Sedikit kesalahan, karena dari jarak ini
dia bisa mencium parfum yang dikenakan gadis itu dengan sangat
jelas, membuatnya lagi-lagi merasa pusing.
Seperti tersengat listrik, Kyuhyun membebaskan gadis itu
dari cengkeramannya dengan sangat cepat, membuat gadis
itu sedikit terhuyung ke belakang. Kyuhyun sama sekali tidak
berniat memeganginya. Dia tidak akan mengambil risiko dengan

61
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 61 24/04/2013 15:12:20


http://pustaka-indo.blogspot.com
menyentuh gadis itu lagi, karena jika itu terjadi, dia tahu yang akan
dilakukannya adalah menarik gadis itu ke ruang kosong terdekat
dan menciumnya.
“Ehm, bisakah kalian berhenti bersikap bahwa hanya ada kalian
berdua di ruangan ini dan mulai menyadari kehadiranku?”
Kyuhyun menoleh dan mendapati seorang gadis berdiri di
dekat mereka. Dia memang tidak menyadari keberadaan gadis
itu tadi. Dia terlalu emosi saat asistennya memberitahu bahwa ada
seseorang yang memberi perintah untuk menguliti mayat ayahnya
dan dia langsung bergegas ke sini, membatalkan makan malamnya
dengan seorang klien penting yang berniat menjual sebuah pulau
kecil di Maladewa. Dia memang berniat membangun sebuah
cottage pribadi di sana, tapi dia menunda pertemuan hanya karena
gadis di depannya ini.
“Shin Eun-Ji. Senang berkenalan denganmu, Tuan Cho,” kata
gadis itu sambil menyodorkan tangannya. Kyuhyun menyambutnya
singkat tanpa mau bersusah-payah tersenyum ramah.
“Jadi?” tanya Kyuhyun sambil mengalihkan tatapannya lagi.
Tiba-tiba gadis dingin yang membuatnya naik darah itu menjadi
objek tatapan yang sangat menarik baginya.
Gadis itu berdeham singkat dan dengan berani menatap mata
Kyuhyun, menunjukkan terang-terangan bahwa dia tidak merasa
takut sedikit pun. Akting yang tidak terlalu bagus, karena dia bisa
melihat kaki gadis itu sedikit gemetar.

62
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 62 24/04/2013 15:12:20


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau pasti tahu bahwa ayahmu tidak memiliki riwayat sakit
jantung, jadi sudah pasti ini pembunuhan. Tidak ada reaksi racun
yang ditemukan dalam darahnya. Aku hanya perlu memastikan
bahwa ada bekas luka, semacam suntikan atau sejenisnya. Kau tahu
bahwa kulit orang tua sudah mulai berkerut dan ada bercak-bercak
penuaan, makanya luka semacam itu akan sangat sulit dicari. Akan
lebih mudah kalau kita menguliti kulitnya.”
“Akan lebih mudah?” desis Kyuhyun. Ekspresi wajah gadis itu
terlihat datar, seolah hal itu sudah menjadi makanannya sehari-
hari.
“Kyuhyun~a, kau datang?” Seseorang menepuk bahunya dari
belakang.
“Hyung,” sapa Kyuhyun tanpa melepaskan kontak mata sedikit
pun dengan gadis itu.
“Ah, kalian sudah bertemu? Tapi, sedang apa kalian di sini?”
tanya Leeteuk heran.
Seharusnya Hye-Na menemuinya sesampainya gadis itu di
Korea kemarin, tapi gadis itu tidak muncul-muncul. Leeteuk pergi
sendiri ke gedung SRO, yang terletak di sayap kiri bangunan KNI,
setelah bertanya pada Siwon yang kemarin menjemput mereka di
bandara.
“Kalau kau belum tahu hyung, gadis ini dengan seenaknya
memberi perintah pada Yesung hyung untuk menguliti kulit ayahku.”
Raut wajah Leeteuk langsung berubah menjadi panik saat
mendengar hal itu.

63
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 63 24/04/2013 15:12:21


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Hye-Na~ya? Kau menyuruh—”
“Siapa namanya?” tanya Kyuhyun cepat, merasa pendengarannya
bermasalah.
“Hye-Na. Han Hye-Na.”
Nama itu berarti sesuatu. Kyuhyun tahu dengan tepat apa yang
membuatnya merasa tertarik pada gadis ini.
“Memangnya apa urusanmu dengan namaku? Kau mau menaruh
namaku di daftar orang yang mencari gara-gara denganmu?” sela
gadis itu dengan nada sinis.
“Kau anak Seuk-Gil ajjushi?”13 tanya Kyuhyun tanpa mengacuhkan
ucapan Hye-Na. Dia harus memastikannya, karena nama itu benar-
benar berarti segalanya baginya sejak 14 tahun yang lalu.
“Kau mengenal ayahku ya? Ah, tentu saja… mengingat dia
meninggal dalam tugas saat melindungi ayahmu.”
Nada suara gadis itu sedikit bergetar saat mengucapkan
kalimat itu, membuat siapa pun bisa merasakan betapa besar
kehilangan yang ditanggungnya atas kematian ayahnya.
Kyuhyun menarik napasnya berat. Ternyata benar-benar dia.
Gadis ini. Benar-benar gadis itu.
“Kau membenci ayahku karena dia menjadi penyebab kematian
ayahmu?”
“Aku bukan orang yang sepicik itu. Ayahku—” Gadis itu berhenti
dengan suara tercekat dan menggelengkan kepalanya, memasang
13 Paman

64
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 64 24/04/2013 15:12:21


http://pustaka-indo.blogspot.com
wajah dingin tanpa ekspresi lagi. Kyuhyun merasa gadis itu dengan
sengaja memasang perisai yang tidak bisa ditembus siapa pun. Kali
ini dia tidak akan menghalangi rasa ingin tahunya seperti yang tadi
berniat dilakukannya sebelum dia mengetahui identitas gadis ini.
“Ayahku sering bercerita tentang ayahmu bahwa mereka menjadi
sahabat baik. Aku tidak akan membenci orang yang disayangi
ayahku. Kalau itu yang ingin kau ketahui, dia tidak bersalah sama
sekali dalam kematian ayahku.”
“Hye-Na dikirim ke sini untuk menjadi pelindungmu. Dia akan
menyelidiki kematian ayahmu sekaligus memastikan bahwa siapa
pun yang merencanakan pembunuhan itu tidak akan menyentuhmu,”
jelas Leeteuk sambil memandang Hye-Na dengan tatapan yang
membuat Kyuhyun merasa tidak nyaman.
“Ada hubungan apa di antara kalian?” tanya Kyuhyun tanpa bisa
mengendalikan rasa ingin tahunya. Dia tidak bisa mengontrol nada
cemburu yang kentara dalam suaranya.
“Dia adalah adik angkatku. Ayahku mengangkatnya sebagai anak.”
Kyuhyun mengembuskan napas lega lalu dengan cepat mengubah
ekspresi wajahnya menjadi tidak terbaca, menatap Hye-Na dengan
penuh ejekan.
“Gadis kecil, pendek, dingin, dan tidak berperasaan ini mau
menjadi pelindungku? Kalian tidak salah? Aku bisa melindungi diriku
sendiri. Tidak membutuhkan bantuannya sama sekali. Kalian pikir
aku banci sampai harus dilindungi oleh seorang wanita?”

65
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 65 24/04/2013 15:12:21


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Dia lulusan terbaik akademi dalam satu dekade terakhir.
Penembak terjitu yang kami miliki.”
“Aku juga bisa menembak siapa pun yang kuinginkan.”
“Tapi… kau adalah pengusaha yang sibuk, Kyuhyun~a. Kau
tidak akan punya waktu untuk menyelidiki siapa yang berusaha
membunuhmu. Itulah tugas Hye-Na.”
“Kalau kau tidak suka aku bisa kembali ke Amerika dan menjalani
kehidupan normalku lagi di sana,” potong Hye-Na. Kyuhyun bisa
melihat binar penuh semangat memancar dari tatapan gadis itu
dan dia tidak menyukainya.
“Hye-Na~ya,” sela Eun-Ji dengan nada memperingatkan. Bahu
gadis itu merosot dan wajahnya menjadi muram lagi.
“Ini kali pertama Hye-Na ke Korea sejak dilahirkan, jadi kuharap
kau maklum. Dia tidak menyukai Korea. Negara tempat ayahnya
tewas. Dia merasa tidak punya ikatan apa pun dengan negara ini,”
jelas Eun-Ji.
“Kali pertama kau ke Korea? Kau yakin?” tanya Kyuhyun tak
percaya. Apa gadis ini melupakan hal itu? Dia memang masih
sangat kecil saat mereka pertama kali bertemu, tapi bukan berarti
gadis itu bisa melupakannya begitu saja.
“Kalaupun aku pernah ke sini, aku lebih suka melupakannya.”
Kyuhyun menghela napasnya lagi. Dia selalu berharap bahwa
pertemuan pertama mereka setelah bertahun-tahun berlalu akan
berjalan dengan baik. Berpikir bahwa dia akan bisa memperlakukan
gadis itu dengan selayaknya dan membuang semua sikap dingin dan

66
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 66 24/04/2013 15:12:21


http://pustaka-indo.blogspot.com
ketus yang biasa dia tunjukkan di depan umum. Dia sengaja tidak
menggunakan kekuasaannya untuk menyelidiki gadis itu, memata-
matainya, mencari segala hal tentang hidupnya dan mengikuti
pertumbuhannya. Dia tidak melakukan itu semua, walaupun dia
bisa mendapatkannya dengan mudah. Dia menahan diri karena
ingin semuanya berjalan sederhana. Dia lebih suka menunggu
kedatangan ayah Hye-Na ke Korea dengan dada yang berdebar-
debar, menunggu cerita mengalir dari mulut pria separuh baya itu
tentang anak gadisnya yang mengangumkan.
Apa yang dilakukan gadis itu? Bagaimana dia tumbuh? Apa
dia memiliki hidup yang bahagia? Kyuhyun selalu berusaha untuk
tidak menunjukkan ketertarikannya dengan begitu jelas. Dia selalu
bersabar sampai ayah Hye-Na sendiri yang membuka mulut
dan itu tidak terlalu sering, karena pria itu jarang berkunjung ke
rumahnya. Tapi setiap itu terjadi, Kyuhyun merasakan kepuasan
tersendiri saat tahu bahwa hidup gadis itu baik-baik saja, sesuai
yang diharapkannya. Yang terjadi sekarang adalah mereka
bertemu dalam situasi yang salah, Kyuhyun setengah yakin bahwa
gadis itu tidak menyukainya. Pertemuan ini sama sekali tidak
sesuai dengan yang dibayangkannya. Walaupun begitu, tidak bisa
dipungkiri bahwa membuat gadis ini kesal adalah permainan yang
menyenangkan.
“Aku lebih suka untuk tidak melihat wajahmu lagi sebenarnya,”
ujar Kyuhyun, berbohong habis-habisan tentang perasaannya. “Tapi
Nona Han, jujur saja, kau akan menjadi mainan yang amat sangat
menarik di tengah-tengah kesibukanku yang nyaris membunuh.”

67
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 67 24/04/2013 15:12:21


http://pustaka-indo.blogspot.com
Sorot mata gadis itu berubah tajam saat Kyuhyun menyelesaikan
ucapannya. Kyuhyun yakin bahwa gadis itu sedang berusaha keras
mengepalkan tangannya alih-alih meringsek maju dan menendang
Kyuhyun.
“Berbaik-baiklah padaku. Karena jika kau belum tahu, kau
adalah pegawaiku. Dan, aku bisa memecatmu kapan pun aku mau.
Kau tidak ingin itu terjadi kan?”

Caelum Building, Seoul


02.00 P.M.
Eunhyuk mengetuk-ngetukkan pena yang sedang dipegangnya ke
atas meja dengan senyum senang tersungging di wajah. Dia tidak
menyangka bahwa akan melakukan tindakan ceroboh itu semalam.
Membelikan gadis yang baru dikenalnya beberapa menit sebuah
lukisan berharga jutaan dolar. Dia tidak merasa heran juga, gadis
itu langsung memukaunya pada pertemuan pertama, berbeda dari
gadis-gadis yang ditemuinya sebelumnya. Biasanya gadis-gadis itu
yang terang-terangan menggodanya dan seperti biasanya juga, dia
meladeni mereka sejauh yang diizinkan etikanya.
Siapa yang tidak kenal Lee Hyuk-Jae dengan image-nya sebagai
penakluk wanita? Publik senang menerka-nerka berapa gadis yang
sudah ditidurinya? Berapa anak yang dimilikinya di luar sana?
Dan, berapa banyak wanita yang bunuh diri setelah dicampakkan
olehnya? Semua itu hanya gosip, tentu saja! Tidak ada yang bisa
membuktikan kebenarannya. Tapi tidak ada seorang pun yang

68
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 68 24/04/2013 15:12:23


http://pustaka-indo.blogspot.com
meragukan hal itu, meski kenyataannya, Eunhyuk belum pernah
meniduri satu pun wanita yang sudah diajaknya kencan. Tidak. Dia
dilahirkan dalam keluarga baik-baik, ke gereja setiap Minggu, dan
sangat menyayangi ibu serta kakak perempuannya. Mana mungkin
dia bersikap sembarangan terhadap makhluk berjenis kelamin
perempuan? Berarti sama saja dia melakukan hal itu terhadap ibu
dan nuna-nya sendiri. Tapi, dia juga merasa senang dengan image
buruknya yang sudah terbentuk di benak publik dan merasa tidak
perlu repot-repot untuk mengklarifikasinya.
Eunhyuk sudah berhenti menghitung berapa kali ibunya
meminta agar dia membawa seorang gadis baik-baik ke rumah,
gadis yang disukainya, dan ingin dijadikannya istri. Tentu saja tidak
ada gadis seperti itu di dalam kehidupannya. Dia masih senang
menggoda wanita mana pun yang ditemuinya, memberikan kedipan
kecil, dan membuat semua wanita itu tunduk padanya. Bukan hal
yang sulit. Dia tampan dan kaya. Salah satu bagian dari keluarga
Cho yang terpandang. Gadis mana pun akan berusaha menarik
perhatiannya. Dia masih ingin menikmati kesenangan itu sampai
beberapa tahun ke depan, tidak peduli ibunya sudah merengek-
rengek agar Eunhyuk cepat-cepat memberinya cucu.
“Choi Ji-Yoo,” gumam pria itu. Dia tidak pernah mau bersusah
payah mengingat nama wanita yang ditemuinya. Setelah mereka
berbicara panjang lebar, dia akan melupakannya begitu saja dan
tidak akan mengingat-ingat pertemuan itu lagi, karena memang
tidak ada pertemuan yang berkesan dengan gadis-gadis itu.

69
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 69 24/04/2013 15:12:24


http://pustaka-indo.blogspot.com
Kecuali pertemuan tadi malam, batin Eunhyuk. Gadis itu cantik,
cerdas, sekaligus rapuh. Seperti boneka. Biasanya gadis-gadis
yang ditemuinya adalah gadis-gadis cantik, tapi berotak kosong
yang hanya bisa menghabiskan uang orang tua mereka. Tipe
gadis-gadis dari keluarga terpandang zaman sekarang. Gadis
satu itu berbeda. Sangat jelas bahwa gadis itu berpendidikan,
walaupun penampilannya sederhana, tapi tetap terlihat berkelas.
Banyak gadis yang lebih cantik, tentu saja, tapi senyum gadis itu
terlalu sulit untuk dilupakan. Ini akan menjadi hal yang sangat
menarik.
Gadis itu juga membuatnya kelimpungan seharian. Dia sudah
memastikan bahwa lukisan Picasso yang mereka lihat kemarin
malam sudah diantar ke apartemen gadis itu. Tidak sulit menemukan
alamatnya. Eunhyuk tinggal menyuruh sekretarisnya dan semuanya
langsung beres. Tapi anehnya, gadis itu tidak menghubunginya
sama sekali untuk mengucapkan terima kasih. Padahal dia yakin
kalau dia melakukan itu kepada gadis lain, gadis itu akan langsung
meneleponnya, mengajak bertemu, dan dengan histeris mengatakan
bahwa dia tidak percaya Eunhyuk mau mengeluarkan uang
sebanyak itu untuknya. Tapi, coba lihat apa yang dilakukan gadis ini?
Tidak ada tanda-tanda sama sekali bahwa dia akan menghubungi
Eunhyuk atau semacamnya. Dan… Eunhyuk sama sekali tidak suka
penolakan. Jika gadis itu tidak menemuinya, maka dia yang akan
menemui gadis itu. Secepatnya.
“Kau mau pergi?”

70
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 70 24/04/2013 15:12:25


http://pustaka-indo.blogspot.com
Tangan Eunhyuk baru akan meraih gagang pintu saat pintu itu
terbuka dan sepupunya masuk ke ruangannya dengan ekspresi
yang tidak biasa.
Oh, kalau kau bertanya siapa yang bisa mengalahkan seorang
Lee Hyuk-Jae dalam hal membuat wanita terpesona, maka
Cho Kyuhyun-lah orangnya. Eunhyuk tidak habis pikir, kenapa
ada seseorang yang mau mengabaikan pesona yang dimilikinya
untuk menarik perhatian makhluk berjenis kelamin wanita dan
memilih bergelut di balik berkas-berkas yang menumpuk setinggi
gunung, melakukan telepon interlokal ke seluruh dunia untuk
membeli lahan ini, kota itu, dan dia baru membeli seperlima Asia
Tenggara minggu lalu. Uang memang perlu, tapi apa gunanya
menumpuk uang di setiap bank di seluruh permukaan bumi
tanpa menghambur-hamburkannya sama sekali? Dia bahkan
tidak pernah melihat sepupunya ini bersenang-senang. Kerjanya
setiap jam hanya meeting, meeting, dan meeting. Tidak pernah
melirik wanita mana pun. Meskipun wanita itu menari telanjang
di hadapannya, Eunhyuk masih yakin sepupunya ini tidak akan
melirik sedikit pun.
Dia bukan gay, tentu saja. Kyuhyun pernah bercerita tentang
seorang gadis padanya, satu-satunya cerita tentang seorang gadis
yang pernah keluar dari mulut pria itu. Gadis masa kecilnya. Tapi…
Eunhyuk tidak mengerti sama sekali dengan jalan pikiran sepupunya
itu. Dia bertemu gadis itu sekitar 14 tahun yang lalu dan mereka
hanya bertemu sekali. Itu pun diyakini Eunhyuk hanya cerita biasa
yang tidak memiliki arti apa-apa. Itu sudah lama sekali, bisa saja
gadis itu sudah lupa. Mereka masih terlalu kecil waktu itu. Eunhyuk

71
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 71 24/04/2013 15:12:25


http://pustaka-indo.blogspot.com
tidak habis pikir apa yang membuat sepupunya jatuh cinta dan
tidak bisa melupakannya sampai sekarang???
Beberapa kali Eunhyuk memergoki Kyuhyun tersenyum senang
saat ayah gadis itu berkunjung ke rumahnya. Setiap kali hal itu
terjadi, Kyuhyun bersikap seperti manusia normal, seolah baru saja
mendapatkan seluruh dunia dalam genggamannya. Pria itu jarang
sekali tersenyum—dia lebih suka menunjukkan ekspresi dingin,
ketus, dan tidak bersahabat. Terlalu kaku menurut pendapat
Enhyuk. Semua itu selalu berubah dengan mudah saat cerita tentang
gadis itu mengalir dari mulut Han ajjushi. Hanya cerita-cerita tidak
penting. Tentang Hye-Na yang tamat sekolah dengan nilai tertinggi,
masuk akademi, dan mendapat pelatihan langsung dari Park
ajjushi, direktur utama KIA. Hal-hal semacam itu. Eunhyuk heran
sendiri kenapa Kyuhyun tidak menyewa seorang detektif saja untuk
menyelidiki gadis yang tidak pernah diketahui wajahnya itu.
“Tumben kau datang ke sini,” komentar Eunhyuk. Biasanya
memang dia yang mendatangi sepupunya itu ke kantornya yang
hanya berjarak beberapa gedung, mengingat kesibukan pria itu
yang melebihi kesibukan presiden sekalipun.
“Menurutmu apalagi yang harus kulakukan saat mendengar
bahwa kau baru saja menghamburkan uang 20 juta dolar untuk
membeli sebuah lukisan terkenal dan memberikannya pada seorang
gadis yang baru kau kenal?”
Tidak ada emosi sedikit pun dari nada bicara Kyuhyun, jadi
Eunhyuk hanya mengangkat bahu tak peduli. Setidaknya mood
Kyuhyun tidak terlalu buruk.

72
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 72 24/04/2013 15:12:25


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Bagimu uang sebanyak itu hanya recehan tidak berarti kan?”
“Itu bukan urusanku. Itu uangmu, jadi itu juga hakmu untuk
melakukan apa pun dengan uang itu. Aku hanya mau memperingatkan
saja. Jangan main-main dengan gadis itu, hyung! Dia tunangan
Changmin. Kau tahu bagaimana reputasi pria itu.”
“Kau bahkan sudah menyelidikinya,” sergah Eunhyuk tak percaya.
“Jadi, kau sudah tahu?”
Eunhyuk mengangguk. Oh, tentu saja dia tahu. Dia selalu
menyelidiki dulu dengan siapa dia berurusan. Dia sedikit terkejut
saat tahu Ji-Yoo adalah tunangan Changmin, walaupun pria itu
tidak pernah mengenalkan Ji-Yoo secara resmi di depan umum,
terkesan menyembunyikannya. Tidak ada apa pun yang bisa kau
sembunyikan dari kecanggihan komputer Cho Corporation, yang
menjadi detektif terbaik abad ini. Semua data, legal maupun ilegal,
rahasia ataupun tidak, bahkan semua kehidupan pribadi, bisa kau
dapatkan sepuasmu. Informasi apa pun tidak ada yang mustahil.
Komputer itu hanya bisa diakses oleh beberapa orang penting
saja, tapi Eunhyuk tahu bahwa Kyuhyun memiliki satu set peralatan
yang jauh lebih canggih dan tidak terbayangkan di ruang kerja
pribadinya di rumah. Mencakup semua rahasia di permukaan
bumi, kau bisa mengetahui dengan jelas apa yang dilakukan CIA,
FBI, maupun kegiatan di Gedung Putih tanpa mereka ketahui sama
sekali. Satu-satunya yang bisa melakukannya hanya Cho Kyuhyun.
Tentu saja. Eunhyuk belum pernah melihatnya secara langsung
karena satu-satunya orang yang bisa masuk ke ruangan itu hanya
Kyuhyun saja. Tapi dia pernah bertanya dan Kyuhyun menjawabnya

73
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 73 24/04/2013 15:12:26


http://pustaka-indo.blogspot.com
dengan sangat santai, membuat Eunhyuk semakin yakin bahwa pria
itu tidak memiliki emosi yang wajar padahal dia bisa melakukan
apa saja yang diinginkannya di atas dunia ini. Bisa mengakses data
intelijen Amerika dengan mudah adalah hal yang benar-benar luar
biasa dan tidak terbayangkan, tapi dia benar-benar terlihat biasa-
biasa saja saat menceritakannya.
“Lalu, kenapa kau masih juga mendekati gadis itu? Kau tahu
kemungkinan terburuk? Changmin menyuruh gadis itu untuk
menggodamu, menyelundupkan gadis itu ke kantor ini, dan
menyuruhnya mencuri data tentang produk yang akan kita luncurkan
sebentar lagi.”
“Aku memikirkannya. Aku ini tidak sebodoh yang kau kira,
Kyuhyun~a. Kalau gadis itu berencana bermain-main denganku, aku
akan meladeninya. Hal itu sangat mengasyikkan, kau tahu. Lagi
pula, dia gadis yang sangat menarik.”
“Kalau aku tidak salah mengambil kesimpulan, untuk pertama
kalinya kau menyukai wanita kan? Wanita yang kebetulan tidak
menggodamu duluan. Tapi siapa tahu.”
Eunhyuk mengangkat bahunya lagi.
“Mungkin. Jadi, gadis itu harus berhati-hati. Kalau aku merasa
tertarik, tidak peduli dia sudah menikah sekalipun, aku pasti akan
tetap mendapatkannya.”
“Ahahaha. Manis sekali,” ujar Kyuhyun dengan nada mengejek
yang sangat kentara terdengar dari suaranya.

74
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 74 24/04/2013 15:12:26


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Lalu? Apa kau hanya ingin membicarakan itu saja denganku?
Aku dengar kau membatalkan pertemuan dengan orang yang akan
menjual sebuah pulau di Maladewa padamu hanya karena seorang
gadis? Kim ajjushi memberitahuku.” Eunhyuk menyebutkan nama
sekretaris kepercayaan Kyuhyun yang selalu mengikutinya ke
mana-mana itu. Nyaris seperti bayangan Kyuhyun.
“Yeah, gadis yang memberi perintah untuk menguliti kulit
ayahku demi menemukan sebuah luka semacam suntikan untuk
membuktikan bahwa ayahku mati dibunuh.”
Mulut Eunhyuk langsung menganga lebar saat mendengar
penjelasan Kyuhyun. Seorang gadis? Menguliti mayat?
“Gadis itu pasti gila!”
“Dan dia bernama Han Hye-Na,” sambung Kyuhyun.
Kali ini Eunhyuk benar-benar tidak bisa mengatupkan mulutnya lagi.

STA Building, Five States


10.00 P.M.
“Kau belum mau pulang?” tanya Eun-Ji saat melihat lampu di ruang
kerja pribadi yang disediakan untuk Hye-Na masih menyala terang.
Gadis itu mendongak dari komputernya dan menggeleng.
“Aku sedang mempelajari kasus pembunuhan misterius itu. Ada
sesuatu yang menghubungkan semuanya, tapi aku masih belum
tahu apa itu.”

75
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 75 24/04/2013 15:12:27


http://pustaka-indo.blogspot.com
Yang mereka bicarakan adalah kasus pembunuhan yang
pertama kali terjadi di Pulau Jeju 2 tahun yang lalu. Dengan korban
lima orang wanita Korea yang mati disalib dalam keadaan telanjang.
Kasus itu tidak terpecahkan karena tidak ada jejak sedikit pun
yang ditinggalkan pembunuh berantai tersebut. Benar-benar bersih
dan tidak terlacak. KIA dan STA tidak tinggal diam, tentu saja.
Pembunuh sadis ini dicurigai adalah warga Korea, mengingat lokasi
pembunuhan pertama yang dipilihnya, dan pekerjaan mereka
adalah memastikan agar orang ini tidak menghasilkan korban
lagi. Mereka terus menyelidiki dan mendapati fakta baru bahwa
pembunuh itu berkeliling dunia untuk menemukan korbannya. Lima
korban selanjutnya ditemukan di beberapa daerah Ethiopia dengan
tekhnik pembunuhan yang persis sama. Lagi-lagi korbannya wanita
Korea. Dan… lagi-lagi tidak terlacak.
Pembantaian berlanjut di San Fransisco dan Uruguay. Seminggu
yang lalu baru saja ditemukan mayat wanita tersalib lagi di Seoul.
Mayat ketiga yang ditemukan dalam kurun waktu tiga minggu
terakhir. Karena dia sedang berada di Seoul, Hye-Na berencana
untuk mengambil alih kasus ini.
“Belum menemukan sesuatu ya? Pembunuh itu sadis sekali kan?
Aku tidak habis pikir apa yang dirasakannya saat menyalib wanita-
wanita itu. Berapa banyak jeritan dan darah yang mengalir saat dia
melakukannya? Anehnya, kenapa tidak ada saksi dan jejak sedikit
pun?”
“Hmm. Aku nyaris mendapatkan sesuatu, tapi lagi-lagi buntu.
Aku tahu ada pola tertentu, tapi belum menemukannya.”

76
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 76 24/04/2013 15:12:27


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau sudah terlalu lelah malam ini, Hye-Na~ya. Pulang dan
istirahatlah.”
“Kau pulang duluan saja. Aku masih menunggu laporan dari
Yesung Oppa.”
“Mobil barumu, baru saja diantarkan tadi. Porsche. Cantik sekali.
Aku selalu suka bunyi mesinnya. Dan, kecepatannya tentu saja.”
Hye-Na tersenyum dan mengangguk setuju.
“Ya sudah, aku pulang duluan. Jangan sampai lewat tengah
malam. Ara?”
“Kau naik apa?”
“Aku bisa mendapatkan tumpangan dari siapa pun yang aku
mau. Tenang saja.”

Eun-Ji baru saja melangkahkan kakinya keluar dari lobi gedung


STA, saat seseorang mencengkeram sikunya dan menariknya ke
lapangan parkir yang gelap.
Eun-Ji sama sekali tidak berusaha berontak sekadar untuk
mencari pertolongan ataupun bertanya siapa orang yang berani-
beraninya menariknya sembarangan. Tidak perlu sebenarnya,
karena dia tahu sentuhan ini milik siapa. Sentuhan yang selalu
berhasil membuat detak jantungnya berantakan sejak satu tahun
yang lalu sampai sekarang.
“Ada yang mau kau bicarakan? Kau bisa memintaku baik-baik.
Sebenarnya,” ujar Eun-Ji dengan nada tenang.

77
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 77 24/04/2013 15:12:29


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Tidak usah membohongiku. Kau pasti sudah menyiapkan jutaan
alasan untuk menolak ajakanku berbicara denganmu.”
Dalam hatinya Eun-Ji membenarkan ucapan pria itu. Tentu
saja dia akan menolak dengan segala dalih yang dimiliki. Dia tidak
mau dekat-dekat dengan pria itu. Seorang penipu ulung yang telah
membohonginya mentah-mentah.
“Masuk,” kata Siwon dengan nada memerintah saat mereka
sudah sampai di mobil pria itu. Subaru. Salah satu mobil sport
favorit para pembalap.
Eun-Ji mematuhinya, tahu bahwa sia-sia saja menolak karena
pria itu akan menimbulkan keributan demi membuat Eun-Ji mau
meluangkan beberapa menit untuk masuk ke mobil dan bicara
dengannya. Dia tidak suka keributan, jadi lebih baik menurut saja.
“Kau mau bicara apa?” tanya Eun-Ji saat pria itu memasuki
mobil dan memasang sabuk pengamannya.
“Setidaknya biarkan aku mengantarmu pulang.”
“Ah, aku sangat menghargai tumpangan gratis….”
Siwon mengabaikan nada sarkastis dari ucapan gadis itu dan
memacu mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Gadis di
sampingnya diam saja, padahal dia tahu biasanya Eun-Ji akan
menasihatinya tentang peraturan karena mereka adalah pegawai
pemerintah.
Itu satu tahun yang lalu, Siwon~a. Sekarang semuanya sudah
berubah. Entah karena apa, batinnya miris.

78
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 78 24/04/2013 15:12:29


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Bisa kau beritahu aku kenapa kau membatalkan pertunangan
kita begitu saja tanpa alasan yang jelas? Aku masih berharap
kau berubah pikiran sehingga aku tetap menyelenggarakan pesta
pertunangan sesuai rencana semula. Tapi itu semua, ternyata sia-sia
dan benar-benar berakhir dengan rasa malu yang harus ditanggung
keluargaku.”
“Apa kau pernah mendengar aku akan berubah pikiran setelah
memutuskan sesuatu?”
“Setidaknya kau bisa memberiku alasan yang masuk akal agar
aku bisa menerimanya dengan baik.”
“Apa alasanku sama sekali tidak masuk akal?”
Tubuh Eun-Ji tersentak ke depan saat Siwon dengan tiba-tiba
mengerem mobilnya dan menepikannya ke pinggir jalan. Siwon
memiringkan tubuhnya menghadap Eun-Ji dan menatap gadis itu
tajam. Jelas sekali bahwa pria itu berusaha keras menahan emosinya,
tapi tidak sepenuhnya berhasil, karena saat dia berbicara, suaranya
terdengar bergetar dan sebelah tangannya mencengkeram kemudi
mobil kuat-kuat.
“Alasan yang kau berikan padaku adalah bahwa aku tidak
pernah mencintaimu dan hanya menganggapmu sebagai bayangan
cinta pertamaku. APA KAU PIKIR ITU SEBUAH ALASAN, HAH?”
“Kalau kau mau tahu, itu benar-benar alasan yang sangat
bagus untuk mencegahku terjerat dalam pernikahan dengan
penipu sepertimu! Dan sepertinya, aku kehilangan minat untuk
mendapatkan tumpangan gratis darimu. Aku turun di sini.”

79
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 79 24/04/2013 15:12:30


http://pustaka-indo.blogspot.com
Eun-Ji membuka pintu mobil dan kabur secepat yang dia
bisa, sebelum pria itu tersadar dan menariknya lagi. Tidak, mulai
sekarang dia benar-benar harus menjauhi pria itu. Dia wanita yang
kuat, tapi untuk urusan satu ini, urusan apa pun yang berhubungan
dengan pria bernama Choi Siwon ini, dia akan menjadi lemah. Gadis
paling lemah di dunia.

Hye-Na mendongak saat pintu ruang kerjanya terbuka lagi. Otaknya


masih dipenuhi foto-foto 23 mayat wanita tersalib yang benar-benar
tampak mengerikan dengan darah berceceran di mana-mana.
Dia tidak pernah menyukai pekerjaan yang sudah menyangkut
pembunuhan, tapi sayangnya itulah tugasnya. Beberapa kali dia
terpaksa mendatangi sendiri TKP pembunuhan untuk mengumpulkan
bukti meskipun dia selalu menunjukkan wajah tanpa ekspresi di
depan orang lain, tapi dia selalu mual-mual dan muntah sesampainya
di rumah. Kau tidak akan bisa menghapuskan gambaran mayat-
mayat yang disiksa sampai berlumuran darah itu dari kepalamu.
Gambaran itu akan menetap di sana selamanya dan menjadi terlalu
jelas saat kau tidak ingin mengingatnya sama sekali.
Dia tidak suka apa pun yang berhubungan dengan darah dan
mayat. Bau anyir dan menjijikkan itu seolah tidak mau hilang dari
rongga hidungnya. Pertanyaan yang tidak berani ditanyakannya pada
siapa pun. Apakah ayahnya meninggal dengan cara seperti itu?
“Yesung ssi, kau sudah mendapatkan hasilnya?” Hye-Na berusaha
mengenyahkan bayangan-bayangan mengerikan itu dari benaknya
dan mulai fokus pada pria di depannya itu.

80
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 80 24/04/2013 15:12:31


http://pustaka-indo.blogspot.com
Yesung meletakkan sebuah berkas ke atas meja dan tersenyum.
“Mereka benar kan? Kau memikirkan apa yang tidak terpikirkan
orang lain.”
Hye-Na membalas senyum pria itu, meski merasa otot-otot
wajahnya sudah terlalu malas untuk bergerak.
“Pemeriksaan menunjukkan adanya elektrofluoresis. Bukan
protein yang ada secara alami. Bisa dikatakan sejenis peptida,
semacam bahan sintetis, sesuatu yang diciptakan di laboratorium.
Campuran yang secara selektif mengikat neuroreseptor. Itu
menjelaskan kenapa kita tidak menemukan bekas apa pun dalam
aliran darah. Bahan ini hanya bisa dideteksi, dalam kualitas tertentu,
di sumsum tulang belakang dan cairan mata.”
“Pada dasarnya bahan ini langsung menuju otak. Bahan ini eksotis.
Kurasa yang paling dekat adalah racun peptida, seperti bisa ular.
Tapi, molekulnya jelas sintesis. Sebuah molekul yang benar-benar
baru, salah satu toksin baru yang sekarang bisa dibuat sintesisnya
oleh para ilmuwan. Racun ini memicu serangan jantung. Langsung
menuju otak, menembus batas otak-darah, tapi tidak meninggalkan
jejak apa pun dalam serum darah. Kalau bisa kuberitahu, orang ini
benar-benar cerdas sekaligus sangat bodoh.”
“Wae?”14
“Seperti yang kuberitahu tadi, racun ini baru. Bahkan, SRO
belum melepasnya ke pasaran.”
“SRO?” ulang Hye-Na, kali ini dia benar-benar tersenyum. “Jadi
14 Kenapa

81
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 81 24/04/2013 15:12:31


http://pustaka-indo.blogspot.com
tersangka kita masih berada dalam lingkup Cho Corp? Menurutmu,
siapa saja yang punya akses masuk ke dalam gedung SRO dan
mencuri salah satu racun yang baru kalian temukan?”
“Semua penemuan baru biasanya disimpan di lab utama. Yang
mendapat akses masuk hanya para ilmuwan yang penemuannya
berada di dalam. Jika penemuan mereka sudah dipasarkan, kartu
masuk mereka juga diambil sampai mereka menemukan penemuan
baru lagi. Jika dipersempit, tidak semua ilmuwan mengetahui
penemuan ini karena biasanya para ilmuwan langsung melaporkan
penemuan mereka ke Cho Tae-Hwa sajangnim, yang akan melapor
pada Cho Kyuhyun.”
“Cho Tae-Hwa?”
“Paman Kyuhyun, adik kandung Cho Young-Hwan sajangnim.”
“Siapa yang menciptakan racun ini?”
“Zhoumi. Tapi, sepertinya kau tidak bisa menemuinya. Dia
mendapatkan lab pribadi di rumahnya di pinggir kota. Perlindungan
penuh dari STA atas perintah langsung dari Kyuhyun.”
“Kenapa begitu?”
“Secret Research. Tidak ada yang tahu. Kalau kau mau tahu,
bisa bertanya pada Kyuhyun.”
Pria itu lagi, batin Hye-Na.
“Kenapa tidak ada yang memanggilnya sajangnim? Dia atasan
kalian kan?”

82
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 82 24/04/2013 15:12:33


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Atasanmu juga,” ujar Yesung mengingatkan. “Dia sendiri yang
menolak dipanggil sajangnim jika kami berumur lebih tua darinya.
Dia suka muncul di sini, memeriksa pekerjaan kami. Mendekatkan
diri pada karyawan. Walaupun kau tahu sendiri, wajahnya tidak
terlalu ramah.”
Hye-Na mengangguk membenarkan.
“Sejauh ini siapa saja yang tahu tentang penemuan ini?”
“Saat rapat, yang hadir hanya aku, Kim Kibum—salah satu
ilmuwan lain, Zhoumi, Kyuhyun, Cho Tae-Hwa sajangnim, dan Kim
Ji-Hwan.”
“Siapa Kim Ji-Hwan?”
“Asisten pribadi Kyuhyun. Umurnya mungkin 50-an. Dia selalu
mengikuti Kyuhyun ke mana-mana. Tangan kanan yang sangat
dipercaya.”
“Sangat dipercaya? Mencurigakan,” gumam Hye-Na.
“Dia sudah mengabdi sejak dulu di keluarga mereka. Bahkan,
sejak Kyuhyun lahir. Jadi, dia bukan orang yang pantas kau curigai?”
“Aku bukan orang yang akan memercayai siapa pun, Yesung
ssi. Aku tidak akan memercayai siapa pun sampai pembunuh
ini tertangkap. Tidak peduli bahwa Kyuhyun sekalipun yang akan
menghalangiku.”

83
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 83 24/04/2013 15:12:34


http://pustaka-indo.blogspot.com
SRO Building, Five States, Seoul
10.15 P.M.
“Kau belum pulang, nuna~ya?” tanya Kibum saat melihat pintu
ruangan lab-nya membuka dan Eun-Kyo masuk ke dalam.
“Aku baru selesai bekerja dan malas pulang. Kau sudah mau
pulang ya?” komentar Eun-Kyo karena Kibum sedang memasukkan
barang-barangnya ke dalam tas ransel yang biasa dibawanya ke
mana-mana.
“Ne. Aku takut terjadi sesuatu dengan Nou-Mi. Kemarin malam
dia pulang dengan wajah memakai masker dan langsung kabur
masuk kamar. Aku belum sempat berbicara dengannya.”
Eun-Kyo duduk di salah satu kursi tinggi dan menatap tabung-
tabung berisi serum yang tersusun rapi di depannya.
“Gadis itu… apa dia tidak tahu bagaimana perasaanmu? Setiap
hari pulang dengan wajah lebam.” Eun-Kyo memutar kursinya dan
menghadap ke arah Kibum dengan wajah ingin tahu. “Kau tidak
lelah? Kapan kau akan menyatakan perasaanmu padanya? Sudah
saatnya kau membebaskan gadis itu, Kibum~a.”
“Kau tidak pernah mendengar kalimat ini, nuna?” ujar Kibum
dengan mata tetap terfokus ke tasnya. “Selama bersama orang
yang kau cintai, kau tidak akan pernah merasa lelah.”
Eun-Kyo menatap pria yang sudah dianggapnya sebagai adiknya
sendiri itu dengan pikiran bercabang. Dia selalu iri setiap kali Kibum
bercerita padanya tentang gadis yang tinggal bersamanya. Gadis
itu tetangga Kibum saat kuliah di Amerika dan mereka berdua

84
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 84 24/04/2013 15:12:34


http://pustaka-indo.blogspot.com
pindah ke Korea untuk mencari pekerjaan. Agar menghemat
pengeluaran, mereka menyewa satu apartemen dengan dua kamar
dan hidup bersama sejak saat itu. Kibum lulus ujian masuk SRO,
sedangkan gadis itu memilih mendalami hobinya menjadi seorang
fotografer. Tentu saja seperti kisah-kisah lainnya, karena terlalu
sering bersama, Kibum merasa terbiasa dengan kehadiran gadis
itu dan jatuh cinta padanya. Di saat yang bersamaan dia sendiri
tahu bahwa gadis itu akan menyakitinya setiap saat tanpa ampun.
Tanpa dia sendiri sadari.
Han Nou-Mi. Gadis itu. Mencintai seorang pria setengah mati.
Pria yang tidak pernah dilihat Kibum, tapi membuatnya berharap
bahwa dia bisa mencekik pria itu sampai mati dengan tangannya
sendiri. Pria yang setiap harinya memulangkan Nou-Mi ke rumah
dalam keadaan tidak sempurna. Lebam, berdarah, terluka, dan
gadis bodoh itu tetap tergila-gila padanya.
“Kau harus merawat gadismu itu baik-baik. Ara?”
“Memangnya apa yang kau pikir sedang kulakukan selama ini,
nuna?” tanya Kibum sambil tersenyum sinis. Ada kesedihan teraut di
wajahnya yang masih terlihat muda dan Eun-Kyo tidak menyukai itu.
“Tidak ada kisah cinta yang indah kan di dunia ini? Tidak
ada kisah yang berakhir dengan bahagia. Kau tahu?” Eun-Kyo
menyentuhkan jari telunjuknya ke salah satu serum dengan cairan
berwarna bening di dalamnya. “Ini penemuan barumu?” tanyanya
mengalihkan pembicaraan.
“Berhati-hatilah dengan benda apa pun di ruangan ini. Yang kau
sentuh itu adalah serum penghilang ingatan. Pesanan khusus KIA.

85
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 85 24/04/2013 15:12:35


http://pustaka-indo.blogspot.com
Ada beberapa korban percobaan pembunuhan dan penyiksaan yang
menurut KIA lebih baik melupakan semua kejadian yang terjadi
pada mereka. Hanya kejadian menyakitkan saja. Kejadian yang
ingin dilupakan tanpa menghapus kenangan-kenangan sebelumnya.”
“Kedengarannya kau sangat bangga dengan serum ini.”
“Tentu saja. Pasien hanya perlu mengingat kejadian yang
paling ingin dilupakannya dan saat serum ini disuntikkan, dia akan
melupakannya tanpa bekas. Tapi sebenarnya, aku merasa hidup
tanpa kesakitan itu tidak bisa disebut hidup. Saat kau teringat akan
kesakitan yang pernah kau dapatkan. Kau akan lebih mensyukuri
setiap kebahagiaan yang datang padamu. Setidaknya kebahagiaan
untuk tetap menghirup napas di bumi.”
Eun-Kyo tidak bisa melepaskan pandangannya dari serum itu.
Melupakan kesakitan? Satu-satunya kesakitan yang pernah dialaminya
hanya disebabkan oleh satu hal. Pria itu.
“Tapi… ada orang-orang yang berpikir bahwa memang ada
suatu kenangan yang sebaiknya dilupakan kan? Walaupun manusia
tidak akan pernah benar-benar melupakan sesuatu, pasti akan
selalu ada sisa. Selalu ada yang tersisa di sudut paling jauh dalam
otakmu.”

Shim Enterprise, Seoul


09.00 P.M.
Ji-Yoo bergerak gelisah di tempat duduknya dengan mata yang
terpaku pada satu titik. Tunangannya.

86
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 86 24/04/2013 15:12:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau melaksanakan tugasmu dengan sangat baik kan, Ji-
Yoo~ya? Ah, tentu saja. Dia sampai mengirimkan lukisan seharga
20 juta dolar ke apartemenmu.”
“Lukisan?” tanya Ji-Yoo sedikit kaget. Seharian ini dia memang
memilih mendekam di butiknya dan menutup diri dari dunia luar.
Namun, Changmin selalu tahu bagaimana cara menghubunginya.
Satu-satunya mana dia bisa melarikan diri dari pria ini hanyalah jika
menyibukkan diri untuk memikirkan desain baru baju rancangannya.
Butiknya cukup terkenal dan dia mendapat banyak pemasukan dari
sana. Hanya dibutuhkan keberanian yang sangat besar untuk bisa
kabur dari cengkeraman pria di depannya ini dan memulai hidup
baru sendiri. Dia yakin bisa hidup dengan baik karena memiliki
penghasilan yang sudah mapan. Keberanian itu tidak pernah
datang. Tidak. Bahkan, wanita sepemberani apa pun akan berpikir
ratusan kali untuk kabur dari pria ini mengingat resikonya yang
sangat besar.
“Kau belum tahu ya? Pagi ini dia mengirimkan lukisan ke
rumahmu. Picasso.”
Dia mengingat lagi pertemuan mereka semalam. Topik
pembicaraan mereka menyinggung masalah-masalah umum.
Pekerjaan dan semacamnya. Pria itu tidak menyiratkan godaan yang
biasanya akan dilakukan pada gadis terdekat yang bisa dijangkaunya
seperti yang Ji-Yoo dengar selama ini. Tapi… memberinya hadiah
lukisan seharga 20 juta dolar? Apa pria itu sudah tidak waras?
“Kau harus berterima kasih padanya kan? Ah, aku juga sudah
menemukan rencana baru untuk mendekatkan kalian berdua. Akhir

87
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 87 24/04/2013 15:12:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
minggu ini, tiga hari lagi, kita akan mengadakan pesta pertunangan.
Akan ada kejutan untukmu dan dia di sana. Aku tidak akan
memberitahumu apa, karena ekspresimu sangat dibutuhkan untuk
meyakinkannya. Jadi, lebih baik kau benar-benar terkejut saat itu
terjadi.”
“Pesta pertunangan?” seru Ji-Yoo setengah menjerit. Dia benar-
benar tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya kali ini.
Apa yang sedang dipikirkan Changmin? Menyodorkannya pada
rival bisnis dan sekarang mau mengadakan pesta pertunangan?
Pria ini jelas-jelas tidak mau ada yang tahu bahwa Ji-Yoo adalah
tunangannya, tapi kenapa sekarang dia malah mau mengadakan
pesta pertunangan di mana semua orang akan melihat Ji-Yoo dan
tahu bahwa gadis itulah yang akan menjadi pendamping Changmin
nanti?
Changmin menyodorkan sehelai undangan berwarna cokelat
muda yang terlihat sangat elegan ke arahnya. Ada tulisan nama
mereka berdua yang tertera di atasnya.
“Berikan satu padanya. Pastikan dia datang. Beritahu dia bahwa
aku sendiri yang mengundangnya sebagai rasa terima kasihku
karena dia mau mengeluarkan uang sebanyak itu untuk memberi
hadiah pada calon istriku.”
Ji-Yoo melihat sendiri tangannya yang gemetaran saat mengambil
undangan itu dari tangan Changmin. Dia benar-benar tidak bisa
kabur. Tidak ada jalan keluar sama sekali. Seharusnya dia tahu sejak
awal. Sekali dia terjatuh ke pelukan pria ini, dia akan terperangkap
di dalamnya selamanya.

88
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 88 24/04/2013 15:12:37


http://pustaka-indo.blogspot.com

At Café
11.04 P.M.
Sa-Rang menyeruput teh hangat yang digenggamnya, merasakan
hangat uap teh itu merasuk ke telapak tangannya yang sebelumnya
terasa dingin. Entah dingin karena apa, dia sendiri tidak tahu.
Padahal sekarang sedang musim gugur dan cuaca tidak terlalu
ekstrim.
Dia sedang duduk di kafe yang terletak di bagian barat gedung
KNI dan berada di tengah-tengah area ini. Cho Corp membangun
5 gedung raksasa plus satu bangunan yang cukup besar sebagai
kafe—tempat semua karyawan bisa menyantap makanan terbaik
di negara ini secara cuma-cuma. Mereka menyebut kawasan ini
Five States. Gedung KNI terletak di tengah sebagai pusat. Gedung
dengan 15 lantai itu diapit gedung KIA dan STA di kanan kirinya.
Gedung SRO dan ACC terletak di sisi lain. Butuh waktu lebih dari
tiga hari untuk benar-benar menjelajahi semua tempat di sini,
belum termasuk jika kau terpana dengan pemandangan di sekeliling
tempat ini, terlihat seperti pemandangan memukau Irlandia, ada
taman bunga, pemandangan perbukitan, dan suara debur ombak di
kejauhan. Cho Kyuhyun itu benar-benar memikirkan semuanya.
Lonceng pintu masuk kafe berdentang, menandakan ada
orang masuk. Cukup aneh menurut Sa-Rang, karena jam sudah
menunjukkan pukul 11 malam lewat. Kafe ini memang terbuka 24
jam karena pelayannya terdiri dari beberapa android yang tidak
kenal lelah. Hal ini dilakukan mengingat ada banyak pegawai yang

89
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 89 24/04/2013 15:12:38


http://pustaka-indo.blogspot.com
lembur sampai malam. Terutama para ilmuwan SRO yang menurut
Sa-Rang, kemungkinan besar tidak pernah keluar dari lab mereka
sampai mereka mendapatkan penemuan baru yang memuaskan.
Tapi jarang sekali ada yang mau bersusah payah pergi ke kafe
hanya untuk makan, karena di masing-masing ruangan ada Chef-
Machine yang menghasilkan makanan terbaik. Kecuali, jika kau
bosan dengan keadaan ruang kerjamu, maka kau tidak akan mau
berjalan kaki ke kafe yang lumayan jauh ini.
Sa-Rang memandang gadis yang baru masuk itu dengan cermat.
Tempat duduknya tepat menghadap ke arah pintu masuk sekaligus
terletak di samping kaca besar yang memperlihatkan danau buatan
di samping kafe. Karena ini sudah masuk pertengahan musim gugur,
tempat tersebut terlihat indah dengan kelopak-kelopak bunga juga
daun-daun yang berguguran di sekitarnya. Tempat duduk paling
strategis di kafe ini. Tapi dalam kegelapan seperti ini, semuanya
tidak lebih dari wujud tak berbentuk berwarna hitam.
Sa-Rang mengerutkan keningnya saat dia merasa mengenal
gadis itu. Wajahnya terlalu familiar.
Ah tentu saja, batin Sa-Rang. Gadis itu adalah gadis yang
berhasil membuat Henry berlutut di depannya dan melamarnya
dengan sebuah cincin berlian. Miris sekali kan hidupmu, Goo Sa-
Rang. Gadis itu muncul di mana-mana.
Tubuh Sa-Rang menegang saat gadis itu mendekat ke arahnya.
Mungkin saja dia salah, pasti gadis itu hanya ingin mencari tempat
duduk di belakangnya. Sepertinya begitu. Lagi pula apa urusannya
gadis ini berada di sini? Apa dia salah satu karyawan KNI?

90
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 90 24/04/2013 15:12:38


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Goo Sa-Rang?” tanya gadis itu saat mereka sudah berhadap-
hadapan. Darah Sa-Rang mengalir deras. Dia tidak bisa memutuskan
ekspresi seperti apa yang seharusnya terlihat di wajahnya pada saat
seperti ini. Otaknya tidak bisa memikirkan apa-apa.
“Ne,” jawab Sa-Rang sambil menilai penampilan seorang gadis
di depannya.
Wajahnya terlihat seperti percampuran antara wajah Asia dan
Eropa. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tapi proporsional. Rambutnya
tampak mengembang indah, jenis rambut yang kau lihat di iklan-
iklan sampo. Sehelai gaun musim panas berwarna biru laut
membalut tubuhnya dengan pas, menampakkan kaki jenjangnya
yang memakai stiletto.
Kau kalah di segala sisi. Benar-benar di segala sisi. Seperti si
cantik dan si buruk rupa. Pantas saja Henry tidak memilihmu.
“Aaaaa, eonni! 15 Aku Whitney Lau, adik perempuan Henry oppa.
Senang bisa bertemu denganmu!”
Mulut Sa-Rang menganga lebar mendengar ucapan riang dari
gadis itu. Adik perempuan Henry? Adik perempuan?
Dia memang pernah mendengar cerita Henry tentang adik
perempuannya yang tinggal di Kanada dan berencana untuk
bekerja di Korea. Dia dan Henry terlanjur berpisah sebelum Sa-
Rang sempat bertemu dengan adik Henry itu. Tapi, dari apa yang
dikatakan gadis ini… diakah yang dilamar Henry waktu itu?

15 Kakak. Panggilan dari perempuan yang lebih muda terhadap perempuan yang lebih tua.

91
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 91 24/04/2013 15:12:39


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Ah ye,” jawab Sa-Rang salah tingkah. Dia mempersilakan gadis
itu duduk dengan jantung yang berdetak keras. Kemungkinan bahwa
dia telah mengalami kesalahpahaman menghantamnya dengan
begitu keras. Tidak. Apa yang sudah dilakukannya benar-benar
kesalahan besar.
“Aku baru saja lulus di ACC. Kita akan bekerja sama sebentar
lagi, eonnie.”
“Selamat kalau begitu.”
“Eonni gugup sekali. Wae? Apa eonni merasa terganggu dengan
kehadiranku?”
“Bukan. Hanya saja—ng… Whitney, apa kau tahu bahwa aku
dan Henry sudah berpisah?”
“Apa? Berpisah? Henry oppa tidak memberitahu apa-apa.
Bahkan, dia bilang akan segera melamar eonni dan kalian akan
menikah secepatnya. Dia baru mengatakan itu padaku minggu lalu.”
Kerongkongan Sa-Rang terasa kering dan perutnya mendadak
dipenuhi timah panas. Pria itu masih yakin bahwa Sa-Rang akan
kembali padanya. Apa dia tidak marah dengan semua ini?
“Eonni~ya? Benarkah kalian berpisah? Tapi… kenapa? Bukankah
Henry oppa sangat mencintaimu? Dia bercerita tentangmu setiap
saat. Apa eonni sudah tidak mencintainya? Maksudku… apa eonni
menemukan pria yang lebih baik? Tapi oppa-ku itu sangat baik, kau
pasti akan bahagia bersamanya.”
“Whitney~ya, aku boleh bertanya sesuatu?” sela Sa-Rang. Dia
harus memastikan semuanya. Harus.

92
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 92 24/04/2013 15:12:40


http://pustaka-indo.blogspot.com
Whitney mengangguk dan menatap Sa-Rang dengan penuh
rasa ingin tahu.
“Saat itu aku datang ke apartemen Henry dan melihat dia sedang
memainkan biola dan… berlutut di depanmu sambil menyodorkan
cincin—”
“Tunggu! Maksudmu… kau mengira bahwa Henry oppa sedang
melamarku? Astaga, karena itukah kau memutuskan hubungan
kalian? OMO. Eonni~ya, hari itu ulang tahunku dan aku meminta
Henry oppa membelikan sebuah cincin berlian dari Tiffany untukku.
Henry oppa bilang aku boleh meminta apa saja dan kebetulan aku
sangat menginginkannya. Eonni~ya, kau salah paham? Aigoo, kau
harus meminta maaf padanya. Akhir-akhir ini, dia terlihat kurang
semangat. Pantas saja wajahnya sedih sekali. Astaga, aku tidak
menyangka kalian akan bertengkar gara-gara aku. Aku akan
meneleponnya dan kalian bisa bicara.”
Sa-Rang menyentuh tangan Whitney, meminta gadis itu diam. Dia
memegangi kepalanya yang mendadak terasa pusing dan berdenyut
nyeri. Dia tidak bisa bertemu dengan Henry sekarang. Tidak
semudah itu untuk meminta maaf atas kesalahan besar yang telah
dilakukannya dan juga yang akan dilakukannya. Android itu. Sebentar
lagi android itu akan dipasarkan dan dia bisa menghancurkan masa
depan Henry. Dia akan memusnahkan semangat hidup pria itu. Dia
harus melakukan sesuatu. Secepatnya.

93
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 93 24/04/2013 15:12:41


http://pustaka-indo.blogspot.com
Ji-Yoo’s Apartment, Seoul
11.00 P.M.
Ji-Yoo melangkah gontai memasuki lift yang akan membawanya
ke lantai apartemennya berada. Dia mengabaikan sapaan ramah
android yang menjaga lift dan membiarkan kepalanya tertunduk
lemas, tanda bahwa dia sedang tidak mau diganggu.
Apa yang akan dilakukan Changmin di pesta pertunangan
mereka? Rencana apa lagi yang telah disusunnya? Bagaimana kalau
Ji-Yoo ketahuan dan Eunhyuk menuntutnya? Astaga, dia tidak bisa
membayangkannya sedikit pun.
Pintu lift berdentang terbuka dan Ji-Yoo melangkah keluar
dengan wajah lesu. Dia perlu mandi air hangat dan menjernihkan
pikirannya. Tapi, itu juga tidak terlalu berguna.
“Aku pikir kau tidak akan pulang malam ini. Aku nyaris menyerah
dan memutuskan untuk menemuimu besok saja.”
Ji-Yoo mendongakkan kepalanya saat mendengar suara berat
seorang pria menyapanya. Matanya melebar saat melihat siapa yang
sedang berdiri di depan pintu apartemennya. Eunhyuk. Sepertinya
pria itu baru pulang kerja karena dia masih mengenakan kemeja
putih yang kancing bagian atasnya sudah terbuka dengan dasi yang
terpasang longgar. Jasnya tersampir di lengannya, membuatnya
terlihat begitu….
Ji-Yoo menggelengkan kepalanya, mencoba untuk menghilangkan
pikirannya yang sudah berada di jalur yang tidak sepantasnya.
Astaga, jangan sampai dia terhanyut dengan permainan ini dan

94
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 94 24/04/2013 15:12:41


http://pustaka-indo.blogspot.com
jatuh pada pesona sang Cassanova yang harus dia akui memang
sangat mempesona!
“Eunhyuk ssi? Sedang apa kau di sini?” tanya Ji-Yoo, berusaha
memasang tampang biasa-biasa saja.
“Aku hanya ingin tahu apa kau sudah menerima hadiah dariku
atau belum.”
“Ah, itu. Aku belum melihatnya, tapi Changmin oppa tadi sudah
memberitahuku.”
“Changmin?”
“Ne. Aku rasa kau sudah tahu kan bahwa aku ini tunangannya?”
Eunhyuk mengangguk, sedikit kaget dengan kejujuran gadis itu.
Dia pikir gadis itu akan berusaha menyembunyikan statusnya.
“Setiap hadiah yang aku terima memang selalu dilaporkan
padanya oleh android penjaga di bawah.”
“Sangat protektif, eh? Setahuku apartemen ini milik Kyuhyun, aku
tidak tahu bahwa apa yang dikirimkan padamu wajib dilaporkan.”
“Aku juga tidak tahu kenapa dia bisa melakukannya. Bukankah
sepupumu itu memang memiliki segalanya?” gurau Ji-Yoo sambil
memasukkan kartu ke pintu apartemennya yang sesaat kemudian
langsung terbuka.
“Hidupkan lampu,” perintah Ji-Yoo. Apartemennya langsung
terang benderang hanya dalam waktu satu detik. Salah satu karya
modern lagi. Dari otak jenius seorang Cho Kyuhyun. Semuanya
terasa begitu praktis. Begitu tidak manusiawi.

95
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 95 24/04/2013 15:12:42


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau mau minum?” tawar Ji-Yoo setelah mempersilakan Eunhyuk
duduk di salah satu sofanya yang cukup nyaman.
“Coke saja,” jawab Eunhyuk sambil memerhatikan interior
apartemen Ji-Yoo dengan saksama. Changmin memastikan semuanya
terlihat nyaman. Memerangkap tunangannya di dalam semua curahan
kemewahan ini, batin Eunhyuk.
Ji-Yoo menyodorkan coke kepada pria itu dan memegang
coke untuk dirinya sendiri. Mendadak dia merasa begitu gugup
berada dalam satu ruangan dengan pria tersebut. Jadi dia memilih
untuk duduk saja, meski hal itu sama sekali tidak menolong untuk
membuatnya merasa nyaman.
“Ng… terima kasih untuk lukisannya,” ujar Ji-Yoo sambil melirik
sebuah bungkusan besar yang terletak di sudut ruangan.
“Mmm. Aku rasa kau sangat mengagumi lukisan itu kan?”
Ji-Yoo hanya tersenyum dan meneguk coke-nya.
“Sudah berapa lama kau berhubungan dengan Changmin?”
“Aku tidak terlalu ingat,” jawab Ji-Yoo sekenanya, memberi
tanda bahwa dia tidak suka menyinggung hal itu.
“Kau tahu kan siapa aku?” tanya Eunhyuk memastikan.
“Tentu saja. Kau saingan bisnis Changmin oppa kan? Jadi, apa
ada perjanjian tidak tertulis bahwa kita seharusnya tidak saling
mengenal satu sama lain? Aku tidak menyukai hal-hal seperti itu.
Itu urusanmu dengan Changmin oppa kan?”
“Jadi, kau senang mengenalku? Begitu?”

96
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 96 24/04/2013 15:12:43


http://pustaka-indo.blogspot.com
Ji-Yoo tertawa ringan dan mengedikkan bahunya.
“Kita baru berkenalan kurang dari satu hari. Aku belum memiliki
penilaian yang jelas terhadapmu. Yang aku tahu kau adalah penakluk
wanita. Benar tidak? Setahuku, kau belum berusaha merayuku
sama sekali. Bahkan, tidak saat kau belum tahu bahwa aku adalah
tunangan Changmin kemarin malam. Apa aku tidak terlihat menarik
di matamu? Atau gosip-gosip yang beredar di luar itu salah?”
Eunhyuk sedikit terpana mendengar ucapan blak-blakan gadis
itu. Dugaannya benar, gadis itu memang berbeda. Sangat berbeda.
Permainan menjadi semakin menarik sekarang.
“Apa lukisan mahal itu tidak termasuk dalam usahaku untuk
menggodamu?”
“Benarkah? Aku dengar kau tidak terlalu loyal pada wanita-
wanitamu.”
“Aku jadi penasaran. Sejauh apa kau mengenalku, Ji-Yoo ssi?”
tanya Eunhyuk dengan senyum terkulum.
“Hanya sejauh apa yang diberitakan media. Kecuali, kau mau
memberi klarifikasi atau semacamnya dan berusaha memperbaiki
image-mu di mataku,” tandas Ji-Yoo santai.
“Aku tidak pernah berusaha repot-repot untuk memperbaikinya,
bahkan di depan wanita yang menarik minatku sekalipun.”
Ji-Yoo mengerjap dan memiringkan wajahnya. “Jadi… aku menarik
minatmu, begitu?”
“Bisa jadi.”

97
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 97 24/04/2013 15:12:43


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Ah, sayang sekali kalau begitu. Seandainya aku tidak bertemu
Changmin oppa duluan,” canda Ji-Yoo sambil pura-pura memasang
wajah sedih, sedangkan jantungnya mulai berdetak gila-gilaan di
balik rongga dadanya.
“Kau tidak tahu gayaku? Kalau aku menginginkan seorang
wanita, satu-satunya yang bisa menghentikanku hanyalah jika
Kyuhyun juga menginginkan wanita itu. Kalau tidak, aku sama sekali
tidak mau repot-repot menghentikan perburuanku.” Kali ini jantung
Ji-Yoo malah berhenti berdetak untuk beberapa saat dan mulai
berdentum kencang, menimbulkan rasa nyeri yang tidak nyaman.
“Kyuhyun sangat berkuasa kalau begitu.”
“Dia sepupu yang paling aku sayangi. Saudara sekaligus
sahabat terbaikku. Dia tidak akan pernah jatuh cinta pada
gadis lain, jadi aku bisa tenang. Dengan kata lain, tidak akan
ada seorang pun yang bisa menghalangiku jika aku menginginkan
seorang wanita.”
“Gadis lain? Aku dengar seorang Cho Kyuhyun tidak pernah
memiliki hubungan dengan seorang wanita pun. Benar bukan?”
“Tentu saja benar. Gadis itu selama ini berada di Amerika.
Lain halnya sekarang saat dia sudah pulang. Tinggal menunggu
waktu saja sampai Kyuhyun berhasil menjebaknya dalam sebuah
pernikahan.”
“Kalian berdua… terdengar mengerikan jika menyangkut seorang
wanita.”

98
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 98 24/04/2013 15:12:43


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Makanya kau harus berhati-hati. Kontrol pesonamu agar aku
tidak memburumu,” ujar Eunhyuk sambil terkekeh geli melihat
perubahan raut wajah Ji-Yoo.
Ji-Yoo mencoba tersenyum dan teringat dengan undangan di
dalam tasnya. Dia harus memberikannya. Tidak ada cara lain.
“Aku punya sesuatu untukmu,” kata Ji-Yoo seraya mengambil
tasnya dan menarik keluar selembar undangan berwarna cokelat.
“Undangan pesta pertunanganku. Changmin Oppa mengundangmu
secara langsung. Tiga hari lagi.”
“Jadi, ini balasanmu setelah aku memberikan hadiah itu?”
tanya Eunhyuk. Senyum sama sekali tidak menghilang dari wajah
tampannya. Dia merasa tidak terganggu sama sekali dengan hal itu.
Malah membuatnya semakin tertantang. Tapi tentu saja, gadis ini
bukan sebuah taruhan. Dia serius saat mengatakan menginginkan
gadis ini. Dia selalu memegang ucapannya apa pun yang terjadi. Itu
artinya, gadis ini tidak akan lolos dengan mudah. Hanya ada satu
hasil akhir. Dan… itu berarti gadis ini akan berakhir di pelukannya.
Bukan pria bernama Shim Changmin itu.
“Balasan yang sangat manis bukan? Aku akan segera lolos dari
perburuanmu.”
Eunhyuk mengulurkan wajahnya sampai berhadap-hadapan
dengan wajah Ji-Yoo. Gadis itu bisa merasakan embusan napasnya
sekaligus merasakan keringat dingin yang mengalir di punggungnya
sendiri. Udara tiba-tiba terasa begitu panas dan dia tidak bisa
menghirup oksigen yang terasa sangat terbatas.

99
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 99 24/04/2013 15:12:43


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau tahu tidak?” gumam Eunhyuk sambil menyentuh pipi Ji-Yoo
dengan punggung tangannya, merasakan tekstur lembut kulit gadis
itu di kulitnya. “Tidak ada kata kalah dalam kamus hidupku. Aku
menginginkanmu. Siapa pun tidak bisa mencegahku.”

100
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 100 24/04/2013 15:12:44


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round 4

Hye-Na’s Apartment, Seoul


10.48 P.M.
HYE-NA baru saja membaringkan tubuhnya ke atas kasur sambil
menggeliatkan tubuh, mencari posisi yang nyaman, saat Eun-Ji
masuk ke kamar dan mengempaskan tubuhnya ke tempat kosong
di samping gadis itu.
“Mau apa kau? Ini sudah malam. Aku lelah.”
Bukannya menjawab, Eun-Ji malah berbaring menyampingkan
tubuhnya menghadap Hye-Na sambil mengedipkan matanya.
“Kau pakai sihir apa sampai bisa membuat Kyuhyun sajangnim
terpana begitu?”

101
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 101 24/04/2013 15:12:44


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na mendelik dan menarik selimut sampai menutupi tubuhnya,
berbalik memunggungi Eun-Ji, menandakan bahwa dia tidak akan
meladeni pertanyaan gadis itu.
“Hye-Na~ya, aku serius. Dia tidak menyadari kehadiranku
sama sekali, padahal jelas-jelas aku berdiri di sampingmu. Itu
keterlaluan namanya! Memangnya aku ini kalah cantik? Kalau kau
belum sadar, sikapnya langsung berubah saat tahu bahwa kau
adalah anak Seuk-Gil ajjushi!”
“Tentu saja sikapnya berubah, dia kan kenal dengan ayahku.”
“Bukan itu maksudku! Dia itu bersikap seolah-olah sudah
mengenalmu. Asal kau tahu, dia itu tidak suka menyentuh wanita,
tapi tadi dia memegangimu. Aaaaah, dia tadi mengeluarkan begitu
banyak ekspresi, itu hebat sekali!”
“Kau itu fans beratnya ya?” tanya Hye-Na sambil menatap Eun-
Ji tak percaya, seakan-akan mengagumi pria itu adalah aib besar.
“Ah, tidak juga! Dia itu hanya terlalu sering menjadi bahan gosip,
jadi aku tahu semuanya. Hehehe.”
“Keluar kau! Aku mau tidur.”
“Payah!” sungut Eun-Ji sambil bangkit berdiri dan dengan
sengaja menendang kaki Hye-Na yang tertutup selimut, berlari
keluar dengan cepat sebelum….
“KAU MAU MATI, HAH?”
Yah, sebelum teriakan itu berhasil membuatnya tuli.

102
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 102 24/04/2013 15:12:46


http://pustaka-indo.blogspot.com
Kibum’s Apartment, Seoul
11.02 P.M.
“Nou-Mi~ya? Kau sudah pulang?” tanya Kibum sambil mengetuk
pintu kamar gadis itu.
Tidak terdengar jawaban apa pun dari dalam, padahal Kibum
tahu bahwa gadis itu sudah pulang. Dia selalu berusaha pulang lebih
dulu dari Kibum jika lukanya parah, berharap bahwa Kibum tidak
tahu dan tidak mulai menginterogasinya.
“Nou-Mi~ya, buka pintunya atau aku akan masuk dengan
paksa!” ancam Kibum dengan nada serius.
Sesaat kemudian Kibum mendengar kunci diputar dan pintu
kamar itu terbuka. Nou-Mi melongokkan wajahnya yang tertutup
masker, walaupun tidak mampu menyembunyikan matanya yang
sedikit lebam.
Kibum mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan diri untuk
tidak menghantam pintu di dekatnya dan membuat gadis itu takut.
Alih-alih melakukan itu, Kibum mendorong gadis itu masuk dan
mendudukkannya di atas kasur.
“Untuk apa kau membawa baskom berisi air begitu?” tanya
Nou-Mi dengan suara serak.
“Menurutmu untuk apa?” tanya Kibum balik dengan nada dingin.
Dia meletakkan baskom yang dibawanya tadi ke atas lantai dan
membuka masker yang menutupi wajah Nou-Mi. Sentakan marah
terlontar dari mulutnya saat melihat wajah gadis itu yang sudah
dipenuhi lebam keunguan dan sudah ada yang menghijau. Ada

103
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 103 24/04/2013 15:12:46


http://pustaka-indo.blogspot.com
darah yang sudah mengering di sudut bibir gadis itu. Sepertinya itu
luka baru yang berhasil diciptakan oleh pacar sialannya.
Kibum memeras air dari kain lap yang diletakkannya di dalam
baskom dan mulai membersihkan luka-luka gadis itu dengan hati-hati.
Dia menggertakkan giginya marah saat mendengar rintihan keluar
dari mulut gadis itu setiap kali kain lap tersebut menyentuh lukanya.
Pria macam apa yang tega menyakiti gadisnya sampai seperti ini?
“Tidak bisakah kau meninggalkannya?” tanya Kibum tidak tahan.
“Oppa….”
“Ya ya ya. Aku tahu jawabanmu. Kau mencintainya kan? Tapi,
apa kau tidak lihat pria macam apa yang kau cintai itu? Dia
menyiksamu, Nou-Mi~ya. Apa yang membuatmu mau bertahan
dengan pria seperti itu, hah?”
“Dia mencintaiku, Oppa. Hanya saja akhir-akhir ini dia berubah
karena stres dengan perusahaannya yang hampir bangkrut. Dia
tidak punya pelampiasan untuk kemarahannya.”
“Dan, kau bersedia jadi pelampiasannya begitu?” teriak Kibum
dengan suara yang semakin meninggi.
“Oppa, kau tidak mengenalnya. Dia selalu menangis setiap kali
sadar telah memukuliku. Dia bilang akan berusaha berubah demi
aku. Aku tidak bisa meninggalkannya, Oppa. Dia membutuhkanku.”
“Kau dengar apa yang kau bilang barusan itu? Kau hanya
merasa kasihan saja, Nou-Mi~ya. Kau bertahan dengannya hanya
karena kau merasa kasihan padanya. Sadarlah! Kau bisa terjebak
seumur hidup dengan pria tidak berperasaan itu.”

104
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 104 24/04/2013 15:12:48


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Oppa!” teriak Nou-Mi marah, merasa tersinggung dengan
kata-kata yang dilontarkan Kibum.
Kibum menyentuh pipi gadis itu dengan telapak tangannya,
berusaha agar tidak menyakiti luka Nou-Mi yang nyaris memenuhi
seluruh permukaan wajahnya.
“Tinggalkan saja dia,” ucap Kibum serius. “Tinggalkan dia dan
datanglah padaku. Tidak peduli apa pun yang terjadi dan bagaimana
pun keadaanmu, akan selalu ada aku yang bersedia menampungmu.”

SRO Building
11.04 P.M.
Yesung mengambil tas ranselnya dan menyandangkannya ke bahu.
Statusnya sebagai ilmuwan SRO membuatnya harus berpenampilan
seperti para ilmuwan yang terlihat jenius dan pintar. Memakai jas lab,
kemeja, celana kain, dan bergelut dengan cairan-cairan kimia yang
berpotensi besar membuat kepalanya sendiri sakit. Jadwal pulang adalah
saatnya dia berubah kembali sebagai pria biasa berumur 27 tahun.
Kembali ke penampilan yang disukainya, baju kaus, celana jins, tas ransel.
Bagaimanapun dia menyukai pekerjaannya. Ada kepuasan
tersendiri saat menemukan berbagai macam penemuan mutakhir
yang mencengangkan dunia dan berguna bagi manusia. Kebanggaan
menjadi salah satu karyawan SRO, organisasi riset ilmiah terbesar
di dunia. Bukankah ada ribuan orang yang melamar tiap bulannya
dan yang berhasil lolos hanya beberapa orang saja? Itu saja sudah
bisa membuatmu bangga sampai mati.

105
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 105 24/04/2013 15:12:49


http://pustaka-indo.blogspot.com
Yesung menyampirkan jas lab putihnya ke lengan dan menoleh ke
Jin-Ah, asistennya, yang masih sibuk membereskan barang-barangnya.
“Apa hari ini kekasihmu akan menjemputmu?” tanya Yesung
berbasa-basi, walaupun dalam hati dia mengharapkan jawaban
tidak dari gadis itu.
Gadis yang menjadi asistennya itu adalah trainee yang baru
masuk satu setengah tahun yang lalu dan ditugaskan di lab pribadi
Yesung sampai akhirnya menjadi asisten tetap pria itu. Kesan
pertama yang didapatkannya dari penampilan Jin-Ah adalah bahwa
gadis itu terlihat begitu manis, polos, dan ceria. Setelah sekian
lama mengenalnya, kesan itu nyaris menghilang tanpa bekas. Yang
tertinggal hanyalah kenyataan bahwa gadis itu ceroboh, cerewet,
dan nyaris mustahil untuk menghentikannya jika dia sudah membuka
mulutnya untuk bicara.
Kesialan yang harus diterima Yesung lebih besar dari itu. Dia
harus menerima kenyataan bahwa saking seringnya bertemu
dan menghabiskan 13 jam hidupnya setiap hari bersama Jin-Ah,
membuatnya merasa ketergantungan dengan kehadiran gadis itu.
Satu-satunya hiburan yang membuatnya semangat setiap hari hanya
suara dan ocehan gadis itu yang selalu mengomentari setiap hal yang
dilihatnya. Satu-satunya yang bisa menghentikannya hanyalah jika
Yesung sudah bosan dan mengacungkan serum penghilang suara ke
wajah Jin-Ah yang langsung diam seperti orang bisu.
“Namanya Kim Ryeowook, Oppa. Dia bukan kekasihku. Hanya
temanku saja. Aku sudah bosan mengulang-ulang hal ini terus
padamu. Dan tidak, malam ini dia tidak menjemputku.”

106
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 106 24/04/2013 15:12:49


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Wae? Tumben sekali,” komentar Yesung, hampir tidak bisa
menyembunyikan rasa senangnya. Setelah satu setengah tahun, dia
mendapat kesempatan mengantar gadis itu pulang. Itu merupakan
kemajuan besar.
“Malam ini… dia punya kegiatan pribadi.” Ada nada tidak suka
dari suara gadis itu saat mengucapkannya.
“Biar aku yang mengantarmu pulang,” tawar Yesung dengan
nada final. Kali ini dia tidak akan menerima penolakan apa pun dari
gadis di depannya itu.
“Tapi, aku lapar. Kalau kau mau mentraktirku makan di restoran, aku
akan menerima tawaranmu,” ujar Jin-Ah sambil mengedipkan matanya.
“Sialan kau. Kau mau membuatku bangkrut? Kau kan tahu
seberapa mahalnya jika kita harus makan di restoran. Gajiku
memang sangat besar, tapi—”
“Ya sudah, aku pulang sendiri saja. Sampai jumpa besok, Oppa!”
potong Jin-Ah seraya melambaikan tangannya.
Yesung mendecak kesal dan menarik tangan gadis itu.
“Baiklah, baiklah. Kau menang. Aku akan mentraktirmu. Puas?”
“Sangat! Aku mau makan daging sapi asli. Bagaimana?”
Yesung menahan omelannya di dalam hati saat melihat senyum
manis terkembang di bibir gadis itu. Sudah menjadi rahasia umum
bahwa harga daging sapi asli di Korea mencekik leher, bahkan sebelum
ditemukannya Chef-Machine, dan gadis itu berniat membuatnya
bangkrut sebelum dia berhasil mengungkapkan perasaannya.

107
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 107 24/04/2013 15:12:50


http://pustaka-indo.blogspot.com

Ryeowook’s Home, Seoul


11.10 P.M.
“Kau tidak menjemput sahabatmu malam ini?” tanya Ah-Zin sinis,
memberikan tekanan pada kata sahabat yang diucapkannya.
Ryeowook mengalihkan pandangannya dari TV dan menatap
istrinya dengan pandangan bingung.
“Setiap hari kau mengomeliku karena aku sangat memerhatikan
Jin-Ah dan menjemputnya setiap malam dari kantor. Aku menuruti
keinginanmu dan mengatakan padanya bahwa mulai malam ini
aku tidak akan menjemputnya lagi. Lalu, sekarang kau malah
menanyaiku dengan nada seperti itu,” keluh Ryeowook.
“Memangnya aku memakai nada seperti apa?” seru Ah-Zin.
“Seperti itu. Sinis. Kau ini! Dia itu sahabat dan tetanggaku sejak
kecil. Aku dekat sekali dengannya. Kau kan tahu itu. Sejak kita
berpacaran aku sudah mengenalkannya padamu dan kau bilang
kau tidak keberatan dengan kehadirannya. Sekarang kenapa dia
menjadi objek pertengkaran kita, hah?”
“Karena kau mencintainya, Kim Ryeowook, dan sampai sekarang
hal itu belum berubah sama sekali,” sergah Ah-Zin sambil bangkit
dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu, membanting
pintu kamarnya sampai menutup.
Bukan mau Ah-Zin egois dengan kecemburuannya yang menurut
suaminya sangat tidak beralasan itu. Tapi mau bagaimana lagi, Kim

108
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 108 24/04/2013 15:12:51


http://pustaka-indo.blogspot.com
Jin-Ah adalah wanita paling penting dalam hidup suaminya. Mereka
bukan sekadar sahabat dan Ah-Zin mengetahui hal itu dengan jelas.
Kim Ryeowook dan Kim Jin-Ah dulunya adalah sepasang kekasih.
Mereka saling jatuh cinta karena sudah menjalin persahabatan
sejak kecil. Seperti apa yang sering terjadi, tidak ada persahabatan
yang murni di antara pria dan wanita. Pasti ada salah satu yang
jatuh cinta pada yang lain dan itu tidak bisa dipungkiri begitu saja.
Terlalu sering bergaul dengan seseorang pasti akan membuatmu
merasa memiliki hak atas oran. Itulah yang terjadi!!!
Saat Ryeowook tamat SMA mereka berdua menjalin hubungan,
berlanjut sampai kuliah. Ryeowook berencana menikahi Jin-Ah
setelah tamat kuliah, tapi Jin-Ah menolak karena dia sangat ingin
bergabung dengan SRO setamat SMA. Dia tidak ingin pernikahan
mengganggu kariernya, ditambah lagi masuk ke SRO adalah hal
yang sangat sulit. Lagi pula Jin-Ah bukan jenis wanita yang ingin
menikah muda.
Bulan-bulan selanjutnya adalah bulan yang sangat sulit bagi
Ryeowook. Persahabatan mereka tetap bertahan, tapi tentu saja
banyak hal yang berubah. Salah satu yang berubah adalah sejak
Ryeowook bertemu dengan Ah-Zin. Awalnya Ah-Zin sangat yakin
bahwa Ryeowook benar-benar mencintainya, tapi keyakinan itu
semakin berkurang karena intensitas pertemuan Ryeowook dan
Jin-Ah tetap seperti biasa, seperti yang mereka lakukan sebelum
Ryeowook dan Ah-Zin menikah. Bahkan, Ryeowook selalu meluangkan
waktunya untuk menjemput Jin-Ah pulang kerja setiap malam,
padahal jarak rumah Ryeowook ke kantor Jin-Ah lebih dari satu
jam, belum lagi mengantar gadis itu dulu ke rumah. Awalnya Ah-Zin

109
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 109 24/04/2013 15:12:51


http://pustaka-indo.blogspot.com
masih berusaha sabar, tapi lama kelamaan dia menjadi tidak yakin
lagi dengan pernikahan. Mereka sering sekali bertengkar karena
hal-hal sepele, entah itu karena hobi memasak Ryeowook ataupun
karena Jin-Ah.
Jin-Ah dan Ryeowook berpisah hanya karena gadis itu tidak
mau menikah dan lebih memilih karier. Itu berarti kemungkinan
besar Ryeowook masih memiliki perasaan pada gadis itu dan…
kemungkinan besar juga Jin-Ah masih memiliki perasaan yang sama.
Ah-Zin mendesah pelan sambil menelungkupkan wajahnya ke atas
bantal. Lalu… di mana posisiku sekarang? batin Ah-Zin ketakutan.

Hye-Na’s Apartment, Seoul


08.00 A.M.
Hye-Na memakai sepatu hitam tanpa haknya dengan terburu-
buru, melirik cermin sedikit untuk memastikan penampilannya
sudah layak. Dia mengenakan blus putih dan blazer hitam dengan
bawahan celana panjang hitam. Setidaknya lumayan untuk pergi ke
pemakaman, menurutnya.
“Aish, kenapa kau tidak membangunkanku lebih pagi, hah?”
protes Hye-Na kesal ke arah Eun-Ji yang sedang asyik menyantap
roti bakarnya.
“Aku sudah membangunkanmu, tapi kau tidur seperti babi.
Siapa suruh kau pulang larut malam? Lihat kantung matamu itu,
seperti mata panda.”

110
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 110 24/04/2013 15:12:52


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Diam kau! Dan… beritahu aku kenapa kau malah memakai baju
warna-warni begitu,” ujar Hye-Na mengomentari blus berwarna pelangi
yang dikenakan Eun-Ji dan hotpants putihnya yang memamerkan
kakinya yang jenjang.
“Hari ini aku tidak ikut ke upacara pemakaman ayah Kyuhyun.
Aku harus menemui orang tuaku di Busan. Mumpung hari ini semua
karyawan diliburkan. Aku rasa Kyuhyun tidak akan mengambil
absen karyawan yang tidak hadir di sana,” jawab Eun-Ji ringan.
“Aku tidak suka pergi sendirian ke tempat asing di mana tidak
ada seorang pun yang aku kenal di sana.”
“Tentu saja ada. Leeteuk oppa, misalnya? Semuanya pasti
datang.”
“Di mana rumah pria itu? Sepertinya aku harus mempertaruhkan
nyawaku pada radar GPS di mobil. Aku benar-benar tidak suka
ini. Kalau saja ibuku tidak menelepon dan memperingatkanku
agar mengurungkan niatku untuk tidak datang, aku akan tetap
berada di atas tempat tidur sekarang. Belum lagi dia menyuruhku
menemui Nyonya Cho dan menyampaikan ucapan duka cita
darinya secara langsung. Hah! Merepotkan saja! Apa dia mau
membunuhku? Mana mungkin aku bisa mendekati Nyonya Besar
itu dengan mudah.”
“Berhentilah mengeluh, Han Hye-Na. Kau membuat telingaku
tuli. Mereka tinggal di daerah Yeoju, Gyeonggi-do.”
“Bisakah kau lebih spesifik sedikit? Bukankah Yeoju itu kawasan
elit dan amat sangat luas?”

111
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 111 24/04/2013 15:12:53


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Ah, tidak perlu susah payah. Tiga tahun lalu mereka membeli
hampir semua tanah di Yeoju, jadi semua kawasan itu sudah
termasuk wilayah tempat tinggal mereka sekarang.”
“Wilayah seluas itu hanya untuk satu rumah saja?” teriak Hye-
Na syok.
“Begitulah. Aku dengar itu adalah rumah paling indah, paling
mewah, dan paling luas di Asia. Atau dunia? Beberapa orang bilang
pemandangannya indah sekali, seperti sedang berada di lokasi
wisata.”
“Mereka sakit jiwa,” komentar Hye-Na pendek sambil menyambar
kunci mobilnya.

Heechul’s Home, Gangnam, Seoul


08.30 A.M.
“Yak, Hee-Hee, di mana kau, hah? Astaga, kenapa memiliki
android malah membuatku semakin stress saja? YAK, KALAU
DALAM 10 DETIK KAU TIDAK SAMPAI DI DEPANKU, AKU
AKAN MEMBUANGMU KE TEMPAT PELEBURAN ANDROID!”
teriak Heechul kesal sambil memasang kancing kemejanya dengan
tergesa-gesa. Dia sudah terlambat untuk datang ke pemakaman
ayah Ah-Ra, sahabatnya. Dia berkenalan dengan anak perempuan
Cho Young-Hwan itu di bangku kuliah dan gadis itu berhasil menjadi
satu-satunya perempuan yang dekat dengan Heechul tanpa
membuat pria itu teringat dengan trauma masa lalunya.

112
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 112 24/04/2013 15:12:55


http://pustaka-indo.blogspot.com
Min-Hyo yang tidur meringkuk di balik sofa agar tidak ketahuan
mulai menggeliatkan badannya, terbangun akibat suara memekakkan
yang keluar dari mulut ‘majikan’ barunya itu. Astaga, pria gila itu
bahkan memberi nama aneh pada androidnya. Hee-Hee. Nama
macam apa itu?
Min-Hyo memastikan wajahnya tidak terlihat seperti bangun
tidur dari bayangan yang memantul dari lemari kaca di dekatnya.
Mana ada android yang tidur. Dan parahnya, dia sudah sangat
kelaparan sekarang. Semoga saja hari ini Heechul pergi keluar
cukup lama, harapnya.
“Ye, Heechul ssi,” ujar Min-Hyo sesampainya di hadapan pria itu.
“Kau ini lama sekali. Pasangkan dasiku. Aku harus pergi ke
pemakaman hari ini. Saat aku pulang nanti, aku tidak ingin ada
debu satu pun di rumah ini. Kau mengerti? Aku akan memeriksanya
dengan teliti. Dan masakkan makan malam yang enak, mungkin aku
baru pulang sekitar jam 7 malam. Aku ada syuting hari ini.”
“Ye, Heechul ssi,” jawab Min-Hyo, mulai memasangkan dasi
itu di leher Heechul. Untung saja dia sering memasangkan dasi
ayahnya, jadi dia tidak terlalu kesulitan lagi.
Min-Hyo baru saja menyelesaikan pekerjaannya saat Heechul
dengan tiba-tiba menundukkan wajahnya dan menatap Min-Hyo
lekat-lekat.
“Ada yang berubah dari wajahmu. Atau aku salah? Seingatku
wajahmu tidak terlihat… semanusiawi ini. Dan… baju yang kau
pakai semalam berbeda dengan baju yang kau pakai saat pergi

113
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 113 24/04/2013 15:12:55


http://pustaka-indo.blogspot.com
berbelanja. Aku tidak ingat pernah membelikan baju seperti itu
untukmu. Kau juga… terlihat aneh.”
Min-Hyo merasakan jantungnya nyaris berhenti berdetak saat dia
berpikir bahwa hanya dalam waktu beberapa jam penyamarannya
sudah langsung ketahuan. Pria ini terlalu teliti dan… apa yang harus
dikatakannya sekarang?
“Mu—mungkin… mungkin ini karena energiku sudah waktunya
diisi,” jawab Min-Hyo gugup.
“Ah, energi. Aku lupa. Ingatkan aku kalau sudah tiba waktunya.
Kau kan tahu kalau aku ini pelupa. Ya sudahlah, aku pergi dulu.
Kerjakan tugasmu dengan baik.”
Min-Hyo menarik napas lega saat dia berhasil lolos dengan
sukses. Yang bisa dilakukannya sekarang, hanyalah berharap agar
dia juga bisa lolos lagi lain kali. Karena kalau dia sampai ketahuan,
dia yakin pria itu akan mengulitinya hidup-hidup.

Kyuhyun’s Home, Yeoju, South Korea


09.00 A.M.
Hye-Na mengemudikan mobilnya memasuki kawasan Yeoju. Eun-Ji
benar. Rumah keluarga Cho benar-benar satu-satunya rumah yang
terletak di kawasan itu dan itu mencakup puluhan hektar area yang
harus dilaluinya dengan mobil.
Lingkungan perumahan itu memang sangat asri dan Hye-Na
menemukan beberapa bangunan di sepanjang perjalanan, dilengkapi

114
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 114 24/04/2013 15:12:57


http://pustaka-indo.blogspot.com
dengan penjaga pada masing-masing tempat. Tempat itu nyaris
terlihat seperti tempat tamasya lengkap dengan pemandangan
indah berupa danau buatan, taman bunga yang mencakup beberapa
jenis bunga yang ditanam per kelompok, juga kursi-kursi kayu yang
diletakkan di bawah pepohonan rindang yang menghadap langsung
ke arah sungai kecil yang mengalir jernih. Keluarga ini seperti
keluarga kerajaan di negeri dongeng yang biasa dibacakan oleh
ibunya saat dia kecil dulu. Tapi Hye-Na yakin, istana di cerita-cerita
fiksi itu bahkan tidak akan sebesar tempat ini.
Terlihat bukit-bukit hijau di kejauhan. Tempat golf mungkin.
Dan, Eun-Ji sempat menyinggung tentang helipad yang terletak di
belakang rumah. Dari data singkat Cho Kyuhyun yang didapatkannya,
dia mendapat data harta kekayaaan pria itu yang mencapai
puluhan triliun dolar plus ratusan anak perusahaan, rumah, dan
pulau sekaligus negara yang dimilikinya. Belum lagi pesawat dan
helikopter, yacht, villa, dan pantai pribadi. Jenis kekayaan yang
tidak bisa dimiliki siapa pun, bahkan untuk dibayangkan saja itu
rasanya nyaris mustahil.
Saat memasuki kawasan rumah, untung saja ada beberapa
petunjuk arah di jalan-jalan, meminimalisir kemungkinan para tamu
yang mungkin akan tersesat, Hye-Na bernapas lega saat melihat
ada banyak mobil di sana. Setidaknya dia berhasil sampai dengan
selamat. Tapi, kekhawatiran baru melandanya. Dia tidak pernah
suka berada di tengah orang banyak dan tempat ini begitu asing
baginya.

115
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 115 24/04/2013 15:12:57


http://pustaka-indo.blogspot.com
Baiklah, kau hanya perlu menemui Ha-Na ajjumma,16 menyampaikan
salam dan ucapan belasungkawa ibumu padanya, kemudian pulang.
Hindari kemungkinan bertemu pria dingin dan mengerikan. Itu akan
sangat baik bagi kesehhatan jantungmu, Hye-Na~ya, batin Hye-Na
sambil menarik napas dalam-dalam.
Hye-Na berjalan mengikuti arus manusia yang berdesak-
desakkan memasuki bangunan yang terletak di tengah. Bangunan
itu diapit dua bangunan lain—dengan jarak cukup berjauhan—yang
sama mewahnya. Prediksi Hye-Na yang paling memungkinkan
adalah rumah di tengah itu ditempati orang tua Kyuhyun dan
mungkin dua bangunan lain menjadi kediaman Kyuhyun dan kakak
perempuannya.
Sepertinya keluarga Cho membuka rumahnya untuk umum
hari ini, karena ada begitu banyak orang yang datang untuk
mengucapkan belasungkawa dan menghadiri pemakaman. Hye-Na
melihat mobil dinas Presiden Korea terparkir di tempat parkir
khusus yang dikawal para bodyguard-nya.
“Hai, kau datang!”
Hye-Na menoleh dan menghela napas lega saat melihat Leeteuk
berada di dekatnya. Setidaknya keadaannya akan jauh lebih baik
kalau dia bersama orang yang dikenalnya di tempat ini. Dia akan
terhindar dari kemungkinan berdiri seperti orang bodoh di tengah
kerumunan dan kesulitan mencari cara untuk mendekat ke arah
sang tuan rumah.
“Oppa, kau sendirian?”
16 Bibi

116
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 116 24/04/2013 15:12:58


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Hmm, sebenarnya tidak juga. Tadi aku bersama Siwon, tapi dia
menghilang entah ke mana. Eun-Ji tidak ikut?”
“Tidak. Dia menemui keluarganya di Busan.”
“Tumben kau mau berkeliaran ke tempat asing sendirian? Dan,
aku rasa ini adalah rumah musuhmu. Benar tidak?”
Hye-Na tertawa kecil mendengar candaan yang dilontarkan
Leeteuk padanya.
“Cho Kyuhyun bukan musuhku. Dia kan orang yang harus
kulindungi,” jawab Hye-Na dengan nada sarkastis yang sangat
kentara. “Tapi tidak bisa dipungkiri Oppa, aku tidak menyukainya.
Auranya buruk sekali.”
Kali ini gantian Leeteuk yang tertawa sambil menepuk-nepuk
kepala Hye-Na ringan.
“Berhati-hatilah. Sepertinya dia tertarik padamu. Kalau sampai
itu terjadi, aku pastikan kau tidak bisa lari ke mana-mana.”
Hye-Na menatap kakak angkatnya itu tidak percaya. Bukan karena
ucapannya yang mustahil, tapi karena perkataannya itu benar-benar
mirip dengan apa yang dikatakan Eun-Ji tadi malam padanya.
“Kau tahu tidak? Kyuhyun itu tidak suka berada di dekat
wanita mana pun. Sebenarnya aku nyaris tidak pernah melihat ada
ekspresi di wajahnya yang dingin itu. Tapi semalam, ada begitu
banyak ekspresi yang diperlihatkannya saat dia menatapmu.
Seolah hanya ada kalian berdua saja di ruangan itu. Aku yakin
dia merasa cemburu saat dia menanyakan hubungan antara kita
berdua. Dia jauh terlihat lebih manusiawi.”

117
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 117 24/04/2013 15:12:58


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Jangan bicara omong kosong, Oppa”, sergah Hye-Na. “Dia itu
kan manusia, tentu saja dia punya ekspresi. Kau ini ada-ada saja.”
“Bukan omong kosong, karena aku sudah mengenalnya cukup
lama untuk tahu kepribadiannya. Dia bersikap seolah-olah sudah
lama mengenalmu.”
Hye-Na menggeleng dan tanpa sengaja matanya beradu dengan
tatapan Kyuhyun yang berdiri jauh di bagian depan, samping peti
jenazah ayahnya. Atau mungkin itu hanya perasaannya saja. Mana
mungkin pria itu menyadari kehadirannya di tempat seramai ini?
Atau pria itu terlalu membencinya, karena gara-gara perintahnya
untuk menguliti kulit mayat ayahnya, jenazah itu menjadi tidak
sempurna saat dimakamkan? Tapi gadis itu tidak bisa memungkiri
pesona kuat yang terpancar dari Kyuhyun, yang terlihat sempurna
dalam balutan setelan jas lengkapnya. Di sampingnya berdiri Lee
Hyuk-Jae, yang Hye-Na kenali dari beberapa acara berita yang
sempat ditontonnya. Kalau tidak salah, pria itu direktur perusahaan
mobil keluarga Cho yang akan meluncurkan mobil terbang bulan
depan dan juga sangat terkenal dengan reputasi buruknya dalam
hal menaklukkan wanita.
“Apa aku salah atau Kyuhyun memang sedang menatap ke
arahmu?” tanya Leeteuk, menyuarakan isi pikiran Hye-Na.
“Mungkin dia sedang melihat ke seseorang di belakangku dan
semacamnya. Tempat kita berdiri jauh di belakang, mana mungkin
dia sadar. Atau mungkin dia memang sangat membenciku sampai
bisa merasakan aura kehadiranku?”

118
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 118 24/04/2013 15:12:58


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Atau dia jatuh cinta padamu sehingga selalu bisa merasakan
kehadiranmu di dekatnya?” goda Leeteuk sambil mengedipkan
matanya.
“Hahahaha, lucu sekali, Oppa,” ujar Hye-Na ketus, mulai merasa
tidak nyaman dengan ucapan-ucapan Leeteuk yang semuanya
berujung pada kemungkinan buruk bahwa Kyuhyun jatuh cinta
padanya. Astaga, mereka baru bertemu satu kali dan itu sama sekali
bukan pertemuan manis yang harus diingat-ingat.
Tapi… kau masih ingat dengan tepat cengkeramannya semalam.
Sentuhan tangannya lebih tepatnya, batin Hye-Na mengejek dirinya
sendiri. Dia memang memiliki kecenderungan menilai seorang pria
dari tangannya. Dan seingatnya, tangan pria itulah yang paling
sempurna sejauh ini. Tangan itu besar dan memiliki jari-jari yang
panjang dan Hye-Na yakin bahwa pasti akan hangat sekali saat
menggenggam tangan itu. Astaga, hentikan pikiran bodohmu itu dan
fokuslah, Han Hye-Na.
Tidak, akan lebih baik jika dia tidak menyetujui pekerjaan
barunya sebagai pelindung pria itu. Dia punya kekhawatiran
sendiri bahwa pria itu memiliki pesona yang akan lebih dari cukup
untuk membuatnya terjebak. Pria pertama yang berhasil menarik
perhatiannya dan mengganggu sistem kerja otaknya terus-terusan.
Bayangan pria itu seperti sudah melekat kuat di otaknya dan tidak
berniat untuk menghilang dalam waktu dekat.
Satu jam kemudian berlalu dalam sebuah keheningan upacara
pemakaman yang terasa khidmat. Hye-Na bisa melihat ibu
Kyuhyun menangis terisak-isak dalam pelukan anak perempuannya

119
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 119 24/04/2013 15:12:59


http://pustaka-indo.blogspot.com
yang terlihat sangat anggun dalam balutan gaun hitamnya yang
elegan. Keluarga yang begitu sempurna jika mengesampingkan
kenyataan bahwa banyak yang berusaha melenyapkan mereka
demi mendapatkan harta kekayaan yang tidak tanggung-tanggung
banyaknya itu.
“Oppa, apa aku bisa menemui Ha-Na ajjumma?”
“Ha-Na ajjumma? Kau mengenalnya?”
“Tidak. Ayah dan ibuku adalah sahabat lama mereka dan karena
ibu tidak bisa datang ke sini, beliau memintaku menyampaikan
ungkapan belasungkawaku secara langsung kepadanya,” jelas Hye-
Na. Mereka berdua tetap berdiri di tempat semula, sedangkan
kerumunan sudah mulai berkurang karena upacara pemakaman
baru saja selesai.
“Ayo ikut aku,” ajak Leeteuk sambil berjalan mendekati kedua
wanita itu. Kyuhyun sendiri sudah tidak terlihat lagi, mungkin sibuk
melayani para rekan bisnisnya yang datang menjenguk. Baguslah,
lebih baik dia tidak berada di dekat pria itu dulu dalam beberapa
hari ke depan, pikir Hye-Na.
“Annyeonghaseyo,17 ajjumma, Ah-Ra~ya,” sapa Leeteuk sambil
menjabat tangan ibu Kyuhyun dan membungkuk sopan ke Ah-Ra.
“Ah, Jung-Soo~ya,” ujar ibu Kyuhyun, menyebutkan nama asli
Leeteuk. “Sudah lama kita tidak bertemu. Apa kau baik-baik saja?”
“Ye, ajjumma. Aku harap kau juga baik-baik saja.”
“Yah, seperti yang kau lihat. Lalu, siapa gadis ini? Tunanganmu?”
17 Hai/apa kabar/selamat pagi/siang/sore/malam. Bisa disingkat dengan annyeong.

120
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 120 24/04/2013 15:12:59


http://pustaka-indo.blogspot.com
Leeteuk tertawa dan merangkul bahu Hye-Na, mendorong gadis
itu maju.
“Bukan. Ini adik angkatku. Anak Seuk-Gil ajjushi.”
“Kau anak Seuk-Gil? Benarkah? Aigoo~ya, jadi kau anak Min-
In? Aaaah, kita sudah tidak pernah bertemu lagi sejak terakhir kali
kau ke sini. Waktu itu kau baru berumur 6 tahun. Kau sudah besar
sekarang. Cantik sekali, persis seperti ibumu.”
Hye-Na tersenyum saat Ha-Na menyentuh wajahnya. Jelas sekali
kalau wanita separuh baya itu sangat senang bertemu dengannya.
“Aku pernah bertemu ajjumma sebelumnya? Tapi… aku tidak
ingat.”
“Tidak heran. Kau kan baru berumur 6 tahun waktu itu, masih
kecil sekali. Tentu saja kau tidak ingat. Dan, panggil aku eomma.18
Anak Seuk-Gil dan Min-In adalah anakku juga. Ah-Ra~ya, kau
ingat Hye-Na kan?” tanyanya, berpaling pada anak perempuannya
yang dari tadi diam.
“Ne. Dulu aku dan Kyuhyun juga bertemu denganmu. Sayang
sekali kau tidak ingat. Panggil aku eonni, arasseo?” ujar Ah-Ra
sambil memeluk Hye-Na singkat.
“Mana anak laki-lakiku itu? Setiap hari isi otaknya hanya kerja
dan kerja saja, di hari pemakaman ayahnya. Ah, Hye-Na~ya, Jung-
Soo~ya, bagaimana kalau kita masuk saja ke dalam? Kita bisa
mengobrol dulu.”

18 Ibu

121
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 121 24/04/2013 15:12:59


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Maaf ajjumma, aku masih ada pekerjaan yang tidak bisa
kutinggalkan. Biar Hye-Na saja yang menemani kalian. Aku pamit
dulu.”
Hye-Na mendelik ke arah Leeteuk yang malah mengacak-acak
rambutnya sambil tertawa. Sialan sekali kakak angkatnya itu! Dia
jadi tidak punya alasan untuk melarikan diri. Tapi sudahlah, toh
sepertinya keluarga ini menyenangkan.
“Ayo masuk. Sebentar lagi pengacara akan datang membacakan
warisan. Terlalu terburu-buru, dia baru dimakamkan hari ini, tapi
begitulah isi surat wasiatnya.”
“Tapi ajjumma, eh maksudku eomma, aku kan bukan keluarga
kalian. Aku tidak mungkin ikut di acara keluarga seperti itu,” tolak
Hye-Na saat Ha-Na merangkul bahunya dan membawanya masuk
ke dalam.
“Bukan keluarga apanya! Seuk-Gil dan Min-In sudah kuanggap
sebagai saudaraku sendiri. Kami sudah bersahabat sejak zaman
SMA. Seuk-Gil sangat dekat dengan suamiku. Anaknya adalah
anakku juga. Kau mengerti? Ah iya, aku juga ingin mengucapkan
belasungkawa secara langsung padamu karena kita belum sempat
bertemu saat pemakamannya.”
“Ani 19 eomma, seharusnya aku yang berterima kasih. Kalianlah
yang menyelenggarakan pemakaman untuk ayahku, sedangkan
kami malah tidak mau ke Korea sama sekali.”
“Sudah sudah, tidak usah diingat-ingat, nanti aku jadi sedih lagi.”

19 Tidak. Biasanya juga disebut aniyo atau aniya.

122
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 122 24/04/2013 15:12:59


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Hye-Na~ya, kau sudah bertemu adikku? Kyuhyun? Dia pasti
sudah tidak sabar bertemu denganmu,” ujar Ah-Ra penuh semangat.
Hye-Na mengerutkan keningnya heran. Kyuhyun tidak sabar
ingin bertemu dengannya?
“Sudah, eonni. Kami bertemu semalam.”
“Lalu? Apa dia menggodamu? Aku tidak akan heran kalau
dia langsung melakukannya saat bertemu. Dia itu sudah lama
sekali menyukaimu. 14 tahun? Sejak kau ke sini waktu itu. Bahan
pembicaraannya setiap hari hanya kau saja.”
“MWO?”
“Iya, Hye-Na~ya. Anakku itu tidak mau mendekati wanita mana
pun. Aku tidak tahu apa yang kau lakukan padanya saat kalian
bertemu dulu,” sambung Ha-Na.
“A—aku… aku pernah bertemu dengan… Kyuhyun? Kapan?”
“Ah, kau benar-benar sudah lupa ya? Kasihan sekali adikku itu,”
ujar Ah-Ra dengan wajah prihatin.
“Ta—tapi eonni, eomma, ka—kami berdua… sama sekali tidak
memiliki ketertarikan seperti itu. Maksudku… saat aku bertemu
dengannya semalam… kami berada dalam situasi yang sama sekali
tidak mengenakkan. Dia… sepertinya tidak menyukaiku.”
“Omong kosong macam apa itu? Dia tidak menyukaimu? Kau
boleh mencekikku sampai mati kalau itu terjadi!” sergah Ah-Ra.
“Kau yang mengatakan omong kosong, nuna. Gadis inilah yang
memerintahkan Yesung hyung untuk menguliti kulit ayah untuk mencari

123
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 123 24/04/2013 15:13:00


http://pustaka-indo.blogspot.com
bekas luka semacam suntikan yang bisa membuktikan bahwa ayah
mati dibunuh, bukan karena serangan jantung. Dan ngomong-ngomong,
apa yang sedang kau lakukan di rumahku? Nona Han?”
Hye-Na langsung berbalik saat suara berat itu terdengar di
belakangnya. Dia mendapati Kyuhyun sedang menatapnya tajam dan
lagi-lagi disertai dengan ekspresinya yang dingin itu. Di sampingnya
berdiri Lee Hyuk-Jae yang menatap Hye-Na penuh minat dengan
senyum ramah di wajahnya.
“Hai, kau Hye-Na? Senang bertemu denganmu!”
Hye-Na mengerjap dan menyambut uluran tangan pria itu
dengan ragu.
“Pantas saja kau rela menunggunya bertahun-tahun. Gadis
secantik itu. Aku tidak heran. Kau keren sekali, sepupu!” bisik Hyuk-
Jae sambil menyikut lengan Kyuhyun.
“Diam kau!” sergah Kyuhyun tajam.
“Hye-Na memerintahkan untuk menguliti kulit ayah? Jadi apa
kau sudah mendapatkan sesuatu, Hye-Na~ya?” tanya Ah-Ra
penasaran. Tidak ada nada marah sama sekali dalam suaranya
saat mengetahui bahwa Hye-Na-lah yang memberikan perintah itu.
“Ne. Memang ditemukan semacam racun. Kurasa tidak akan
memberikan penjelasan ilmiah tentang itu di sini. Tapi, jelas sekali
bahwa serangan jantung yang dialami Tuan Cho tidak alami. Aku
rasa sudah mendapatkan beberapa tersangka saat ini.”
“Tersangka?” mata Kyuhyun berkilat saat mengatakan itu.

124
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 124 24/04/2013 15:13:00


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kenapa? Kau takut?” tantang Hye-Na.
“Sudah sudah. Kalian ini. Kau Cho Kyuhyun, kenapa kau jadi aneh
begitu? Ayo masuk. Jangan membuat keributan di sini! Sebentar
lagi pengacara Jang akan datang.”
“Eomma, kau akan mengajak gadis ini? Dia orang luar!” seru
Kyuhyun tak terima.
“Orang luar yang kau mimpikan jadi istrimu setiap malam?”
ejek Ah-Ra di telinga Kyuhyun sehingga Hye-Na tidak bisa
mendengarnya.
“Nuna!”
“Hye-Na~ya, ayo aku antarkan,” seru Hyuk-Jae sambil merangkul
bahu gadis itu. Tidak sampai sedetik, karena Kyuhyun langsung
menarik tangan Hye-Na, menjauh dari sepupunya yang playboy itu.
“Kalian duluan. Ada yang harus aku bicarakan dengannya.”
“Baiklah. Perlakukan Hye-Na dengan baik. Kau mengerti? Aku
heran kenapa adikku jadi pembohong seperti ini!” ujar Ah-Ra tak
suka sambil berjalan masuk dengan ibunya dan Hyuk-Jae.
“Apa?” tanya Hye-Na langsung tanpa basa-basi saat mereka
sudah tinggal berdua.
“Apa yang sudah kau dapatkan? Tersangka kau bilang?”
Ada aura menguasai yang sangat kentara menguar dari
pria itu. Jelas pria itu akan selalu berhasil melakukan intimidasi
terhadap siapa pun yang diinginkannya. Tidak heran jika bisnisnya
berkembang sepesat ini.

125
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 125 24/04/2013 15:13:00


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Racun yang ditemukan di tubuh ayahmu diketahui berasal
dari penemuan yang belum diluncurkan SRO. PT-20. Peptide Toxin
penemuan Zhoumi.”
“Lalu?”
“Aku mencurigai beberapa orang, terutama pamanmu dan asisten
pribadimu. Zhoumi juga termasuk daftar orang yang ingin aku interogasi.”
Kyuhyun berjalan mendekat dan menunduk sampai wajahnya
sejajar dengan gadis itu. Ada seringai sinis di wajahnya, menunjukkan
dengan jelas bahwa dia tidak suka gadis itu mencurigai orang-orang
kepercayaannya.
“Zhoumi adalah ilmuwan terhebat di SRO, aku sendiri yang
memberinya fasilitas lab khusus paling lengkap di kediaman pribadinya
sehingga dia tidak harus datang ke kantor. Dia bekerja di bawah
pengawasanku langsung, jadi aku bisa memastikan bahwa dia tidak
ada alasan sedikit pun untuk membunuh ayahku. Sementara Tae-Hwa
ajjushi adalah adik kandung ayahku. Ayahku sangat memercayainya,
jadi aku tidak punya alasan untuk melakukan yang sebaliknya,
meskipun dia yang akan mendapat keuntungan jika ayahku mati. Aku
juga mengawasinya selama ini dan dia tidak melakukan apa pun yang
mencurigakan. Dan, asisten pribadiku adalah orang yang paling aku
percayai. Dengan kata lain, jika aku tidak bisa memercayainya, aku
juga tidak bisa memercayai siapa pun lagi. Dia sudah bekerja dengan
keluarga Cho bahkan sebelum aku lahir. Dia sudah aku anggap
sebagai ayahku sendiri. Jadi, aku mau memberitahumu jika kau tidak
punya wewenang apa pun untuk mengusiknya. Aku sendiri yang akan
mengawasi gerak-gerikmu, Nona.

126
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 126 24/04/2013 15:13:01


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round 5

SRO Building, Five States, Soeul


11.00 A.M.
“HYUNG, berhentilah merecokiku terus seperti ini! Astaga! Kau
mau membuat telingaku tuli ya?” protes Kibum, merasa risih sendiri
karena Donghae terus-terusan mengikutinya sejak dari apartemen
tadi. Pria itu sudah menunggunya sejak pagi di depan apartemennya
dan mengikuti Kibum ke pemakaman ayah Kyuhyun dan berlanjut
sampai ke gedung SRO hanya gara-gara Kibum berkata bahwa dia
sudah hampir menyelesaikan serum untuk kekasihnya yang sudah
koma selama lima tahun itu. Astaga, serum itu bahkan masih belum
diuji pemakaiannya.
“Kau bilang serumnya sudah hampir selesai. Aku datang untuk
melihatnya,” ujar Donghae dengan wajah berseri-seri.

127
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 127 24/04/2013 15:13:01


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Hyung, serum itu HAMPIR SELESAI, bukan sudah selesai.
Jadi, apa gunanya bagimu untuk melihatnya? Aku harus menguji
serum itu dulu sebelum kau mencobanya pada Ga-Eul. Aku takut
dengan efek sampingnya. Walaupun serum itu berhasil, tetap saja
akan ada efek samping yang datang dari tubuh Ga-Eul sendiri.”
Raut wajah Donghae tidak berubah sama sekali saat Kibum
mengatakannya. Yang ada di pikirannya hanyalah bahwa Ga-Eul
akan segera sadar dan dia bisa melihat gadisnya itu lagi seperti
biasa. Tidak peduli apa pun konsekuensinya.
Kibum menarik napas berat dan menggelengkan kepalanya,
tahu bahwa sia-sia saja usahanya untuk memperingatkan Donghae.
Dia menunjuk salah satu kursi di lab-nya agar Donghae bisa duduk
dan bisa menjelaskan apa saja efek samping yang mungkin akan
diderita Ga-Eul, walaupun sepertinya itu tidak ada gunanya.
“Kau tahu apa yang akan terjadi pada manusia jika seluruh
anggota tubuhnya tidak pernah digunakan selama lima tahun? Dia
akan lumpuh, hyung. Ga-Eul berkemungkinan besar tidak bisa
berjalan lagi, walaupun itu bisa disembuhkan. Kau bisa mengajarinya
perlahan-lahan. Anggota tubuh yang lain juga tidak terlalu masalah
dan juga sistem pencernaannya. Selama ini tubuhnya hanya
memproses cairan yang ditransfer melalui infus. Jika dia sadar,
kau harus memberinya makanan yang ringan-ringan. Bubur dan
semacamnya. Dia akan tampak seperti bayi yang baru lahir lagi.”
“Tidak masalah,” jawab Donghae, seperti yang sudah diprediksi
Kibum sebelumnya.

128
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 128 24/04/2013 15:13:01


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Yang paling parah bukan itu, hyung. Kau tahu otak manusia?
Ga-Eul juga tidak menggunakannya sama sekali lima tahun terakhir.
Kau tahu apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar… gadis itu
akan melupakan semua ingatannya sebelum kecelakaan. Semuanya!
Dia tidak akan mengenalimu lagi. Apa kau sanggup menanggung itu
semua?”
Yang kali ini tidak diprediksi Kibum adalah senyum yang tetap
tersungging di bibir Donghae. Pria itu seolah tidak bereaksi sama
sekali terhadap seluruh penjelasan Kibum.
“Kau tahu, Kibum~a?” ujar Donghae dengan suara pelan. “Yang
kubutuhkan hanyalah melihat dia hidup lagi. Aku ingin dia menghirup
oksigen dengan paru-parunya lagi, bukan dibantu alat pernapasan.
Aku ingin melihatnya berbicara lagi, melakukan apa yang aku dan
orang lain lakukan. Menjadi manusia normal. Hanya hal sederhana
itu saja. Kalau dia tidak bisa berjalan, aku akan membantunya.
Kalau dia tidak bisa mengingat, aku yang akan menjadi memorinya.
Kalau perlu aku akan mengenalkan diriku lagi padanya dan memulai
semuanya lagi dari awal. Aku akan menjadi apa pun untuknya.
Jadi… tidak peduli apa yang kau katakan, aku sama sekali tidak
keberatan akan itu semua. Kau juga pernah mengalaminya kan?
Jadi, aku rasa kau mengerti. Aku dan dia sama seperti apa yang
kau alami dengan gadismu.”
Kibum mengangguk mengerti. Dia bisa memahami apa yang
Donghae rasakan, walaupun dia tahu bahwa kisahnya sendiri
tidak setragis kisah pria itu. Dia tidak tahu akan jadi apa dirinya
jika gadis yang dia cintai mati-matian tidak mengingat apa pun

129
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 129 24/04/2013 15:13:03


http://pustaka-indo.blogspot.com
tentangnya. Reaksi pria itu benar-benar mencengangkan. Mungkin
seperti itulah jika seorang wanita berhasil merasuki hati seorang
pria dengan pesonanya yang membutakan.
Kibum bangkit berdiri, bermaksud mengambil serum itu dan
menunjukkannya pada Donghae, saat dia melihat bahwa salah satu
serum penemuan terbarunya hilang dari raknya. Serum penghilang
ingatan itu. Dia yakin dia tidak pernah ceroboh sedikit pun. Dia
selalu memastikan bahwa semuanya diletakkan pada tempatnya
sebelum dia meninggalkan lab-nya. Tapi, serum itu….
“Tapi, ada orang-orang yang berpikir bahwa memang ada suatu
kenangan yang sebaiknya dilupakan kan? Walaupun manusia tidak
akan pernah benar-benar melupakan sesuatu, pasti akan selalu ada
sisa. Selalu ada yang tersisa di sudut paling jauh dalam otakmu.”
“Sial!” desis Kibum dan langsung berlari cepat keluar ruangan.
“Yak, Kibum~a, kau mau ke mana?” teriak Donghae yang tidak
dipedulikan Kibum sama sekali.
Gadis itu…. Apa yang dipikirkannya?

Kyuhyun’s Home, Yeoju, South Korea


10.00 A.M.
“Menikah? Appa benar-benar mau membunuhku!” seru Kyuhyun
kesal dengan tangan bersedekap di depan dada. Ayahnya tahu
dengan jelas bahwa dia tidak pernah mau menjalin hubungan dengan
gadis mana pun, tapi ayahnya malah dengan sengaja memberi

130
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 130 24/04/2013 15:13:04


http://pustaka-indo.blogspot.com
syarat seberat itu kalau Kyuhyun mau menerima semua harta yang
diwariskan padanya. Apa yang dipikirkan pria tua yang disayanginya
itu saat menulis surat warisan ini? batin Kyuhyun heran.
“Ayahmu sangat mengkhawatirkanmu, Kyuhyun~a. Mana mungkin
dia menyetujui keputusan anaknya yang hanya ingin bekerja dan
bekerja tanpa mengurusi kehidupan pribadinya sama sekali? Kau itu
sudah dewasa, sudah saatnya menikah dan mendapatkan keturunan,”
ujar Ha-Na berusaha menenangkan anaknya yang keras kepala itu.
Tentu saja Kyuhyun akan menolak mentah-mentah wasiat terakhir
ayahnya itu, tapi tidak sekarang. Tidak saat gadis itu sudah kembali
dan berada dalam jangkauan Kyuhyun, batin Ha-Na senang.
Hye-Na melirik pria itu dengan gelisah. Auranya saat marah
benar-benar mengerikan dan Hye-Na merasa ingin kabur saat
itu juga. Dia mendapat firasat buruk tentang hal ini. Benar-benar
firasat buruk. Jelas-jelas Kyuhyun sedang mengamuk berat karena
permintaan terakhir ayahnya. Pria itu mendapat 75% kekayaan
ayahnya, yang mencakup semua perusahaan dan properti pribadi
yang membuat Hye-Na ternganga sendiri saat mendengar
pengacara mereka membacakannya. Pria itu benar-benar memiliki
seperempat dunia. Itu bukan hanya kiasan, karena kenyataannya
pria itu benar-benar memilikinya. Berikut ratusan anak perusahaan,
rumah, pesawat, yacht, villa, dan entah apalagi yang bernilai triliunan
dollar.
Keluarga ini benar-benar sudah sakit jiwa. Untuk apa menumpuk
uang sebanyak itu? Dan… pria yang sudah meninggal itu malah
menyuruh anaknya menikah dalam jangka waktu satu bulan setelah

131
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 131 24/04/2013 15:13:05


http://pustaka-indo.blogspot.com
surat wasiat itu dibacakan, kalau dia mau mendapat warisan itu dan
mengurus bisnisnya. Mengingat reputasi Kyuhyun dalam berbisnis,
jelas-jelas pria itu tidak akan terima jika semua perusahaan itu
diurus oleh orang lain tanpa campur tangannya. Satu-satunya jalan
memang mendapatkan seorang gadis untuk dinikahinya dan hal
tersebut membuat pria itu lebih mengamuk lagi.
Communicator Hye-Na berdering tepat saat Kyuhyun mulai
melontarkan sumpah serapahnya. Gadis itu menarik napas lega
dan meminta izin pada mereka semua untuk pamit karena ada
pekerjaan yang harus dilakukannya. Secepat mungkin dia kabur
dari sana dan berjanji bahwa apa pun yang terjadi, dia tidak
akan mau terjebak dalam situasi seperti itu lagi. Benar-benar
menakutkan. Walaupun tidak bisa dia pungkiri bahwa keluarga itu
sangat menyenangkan. Nyaris seperti suasana rumah yang selama
ini sangat dirindukannya.
“Bukankah kau sudah menemukannya?” cetus Ah-Ra saat Hye-Na
sudah menghilang dari pandangan. Dia menatap adik kesayangannya
yang sedang emosi berat itu dengan senyum tersungging di wajah
cantiknya.
“Apa?” tanya Kyuhyun ketus.
“Gadis yang sangat ingin kau nikahi. Bukankah kau sudah
menemukannya? Mengingat kepribadianmu, kau tidak akan
melepaskannya begitu saja kan, adikku sayang?”

132
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 132 24/04/2013 15:13:08


http://pustaka-indo.blogspot.com
STA Building, Five States
11.30 A.M.
Gedung STA nyaris kosong saat Hye-Na sampai di sana. Tidak
heran, karena Kyuhyun memang meliburkan semua karyawannya
khusus untuk memperingati hari kematian ayahnya. Dan, dia juga
tidak heran sama sekali jika karyawan SRO masih sibuk seperti
biasa. Para ilmuwan di sana sepertinya memang bekerja setiap
hari tanpa henti, tidak peduli hari libur atau bukan. Anehnya,
mereka melakukan bukan karena terpaksa. Semua orang di sana
seperti tergila-gila dengan cairan kimia yang mereka miliki. Kalau
ditanya definisi kebahagiaan, pasti mereka akan menjawab tentang
penemuan baru yang mencengangkan dunia yang baru saja mereka
temukan.
Hye-Na masuk ke dalam ruang pertemuan STA dan menemukan
Siwon dan Leeteuk sudah duduk di dalamnya. Leeteuk tadi
meneleponnya dan mengatakan bahwa baru saja mendapatkan
fakta baru tentang pembunuhan berantai itu. 5to5. Itu kode yang
mereka gunakan untuk menyebut pembunuhan-pembunuhan sadis
tersebut, merajuk pada jumlah korban dan jumlah tempat di mana
pembunuhan itu terjadi.
“Apa yang kalian temukan?” tanya Hye-Na langsung setelah dia
mendudukkan diri di atas kursi.
“Beberapa dari gadis ini memiliki kesamaan. Ada 15 gadis yang
memiliki ciri yang sama dan kami masih menyelidiki delapan gadis
lainnya. Tinggal tunggu waktu saja sampai kita mendapatkan bukti
bahwa ciri itu melekat pada semuanya. Sebenarnya aku tidak

133
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 133 24/04/2013 15:13:08


http://pustaka-indo.blogspot.com
terlalu yakin ini berguna, tapi kita semakin dekat dengan tujuan
pembunuhan dilakukan,” jelas Leeteuk.
Hye-Na mengangguk.
“Mereka semua sempat tinggal lama di Amerika. Untuk korban
yang ada di Ethiopia, Uruguay, dan San Fransisco, aku mendapat
informasi bahwa mereka berdarah campuran. Yang pasti salah satu
orang tua mereka adalah orang Korea. Dan… orang tua mereka
adalah anggota KIA dan STA, baik yang masih aktif ataupun yang
sudah berhenti karena pensiun dan semacamnya. Aku rasa ini ada
hubungannya dengan balas dendam. Sepertinya masih ada yang
menghubungkan mereka semua, tapi aku masih belum tahu apa,”
keluh Siwon sambil menyodorkan data-data tersebut kepada Hye-Na.
“Selidiki semua penjahat yang sempat ditangani STA dan KIA
yang ada di Amerika. Aku rasa pembunuh ini bukan dendam terhadap
Amerika, tapi pada organisasi kita yang ada di sana. Dia orang
Korea dan mungkin saja salah seorang keluarganya pernah menjadi
buron KIA dan STA. Mati dalam pengejaran mungkin. Seseorang
bisa menjadi pembunuh berdarah dingin jika punya alasan dendam.”
Hye-Na memegangi kepalanya. Semua itu mengalir begitu saja dari
mulutnya, seolah dia memiliki firasat yang sangat kuat. Dia yakin
sebentar lagi mereka akan mendapat titik terang kasus ini. “Daftar
orang-orang yang terkait dalam sekte atau perkumpulan agama
yang taat. Hal ini pasti menyangkut agama, mengingat bagaimana
mereka mati dibunuh. Tapi aku masih tidak mengerti, kenapa dia
harus mencari korban sejauh itu. Ethiopia? Uruguay? Apa mak—”

134
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 134 24/04/2013 15:13:09


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na tersentak kaget saat dia mendapatkan sesuatu begitu
saja. Saat dia menyebutkan nama tempat-tempat itu.
“Ada apa?” tanya Leeteuk cemas saat melihat wajah pucat
gadis itu.
Hye-Na menarik selembar kertas kosong dan mulai mencoret-
coretkan penanya di atas kertas itu.
“Pembunuhan pertama terjadi di Jeju. Kemudian, salah satu
tempat di Ethiopia. Selanjutnya di San Fransisco dan Uruguay,”
ujar Hye-Na sambil menjabarkan satu per satu tempat itu di atas
kertas. Suaranya nyaris bergetar saking semangatnya. “Apa kalian
tidak menyadari sesuatu? JESUS. Huruf awal tempat-tempat
pembunuhan itu terjadi merajuk pada nama Jesus. Ini menjawab
semuanya, kenapa dia harus pergi terlalu jauh untuk mencari
korbannya? Dia tidak main-main. Pria itu merencanakan semuanya
dengan sangat baik. Mungkin dia adalah seorang Kristen yang
sangat taat dan berniat membersihkan agamanya dari para kafir.
Dia tidak memilih korbannya sembarangan. Seperti yang kubilang
tadi, mungkin salah satu anggota keluarganya—bukan mungkin lagi,
tapi sudah pasti seseorang yang berhubungan dengan pembunuh ini
mati karena diburu STA atau KIA. Dia tidak terima dan ingin balas
dendam. Tapi aku rasa… masih ada lagi, ciri lain dari para korban.
Kita harus menemukannya secepat mungkin dan kalau bisa, kita
harus menyelamatkan korban selanjutnya dari kemungkinan mati
terbunuh dengan sadis.”
Hye-Na menyilangkan kedua tangannya di depan dada, tidak
memedulikan tatapan kagum dari dua orang di depannya.

135
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 135 24/04/2013 15:13:10


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Pembunuhan ini menjadi sangat menarik bukan? Aku tidak
sabar ingin menangkapnya, hidup ataupun mati.”

Leeteuk tertawa dalam hati saat teringat ekspresi adik


angkatnya itu, saat dia sedang memperlihatkan senjata terbaru
ciptaannya setelah rapat dadakan mereka tadi. Hye-Na memang
memiliki ketertarikan pada senjata-senjata yang diciptakannya,
meski gadis itu sangat bodoh dalam hal mengingat jenis senjata
dan namanya. Dia bahkan tidak mengerti sedikit pun tentang
kaliber peluru. Yang ada di otak gadis itu sepertinya hanyalah
cara bagaimana dia bisa menghabiskan isi peluru itu dengan
menembakkannya pada tubuh seseorang.
Leeteuk mengerutkan keningnya saat melihat Eun-Kyo berjalan
ke arahnya dari kejauhan. Gadis itu tetap terlihat mempesona
seperti biasa. Hari ini dia memakai blus putih dan celana jeans yang
membalut tungkai kakinya yang panjang. Rambut lurusnya tergerai
membingkai wajahnya yang berhasil mempesona siapa saja yang
melihatnya. Termasuk Leeteuk.
Pria itu tahu dengan jelas bahwa gadis di depannya itu sangat
menarik dan seharusnya dia bersyukur bahwa gadis tersebut
dengan terang-terangan mengaku menyukainya. Tapi, Leeteuk hanya
mengaguminya. Itu saja. Bukan jenis ketertarikan yang membuatnya
menginginkan gadis itu menjadi miliknya. Bukan sesuatu yang manis
seperti itu.
Leeteuk tersenyum saat mereka berpapasan, tapi gadis itu
hanya melewatinya begitu saja, bahkan tanpa meliriknya sama

136
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 136 24/04/2013 15:13:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
sekali. Apa gadis itu marah karena ucapannya beberapa hari yang
lalu sampai dia memutuskan untuk menganggap Leeteuk tidak
ada? Apa dia gadis seperti itu?
Seharusnya Leeteuk mengabaikan kenyataan itu, mengingat
dialah yang menginginkannya, tapi entah kenapa kakinya malah
bergerak di luar kendali. Tiba-tiba saja dia sudah mencengkeram
tangan Eun-Kyo dan membalikkan tubuh gadis itu menghadapnya.
Mata cokelat besar milik gadis itu menatapnya bingung. Gadis
itu mengerjapkan matanya berkali-kali. Raut wajahnya menunjukkan
seolah-olah dia tidak mengenali.
“Ng? Kau siapa?”
Leeteuk membulatkan matanya tak percaya saat mendengar
pertanyaan gadis itu. Siapa dia? Ada apa dengan gadis ini?
“Eun-Kyo~ya, aku tahu bahwa kau marah padaku, tapi bukan
berarti bahwa kau bisa berpura-pura tidak mengenalku seperti
ini. Aku minta maaf atas ucapanku kemarin. Jadi aku mohon,
hentikanlah aktingmu.”
Leeteuk menatap gadis itu gelisah karena ekspresi gadis itu tetap
saja kebingungan seperti tadi. Mendadak Leeteuk yakin bahwa gadis
itu benar-benar tidak mengenalinya kecuali jika bakat aktingnya
benar-benar terlalu hebat seperti artis Hollywood. Tapi… bagaimana
mungkin? Sepertinya gadis ini tidak mengalami kecelakaan yang bisa
membuatnya amnesia. Walaupun itu terjadi, tidak mungkin gadis ini
bisa ada di kantor sekarang. Atau Eun-Kyo punya kembaran yang
sangat mirip dengannya? Tapi, itu juga mustahil!

137
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 137 24/04/2013 15:13:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Maaf, tapi aku benar-benar tidak mengenalmu. Kau siapa?”
“Eun-Kyo~ya!”
“Hyung!”
Leeteuk berbalik dan mendapati Kibum sudah berdiri di
belakangnya. Dia melepaskan cekalan Leeteuk di tangan Eun-Kyo
dan menarik gadis itu ke sampingnya. Leeteuk sudah mendengar
tentang kedekatan mereka berdua, walaupun dia juga tahu bahwa
hubungan mereka hanya sebatas adik kakak.
“Apa yang terjadi?” tanya Leeteuk, merasa bahwa hal ini ada
sangkut pautnya dengan Kibum.
“Aku juga ingin bertanya padanya. Tapi sia-sia saja, dia pasti
juga tidak ingat!” keluh Kibum dengan raut wajah kesal.
“Kibum~a, kau kenal pria ini? Sepertinya dia mengenalku, tapi
aku tidak ingat.”
“Aish, nuna, kau mau membuatku gila, hah? Aku sangat ingin
mencekikmu sekarang! Lebih baik kau ke ruanganku, aku mau
bicara denganmu.”
Eun-Kyo mengangguk, masih dengan tampang bingungnya. Leeteuk
mengikuti gadis itu dengan matanya sampai sosoknya menghilang di
tikungan sebelum dia menatap Kibum lagi, menuntut penjelasan.
“Dia mencuri penemuan baruku.”
“Penemuan barumu?”
“Serum penghilang ingatan. Serum itu akan menghapus ingatan
yang ingin dilupakan si pasien. Si pasien hanya perlu mengingat

138
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 138 24/04/2013 15:13:12


http://pustaka-indo.blogspot.com
memori yang menyakitkan dan serum itu akan langsung bekerja
menghapusnya.”
“Dan, dia menghapusku dari ingatannya begitu? Bagus sekali,”
desis Leeteuk.
“Hyung, aku menghormatimu, tapi kau juga harus tahu bahwa
aku tidak suka dengan sikapmu padanya. Dia sangat menyukaimu
dan tersiksa karena kau selalu mengacuhkannya. Aku sebenarnya
tidak terlalu heran dia mencuri serum itu agar bisa melupakanmu.
Lebih baik mulai sekarang kau bersikap biasa-biasa saja padanya.
Jangan beri tanda apa pun bahwa dia sempat menyukaimu dan
semacamnya! Dia harus menemukan kebahagiaannya sendiri, hyung.”
“Bagaimana kalau aku tidak mau?” sergah Leeteuk dengan
tajam, mendadak dikuasai sikap egoisnya. “Bagaimana kalau aku
tidak rela dia melupakanku, sedangkan aku tahu dengan jelas bahwa
sebelumnya otaknya itu hanya terisi dengan ingatan tentangku saja?”

Heechul’s Car
11.30 A.M.
Heechul mengambil communicator yang terletak di dashboard
mobilnya dengan mata yang tetap tertuju ke jalanan. Dia memakai
headset setelah memencet tombol terima di benda tersebut.
Dia sedang dalam perjalanan menuju lokasi syuting iklan yang
dibintanginya dan nyaris terlambat karena tadi dia sempat kesulitan
menemui Ah-Ra untuk menyampaikan rasa belasungkawa di tengah
jumlah pelayat yang membludak.

139
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 139 24/04/2013 15:13:14


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Yeoboseyo?”20
“Kim Heechul ssi? Kami dari ACC, Android Creator Center. Kami
mau memberitahu Anda bahwa pagi ini kami baru saja menemukan
android yang terdaftar sebagai milik Anda dalam keadaan mati
karena kehabisan energi di daerah Myeongdong. Jika Anda berniat
membeli android baru dan semacamnya, Anda bisa memberitahu
kami dan kami akan mengaturnya untuk Anda.”
“Apa?” tanya Heechul tak percaya dengan pendengarannya.
“Andoridku? Mati? Tapi—”
Mata Heechul berkilat marah saat memahami situasinya. Tidak
mungkin si penelepon ini berbohong. Yang memungkinkan hanyalah
kebohongan yang sebenarnya berasal dari seseorang yang berada
di rumahnya saat ini dan mengaku sebagai androidnya yang hilang.
Gadis itu… bagaimana mungkin Heechul bisa salah mengenali
manusia dengan android? Tapi wajah gadis itu benar-benar terlihat
mirip dengan androidnya yang hilang, tidak heran kalau sampai dia
salah sangka. Dan sekarang… saat dia mengetahui kenyataannya,
gadis itu pasti cari mati karena mencari gara-gara dengannya!

Heechul’s Home, Seoul


12.00 A.M.
Min-Hyo membalutkan handuk ke tubuhnya yang basah setelah
mandi dan menyegarkan dirinya. Dia harus memanfaatkan waktu
sebaik-baiknya sebelum pria mengerikan itu pulang. Dia tadi
20 Halo (jawaban saat mengangkat telepon).

140
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 140 24/04/2013 15:13:15


http://pustaka-indo.blogspot.com
sudah makan dengan tergesa-gesa sekadar untuk mengenyangkan
perutnya yang berteriak minta diisi.
Min-Hyo keluar dari kamar mandi sambil berjinjit dan masuk ke
kamar yang disediakan untuk android yang sebenarnya. Kamar itu
kosong, hanya ada satu lemari baju saja. Android tidak membutuhkan
tempat tidur karena mereka memang tidak tidur, karena itu Min-
Hyo harus meringkuk di balik sofa untuk tidur semalaman.
Gadis itu membuka pintu lemari dan menemukan beberapa
pasang baju. Tujuh pasang lebih tepatnya. Satu untuk sehari. Dia
mengambil salah satu dan meletakkan ke atas kursi. Matanya
tertarik pada foto-foto yang terpasang di dekat cermin meja rias
yang dia tidak tahu apa gunanya. Memangnya android perlu berias?
Min-Hyo tertawa kecil saat melihat foto-foto itu. Sepertinya
Kim Heechul tidak seburuk pikirannya. Pria itu terlihat dekat
dengan android miliknya. Foto itu menunjukkan pose-pose lucu
mereka berdua di berbagai tempat. Kebanyakan diambil di
rumah, walaupun ada beberapa yang diambil di taman bermain.
Dan pantas saja pria itu salah mengenalinya, karena android itu
memang memiliki wajah yang sangat mirip dengannya. Astaga, apa
wajahnya sebegitu pasarannya sampai android sekalipun diciptakan
mirip dengannya?
Min-Hyo baru beranjak untuk mengambil baju yang tadi dipilihnya
saat pintu kamar menjeblak terbuka dan Heechul muncul dengan
ekspresi wajah yang bisa dikatakan sangat murka. Dia melangkah
masuk dengan langkah-langkah panjang dan mencengkeram tangan
Min-Hyo dengan kasar sampai gadis itu menjerit kesakitan.

141
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 141 24/04/2013 15:13:16


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Jadi,” ujarnya dengan nada suara yang mematikan. “Android
sekarang butuh mandi? Hebat sekali! Kenakan bajumu dan temui
aku di ruang makan. Kita harus bicara! Dan tolong kau ingat baik-
baik, Nona Penipu, kau bisa mati di tanganku kalau kau coba-coba
membohongiku lagi! Kau mengerti?”

Sungmin’s Home, Seoul


12.30 P.M.
Min-Yeon menatap pintu apartemen di depannya dengan sedikit
ragu. Kalau pria itu ada di dalam, apa yang harus dikatakannya?
Menjelaskan kenapa semua peralatan modern ini dibutuhkan? Pasti
pria itu akan langsung mendebatnya habis-habisan dan Min-Yeon
bukan jenis orang yang bisa menang dalam adu debat. Sebenarnya
dia sudah memikirkan satu jalan keluar, tapi apa pria itu mau
mengikuti permintaannya?
Mencoba berpikiran positif, Min-Yeon memencet bel apartemen
itu dan menunggu dengan gelisah sampa seseorang membukakan
pintu untuknya.
Apa yang dilihatnya di foto hanya menunjukkan setengah dari apa
yang dilihatnya langsung saat ini. Oh, pria itu tampan, memang. Dan
kulit wajahnya seperti bayi, mulus, bersih, dan sedikit kemerahan.
Jauh lebih imut daripada yang dibayangkannya. Secara keseluruhan,
pria ini sangat menarik mata.

142
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 142 24/04/2013 15:13:20


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Nuguseyo?”21 tanya pria itu dengan suara yang ramah. Senyum
terukir di wajahnya yang polos.
Astaga, batin Min-Yeon, bagaimana mungkin pria berumur 25
tahun masih terlihat seperti anak berumur 17 yang baru beranjak
dewasa?
“Aku Park Min-Yeon,” jawab Min-Yeon gugup. Tangannya
mencengkeram kartu tanda pengenalnya yang sesaat kemudian
diacungkannya ke arah pria itu. Ekspresi wajah Sungmin yang tadinya
ramah langsung berubah 180 derajat menjadi dingin dan penuh
antisipasi. “MPA. Modern Protector Agent. Bisa ikut aku ke suatu
tempat, Lee Sungmin ssi?”

Incheon Airport
01.08 P.M.
Yu-Na menginjakkan kaki untuk pertama kalinya setelah bertahun-
tahun di tanah Korea. Ada rasa gugup yang menyergapnya saat
dia menghirup udara musim gugur di negara ini. Apalagi mengingat
tugas yang harus dilakukannya sebentar lagi.
Seseorang mengacungkan karton bertuliskan namanya di antara
para penjemput lain yang berkerumun di pintu keluar. Seorang
pria yang memakai setelan serba hitam. Jelas dari penampilannya
bahwa dia adalah salah satu agen CIA yang ditugaskan untuk
menjemputnya.

21 Siapa? Bisa juga disingkat dengan nugu.

143
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 143 24/04/2013 15:13:21


http://pustaka-indo.blogspot.com
Yu-Na merasakan detak jantungnya semakin menggila saat
mereka sudah berada di dalam mobil. Dia tidak suka situasi seperti
ini dan tidak akan pernah suka. Selama ini dia hanya bertugas
mencari data-data tentang orang-orang yang berada dalam daftar
buruan CIA dan sejauh ini dia menikmati pekerjaannya. Dia selalu
menghindari tugas langsung di lapangan karena tahu bahaya yang
harus dihadapinya. Dan sekarang… dia benar-benar berada dalam
bahaya besar!
“Saya diperintahkan mengantar Anda langsung ke kediaman
Tuan Zhoumi. Saya diberitahu bahwa Anda sudah mengerti dengan
jelas tugas Anda. Saya akan meninggalkan Anda di sana. Jika
memungkinkan, usahakan agar Anda bisa tinggal di sana atau Anda
bisa menghubungi saya untuk mengantar menuju hotel terdekat.”
“Aku mengerti tugasku dengan baik,” sahut Yu-Na.
Dia tahu dengan jelas bahwa Zhoumi adalah seorang ilmuwan
kepercayaan Cho Kyuhyun. Pria itu memberi fasilitas lengkap
bagi Zhoumi agar dia bisa bekerja di rumahnya sendiri sesantai
yang dia inginkan dan Cho Kyuhyun jelas mendapat balasan
yang setimpal mengingat penemuan-penemuan Zhoumi yang
selalu berhasil mengguncangkan dunia. Dan saat ini… yang akan
dilakukan Yu-Na adalah mencuri salah satu penemuan itu. Jika dia
tidak berhati-hati, dia yakin dia tidak akan keluar hidup-hidup
dari negara ini.

144
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 144 24/04/2013 15:13:23


http://pustaka-indo.blogspot.com
Four Seasons Hotel, Seoul
07.00 P.M.
Eunhyuk memasuki gedung tempat pesta pertunangan Ji-Yoo dan
Changmin diadakan setelah melempar kunci Ferrari keluaran
terbarunya ke arah petugas hotel yang bertugas memarkirkan
mobil para tamu. Dia tidak suka datang ke sini, tapi di sisi lain
dia juga sangat bersemangat untuk mengetahui sejauh apa dia
bisa melakukan sesuatu untuk membuat pertunangan ini tidak
berlangsung lama. Jelas dia akan merebut gadis itu dari tangan
Changmin, tidak peduli itu akan dilakukan dengan cara baik-baik
ataupun cara licik. Aneh memang, karena dia baru dua kali bertemu
gadis itu, tapi gadis itu sudah berhasil membuatnya tertarik
dengan sebuah hubungan serius untuk yang pertama kalinya sejak
dia mengenal arti kata wanita. Jadi, dia tidak akan main-main.
Kalau ibunya memaksanya menikah, itu berarti pilihan satu-satunya
hanya gadis itu. Dia akan memastikan hal itu terlaksana sesuai
keinginannya.
Dia mengenal beberapa relasi bisnisnya yang hadir di sana dan
menyapa mereka sekadar untuk berbasa-basi, sedangkan matanya
tetap menjelajahi setiap sudut ruangan untuk mencari keberadaan
gadis itu.
“Mencariku?”
Eunhyuk berbalik dengan cepat saat mendengar suara lembut
itu memasuki indra pendengarannya. Dia tidak mau repot-repot
memperbaiki ekspresi terpesonanya saat melihat penampilan gadis
itu malam ini. Gaun merah selutut dengan beberapa aksen pita dan

145
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 145 24/04/2013 15:13:24


http://pustaka-indo.blogspot.com
rimpel membalut ketat tubuh rampingnya, membentuk lekuk-lekuk
tubuhnya di tempat yang tepat. Rambut panjang ikalnya dijalin
longgar di bagian samping kepalanya, memamerkan lehernya yang
putih dan jenjang. Eunhyuk nyaris tidak menemukan kata-kata yang
pas untuk mendeskripsikan betapa cantiknya sosok gadis yang
sedang tersenyum di depannya itu. Saat otaknya nyaris tidak bisa
digunakan untuk berpikir.
“A… a… a…. Tuan Lee, apa aku terlalu cantik sampai kau tidak
bisa berkedip begitu?” goda Ji-Yoo sambil terkekeh geli.
Eunhyuk mengedikkan bahunya santai dengan tangan yang
tersembunyi di dalam saku celana.
“Sayang sekali kau berdandan secantik ini untuk bertunangan
dengan pria itu. Apa dia tidak mewanti-wantimu agar tidak
berdandan terlalu cantik sehingga kemungkinan besar menarik
perhatian setiap pria yang melihatmu, membuat mereka berpikir
bahwa akan lebih baik kalau kau menjadi milik mereka dan mulai
menyusun rencana untuk merebutmu dari tangan Changmin? Dan
harus aku akui, aku adalah salah satu dari banyak pria itu.”
“Kau benar-benar tanpa basa-basi ya?” komentar Ji-Yoo sambil
memiringkan kepalanya.
“Mana tunanganmu? Bukankah seharusnya dia mengurus tamu-
tamu yang membludak ini?”
Dia akan berangkat dari rumahnya, tadi mendadak ada bisnis
yang harus diurusnya.”
Eunhyuk mendengus dan menatap gadis itu tidak percaya.

146
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 146 24/04/2013 15:13:25


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Bahkan, dia tidak menjemputmu sama sekali. Apa bisnisnya lebih
penting daripada kau? Bagaimana mungkin kau bisa memutuskan
untuk menikah dengan pria seperti itu?”
“Bukankah salah satu hal yang harus dilakukan dalam menjalin
hubungan itu adalah memahami sifat pasangan masing-masing?
Aku sama sekali tidak keberatan dengan apa yang dilakukannya
selama hal itu masih positif. Memangnya kau bukan pekerja keras
seperti dia? Atau kau hanya bermain-main saja dan membiarkan
asistenmu yang mengurus semuanya?”
“Aku bisa melepaskan banyak hal penting untuk hal yang paling
penting, kalau kau tahu apa maksudku!”
Ji-Yoo mengerti maksud pria itu dengan sangat jelas. Pria itu
akan melepaskan segala hal yang penting dalam hidupnya, bisnis,
perusahaan, harta, demi apa yang dianggapnya paling penting
dan paling dibutuhkannya. Ji-Yoo memiliki firasat bahwa apa yang
dimaksud pria itu adalah dirinya sendiri. Apa dia terlalu besar
kepala dan sudah jatuh pada rayuan maut pria di hadapannya ini?
“Beritahu aku di mana gadis sialan itu atau aku akan memecat
kalian semua!”
Mereka berdua menoleh ke arah pintu masuk saat mendengar
suara teriakan itu menggema di seluruh ruangan yang tadinya
cukup ramai dan ribut. Eunhyuk bisa merasakan tubuh Ji-Yoo
menegang di sampingnya saat mereka akhirnya bisa melihat siapa
yang membuat keributan itu. Ibu Changmin.

147
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 147 24/04/2013 15:13:25


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau Choi Ji-Yoo?” seru wanita itu dengan wajah murka saat
dia sudah sampai di depan mereka berdua. Raut wajahnya sangat
mengerikan, seolah wajah itu tidak pernah menunjukkan ekspresi
ramah seumur hidupnya. Sepertinya wanita tua itu berniat mencaci-
maki Ji-Yoo karena tidak menerima kenyataan bahwa anak laki-
lakinya memutuskan menikahi gadis yang berbeda strata dengan
mereka.
“Dengar kau, gadis miskin! Apa kau pikir aku akan menyerahkan
anak laki-lakiku satu-satunya kepada gadis sepertimu? Jangan
pernah bermimpi hal itu akan terjadi selama aku masih hidup! Kau
pikir aku tidak tahu bahwa kau hanya memanfaatkan anakku untuk
mendapatkan hartanya? Dia bahkan dengan bodohnya membelikan
apartemen mewah untukmu, membiayai hidupmu selama berbulan-
bulan. Yang ada di otak orang miskin sepertimu hanya uang dan
uang! Anakku tidak akan datang ke sini untuk menemuimu! Aku
sangat kecewa dengan pilihannya! Seumur hidup, baru kali ini dia
mengecewakanku dan itu semua gara-gara kau! Sekarang, aku
minta kau pergi dari kehidupannya! Keluar dari apartemen itu dan
kembalikan semua fasilitas yang sudah diberikannya padamu. Aku
bisa memberimu lebih banyak. Kau mau berapa? 100 juta won?
Aku akan memberikannya padamu asalkan kau mau keluar dari
kehidupannya!”
Dengan refleks, Eunhyuk merangkul bahu Ji-Yoo agar getaran
di tubuh gadis itu mereda. Eunhyuk tidak perlu melihat wajah gadis
tersebut untuk mengetahui bahwa dia sedang menangis dan tidak
bisa membalas kata-kata kasar yang dilontarkan padanya. Wanita
tua di hadapannya itu harus bertanggung jawab atas semua yang

148
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 148 24/04/2013 15:13:26


http://pustaka-indo.blogspot.com
sudah dilakukannya malam ini. Dia akan mendapatkan balasan jauh
lebih mengerikan daripada apa yang pernah dibayangkannya. Hal
yang mudah untuk dilakukan jika kau punya sepupu yang memiliki
seperempat dunia.
“Nyonya Shim,” ujar Eunhyuk dengan suara pelan tapi mematikan.
Wanita itu menoleh ke arahnya dan langsung terperanjat saat tahu
dengan siapa dia berhadapan. Siapa pun akan berpikir ulang seribu
kali untuk mencari gara-gara dengan anggota keluarga Cho.
“Kau pernah sekolah? Pernah diajari pendidikan dan sopan
santun? Sikapmu persis seperti gelandangan tidak berpendidikan
di pinggir jalan. Sebelum keluar rumah dan bersosialisasi dengan
orang lain, lebih baik mulutmu disekolahkan terlebih dahulu! Kau
itu orang terkenal, tapi kenapa bisa memiliki perilaku rendahan
seperti ini? Benar-benar memalukan! Tidak heran bahwa sifat
anakmu itu sangat menyebalkan. Aku sudah tahu alasannya
sekarang. Karena dia memilki ibu sepertimu. Dan kau ingat baik-
baik, kau tahu gadis ini kan? Choi Ji-Yoo. Aku senang sekali kau
datang ke sini dan menghancurkan semuanya, jadi aku tidak perlu
susah payah merebutnya dari anakmu. Gadis ini sebentar lagi
akan jadi anggota keluargaku. Ah, istriku lebih tepatnya. Aku tidak
terima kau memperlakukan calon istriku seperti ini. Kau tahu kan
apa yang akan kau dapatkan jika berani mencari gara-gara dengan
keluarga kami? Aku bisa menghancurkan keluargamu dengan sekali
jentik. Jadi, kau tunggu saja!”
Eunhyuk menarik tangan Ji-Yoo, membawa gadis itu keluar
ruangan di bawah tatapan syok dari semua orang. Sudah pasti

149
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 149 24/04/2013 15:13:26


http://pustaka-indo.blogspot.com
semua surat kabar dan acara gosip besok akan menayangkan berita
ini habis-habisan. Image-nya akan terlihat keren sekali di mata
publik. Coba bayangkan betapa histerisnya para wanita jika tahu dia
ingin menikahi tunangan musuh bisnisnya. Hahaha, pasti lucu sekali.
Dia juga penasaran dengan reaksi Kyuhyun tentang hal ini. Tapi
sepertinya, dia tidak perlu terlalu khawatir, sepupunya itu sedang
sangat sibuk dengan gadis masa kecilnya.
Eunhyuk terus menarik gadis itu dan baru berhenti setelah mereka
sampai di lapangan parkir. Dia melepaskan jas yang dipakainya dan
menyampirkannya ke bahu Ji-Yoo, kemudian menyandarkan tubuhnya
ke badan mobil, berdiri santai di sana sambil menatap gadis di
depannya yang tidak henti menunduk dari tadi.
“Aku berdiri di depanmu menurutmu untuk apa? Kau bisa
menangis sekarang, Yoo~ya. Tempat ini cukup sepi. Hmm? Atau
tempatnya kurang keren? Kau mau ke mana? Pantai? Atau….”
Ucapan Eunhyuk terhenti karena Ji-Yoo sudah melemparkan
tubuhnya ke pelukan pria itu. Sesaat kemudian isak tangisnya sudah
terdengar, membuat Eunhyuk berusaha keras menahan emosinya
untuk tidak menghambur masuk ke gedung itu lagi dan mencekik
leher wanita tua itu sampai mati. Alih-alih melakukan itu, Eunhyuk
malah terkekeh geli dan melingkarkan tangannya di pinggang Ji-
Yoo, mengusap punggung gadis itu dengan gerakan menenangkan.
“Bodoh, sudah kubilang kan? Tinggalkan pria itu. Kau tidak mau
mendengarkan kata-kataku.”
Ji-Yoo mengangkat wajahnya dan menatap Eunhyuk dengan
bibir mengerucut. Pipinya tampak menggembung dan hidungnya

150
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 150 24/04/2013 15:13:27


http://pustaka-indo.blogspot.com
memerah, membuatnya terlihat manis sekali seperti boneka.
Melihat itu, tawa Hyuk-Jae malah meledak keras dan dia
terbungkuk-bungkuk sambil memegangi perutnya.
“Yak!” seru Ji-Yoo tak terima.
“Astaga, wajahmu itu jelek sekali! Ya Tuhan, bagaimana mungkin
aku menyukaimu? Apa seleraku serendah itu?”
“Lee Hyuk-Jae~ya!!!” Kali ini Ji-Yoo menghantam bahu pria itu
dengan kepalan tangannya.
Eunhyuk berdeham dan menegakkan tubuhnya lagi. Tawanya
mendadak lenyap, digantikan wajah seriusnya yang menatap Ji-Yoo
lekat-lekat.
“Kau sudah baikan? Baik-baik saja kan? Yoo?”
“Sejak kapan aku memberimu izin memanggilku dengan nama itu?”
Eunhyuk mengulurkan tangan dan menyentuhkan ke pipi gadis
itu, mengusapnya pelan, menghapus sisa-sisa air mata yang masih
membekas di sana. Mata gadis itu menatapnya dengan polos dan
entah apa yang ada di pikiran Eunhyuk, pria itu memajukan wajahnya
dan menyapu bibir Ji-Yoo sekilas dengan bibirnya. Ciuman pertamanya
dan dia tidak mau memikirkan apa Changmin sudah pernah melakukan
hal itu pada gadisnya atau belum. Dia sudah memutuskan sesuatu sejak
melihat Ji-Yoo diperlakukan semena-mena oleh ibu Changmin tadi dan
dia akan melaksanakannya dalam waktu dekat. Secepatnya!
“Kau… Choi Ji-Yoo…,” ujarnya dengan suara rendah. “Ayo kita
menikah.”

151
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 151 24/04/2013 15:13:29


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round 6

STA Building, Five States, Seoul


11.00 A.M.
“HYE-NA~YA, aku sudah pulang! Hah, saat aku sampai di rumah
tadi kau sudah berangkat kerja, kita jadi tidak bisa berangkat
sama-sama. Apa yang sedang kau lakukan? Oh iya, aku dengar
kau sudah mendapat kemajuan pesat dengan kasus 5to5. Leeteuk
oppa menceritakannya padaku tadi. Kau benar-benar hebat! Ah, aku
sampai lupa, bagaimana kemarin lusa? Kau bertemu dengan Kyuhyun
di rumahnya? Bertemu dengan ibunya? Nuna-nya? Rumahnya pasti
bagus sekali kan?” cerocos Eun-Ji tanpa henti.
Hye-Na meremas kertas kosong di dekatnya dan melemparkannya
dengan cepat ke wajah gadis itu untuk menghentikan ocehannya.

152
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 152 24/04/2013 15:13:29


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kembali setelah dua hari menghilang, kau menjadi cerewet
seperti burung perkutut. Paman dan Bibi memberimu makan apa
di sana?”
“Kasih sayang dan cinta,” jawab Eun-Ji dengan ekspresi yang
membuat perut Hye-Na mendadak terasa mual.
“Astaga, Shin Eun-Ji, pergi kau dari hadapanku sekarang juga!
Benar-benar menjijikkan!”
Pintu ruangan kantor Hye-Na terbuka dan mata gadis itu
langsung membelalak lebar saat melihat siapa tamunya siang ini.
“Wah, Tuan Cho, ada perlu apa kau datang ke sini? Mau
merecokiku lagi? Tugasku untuk melindungimu baru dimulai tiga
hari lagi, jadi lebih baik kau tidak muncul dulu di depanku sampai
hari itu tiba.”
Eun-Ji menendang kaki Hye-Na dari bawah meja, merasa
bahwa kata-kata gadis itu tidak sopan untuk dilontarkan pada
atasan mereka. Seperti yang sudah diperkirakannya, gadis itu
tidak mengacuhkannya sama sekali.
Kyuhyun merentangkan kedua tangannya di atas meja dan
menjulurkan tubuhnya ke arah Hye-Na. Seperti biasa, pria itu
mencoba mengintimidasinya lagi.
“Apa lagi sekarang?”
Kyuhyun menegakkan tubuhnya tanpa berkata apa-apa dan
berjalan mengitari meja sampai tiba di samping Hye-Na. Dengan
cepat dia menarik tangan gadis itu dan memberi tanda agar Eun-Ji
mengikuti mereka.

153
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 153 24/04/2013 15:13:30


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Yak yak, kau mau membawaku ke mana, hah?”
Pria itu tidak berkata apa-apa dan tetap melanjutkan kegiatannya
menarik tangan Hye-Na. Gadis itu bisa merasakan tatapan heran
semua pegawai ke arah mereka. Astaga, pasti dia akan menjadi
bahan empuk untuk digosipkan selama satu bulan ke depan.
“Masuk,” perintah Kyuhyun setelah membukakan pintu mobil
Ferrari hitamnya untuk Hye-Na. Jangan mengira itu perlakuan
manis dari seorang pria terhadap wanitanya, karena wajah pria itu
jelas menyiratkan pemaksaan.
Pria itu mengemudikan mobilnya dengan gila-gilaan, 180 kilometer
per jam di jalanan yang cukup ramai. Hye-Na dan Eun-Ji juga sering
ngebut di jalanan, tapi jika jalanan itu lengang, bukan saat jam-jam
sibuk seperti ini. Pria itu melakukan terjangan mengerikan saat
memotong mobil-mobil lain dengan jarak yang sangat dekat. Hye-Na
melirik Eun-Ji yang balas menatapnya dengan ketakutan. Sepertinya
pria itu bermaksud membunuhnya sekarang atau mungkin nanti
setelah sampai di tempat tujuan.
Mobil itu berbelok memasuki sebuah gedung. Saking kencangnya,
Hye-Na bahkan tidak sempat melihat papan nama gedung yang
mereka masuki.
“Turun,” ujar Kyuhyun singkat dan mulai menarik-narik Hye-Na lagi.
“Awas kalau pergelangan tanganku sampai patah gara-gara
kelakuanmu! Bisa tidak kau membawaku secara baik-baik, hah?”
cerocos Hye-Na.
“Tidak, karena jelas-jelas kau tidak akan ikut denganku secara
sukarela.”
154
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 154 24/04/2013 15:13:31


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na mencibir kesal dan menyadari bahwa tatapan para
pegawai di gedung itu sama dengan tatapan yang didapatkannya di
gedung STA tadi.
Hah, ini bahkan lebih parah lagi, batin Hye-Na. Bisa-bisa dia jadi
bahan gosipan se-Korea. Siapa yang tidak kenal dengan Cho Kyuhyun?
“Kim ajjushi, kau sudah mendapatkan suratnya?” tanya Kyuhyun
kepada seorang pria paruh baya yang sudah menanti mereka.
Sepertinya itulah asisten pribadi Kyuhyun yang dicurigainya selama
ini. Tampang pria itu sama sekali tidak terlihat seperti seorang
penjahat, malah terkesan sangat kebapakan. Tidak heran Kyuhyun
marah saat Hye-Na menjadikan pria itu sebagai salah satu
tersangkanya.
“Ye. Kalian tinggal tanda tangan saja.”
Pria itu menyerahkan selembar kertas kepada Kyuhyun dan
selembar lainnya pada Hye-Na.
“Apa ini?”
“Aku mendaftarkan pernikahan kita. Kau tanda tangan saja,”
ujar Kyuhyun santai sambil mencoretkan tanda tangannya di atas
kertas yang diberikan asistennya tadi.
“Mendaftar… apa? Pernikahan? KITA?” jerit Hye-Na kaget.
Dia tidak peduli bahwa sudah ada beberapa orang yang mendekat
untuk melihat apa yang dilakukan seorang Cho Kyuhyun di tempat
seperti ini.
“Ck, aku tahu jadinya akan sesulit ini. Eun-Ji~ya, kau tanda
tangan di kolom saksi, aku harus mengurus temanmu ini dulu,” kata

155
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 155 24/04/2013 15:13:31


http://pustaka-indo.blogspot.com
Kyuhyun sambil menyerahkan kertas yang sudah ditandatanganinya
tadi pada Eun-Ji yang menatap mereka berdua seolah mereka
adalah tontonan paling menarik sedunia.
“Shin Eun-Ji, awas kalau kau tanda tangan!” kecam Hye-Na.
“Wah, maaf Hye-Na~ya, aku harus menuruti perintah dari
atasanku,” seru Eun-Ji riang.
“Ini salah satu perintahku sebagai atasanmu,” ujar Kyuhyun sambil
menundukkan wajahnya ke arah Hye-Na, berbisik di telinga gadis itu
agar orang-orang yang berkerumun tidak bisa mendengar ucapannya.
“Aku akan menjelaskannya dan aku minta kau tidak berteriak-teriak
lagi seperti tadi. Reputasiku dipertaruhkan di sini. Kau mengerti?”
“Memangnya apa peduliku kalau image-mu rusak?” bentak
Hye-Na keras kepala. Tapi melihat tatapan Kyuhyun yang seperti
siap membunuhnya, dia terpaksa mengatupkan mulutnya sambil
mengangkat bahu. “Jelaskan,” ujar Hye-Na akhirnya.
“Kau tahu isi wasiat ayahku! Jadi, aku tidak perlu menjelaskan
padamu kenapa aku tiba-tiba ingin menikah. Dan kenapa aku
memilihmu, itu seharusnya sudah bisa kau tebak. Aku hanya
mengenal dua gadis sejauh ini, nuna-ku dan kau. Karena aku tidak
mungkin menikahi nuna-ku sendiri, jadi aku memilihmu. Setidaknya
asal-usulmu sudah jelas dan ibuku juga sangat menyukaimu. Lagi
pula kau ditugaskan untuk melindungiku, bukankah akan lebih
mudah jika kau menjadi istriku dan tinggal bersamaku? Kau bisa
mengawasiku 24 jam penuh. Menarik kan?”

156
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 156 24/04/2013 15:13:32


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Sama sekali tidak menarik,” desis Hye-Na. “Kau pikir pernikahan
itu main-main, hah?”
“Lebih cepat kau menemukan siapa pelaku pembunuhan ayahku,
maka lebih cepat pula kau bisa kabur dariku. Jika kau mau tahu, aku
sudah menelepon ibumu untuk meminta izin dan sudah menjelaskan
alasan kenapa aku menikahimu. Dan dia terdengar senang sekali.”
“Mworago? Kau menjelaskan alasan kau menikahiku dan ibuku
menyetujuinya dengan senang hati?”
“Tepat sekali. Dia menyuruhku untuk memaksamu jika kau
menolak. Kau boleh meneleponnya kalau tidak percaya.”
Kyuhyun tentu saja serius dengan ucapannya. Dia menjelaskan
segala hal pada ibu Hye-Na, persis seperti apa yang sudah
dikatakannya pada gadis itu. Tentu saja dia mengungkapkan
perasaannya secara jujur pada sahabat ibunya itu. Bahwa dia akan
mempertahankan pernikahan mereka selama mungkin, tidak peduli
bagaimanapun perasaan gadis itu terhadapnya. Dia meminta ibu
Hye-Na untuk menyembunyikan fakta itu sampai dia sendiri yang
mengatakannya pada Hye-Na, walaupun tidak jelas kapan hal itu
akan terjadi. Dia selalu merasa sulit untuk berbicara baik-baik
pada gadis di hadapannya ini.
Kyuhyun memerhatikan ekspresi wajah Hye-Na yang terlihat
sedikit goyah dengan pendiriannya, sehingga dengan sengaja Kyuhyun
menyodorkan kertas tadi ke depan wajah gadis itu.
“Tanda tangan atau aku akan menarikmu ke depan altar dan
memaksa pendeta menikahkan kita sekarang juga,” ujar Kyuhyun.

157
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 157 24/04/2013 15:13:32


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku sudah gila!” cetus Hye-Na sambil merebut kertas itu
dari tangan Kyuhyun dan mencoretkan tanda tangannya di sana.
“Menjadi istrimu? Ya Tuhan, aku pasti terkena kutukan!”
Kyuhyun mengabaikan omelan Hye-Na dan merengkuh wajah
gadis itu sampai menatapnya.
“Dengar baik-baik, aku memberimu peringatan awal. Kalau
sampai kau jatuh cinta padaku, aku akan pastikan bahwa kau akan
menyandang status sebagai istriku sampai mati. Jadi berhati-
hatilah, Nyonya Cho.”

“Menarikku ke kantor registrasi pernikahan, menyodoriku surat


pendaftaran pernikahan untuk ditandatangani, dan memaksaku
menjadi istrinya. Bahkan, dia menelepon ibuku untuk meminta restu!
Pria itu benar-benar sudah tidak waras! Cih, siapa yang mau jadi
istrinya? Dibayar berapa pun juga aku tidak akan mau!” ucap Hye-
Na tanpa henti, menyebabkan Eun-Ji harus menutup telinganya
yang terancam tuli mendengar suara gadis itu.
“Tapi sekarang kau sudah sah menjadi istrinya di mata negara,
jadi tutup mulutmu dan terimalah semuanya dengan senang hati.
Gadis mana pun akan melakukan apa saja untuk mendapatkan
posisimu sekarang. Seperti ada ruginya saja menjadi istri pria itu.
Coba beritahu aku di mana letak kerugiannya, kecuali kenyataan
bahwa kau pasti akan terjerat dalam pesonanya? Hmm? Han Hye-
Na? Ah, ani, sekarang kau kan sudah menjadi Nyonya Cho. Cho
Hye-Na. Nama itu terdengar lebih baik.”

158
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 158 24/04/2013 15:13:34


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Diam kau! Astaga, bagaimana mungkin ibuku menyetujui ini
semua? Membiarkan putrinya terjebak dalam pernikahan penuh
konspirasi seperti ini? Orang tua macam apa dia?”
“Kapan ya Kyuhyun akan menyelenggarakan pesta pernikahan
kalian? Pasti itu akan menjadi pesta pernikahan paling mewah di
seluruh dunia. Benar tidak? Kau akan memakai gaun pengantin
yang cantik dan suamimu akan terlihat tampan dalam balutan jas
hitamnya. Kalian berdua akan menjadi pasangan paling spektakuler
di dunia. Haaah, coba bayangkan berapa banyak kekayaan yang
kau miliki saat ini, Hye-Na~ya? Kau bisa membeli apa pun yang
kau inginkan,” seru Eun-Ji dengan wajah berbinar-binar tanpa
mengacuhkan omelan Hye-Na sama sekali.
“Kau! Aaaargh!!! Kalau aku sedang bernafsu membunuh, kaulah
orang pertama yang akan aku cari! Ya Tuhan, kata pernikahan tidak
ada dalam kamus hidupku! Dia berhasil membuatku mengalaminya!
Aku akan menembak kepalanya kalau sampai dia mencari gara-
gara denganku!”
“Lihat, suamimu datang! Beruntung sekali kau bisa menikah
dengan pria semenawan itu. Membuatku iri saja,” komentar Eun-
Ji sambil mengedikkan dagunya ke arah Kyuhyun dan asistennya
yang baru saja melangkah keluar dari kantor registrasi pernikahan
itu. Hye-Na memang memilih menunggu di mobil karena tangannya
sangat gatal untuk memukul sesuatu jika lebih lama lagi melihat
wajah menyebalkan pria itu.
“Ini buku nikahmu. Awas kalau kau sampai menghilangkannya!”

159
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 159 24/04/2013 15:13:34


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na mendelik mendengar ucapan pria itu. Dia merebut buku
kecil itu dengan kasar dan memasukkannya sembarangan ke dalam
tas.
“Bisakah kau berbicara denganku secara baik-baik tanpa
mengancamku seperti yang selalu kau lakukan?”
“Tidak ada gunanya bagiku. Setidaknya dampak ancamanku
lebih meyakinkan,” jawab Kyuhyun acuh sambil membuka pintu
mobil, meninggalkan gadis itu berdiri kesal di luar.
“Kau mau pulang atau tidak? Istriku?” Hye-Na membulatkan
matanya mendengar ucapan pria itu, tapi hanya sedetik, karena di
detik itu juga Kyuhyun langsung tertawa keras seraya menghidupkan
mesin mobilnya. Di saat yang bersamaan, Hye-Na bisa melihat
jelas Eun-Ji yang melongo dengan mulut ternganga lebar di kursi
belakang. Yeah, melihat Kyuhyun tertawa seperti itu, mungkin
Guinnes Book of Record bermaksud mencetak rekor baru.

Kyuhyun melirik gadis yang duduk di sampingnya diam-diam. Hari


ini gadis itu tampak cantik dengan blus putih pas badannya dan
celana warna khaki yang membalut kaki jenjangnya. Penampilan
yang sempurna untuk sebuah pernikahan yang mengejutkan.
Bukan maksudnya menikahi gadis itu dengan cara seperti
ini. Rencana yang sudah disusunnya bertahun-tahun yang lalu
adalah melamar gadis itu secara baik-baik ke keluarganya dan
menyelenggarakan pesta pernikahan sesuai apa yang diinginkannya.
Bukannya menarik gadis itu ke kantor registrasi pernikahan dan

160
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 160 24/04/2013 15:13:37


http://pustaka-indo.blogspot.com
mendaftarkan pernikahan mereka begitu saja. Tapi sebenarnya
ini tidak terlalu buruk, mengingat dia bermaksud mengikat gadis
itu bersamanya secepat mungkin, karena Kyuhyun tahu akan
membutuhkan waktu lama jika ia harus melakukan tahap-tahap
hubungan normal seperti biasa. Membuat gadis itu jatuh cinta
dulu padanya, yang mungkin akan membutuhkan waktu bertahun-
tahun, baru setelah itu menikahinya. Memikirkan hal itu saja sudah
membuat perut pria itu bergejolak hebat.
Bukankah caranya sekarang jauh lebih cepat dan praktis?
Setidaknya gadis itu sudah sah menjadi miliknya dan dia tidak akan
bersaing dengan siapa pun untuk mendapatkan gadis itu, belum
lagi kemungkinan besar bahwa gadis tersebut akan kabur lagi ke
Amerika. Akan menjadi hal yang sangat sulit untuk menariknya
pulang ke Korea. Jadi, menikahinya secara paksa seperti ini adalah
jalan keluar yang terbaik, menurutnya.
“Hari ini juga kau pindah ke rumahku,” ujar Kyuhyun dengan
mata tetap tertuju ke jalan. Dia bisa merasakan gerakan cepat
kepala gadis itu dan matanya yang langsung mengarah pada
Kyuhyun, menatap pria itu tajam.
“YAK!!!! Sudah cukup aku menandatangani surat laknat itu dan
sekarang kau memintaku tinggal bersamamu? SHIREO!!!!”22
“Menurutmu apa kata orang jika aku membiarkan istriku
tinggal terpisah dariku? Aku akan dianggap sebagai suami
tidak bertanggung jawab. Jika orang-orang di kantor registrasi
pernikahan tadi diwawancarai, aku yakin mereka pasti dengan
22 Tidak mau.

161
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 161 24/04/2013 15:13:37


http://pustaka-indo.blogspot.com
senang hati bercerita bahwa aku sudah menarikmu dengan paksa,
berdebat tentang tanda tangan, dan entah ancaman apa yang aku
lakukan, kau setuju menandatangani kertas itu.”
“Memang itu yang terjadi! Dan dengar, kalau kau menginginkan
seseorang yang mau menuruti apa saja perkataanmu, kau salah
orang! Aku tidak akan tunduk padamu begitu saja! Kau mengerti?
Jadi, lebih baik kau ceraikan aku dan cari gadis lain!”
Kyuhyun menepikan mobilnya dengan bunyi berdecit yang
memekakkan telinga. Jelas dia dengan sengaja melakukannya,
walaupun mereka memang sudah sampai di depan apartemen
Hye-Na dan Eun-Ji. Hye-Na tidak habis pikir dari mana pria itu
mengetahui tempat tinggalnya. Tapi tidak heran juga, sepertinya
tidak ada rahasia yang tidak diketahui pria itu di bumi ini.
“Bereskan barang-barangmu sekarang, nanti aku akan
mengirim mobil barang ke sini dan mengangkut semuanya ke
rumahku. Pastikan kau siap berangkat pukul 7, nanti aku akan
menjemputmu, Eun-Ji ssi,” panggil Kyuhyun sambil menoleh ke
bangku belakang.
“Ne?” seru Eun-Ji, sedikit terkejut karena pria itu mengajaknya
bicara.
“Kau tidak keberatan kan tinggal sendirian di apartemen ini?”
“Ah, ye, gwaenchana.23 Sama sekali tidak ada masalah. Bahkan,
aku senang bisa lepas dari istrimu itu.”

23 Tidak apa-apa.

162
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 162 24/04/2013 15:13:39


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na mendelik ke arah Eun-Ji, penasaran dengan label sahabat
yang disandang gadis itu selama ini. Apa sahabat memperlakukanmu
seperti itu? Mengirimmu kepada orang jahat?
“Bantu dia membereskan barang-barangnya, kalau kau tidak
keberatan.”
“Dengan senang hati,” jawab Eun-Ji dengan senyum lebar sambil
membuka pintu mobil.
“Sampai jumpa, Kyuhyun ssi.”Kyuhyun mengangguk singkat dan
dengan cepat menahan tangan Hye-Na yang baru beranjak untuk
turun dari mobil. Gadis itu berbalik ke arahnya dengan wajah malas
dan kesal.
“Cerai, mencari gadis lain, atau apa pun yang ada di otakmu itu,
tidak akan pernah aku lakukan. Silakan berharap aku mengajukan
kata cerai, tapi itu tidak akan terjadi. Kau pikir kenapa aku memilihmu
menjadi istriku? Kau tidak mendengarkan apa yang teman-temanmu
katakan? Bukankah mereka bisa menebak dengan tepat apa yang
terjadi saat aku menatapmu? Bukankah nuna-ku sudah menyiratkan
dengan jelas apa isi otakku? Atau kau terlalu bodoh sampai aku
harus menyatakan semuanya sendiri? Kalau begitu, kapan-kapan
saja. Aku juga tidak terlalu baik hati sampai mau mempermalukan
diriku sendiri di depan gadis yang saat ini sedang menaruh namaku
di daftar paling atas orang yang dibencinya.”
Kyuhyun melepaskan cekalannya, tapi Hye-Na sama sekali
tidak bergerak dari tempat duduknya. Kata-kata pria itu
membanjiri otaknya seperti air bah dan dia—seperti kata pria
itu—dengan bodohnya tidak bisa menguraikan kalimat itu satu per

163
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 163 24/04/2013 15:13:39


http://pustaka-indo.blogspot.com
satu sampai bisa dimengertinya. Sampai ada satu kesimpulan yang
bisa diterima dengan akal sehatnya. Karena dari apa yang dicerna
otaknya saat ini, hanya ada satu pengertian dari kata-kata tadi dan
dia merasa tidak bisa menerima hal tersebut dengan logikanya.
Pria itu… menyukainya? Bukankah… itu adalah hal paling mustahil
yang pernah dia dengar?
Hye-Na menggelengkan kepalanya dan membuka pintu mobil.
Berada di dekat pria itu membuatnya gila. Lama-lama seperti
ini, bisa-bisa peringatan yang diberikan pria itu sebelumnya akan
terjadi, dan dia sama sekali tidak menginginkannya. Peringatan
bahwa pria itu tidak akan melepaskannya seumur hidup jika Hye-
Na sampai jatuh cinta padanya.
“Dan Hye-Na~ya,” ucap Kyuhyun menggantung, membuat gadis
itu menoleh lagi padanya. Dia sedikit terpana saat melihat mata
pria itu menatapnya serius, dan kata-kata berikutnya yang keluar
dari mulut pria itu, berhasil membuat kakinya bergetar. Tidak
bisa menopang tubuhnya dengan benar seperti biasanya. “Senang
akhirnya bisa menjadikanmu istriku.”

Heechul’s Home, Gangnam, Seoul


09.00 P.M.
“Jelaskan padaku sekarang juga apa yang sedang kau lakukan di
sini dengan berpura-pura menjadi androidku! Kalau kau berbohong
lagi, aku akan memasukkanmu ke penjara dan kau tidak akan
hidup tenang seumur hidupmu!”

164
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 164 24/04/2013 15:13:41


http://pustaka-indo.blogspot.com
Min-Hyo berjengit mendengar ucapan tajam yang keluar dari
mulut pria di depannya itu, terus menunduk karena tidak berani
menatap mata yang sepertinya bernafsu untuk menghabisinya
hidup-hidup. Astaga, dia heran dengan dirinya sendiri, sudah jelas-
jelas dia tahu bagaimana reputasi pria itu di mata publik—artis
berbakat dengan kepribadian abnormal yang melakukan segala hal
sesuai dengan keinginannya—tapi, dia masih saja berani mengambil
resiko berurusan dengan pria itu. Dia seharusnya langsung kabur
kemarin! Dasar Min-Hyo bodoh, rutuknya dalam hati.
“A… aku kabur dari rumah,” jawab Min-Hyo takut-takut.
“LALU, KAU PIKIR RUMAHKU INI MERUPAKAN TEMPAT
PENAMPUNGAN, HAH?”
Dengan refleks Min-Hyo mundur dengan wajah ngeri mendengar
teriakan pria itu.
“A—ani…. Hee…. Heechul ssi. Kau kemarin menarikku ikut
denganmu karena mengira aku ini androidmu,” ujar Min-Hyo.
Sekarang suaranya sudah sedikit mantap karena dia berpikir
bahwa Heechul tidak akan memotongnya lagi. “Jadi… dalam situasi
seperti itu, yang aku pikirkan hanyalah cara agar aku bisa lolos
dari pencarian orang tuaku, makanya aku… ikut denganmu.”
“Cih, setelah semua yang terjadi kau masih berpikir aku ini pria
baik hati yang akan menampungmu di rumahku begitu? Kau tidak
berpikir kemungkinan mereka akan menemukanmu di sini. lalu aku
dituduh melarikan anak gadis orang dan orang tuamu menuntutku,
seluruh karier yang sudah kubangun susah payah selama ini hancur
lebur begitu saja?” seru Heechul dalam satu tarikan napas.

165
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 165 24/04/2013 15:13:41


http://pustaka-indo.blogspot.com
“A—aku… tidak berpikir sejauh itu.”
“Karena otakmu itu bodoh! Astaga, bagaimana mungkin aku
bisa berurusan dengan orang sepertimu?” teriak Heechul frustrasi.
“Sekarang keluar kau dari rumahku!”
“Heechul ssi, kumohon, aku… aku bisa menjadi pembantumu,
kau tidak perlu membeli android lagi.”
“Kau pikir aku orang miskin sampai tidak punya cukup uang
untuk membeli android baru?” potong Heechul.
“Ani. Maksudku bukan seperti itu. Tapi aku mohon padamu,
aku tidak akan merepotkanmu sama sekali. Aku akan mengerjakan
semua pekerjaan rumah tangga dan kau tidak perlu menggajiku.
Kau hanya perlu memberiku tempat tinggal dan makan. Itu saja.
Aku janji tidak akan mengganggumu dan semacamnya.”
Heechul tampak berpikir sesaat sebelum memandang Min-Hyo
lagi dengan tatapan menakutkannya.
“Lalu, kalau kau ketahuan?”
“Aku tidak akan keluar rumah, jadi resiko ketahuan akan semakin
kecil. Aku hanya akan keluar untuk membeli keperluan rumah
tangga. Itu pun akan kulakukan malam hari. Kalaupun ketahuan, aku
janji tidak akan membawamu dalam masalah ini.”
“Kenapa kau kabur dari rumah?”
Min-Hyo tampak sedikit ragu sebelum menjawab.
“Selama ini orang tuaku selalu mengekangku dan sekarang
mereka bermaksud menikahkanku dengan relasi bisnis mereka.

166
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 166 24/04/2013 15:13:43


http://pustaka-indo.blogspot.com
Aku tidak mau, makanya aku kabur dari rumah. Dan, tidak berniat
untuk kembali ke sana lagi.”
“Lalu, kau berpikir ingin tinggal di sini seumur hidupmu begitu?”
Min-Hyo mengerjap, lagi-lagi dia tidak berpikir sampai sejauh
itu.
“A—aku tidak tahu.”
“Sudahlah, nanti saja dipikirkan. Sekarang kau bersihkan rumah
ini. Debunya banyak sekali.”
“Jadi, kau memperbolehkanku tinggal di sini? Aigoo, terima
kasih, Heechul ssi!” Tanpa sadar Min-Hyo menghambur ke arah
Heechul yang langsung mundur dan menyentuhkan jari telunjuknya
di dahi gadis itu, memberi jarak di antara mereka, sekaligus
mencegah gadis itu untuk maju.
“Peraturan pertama, jangan sembarangan mendekatiku jika
tidak ada hal yang terlalu penting! Aku tidak suka dekat-dekat
dengan wanita.”
“Kau gay?” tanya Min-Hyo dengan polos dan ekspresi Heechul
detik berikutnya membuatnya langsung memutuskan untuk
tidak menanyakan hal itu lagi, jika dia masih mau hidup damai
di atas bumi. Apalagi kata-kata Heechul setelah itu cukup untuk
menegaskan semuanya.
“Sekali lagi kau menanyakannya, mati kau!”
Min-Hyo bergidik ngeri saat kejadian dua hari yang lalu
mampir lagi di ingatannya. Pria itu benar-benar mengerikan dan

167
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 167 24/04/2013 15:13:43


http://pustaka-indo.blogspot.com
membuatnya takut. 48 jam terakhir dia memang tidak berteriak-
teriak pada Min-Hyo lagi dan sepertinya merasa cukup puas
dengan pekerjaan gadis itu, tapi tetap saja auranya membuat Min-
Hyo tidak nyaman. Ada sesuatu yang disembunyikan rapat-rapat
oleh pria itu, karena itu dia seolah menarik diri dari lingkungannya,
terutama dari para wanita. Sepertinya, dia punya trauma atau
semacamnya yang berhubungan dengan wanita. Tapi Min-Hyo
sama sekali tidak berniat untuk menanyakannya, dia tidak mau
mengambil resiko yang mengancam keselamatan jantungnya lagi.
Dia masih ingin hidup lama dan tidak mau mati hanya gara-gara
ketakutan terhadap pria itu.
“Heechul ssi,” panggil Min-Hyo hati-hati.
“Mwo?” tanya Heechul tanpa mengalihkan pandangan dari
acara TV yang sedang ditontonnya.
“Malam ini aku harus membeli keperluan rumah tangga.
Persediaan sudah mulai habis. Kalau kau tidak keberatan, aku ingin
meminta uangnya dan pergi ke minimarket.”
“Aku akan menemanimu,” ujar Heechul sambil bangkit
berdiri dan mengambil jaketnya dari gantungan mantel di sudut
ruangan.
“Apa lagi yang kau tunggu? Ayo cepat berangkat!” serunya tak
sabar saat melihat Min-Hyo masih berdiri melongo di tempatnya
tadi.
“Kau mau menemaniku?”

168
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 168 24/04/2013 15:13:43


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Ne. Ini pasti pertama kalinya kau belanja kan? Aku takut saking
bodohnya kau malah membeli yang tidak-tidak dan menghabiskan
uangku.”
“Aku tidak sebodoh itu!” teriak Min-Hyo kesal sambil berjalan
mendahului Heechul keluar rumah setelah memakai sepatunya.
Langkahnya melambat saat merasakan tangan Heechul menyentuh
puncak kepalanya. Hanya sebentar, tapi….
“Aku hanya bercanda. Kau ini tidak punya selera humor ya? Aku
sedang bosan di rumah, makanya aku ikut. Aku jadi merindukan
androidku. Dia selalu menemaniku bicara, tidak sepertimu. Hidup
bersamamu benar-benar membosankan!”
“Kau bilang aku tidak boleh dekat-dekat denganmu!”
“Tapi, aku kan tidak melarangmu berbicara. Mulutku ini jenis
yang tidak bisa berhenti bicara dan kau malah tidak bisa menjadi
objek pelampiasanku!”
“Benarkah? Baiklah, mulai hari ini aku akan selalu mengajakmu
bicara. Kau bisa menceritakan apa pun padaku!” seru Min-Hyo
sambil tersenyum senang. Tanpa sadar Heechul mengulurkan
tangannya lagi untuk mengacak-acak rambut gadis itu. Hal yang
sering dia lakukan dengan androidnya dulu, tapi tidak pernah berani
dilakukannya pada gadis mana pun, termasuk pada sahabatnya
Ah-Ra sekalipun. Dan… dia menyadari sesuatu. Untuk pertama
kalinya, dia tidak berkeringat dingin di dekat gadis asing yang tidak
dikenalnya. Dia bisa menyentuh gadis di sampingnya ini tanpa rasa
takut yang menjalar seperti virus di tubuhnya.

169
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 169 24/04/2013 15:13:43


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Yak, kau tidak lihat lampunya sudah hijau? Kau mau mati
tertabrak, hah?” teriak Heechul sambil menarik tangan Min-Hyo
yang bermaksud menyeberang. Gadis itu limbung karena gerakan
Heechul yang begitu tiba-tiba, sehingga pria itu harus merangkulnya
untuk menyeimbangkan tubuh gadis itu lagi.
Min-Hyo mengerjap-ngerjapkan mata untuk mengembalikan
kesadarannya yang sesaat hilang, tapi tidak berhasil karena
genggaman pria itu di tangannya. Pikiran yang sempat terlintas
di otaknya saat pria itu pertama kali menyentuh kepalanya tadi
merasuki benaknya lagi. Tangan itu hangat. Dan, entah kenapa
terasa sangat nyaman....

Ji-Yoo’s Apartment, Seoul


09.00 P.M.
Ji-Yoo menghentikan kegiatannya mengepak baju saat mendengar
bel apartemennya berbunyi. Dia beranjak ke pintu depan dan
melihat tamunya dari layar intercom yang terletak di dinding lorong.
Pria itu lagi.
Entah kenapa dia tertawa kecil sebelum membukakan pintu. Tawa
yang seharusnya tidak keluar di situasi genting seperti ini. Dia tidak
habis pikir betapa teganya Changmin melakukan semua ini padanya.
Tapi mengingat sifat pria itu, hal ini sama sekali tidak mengherankan.
“Hai,” sapa Eunhyuk saat mereka sudah berhadapan. Dengan
refleks pria itu menyentuhkan telapak tangannya ke wajah Ji-Yoo
dan mengusapnya pelan. “Tidurmu semalam nyenyak? Seharian ini

170
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 170 24/04/2013 15:13:45


http://pustaka-indo.blogspot.com
ada banyak pekerjaan dan rapat yang tidak bisa kutinggalkan, jadi
aku tidak bisa menemuimu lebih cepat.”
“Memangnya siapa yang menunggu kedatanganmu?” ejek Ji-Yoo
sambil menjauhkan tubuhnya dari jangkauan Eunhyuk. Dia tidak
bisa terlalu lama berada dalam sentuhan pria itu, karena hal itu
membuat otaknya tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.
“Kau sudah selesai mengepak barangmu?” tanya Eunhyuk,
mengabaikan ejekan gadis tersebut.
“Sedikit lagi. Kau mau membawaku ke mana? Maksudku, hei...
aku tidak enak jika harus menjadi parasit dari satu pria ke pria
lainnya. Aku tidak tahu bagaimana ibumu, tapi kuberitahu kau, aku
tidak sanggup lagi mengalami konfrontasi seperti semalam.”
“Ibuku akan menerima siapa pun gadis yang kusodorkan padanya,
mengingat anaknya ini tidak pernah mau serius menjalin hubungan
dengan gadis mana pun. Apalagi kalau kuberitahu bahwa kau adalah
calon istriku, dia pasti akan membeku di tempat saking syoknya,”
ujar Eunhyuk santai sambil menjatuhkan dirinya ke atas sofa, mencari
posisi yang nyaman.
“Siapa yang mau jadi calon istrimu, hah? Aku bukan gadis
murahan yang akan menjatuhkan diri ke pelukan pria lain setelah
dicampakkan tunangannya sendiri.”
“Aku tidak keberatan dengan image seperti itu. Tapi tentu
saja tidak, kau sama sekali bukan gadis seperti itu. Jika kau mau,
kita bisa memulai semuanya pelan-pelan. Saling mengenalkan diri,
mempelajari pribadi masing-masing, lalu mencari ketertarikan satu

171
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 171 24/04/2013 15:13:45


http://pustaka-indo.blogspot.com
sama lain sebelum memutuskan untuk menikah. Astaga, aku tidak
percaya bisa mengatakan hal-hal mustahil seperti ini pada seorang
wanita!” sergah Eunhyuk, merasa kebingungan dengan ucapan yang
keluar dari mulutnya sendiri.
Ji-Yoo terkekeh geli dan mencibir.
“Kalau kau tidak serius, jangan main-main denganku!”
“Aku tidak pernah seserius ini, kalau kau mau tahu,” ucap Eunhyuk
sambil menatap Ji-Yoo tepat di manik matanya. Suara pria itu
berubah menjadi lebih berat, menunjukkan bahwa dia tidak bercanda.
“A—aku ke kamar dulu untuk bersiap-siap,” jawab Ji-Yoo,
mendadak menjadi salah tingkah di bawah hujaman tatapan pria itu.
Dengan cepat dia berlari masuk ke kamar dan mengunci pintunya,
berusaha menenangkan dirinya sendiri. Rasa ketertarikannya
terhadap pria itu berkembang terlalu pesat dan itu tidak bisa
dibiarkan.

Eunhyuk menatap pintu kamar Ji-Yoo yang tertutup dengan senyum


simpul di wajahnya. Apa dia sudah melakukan segalanya dengan
benar? Yang bisa dipastikannya saat ini hanyalah fakta bahwa gadis
itu sudah mulai tertarik dengannya dan hal itu tidak akan lama lagi
akan berubah menjadi perasaan yang lebih serius. Eunhyuk yakin
bahwa jika itu sudah terjadi, dia sudah siap dengan sesuatu yang
selama ini dijauhinya. Sebuah pernikahan.
Eunhyuk mengeluarkan communicator-nya yang berdering dari
dalam saku celananya. Nama Kyuhyun terpampang di layar. Sudah

172
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 172 24/04/2013 15:13:48


http://pustaka-indo.blogspot.com
dua hari mereka tidak bertemu, sepertinya hal itu terjadi karena
mereka disibukkan oleh gadis masing-masing.
“Hai sepupu, kau merindukanku, hah?” sapa Eunhyuk riang. Dia
melihat wajah Kyuhyun di layar. Sepertinya pria itu sedang berada
di kantornya seperti biasa, tapi yang membuat Eunhyuk sedikit
melongo adalah senyum yang tersungging di wajah yang biasanya
dingin dan tanpa ekspresi itu. Saat pria itu menang tender pun dia
tidak pernah tersenyum. Jadi, Eunhyuk cukup penasaran dengan
apa yang sudah dilewatkannya selama beberapa hari ini.
“Kau membuatku takut,” ujar Eunhyuk saat senyum Kyuhyun
berubah menjadi tawa kecil. Hanya sebentar, tapi Eunhyuk benar-
benar ngeri melihatnya. Apa Kyuhyun baru saja melakukan sesuatu
dengan Hye-Na? Karena tidak ada alasan lain yang bisa membuat
sepupunya terlihat setengah gila seperti ini, kecuali gadis itu.
“Aku menikahinya,” tandas Kyuhyun singkat, tapi cukup untuk
membuat Eunhyuk terlonjak dari duduknya dan nyaris menjatuhkan
communicator yang dipegangnya ke lantai.
“Mwo? Mworago? Yak, aku sedang tidak ingin bercanda!
Yang benar saja! Bagaimana mungkin kau menikahinya? Kau
memaksanya? Ya kan? Tapi, bagaimana bisa? Dia bukan jenis
gadis yang bisa menyerah semudah itu, mengingat dia tidak terlalu
menyukaimu!” seru Eunhyuk tanpa sempat mengambil napas.
“Memang itu yang kulakukan. Kau kan tahu kalau cara baik-
baik tidak akan bekerja efektif pada gadis itu.”
“Jadi, ceritakan padaku, bagaimana caranya. Ancaman apa yang
kau pakai?”

173
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 173 24/04/2013 15:13:48


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau sedang di mana? Sekarang kan masih jam kantor.”
“Aku ini direkturnya, jadi sesukaku mau melakukan apa. Aku
sedang di apartemen Ji-Yoo.”
“Kau tidak bermaksud membuat gadis itu hamil agar bisa
menikahinya kan?”
“Kau pikir aku ini pria macam apa, hah? Tapi, usul itu patut
dicoba kalau dia tetap bersikeras tidak mau menikah denganku.
Jadi Cho Kyuhyun, hentikan semua pertanyaan bodohmu itu dan
jawab pertanyaanku!” teriak Eunhyuk tidak sabar.
Seorang Cho Kyuhyun menikah bisa didaftarkan menjadi salah
satu keajaiban dunia paling spektakuler karena dia tidak pernah
terlihat bergaul dengan gadis mana pun dan memang tidak tertarik
untuk melakukannya. Kyuhyun juga bukan jenis pria yang mau
mengikat dirinya dalam lembaga pernikahan, apalagi dalam usia
yang begitu muda dan dengan karier yang amat sangat cemerlang.
Tapi mengingat siapa gadis yang dinikahinya, Eunhyuk merasa tidak
perlu bertanya-tanya lagi tentang keputusan sepupunya itu.
“Aku membaca koran pagi ini dan kau muncul sebagai headline
berita. SALAH SATU PENERUS KELUARGA CHO MELAKUKAN
KONFRONTASI DENGAN IBU RIVAL BISNISNYA DEMI MEMBELA
SEORANG GADIS YANG DIA AKUI AKAN MENJADI ISTRINYA.
Judul berita yang bagus sekali kan? Pastinya menggemparkan seluruh
Korea. Ibumu tadi bertanya padaku karena kau terus menerus menolak
teleponnya, sedangkan aku tidak tahu apa-apa.”

174
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 174 24/04/2013 15:13:50


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku akan bicara dengannya nanti. Jadi, bisakah kau berhenti
sekarang juga dan menjelaskan semuanya padaku?”
“Baiklah, baiklah. Kau ini benar-benar tidak sabaran, hyung!” sergah
Kyuhyun. “Apa lagi yang membuatmu penasaran? Ayahku menyuruhku
menikah jika aku ingin mendapatkan warisan, jadi ya aku menikah.
Karena kebetulan gadis itu berada di depanku, jadi dialah yang aku
nikahi. Menurutmu gadis mana lagi yang akan membuatku berubah
pikiran tentang sebuah pernikahan kalau bukan dia?”
“Yang membuatku penasaran adalah caramu menikahinya, bodoh!”
“Aku ini lebih pintar darimu, Lee Hyuk-Jae! Aku hanya
menariknya dengan paksa ke kantor registrasi pernikahan
dan menyuruhnya menandatangani surat untuk mendaftarkan
pernikahan kami ke catatan sipil. Dia menyerah karena aku
dengan pintar menelepon ibunya dulu untuk meminta restu dan
menjelaskan rencanaku. Mengingat ibunya adalah satu-satunya
keluarga gadis itu yang tersisa, jadi aku tahu kalau dia akan
menuruti semua perintah ibunya. Lagi pula aku memberitahunya
bahwa dia akan lebih mudah mengawasiku jika kami tinggal di
bawah satu atap.”
“Kau benar-benar licik, sepupu! Otakmu berjalan dengan
sangat baik,” ujar Eunhyuk sambil menggelengkan kepalanya tidak
percaya. “Besok kaulah yang akan menjadi headline berita dan
bukan hanya Korea, kau akan menggemparkan dunia! Kapan kau
akan menyelenggarakan pesta pernikahanmu?”
“Tiga hari lagi. Aku sudah mulai menyiapkannya sehari setelah
pembacaan surat wasiat.”

175
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 175 24/04/2013 15:13:50


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Cih, pantas saja kau suka menghilang dari kantor akhir-akhir
ini. Aku tidak bisa membayangkan wajah marah gadis itu saat kau
memaksanya untuk tanda tangan,” kekeh Eunhyuk.
“Dia hanya berulang kali mengatakan bahwa dia sudah gila mau
menandatangani surat itu. Tapi kau tahu, hyung? Aku sedikit takut
jika harus berdekatan dengannya setiap hari. Bisa menjadi masalah
besar. Akan sangat sulit untuk mengontrol diri,” ujar Kyuhyun
dengan raut wajah serius.
“Kenapa kau tidak mengaku saja bahwa kau mencintainya?”
“Dan, membuatku menjadi bahan olokannya setiap hari? Tidak.
Terima kasih.”
“Gengsimu itu harus sedikit diturunkan. Tapi terserah kau saja,
sepertinya cepat atau lambat kau juga akan membuatnya menyerah
dan jatuh cinta padamu kan?”
“Benar. Memastikan bahwa selamanya dia tidak akan beranjak
sedikit pun dari sisiku.”

Changmin’s Home, Seoul


09.30 P.M.
“Eomma, apa yang sudah kau lakukan pada Ji-Yoo?” teriak Changmin,
menyerbu masuk ke ruang keluarga, di mana ibunya sedang bersantai
menikmati makanan ringan yang disediakan para android untuknya.
Wanita itu mengunci Changmin di kamar sejak kemarin malam dan
memberikan perintah untuk membebaskan anaknya itu malam ini.

176
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 176 24/04/2013 15:13:51


http://pustaka-indo.blogspot.com
Tindakan ibunya itu berada di luar perkiraan Changmin. Dia
hanya bermaksud mengumumkan pembatalan pesta pertunangannya
dengan Ji-Yoo semalam. Dengan alasan bahwa ada wanita lain yang
lebih pantas untuk menjadi calon istrinya, jadi Ji-Yoo bisa berpura-
pura patah hati dan menjatuhkan pilihannya pada Eunhyuk, sehingga
gadis itu bisa menelusup masuk tanpa dicurigai untuk mencuri
data-data pria itu. Changmin sama sekali tidak memperhitungkan
keberadaan ibunya. Entah bagaimana pesta pertunangan itu bisa
bocor ke telinga ibunya yang langsung membuat kekacauan di sana
tadi malam, padahal Changmin sudah memastikan bahwa semua
orang tutup mulut dan tidak memberitahu ibunya.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Ji-Yoo
setelah dicaci maki oleh wanita itu semalam. Yang dia ketahui
hanyalah gadis itu pasti sangat membencinya sekarang. Sia-sia
saja usahanya dengan menyembunyikan gadis itu selama ini. Dia
melakukannya bukan karena dia tidak mencintai gadis itu. Malah
sebaliknya. Karena gadis itu sangat berarti, dia tidak mau ibunya
menyentuh urusan pribadinya dan menyakiti gadis yang sangat
dicintainya.
Dia tidak memedulikan kecurigaan-kecurigaan Ji-Yoo terhadap
dirinya. Dia tahu gadis itu pasti berpikir bahwa Changmin hanya
memanfaatkannya dan menyembunyikan hubungan mereka dari
publik karena Changmin malu memiliki tunangan seorang gadis biasa
yang berbeda derajat dengannya. Changmin tidak memedulikan itu
semua hanya agar gadis itu aman. Tapi, semuanya sia-sia gara-
gara kejadian semalam.

177
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 177 24/04/2013 15:13:52


http://pustaka-indo.blogspot.com
Apa Changmin sudah melakukan suatu kesalahan yang besar
dengan melibatkan gadisnya dalam urusan bisinisnya yang sangat
berbahaya? Tentu saja dia tahu bahwa mencari gara-gara dengan
Cho Corp adalah bunuh diri, tapi tidak ada pilihan lain karena
situasi perusahaannya sudah sangat terdesak. Sudah menjadi
rahasia umum bahwa Cho Corp mengambil alih nyaris semua bisnis
di Korea, menyebabkan begitu banyak perusahaan lain yang jatuh
bangkrut dan mencari lahan bisnis lain. Walaupun Changmin tahu
beberapa dari para pengusaha terkenal itu, memilih bekerja sama
dengan Cho Corp dan tetap hidup bergelimangan harta. Gengsi
keluarganya melarangnya melakukan hal yang sama. Pilihan yang
tersisa hanyalah bersaing habis-habisan dengan perusahaan itu
untuk memasarkan produk baru yang sudah dinanti dunia. Beberapa
tekhnisi yang bekerja di perusahaan Changmin sudah berusaha
keras untuk menyelesaikan produk flying car mereka, tapi ada
beberapa kekurangan yang menyebabkan mobil ciptaan mereka
tidak sempurna. Dan sebaliknya, Cho Corp malah bisa melakukannya
dan Changmin tidak bisa membiarkan perusahaan mereka kalah
lagi kali ini.
Dia sudah memikirkan apa yang akan terjadi jika dia melibatkan
Ji-Yoo. Kemungkinannya kalah dan menang 50:50. Tapi akhir-akhir ini,
ketakutan lain mendera pria itu. Tidak bisa dipungkiri Lee Hyuk-Jae
adalah saingannya dalam segala hal dan pria itu memiliki popularitas
yang tinggi di kalangan para wanita. Tampan, menarik, dan tahu cara
menggoda wanita dengan sangat baik. Bagaimana kalau Ji-Yoo malah
jatuh dalam pesona pria itu dan meninggalkannya?
“Eomma!”

178
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 178 24/04/2013 15:13:54


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Gadis itu tidak pantas untukmu. Carilah gadis lain yang setara
dengan kita. Banyak gadis cantik di luar sana. Jangan jadi pria
bodoh, Shim Changmin!”
Changmin mengepalkan tangannya kuat-kuat. Tidak ada pilihan
lain. Dia harus membebaskan Ji-Yoo secepatnya dari Eunhyuk. Dia
tidak akan ambil resiko lagi dengan membiarkan gadisnya lebih lama
lagi bersama pria itu. Tidak akan, walaupun dia harus mengorbankan
semuanya sekalipun, termasuk membuat perusahaan keluarganya
bangkrut.

Five States, Seoul


01.00 P.M.
Eun-Kyo memandang angsa-angsa putih yang sedang berenang
di permukaan danau di depannya. Ada beberapa helai daun
kecokelatan yang mengapung di atas danau itu, suasana yang
nyaris sulit kau temukan di zaman modern seperti sekarang. Eun-
Kyo tidak tahu bagaimana bisa Cho Corp menemukan tempat
menakjubkan seperti ini dan menjadikannya sebagai lokasi pusat
KNI. Ini bahkan bukan di pinggiran kota.
Gadis itu sedang duduk di atas kursi besi panjang yang
diletakkan di bawah naungan pohon yang langsung menghadap
ke danau, berniat menyegarkan pikirannya sebelum kembali ke
dalam kerumitan kasus-kasus sulit yang ditangani STA. Dia merasa
beberapa hari terakhir otaknya tidak berjalan dengan normal. Ada
sesuatu yang dilupakannya dan sepertinya itu adalah hal yang amat

179
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 179 24/04/2013 15:13:55


http://pustaka-indo.blogspot.com
sangat penting. Tapi apa? Kenapa Kibum terus mengelak saat dia
bertanya?
“Kau sendirian?”
Sebuah suara berat tiba-tiba menghampiri indra pendengarannya,
membuat gadis itu menoleh dan mendapati seorang pria yang berwajah
sangat tampan sudah duduk di sampingnya. Dia melihat pria itu
beberapa kali di gedung yang sama dengannya, yang berarti bahwa
pria itu juga agen STA, tapi mereka tidak pernah berpapasan apalagi
bertegur sapa, karena itu Eun-Kyo tidak yakin apakah dia mengenal
pria itu atau tidak. Hanya saja, terkadang diperparah dengan saat ini.
Dia merasa bahwa kehadiran pria itu begitu familiar, seolah Eun-Kyo
sudah terbiasa dengannya. Wajah itu seperti menghantuinya. Senyum
manis pria itu, lesung pipinya, Eun-Kyo ingat bahwa kemarin lusa
dia sempat memerhatikan pria itu dari balik pintu kaca ruangannya
hanya karena dia terpaku dengan senyuman itu.
Eun-Kyo menjerit frustasi dalam hatinya. Kenapa sekarang
dia merasa seperti sedang amnesia padahal dia yakin bahwa dia
mengingat semuanya dengan baik dan tidak melupakan apa-apa?
Siapa pria di sampingnya ini?
“Tidak baik melamun di tempat sepi seperti ini. Lagi pula
istirahat makan siang sudah selesai, apa yang sedang kau lakukan
di sini?” tanya pria itu lagi.
“Aku hanya… menenangkan diri. Maaf, tapi… apa aku mengenalmu?”
“Menurutmu?” tanya pria itu balik. Ada kerutan di keningnya,
seolah dia ingin mengatakan sesuatu tapi, menahannya dalam hati.

180
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 180 24/04/2013 15:13:55


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku pernah melihatmu di kantor. Hanya sebatas itu saja.
Tapi… aku tidak mengenalmu kan? Maksudku, apa sebelum ini kita
pernah berbicara satu sama lain?”
“Apa kau memang pelupa atau kau mengalami amnesia?
Kenapa kau tidak yakin dengan ingatanmu sendiri?” tanyanya
retoris.
“Aku hanya….” Eun-Kyo menggelengkan kepala lalu mengedikkan
bahunya. “Aku rasa aku melupakan sesuatu. Terutama saat melihatmu.
Kalau mau jujur, aku merasa bahwa kau adalah hal penting yang aku
lupakan. Aku tidak tahu bagaimana, tapi aku memang lupa. Aku
seperti… tertarik padamu dan entah kenapa aku melupakanmu.
Apa memang begitu?” tanya gadis itu polos, tidak mengerti apa
yang baru saja dia katakan. Mulutnya seolah bergerak di luar kendali.
Saat dia sadar, wajahnya langsung memerah menahan malu.
“Mianhae,”24 ujarnya cepat-cepat. “Kita baru saja bertemu dan
aku sudah berbicara yang tidak-tidak. Mianhae.”
“Kyo~ya,” ucap pria itu pelan. Matanya menatap wajah Eun-Kyo
lekat-lekat, bersikap seolah dia ingin mematri wajah itu di benaknya.
Setiap sudut dan lekuknya. “Seperti apa pun kau menghapusnya,
kau ternyata memang tidak bisa melupakanku kan?”
“Ne?” tanya Eun-Kyo dengan pandangan yang tidak fokus. Dia
terlalu terpaku dengan mata pria itu dan jarak wajah mereka yang
begitu dekat tidak membantu sama sekali.

24 Maaf. Bisa juga disebut mian (informal).

181
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 181 24/04/2013 15:13:56


http://pustaka-indo.blogspot.com
Pria itu tersenyum, menampakkan lesung pipinya sehingga terlihat
semakin tampan. Dia mengulurkan tangannya ke arah Eun-Kyo dan
lagi-lagi menatap gadis itu dengan tatapan yang sama, seakan-akan
itu adalah hal yang sangat menyenangkan untuknya.
“Namaku Jung-Soo. Park Jung-Soo. Panggil saja aku Leeteuk.”

Zhoumi’s Home, Seoul


02.00 P.M.
Yu-Na meremas tangannya dengan gelisah. Dia sudah berdiri
di depan pintu rumah Zhoumi. Rasa takut menyerangnya tanpa
ampun. Pria itu terkesan sangat misterius dan tidak banyak data
yang bisa didapatkan tentangnya, jadi Yu-Na tidak punya persiapan
apa pun untuk menghadapinya. Bagaimana kalau pria itu terlalu
pintar untuk dibohongi? Apa yang akan terjadi pada Yu-Na? Cho
Corp tidak mungkin menghabisinya kan?
Yu-Na mengangkat tangannya dan memencet bel. Dia menunggu
lebih dari semenit sampai pintu di depannya terbuka dan seorang
pria yang sangat jangkung berdiri di depannya. Wajah pria itu
sangat tegas dan memiliki garis rahang yang keras, sekaligus
hidung mancung dan bibir tipis tanpa senyum, membuat penampilan
keseluruhannya terlihat sedikit mengintimidasi. Tekad Yu-Na
langsung surut saat mereka berhadapan. Tidak bisakah dia kembali
saja dan hidup dengan tenang?
“Siapa kau?” tanya pria itu dengan wajah curiga.

182
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 182 24/04/2013 15:13:58


http://pustaka-indo.blogspot.com
Yu-Na menarik napas dalam-dalam sebelum membuka mulutnya
dan memulai kebohongannya yang pertama.
“Aku Kwon Yu-Na. SRO memintaku datang ke sini untuk
memantau perkembangan terbaru penemuanmu. Kau tidak
pernah datang ke kantor, jadi kami memutuskan untuk menyelidiki
langsung ke sini. Aku diharuskan menyerahkan laporan tentang
penemuanmu besok, jadi aku harap kau mau bekerja sama dan
tidak mempersulitku. Masa trainee-ku sudah sedikit merepotkan
tanpa harus ditambah dengan masalah lain.”
“Kau terlalu banyak bicara, Nona. Masuk,” ujar Zhoumi singkat
sambil membukakan pintu sedikit lebih lebar, menyisakan celah
untuk Yu-Na menelusup masuk ke dalam.
“Kau aneh,” komentar Yu-Na tentang tindak-tanduk pria itu.
“Memangnya kau buronan sampai harus bersikap terlalu waspada
seperti itu? Ada yang mau menangkapmu?”
Yu-Na tahu dia sudah menjalankan tugasnya dengan baik.
Setidaknya sejauh ini pria itu tidak terlalu mencurigainya lagi. Dia
hanya perlu melanjutkan aktingnya dengan meyakinkan dan keluar
dari tempat ini hidup-hidup.
“Menjadi ilmuwan kesayangan Cho Kyuhyun membuatku harus
bersikap seperti ini. Banyak orang yang mengincar penemuanku,
jadi aku harus benar-benar waspada. Kyuhyun memberikan
kebebasan padaku untuk menggunakan senjata kapan pun aku
merasa terancam,” ujar pria itu santai sambil mengangkat sedikit
baju kausnya, memperlihatkan sepucuk pistol yang bertengger di
pinggang celana jeans yang dipakainya.

183
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 183 24/04/2013 15:13:58


http://pustaka-indo.blogspot.com
Bulu kuduk Yu-Na meremang dan otaknya langsung mengantisipasi
kemungkinan yang terjadi. Masuk akalkah jika pria di depannya ini
akan menembak dia yang notabene seorang wanita, walaupun pria itu
memang merasa terancam sekalipun? Sepertinya kemungkinan itu
cukup besar dan Yu-Na tidak mau terlalu mengambil resiko.
“Jangan menakut-nakutiku. Kau pikir aku ini penjahat apa?”
sergah Yu-Na, memasang tampang polos tak berdosanya.
“Kau tidak perlu takut kalau kau memang tidak bermaksud
buruk kan?”
Yu-Na mengangguk dan mengikuti langkah pria itu. Mereka
memasuki sebuah ruangan kaca besar yang penuh dengan
peralatan-peralatan ilmiah yang tidak ingin diketahui Yu-Na nama
dan kegunaannya. Dia sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal
seperti itu, membuat otaknya sakit saja.
“Lab-mu besar sekali. Kau benar-benar dianak-emaskan ya?”
Langkah pria itu berhenti di sudut ruangan, di depan meja yang
permukaannya dipenuhi tabung-tabung reaksi dengan berbagai
macam warna cairan di dalamnya. Yu-Na mendongak dan mendadak
dia ketakutan dengan tatapan pria itu terhadapnya. Mata pria
itu menggelap dan wajahnya sama sekali tidak tampak ramah.
Menyerah pada intuisinya, Yu-Na melangkah mundur ke belakang,
tapi hanya sesaat, karena punggungnya langsung beradu dengan
sebuah rak tinggi yang menempel ke dinding. Keringat dingin
langsung membasahi punggung gadis itu, bahkan dia tidak bisa
berdiri dengan benar karena ketakutan.

184
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 184 24/04/2013 15:14:00


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Ke—kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Yu-Na dengan
suara bergetar saat melihat Zhoumi melangkah pelan ke arahnya.
Pria itu menghentikan langkahnya tepat saat tubuh mereka
sudah berhadap-hadapan dan meletakkan tangan kirinya di samping
kepala Yu-Na. Dia menjulurkan tubuhnya lebih dekat dan berbicara
dengan suara rendah di telinga gadis itu
“Nasibmu sedang tidak baik saat ini, Nona Kwon. Kebohonganmu
terbongkar cepat sekali. Kasihan.”
Yu-Na membatu di tempatnya saat mendengar ucapan pria itu.
Dia ketahuan? Bagaimana bisa?
“Pertama, aku sudah menyerahkan penemuan terbaruku langsung
pada Kyuhyun kemarin, karena itu perintahnya. Aku beruntung
karena bisa menyelesaikan serum itu jauh lebih cepat daripada
rencanaku semula. Jadi, aku tidak terjebak dalam kebohonganmu.
Kedua, walaupun serum itu belum selesai sekalipun, tapi kau tetap
akan ketahuan. Karena asal kau tahu, Kyuhyun sudah memastikan
bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menggangguku kecuali
dia sendiri. Jika dia ingin menyuruh seseorang ke sini, dia pasti
memberitahuku terlebih dahulu. Jadi, tidak mungkin ada anggota
SRO yang datang kemari hanya karena aku tidak pernah datang
ke kantor dan melaporkan perkembangan penemuanku. Itu karena
aku memang tidak pernah melapor kepada mereka, tapi langsung
kepada Kyuhyun. Apa kau tidak diberitahu sebelumnya? Tapi
sebenarnya, kalau kau bukan orang dalam SRO, siapa pun tidak
akan mengetahui hal ini.”

185
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 185 24/04/2013 15:14:00


http://pustaka-indo.blogspot.com
Zhoumi mengangkat wajahnya dan menatap langsung ke mata
gadis itu yang balas menatapnya dengan sorot ketakutan.
“Jadi bisa beritahu aku, siapa yang mengutusmu ke sini? Atau
aku akan melaporkanmu ke Kyuhyun dan BOOM!” seru Zhoumi
dramatis. “Tamatlah riwayatmu.”

Café, Five States, Seoul


02.00 P.M.
”Oppa, maaf aku terlambat. Tadi aku harus menyelesaikan laporanku
dulu,” seru Jin-Ah terengah-engah, karena dia berlari dari gedung
SRO ke kafe yang terletak di bagian paling ujung kawasan Five States
ini—walaupun dia sudah naik lift, tapi tetap saja ada jarak yang
cukup jauh yang harus dia tempuh untuk sampai ke sini. Ryeowook
mengajaknya bertemu dan dia sudah terlambat lebih dari satu jam.
“Gwaenchana. Tadi aku juga datang lebih lambat. Kau pikir aku
tidak tahu bahwa hal semacam ini akan terjadi?”
Jin-Ah tertawa kecil dan menjatuhkan tubuhnya ke atas kursi.
Sepertinya Ryeowook memang sudah sangat berpengalaman jika
memiliki janji dengan Jin-Ah, karena gadis itu nyaris tidak pernah
datang tepat waktu saking sibuknya.
“Aaaah, kau tahu sekali kesukaanku, oppa!” seru Jin-Ah saat
melihat milkshake strawberry kesukaannya sudah terhidang di
atas meja beserta burger dan setumpuk kentang goreng.
“Makanlah, kau belum makan kan?”

186
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 186 24/04/2013 15:14:02


http://pustaka-indo.blogspot.com
Jin-Ah mengangguk-angguk dan sesaat kemudian sudah mulai
sibuk dengan makan siangnya.
“Jin-Ah~ya, apa semalam kau sampai rumah dengan selamat?”
Jin-Ah mendongak dengan kening berkerut.
“Oppa, kalau aku tidak pulang dengan selamat, bagaimana
mungkin aku ada di sini sekarang?”
“Ah, benar juga,” gumam Ryeowook.
Jin-Ah meletakkan burger yang masih tersisa setengah ke
atas piring dan menatap sahabat sekaligus mantan kekasihnya itu
dengan raut wajah kebingungan.
“Kau kenapa, oppa?”
Ryeowook tersenyum lemah dan menggeleng.
“Apa semalam Yesung hyung mengantarmu pulang?”
Jin-Ah mengangguk. Dia memang sering menceritakan tentang
seniornya itu pada Ryeowook, senior yang menjadi alasannya untuk
masuk SRO. Hal itu jugalah yang membuat hubungannya dan
Ryeowook tidak berjalan lancar.
Yesung adalah senior Jin-Ah di fakultasnya, walaupun sepertinya
pria itu tidak sadar. Jin-Ah sudah mengagumi pria itu sejak lama.
Dia sendiri tahu bahwa hal itu seharusnya tidak terjadi, karena dia
sedang menjalani hubungan serius dengan Ryeowook. Hubungan yang
makin lama menjadi hambar karena Jin-Ah merasa ketertarikan di
antara mereka mulai menghilang. Tidak ada percikan seperti yang
terjadi di antara para kekasih pada umumnya. Saat itu Jin-Ah

187
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 187 24/04/2013 15:14:02


http://pustaka-indo.blogspot.com
sadar bahwa kehadiran Ryeowook hanyalah sebatas sahabatnya
saja dan dia tahu bahwa pria itu juga merasakan hal yang sama.
Hanya saja tidak berani mengungkapkannya karena takut gadis itu
tersinggung. Jadi, Jin-Ah mengambil inisiatif duluan dan mengakhiri
hubungan itu sebelum mereka terjebak lebih lama lagi. Apalagi
dia tahu bahwa Ryeowook juga sudah menemukan wanita lain yang
menarik perhatiannya.
Mereka tetap bersahabat seperti biasa sampai akhirnya
Ryeowook menikahi gadis pilihannya. Jin-Ah sadar bahwa istri pria
itu merasa sedikit terganggu dengan kehadirannya, makanya dia
mulai mengurangi intensitas pertemuan mereka, walaupun Ryeowook
memaksa mengajukan diri untuk menjemput Jin-Ah setiap malam
dari kantor. Sementara gadis itu sendiri sudah kesulitan memikirkan
kisah cintanya yang seperti jalan di tempat tanpa perlu ditambah
dengan masalah rumah tangga sahabatnya itu.
Yesung, seperti yang sudah diketahui Jin-Ah bukanlah jenis pria yang
mau mengambil langkah duluan. Apalagi dengan kehadiran Ryeowook di
dekat Jin-Ah. Pria itu jadi menyangka mereka memiliki hubungan dan
Jin-Ah tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjelaskan bahwa
Ryeowook sudah menikah dan mereka hanya sekadar sahabat sejak
kecil. Tadi malam adalah kemajuan pesat, mengingat pria itu sendiri
yang mengajukan diri untuk mengantarnya pulang.
“Mulai sekarang, aku tidak bisa menjemputmu lagi setiap
malam seperti yang biasa aku lakukan. Jadi… aku harap kau sudah
memiliki pria lain yang bisa menggantikan posisiku. Apa hubungan
kalian berjalan dengan baik?”

188
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 188 24/04/2013 15:14:04


http://pustaka-indo.blogspot.com
Jin-Ah menarik napas berat dan menyentuhkan tangannya di
lengan Ryeowook.
“Kau bermasalah lagi dengan Ah-Zin onnie?” tanyanya hati-hati.
“Karena itu kau mau berhenti menjemputku setiap malam?”
“Dia tidak memercayaiku. Sepertinya dia berpikir bahwa aku
menikahinya hanya sebagai pelampiasan karena kau meninggalkanku.
Aku sudah tidak tahu apa lagi yang harus kulakukan untuk mengubah
pikirannya,” jawab Ryeowook dengan suara serak. “Kau tahu kan
bagaimana aku saat pertama kali bertemu dengannya dulu? Aku
sampai ketakutan sendiri karena diam-diam telah mengkhianatimu
dan jatuh cinta pada gadis lain tepat saat pertemuan pertama kami.
Tapi, ternyata hubungan kita memang tidak akan pernah berhasil
kan? Lalu, aku menikahinya. Aku tidak habis pikir kenapa dia tidak
pernah bisa menerima alasanku melakukan hal itu. Menjadikannya
pelampiasan begitu? Aku mungkin bahkan tidak pernah jatuh cinta
padamu.”
Jin-Ah tertawa dan memukul bahu Ryeowook pelan.
“Memangnya siapa yang pernah jatuh cinta padamu, hah?”
ledek Jin-Ah.
Ryeowook tertawa dan mengusap lehernya dengan telapak
tangannya, seolah dia mengalami kelelahan yang luar biasa saat
ini. Raut wajahnya berubah serius lagi dan tanpa sadar tangannya
menggenggam cangkir kopinya, menyerap panas yang menguar
dari benda itu, seolah hal itu akan sedikit mengurangi bebannya.

189
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 189 24/04/2013 15:14:04


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau tahu? Aku mencintainya. Sangat. Tapi apa artinya hal itu,
jika dia beranggapan yang sebaliknya? Bagaimana ini? Jin-Ah~ya?
Menurutmu aku harus bagaimana?”

Cho Corp’s Private Area, Suburban of Seoul


02.00 P.M.
Min-Yeon menghentikan mobilnya di depan gerbang besar yang
memisahkan hiruk-pikuk kota Seoul di kejauhan dengan daerah
pinggiran kota yang nyaris hening seolah seluruh suara di-pause
tiba-tiba. Yang terdengar hanyalah suara kicauan burung dan
hembusan angin yang memberi sensasi menyenangkan.
Tidak sembarang orang bisa memasuki area pribadi ini tentu
saja. Area ini awalnya adalah lahan tak terpakai yang kemudian
dibeli Cho Corp dan dimaksimalkan sebagai kawasan peternakan,
perkebunan, dan persawahan. Semua hasil panen yang didapatkan
hanya digunakan untuk mengisi bahan makanan Chef-Machine saja.
Karena itu, restoran harus mengimpor bahan makanan dari luar
negeri yang menyebabkan mereka menjual makanan dengan harga
mencekik leher.
Min-Yeon menurunkan kaca mobil dan menunjukkan kartu tanda
pengenalnya pada seorang pria yang berdiri di depan pos penjaga.
Pengawas itu mengambil kartu dan memasukkannya ke dalam
mesin pengenal, yang mengeluarkan bunyi tit, tanda bahwa kartu itu
asli. Min-Yeon menunduk dan mengucapkan terima kasih kemudian
menjalankan mobilnya melewati gerbang.

190
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 190 24/04/2013 15:14:06


http://pustaka-indo.blogspot.com
Pemandangan yang menyambut mereka nyaris tidak bisa
dilukiskan dengan kata-kata. Min-Yeon memang sudah pernah ke
sini sebelumnya, tapi itu tidak cukup untuk membuatnya puas dengan
apa yang telah dilihatnya. Tempat itu benar-benar mempesona,
jenis tempat yang akan membuatmu betah berada di sana seumur
hidupmu. Tidak heran jika beberapa penduduk di sana—yang
rumahnya dibeli Cho Corp—menolak untuk pindah ke rumah yang
telah disediakan untuk mereka di kota. Mereka memilih melamar
menjadi pegawai di sana, tanpa gaji, asalkan mereka diberi makan
dan tempat tinggal. Mereka ingin menghabiskan masa tua mereka
di tempat yang tenang itu.
Tempat itu masih merupakan kawasan pegunungan yang sangat
asri. Lima kilometer pertama yang mereka lewati merupakan
kawasan perkebunan. Ada berbagai macam buah yang ditanam di
sana, nyaris semua jenis buah yang bisa kau tanam di Korea. Buah
apel, jeruk, stroberi, dan buah-buahan lain yang bergelantungan di
pohonnya terlihat sangat mengundang untuk dicicipi.
Mereka melewati kawasan itu dan memasuki area padang rumput
besar dan bangunan-bangunan kayu yang menjadi tempat tinggal bagi
hewan-hewan yang diternakkan di sana. Ada banyak sapi, domba, dan
kuda-kuda yang sedang merumput, diawasi oleh beberapa pekerja
yang menunggu di luar pagar pembatas yang memisahkan tempat itu
dari jalanan agar hewan-hewan itu tidak berkeliaran keluar.
Mata mereka selanjutnya dimanjakan dengan pemandangan
persawahan yang hijau dan menyegarkan. Sungmin berkali-kali
berusaha mengendalikan ekspresi terpesonanya, tapi tidak pernah

191
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 191 24/04/2013 15:14:06


http://pustaka-indo.blogspot.com
berhasil. Semua yang ada di sana benar-benar menakjubkan,
Sungmin tidak akan heran jika semua orang yang melihat tempat
ini tidak akan bisa mengatupkan mulutnya.
“Kau lihat? Inilah yang dilakukan perusahaan yang kau benci
setengah mati itu. Perusahaan yang kau bilang melupakan alam dan
kerjanya hanya membangun gedung-gedung dan membuat benda-
benda modern saja. Orang-orang tidak tahu apa yang mereka
lakukan di belakang, kerja kalian hanya memprotes saja.”
“Kenapa mereka tidak pernah menunjukkan hal ini pada
publik?”
“Untuk apa? Kebanyakan orang hanya mau menerima hasilnya
saja, tidak peduli bagaimana proses sulit untuk menghasilkannya.
Kalau mereka semua tahu bisa-bisa tempat ini malah dijadikan
lokasi wisata.”
Sungmin mengangguk membenarkan.
“Jadi… apa semua orang yang mencari gara-gara sepertiku,
kau bawa ke sini?”
“Tidak, kau orang pertama. Kau kan ketuanya.”
Sungmin tertawa kecil, membuat Min-Yeon berpikir betapa
seperti anak-anaknya wajah pria itu.
“Kenapa kau memandangiku begitu?” tanya Sungmin heran.
“Tidak. Aneh saja. Masa umurmu sudah 25, tapi wajahmu
terlihat seperti anak berumur 17 tahun.”

192
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 192 24/04/2013 15:14:08


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Itu pujian atau ejekan?”
“Tergantung kau melihatnya dari sudut mana,” jawab Min-Yeon
santai.
Sungmin mengedikkan bahunya dan menikmati pemandangan di
luar jendela mobil lagi.
“Jalanan ini menuju ke mana?”
“Penginapan untuk para pegawai. Di kaki gunung. Tapi, ada juga
beberapa penginapan di atas bukit. Di sana ada kamar-kamar
untuk keluarga para pegawai yang datang menjenguk. Kupikir kau
mau mewawancarai beberapa dari mereka, biar kau tidak berpikir
bahwa aku menipumu.”
“Pikiranmu negatif sekali terhadapku. Aku percaya. Tapi,
usulmu boleh juga. Sudah begitu lama aku tidak melihat tempat
seperti ini, ada banyak hal yang ingin kutanyakan pada mereka.
Apa menurutmu Cho Corp masih membuka lowongan untuk menjadi
pegawai di sini? Aku rasa aku berminat.”
Min-Yeon tertawa tak percaya mendengar ucapan pria itu.
Bagaimana mungkin seseorang bisa berubah pikiran secepat itu?
Apa dia begitu tergila-gila ingin menjadi petani?
“Hei, kau bilang tadi di sini ada penginapan? Bagaimana kalau
kita menginap saja? Jarak dari sini ke Seoul nyaris tujuh jam, belum
dihitung dengan waktu yang akan kita habiskan untuk mengelilingi
tempat ini. Bagaimana menurutmu?”
Kali ini Min-Yeon hanya bisa ternganga. Dia tidak bisa memaksa
mulutnya untuk mengatup.

193
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 193 24/04/2013 15:14:09


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Menginap?” ulangnya syok.
“Mmm hmm. Aku pasti tidak akan diperbolehkan tinggal jika
kau kembali ke Seoul, padahal aku ingin sekali menghabiskan lebih
banyak waktu di sini,” ujar Sungmin dengan wajah memelas.
Min-Yeon menggeram dalam hati. Wajah pria itu membuatnya
tidak bisa mengatakan tidak. Gadis itu mulai merasa aneh dengan
dirinya sendiri.
“Yeonnie… ya?”
“Yeonnie?” suara Min-Yeon naik tiga oktaf saat mendengar cara
Sungmin menyebutkan namanya.
“Ne, Yeonnie!” seru Sungmin semangat. “Mulai detik ini kau
menjadi sahabatku! Jadi, ayolah kita menginap di sini ya? Masa kau
mau menyia-nyiakan pemandangan seindah ini begitu saja?”
Min-Yeon mengerjap, mendadak kehilangan fokusnya. Sial, pria
ini sedang menggodanya ya?

Donghae’s Home, Gangnam, Seoul


04.00 P.M.
Donghae berdiri dengan gugup di samping tempat tidur Ga-Eul.
Tangannya bertautan gelisah. Tubuhnya bahkan nyaris gemetar
karena semangat yang meluap. Di ujung lain tempat tidur berdiri
ibu Ga-Eul yang juga memperlihatkan reaksi yang sama, walaupun
tidak sehisteris Donghae.

194
pustaka-indo.blogspot.com

Isi 2060.indd 194 24/04/2013 15:14:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Hyung, kalau kau seperti itu terus, aku jadi takut sendiri.
Berhentilah membebaniku,” keluh Kibum. Di tangannya tergenggam
sebuah alat suntik yang berisi cairan serum penemuannya. Dari tadi
tangannya gemetar karena Donghae menatapnya seolah dia adalah
penyelamat dunia. Apa pria itu tidak memikirkan kemungkinan
bahwa dia gagal? Membuatnya takut saja!
“Baiklah, baiklah, lakukan sesukamu. Menurutmu berapa lama
pengaruh serum itu akan bekerja? Maksudku, kita harus menunggu
berapa lama sampai dia sadar?”
“Satu menit!” seru Kibum ketus, karena itu adalah kedua belas
kalinya Donghae menanyakan hal yang sama padanya dari tadi.
“Sekarang lebih baik kau diam dan biarkan aku bekerja.”
Donghae mengangguk dengan senyum lebar di wajahnya. Kibum
mengabaikan kehadiran pria itu dan berkonsentrasi dengan apa yang
dilakukannya. Dia menusukkan jarum suntik itu dengan perlahan
sampai cairan di dalamnya habis, kemudian bangkit dari tempat
tidur, berdiri menunggu di samping Donghae.
Detik-detik selanjutnya berlalu terlalu lambat bagi Donghae.
Mata pria itu terus-terusan tertuju ke wajah pucat Ga-Eul yang
masih belum membuka matanya. Apa yang akan terjadi sebentar
lagi? Bagaimana kalau Kibum benar dan gadis itu melupakannya?
Donghae tersenyum dalam hati, tahu bahwa mungkin dia sudah
gila dan tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Mungkin dia satu-
satunya pria yang bisa menerima kenyataan bahwa gadis yang
dicintainya melupakannya dan tetap tidak memiliki niat untuk
meninggalkan gadis itu sama sekali. Benaknya hanya dipenuhi

195

Isi 2060.indd 195 24/04/2013 15:14:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
pikiran bahwa gadis itu akan segera sadar dan dia bisa melihat
gadis itu hidup dengan normal lagi, tidak peduli dengan konsekuensi
apa pun yang harus ditanggungnya. Bahkan, jika memori tentangnya
hilang dari otak gadis itu sekalipun.
Donghae membeku di tempat saat melihat kelopak mata
gadis itu mulai bergerak dan terbuka. Dia dengan cepat duduk di
samping gadis itu dan menggenggam tangannya. Ibu Ga-Eul sendiri
mengatupkan tangannya di depan mulut, tidak memedulikan air
matanya yang sudah mengalir membasahi wajahnya.
Ga-Eul mengerjapkan matanya sesaat, membiasakan indra
penglihatannya itu menerima cahaya matahari yang menusuk masuk.
Perlahan dia memfokuskan pandangannya dan menoleh ke sekeliling.
Ada pria yang duduk di sampingnya sambil menggenggam tangannya
hangat dengan senyum cerah di wajah, juga ada pria lain yang berdiri
tidak jauh dari tempatnya berbaring, dan seorang wanita separuh
baya yang menatapnya sambil menangis. Dia sama sekali tidak
mengenali orang-orang itu dan merasa asing dengan tempat ini. Dia
bergerak sedikit dan langsung mengernyit sakit saat melakukannya.
Apa yang sebenarnya terjadi?
“Ga-Eul sayang, kau ingat eomma?” tanya wanita asing itu
sambil mengusap rambut Ga-Eul.
“Eomma?” ulang Ga-Eul dengan suara yang sangat serak.
Kerongkongannya terasa sangat sakit saat berusaha berbicara,
seolah dia sudah tidak menggunakan pita suaranya untuk waktu lama.
Wanita itu memanggilnya Ga-Eul? Apa itu namanya? Musim gugur?
Apa dia lahir di musim gugur sehingga orang tuanya memberi nama itu?

196

Isi 2060.indd 196 24/04/2013 15:14:13


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Tidak apa-apa. Kau harus membiasakan diri untuk banyak
berbicara. Nanti aku akan memberimu obat untuk menghilangkan
rasa sakit di tenggorokanmu,” ujar pria yang berdiri di samping
tempat tidurnya sambil tersenyum ramah. Sepertinya dia dokter,
walaupun wajahnya masih sangat muda.
Ga-Eul mengalihkan pandangannya ke arah pria lain yang saat
ini masih menggenggam tangannya. Pria itu tampan sekali. Rambut
hitam pendek dan penampilannya yang santai entah kenapa
memberikan kesan maskulin dan daya tarik yang sangat kuat.
Ga-Eul mengerutkan keningnya karena merasa mengenal pria itu.
Tapi, otaknya kosong. Tidak ada ingatan apa pun tentang pria di
depannya itu ataupun wanita yang mengaku sebagai ibunya. Tapi
ada satu persamaan di antara kedua orang itu, Ga-Eul merasakan
ikatan kuat yang terjalin di antara mereka, seolah dia sudah
mengenal mereka seumur hidupnya.
“Kau siapa?” tanya Ga-Eul pelan, masih merasakan sakit yang
menggerogoti tenggorokannya.
Kibum yang memerhatikan mereka berdua sejak tadi terpana
saat melihat senyum tetap terkembang di wajah Donghae waktu
pertanyaan itu meluncur keluar dari mulut gadisnya. Pria itu malah
mengulurkan tangannya dan mengusap wajah gadis itu dengan
sangat hati-hati, seolah gadis itu adalah porselen yang mudah
pecah. Kibum bisa melihat mata Ga-Eul yang sedikit mengerjap
dan pipinya yang berubah memerah sebagai reaksi dari sentuhan
itu. Bahkan, saat gadis itu melupakan segalanya sekalipun, tubuhnya
tetap mengeluarkan reaksi yang sama terhadap Donghae.

197

Isi 2060.indd 197 24/04/2013 15:14:13


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau tidak mengingatku ya?” tanya Donghae lembut. Dia berusaha
keras untuk tidak menangis saking bahagianya karena gadis itu
mengajaknya bicara lagi. Hal itu menjadi semakin sulit saat dia melihat
pipi Ga-Eul yang memerah saat terkena sentuhannya. Reaksi yang
selalu gadis itu keluarkan setiap kali kulit mereka bersentuhan. Rasa
bahagia itu meluap keluar tak terkendali, sehingga Donghae nyaris
tidak bisa menahannya lebih lama lagi dalam rongga dadanya. Dia
sangat ingin menarik gadis itu ke dalam pelukannya, tapi dia tidak
ingin membuat gadis itu takut dan menjauhinya. Sebagai gantinya,
Donghae menggigit bibir bawahnya untuk menahan air matanya yang
sudah mendesak keluar.
“Maaf,” ujar Ga-Eul lirih, merasa bersalah karena dia tidak
mengenal pria di hadapannya itu.
“Gwaenchana. Kita bisa berkenalan lagi.”
Donghae meraih tangan Ga-Eul dan menjabatnya ringan.
“Namaku Donghae. Lee Donghae,” bisik Donghae pelan dan
di detik yang bersamaan, air matanya menolak perintahnya dan
mengalir turun ke wajah tampannya. Pria itu nyaris tersedak
napasnya sendiri karena tenggorokannya yang mendadak tercekat
dan lagi-lagi di luar kendalinya otaknya, tangannya bergerak
merengkuh tubuh Ga-Eul dan membenamkan gadis itu dalam
pelukannya.
“Aku merindukanmu, Ga-Eul~a. Amat sangat merindukanmu.”

198

Isi 2060.indd 198 24/04/2013 15:14:15


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na’s Apartment, Seoul
07.00 P.M.
“Kenapa aku harus memakai kain sialan ini?” seru Hye-Na tak
terima saat melihat penampilannya di depan cermin. Kain sialan
yang dimaksudkannya adalah gaun selutut berwarna salem yang
dipakaikan paksa oleh Eun-Ji ke tubuhnya. Gadis itu berhasil
menjejali wajah Hye-Na dengan sapuan make-up meski teman
seapartemennya itu tidak henti-hentinya berteriak dari tadi.
“Tentu saja untuk membuat suamimu terpesona dan mertua
juga kakak iparmu merasa bangga memiliki menantu dan adik ipar
sepertimu,” sahut Eun-Ji santai sambil menyelesaikan pekerjaannya
membuat jalinan longgar dari rambut panjang Hye-Na.
“Aku akan membunuhmu! Benar-benar membunuhmu!”
“Wah, aku takut sekali!” jerit Eun-Ji seraya memasang wajah
ketakutan, kemudian tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal
Hye-Na.
“Aku akan menghabisimu nanti! Apa kau tidak lihat wajahku
terlihat seperti badut terkena cairan kimia warna-warni itu?”
“Itu kan pendapatmu. Lihat saja pendapat Kyuhyun nanti. Aku yakin
dia akan terpaku setidaknya sedetik saat melihat penampilanmu.”
“Memangnya apa peduliku dengan reaksi pria sialan itu?”
“Ya ya, sesukamulah, Nyonya Cho. Ini pakai sepatumu!” suruh
Eun-Ji. Dia menyodorkan high heels berwarna senada kepada Hye-
Na yang langsung menatapnya dengan raut wajah ngeri.

199

Isi 2060.indd 199 24/04/2013 15:14:15


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Tidak mau! Cukup dengan gaun dan dandanan menjijikkan ini!
Kau mau aku tersandung sepanjang jalan dengan memakai sepatu
itu, hah?”
Eun-Ji merengut, tapi membenarkan perkataan gadis itu dalam
hati. Hye-Na pernah memakai high heels untuk pertama kalinya
saat ada pesta ulang tahun KIA di Amerika dan semua orang
diwajibkan memakai setelan resmi. Gadis itu menyerah dan setuju
mencoba high heels untuk kali pertama dalam hidupnya. Hasilnya
adalah Eun-Ji harus memegangi Hye-Na sepanjang pesta dan
memastikan agar gadis itu tidak terjatuh, sampai akhirnya Hye-Na
dengan sengaja memukulkan sepatu itu ke dinding dan mematahkan
hak-nya.
“Baiklah, sepertinya aku punya sepatu tanpa hak yang mungkin
cocok untukmu. Dan tidak, tidak ada sepatu sport malam ini,” kata
Eun-Ji memperingatkan saat melihat ekspresi gadis itu.
Hye-Na menjulurkan lidahnya kesal setelah Eun-Ji menghilang
ke kamarnya. Dia memerhatikan bayangannya lagi di cermin.
Sebenarnya hasil karya Eun-Ji sama sekali tidak buruk, bahkan
jauh dari kata menjijikkan. Yang Hye-Na tidak suka adalah apa
gunanya dia berdandan seperti ini untuk pria itu? Bagaimana kalau
pria itu malah menertawakannya dan merasa bahwa Hye-Na dengan
sengaja menggodanya? Astaga, memikirkan itu saja sudah membuat
Hye-Na ingin memuntahkan cemilan yang tadi dimakannya.

Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat di depan gedung apartemen


gadis itu. Dia menyerahkan kunci mobilnya pada salah satu pegawai

200

Isi 2060.indd 200 24/04/2013 15:14:18


http://pustaka-indo.blogspot.com
yang menanti di depan pintu dan berjalan masuk. Berkali-kali dia
berhenti karena baik pegawai ataupun manajer di apartemen
mewah itu menyapanya dengan ramah. Tidak heran, karena gedung
itu adalah miliknya.
Kyuhyun berhenti di depan pintu kamar Hye-Na dan memencet
belnya pelan. Dia menunggu selama beberapa saat sampai pintu itu
terbuka dan Eun-Ji muncul dari dalam.
“Ah, kau sudah datang, Kyuhyun ssi! Tunggu sebentar, aku akan
memanggilkan istrimu,” seru Eun-Ji riang. “Kau mau masuk?”
“Tidak, di sini saja. Panggil saja gadis itu keluar,” tolak Kyuhyun.
Eun-Ji mengangguk dan bergegas masuk ke kamar Hye-Na.
“Suamimu sudah datang!” ujar Eun-Ji sambil mengedipkan
matanya. “Hei, kau goda dia dan buat anak yang banyak dengannya.
Anak kalian pasti akan menawan sekali!”
Mata Hye-Na melebar saat mendengar ucapan sahabatnya itu.
Dengan emosi dia mendorong kepala Eun-Ji dan mengacak-acak
rambut gadis itu tanpa ampun.
“YAK!!!!” teriak Eun-Ji kesal, tapi Hye-Na sudah melarikan diri
terlebih dahulu sebelum gadis itu sempat membalasnya.

“Ayo berangkat,” ujar Hye-Na setelah sampai di samping Kyuhyun


yang berdiri bersandar di dinding dengan wajah menunduk.
Tiba-tiba Hye-Na memikirkan kapan pria itu akan terlihat
manusiawi di matanya? Walaupun berada dalam kondisi biasa seperti

201

Isi 2060.indd 201 24/04/2013 15:14:19


http://pustaka-indo.blogspot.com
itu pun, pria itu tetap terlihat terlalu menawan dan penampilannya
tidak sesuai untuk berada di tempat biasa seperti ini.
Kyuhyun mendongak untuk waktu yang cukup lama. Dia juga
terpaku melihat gadis yang berdiri di depannya itu. Dia mengerjap
beberapa kali untuk menemukan kembali fokusnya yang mendadak
hilang dan memaki dalam hati. Sial, kenapa gadis ini harus terlihat
semempesona itu di matanya?
Kyuhyun menahan lidahnya sendiri untuk berkomentar dan
berjalan mendahului Hye-Na yang mengikutinya dari belakang.
Gadis itu mengerucutkan bibirnya karena Kyuhyun tidak berkata
apa-apa sama sekali. Bahkan, menyapanya pun tidak! Orang
macam apa suaminya ini?
Mereka melangkah masuk ke dalam lift yang membawa menuju
lantai satu dalam keadaan hening tanpa suara. Hye-Na menyandarkan
tubuhnya ke dinding lift dan berusaha memikirkan pembunuhan yang
sedang diusutnya untuk mengalihkan pikiran dari kegugupannya
berada di satu tempat sempit bersama pria itu. Mendadak udara
terasa sangat panas dan gadis itu merasa tidak nyaman.
Hye-Na terkesiap saat tiba-tiba Kyuhyun berbalik dan dengan
gerakan cepat dia menyudutkannya sampai tidak ada celah antara
tubuh pria itu dengan tubuhnya. Dia bisa merasakan bahwa
keadaan ini membuatnya jantungnya berdetak gila-gilaan, bahkan
untuk menarik napas saja nyaris mustahil.
“Saat memutuskan untuk berdandan seperti ini, apa kau tidak
memikirkan apa yang akan terjadi kalau aku tergoda?” tanya
Kyuhyun tanpa basa-basi.

202

Isi 2060.indd 202 24/04/2013 15:14:20


http://pustaka-indo.blogspot.com
Mata Hye-Na membulat mendengar pertanyaan pria itu.
Otaknya tidak bisa digunakan untuk berpikir dan hembusan napas
pria itu di wajahnya malah membuat semuanya menjadi semakin
berantakan.
“Kau tidak memikirkannya kan?” sergah Kyuhyun dengan
suara serak. “Lain kali, jika kau memang tidak bermaksud untuk
menggoda, pikir-pikir dulu untuk tampil terlalu cantik di depanku
jika kau tidak mau aku menyerangmu.”

203

Isi 2060.indd 203 24/04/2013 15:14:22


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round 7

ACC Building, Five States


07.00 P.M.
SA-RANG mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja dengan
gelisah. Matanya tertuju pada android di depannya. Android itu
berwujud gadis cantik dengan gaun putih yang menempel ringan di
tubuhnya, serta sebuah biola yang tergenggam di tangannya. Karya
sempurnanya yang akan dipasarkan minggu depan.
Gadis itu menyentuhkan tangannya ke kepala yang terasa
pusing. Dia tidak bisa membiarkan android itu diluncurkan dan
merebut posisi para pemusik, terutama impian Henry. Dia tahu
harus memperbaiki semua kesalahannya terhadap pria itu dan ini
adalah jalan satu-satunya.

204

Isi 2060.indd 204 24/04/2013 15:14:22


http://pustaka-indo.blogspot.com
Sa-Rang meraih communicator-nya dari atas meja dan memencet
nomor atasannya.
“Nam Shin-Joo ssi, bisa kita bertemu? Ada hal yang harus aku
bicarakan tentang android, yang akan kita luncurkan minggu depan.
Sepertinya… ada bagian dari android itu yang tidak bekerja dengan
semestinya. Maksudku… ada cacat dalam karyaku. Ah, ye, aku
akan menemuimu besok.”
Sa-Rang menarik napas dalam-dalam setelah sambungan
telepon terputus dan melangkah menuju androidnya. Dia mengulurkan
tangannya yang gemetar dan menyentuh hasil karyanya itu dengan
hati-hati, seolah ingin merasakan tekstur robot dan merekamnya
di otaknya.
Dia menciptakan android itu selama berbulan-bulan, memeras
otak, memikirkan setiap elemen penting di dalamnya dan
kebahagiaan yang melandanya saat tahu bahwa dia telah berhasil
menciptakan android yang sempurna. Tapi sekarang… dalam
hitungan detik, dia juga akan menghancurkan benda itu dengan
tangannya sendiri.

A Park, Seoul
07.00 P.M.
“Aku seharusnya mengajakmu makan di restoran mewah, bukannya
membeli fastfood dan makan di tempat terbuka seperti ini,” ujar
Dae-Hwan sambil meremas kertas pembungkus burgernya dan
memasukkan ke dalam kantong plastik.

205

Isi 2060.indd 205 24/04/2013 15:14:25


http://pustaka-indo.blogspot.com
Nou-Mi tersenyum dan menggeleng.
“Gwaenchana. Aku mengerti keadaanmu. Berhentilah merasa
tidak enak padaku.”
Dae-Hwan menyentuh wajah kekasihnya itu dengan hati-hati,
mengusap beberapa bagian memar yang membekas di sana.
“Mianhae, Nou-Mi~ya. Aku sudah melakukan semua hal buruk
ini padamu, tapi kau masih tetap mau bersamaku.”
Nou-Mi menggeleng lagi.
“Aku sudah menemui psikiater dan bilang aku harus belajar
mengendalikan emosi. Dia juga memberiku obat penenang. Aku
harap bisa melakukan apa yang dikatakannya dengan baik dan
berhenti menyakitimu.”
“Mmm, kau harus berusaha keras,” seru Nou-Mi dengan mata
berbinar jenaka.
“Lihat wajahmu. Aku merusaknya sampai seperti ini. Kau seharusnya
meninggalkan pria sepertiku dan mendapatkan pria lain yang lebih
baik.”
“Oppa,” potong Nou-Mi dengan wajah cemberut. “Kau tidak
ingat janji kita dulu? Aku akan terus bersamamu apa pun yang
terjadi. Jadi, itu termasuk menemanimu saat kau berada dalam
kondisi terpuruk sekalipun.”
Dae-Hwan menghela napasnya, memantapkan hatinya untuk
mengatakan sesuatu pada gadis di depannya itu.

206

Isi 2060.indd 206 24/04/2013 15:14:25


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku memang bukan pria yang pantas untukmu dan aku juga
tahu akan ada pria lain di luar sana yang akan mencintaimu
sebanyak aku dan memperlakukanmu jauh lebih baik daripada
apa yang aku lakukan. Tapi Nou-Mi~ya, sudah lama aku ingin
mengatakan ini padamu. Kau selalu ada saat aku membutuhkanmu
dan tetap berdiri di sampingku apa pun yang terjadi. Kau satu-
satunya gadis yang ingin sanggup hidup bersama. Ini bukan sikap
yang seharusnya kuambil, tapi….” Dae-Hwan meraup kedua tangan
Nou-Mi ke dalam genggamannya dan menatap mata gadis itu
lekat-lekat. “Apa kau mau menikah denganku? Memutuskan untuk
menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?”

Eunhyuk’s Home, Yeoju


07.00 P.M.
Ji-Yoo memegangi tangan Eunhyuk, menghentikan langkah pria
itu. Dia berdiri gelisah dan memandang Eunhyuk dengan tatapan
gugup.
“Tenanglah, ibu dan nuna-ku tidak akan membunuhmu.”
“Tapi… kau mengajakku tinggal di sini! Aku ini orang luar, oppa.
Mana mungkin aku tinggal di rumah seorang pria tanpa status
yang jelas!”
Eunhyuk terkekeh dan menyentil hidung Ji-Yoo dengan telunjuknya.
“Makanya, terima ajakanku untuk menikah.”
“Memangnya aku mencintaimu?” rengut Ji-Yoo.

207

Isi 2060.indd 207 24/04/2013 15:14:28


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kalau sekarang belum, kau juga akan melakukannya sebentar
lagi.”
“Cih, percaya diri sekali kau!”
“Ayo masuk! Aku sudah tidak sabar ingin melihat reaksi ibu
dan nuna-ku!” seru Eunhyuk sambil merangkul bahu gadis itu dan
membuka pintu rumahnya.
“Eomma!!! Nuna~ya!!!” teriak Eunhyuk keras, membuat Ji-Yoo
menendang kaki pria itu.
“Kau ini tidak punya sopan santun ya? Masa memanggil orang
yang lebih besar darimu seperti itu?”
“Biar saja. Biasanya juga begitu.”
“Hyukkie~ya, kau sudah pulang?! Eomma meneleponmu seharian,
tapi kau sama sekali tidak bisa dihubungi!” seru seorang wanita
paruh baya yang berjalan ke arah mereka. Wanita yang diduga Ji-Yoo
sebagai ibu Eunhyuk itu mengangkat tangannya dan mulai memukuli
anak laki-lakinya itu tanpa ampun.
“Aigoo, eomma, aku ini baru pulang! Jangan menganiayaku
seperti ini! Kau mau membuatku malu di depan calon menantumu?”
teriak Eunhyuk sambil berusaha menjauhkan tubuhnya dari
jangkauan ibunya itu.
“Calon menantuku?” tanya Eun-Hee bingung. Seperti baru sadar,
dia menoleh ke arah Ji-Yoo yang berdiri salah tingkah di samping
anaknya.

208

Isi 2060.indd 208 24/04/2013 15:14:28


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Omo, ini calon menantuku? Apa ini gadis yang dimaksud berita
yang kutonton tadi pagi?”
Eun-Hee mendekati Ji-Yoo dan menggenggam tangan gadis itu
lalu mengusap wajahnya sambil tersenyum, membuat Ji-Yoo terpana
dengan perlakuan yang didapatkannya. Ini berbeda jauh 180 derajat
dari apa yang dibayangkannya.
“Jadi, kaukah gadis luar biasa yang berhasil membuat anakku
menginginkan sebuah pernikahan?”
“Ne?” tanya Ji-Yoo kaget.
“Hyukkie, kau sudah pulang ya?”
Mereka semua menoleh ke arah tangga di mana seorang wanita
sedang berlari menuruninya.
“Berani-beraninya kau membuat skandal seperti itu! Apa reputasimu
selama ini belum cukup buruk, hah?” ujar wanita itu sambil menatap
Eunhyuk sangar.
“Nuna, apa salahnya menambah sedikit image buruk lagi?” kata
Eunhyuk santai.
“Cih, kau ini selalu saja seperti itu! Ngomong-ngomong, siapa
gadis yang kau bawa ini?” tanya So-Ra sambil menatap Ji-Yoo
dengan pandangan tertarik.
“Gadis ini?” tanya Eunhyuk sambil menunjuk Ji-Yoo. “Namanya
Choi Ji-Yoo. Gadis yang sedang kuusahakan untuk menyetujui
lamaranku dan mengganti marganya menjadi Lee.”

209

Isi 2060.indd 209 24/04/2013 15:14:30


http://pustaka-indo.blogspot.com
Kyuhyun’s Home, Yeoju, South Korea
08.00 P.M.
“Hye-Na~ya!!! Astaga, aku kaget sekali saat Kyuhyun memberitahuku
bahwa dia sudah menikahimu!” seru Ha-Na sambil memeluk Hye-Na
singkat dan menariknya masuk ke ruang tamu. Kyuhyun mengikuti
mereka dari belakang dengan pandangan yang tertuju ke punggung
gadis itu, sedikit merutuki dirinya karena sempat-sempatnya hampir
kehilangan kendali di lift tadi.
“Aigoo, adik iparku sudah datang! Kau akan tinggal di sini kan?”
tanya Ah-Ra yang baru keluar dari dapur.
“Ye, eonnie.”
“Tidak usah bersikap formal begitu padaku, sekarang kita satu
keluarga!” sergah Ah-Ra. “Ngomong-ngomong, apa kau sengaja berdadan
secantik ini untuk Kyuhyun?” bisiknya sambil menyikut bahu Hye-Na.
“Aniyo! Tadi teman seapartemenku memaksa untuk mendandaniku
seperti ini.”
“Begitu? Tapi sepertinya adikku tidak bisa melepaskan tatapannya
darimu,” ujar Ah-Ra sambil mengedikkan dagunya ke arah Kyuhyun
yang memang sedang menatap Hye-Na, membuat gadis itu teringat
dengan insiden di lift tadi lagi. Mendadak wajah Hye-Na memerah
dan langsung memalingkan mukanya ke arah lain.
“Aigoo, kalian berdua manis sekali! Hei, ayo kita makan malam.
Kau belum makan kan?”

210

Isi 2060.indd 210 24/04/2013 15:14:30


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku akan mengantarnya ke rumah dulu, biar dia bisa
meletakkan barang-barangnya di sana. Nanti kami kembali lagi,”
potong Kyuhyun. Dan tanpa menunggu jawaban dari nuna ataupun
ibunya, dia meraih tangan Hye-Na dan menarik gadis itu keluar
rumah. Benar perkiraan Hye-Na waktu itu, rumah di samping
bangunan besar ini adalah rumah yang ditempati Kyuhyun. Dia jadi
heran sendiri, untuk apa satu rumah besar dengan berpuluh-puluh
kamar hanya dihuni oleh satu orang saja?
Baru melangkahkan kakinya masuk ke rumah itu, Hye-Na
sudah melongo melihat interiornya. Persis seperti interior yang
akan ditemukan di hotel-hotel bintang lima terkenal di Perancis.
Tadi Hye-Na bertanya tempat seperti apa yang membuat Kyuhyun
terlihat sesuai di dalamnya, rumah inilah jawabannya. Semua hal di
ruangan ini terlihat sangat cocok dengan penampilan maskulin pria
itu dan dia tidak keberatan untuk mengakuinya.
Mereka berjalan menyusuri koridor sampai akhirnya Kyuhyun
berhenti di depan sebuah kamar dan membuka pintunya.
“Ini kamarmu. Barang-barangmu yang diambil tadi siang sudah
disusun di sini. Kau bisa meletakkan barang bawaanmu itu dan
kembali ke rumah ibu,” ujar Kyuhyun
“Itu pintu apa?” tanya Hye-Na, merujuk pada dua pintu yang
terletak berseberangan di kamar itu.
“Yang itu pintu kamar mandi,” kata Kyuhyun, menunjuk pintu
yang terletak di sebelah kiri. “Yang itu pintu kamarku.”
“Mwo?” jerit Hye-Na kaget.

211

Isi 2060.indd 211 24/04/2013 15:14:31


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Apa?” tanya Kyuhyun ketus. “Kau mau protes? Apa kau lupa
tugasmu untuk melindungiku? Dengan pengaturan kamar seperti ini
tugasmu akan menjadi lebih mudah. Lagi pula aku sudah berbaik
hati memberikan kamar yang terpisah untukmu. Kau tidak mau
sekamar denganku kan? Nanti kalau ibu curiga kau bisa langsung
masuk ke kamarku dan berakting sebagai seorang istri normal. Dia
tidak tahu bahwa kamarku di rumah ini terdiri dari dua ruangan.”
“Aku menjadi pihak yang dirugikan di sini! Kau bisa seenaknya
masuk ke kamarku dan bagaimana kalau terjadi sesuatu?”
“Terjadi sesuatu apa?” tanya Kyuhyun sambil menyeringai. “Kalau
terjadi sesuatu paling-paling kau hamil,” ujar Kyuhyun santai dan
berjalan keluar kamar meninggalkan Hye-Na yang membeku di
tempatnya.
“YAK!!! KAU!!!”

Hye-Na’s Apartment, Seoul


08.00 P.M.
Eun-Ji baru saja memasukkan piring terakhir ke mesin pencuci
piring—yang bisa mencuci piring sendiri dan mengeringkannya
dalam waktu dua detik untuk tiap piringnya—saat mendengar
bel apartemen berbunyi. Dia mengeringkan tangannya di mesin
pengering dan beranjak ke luar untuk membuka pintu.
Kesalahannya karena tidak melihat layar intercom dulu sebelum
membukakan pintu, sehingga dia hanya bisa terpaku kaget saat
tahu siapa tamunya malam ini.

212

Isi 2060.indd 212 24/04/2013 15:14:32


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Mau apa kau ke sini?” tanya Eun-Ji dingin.
“Kau mau menjadi tuan rumah yang tidak tahu sopan santun
karena membiarkan tamunya berdiri di luar?”
Eun-Ji mendecak kesal dan menyingkir dari pintu, membiarkan
Siwon masuk.
“Kau sendirian? Hye-Na mana?”
“Di rumah suaminya.”
“Suami?” tanya Siwon bingung. “Sejak kapan dia menikah?”
“Tadi siang. Kyuhyun memaksa Hye-Na menikah dengannya,”
jelas Eun-Ji malas.
“Kyuhyun? Cho Kyuhyun sajangnim maksudmu? Bagaimana
bisa?” seru Siwon kaget.
“Ya mana aku tahu! Sekarang cepat beritahu aku mau apa kau
ke sini dan setelah itu kau bisa pulang.”
Siwon menghela napasnya melihat sikap dingin gadis itu. Dia sama
sekali tidak mengerti apa yang sudah dilakukannya sampai gadis itu
bersikap seperti itu padanya. Gadis itu tidak mau menjelaskan duduk
persoalannya sama sekali saat dia memutuskan pertunangan mereka
secara sepihak begitu saja.
“Aku mau kau menjelaskan alasanmu membatalkan pernikahan
kita. Setelah itu, aku tidak akan mengganggumu lagi jika kau bisa
memberikan alasan yang masuk akal padaku.”
Eun-Ji meletakkan tangannya di pinggang dan memandang
Siwon dengan tatapan menantang.

213

Isi 2060.indd 213 24/04/2013 15:14:32


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku sempat penasaran kenapa kau sangat ingin memburu
Min Sang-Hyun dan membunuh pria itu dengan tanganmu sendiri.
Karena itu aku mencari tahu semuanya saat kau diskors dari STA.
Menurutmu apa yang kudapatkan? Kenyataan bahwa kau dendam
pada pria itu karena tunanganmu terbunuh dalam baku tembak
yang melibatkan Sang-Hyun dan anak buahnya. Dan, bisa kutebak
bahwa kau masuk STA untuk membalaskan dendammu. Kau tahu
fakta lain yang membuatku memutuskan meninggalkanmu? Fakta
bahwa tunanganmu itu sangat mirip denganku! Jadi, apa setelah
mengetahui itu semua kau masih berpikir bahwa aku masih tetap
mau menikah denganmu, Tuan Penipu?”
Siwon ternganga mendengar penjelasan gadis itu. Hanya dua
bagian yang benar dari penjelasannya dan fakta lainnya berbanding
terbalik 180 derajat dari apa yang sebenarnya terjadi. Gadis ini
berada dalam kesalahpahaman itu selama berbulan-bulan?
“Bagaimana mungkin kau menelan semuanya bulat-bulat tanpa
bertanya dulu padaku?” sergah Siwon tak percaya.
“Apa lagi yang harus kutanyakan padamu? Semuanya sudah
sangat jelas dan tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan!”
Siwon bangkit dari duduknya dan menatap Eun-Ji tajam.
“Benar. Tetap saja pada kesimpulan yang kau dapatkan dan
akan kupastikan kau menyesal seumur hidupmu.”

214

Isi 2060.indd 214 24/04/2013 15:14:34


http://pustaka-indo.blogspot.com
STA Building, Five States, Seoul
01.00 P.M.
“Aku menemukan fakta bahwa 23 orang gadis itu atheis. Itu
satu persamaan yang mendasar pada mereka. Aku melakukan
perintahmu untuk menyelidiki beberapa sekte dan perkumpulan
agama, juga beberapa perkumpulan lain termasuk persatuan atheis
di seluruh dunia. Ada nama-nama mereka di daftar beberapa
perkumpulan yang berbeda. Ini menjawab pertanyaan kenapa
mereka menjadi incaran si pembunuh,” lapor Siwon.
Hye-Na menyerap informasi itu dan mengangguk paham.
“Bagaimana mungkin pembunuh sialan itu bisa menemukan 23
wanita berdarah campuran yang semuanya berhubungan dengan
KIA? Dan, kau menuduh mereka semua atheis? Entah pembunuh
itu yang terlalu pintar atau kau yang membuat kesimpulan
sembarangan,” ujar Eun-Ji sambil melirik Siwon sinis.
Hye-Na mendesah kesal dan melempar pena yang sedang
dipegangnya ke atas meja, menimbulkan bunyi keras yang membuat
kedua orang itu terlonjak kaget dan memandang Hye-Na bingung.
“Hentikan aura permusuhan kalian berdua atau aku akan
melempar kalian keluar ruangan sekarang juga! Kita di sini untuk
menuntaskan kasus pembunuhan yang sulit dan kepalaku sudah
cukup sakit tanpa perlu ditambahi permasalahan pribadi kalian
berdua! Tolong, profesional sedikit dan berhenti menatap satu
sama lain dengan pandangan membunuh! Kalian mengerti?”
“Ye,” gumam mereka berdua serempak.

215

Isi 2060.indd 215 24/04/2013 15:14:35


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Leeteuk oppa, laporanmu?”
“Sepertinya kita sudah dekat pada pembunuhnya,” ujar Leeteuk
semangat. “Aku mengumpulkan data buronan KIA empat tahun
terakhir, satu tahun sebelum pembunuhan pertama terjadi, juga
data buronan yang diburu orang tua para gadis itu. Aku sampai
pada kesimpulan bahwa semua orang tua para gadis itu memiliki
satu buronan yang sama dalam data mereka. Aku menganulir
nama-nama buronan mereka sampai mendapatkan satu nama
itu. Kau juga mengenalnya, Hye-Na~ya. Buruan pertama yang kau
bunuh dalam tugas pertamamu. Shim Dae-Ho.”
Hye-Na mengerjap dan merasakan keringat dingin mengalir di
telapak tangannya. Tentu saja dia ingat nama itu. Saat itu adalah
tugas pertamanya di KIA, memburu seorang pengedar narkoba
yang terkenal licin dalam menjalankan aksinya. Mereka berhasil
mengetahui tempat transaksi pria itu dan datang ke sana dengan
persenjataan lengkap, mengingat banyaknya anak buah yang
melindungi Dae-Ho. Awalnya, Hye-Na berhasil menangkap pria
itu tanpa menggunakan senjata yang dibawanya. Tapi, pria itu
memberontak dan melepaskan tembakan yang nyaris mengenai
lengan bagian atas Hye-Na sehingga gadis itu terpaksa menembak
dengan maksud melumpuhkan Dae-Ho, tapi pria itu mengelak
dan peluru itu tembus mengenai jantungnya sehingga dia tewas di
tempat.
“Lalu, kenapa dia membunuh banyak gadis jika tujuannya adalah
aku?” tanya Hye-Na bingung.

216

Isi 2060.indd 216 24/04/2013 15:14:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Memangnya siapa bilang kau termasuk buruan yang diincarnya?
Kau tidak termasuk dalam ciri-ciri mana pun yang sama dengan
23 gadis itu. Pria ini memiliki pola khusus dan sepertinya dia tidak
akan membunuh sembarangan. Orang tua gadis-gadis itu diketahui
hampir berhasil menangkap Dae-Ho, tapi pria itu selalu bisa lolos.
Aku rasa Dae-Ho hanya salah satu alasan, tujuan utamanya adalah
mengenyahkan orang-orang yang kafir menurut agamanya.”
Hye-Na mengangguk, walaupun otaknya malah berpikir yang
sebaliknya. Yang terbaik selalu disisakan paling akhir. Hye-Na
adalah tujuan utama karena dialah yang membunuh Dae-Ho.
Gadis-gadis itu hanya menu pembukanya saja.
Baiklah sialan, kau buru aku dan akan menangkapmu, serta
memastikan kau membusuk di penjara, batin gadis itu.
Pintu ruang rapat mereka menjeblak terbuka dan Kyuhyun masuk
dengan tangan yang terbenam di saku celananya, menunjukkan
wajah dinginnya yang menyebalkan.
Hye-Na menggeram kesal karena rapatnya diinterupsi sehingga
dia bangkit dari tempat duduknya dan menuding pria itu dengan
telunjuknya.
“Hari ini aku tidak mau berurusan denganmu. Keluar!”
Kyuhyun mengangkat bahunya santai dengan bibir mencibir.
“Rapatmu sudah selesai. Laporan mereka hanya sebatas itu.”
“Dari mana kau tahu?”

217

Isi 2060.indd 217 24/04/2013 15:14:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Mereka semua diwajibkan melaporkan semuanya dulu sebelum
melapor. Kau pikir dari mana mereka mendapatkan data-data
rahasia itu kalau bukan dariku?”
Hye-Na mendelik ke arah Leeteuk dan Siwon yang balas
menatapnya dengan wajah tanpa dosa, membuat tangannya gatal
untuk mencekik mereka berdua.
“Tidak baik jika pengantin baru bertengkar. Hai adik ipar,
senang bertemu denganmu!” gurau Leeteuk sambil melambaikan
tangannya ke arah Kyuhyun yang mengangguk sopan.
Hye-Na menggembungkan pipinya melihat tingkah orang-
orang itu. Nyaris seluruh penjuru Korea atau dunia tahu bahwa
mereka telah menikah kemarin siang. Semua acara berita di TV
menanyangkannya besar-besaran, termasuk semua majalah dan
koran yang terbit hari ini. Semua orang bertanya siapa Han Hye-
Na sampai bisa membuat Kyuhyun menikahinya dan dia harus
menahan emosinya karena saat masuk ke kantor tadi. Semua
pegawai melemparkan tatapan ingin tahu dan tidak sedikit yang
memberi selamat langsung padanya.
“Mau apa kau?” tanya Hye-Na, menelan makian yang ingin
dilontarkannya kepada pria itu.
“Mengajakmu mencari cincin dan gaun pengantin. Ibu menyuruhku
menemanimu.”
Rasanya Hye-Na ingin ditelan bumi saja sekarang. Saat makan
malam di hari pertamanya tinggal di rumah itu semalam, ibu dan nuna
Kyuhyun mendesaknya untuk menyelenggarakan pesta pernikahan

218

Isi 2060.indd 218 24/04/2013 15:14:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
yang menyiratkan sebuah kemewahan dan jumlah tamu yang
membludak. Hye-Na tidak bisa memungkiri bahwa dia menyukai
kedua wanita itu dan tidak bisa menolak permintaan mereka sama
dengan kenyataan bahwa dia tidak pernah bisa menolak apa pun
yang diinginkan ibunya. Ditambah lagi ibu Kyuhyun menelepon ibunya
di Amerika dan menyuruh satu-satunya keluarganya yang tersisa
itu untuk membujuk menyetujui keinginan mereka. Gadis itu menjadi
tidak berdaya di tengah para wanita yang sangat bersemangat itu.
“Kalian benar-benar akan menyelenggarakan pesta ya?” seru
Eun-Ji sambil bertepuk tangan.
“Kau mau ikut atau tidak? Kau pikir berapa banyak rapat yang
harus kukorbankan untuk meluangkan waktuku ke sini?” sergah
Kyuhyun.
“Salahmu sendiri kenapa menikahiku!” sela Hye-Na tajam.

Glaridaise Mall, Seoul


03.00 P.M.
Hye-Na memandang cincin-cincin yang terpajang di etalase toko
perhiasan kesembilan. Mereka masuk dengan semangat yang
sudah mencapai titik terendah. Dia tidak suka berkeliling untuk
berbelanja seperti ini, sama tidak sukanya dengan bau rumah sakit.
Gadis itu memilih duduk di bangku tinggi yang disediakan dan
menatap deretan cincin kawin itu tanpa minat, sedangkan Kyuhyun
berdiri di sampingnya dengan ekspresi yang sama.

219

Isi 2060.indd 219 24/04/2013 15:14:37


http://pustaka-indo.blogspot.com
Mata Hye-Na tertuju pada sebuah cincin bermata berlian yang
terletak mencolok di tengah cincin-cincin lainnya. Dia menyukai
desain cincin itu, mewah! Tapi, tetap terkesan sederhana dan elegan.
Sekali lihat dia langsung bisa menebak bahwa harga cincin itu pasti
mencekik leher. Tapi, apa gunanya memiliki suami dengan harta
melimpah di berbagai belahan dunia jika tidak untuk dihambur-
hamburkan?
“Yang itu saja,” ujar Kyuhyun tiba-tiba sambil menunjuk cincin
yang dilihat Hye-Na itu ke penjaga toko, seolah pria itu bisa
membaca pikirannya.
Kyuhyun menunduk sampai bibirnya sejajar dengan telinga
Hye-Na dan membisikkan sesuatu dengan nada penuh peringatan
kepada gadis itu.
“Langsung bilang padaku kalau kau menginginkan sesuatu, jangan
hanya melihatnya saja seolah kau ingin menelan benda itu bulat-bulat!”

Wedding Gown Shop, Myeongdeong, Seoul


05.00 P.M.
“Gaun kelima dan tidak ada satu pun yang kau sukai? Memangnya
seleramu berpengaruh untukku?” teriak Hye-Na marah dengan
emosi yang sudah mendidih sampai ke ubun-ubun.
Dia menghabiskan tiga jam terakhir dengan mencoba gaun-gaun
pengantin yang tersedia di butik itu, pastinya dengan kebosanan yang
sudah mencapai titik maksimum. Kyuhyun selalu menggelengkan
kepalanya setiap kali dia keluar dari kamar ganti.

220

Isi 2060.indd 220 24/04/2013 15:14:38


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Terlalu banyak renda, pita, dan entah apa namanya. Kau sendiri
juga tidak nyaman kan?”
Hye-Na membenarkan perkataan pria itu dalam hati. Dia
memang tidak suka dengan gaun-gaun sebelumnya karena terlalu
banyak tetek bengek yang menempel di gaun-gaun itu. Tapi yang
diinginkannya sekarang, hanyalah cepat terbebas dari ini semua
dan tidur di rumah.
“Kau tidak punya gaun sederhana? Yang biasa saja? Mewah,
tapi tidak merepotkan?” tanya Kyuhyun kepada pegawai toko yang
membantu Hye-Na mencoba gaun-gaun tadi.
“Saya rasa kami punya gaun keluaran terbaru yang mungkin
cocok, Tuan. Tunggu sebentar.”
Hye-Na menghentakkan kakinya dan mengikuti wanita itu
masuk lagi ke ruang ganti. Dia menunjukkan foto sebuah gaun
kepada Hye-Na dan meminta persetujuan gadis itu.
Gaun itu jauh lebih baik dari lima gaun sebelumnya. Tidak terlalu
banyak renda dan hiasan seperti yang dikatakan Kyuhyun tadi. Dan
bahannya terlihat ringan, jadi Hye-Na tidak akan kerepotan saat
memakainya nanti.
Hye-Na mengangguk dan menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa,
menunggu wanita itu kembali, serta membantu Hye-Na mencoba
gaun yang ditunjukkannnya tadi. Gadis itu menggertakkan giginya
sampai bergemeletukan, memikirkan bagaimana reaksi pria itu
saat dia keluar dari kamar ganti nanti. Awas saja kalau pria itu
tidak menyukai gaun yang terakhir ini! Dia akan kabur pulang dan

221

Isi 2060.indd 221 24/04/2013 15:14:39


http://pustaka-indo.blogspot.com
merendam tubuhnya di bawah siraman air dingin untuk mendinginkan
kepalanya yang sudah terasa meledak-ledak.

Kyuhyun mendongak dan mengalihkan pandangan dari asistennya


yang sedang membacakan hasil rapat dari layar communicator-nya
saat tirai ruang ganti itu terbuka.
Lima gaun terakhir yang dipakai gadis itu sangat indah tentu
saja, lagi pula menurutnya gadis itu akan terlihat cantik dengan baju
apa pun yang melekat di tubuhnya. Kyuhyun mengatakan tidak suka
hanya karena dia tahu bahwa gadis itu tidak menyukai sesuatu yang
berlebihan. Pria itu bertekad hanya akan mengatakan iya terhadap
apa pun yang diinginkan gadis itu. Dan sekarang… saat gadis itu
berdiri di hadapannya dengan gaun elegan berwarna broken white
yang membalut tubuhnya dengan anggun, Kyuhyun nyaris tidak bisa
mengedipkan mata dan mengontrol ekspresinya agar tidak terlihat
memalukan.
“Nanti akan aku hubungi lagi,” ujar Kyuhyun dan dengan cepat
mematikan communicator-nya. Dia berdiri dan melangkah ke
depan Hye-Na dan dengan terang-terangan membiarkan matanya
menelusuri tubuh gadis itu dari kepala hingga ujung kaki. Tanpa
cacat dan begitu memukau.
“Kau masih tidak suka?” tanya Hye-Na dengan suara pelan.
Mendadak saja gadis itu merasa gugup dengan pandangan Kyuhyun
yang terarah padanya. Dia selalu menyukai mata itu, lebih tepatnya
cara pria itu menatapnya. Hal yang seharusnya tidak dirasakan
gadis itu sama sekali.

222

Isi 2060.indd 222 24/04/2013 15:14:41


http://pustaka-indo.blogspot.com
Tiba-tiba Kyuhyun mengangkat tangannya dan menangkup
wajah Hye-Na dalam sentuhan ringan, membuat gadis itu lagi-lagi
terpaku, terlalu kaku untuk bergerak. Bola matanya membulat saat
pria itu mendekatkan wajahnya sampai hidung mereka bersentuhan.
Hye-Na bahkan bisa merasakan napas Kyuhyun yang berembus
keluar dari mulutnya di bibirnya sendiri.

223

Isi 2060.indd 223 24/04/2013 15:14:42


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round 8

Wedding Gown Shop, Myeongdeong, Seoul


11.45 A.M.
“14 TAHUN yang nyaris terasa sia-sia karena kau tidak ingat apa-
apa. Tapi mengingat apa yang aku lihat saat ini, hal itu ternyata
memang pantas untuk diperjuangkan,” bisik Kyuhyun lirih. “Gadis
bodoh, aku sudah seterus terang ini apa kau masih tidak bisa
membaca perasaanku juga?”
Hye-Na mengerjap, membiarkan tangannya meremas bagian
bawah gaunnya untuk menahan kegugupannya sendiri. Pria itu tidak
bergerak sama sekali dari posisinya semula dan matanya malah
semakin menatap mata Hye-Na dengan intens. Dia memperlihatkan
senyum separonya, seolah ingin menunjukkan bahwa dia sangat
menyukai apa yang ditatapnya saat ini.

224

Isi 2060.indd 224 24/04/2013 15:14:42


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau menyukaiku?” tukas Hye-Na, dengan suara serak yang
nyaris tidak terdengar. Tapi dengan posisi sedekat itu, nyaris
mustahil jika Kyuhyun tidak bisa mendengarnya.
Kyuhyun mendengus, tak percaya mendengar ucapan polos
gadis itu.
“Suka? Apa menurutmu aku dengan bodohnya akan menunggu
seseorang selama 14 tahun hanya untuk satu kata suka?”
Kyuhyun menegakkan tubuhnya dengan tangan yang terbenam
di saku celana. Matanya menyipit tajam, seakan ingin menelan
gadis di depannya itu bulat-bulat karena sudah membuatnya kesal.
“Aku akan menahan diri lagi untuk kali ini. Tapi ingat, setelah
kita mengucapkan janji di depan altar, aku benar-benar sudah
dihalalkan melakukan apa pun padamu. Kedengarannya sangat
menyenangkan bukan?”

Eunhyuk’s Home, Yeoju


12.00 A.M.
“Bangun, putri tidur! Ini sudah jam 12 siang. Apa aku harus
menciummu dulu agar kau bangun?”
Ji-Yoo merasakan kasur tempatnya sedang berbaring bergerak
sehingga dia menggeliat sedikit dan mengerjap-ngerjapkan matanya,
membiasakan indra penglihatannya dengan cahaya matahari yang
tiba-tiba menyergap masuk.

225

Isi 2060.indd 225 24/04/2013 15:14:44


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Ne?” gumamnya dengan suara serak. “Ah, kau,” tukasnya saat
melihat bahwa Eunhyuk-lah yang mengganggu tidurnya.
Ji-Yoo menyibakkan selimutnya dan berusaha memfokuskan
pandangannya pada pria itu. Sudah beberapa hari terakhir dia
tidak cukup tidur. Malam tadi untuk pertama kalinya, dia bisa tidur
sangat nyenyak tanpa mimpi buruk sama sekali, jadi dia masih
merasa belum cukup istirahat saat ini.
“Aigoo aigoo,” ujar Eunhyuk sambil menyingkirkan anak rambut
Ji-Yoo yang terjuntai menutupi wajahnya, lalu menyelipkannya ke
balik telinga gadis itu, membuatnya bisa bebas memandangi wajah
Ji-Yoo tanpa penghalang apa pun. “Jadi… wajah inikah yang akan
aku lihat setiap pagi sebangun tidur setelah kita menikah nanti?”
Ji-Yoo mengerutkan kening, berusaha mencerna ucapan Eunhyuk
di otaknya yang masih setengah sadar. Saat dia menyadari maksud
ucapan pria itu, Ji-Yoo buru-buru menutupi wajahnya dan bergegas
turun dari tempat tidur. Dia tidak tahu seperti apa rupanya saat
ini, tapi wajahnya saat bangun tidur bukanlah jenis wajah yang ingin
diperlihatkannya pada pria di depannya ini.
Eunhyuk tersenyum dan menahan tangan gadis itu sebelum dia
berhasil kabur. Dia membiarkan matanya menatap jari-jari lentik
Ji-Yoo yang sekarang berada dalam genggamannya, mengelusnya
pelan dengan tangan kanannya.
Eunhyuk menarik napas ringan sebelum mendongak ke arah
Ji-Yoo yang balas menatapnya dengan wajah memerah.

226

Isi 2060.indd 226 24/04/2013 15:14:45


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku selalu merasa bahwa seorang wanita baru bisa dianggap
cantik jika dia masih terlihat mempesona saat baru bangun tidur,
saat di mana kecantikan itu terlihat manusiawi, tidak terkontaminasi
cairan kimia apa pun. Dan kau, Yoo, kau terlihat seperti itu di mataku.”

STA Building, Seoul


12.00 A.M.
“Kau itu ada masalah apa hah dengan Siwon? Aku tidak habis
pikir denganmu, kau selalu memperlakukannya seperti orang yang
paling kau benci di dunia. Dengan beraninya, kau membatalkan
pernikahanmu dengannya tanpa alasan yang jelas. Kau tidak
melihat bahwa tadi Hye-Na benar-benar marah dengan kelakuan
kekanakan kalian berdua?” serang Leeteuk saat Eun-Ji berjalan
berdampingan di lorong berdua.
“Apa maksudmu, oppa?” tanya Eun-Ji tak acuh. “Kau tidak tahu
masalah kami berdua, jadi lebih baik kau tidak usah ikut campur.”
Leeteuk mencekal tangan Eun-Ji dan menatap gadis itu penuh
emosi. Dia menggertakkan giginya kesal, berusaha menahan luapan
kemarahan yang sudah ditahan-tahannya dari tadi. Pria itu heran
sendiri kenapa Siwon masih tetap bersikukuh untuk mendapatkan
lagi gadis keras kepala di depannya ini.
“Siwon itu sahabatku, beginikah caranya kau memperlakukan
orang yang mencintaimu setengah mati seperti itu? Setelah dia
menyelamatkan nyawamu? Alasan bodoh apa yang membuatmu
melakukan ini semua?”

227

Isi 2060.indd 227 24/04/2013 15:14:47


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Menyelamatkan nyawaku?” ulang Eun-Ji bingung.
“Hah, tentu saja kau tidak tahu,” ujar Leeteuk sinis. “Kau memang
tidak pernah tahu apa-apa kan? Bahkan, dia mengambil risiko
dikeluarkan dari organisasi hanya karena tindakan gegabahnya itu
demi menyelamatkan hidupmu. Dan Shin Eun-Ji, yang sepertinya
tidak tahu cara berterima kasih, malah memutuskan pertunangan
dengannya tanpa penjelasan apa-apa.”
“Apa maksudmu, oppa?” desak Eun-Ji. Gadis itu sudah sibuk
memikirkan apa yang dimaksud Siwon dengan kesalahpahaman
dan sekarang Leeteuk juga mengatakan hal yang sama. Tapi, yang
membuatnya kebingungan adalah ucapan Leeteuk yang mengatakan
bahwa Siwon telah menyelamatkan nyawanya. Bagaimana mungkin
itu terjadi jika dia sendiri tidak pernah merasa terancam bahaya?
“Selesaikan kisah cintamu sendiri. Aku juga punya kisah yang
harus segera aku dapatkan akhirnya. Aku bukan pria baik hati
yang bersedia menolongmu, Eun-Ji ssi. Itu balasannya karena kau
sudah menyakiti perasaan sahabatku,” tandas Leeteuk dingin,
melangkah pergi meninggalkan gadis itu begitu saja di tempatnya
semula, tetap dalam posisi awalnya. Kaku seperti patung.

Donghae’s Home, Gangnam, Seoul


01.00 P.M.
“Bagaimana kabarmu hari ini?” tanya Donghae sambil mengelus
pipi Ga-Eul ringan. Gadis itu sedang duduk di depan TV yang
menayangkan sebuah drama Korea dan seperti apa yang terjadi

228

Isi 2060.indd 228 24/04/2013 15:14:49


http://pustaka-indo.blogspot.com
sebelumnya, pipi gadis itu lagi-lagi memerah akibat sentuhan
Donghae.
“Baik. Eomma bilang dia ada urusan sehingga harus pulang lebih
cepat, jadi dia menyuruhku tetap di rumah sebelum kau pulang.
Tapi dia bilang kau akan pulang malam, dan kata eomma aku boleh
melakukan apa saja yang aku suka agar tidak bosan. Tapi aku
tidak suka memakai kruk itu, membuat lenganku sakit. Karena itu
dari tadi aku hanya bisa duduk di depan TV saja.”
Donghae tersenyum mendengar keluhan gadis itu. Sejak Kibum
memberitahu Ga-Eul bahwa gadis itu harus banyak bicara agar pita
suaranya bisa kembali pulih, gadis itu benar-benar melaksanakannya
dengan semangat. Dia selalu mengomentari apa pun yang dilihatnya,
persis sama seperti kepribadiannya sebelum mengalami koma dulu.
Mungkin dulunya Donghae akan mencari segala cara untuk menutup
mulut Ga-Eul agar berhenti bicara, tapi sekarang, dia bahkan nyaris
menangis hanya karena bisa mendengar suara gadisnya lagi.
“Untung saja aku pulang cepat hari ini, jadi kau tidak akan
merasa bosan lebih lama lagi.”
Ga-Eul mengangguk sambil tersenyum senang.
“Donghae ssi, aku melihatmu di TV. Apa kau seorang artis?”
tanya gadis itu polos.
Donghae berjalan mengitari sofa dan duduk di samping Ga-Eul
yang masih menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu.
“Ne, aku memang seorang artis. Setiap hari aku pergi keluar
rumah untuk syuting dan biasanya pulang setelah larut malam. Tapi,

229

Isi 2060.indd 229 24/04/2013 15:14:49


http://pustaka-indo.blogspot.com
kau tahu? Hari ini aku menyelesaikan semua bagianku tanpa harus
take ulang. Aku hebat kan?”
Ga-Eul mengangguk, sedikit terpesona dengan tatapan teduh
yang memancar dari mata pria di hadapannya itu.
“Hei, bagaimana kalau siang ini kita melatih kakimu untuk
berjalan? Kau mau? Kau bilang kau tidak suka memakai kruk kan?”
“Ne!” seru Ga-Eul semangat.
Donghae bangkit berdiri dan berjongkok di depan Ga-Eul,
membuat gadis itu menatapnya kebingungan.
“Kau sedang apa, Donghae ssi?”
Donghae berbalik dan memamerkan senyum manisnya. Matanya
berkilat-kilat bahagia karena dia bisa melaksanakan ucapannya di
depan Kibum waktu itu. Menjadi segala hal untuk gadis di depannya
ini.
“Kau tidak bisa berjalan, jadi sampai kau bisa menggunakan
kakimu lagi, biar aku saja yang menjadi kakimu.”

Zhoumi’s Home, Seoul


02.00 P.M.
Yu-Na menundukkan wajahnya ketakutan. Tangannya memutar-
mutar cangkir teh dalam genggamannya dengan gelisah. Berada
di bawah tatapan tajam seorang Zhoumi bukanlah hal yang
menyenangkan, tidak peduli setampan apa pun pria itu.

230

Isi 2060.indd 230 24/04/2013 15:14:51


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Agen CIA? Apa urusannya CIA dengan ini semua?”
Yu-Na membuka mulutnya ragu. Kalau dia memberitahu pria
ini, mungkin saja dia bisa lolos dari kemungkinan dilenyapkan
oleh Cho Corp. Tapi di sisi lain, dia tidak mungkin bisa lepas dari
cengkeraman CIA.
“Aku akan meminta Kyuhyun memberikan perlindungan penuh
padamu. Aku tahu akan sulit jika berurusan dengan CIA dan aku
rasa satu-satunya yang ditakuti CIA hanya KNI, jadi kau bisa
merasa aman. Mereka tidak akan bisa menyentuhmu di sini.
Asalkan kau mau tetap bertahan di Korea,” sela Zhoumi seolah
bisa membaca pikiran gadis itu. “Lagi pula meski kau tidak
mengaku padaku, mereka tetap tidak akan melepaskanmu karena
kami sudah mengetahui identitasmu. Jadi, akan sama saja pada
akhirnya.”
Yu-Na menghela napasnya berat. Rasa hangat yang mengalir
dari cangkir teh ke tangannya tidak membantu menenangkannya
sama sekali.
“Bicaralah, atau aku perlu menggunakan serum kebenaranku
untuk membuatmu membuka mulut?”
Yu-Na terlonjak di kursinya dan menatap Zhoumi dengan sorot
mata takut.
“Aku tidak akan sesadis itu kalau kau bersedia untuk bekerja
sama,” tukas Zhoumi santai.
“Aku… ditugaskan untuk mencuri formula serum terbarumu dan
menyerahkannya pada mereka.”

231

Isi 2060.indd 231 24/04/2013 15:14:51


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Dan, kau bersedia mengkhianati negaramu untuk mereka?”
“Aku rasa… aku tidak memiliki ikatan apa pun dengan negara
ini. Sejak ibuku meninggal, ayahku membawaku ke Amerika dan
kami tidak pernah lagi kembali ke negara ini sejak saat itu.”
“Tapi, itu bukan berarti kau bisa bertindak seperti ini!
Bagaimanapun Korea adalah tanah kelahiranmu! Coba kutebak
kenapa mereka mengumpankanmu padaku. Karena kau orang
Korea. Benar kan?”
Yu-Na sedikit menganga karena ucapan Zhoumi yang tepat
sasaran.
“Kau tahu kenapa? Karena jika kau sampai ketahuan dan kami
memutuskan melenyapkanmu, mereka tidak akan rugi apa-apa.
Kau hanya pegawai biasa dan bukan orang Amerika. Apa kau
belum paham juga bagaimana cara organisasi itu bekerja? Lakukan
segala hal selicin mungkin dan minimalisir kerugian macam apa pun.
Itulah alasan mereka merekrut pegawai non-Amerika ke dalam
organisasi mereka.”
Pernyataan pria itu menjawab pertanyaan Yu-Na selama ini.
Alasan kenapa CIA merekrut banyak pegawai non-Amerika, padahal
jelas-jelas itu adalah organisasi perlindungan dan pertahanan
Amerika yang bergerak dalam kerahasiaan. Alasan kenapa dia yang
awalnya hanya bekerja di balik meja tiba-tiba diminta turun langsung
ke lapangan untuk melakukan pekerjaan berbahaya. Dia mendadak
merasa tidak berharga sama sekali. Seluruh kebanggaan menjadi
bagian dari organisasi paling terkenal di dunia itu lenyap begitu saja
tanpa bekas.

232

Isi 2060.indd 232 24/04/2013 15:14:52


http://pustaka-indo.blogspot.com
Yu-Na sedikit terkejut saat Zhoumi menyentuh tangannya dan
mengeratkan genggaman gadis itu pada cangkir yang dari tadi
hanya dipegangnya, tanpa diminum sama sekali.
“Minum tehmu. Kau terlihat sangat tertekan. Tenang saja, aku
tidak memasukkan apa-apa ke dalamnya.”
“Ah, ani. Aku tidak menuduhmu seperti itu,” sergah Yu-Na salah
tingkah. Sentuhan tangan besar pria itu di kulitnya terasa sangat
hangat dan menenangkan dan nada suaranya jauh lebih bersahabat
daripada tadi.
Dengan gugup Yu-Na mengangkat cangkirnya dan meminum
tehnya yang sudah mulai mendingin. Dia tidak berminat minum
sebenarnya. Gadis itu hanya mencari cara untuk meloloskan diri
dari sentuhan pria itu yang anehnya berhasil membuat fungsi
otaknya sedikit macet dan jantungnya terlalu berlebihan dalam
memompa darah, sampai detakannya terasa sedikit menyakitkan.
Tidak, Kwon Yu-Na, batinnya. Ini bukan saatnya kau memikirkan
hal remeh seperti itu.
Tiba-tiba Zhoumi bangkit berdiri, dalam gerakan pelan mengacak-
acak rambut Yu-Na, membuat gadis itu mendongak kaget.
“Aku akan menyiapkan kamar untukmu. Lebih baik kau
beristirahat sekarang. Wajahmu kelihatan sangat kelelahan. Kau
juga bisa mandi kalau kau mau. Anggap saja rumah sendiri,” tawar
Zhoumi. Senyum pertama dalam satu jam terakhir melintas di
wajah pria itu. Sempat membutakan Yu-Na sesaat, karena senyum
itu terlihat manis sekali.

233

Isi 2060.indd 233 24/04/2013 15:14:52


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku akan melindungimu selama beberapa hari ke depan sampai
aku bisa menemui Kyuhyun dan menjelaskan keadaannya. Tenang
saja, kau aman bersamaku.”

Heechul’s Home, Gangnam, Seoul


08.00 P.M.
“Oppa, kau sedang menonton apa?” tanya Min-Hyo ingin tahu
sambil membawa dua kaleng coke di tangannya. Dia menyerahkan
salah satu kaleng itu kepada Heechul kemudian menghempaskan
tubuhnya ke atas sofa, berseberangan dengan pria itu.
Mereka memang sudah cukup dekat, jika pengurangan intensitas
teriakan Heechul padanya itu bisa dihitung sebagai perkembangan
signifikan dalam hubungan pembantu-majikan mereka. Walaupun
pria itu masih sering kesal jika ada debu di rumah—Min-Hyo
heran dengan kegilaan pria itu terhadap kebersihan—tapi selain
itu, tidak ada masalah yang terlalu berarti. Heechul bahkan sering
mengajak Min-Hyo bicara dan bertukar pikiran yang berakhir
dengan melonjaknya emosi pria itu karena kadang-kadang jawaban
Min-Hyo yang terdengar terlalu polos dan bodoh. Heechul juga
sudah mewanti-wanti gadis itu agar memanggilnya dengan sebutan
oppa kalau tidak mau membuatnya mengamuk. Satu-satunya
kecanggungan di antara mereka hanyalah kenyataan bahwa
Heechul masih sedikit keberatan jika Min-Hyo berada terlalu dekat
dengannya, apalagi jika mereka sampai bersentuhan.

234

Isi 2060.indd 234 24/04/2013 15:14:53


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Genre filmnya pembunuhan, tapi sudah satu jam aku menonton
tidak ada tanda-tanda akan terjadinya pembunuhan sama sekali.
Cipratan darah saja tidak ada.”
“Lalu, kenapa kau masih betah menonton?”
“Aku tidak punya kegiatan lainnya. Tutup mulutmu, mengganggu
konsentrasiku saja.”
Min-Hyo mengerucutkan bibirnya dan memilih mematuhi ucapan
pria itu. Dia masih trauma mendengar teriakan Heechul, jadi lebih
baik jika dia tidak mencari gara-gara dengan pria itu.
15 menit berlalu dan film itu masih berjalan sedikit membosankan.
Tapi hanya sebentar, karena saat berikutnya adegan film itu mulai
menunjukkan flashback pembunuhan sadis yang dilakukan ibu si
tokoh utama terhadap suaminya sendiri hanya karena suaminya itu
sakit-sakitan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka
semakin mengimpit. Belum lagi obat-obatan mahal yang harus dibeli
untuk mempertahankan hidup suaminya itu. Wanita itu membunuh di
depan anaknya sendiri dan itulah alasan yang menyebabkan si anak
tumbuh menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.
Tubuh Heechul menegang dan keringat dingin mulai mengalir
deras di pelipisnya. Pria itu mencengkeram lengan sofa, berusaha
meredam getaran di tubuhnya. Tangan kanannya memegangi
kepalanya yang mendadak sakit, seolah ditusuk ribuan jarum tajam.
Memori menyakitkan itu kembali membanjiri benaknya. Ingatan
yang sangat ingin dilupakannya, tapi selalu menghantuinya seperti
bayangan.

235

Isi 2060.indd 235 24/04/2013 15:14:53


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Eomma, apa yang kau lakukan pada appa?” teriak Heechul
kecil ketakutan. Bocah itu menarik lengan baju ibunya agar
berhenti memukuli tubuh ringkih appa-nya dengan sapu. Tubuh
pria itu sudah berdarah-darah dan bahkan dia sudah tidak
sadarkan diri, tapi ibunya sama sekali tidak menunjukkan tanda-
tanda akan berhenti.
“Diam kau, anak kecil! Ayahmu ini bisanya hanya menyusahkan
saja! Setiap hari mabuk, bermain wanita, sedangkan aku
membanting tulang mencari uang! Kau pikir ini saja sudah cukup?
Aku akan membuatnya mati dengan menderita! Manusia seperti
ayahmu ini sama sekali tidak pantas hidup di dunia!”
Wanita itu beranjak ke dapur dan kembali dengan sebuah
pisau di tangannya. Dia mendorong tubuh Heechul ke dinding
dengan kasar sampai kepala anak itu terbentur. Dengan penuh
emosi, dia mulai menusukkan pisau di tangannya ke tubuh pria yang
sangat dibencinya itu. Semakin banyak darah yang bercipratan ke
tubuhnya, semakin keras tawa wanita itu terdengar.
“MATI KAU, KIM SHIN-HO!!! MATI KAU!!!”
“AAAAAAARGH!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Heechul kesakitan sambil
memegangi kepalanya. Dia membenamkan kepalanya ke lutut
dan meremas rambutnya frustasi. Tubuh pria itu berguncang tak
terkendali, seolah sedang merasakan ketakutan yang amat sangat.
“Oppa,” panggil Min-Hyo takut-takut. “Oppa, kau kenapa?”
Berusaha menahan rasa takutnya terhadap Heechul, Min-Hyo
mengulurkan tangannya dan menyentuh lengan pria itu dengan hati-

236

Isi 2060.indd 236 24/04/2013 15:14:54


http://pustaka-indo.blogspot.com
hati. Tidak ada penolakan, karena pikiran pria itu sepertinya tidak
ada di sana.
“Oppa, gwaenchana?”
Heechul mendongak dan menatap Min-Hyo yang berdiri di
depannya dengan mata yang tak fokus.
“Oppa….”
“Aku takut,” ujar Heechul dengan suara serak. “Wanita itu
telah membunuh ayahku. Wanita yang mengaku sebagai ibuku itu
membunuh ayahku dan dia ingin membunuhku juga.”
Min-Hyo tertegun mendengar ucapan pria itu. Ibunya… membunuh
ayahnya sendiri? Di depannya?
Min-Hyo menghela napas, akhirnya memahami alasan mengapa
Heechul sangat takut dengan wanita. Karena trauma pembunuhan
itu menguasainya seumur hidup, membayangi otak pria itu seperti
parasit. Parasit yang tidak bisa dihilangkan.
“Aku senang wanita itu akhirnya mati di penjara. Dia layak
mendapatkannya! Tapi, kenapa dia terus menerus muncul di
kepalaku seperti hantu? Aku membencinya! Setiap bagian tubuhnya,
apa pun yang ada di dirinya, aku membencinya setengah mati.”
Min-Hyo mengelus rambut Heechul dan menangkup wajah pria itu
dengan kedua tangannya. Wajah yang mulus seperti porselen itu terlihat
menderita, nyaris tidak tertahankan untuk sekadar menyentuhnya.
“Gwaenchana. Dia sudah tidak ada lagi untuk menyakitimu. Kau
aman, oppa. Dan, sekarang kau punya aku.”

237

Isi 2060.indd 237 24/04/2013 15:14:54


http://pustaka-indo.blogspot.com
Seolah ingin menunjukkan rasa percayanya pada ucapan Min-
Hyo, Heechul merengkuh pinggang gadis itu dan membenamkan
wajahnya di perut Min-Hyo yang masih berdiri. Gadis itu sedikit
tersentak, tapi sama sekali tidak mendorong Heechul, membiarkan
pria itu mengeluarkan seluruh rasa sakit yang ditahannya sendiri
selama bertahun-tahun.
“Aku tidak percaya,” kata Heechul lirih setelah beberapa saat
berlalu. “Kau tahu? Kau gadis pertama yang kubiarkan menyentuhku
sebanyak ini.”

Kibum’s Flat
09.00 P.M.
“Kau sudah pulang?” sapa Kibum tanpa mengalihkan tatapannya
dari layar laptopnya yang menampilkan formula serum terbaru
yang sedang dikerjakannya saat pintu apartemennya terbuka dan
Noumi masuk ke ruang tamu.
“Oppa, hari ini aku bahagia sekali!” seru Nou-Mi dengan
senyum lebar tersungging di wajah manisnya, walaupun lebam-
lebam membiru masih sedikit membekas di sana.
“Wae? Hari ini dia tidak memukulimu?” tanya Kibum dingin.
Nou-Mi mengacuhkan nada bicara pria itu. Dia menarik kursi di
depan Kibum dan duduk di atasnya sambil menatap pria itu dengan
wajah bahagia.

238

Isi 2060.indd 238 24/04/2013 15:14:56


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Dae-Hwan oppa melamarku!” seru Nou-Mi senang, sama
sekali tidak tahu betapa ucapannya itu akan menghancurkan pria
di hadapannya.
Kibum mendongak dan menatap gadis itu tanpa ekspresi. Dia
tidak bisa berpikir untuk mengeluarkan ekspresi sama sekali.
Penglihatannya mendadak menjadi kabur dan dia sedikit ketakutan
saat mengetahui tidak bisa melihat wajah gadisnya dengan jelas.
Kibum menunduk lagi dan meletakkan tangannya di kening,
berusaha menemukan fokusnya kembali. Mendadak dia merasa
sia-sia saja waktu yang dihabiskannya untuk membuat gadis
di depannya ini jatuh cinta padanya, karena semua usaha yang
dia lakukan sama sekali tidak berguna. Dia bahkan ingin sekali
menertawakan dirinya sendiri, menertawakan kepercayaan dirinya
bahwa cepat atau lambat Nou-Mi akan menyadari kesalahannya
dan berhenti menyakiti dirinya dengan hubungannya dengan pria
tidak bermoral itu. Kepercayaannya bahwa jika dia menunggu
sedikit lebih lama lagi, gadis itu akan mulai menoleh padanya dan
menyadari perasaannya. Entah dia yang terlalu bodoh atau gadis di
depannya ini yang benar-benar idiot.
“Kau benar-benar mencintainya?” tanya Kibum dengan suara
lirih, nyaris tidak terdengar.
Nou-Mi bergerak gelisah di atas kursi mendengar pertanyaan
itu. Mendengar suara pria yang sudah hidup bersamanya selama
bertahun-tahun itu membuatnya sedikit ragu. Suara itu terdengar
penuh dengan rasa sakit dan keputus-asaan, yang Nou-Mi tidak
tahu bagaimana itu bisa terjadi.

239

Isi 2060.indd 239 24/04/2013 15:14:56


http://pustaka-indo.blogspot.com
Nou-Mi menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, nyaris
bisa merasakan rasa asin darah yang berasal dari bibirnya.
Kegembiraannya tadi mendadak lenyap begitu saja hanya karena
suara pria itu. Terkadang dia merasa perhatian Kibum padanya
nyaris lebih dari sekadar sahabat. Tapi, gadis itu berusaha tidak
berharap terlalu banyak. Dia tidak bisa membiarkan perasaannya
berkembang terlalu jauh pada pria itu jika akhirnya perasaan itu
menjadi tidak terkendali dan akan menyakiti mereka berdua. Ada
rahasia besar yang disimpan Nou-Mi, rahasia yang tidak bisa
disampaikannya pada Kibum. Rahasia yang akan membuat hubungan
mereka berantakan seketika dan Nou-Mi tahu bahwa jika Kibum
mengetahuinya. Pria itu akan meninggalkannya dan berharap bahwa
seharusnya dia tidak pernah mengenal Nou-Mi seumur hidupnya.
Membayangkan hal itu saja Nou-Mi sudah ketakutan setengah mati.
Dia mencintai Dae-Hwan, tentu saja. Tapi Nou-Mi tahu dengan
persis, tanpa siapa dia tidak bisa hidup dan orang itu bukan Dae-
Hwan. Dan, tidak akan pernah menjadi Dae-Hwan.
“Kau pernah mempertimbangkan perasaanku? Tidak? Yang ada
di otakmu hanya dia saja kan? Bagaimana priamu bisa bahagia,
bagaimana kau bisa terus bersamanya, tanpa memikirkan berapa
banyak rasa sakit yang aku terima atas perbuatanmu?” Kibum
menarik napas berat dan menatap Nou-Mi lekat-lekat. “Aku
tahu kau tidak bodoh, Nou-Mi~ya. Kau pasti tahu bagaimana
perasaanku padamu kan? Seharusnya kau bisa bersikap adil.
Kau mempertimbangkan dia. Bagaimana kalau kau juga mulai
mempertimbangkan aku? Aku juga mencintaimu.”

240

Isi 2060.indd 240 24/04/2013 15:14:59


http://pustaka-indo.blogspot.com
Donghae’s Home, Gangnam, Seoul
10.00 P.M.
“Tidurlah,” ujar Donghae sambil menaikkan selimut sampai sebatas
dada Ga-Eul. Dia duduk di pinggir kasur tempat gadis itu berbaring,
masih dalam kesenangannya menatap wajah gadis tersebut.
“Kalau kau masih di sini bagaimana aku bisa tidur, Donghae
ssi?” tanya Ga-Eul salah tingkah.
“Kau biasanya selalu memanggilku Hae oppa,” gumam Donghae
sambil mengelus rambut ikal gadis itu.
“Ne?” tanya Ga-Eul kebingungan.
“Berhentilah memanggilku Donghae ssi, aku bukan orang asing
untukmu. Kita nyaris saling mengenal seumur hidup, Ga-Eul~a.”
“Ah, ne, Hae oppa,” ujar Ga-Eul dengan wajah memerah.
Donghae tersenyum puas dan mengacak-acak rambut Ga-Eul.
“Kalau begitu tidurlah,” kata pria itu sambil mencondongkan
tubuhnya dan mengecup kening Ga-Eul pelan. Dia bangkit berdiri
dan berjalan menuju pintu keluar.
“Ah, dan Ga-Eul~a,” ujar Donghae menggantung, tangan pria itu
memegang kenop pintu yang baru setengah terbuka.
“Ne?”
“Saranghae,”25 ucapnya dengan senyum lebar terkembang di
wajah tampannya. Donghae menutup pintu itu, meninggalkan Ga-
Eul yang terpaku sendirian.
25 Aku mencintaimu.

241

Isi 2060.indd 241 24/04/2013 15:14:59


http://pustaka-indo.blogspot.com

Mountain Resort, Cho Corp’s Private Area, Suburban of Seoul


07.00 A.M.
Min-Yeon berjalan malas-malasan di belakang Sungmin sambil
menghentak-hentakkan kakinya kesal. Pria itu dengan seenaknya
mengganggu tidur nyenyaknya di pagi buta seperti ini hanya untuk
meminta Min-Yeon menemaninya jalan-jalan. Padahal gadis itu baru
saja tidur lewat tengah malam dan hal itu terjadi lagi-lagi karena
kelakuan super ajaib pria di depannya ini yang mengajak Min-Yeon
menemui setiap pegawai dan bertanya hal-hal membosankan tentang
bagaimana cara mereka mengoperasikan tempat semenakjubkan
ini. Min-Yeon nyaris stres dan frustasi hanya gara-gara seorang
Lee Sungmin. Dia bahkan menyesali keputusannya untuk membawa
pria itu ke sini, mengingat betapa fanatiknya pria itu dengan alam
dan sekarang, Min-Yeon-lah yang kena getahnya.
“Kau mau membawaku ke mana?” tanya Min-Yeon sambil menutup
mulutnya menahan kuap.
“Aku meminjam sepeda dari Min ajjumma, bagaimana kalau kita
berkeliling? Udaranya segar sekali, kita bisa sekalian berolahraga
dan menikmati pemandangan.”
Min-Yeon menatap sepeda yang dimaksud pria itu dan
mengerutkan keningnya. Sepeda itu hanya ada satu, walaupun
memang ada sadel tambahan di bagian belakangnya. Tapi… apa
pria itu bermaksud untuk…???

242

Isi 2060.indd 242 24/04/2013 15:15:01


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Maksudmu kita akan bersepeda berdua? Kau memboncengku
begitu?” tanya Min-Yeon kaget.
Sungmin tersenyum manis dan mengangguk.
“Memangnya apa lagi?”
“Ta—tapi….”
“Anggap saja kita sedang merayakan hari pertama persahabatan
kita. Jadi, sekarang kita harus saling mendekatkan diri.”
“Siapa yang mau menjadi sahabatmu, hah?” dengus Min-Yeon.
“Ayo!” seru Sungmin yang sudah bersiap di atas sepedanya,
tidak mendengarkan keluhan Min-Yeon sama sekali.
Gadis itu mendengus lagi dan menahan luapan kekesalan yang
ingin dia keluarkan. Dengan perasaan setengah ingin mencekik
leher pria itu, Min-Yeon mendudukkan tubuhnya ke atas sadel
bagian belakang sepeda dan memegangi bagian pinggang sweater
yang dipakai Sungmin. Seorang pekerja meminjamkan sweater itu
pada Sungmin karena pria itu tidak membawa baju ganti. Min-Yeon
sendiri beruntung karena dia selalu membawa satu stel pakaian
ganti di mobilnya.
“Pegangan padaku, kau mau terjatuh dan mengalami patah
pinggang, hah?” komentar Sungmin melihat Min-Yeon yang hanya
mencengkeram ujung sweater-nya.
Min-Yeon menjulurkan lidahnya ke arah punggung Sungmin dan
melingkarkan lengannya ke sekeliling pinggang pria itu.

243

Isi 2060.indd 243 24/04/2013 15:15:01


http://pustaka-indo.blogspot.com
Astaga, apa yang sedang dilakukannya saat ini? Kenapa adegan ini
persis sama dengan drama-drama Korea yang pernah ditontonnya?

“Aaaaa, yeppeuda!!!”26 seru Min-Yeon kagum saat melihat padang


bunga yang membentang di sepanjang jalan setapak menuju
perkebunan buah. Ini jalan yang berbeda dengan jalan yang mereka
lalui dengan mobil kemarin, jadi Min-Yeon tidak tahu jika ada
tempat seperti ini di sini. Tapi, dari mana pria di depannya ini tahu?
“Seorang pekerja memberitahuku. Dia bilang ikuti saja jalan
setapak,” ujar Sungmin seolah bisa membaca pikiran gadis itu.
Sungmin menghentikan sepedanya kemudian menyandarkan
benda itu ke batang pohon apel yang langsung menghadap ke
arah padang bunga itu. Dia menurunkan keranjang piknik yang
dibawanya tadi, membuat kening Min-Yeon berkerut bingung. Sejak
kapan pria itu membawa-bawa benda seperti itu? Ah, pasti dia saja
yang terlalu kesal sampai tidak memerhatikannya.
“Min ajjumma memberikan ini padaku. Dia baru saja selesai
memanggang roti gandum dan pai buah saat aku meminjam sepeda.
Dia menyarankan kenapa tidak piknik saja, jadi aku mengikuti
sarannya,” jelas Sungmin sambil membentangkan taplak ke atas
rumput dan meletakkan keranjang berisi makanan itu di atasnya.
Min-Yeon bisa menghirup bau harum roti yang baru saja selesai
dipanggang dan wangi manis pai buah, wangi yang sudah bertahun-
tahun tidak dihirupnya. Ternyata mencium wangi seharum itu lagi di

26 Cantiknya! Berasal dari kata dasar yeppeo yang berarti cantik.

244

Isi 2060.indd 244 24/04/2013 15:15:03


http://pustaka-indo.blogspot.com
tempat seindah ini membuatnya merasa kembali ke zaman sebelum
semua peralatan modern itu diciptakan dan itu sama sekali bukan
hal yang buruk.
“Buatan rumah memang selalu lebih enak kan?” ujar Sungmin
menyuarakan pikiran Min-Yeon dan mengulurkan setangkup roti
gandum ke arahnya.
“Gomaweo,”27 tukas Min-Yeon, dengan senang menggigit roti
itu, merasakan tekstur lembutnya di lidah dan rasa nikmat yang
menjalar di kerongkongannya.
“Bukan sesuatu yang bisa kau dapatkan dari Chef-Machine
kan? Kecuali kalau kau memang memiliki Chef-Machine mahal yang
bisa menghasilkan makanan seenak itu.”
“Bukankah seharusnya kita tidak membicarakan hal ini lagi?”
“Aku hanya memberitahumu beberapa kekurangan dari semua
hal modern ini,” kata Sungmin sambil bangkit berdiri. Dia memetik
dua buah apel di dahan paling rendah yang bisa dijangkaunya dan
menyerahkan salah satunya kepada Min-Yeon.
Pria itu duduk lagi di samping Min-Yeon dan memerhatikan
buah apel dalam genggamannya. Dia tersenyum sesaat seolah
sedang mengenang masa lalu. Ada raut kesedihan yang sedikit
membayang di wajah mulusnya.
“Rae-Jin pasti akan sangat menyukai tempat ini. Buah kesukaannya
juga apel. Seharusnya aku bisa membawanya melihat tempat ini.”
“Rae-Jin? Siapa?”

27 Terima kasih (informal). Gamsahamnida (formal).

245

Isi 2060.indd 245 24/04/2013 15:15:03


http://pustaka-indo.blogspot.com
Sungmin menoleh ke arah Min-Yeon dan menatap gadis itu
dengan mata teduhnya.
“Shin Rae-Jin. Tunanganku.”

Five States, Seoul


12.00 A.M.
“Kau suka sekali berada di sini ya? Aku jadi mudah jika ingin
menemukanmu,” komentar Leeteuk sambil menjatuhkan tubuhnya
ke atas kursi besi di samping Eun-Kyo. Tempat yang sama, kursi
yang sama, danau dan pemandangan yang sama.
“Seingatku setiap jam istirahat aku memang selalu berada di sini.”
“Kau selalu mengandalkan ingatanmu, ya?” gumam Leeteuk pelan.
“Kau sudah makan?”
Eun-Kyo mengangguk.
Leeteuk menyelonjorkan kakinya dan menatap air tenang di
depan mereka dengan pandangan menerawang. Dia sama sekali
tidak mengerti apa yang sedang dilakukannya saat ini. Gadis yang
duduk di sampingnya ini adalah gadis yang pernah ditolaknya dulu
karena dia merasa tidak ada ketertarikan sedikit pun di antara
mereka. Lihat apa yang dia lakukan sekarang? Dia malah mencari-
cari gadis itu saat gadis itu tidak ada dalam jarak pandangnya,
bahkan sering memerhatikan dari jauh secara diam-diam.
Perasaan macam apa itu namanya? Kenapa hatinya bisa terlalu
cepat berubah?

246

Isi 2060.indd 246 24/04/2013 15:15:05


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Bagaimana kalau kau menceritakan segala hal tentang dirimu
padaku?” pinta Leeteuk sambil menoleh ke arah Eun-Kyo yang
balas menatapnya dengan bingung.
“Untuk apa?”
“Apa aku tidak boleh mengenalmu lebih jauh?”
Mata Eun-Kyo mengerjap, masih kebingungan dengan permintaan
Leeteuk.
“Apa yang kau suka, apa yang tidak kau suka. Beritahukan
semuanya padaku.”
“Aku… aku menyukai nasi goreng, jus melon, ice tea, es krim….
Aku lebih suka menonton film daripada membaca buku, terutama
film-film romantis. Aku merasa warna ungu itu sangat manis.
Dan… aku tidak terlalu suka berdandan. Aku lebih memilih pantai
daripada gunung.”
Leeteuk mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir
gadis itu dengan cermat, berusaha merekam setiap ucapan gadis
itu dalam memorinya, walaupun suatu saat memori itu juga akan
segera memudar. Selama ini dia tidak pernah menghabiskan
banyak waktu dengan gadis di depannya itu, yang dilakukannya
hanyalah memberitahu gadis itu bahwa dia tidak suka jika gadis
itu selalu mengikutinya ke mana pun dia pergi. Karena hakikat pria
adalah untuk mengejar, bukan dikejar. Dia tidak pernah membiarkan
sosok gadis itu bertahan lama dalam penglihatannya, tidak pernah
mendengarkan gadis itu bicara, tidak mau berusaha mengamati
setiap gerak-geriknya. Tidak heran kalau Leeteuk baru mengetahui

247

Isi 2060.indd 247 24/04/2013 15:15:05


http://pustaka-indo.blogspot.com
bahwa suara gadis itu sangat lembut, ekspresi yang terpancar dari
wajahnya terlihat sangat enak dipandang, bahwa apa yang sedang
dilakukannya, sengaja ataupun tidak, membuat auranya semakin
terlihat memukau. Hal-hal luar biasa seperti itu, hal-hal yang tidak
pernah diakuinya selama ini.
“Kau tahu?” potong Leeteuk, menghentikan ucapan Eun-Kyo.
Pria itu mencondongkan tubuhnya dan menyapukan sebuah kecupan
singkat di pipi gadis itu, kemudian tersenyum manis, menampakkan
lesung pipinya yang menawan. “Bagaimana kalau mulai sekarang
kau membiarkan aku mengejarmu?”

Eunhyuk’s Home, Yeoju, Seoul


07.00 P.M.
Ji-Yoo mengetuk ruang kerja Eunhyuk ragu-ragu dan melongokkan
kepalanya masuk.
“Oppa, eomma bilang sudah waktunya makan malam.”
Eunhyuk mendongak dari layar laptopnya dan memberi tanda
agar gadis itu masuk.
“Sejak kapan kau memanggil eomma pada ibuku?” tanya Eunhyuk
ingin tahu dengan senyum senang terkembang di wajahnya saat gadis
itu sudah berdiri di sampingnya.
“Ibumu tidak mau bicara denganku kalau aku tidak memanggilnya
eomma,” rajuk Ji-Yoo. “Ayo makan, mereka menyuruhku memanggilmu.
Mereka bilang kau tidak akan mau turun kalau mereka yang

248

Isi 2060.indd 248 24/04/2013 15:15:07


http://pustaka-indo.blogspot.com
memanggilmu. Kalau kau mau makan, kau menyuruh Shin ajjumma
mengantarkan makanan ke sini, atau kadang kau malah tidak makan
sama sekali. Itu tidak baik untuk kesehatanmu, kau tahu.”
Dengan gerakan cepat Eunhyuk merengkuh pinggang Ji-Yoo,
mendudukkannya ke atas pangkuannya sendiri, dan meletakkan
dagunya di bahu gadis itu. Tangannya melingkar di pinggang Ji-
Yoo dalam satu sentuhan ringan. Tubuh Ji-Yoo menegang seketika
menerima perlakuan tiba-tiba dari pria itu. Dia tidak habis pikir
kenapa Eunhyuk suka sekali melakukan tindakan spontan yang
selalu berhasil membuatnya kelimpungan. Apa pria itu benar-benar
bermaksud ingin memilikinya?
“Jadi kau pikir kalau kau yang memanggilku ke sini, aku akan
menyerah begitu?” ujar Eunhyuk dengan senyum bermain di wajah
tampannya.
“Aku tidak berpikir begitu. Aku hanya memanggilmu, terserah
kau mau ikut atau tidak.”
Eunhyuk menyentuh pipi Ji-Yoo perlahan, membuat gadis itu
terpaksa menunduk ke arahnya. Saat mata mereka bertatapan itulah
akhirnya Ji-Yoo tersadar bahwa dia benar-benar tidak akan bisa
melarikan diri dari pesona pria ini, sekeras apa pun dia berusaha.
“Menurutmu bagaimana kehidupan kita setelah menikah
nanti? Aku ini serampangan, suka bertindak seenaknya, tidak suka
mematuhi aturan, memiliki reputasi buruk di mata publik. Tapi…
aku pasti akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu dan kau
bisa pegang ucapanku. Jadi, kenapa kau lama sekali mengambil
keputusan dan menganggukkan kepalamu menerima lamaranku?”

249

Isi 2060.indd 249 24/04/2013 15:15:07


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kapan kau melamarku?”
“Di lapangan parkir waktu itu. Aku kan mengajakmu menikah.”
“Cih, romantis sekali caramu melamar seorang gadis, Tuan Lee.”
“Kau mau aku mengajakmu makan malam di bawah cahaya
lilin? Menyuruh orang bermain biola dan piano saat aku berlutut
melamarmu sambil menyodorkan sekotak cincin berlian? Itu bukan
gayaku. Lagi pula apa susahnya mengatakan iya saja, lalu kita
menikah? Repot sekali!”
Ji-Yoo menyentil kening Eunhyuk karena ucapannya yang
sembarangan itu, mendorong tubuh pria itu dan melepaskan diri
dari rangkulannya.
“Ayo makan. Aku sudah lapar. Otakmu itu tidak berjalan dengan
benar saat ini, lebih baik kau makan dulu.”
Lagi-lagi Eunhyuk menahan tangan gadis dan menariknya. Mata
Ji-Yoo membelalak kaget saat pria itu menyelipkan sesuatu di jari
manisnya. Sebuah cincin berlian yang terlihat berkilauan di bawah
siraman cahaya lampu. Dia bahkan tidak tahu bahwa Eunhyuk
sudah mempersiapkan semuanya sampai sejauh ini.
Eunhyuk menggenggam tangan Ji-Yoo dan memerhatikan jari
gadis itu dengan cermat.
“Syukurlah kalau pas. Aku tahu kau pasti tidak akan mau jika
aku tarik paksa ke toko perhiasan. Jadi, aku menebak-nebak saja
berapa ukuranmu.”

250

Isi 2060.indd 250 24/04/2013 15:15:08


http://pustaka-indo.blogspot.com
Eunhyuk tersenyum lagi dan menggoyang-goyangkan tangan Ji-
Yoo yang masih berada dalam genggamannya.
“Hei, sebelum aku lupa, aku mau memberitahumu sesuatu.”
“Apa?” tanya Ji-Yoo dengan suara tercekat di tenggorokan.
“Yoo~ya…,” ujar pria itu dengan suara pelan. “Saranghae.”

In front of Jin-Ah’s home, Seoul


11.00 P.M.
“Sampai,” ujar Yesung sambil menghentikan mobilnya di depan
rumah Jin-Ah.
Tidak ada sahutan apa pun dari Jin-Ah, membuat Yesung
menoleh ke arah gadis itu yang ternyata sudah tertidur pulas di
bangku penumpang.
Sudah beberapa hari terakhir Yesung selalu mengantar Jin-Ah
pulang, karena entah apa masalahnya tiba-tiba saja Ryeowook tidak
pernah muncul lagi untuk menjemput gadis itu. Sepertinya mereka
sedang bertengkar atau semacamnya. Yesung sama sekali tidak
memedulikan hal itu, yang dia pikirkan hanyalah hubungan mereka
bisa maju sejauh ini, walaupun hanya sebatas mengantar gadis itu
pulang. Setidaknya, itu jauh lebih baik daripada saat mereka hanya
bertemu di lab dan mengobrol tentang cairan-cairan kimia.
Yesung menatap wajah polos gadis yang sedang tertidur di
depannya itu lekat-lekat. Saat dalam keadaan tidak sadar seperti
ini, wajah itu terlihat begitu manis dan tidak berdosa. Jauh berbeda

251

Isi 2060.indd 251 24/04/2013 15:15:10


http://pustaka-indo.blogspot.com
saat dia dalam keadaan sadar, mulutnya nyaris tidak bisa berhenti
bicara dan kakinya itu tidak bisa berhenti berkeliaran ke sana
kemari. Tapi entah kenapa, Yesung menyukai kedua sisi berbeda itu.
Karena semuanya berasal dari gadis itu. Jika dia sudah mencintai
seseorang, dia akan menerima apa pun, tidak peduli apakah itu
baik ataupun buruk.
“Bangun,” ujar Yesung sambil menyentuh pipi Jin-Ah untuk
membangunkannya. “Kita sudah sampai. Bangunlah.”
Jin-Ah menggeliat sesaat dan mengucek-ucek matanya.
“Aku ketiduran ya?” ujarnya polos, membuat wajahnya terlihat
sangat imut seperti anak kecil.
“Sudah tahu kau masih saja bertanya.”
“Hehe. Terima kasih telah mengantarku.”
Jin-Ah mengambil tas tangannya dan membuka pintu mobil, tapi
terhenti karena Yesung mencekal tangannya.
“Besok… pesta pernikahan Kyuhyun… kau mau pergi bersamaku?”
tanya Yesung hati-hati, sedikit takut dengaan kemungkinan bahwa
gadis itu akan menolak ajakannya.
“Ah, tentu saja! Tapi, kau harus menjemputku! Ara?”
“Kau ini perhitungan sekali,” dengus Yesung, tapi senyum
terkembang di wajah tampannya. Perkembangan hubungan mereka
pesat sekali kan?

252

Isi 2060.indd 252 24/04/2013 15:15:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
Ryeowook’s Home, Seoul
11.30 P.M.
Ryeowook membuka pintu kamarnya perlahan karena tidak mau
istrinya terbangun dengan kehadirannya. Sudah beberapa hari
terakhir, sejak pertengkaran mereka malam itu, Ryeowook memilih
tidur di kamar tamu. Dia tidak mau pertengkaran mereka semakin
parah jika dia memaksa berbicara dengan Ah-Zin yang masih
emosi dan tidak berkepala dingin.
Ryeowook duduk di samping ranjang, berusaha tidak menimbulkan
banyak suara. Dia mengusap rambut Ah-Zin yang sedang tertidur
lelap. Dengan perlahan menyingkirkan helaian anak rambut yang
menutupi wajah gadis itu.
Dia selalu meletakkan gadis itu dalam posisi pertama hidupnya,
mendahulukan kepentingan gadis itu di atas kepentingan pribadinya,
jadi bagaimana bisa gadis di depannya ini tetap berpikir bahwa
Ryeowook hanya menjadikannya sebagai pelarian saja? Bahkan dia
sendiri yakin bahwa perasaannya pada Jin-Ah tidak pernah lebih
dari sekadar sahabat. Mereka pacaran hanya karena desakan
dari teman-teman yang mengatakan bahwa mereka berdua terlihat
cocok bersama. Bahwa tidak ada persahabatan di antara pria dan
wanita.
Ryeowook menghela napas berat dan mengulurkan tangannya,
membenarkan posisi selimut yang menutupi tubuh Ah-Zin dan
beranjak keluar dari kamar.

253

Isi 2060.indd 253 24/04/2013 15:15:11


http://pustaka-indo.blogspot.com
Mereka butuh bicara dan Ryeowook benar-benar harus
menjelaskan semuanya. Seharusnya tidak ada gengsi lagi dalam
sebuah pernikahan kan?

An Apartment, Seoul
01.00 A.M.
Pria itu selalu suka melakukannya. Memakaikan sarung tangan
ke tangan besarnya, menyiapkan salib yang terbuat dari besi,
membayangkan betapa banyaknya darah yang akan bercipratan
saat salib itu menembus daging gadis sialan yang sedang terbaring
telanjang di bawah kakinya.
Dia tak henti tersenyum saat menyiapkan sebuah alat yang
akan menyedot semua darah dari para korbannya. Dia senang
mendengar mereka berteriak minta tolong, merasakan kesakitan
yang luar biasa saat dia menancapkan pasak besar di lengan dan
kaki mereka, membuat mereka merasakan apa yang dirasakan
Jesus-nya.
Dia tidak suka pada orang-orang yang tidak percaya agama,
karena dia sendiri adalah seorang penganut Kristiani yang taat.
Dia ingin mereka merasakan siksaan kematian di dunia sebelum
mereka sendiri akhirnya disiksa di neraka.
Dia tidak memilih korbannya secara sembarangan tentu saja.
Dia memilih gadis-gadis tertentu. Gadis-gadis yang merupakan
keturunan langsung dari para penjahat yang selama ini telah
memburu satu-satunya orang yang sangat disayanginya. Orang

254

Isi 2060.indd 254 24/04/2013 15:15:13


http://pustaka-indo.blogspot.com
yang telah mengadopsi dan merawatnya sampai dia tumbuh besar.
Terutama gadis terakhir. Gadis terakhir yang akan disiksanya
dengan cara paling keji. Hidangan utama selalu disajikan paling
akhir kan?
Sayang sekali dengan kenyataan bahwa gadis itu bukan seorang
atheis. Tapi, tidak masalah. Pekerjaannya selama ini sudah sangat
sempurna. Tidak apa-apa jika dia memberikan sedikit cacat di
bagian terakhir. Cacat adalah hal yang tepat untuk gadis itu.
Lalu setelah gadis itu lenyap dari atas bumi, dia bisa mulai
melanjutkan pekerjaan terbesarnya. Seseorang menyuruhnya
membunuh Sang Penguasa. Bukan hal yang sulit, mengingat orang
itu memberinya kebebasan penuh dan menjanjikan segala bantuan
yang dibutuhkannya. Dia tidak sabar ingin melakukannya. Sang
Penguasa itu juga telah merebut banyak hal yang dimilikinya.
Organisasi miliknyalah yang telah melakukan pembunuhan terhadap
Shim Dae-Ho. Jadi, sudah seharusnya pula jika pria itu ikut lenyap
dari muka bumi.
Gadis di depannya sudah mulai tersadar dan mungkin sebentar lagi
akan berteriak kesakitan merasakan luka yang telah ditorehkannya
tadi. Tentu saja, dia sudah menyumpal mulut gadis itu dengan kain.
Jadi, tidak masalah jika gadis itu mau berteriak sekeras apa pun.
Dia membungkuk di depan gadis itu dan menyeringai. Gadis itu
balas menatapnya dengan sorot mata ketakutan saat dia dengan
lembut mengangkat tubuh gadis itu, menyandarkannya ke salib
besar yang sudah terpasang di dinding.

255

Isi 2060.indd 255 24/04/2013 15:15:14


http://pustaka-indo.blogspot.com
Dia nyaris tidak bisa menahan tawa bahagianya saat dia
menusukkan salah satu pasak ke lengan kanan gadis itu. Mata
gadis itu membeliak kesakitan, sedangkan darah dari lengannya
bercipratan, mengalir deras dari nadi di pergelangan tangannya.
Hanya sedetik yang dibutuhkan untuk membuat gadis itu kehilangan
kesadarannya lagi dan mungkin mata itu benar-benar tidak akan
terbuka lagi selamanya.
Darah…. Bukankah bau darah itu sangat nikmat? Tapi akan
lebih nikmat lagi, jika dia bisa mencium bau darah gadis pembunuh
itu.

256

Isi 2060.indd 256 24/04/2013 15:15:16


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round 9

Hye-Na’s Apartment, Seoul


07.00 A.M.
“AYO berangkat! Kau ini bagaimana? Hari ini adalah hari
pernikahanmu! Tapi, kenapa kau bersikap seperti akan dikirim ke
tiang gantungan?” seru Eun-Ji habis kesabaran sambil menyikut
lengan Hye-Na yang masih betah duduk di atas sofa. Gadis itu
bersikeras tidur di apartemen dan tidak mau pulang ke rumah
suaminya dengan alasan aneh tentang pengantin yang tidak boleh
saling bertemu sebelum mengucapkan janji di depan altar.
“Pernikahannya kan jam 9.”
“Tapi kau harus didandani dulu, bodoh!”
“Kenapa aku tidak boleh pakai baju ini saja?” tukas Hye-Na, merujuk
pada blus biru muda dan celana jeans putih yang sedang dipakainya.

257

Isi 2060.indd 257 24/04/2013 15:15:16


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aish, gadis ini benar-benar sudah gila dan tidak waras! Cepat
bangun atau aku akan menyeretmu ke sana!”
Hye-Na akan membuka mulutnya untuk mengajukan protes
lagi saat communicator-nya berbunyi, menandakan ada panggilan
masuk.
“Nona Han, kami diperintahkan untuk menghubungi langsung
jika terjadi pembunuhan 5to5 lagi. Saat ini kami baru menemukan
mayat seorang gadis yang disalib di sebuah apartemen di kawasan
Myeongdeong. Anda orang pertama yang kami hubungi sebelum
kami menghubungi bagian lain dan melaporkan pembunuhan ini.”
“Baik, aku segera ke sana,” tukas Hye-Na cepat.
“YAK, hari ini pernikahanmu! Lupakan pembunuh sialan itu dulu!”
“Masih 2 jam lagi. Tidak apa-apa jika kita ke lokasi dulu. Apa
kau takut dengan Kyuhyun? Biar aku yang menghadapinya nanti.”

An Apartment, Myeongdeong, Seoul


07.45 A.M.
Hye-Na berusaha mengendalikan rasa mual yang menghantamnya
saat melihat genangan darah di lantai. Dia tahu bahwa pembunuh
itu selalu menyedot semua darah korbannya sampai habis dan
membiarkan semuanya tercecer di lokasi. Tapi ini pertama kalinya
dia melihat langsung ke TKP, jadi tidak heran jika dia nyaris muntah
saat melihatnya.

258

Isi 2060.indd 258 24/04/2013 15:15:19


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aish, pria itu benar-benar sudah gila! Psikopat tidak waras!”
komentar Eun-Ji sambil menutup hidungnya.
Hye-Na menatap mayat gadis yang masih tersalib dengan
pasak yang menusuk lengan dan kakinya. Rambut panjangnya
terjuntai menutupi wajah dan ada sisa-sisa tusukan, goresan, dan
bekas darah yang sudah mengering di tubuh polosnya.
Mata Hye-Na tertarik pada sebuah gulungan kertas yang
tercengkeram di tangan gadis itu. Sepertinya itu sebuah pesan
yang sengaja ditinggalkan penjahat itu di sana.
Hye-Na mengabaikan rasa mualnya dan berjalan menginjak
genangan darah di lantai menuju mayat gadis itu. Waktu dia
mendekat, masih ada darah yang menetes-netes dari tubuh
gadis dan jatuh mengenai blus yang dipakainya saat dia berusaha
mengeluarkan kertas dari kepalan tangan yang sudah mendingin
itu.

259

Isi 2060.indd 259 24/04/2013 15:15:20


http://pustaka-indo.blogspot.com

Aku tahu bahwa kau adalah penyidik utama kasus ini,


Nona Han Hye-Na. Kau pasti penasaran sekali dengan
identitasku. Aku membodohimu dengan cerdik kan?

Menurutmu, kenapa aku meninggalkan surat ini di sini?


Karena aku mau memberimu peringatan. Permainan
ini belum selesai. Dan, kaulah tujuanku selanjutnya.
Menurut bisikan yang kudapatkan dari seorang rekan
yang sangat setia, kau sudah berhasil mengetahui
motifku melakukan pembunuhan ini. Jadi, tentunya
kau juga sudah tahu kenapa aku tertarik untuk
memburumu. Berhati-hatilah Nona Han. Ah, kudengar
hari ini kau akan menikah dengan Cho Kyuhyun yang
terkenal, jadi Nyonya Cho kalau begitu. Suamimu itu
juga tidak akan lepas dari buruanku. Tapi, aku akan
memburumu terlebih dahulu. Permainan semakin menarik
bukan? Tunggulah kedatanganku. Sampai jumpa.


Hye-Na meremas kertas dalam genggamannya itu dan
menggertakkan giginya kesal. Sial, sial, kenapa penjahat satu ini
licik sekali?
Eun-Ji mundur ke belakang, sehati-hati mungkin agar tidak
diketahui Hye-Na. Sahabatnya itu berada dalam bahaya besar?

260

Isi 2060.indd 260 24/04/2013 15:15:21


http://pustaka-indo.blogspot.com
Dan, ekspresi yang muncul di wajahnya malah ekspresi marah,
bukannya ketakutan. Dia tahu bahwa Hye-Na malah akan berusaha
mengumpankan dirinya sendiri untuk menangkap penjahat itu.
Jadi, Eun-Ji harus melakukan sesuatu untuk menjauhkan gadis itu
dari kemungkinan mati terbunuh. Satu-satunya orang yang bisa
dimintainya bantuan hanya Kyuhyun. Yah, pria itu. Dia yakin pria itu
akan melakukan segala cara yang dia bisa untuk melindungi istrinya.

Polytelís Hotel, Seoul


08.30 A.M.
“Aish, ke mana gadis sialan itu? Dia mau mencari gara-gara
denganku di hari sepenting ini?” ujar Kyuhyun gusar sambil
melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya.
“Tenanglah, sepupu. Bersabarlah sebentar, masih ada setengah
jam lagi,” kata Eunhyuk berusaha menenangkan. “Tamu tidak
akan keberatan menunggu lebih lama. Sudah untung kau mau
mengundang mereka.”
“Kyuhyun~a, aku rasa Hye-Na bersikeras mendatangi lokasi
pembunuhan yang terjadi pagi ini. Tapi, aku mendapat laporan
bahwa dia sudah dalam perjalanan ke sini,” lapor Leeteuk yang
baru saja datang menghampiri mereka.
“Apa pembunuhan itu lebih penting dari hari pernikahannya?”
teriak Kyuhyun kesal.
“Dia kan tidak dengan sukarela setuju menikah denganmu,”
bisik Eunhyuk mengingatkan.

261

Isi 2060.indd 261 24/04/2013 15:15:23


http://pustaka-indo.blogspot.com
Kyuhyun mendengus dan mengacak-acak rambutnya frustasi.
Gadis itu benar-benar membuatnya emosi!

“Masuk ke ruang gantimu, biar aku panggilkan penata riasmu dulu,”


suruh Eun-Ji sambil mendorong tubuh Hye-Na ke dalam ruangan
berpintu putih di depan mereka.
Hye-Na menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan mengusap tengkuknya,
mencoba merilekskan diri. Menjadi sasaran pembunuhan berikutnya
bukan hal menyenangkan tentu saja, tapi dia justru merasa begitu
bersemangat karena kemungkinan besar dia akan berhasil menangkap
penjahat itu jika penjahat itu berusaha menyerangnya.
Pintu ruangan terbuka lagi, tapi yang datang bukannya penata
rias yang dijanjikan Eun-Ji, tapi malah pria yang paling tidak ingin
dilihatnya saat ini. Sejak kejadian di butik waktu itu, Hye-Na
merasa begitu canggung jika mereka berada terlalu dekat. Dia
merasa tidak nyaman dengan kehadiran pria itu. Bukan karena
dia membencinya, tapi akibat yang ditimbulkan pria itu terhadap
tubuhnya.
“Aish, kenapa malah kau yang datang? Kalau kau mau pernikahannya
berlangsung tepat waktu, seharusnya kau memanggil penata riasnya
ke sini, bukannya—” Perkataan Hye-Na terpotong karena Kyuhyun
menarik tubuhnya sampai berdiri dengan kasar dan mencengkeram
lengannya, tidak membiarkan gadis itu kabur ke mana-mana.
“Darah,” ujar Kyuhyun tajam dengan mata berkilat berbahaya.

262

Isi 2060.indd 262 24/04/2013 15:15:25


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na melirik tetesan darah yang mengotori bagian bahu
bajunya dan mendongak menatap pria itu lagi.
“Bukan darahku,” kata Hye-Na singkat.
Mata Kyuhyun menelusuri tubuh gadis itu lekat-lekat, seolah
ingin memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang kurang dari gadis
itu sejak mereka bertemu terakhir kali.
Hye-Na sedikit tertegun melihat penampilan Kyuhyun pagi ini.
Setelan jas hitamnya membalut tubuh tegapnya dengan pas, walaupun
dasinya terpasang serampangan dan rambutnya terlihat acak-
acakan, tapi itu malah membuatnya terlihat semakin berbahaya dan
menyilaukan mata. Mau tidak mau, Hye-Na mengakui bahwa dalam
sejarah satu abad terakhir perbumian, mungkin pria di depannya
inilah makhluk tertampan yang pernah dilahirkan.
Sial, apa ada gangguan dalam otaknya sampai bisa berpikir
seperti itu?
“Kau lolos kali ini. Tapi lain kali, jika kau muncul di depanku
dalam keadaaan tidak utuh, aku pastikan kau tidak akan pergi ke
mana-mana tanpa pengawasanku!”

“Aigoo, anak eomma cantik sekali!!!”


Hye-Na melongo kaget saat melihat ibunya tiba-tiba saja sudah
menghambur masuk ke ruang gantinya dan memeluknya erat-erat.
“Eo—eomma… apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanyanya
bingung.

263

Isi 2060.indd 263 24/04/2013 15:15:26


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kyuhyun mengirimkan pesawat pribadinya langsung untuk
menjemputku dan aku berpikir… momen ini bukanlah momen yang
akan aku acuhkan begitu saja. Aku… dan kau… tidak bisa terlalu
lama berlarut-larut dalam kesedihan. Sudah saatnya kita bergerak
maju dan berhenti menoleh ke belakang. Lihat, kau sekarang! Kau
sudah menjadi seorang istri dan menantu. Kau sudah menjadi milik
orang lain. Dan, aku akan mendampingimu saat kau melangkah
menuju kehidupan barumu itu.”
“Eomma….”
“Dengarkan aku… aku tahu ini bukanlah pernikahan yang kau
inginkan. Tidak ada seorang gadis pun yang menginginkan pernikahan
yang terjadi dengan alasan seperti ini. Tapi, aku menghargai Kyuhyun
yang langsung memintamu padaku dan menjelaskan semuanya. Ada
beberapa hal yang tidak kau ketahui, Hye-Na~ya. Hal yang akan
kau ketahui nanti, setelah Kyuhyun sendiri yang mengatakannya
padamu. Kau… sebagai seorang istri yang baik, harus mendengarkan
apa pun yang dikatakan suamimu. Kau harus memercayainya dan
berada di sampingnya apa pun yang terjadi. Dia berjanji padaku
bahwa dia akan melindungimu dan tidak ada alasan bagiku untuk
tidak memercayainya. Kau akan bahagia hidup bersamanya. Mungkin
sekarang tidak, tapi nanti kau akan bersyukur bahwa kau telah setuju
untuk menjadikannya suamimu.”
Hye-Na tertegun mendengar ucapan dari ibunya itu. Kenapa
ibunya yakin sekali bahwa Kyuhyun adalah pria yang tepat
untuk mendampinginya? Kata-kata manis macam apa yang
telah dikatakan pria itu pada ibunya ini? Tapi… sikap pria itu

264

Isi 2060.indd 264 24/04/2013 15:15:27


http://pustaka-indo.blogspot.com
terlalu membingungkan. Setiap kalimat yang diucapkannya, sikap
keluarganya pada Hye-Na, seolah menunjukkan bahwa pria itu
memiliki ketertarikan khusus padanya. Gadis itu mendadak
merasa ketakutan sendiri dengan hidup yang akan dijalaninya
sebentar lagi. Bukan karena pria itu akan memiliki kendali
penuh atas dirinya, tapi lebih kepada ketakutan pribadinya.
Kekhawatiran bahwa bisa saja dia….
“Eomma,” panggil Hye-Na dengan suara tercekat. “Bagaimana
kalau… aku… aku khawatir kalau aku… jatuh cinta padanya….”

Kyuhyun berdiri gelisah di depan altar, mendadak gugup sendiri


dengan tindakannya. Bagaimana kalau gadis itu memutuskan
kabur dan tidak muncul dari balik pintu itu? Bagaimana kalau
gadis itu benar-benar merasa tersiksa hidup dengannya nanti?
Bagaimana kalau dia gagal membuat gadis itu jatuh cinta padanya?
Kemungkinan kehilangan gadis itu nyaris mencekiknya sampai mati.
Dia mendesah lega saat melihat pintu besar di depannya terbuka
dan Hye-Na muncul bersama ayah angkatnya. Kyuhyun memang
sengaja mengundang ketua KIA itu langsung ke sini sebagai wali
Hye-Na, yang akan menyerahkan gadis itu padanya. Tentu saja pria
setengah baya itu sama sekali tidak menolak, mengingat betapa
sayangnya dia pada gadis itu.
Kyuhyun membiarkan tatapannya terkunci pada tubuh gadis
tersebut. Dia tidak berusaha menyembunyikan ekspresi kagumnya
sama sekali. Gaun yang dicoba Hye-Na waktu itu sekarang
membalut tubuhnya dengan anggun, memberikan efek feminin pada

265

Isi 2060.indd 265 24/04/2013 15:15:30


http://pustaka-indo.blogspot.com
gadis tersebut. Rambut ikal panjangnya diikat sebagian dengan pita
satin berwarna putih gading, yang senada dengan gaunnya. Poni
jatuh menutupi keningnya, membuat gadis itu terlihat begitu muda
dan sangat manis.
Hye-Na mencengkeram lengan ayah angkatnya, berusaha
menghilangkan kegugupannya berada di bawah tatapan semua
orang. Dia bisa melihat Kyuhyun berdiri jauh di depan, dengan
terang-terangan menatapnya kagum. Dan entah kenapa, Hye-Na
merasa puas karena telah berhasil membuat ekspresi itu terlihat
di wajah datar Kyuhyun.
Seharusnya dia merasa biasa saja, karena ini bukan pernikahan
yang diharapkannya, tapi sebaliknya. Dia merasa perutnya bergolak
tidak enak, menekan rasa canggung yang dirasakannya, sedangkan
jantungnya terasa berjumpalitan saat melihat sosok pria yang akan
dinikahinya itu terlihat memukau di depan sana.
Park Soo-Hwan menyerahkan tangan Hye-Na yang tadi
digenggamnya ke tangan Kyuhyun yang terulur. Dia senang bisa
melakukan tugasnya sebagai seorang ayah dengan sangat baik.
Menyerahkan anak gadisnya pada seorang pria yang tepat. Seuk-
Gil—sahabatnya—pasti juga akan bangga melihat hal ini dari atas
sana.
Kyuhyun menggenggam tangan Hye-Na ringan, meremasnya
pelan untuk menenangkan gadis itu. Mereka berbalik menghadap
pendeta yang akan menikahkan dan menunggu pria itu membacakan
janji pernikahan.

266

Isi 2060.indd 266 24/04/2013 15:15:30


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Tuan Cho Kyuhyun, di hadapan Tuhan dan semua orang yang
hadir di sini, maukah kau berjanji untuk menjadikan Han Hye-Na
sebagai istrimu? Menjadi sahabatmu, kekasihmu, ibu dari anak-
anakmu, setia padanya dalam sakit ataupun sehat, dalam susah
ataupun senang, dan dalam kebahagiaan ataupun penderitaan
selama kalian hidup?”
“Ya, saya bersedia,” jawab Kyuhyun mantap.
“Nona Han Hye-Na, di hadapan Tuhan dan semua orang yang
hadir di sini, maukah kau berjanji untuk menjadikan Cho Kyuhyun
sebagai suamimu? Pasangan hidupmu satu-satunya, orang yang
akan kau percayai dan hormati, menjadikannya pria yang akan ikut
tertawa dan menangis bersamamu? Bersediakah kau mencintainya
dengan setia dalam susah ataupun senang, tanpa menghiraukan
rintangan yang mungkin akan kalian hadapi bersama? Satu-satunya
pria yang akan kau berikan tangan, hati, dan cintamu dari hari ini
dan seterusnya, selama kalian hidup?”
Hye-Na mengeratkan genggamannya di tangan Kyuhyun, menarik
napas pelan dan mengangguk.
“Ya, saya bersedia,” ujanya dengan suara sedikit bergetar, tahu
bahwa saat janji itu keluar dari bibirnya, dia akan menjadi milik pria
itu seumur hidup, bersedia ataupun tidak.
Kyuhyun memasangkan cincin yang mereka pilih bersama waktu
itu ke jari manis tangan kiri Hye-Na dan gadis itu. Dengan kepala
yang sedikit terasa pusing, melakukan hal yang sama.
“Silahkan mencium pengantinmu.”

267

Isi 2060.indd 267 24/04/2013 15:15:32


http://pustaka-indo.blogspot.com
Mereka berdua menoleh kaget ke arah sang pendeta, kemudian
saling bertatapan satu sama lain dengan mata terbelalak lebar.
Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri. Bisa-bisanya dia melupakan hal
seperti ini begitu saja!
Hye-Na menatap Kyuhyun dengan pandangan bertanya dan
pria itu hanya mengedikkan bahunya, tidak bisa berbuat apa-apa.
“Ayo cium! Cium!” teriak semua orang serempak.
Kyuhyun memegangi bagian belakang kepalanya yang mendadak
terasa pusing, menyumpah-nyumpah sendiri dalam hati. Dia tidak
bisa melakukan kontak seperti itu dengan gadis di depannya. Dia
tidak tahu apa dia bisa menahan diri atau tidak saat melakukannya.
Pria itu bahkan tidak punya rencana sedikit pun untuk melakukannya
dalam waktu dekat. Karena dia tahu, sekali dia melakukan hal itu,
dia akan merasa ketergantungan seperti pecandu heroin.
“Cho Kyuhyun, kau pria atau bukan?” teriak Eunhyuk memanasi.
“Aish, sial!” umpat Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya dan
merengkuh tengkuk Hye-Na, menarik gadis itu mendekat, dan
menyatukan bibir mereka. Hanya sedetik, karena detik berikutnya
mereka saling melepaskan diri seolah terkena sengatan listrik.
Hye-Na mengerjap dan menatap Kyuhyun yang juga tengah
menatapnya syok. Astaga, lebih baik yang tadi itu tidak terjadi lagi.
Kalau dia tidak mau mereka berakhir di atas ranjang seperti yang
diisyaratkan Kyuhyun waktu itu.

268

Isi 2060.indd 268 24/04/2013 15:15:34


http://pustaka-indo.blogspot.com
Kyuhyun’s Home, Yeoju, Seoul
12.00 A.M.
“Eonni~ya, aku serius! Ada pekerjaan mendesak yang harus aku
selesaikan. Aku tidak bisa pergi bulan madu begitu saja!” seru Hye-
Na dengan nada memohon saat Ah-Ra terus mendorong tubuhnya
naik ke atas pesawat jet pribadi Kyuhyun yang terparkir di halaman
belakang rumah mereka. Kyuhyun berdiri di belakang nuna-nya
itu tanpa berniat menolong sama sekali. Bahkan, dia terlihat geli
melihat Hye-Na yang terus menerus merengek seperti anak kecil.
“Eomma!” panggil Hye-Na, berusaha meminta belas kasihan
ibu mertuanya. Hal yang sia-sia, karena wanita itu menggeleng dan
mengangkat bahunya, menolak memberi bantuan.
“Sudahlah, nuna, kau jangan mengganggunya terus,” ujar Kyuhyun
akhirnya. “Kita hanya pergi sehari, besok juga pulang. Berhentilah
merengek-rengek seperti itu, kau membuatku malu saja,” tukas
Kyuhyun sambil berjalan mendahului Hye-Na menaiki pesawat.
Dengan emosi yang sudah naik ke ubun-ubun, Hye-Na melepas
sepatu sport yang dipakainya dan melemparnya ke belakang
kepala pria itu dan tersenyum puas saat melihat lemparannya
tepat mengenai sasaran.
“Mati kau!” gumamnya senang, merasa bangga saat Ah-Ra
bertepuk tangan dan berseru penuh kekaguman.
Kyuhyun berbalik dengan wajah merah padam menahan marah.
“KAU MAU KULEMPAR KE NERAKA, HAH?”

269

Isi 2060.indd 269 24/04/2013 15:15:34


http://pustaka-indo.blogspot.com

Verona Airport, Verona, Italy


03.00 P.M.
Hye-Na berusaha mengejar langkah Kyuhyun yang panjang-
panjang sambil menarik kopernya dengan susah payah. Pria itu
terus mendiamkannya selama di pesawat tadi dan Hye-Na merasa
tidak enak sendiri. Bagaimanapun ini negeri yang asing baginya dan
bukan hal yang bijak jika mereka terus perang dingin seperti ini.
“Yak, kau masih marah padaku?” tanya Hye-Na saat akhirnya
dia berhasil menjejeri langkah pria itu.
“Menurutmu?” balas Kyuhyun dingin.
Hye-Na menahan diri untuk tidak meneriaki pria itu. Sebagai
gantinya dia mengusap-usap dadanya sendiri untuk meredakan emosi.
“Ya sudah, aku minta maaf.”
“Apa seperti itu caramu minta maaf? Tidak ada tulusnya sama
sekali.”
“Iya, aku minta maaf!” geram Hye-Na kesal.
Kyuhyun mengacuhkannya dan berjalan santai ke arah mobil
Ferrari merah yang terparkir di depan pintu masuk bandara.
Seorang pria yang sepertinya berkebangsaan Italia menyerahkan
kunci bersimbol kuda jingkrak itu kepada Kyuhyun dan membungkuk
hormat sebelum berlalu pergi.
“Ayo masuk! Kau mau kutinggal?”

270

Isi 2060.indd 270 24/04/2013 15:15:37


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na yang tadi terpaku langsung terlonjak kaget mendengar
teriakan pria itu.
“Dia benar-benar punya kekayaan di seluruh penjuru bumi ya?”
gumam gadis itu tak percaya.

Casa di Giulietta, Via Cappello, Piazza delle Erbe, Verona, Italy


04.00 P.M.
Hye-Na menatap patung Juliet di depannya dengan kening
berkerut heran. Daya tarik apa yang dimiliki patung itu sampai
begitu banyak wanita yang rela menempuh jarak ratusan ribu mil
untuk datang ke sini dan menulis surat cinta picisan, berharap
sang Juliet memberi nasihat bagus untuk kisah percintaan mereka?
Memangnya patung itu bisa menulis? Dan, bagaimana mungkin hal
bodoh ini berlangsung berpuluh-puluh tahun di zaman yang amat
sangat modern seperti sekarang?
“Tampangmu itu bisa membuat semua gadis di sini mencaci-
makimu tahu,” komentar Kyuhyun geli.
“Siapa suruh mereka semua bodoh sekali,” dengus Hye-Na tak
peduli. “Ayo pergi! Aura di sini sangat memuakkan. Kau tidak mual
mendengar gadis-gadis itu menangis seperti orang gila? Cih, siapa
suruh mereka terlalu tergila-gila dengan seorang pria?”
“Nuna bilang kau akan senang diajak ke sini, tapi ternyata aku
benar. Kau tidak suka hal-hal aneh seperti ini.”
“Hal-hal feminin yang menjijikkan. Setidaknya aku tidak pernah
menangis karena seorang pria.”

271

Isi 2060.indd 271 24/04/2013 15:15:39


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Karena kau memang belum punya kisah cinta sama sekali kan,
Nyonya Cho?” ejek Kyuhyun.
“Aku tidak merasa terhina karena belum pernah jatuh cinta.
Dan, berhenti memanggilku seperti itu!”
“Apa? Nyonya Cho? Itu kan memang namamu. Sekarang kau
istriku kan?” ujar Kyuhyun enteng.
Hye-Na mengacuhkannnya dan berjalan keluar dari kawasan
mengerikan itu. Ada beberapa kafe di pinggir jalan dan turis yang
berlalu-lalang sambil membawa belanjaan atau sekadar berjalan-jalan
menghabiskan waktu. Sepertinya di tempat ini Chef-Machine belum
terlalu terkenal sehingga kafe dan restoran masih memasyarakat.
Hye-Na berbalik dan tersenyum manis ke arah Kyuhyun,
membuat pria itu menatapnya curiga.
“Bagaimana kalau kau mentraktirku secangkir kopi?”

Caffè delle Erbe, Piazza delle Erbe


04.15 P.M.
“Ini yang kau maksud dengan secangkir kopi?” tanya Kyuhyun
sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya melihat
nafsu makan gadis di depannya itu. Gadis itu memang memesan
kopi, tapi berlanjut dengan sepiring besar pizza, Pizzocheri—pasta
dengan keju dan sage—serta Casoncelli—sejenis ravioli. Dan, dia
baru saja memesan es krim dalam porsi besar.

272

Isi 2060.indd 272 24/04/2013 15:15:40


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Sejak pesta pernikahan tadi pagi, aku belum makan sedikit
pun. Tentu saja sekarang aku kelaparan!” kata Hye-Na dengan
mulut penuh, berusaha memberikan pembelaan diri.
Kyuhyun mendecak dan mengulurkan tangannya, membersihkan
saus yang berlepotan di bibir gadis itu, kemudian mengelap
tangannya dengan tisu yang tersedia di atas meja.
“Nafsu makanmu seperti babi saja! Hahaha.”
“Apa pedulimu?!”
“Kopi mengandung kafein, bisa menyebabkan penyakit jantung,
paru-paru, maupun ginjal. Es krim mengandung gula dan semacamnya,
bisa membuatmu terserang diabetes. Dan kau suka pedas kan? Itu
bisa menyebabkan radang usus buntu. Semua makanan kesukaanmu
itu mengandung risiko.”
Hye-Na melongo mendengar penjelasan panjang lebar pria itu.
“Kau mau menjadi konsultan kesehatan?”
“Tidak,” jawab Kyuhyun dengan raut wajah serius. “Aku hanya
ingin menghindarkanmu dari kemungkinan mati lebih cepat.”
“Mwo?”
“Aku akan menyuruh karyawanku menemukan cara untuk
menyembuhkan penyakit-penyakit itu. Sampai sekarang penyakit
jantung, diabetes, dan paru-paru masih sulit disembuhkan kan? Jadi,
kalau mereka berhasil, aku bisa tenang membiarkanmu memakan
makanan-makanan itu.”

273

Isi 2060.indd 273 24/04/2013 15:15:41


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na nyaris tersedak pizza yang sedang dikunyahnya. Astaga
pria ini, apa dia sudah gila?
“Apa maksudmu?”
“Kurang jelas? Kau ini bodoh sekali ya! Aku tidak mau kau
mati terlalu cepat. Itu maksudku,” ujar Kyuhyun, memperlihatkan
tatapan betapa-bodohnya-kau-ini.
“Aku juga mengerti kalau itu! Maksudku, memangnya apa
bedanya kalau aku cepat mati atau tidak bagimu?”
“Lagi-lagi pertanyaan bodoh, Cho Hye-Na. Tentu saja karena
aku tidak suka jika tidak bisa melihatmu. Masa kau tidak mengerti
juga? Otakmu itu benar-benar pentium rendah ya?”
“YAK!”
Kyuhyun menyilangkan tangannya di depan dada dan menatap
istrinya itu dengan intens, membuat wajah gadis itu memerah.
“Aku bisa saja hidup tanpamu. Tapi, aku tidak mau melakukannya.
Karena aku tahu betapa buruknya keadaanku jika itu terjadi.”

274

Isi 2060.indd 274 24/04/2013 15:15:44


http://pustaka-indo.blogspot.com

Round 10

Siena, Italy
05.30 P.M.
PANDANGAN Hye-Na terfokus pada layar communicator dalam
genggamannya yang sedang menampilkan beberapa data penting
terkait kasus pembunuhan 5to5. Sebenarnya pikiran gadis itu sama
sekali tidak berada di sana. Dia hanya sekadar mencari kesibukan
selama perjalanan hening yang sangat tidak nyaman ini.
Dia melirik sedikit ke arah Kyuhyun yang sedang konsentrasi
mengemudi di sampingnya. Satu hal baru yang diketahuinya tentang
Kyuhyun, pria itu benar-benar menyukai kecepatan. Sepertinya dia
tidak pernah mengemudi di bawah 120 km/jam. Kesukaan pria itu
yang lain adalah menggoda Hye-Na hingga nyaris membuat gadis
itu tidak bisa menghirup oksigen dengan benar.

275

Isi 2060.indd 275 24/04/2013 15:15:45


http://pustaka-indo.blogspot.com
Dasar Hye-Na bodoh, yang tadi itu bukan sekadar godaan, dia
benar-benar serius dengan ucapannya, batin Hye-Na dalam hati.
Gadis itu tidak habis pikir kenapa pria di sampingnya ini bisa
jatuh cinta padanya tanpa dia sendiri tahu alasannya. Dia bahkan
tidak ingat pernah bertemu pria ini sama sekali, tapi pria itu
dengan gilanya rela menunggunya selama 14 tahun. Hei, apa dia
pikir 14 tahun itu sebentar? Tapi jika itu semua memang benar,
jelaslah sudah alasan kenapa pria itu menikahinya secara paksa.
Cho Kyuhyun ini mau mengikatnya sehingga dia tidak bisa kabur
lagi ke mana-mana. Menilik dari sifat pria itu, hal tersebut sama
sekali tidak mengherankan.
Hye-Na mengetuk-ngetukkan jarinya sembarangan ke layar
communicator. Sebenarnya amat sangat mudah sekali untuk jatuh
cinta pada pria ini. Tampan, kaya, memiliki separuh planet ini,
dan sepertinya jatuh cinta padanya setengah mati. Kesampingkan
sifatnya yang dingin, egois, tidak mau kalah, sombong, dan
sembarangan itu, dia benar-benar cerminan pria paling sempurna
abad ini. Tapi bukan itu semua yang menarik perhatian Hye-Na,
bukan segi fisik maupun materinya, tapi lebih kepada dampak
yang diberikan pria itu terhadap sistem kerja tubuhnya. Dia
menyukai cara pria itu menatapnya, tajam, namun anehnya seolah
memperlihatkan dengan gamblang perasaan pria itu. Terutama
pagi tadi saat pria itu menunggunya di depan altar dan sore tadi
saat pria itu dengan terang-terangan mengaku bahwa dia tidak
suka hidup tanpa Hye-Na.

276

Isi 2060.indd 276 24/04/2013 15:15:46


http://pustaka-indo.blogspot.com
Dia bukannya berlagak bodoh, berpura-pura tidak tahu
perasaan pria itu terhadapnya. Hanya saja, dia masih tidak
percaya dengan kenyataan bahwa pria itu jatuh cinta padanya
saat dia masih berumur enam tahun. Apa dia semenarik itu saat
berumur enam tahun sampai-sampai pria itu terpesona dan jatuh
cinta padanya? Itu terdengar sedikit tidak masuk akal.
Hye-Na mendesah dan memasukkan communicator-nya
ke dalam saku celana. Tidak ada lagi yang bisa dilakukannya
dengan benda itu. Dia tidak bisa berkonsentrasi terhadap kasus
pembunuhan itu sekarang, selama pria ini ada di sampingnya,
membuat pikirannya melayang ke mana-mana.
Hye-Na melayangkan pandangannya ke luar jendela mobil dan
sukses melongo melihat pemandangan yang dilihatnya.
Gadis itu menelan ludahnya dengan susah payah. Padang
rumput, pemandangan perbukitan, dan jalanan panjang berkelok-
belok yang mereka lalui, area seluas itu, dibuat hanya untuk satu
rumah megah yang berdiri angkuh tanpa pesaing di atas bukit.
Benar-benar tidak ada pemukiman lain di sekelilingnya. Dan, dia
bisa dengan mudah menebak bahwa rumah yang terbuat dari
batu bata berwarna merah dan terlihat seolah berasal dari masa
lampau itu adalah milik pria di sampingnya ini. Sepertinya pria
itu tergila-gila dengan tempat luas. Benar-benar cerminan orang
yang kekayaannya sungguh mencengangkan dan tidak tahu harus
menggunakannya untuk apa.
“Kau suka sekali membuang-buang uang ya?” ujar Hye-Na,
tidak tahan untuk berkomentar.

277

Isi 2060.indd 277 24/04/2013 15:15:47


http://pustaka-indo.blogspot.com
Kyuhyun menoleh dan menyeringai kecil.
“Aku hanya suka ketenangan dan privasi. Itu agak sulit didapatkan,
kau tahu.”
Hye-Na mendengus mendengar penjelasan-yang-terlalu-sederhana
dari pria itu.
“Kalau kau pusing mau menggunakan uangmu untuk apa, kenapa
kau tidak menyumbangkannya saja?”
“Aku punya panti sosial di setiap negara dan dengan rutin
menyumbang ke sana.”
Hye-Na mengernyit, tahu bahwa pria itu serius dengan ucapannya.
“Dasar orang kaya,” umpat Hye-Na dengan suara pelan, tapi
sepertinya terdengar oleh Kyuhyun, karena sesaat kemudian pria
itu tertawa geli melihat kekesalannya.
“Hei, kau lupa ya? Saat ini kau kan istriku, jadi apa yang kumiliki
juga menjadi milikmu. Kau baru saja jadi triliuner, gadis bodoh!”
“Makan saja uangmu itu! Aku tidak mau ikut-ikutan!”
“Ah, padahal aku baru saja memenuhkan isi rekeningmu. Coba
bayangkan berapa banyak es krim, cokelat, novel-novel pembunuhan,
dan kaset game yang bisa kau beli.”
Hye-Na memutar bola matanya dan tanpa sadar mencondongkan
tubuhnya ke arah pria itu—tidak memedulikan fakta bahwa pria
itu sepertinya tahu segala hal tentangnya. Bayangan makanan
dan benda-benda kesukaannya yang disebutkan Kyuhyun tadi
membuatnya dengan cepat berubah pikiran.

278

Isi 2060.indd 278 24/04/2013 15:15:47


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Hei, berapa isi rekeningku?”
“1 miliar dolar.”
“KAU GILA?!!!

Squash Zone Restaurant, Seoul


07.00 P.M.
Jin-Ah tertawa geli melihat tampang keruh Yesung di hadapannya.
Dia lagi-lagi dengan sukses berhasil mengajak pria itu mentraktirnya
makan di restoran hanya dalam kurun waktu kurang dari satu
minggu, dengan alasan sederhana bahwa dia sudah bersedia
menemani Yesung datang ke pernikahan Kyuhyun.
“Ah, sudahlah Yesung oppa, jangan memasang tampang
muram seperti itu. Kau tidak akan jatuh bangkrut hanya karena
mentraktirku. Bagaimana kalau nanti kau punya pacar? Apa kau
tidak akan mentraktirnya makan? Anggap saja sekarang ini kau
sedang latihan denganku!” gurau Jin-Ah sambil menggoyang-
goyangkan garpu yang sedang dipegangnya.
Yesung merengut dan mencibirkan lidahnya. Gadis di depannya
itu benar-benar suka bicara sembarangan. Tapi dia selalu
memperlihatkan wajah aegyo-nya,28 membuat Yesung tidak bisa
menolak satu pun permintaannya.
“Oppa, ada yang mau kuberitahukan padamu,” ujar Jin-Ah
tiba-tiba dengan raut wajah serius, ekspresi yang tidak pernah
diperlihatkannya di depan Yesung sebelumnya.
28 Pose imut dan manis seperti anak bayi.

279

Isi 2060.indd 279 24/04/2013 15:15:49


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Apa?”
“Tentang Ryeowook oppa.”
“Memangnya apa urusannya denganku?” elak Yesung, berusaha
membohongi dirinya sendiri yang sebenarnya penasaran setengah
mati. Astaga, jangan bilang gadis di depannya ini ingin menyampaikan
berita buruk. Mereka berdua ingin menikah misalnya? Memikirkannya
saja sudah membuat Yesung ingin memuntahkan semua makanan
yang baru saja dimakannya.
Jin-Ah tersenyum dan menangkupkan tangannya di atas meja,
mendorong piringnya menjauh.
“Mungkin memang tidak ada hubungannya denganmu. Hanya
saja aku tidak suka kau selalu salah paham denganku. Jadi aku
rasa, kau perlu tahu tentang hubungan kami.”
“Kalian mau menikah?” potong Yesung, membuat Jin-Ah
terbelalak kaget. Gadis itu tertawa keras sesaat kemudian tanpa
memedulikan pengunjung lain yang mulai memerhatikan mereka.
“Astaga, dari mana kau dapat pemikiran bodoh seperti itu?
Kuberitahu ya, kami dulu memang pernah pacaran, tapi kemudian
berpisah karena aku ingin konsentrasi pada ujian masuk SRO. Kami
berdua sahabat sejak kecil, ke mana-mana selalu bersama. Jadi,
teman-teman kami menganggap kami berdua adalah pasangan yang
serasi. Lalu kami berpikir, kenapa kami berdua tidak mencobanya
saja? Pacaran maksudku. Tapi ternyata, memiliki kisah cinta
dengan sahabat tidak selalu terasa tepat. Kami berdua tidak saling
mencintai. Hanya perasaan sayang sebagai sahabat saja.”

280

Isi 2060.indd 280 24/04/2013 15:15:49


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Ryeowook oppa itu sudah menikah dan seperti kau, istrinya
juga sering salah paham tentang hubungan kami. Mereka bahkan
sedang bertengkar hebat sekarang. Aku jadi kasihan padanya.”
Yesung menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi yang sedang
didudukinya. Mendadak seluruh beban di dadanya terangkat
begitu saja, seolah dari awal memang tidak ada impitan apa-apa
di dadanya. Dia nyaris tidak bisa menahan bibirnya untuk tidak
tersenyum. Jadi, gadis itu bukan milik siapa-siapa? Tidak memiliki
kekasih seperti yang selama ini dipikirkannya?
“Baguslah,” ujar Yesung, sama sekali tidak bisa menahan
lidahnya untuk berkomentar. “Aku jadi bisa mengajukan diri kan?”
“Ne? Mengajukan diri untuk apa?” tanya Jin-Ah bingung.
“Kapan-kapan… aku akan memberitahumu.”

In front of Jin-Ah’s Home


08.45 P.M.
“Gomaweo sudah mengantarkanku pulang, oppa!” seru Jin-Ah
sambil melepaskan seatbelt-nya.
“Mmm,” gumam Yesung dengan tangan yang masih mencengkeram
setir.
Tiba-tiba Jin-Ah menjulurkan tubuhnya dan menyapukan sebuah
kecupan singkat di pipi pria itu. Gadis itu tersenyum manis saat
melihat Yesung yang membeku di tempat duduknya, terkejut dengan
tindakan agresif yang baru saja dilakukannya.

281

Isi 2060.indd 281 24/04/2013 15:15:52


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Sebagai ucapan terima kasih karena telah mentraktirku hari
ini. Jadi kalau kau mau aku cium lagi, traktirlah aku sering-sering,”
candanya, kemudian melangkah turun dari mobil.
Yesung tersadar dan dengan cepat mencekal lengan Jin-Ah,
menahan gadis itu.
“Gaunmu,” ujarnya dengan suara serak. “Kau cantik berdandan
seperti itu,” lanjutnya sambil tersenyum. “Berdandanlah seperti itu
untukku, maka aku akan sering-sering mentraktirmu. Hmm?”

Siena, Italy
09.00 P.M.
Kyuhyun menatap layar communicator-nya tanpa minat. Tidak ada
satu pun penjelasan dari sekretaris pribadinya yang ditangkapnya
dari tadi. Laporan membosankan tentang suksesnya pemasaran
produk terbaru mereka di New York sama sekali tidak bisa
mengalihkan pikirannya dari gadis yang sedang duduk santai di
sampingnya ini. Tidak peduli jika keuntungan yang didapatkannya
bernilai 10 miliar dolar sekalipun.
Kyuhyun melirik Hye-Na dari sudut matanya. Gadis itu dengan
bosan memutar-mutar remote di tangannya, tidak berminat dengan
acara yang sedang ditontonnya. Terang saja, yang ditampilkan di
layar TV adalah film kuno Romeo & Juliet, hasil karya William
Shakespeare yang jelas-jelas berhasil menyita perhatian jutaan
penonton dari seluruh dunia berpuluh-puluh tahun yang lalu, tapi
tidak dengan gadis di sampingnya ini. Sepertinya Leonardo di Caprio

282

Isi 2060.indd 282 24/04/2013 15:15:54


http://pustaka-indo.blogspot.com
adalah bintang terkenal di zamannya—yang saat ini sudah terkubur
di bawah tanah dan mungkin tetap hidup di dalam kenangan para
penggemar fanatiknya.
Kyuhyun berani bertaruh bahwa ini adalah pertama kalinya bagi
Hye-Na menonton film dengan akhir tragis ini, berikut umpatan-
umpatan yang ditahannya dalam hati, mengingat kebencian gadis
itu terhadap kisah roman picisan yang disajikan oleh para aktor
dan aktris di layar. Menurut Kyuhyun sendiri, kisah itu sedikit tidak
masuk akal. Omong kosong tentang seorang pria yang bunuh diri
hanya karena kekasihnya mati. Memangnya nyawa sebegitu tidak
berharganya sampai kau membuang-buangnya begitu saja hanya
demi seorang wanita?
Hye-Na menggertakkan giginya dan menggumam kesal, “Aku
tidak pernah suka sad ending. Apa susahnya membuat sebuah
akhir yang bahagia? Orang menonton film dan membaca novel untuk
mencari hiburan, bukannya untuk menambah tingkat kestresan
mereka.”
“Di dunia ini tidak ada happy ending,” sahut Kyuhyun. “Coba
saja kau pikir, pada akhirnya setiap manusia pasti akan mati. Apa
mati itu happy ending? Kau hidup dengan kekasihmu sampai kau
tua, lalu apa? Mati kan? Pada akhirnya, juga akan tetap berpisah.”
Hye-Na mendelik dan mengernyitkan keningnya.
“Kau merusak imajinasiku tentang kehidupan yang bahagia saja,
Tuan Cho!” dengusnya.
“Tapi, yang aku ungkapkan adalah fakta.”

283

Isi 2060.indd 283 24/04/2013 15:15:54


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na memilih mengabaikan pria itu dan menoleh ke arah film
sialan itu lagi. Baiklah, dia akan berusaha menontonnya sampai habis
kali ini. Setidaknya sekadar untuk memuaskan rasa ingin tahunya
terhadap film yang menjadi kesukaan nyaris separuh makhluk
berjenis kelamin wanita di muka bumi. Walaupun itu berarti dia
harus menggigit lidahnya sendiri untuk menelan kembali semua
caci-maki yang ingin menyembur keluar saat mendengar barisan
dialog menjijikkan, ataupun bagian ending yang sangat dibencinya
setengah mati.
Gadis itu bertahan di sepuluh menit pertama, tapi gagal di
menit berikutnya karena dia tidak bisa menahan rasa kantuk
yang mendera dan berakhir dengan kepala terkulai jatuh ke bahu
Kyuhyun. Pria itu menoleh karena gerakan yang begitu tiba-tiba
itu, meski akhirnya dia malah tersenyum dan mengelus kepala
Hye-Na pelan, dengan hati-hati membaringkan kepala gadis itu
ke pangkuannya. Dia membiarkan menit-menit berikutnya terlewat
dengan memandangi tekstur wajah Hye-Na, memuaskan diri
mempelajari setiap sudut yang terletak di wajah gadis itu, wajah
yang tidak dilihatnya setelah 14 tahun berlalu dengan begitu lama
dan membosankan.
Kegiatan Kyuhyun terhenti karena communicator-nya bergetar.
Nomor tidak dikenal, tapi kode awalnya adalah kode yang hanya
dimiliki karyawan KNI. Kyuhyun menon-aktifkan video call-nya dan
memilih panggilan suara saja.
“Yeoboseyo?”

284

Isi 2060.indd 284 24/04/2013 15:15:57


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kyuhyun ssi? Ini aku, Shin Eun-Ji. Ada yang harus kubicarakan
denganmu. Apa Hye-Na ada di sana? Kalau ada mungkin aku akan
menelepon lagi nanti.”
“Gwaenchana. Dia sudah tidur. Wae?”
“Pagi tadi, saat kami datang ke TKP pembunuhan, Hye-Na
menemukan pesan yang ditinggalkan si pelaku untuknya. Aku diam-
diam melihat surat itu tanpa dia sadari. Pesan itu berbunyi bahwa
korban berikutnya yang diincar si pelaku adalah Hye-Na dan jika dia
sudah berhasil menyingkirkan Hye-Na, kaulah target berikutnya. Aku
khawatir istrimu itu akan berbuat ceroboh dengan mengumpankan
dirinya sendiri agar bisa menangkap pria brengsek itu.”
Kyuhyun mengepalkan tangannya tanpa sadar saat mendengar
penjelasan Eun-Ji. Pria sialan itu mengincar nyawa Hye-Na? Apa dia
tidak tahu sedang berurusan dengan siapa?
“Ye, aku mengerti, Eun-Ji ssi.”
“Ng… kau akan melindunginya kan? Maksudku—”
“Tenang saja,” sela Kyuhyun. Ada nada dingin yang menyergap
saat dia berbicara. “Aku akan memastikan keselamatan gadis itu
di atas segalanya. Kau tidak perlu khawatir.”
“Ah, ye. Aku tahu bahwa aku benar-benar bisa memercayaimu.
Gamsahamnida.”
Kyuhyun mematikan communicator-nya dan menunduk menatap
Hye-Na yang masih tertidur pulas di pangkuannya. Wajah gadis itu
tampak polos tanpa dosa, walaupun Kyuhyun tahu bahwa gadis itu bisa
melakukan segala hal menakutkan yang bisa membahayakan nyawanya.

285

Isi 2060.indd 285 24/04/2013 15:15:57


http://pustaka-indo.blogspot.com
Pria itu menyentuhkan telunjuknya di pipi Hye-Na dengan hati-hati
agar tidak mengganggu tidurnya, kemudian menarik napas berat.
“Apa kau menganggap ucapanku tadi sore hanya main-main?
Gadis bodoh, aku serius dengan pernyataanku bahwa aku tidak
suka hidup tanpamu. Dan, aku bisa melakukan apa saja untuk
mencegah kematianmu sebisaku. Termasuk jika aku harus
membunuh untuk mewujudkannya.”

Eunhyuk’s Home, Yeoju


07.00 A.M.
Ji-Yoo merapatkan kardigan yang dipakainya, menutupi gaun terusan
berwarna cokelat susu yang sedikit kusut karena dipakainya untuk
tidur. Masih cukup pagi saat dia keluar kamar, tidak heran jika dia
tidak melihat satu orang pun dari tadi.
Gadis itu berjalan menuju halaman belakang rumah. Sejak hari
pertama dia menginap di sini. Dia sama sekali tidak sempat berkeliling
dan sekarang gadis itu penasaran dengan apa yang terdapat di
rumah itu. Dia sempat melihat danau dari balkon kamarnya yang
terletak di lantai dua dan berniat untuk mencari tahu.
Ada jalan setapak yang terbuat dari batu-batu yang disusun,
dinaungi pepohonan yang rindang, cukup untuk menghalangi cahaya
matahari jika sedang bersinar terik. Gadis itu mengikuti jalan
setapak tersebut, yang terhubung dengan sebuah papan kayu yang
menjorok ke danau. Ada perahu kecil yang tertambat di sana,
menggoda untuk dinaiki.

286

Isi 2060.indd 286 24/04/2013 15:15:59


http://pustaka-indo.blogspot.com
Langit cukup mendung pagi ini dan sepertinya akan segera
turun hujan. Namun hal itu, sama sekali tidak mengurungkan niat
Ji-Yoo untuk menikmati pemandangan indah di depannya.
Danau itu tidak terlalu besar, sepertinya sengaja dibuat untuk
memberikan kesan indah sekaligus menenangkan bagi yang datang.
Mungkin pemilik rumah ini membuatnya sebagai tempat untuk
menyegarkan pikiran setelah jadwal kerja yang menyita waktu dan
tenaga.
Ji-Yoo menghirup udara segar pagi hari yang belum tercemar.
Ada petak bunga di sisi kiri danau dan pohon-pohon yang berjejer
rapi di sisi yang lain dengan dahan-dahan yang nyaris menyentuh
permukaan air, tempat tujuan daun-daun yang jatuh berguguran.
Ada berpuluh-puluh angsa yang berenang di atasnya, sepertinya
memang sengaja dipelihara, memberikan pemandangan pedesaan
yang mungkin hanya bisa ditemukan di lukisan para seniman pada
zaman modern seperti sekarang.
Gadis itu melepaskan sandal yang dipakainya dan duduk di
atas papan, menjulurkan kakinya yang telanjang sampai menyentuh
permukaan danau. Air danau itu terasa dingin dan gadis itu begitu
senang sehingga tanpa sadar menggerak-gerakkan kakinya,
mencipratkan air ke mana-mana, menimbulkan bunyi kecipak yang
menenangkan. Dia tertawa kecil, asyik dengan permainan barunya.
“Kau di sini.” Sebuah suara berat dari belakang Ji-Yoo membuat
gadis itu kaget dan dengan cepat berbalik.
“Aish, oppa, aku kira siapa, mengejutkanku saja!” protes gadis
itu dengan bibir mengerucut.

287

Isi 2060.indd 287 24/04/2013 15:15:59


http://pustaka-indo.blogspot.com
Eunhyuk terkekeh dan mengulurkan tangannya, menarik gadis
itu berdiri.
“Kau mau naik perahu? Angsa-angsa itu harus diberi makan.”
Ji-Yoo mengangguk semangat dan sesaat kemudian sudah
berpegangan pada Eunhyuk yang membantunya naik ke atas
perahu. Pria itu meraih dayung, menggerakkannya maju mundur,
mendorong kapal untuk mulai bergerak. Dia menunjuk toples berisi
makanan angsa, memberi tanda agar Ji-Yoo melemparkannya ke
arah kerumunan angsa yang sedang berenang berkelompok di
sekeliling mereka.
Cukup lama mereka berada dalam keadaan hening. Ji-Yoo sibuk
dengan pekerjaan barunya memberi makan para angsa, sedangkan
Eunhyuk sendiri tenggelam dalam keasyikannya menatap ekspresi
senang yang terpancar di wajah gadis itu.
Kesunyian itu akhirnya terpecah tiba-tiba oleh bunyi rintik hujan
yang berkejar-kejaran menjejak bumi. Langit terlihat menggelap,
tanpa tanda-tanda akan adanya kehadiran matahari sama sekali.
Dengan cepat Eunhyuk mendayung perahunya lagi ke pinggir,
walaupun sia-sia karena gerimis tersebut dengan cepat berubah
menjadi hujan deras dan membuat tubuh mereka basah kuyup.
“Astaga!” seru Ji-Yoo. “Aku kira tadi hanya mendung sebentar saja!”
Gadis itu melompat naik ke atas papan kayu dan menolong
Eunhyuk mengikatkan tali untuk menambatkan perahu. Rambutnya
sudah basah dan gaun yang dipakainya melekat erat ke tubuhnya
yang mulai menggigil kedinginan. Ji-Yoo mengusap-usapkan tangannya

288

Isi 2060.indd 288 24/04/2013 15:16:00


http://pustaka-indo.blogspot.com
dan mendekatkannya ke mulut, meniup-niupnya agar terasa sedikit
hangat.
Eunhyuk mendecakkan bibirnya kesal karena matanya tidak bisa
beralih dari wajah gadis itu. Ada tetes-tetes hujan yang jatuh ke wajah
Ji-Yoo yang terlihat sedikit pucat, membuat pria itu tanpa sadar
mengulurkan tangannya dan mencengkeram bahu Ji-Yoo, menarik
gadis itu mendekat. Dengan cepat dia menundukkan tubuhnya dan
menyapukan sebuah kecupan ke bibir Ji-Yoo yang terasa dingin,
membuat tubuh gadis itu tersentak ke belakang karena terkejut
dengan perlakuan Eunhyuk yang begitu tiba-tiba itu.
Ji-Yoo hanya bisa membelalakkan matanya syok, merasakan
jantungnya berdentum-dentum keras di rongga dadanya, seolah
mencari cara untuk melompat keluar. Dan saat pria itu akhirnya
melepaskannya beberapa saat kemudian, dia nyaris tidak bisa
memerintahkan paru-parunya untuk bekerja memompa oksigen
masuk, sedangkan dia nyaris setengah mati kehabisan udara.
Eunhyuk menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah
Ji-Yoo. Tangan itu dingin, tapi entah kenapa terasa hangat saat
bersentuhan dengan kulit gadis itu. Air hujan terus jatuh, membuat
tubuh mereka semakin basah kuyup, tapi Eunhyuk seolah tidak
memerhatikannya dan menatap gadis di depannya dengan raut
wajah frustasi.
“Aku berusaha melakukan semuanya dengan benar. Aku
mengikuti tahap-tahap yang seharusnya dilakukan pria baik-
baik. Tapi, terkadang kau membuatnya terasa terlalu sulit dan
membuatku nyaris tidak berhasil menahan diri. Apa kita tidak

289

Isi 2060.indd 289 24/04/2013 15:16:01


http://pustaka-indo.blogspot.com
bisa menikah saja agar kau bisa mengakhiri penderitaanku?” ujar
Eunhyuk dengan suara nyaris memohon.
Mendadak Ji-Yoo bisa merasakan benda bulat yang sekarang
melingkar di jari manisnya, cincin yang dipasangkan Eunhyuk dengan
tiba-tiba beberapa hari yang lalu. Gadis itu menatap wajah tampan
di depannya dengan pikiran buntu. Dia melupakan tugas awalnya
untuk mendekati pria ini. Dia melupakan pria lain yang selama ini
menjadi tunangannya. Dan, dia melupakan ketakutan-ketakutannya
jika Eunhyuk mengetahui alasan kenapa dia berada di tempat ini.
Yang ada di otak Ji-Yoo sekarang hanya seorang Lee Hyuk-Jae yang
sedang berdiri di hadapannya, basah kuyup, dan sedang menunggu
gadis itu menjawab lamaran yang dia ajukan.
Mungkin dia sudah gila, tapi dia sama sekali tidak bisa menahan
gerakan kepalanya yang mengangguk memberikan persetujuan.
Dia merasa bersalah saat melihat senyum lebar yang terkembang
di bibir pria itu dan pelukan hangat yang diberikannya sesaat
kemudian. Dia harus menyelesaikan semuanya, menghentikan
semua kekacauan yang sudah dibuatnya, sebelum pria itu tersadar.
Dengan pikiran itu Ji-Yoo tersenyum dan membalas pelukan Eunhyuk
di tubuhnya. Apa pun yang terjadi, ada firasat yang sangat jelas
bahwa pria ini akan melindunginya. Dan, dia tahu bahwa pria itu
memang akan melakukannya.

290

Isi 2060.indd 290 24/04/2013 15:16:02


http://pustaka-indo.blogspot.com
Kyuhyun’s Home, Siena, Italy
07.30 A.M.
Hye-Na menggeliat sesaat dan membuka matanya. Dia buta waktu
sekarang, tapi sepertinya sudah pagi. Astaga, seingatnya dia
tertidur saat sedang menonton film tragis semalam, lalu… kenapa
dia sekarang ada di kamar?
Gadis itu turun dari tempat tidur dengan pikiran yang masih
belum terlalu fokus. Dia membuka salah satu pintu yang terdapat
di kamar itu, berharap itu adalah pintu kamar mandi pribadi. Dan,
tebakannya tepat. Setidaknya dia bisa sedikit menyegarkan diri
sebelum mencari… suami barunya. Memikirkan istilah itu saja
sudah membuat tawanya nyaris menyembur keluar.
Hye-Na mencipratkan sedikit air dingin ke wajahnya, mengejutkan
beberapa sistem kerja tubuhnya yang masih setengah tertidur. Dia
mengambil salah satu sikat gigi yang terletak di wastafel dan mulai
menggosok giginya, sedangkan otaknya mulai berkelana ke sana
kemari. Salah satu yang dipikirkannya adalah kenyataan bahwa
menikah ternyata tidak seburuk yang diperkirakannya. Setidaknya
jika kau mendapatkan suami seperti itu.
Setelah merasa cukup segar, gadis itu turun ke lantai bawah
dan mendapati Kyuhyun sedang duduk di meja makan dengan
perhatian terpusat pada communicator-nya. Pasti bisnis lagi. Cih,
apa dia tidak pernah bosan setiap hari bergelut dengan semua hal
mengerikan itu?

291

Isi 2060.indd 291 24/04/2013 15:16:02


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na menarik salah satu kursi dan menjatuhkan diri ke
atasnya, melirik makanan yang tersedia di atas meja.
“Tidurmu nyenyak?” tanya Kyuhyun berbasa-basi. Awalnya,
Hye-Na pikir itu hanya basa-basi biasa, tapi Kyuhyun mematikan
communicator-nya setelah memberitahu lawan bicaranya bahwa
dia akan menghubungi orang itu lagi nanti, kemudian mendongak
menatap Hye-Na penuh minat. Mendadak Hye-Na tersadar bahwa
pria itu, tidak peduli sedang sesibuk apa pun, selalu menghentikan
kegiatannya dan menaruh perhatian penuh jika berbicara dengan
Hye-Na. Mengetahui hal itu membuatnya lagi-lagi merasa…
diperhatikan? Sial, dia tidak suka berada dalam situasi menjurus
romantisme seperti ini!
“Kau yang memindahkanku ke kamar semalam?”
“Hmm,” gumam Kyuhyun sambil mendorong piring dengan roti
isi bacon dan lelehan keju mozzarella di atasnya ke arah gadis itu.
“Rose membuatkannya untukmu,” ujar Kyuhyun memberitahu. Rose
adalah salah satu pelayan yang bekerja di rumah itu. Sepertinya,
wanita paruh baya itu senang sekali bisa memasak lagi setelah
sekian lama tidak ada yang mengunjungi rumah ini. Saat mereka
sampai kemarin sore saja, wanita itu menyambut mereka dengan
senyum lebar di wajahnya dan langsung memberondong mereka
dengan pertanyaan apa mereka sudah makan dan yang mereka
inginkan untuk menu makan malam.
Hye-Na meraih roti isi itu dan memakannya dalam satu gigitan
besar. Dia merasa tidak perlu memperlembut cara makannya di
hadapan pria itu. Toh dia bukan putri kerajaan. Lagi pula sepertinya

292

Isi 2060.indd 292 24/04/2013 15:16:04


http://pustaka-indo.blogspot.com
pria itu malah merasa senang melihat Hye-Na berani bersikap
sembarangan di depannya.
“Apa kau mau langsung pulang pagi ini? Atau mau jalan-jalan
lagi?” tanya Kyuhyun sambil memakan roti isi bagiannya.
“Aku punya banyak kasus yang harus diselesaikan. Kau pikir
aku masih punya waktu untuk jalan-jalan?” dengus Hye-Na.
Kyuhyun mengabaikan ucapan ketus gadis itu dan meminum jusnya.
“Mulai sekarang, setiap hari kau harus makan siang bersamaku.
Aku akan menjemputmu dan kau harus ikut denganku.”
“Cih, ajakan macam apa itu? Lagi pula aku biasanya makan
di kantor. Makan dari Chef-Machine jauh lebih praktis daripada
harus makan keluar.”
“Aku tidak menerima penolakan,” ujar Kyuhyun dengan nada
yang tidak bisa diganggu gugat. Makan siang bersama adalah
salah satu rencananya untuk membuat gadis itu berada dalam
pengawasannya. Setidaknya dia bisa memastikan bahwa gadis
itu aman. Dan, dia juga sudah memikirkan tentang mengantar-
jemput gadis itu setiap hari. Malam hari adalah waktu yang
rentan terhadap penculikan, terutama jika gadis itu berada dalam
ancaman pembunuhan seorang pembunuh berantai yang tidak
waras. Meskipun itu berarti dia harus pulang ke rumah lebih
awal dari jadwalnya yang biasa dan itu termasuk menyingkirkan
beberapa berkas proyek internasional yang biasanya dia pelajari
sampai nyaris lewat tengah malam. Tapi itu dulu, sebelum dia
memiliki istri yang membuatnya ingin cepat pulang ke rumah.

293

Isi 2060.indd 293 24/04/2013 15:16:04


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Kau mau kuantar-jemput setiap hari?” tanya Kyuhyun, yang
di telinga Hye-Na nyaris terdengar lebih seperti perintah, bukan
pertanyaan.
“Kau sedang mengekangku?” seru Hye-Na kesal.
“Hanya memastikan keselamatanmu,” jawab Kyuhyun tenang.
Hye-Na melirik Kyuhyun curiga. Apa pria itu tahu bahwa
sasaran pembunuh berantai berikutnya adalah Hye-Na dan
berusaha memberikan perlindungan diam-diam semampunya? Tapi
bagaimana bisa? Orang pertama yang datang dan memeriksa lokasi
kejadian adalah Hye-Na dan Eun-Ji, dan gadis itu menyembunyikan
surat ancaman itu tanpa sepengetahuan siapa pun. Mustahil jika
ada orang lain yang tahu.
“Bagaimana kalau aku mau pergi ke suatu tempat?”
“Tinggalkan saja mobilmu di parkiran gedung. Kau tahu bahwa
Five States tidak terkalahkan dalam masalah keamanan, jadi tidak
ada yang perlu kau khawatirkan.” Five States adalah sebutan untuk
area gedung KNI yang terdiri dari 5 gedung utama, KNI, KIA, STA,
SRO, dan ACC, dan Kyuhyun benar, tidak ada yang bisa meragukan
pengamanan gedung itu.
“Aish, sebenarnya ada apa sampai kau bersikap seprotektif ini
padaku?”
Kyuhyun mencondongkan tubuhnya di atas meja dan menatap
Hye-Na dengan raut wajah serius.
“Kau ingat ucapanku kemarin? Aku hanya ingin memastikan
bahwa kau bisa hidup lebih lama. Dan mengingat statusmu yang

294

Isi 2060.indd 294 24/04/2013 15:16:05


http://pustaka-indo.blogspot.com
sudah menjadi istriku, aku rasa ancaman pembunuhan terhadapmu
akan meningkat drastis. Aku akan mengusahakan segala cara
untuk mencegahnya.”

Hye-Na bergerak gelisah di kursi penumpang yang didudukinya.


Dia menatap Kyuhyun yang sedang asyik memencet-mencet tombol
di sampingnya dengan raut wajah cemas.
“Yak, kau yakin ini aman? Kau sudah pernah mengendarainya?”
tanya gadis itu khawatir. Suaranya bahkan terdengar sedikit
gemetar saat mengucapkannya.
Kyuhyun menoleh sedikit dan kembali sibuk dengan pekerjaannya.
“Kau tenang saja. Aku bersedia mempertaruhkan separuh
kekayaanku untuk menjamin bahwa kendaraan cantik ini aman.”
“Kendaraan cantik?” dengus Hye-Na tak percaya. Kendaraan
cantik yang dimaksud Kyuhyun adalah mobil terbang yang akan
dilempar ke pasaran bulan depan. Yang publik prediksi hanyalah
kehadiran sebuah mobil yang dapat terbang melayang di atas
langit. Bukan sebuah mobil yang bisa mencapai kecepatan 700 km/
jam hanya dalam waktu 1 detik, melayang di angkasa, dan lebih
dari aman untuk dikemudikan melintasi samudera, bahkan bisa
digunakan sebagai kapal dadakan jika ingin melakukan perjalanan
di atas air.  Karena itu dinamakan Amphibithrope, kendaraan itu
seperti katak yang bisa hidup di dua tempat, darat dan air. Bisa
dikatakan, mobil dengan desain seperti mobil Ferrari keluaran
terbaru yang biasa dibawa Kyuhyun ke mana-mana ini merupakan

295

Isi 2060.indd 295 24/04/2013 15:16:06


http://pustaka-indo.blogspot.com
pesawat dan kapal dalam model lebih kecil. Ini adalah hasil karya
dua sepupu paling terkenal di seluruh Asia, Cho Kyuhyun dan Lee
Hyuk-Jae. Dan sekarang—entah bagaimana caranya mobil itu bisa
mendarat di garasi rumah Kyuhyun yang terletak di Siena ini—Hye-
Na ketakutan setengah mati saat pria itu berencana memulangkan
mereka ke Korea dengan benda yang belum diuji coba ini. Apa
Kyuhyun berencana bermain-main tidak hanya dengan benda ini,
tapi juga dengan nyawa mereka?
“Tenanglah,” ujar Kyuhyun memotong pikiran negatif yang
berseliweran di benak Hye-Na, tiba-tiba mengacak-acak rambut
gadis itu dengan tangan kanannya. “Aku tidak mungkin membuatmu
berada dalam kondisi bahaya. Mobil ini aman, oke? Aku sendiri
yang melakukan pengecekan terakhirnya. Dan, Eunhyuk hyung
mengizinkanku menjadi orang pertama yang mencobanya. Dia…
terlalu sibuk dengan gadis barunya,” jelas Kyuhyun, terlihat sedikit
geli mendengar ucapannya sendiri.
Ucapan Kyuhyun bisa sedikit menenangkan Hye-Na, tapi tidak
sepenuhnya. Gadis itu masih terlihat gusar dan menyusuri bagian
dalam mobil itu dengan matanya yang berputar panik.
“Aku tahu kau takut ketinggian, tapi aku akan memastikan
bahwa kau tidak akan terjatuh dari ketinggian ini. Kau pikir aku
bodoh?”
“Dari mana kau tahu aku takut ketinggian? Kau menyelidikiku,
ya?” seru Hye-Na. Rasa kesal mulai menggantikan kepanikan yang
melandanya.

296

Isi 2060.indd 296 24/04/2013 15:16:07


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku punya detektif hebat yang mengenalmu luar dalam dan
bisa menjawab apa pun pertanyaan yang aku ajukan tentangmu.
Kau takut ketinggian, tapi tidak punya masalah jika harus naik
pesawat ataupun lift, asalkan benda yang membawamu jauh dari
tanah itu tertutup dan tidak menampakkan pemandangan di luar.
Karena kebetulan kaca mobil ini transparan, kau menjadi ketakutan.
Aku benar kan?”
“Siapa yang kau suruh mengawasiku, hah?”
“Ibumu,” jawab Kyuhyun santai, membuat Hye-Na melongo sesaat.
Astaga, sejak kapan ibunya menjadi mata-mata pria itu?

In front of STA Building, Seoul, South Korea


11.00 A.M.
Pendaratan yang sukses. Tanpa goncangan sedikit pun. Hye-Na
yakin seratus persen bahwa kehadiran benda berbentuk mobil
ini akan mengguncang dunia. Dan, dia sudah mendapat jawaban
kenapa pria yang sekarang berstatus suaminya itu terkenal dengan
kejeniusannya. Menciptakan alat seperti ini bahkan butuh lebih
dari sekadar kejeniusan. Benda terbang yang berhasil membuat
Hye-Na melupakan fobianya terhadap ketinggian dan menikmati
pemandangan di sepanjang perjalanan—walaupun bukan berarti dia
mau melakukannya untuk yang kedua kali.
“Nanti—tunggu sebentar,” ujar Kyuhyun sambil mengeluarkan
communicator-nya yang berbunyi. “Ah, hyung, wae?” tanya Kyuhyun
saat melihat wajah Eunhyuk muncul di layar.

297

Isi 2060.indd 297 24/04/2013 15:16:10


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Pemasaran yang bagus, Cho Kyuhyun. Kau membuat heboh
seluruh dunia sekarang. CNN menayangkan liputan langsung.
Terbang di atas langit dari Siena ke Seoul. Kau sudah gila!” seru
Eunhyuk dengan senyum lebar terkembang di wajahnya.
“Mobilnya benar-benar bekerja dengan baik, hyung. Sepertinya
tidak ada masalah yang berarti bagi orang yang baru mengendarainya.
Bahkan, tidak ada guncangan sama sekali. Kita sukses!”
“Aish, kau membuatku iri! Aku kan juga mau mencobanya. Tapi
ngomong-ngomong, kau sedang bersama Hye-Na? Bagaimana bulan
madu kalian? Sukses? Kapan aku akan mendapatkan keponakan
lucu?” tanya Eunhyuk penuh semangat.
“Jangan mulai merecokiku dengan otak mesummu itu, hyung!
Sudahlah, lebih baik kau kembali bekerja. Direktur macam apa
yang kerjanya hanya bermain-main saja, hah?”
“Kau ini galak sekali. Ya sudah, sampai jumpa nanti. Titip salam
untuk istrimu.”
Kyuhyun memasukkan communicator-nya lagi ke dalam saku
celana dan menoleh ke arah Hye-Na.
“Nanti aku akan mengirimkan mobilmu ke sini dan meminta
mereka menyediakan tempat parkir khusus. Aku akan menjemputmu
saat makan siang, setelah urusanku di Gedung Biru selesai.”
“Gedung Biru? Ada urusan apa kau dengan Presiden Korea?”
tanya Hye-Na penasaran. Cara bicara pria itu seolah dia sudah
sering sekali keluar-masuk gedung kediaman Presiden Korea itu. Jika
Amerika punya Gedung Putih, maka Gedung Biru-lah sebutannya

298

Isi 2060.indd 298 24/04/2013 15:16:10


http://pustaka-indo.blogspot.com
untuk Korea. Sama terkenalnya dan memilki pengamanan yang
sama ketatnya. Sudah jelas bahwa tidak sembarang orang bisa
masuk ke sana.
“Membicarakan pesawat jet baru yang akan mereka gunakan
untuk pasukan militer. Mungkin juga presiden mau membicarakan
Amphibithrope, tertarik untuk membeli beberapa. Akan sangat
berguna untuk pasukan pengamanan negara.”
Sepertinya Cho Corp benar-benar berarti banyak untuk negara,
batin Hye-Na sambil membuka pintu penumpang. Saat dia sudah
sampai di luar, barulah gadis itu tersadar betapa banyaknya orang
yang berkerumun di depan gedung STA, memerhatikan mobil itu
dengan kagum. Astaga, dia benar-benar tidak suka berada di
bawah pusat perhatian seperti ini. Dia bisa membayangkan betapa
banyak pegawai yang akan menanyainya tanpa henti tentang
kendaraan cantik itu. Yeah, kendaraan itu memang cantik. Hye-Na
merasa harus mengakuinya.
“Sampai jumpa nanti,” ujar Kyuhyun, melongokkan kepalanya
dari balik kaca mobil.
Hye-Na mengangguk, secepatnya berniat kabur dari tempat itu.
“Dan Hye-Na~ya,” panggil Kyuhyun lagi, membuat gadis itu
membungkuk sedikit agar bisa melihat ke dalam mobil. “Jaga
dirimu baik-baik, untukku.”
Geez, dia yakin telinga tajam milik kerumunan orang-orang
itu bisa mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan Kyuhyun
untuknya. Dan sialnya, pria itu malah tertawa geli melihat ekspresi

299

Isi 2060.indd 299 24/04/2013 15:16:12


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na, seolah dia melakukan hal itu dengan sengaja. Tawa yang
keluar dari bibir Kyuhyun itu hanya semakin memperparah keadaan,
mengingat betapa dinginnya image pria itu selama ini, tapi dia
malah dengan mudah menggoda istrinya di depan semua orang lalu
tertawa. Hye-Na tahu orang-orang yang berada di kerumunan itu
terpaku syok, yang membuatnya semakin bernafsu untuk mencekik
pria itu sampai mati.

“Hai, bagaimana bulan madumu?” tanya Eun-Ji saat Hye-Na baru


menjatuhkan badannya ke atas kursi di belakang meja kerjanya.
Gadis itu memijat lehernya pelan, memberi dirinya sendiri pujian
karena berhasil lolos dari rentetan pertanyaan semua orang yang
ditemuinya dalam perjalanan ke ruangan ini. Tapi sialnya, sekarang
dia harus menjawab pertanyaan sahabatnya yang kecerewetannya
sudah mencapai tingkat maksimum itu.
“Dia mengajakku ke Verona dan Siena. Dan jangan bertanya
apa yang terjadi pada malam harinya, karena kau akan kecewa
mendengar jawabanku. Aku ketiduran saat sedang menonton Romeo
& Juliet. Film itu benar-benar sukses membuatku terkapar.”
“Verona? Siena? Kau ke rumah Juliet?”
“Ck, jangan bilang kau juga punya impian bodoh untuk pergi ke
sana dan menempelkan surat cintamu di dinding!”
“Tidak,” dalih Eun-Ji dengan raut wajah tanpa dosa. “Hei,
kendaraan baru Kyuhyun itu benar-benar keren! Semua orang
heboh membicarakannya! Aku menonton CNN tadi. CNN! Coba

300

Isi 2060.indd 300 24/04/2013 15:16:14


http://pustaka-indo.blogspot.com
kau bayangkan! Meliput langsung penerbangan kalian dari Siena ke
sini. Sepertinya Amerika sudah tunduk pada kita kan?” ujar Eun-Ji
penuh semangat, mengalihkan bahan pembicaraan.
“Kau tahu?” sela Hye-Na tanpa mengalihkan pandangannya dari
layar komputer yang baru saja dihidupkannya. Ada senyum samar
di wajah gadis itu saat melanjutkan kalimatnya. “Untuk pertama
kalinya aku bangga menjadi warga negara Korea.”

Infinite Hotel’s Restaurant, Gangnam, Seoul


12.30 P.M.
“Kau mau membicarakan bisnis dengan klienmu saat makan siang
kenapa harus mengajakku? Kita kan bisa makan siang bersama
kapan-kapan,” protes Hye-Na sambil membolak-balikkan buku
menu di tangannya dengan malas.
“Aku tidak bisa mengungkapkan alasannya padamu. Kalau kau mau
aku bisa membatalkan makan siang bisnisku,” ujar Kyuhyun enteng.
“Uang sudah tidak berarti lagi ya buatmu? Belum pernah
mencoba bagaimana rasanya hidup susah?”
“Kau ini sensitif sekali.”
Hye-Na mengacuhkan kata-kata Kyuhyun dan memberitahu
pesanannya pada pelayan yang menunggu di samping meja
mereka, kemudian menenggelamkan diri dengan file kasus 5to5
yang dibawanya.

301

Isi 2060.indd 301 24/04/2013 15:16:15


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Aku rasa... aku bisa membantumu,” kata Kyuhyun tiba-tiba.
Hye-Na mendongak dan menatap pria itu bingung. Mata Kyuhyun
tertuju pada barisan data yang tertulis di atas berkas itu dengan
kening berkerut.
“Tempat-tempat yang dijadikan lokasi pembunuhan,” jelas
Kyuhyun. Ada nada marah yang tersirat dari suaranya saat
menyadari hal yang bisa-bisanya tidak terdeteksi olehnya selama
ini. “Semua korban dibunuh di apartemen tempat mereka tinggal.
Dan, kau tahu? Semua apartemen itu milikku. Setidaknya yang
berlokasi di Korea. Mungkin aku bisa mengecek sisanya nanti.”
“Semuanya… milikmu?” ujar Hye-Na dengan suara tercekat.
“Ada apa sebenarnya? Kenapa semuanya harus berhubungan
denganmu? Apa kekayaanmu itu membuatmu menjadi sasaran
empuk para pembunuh bayaran?”
Kyuhyun menarik napas berat dan menyandarkan tubuhnya ke
kursi.
“Shim Dae-Ho. Aku sudah menyelidikinya. Dia tidak menikah,
bahkan tidak menjalin hubungan dengan wanita mana pun hingga
dia memperoleh keturunan. Dia juga sudah tidak punya keluarga
lagi. Aku jadi heran, siapa orang yang mau repot-repot membunuhi
24 orang gadis hanya untuk membalaskan dendam kematian pria
itu? Apa ada data yang tersembunyi dan luput dari pencarianku?”
“Kudengar komputermu di rumah bisa menelusup ke data
intelijen Amerika, jadi kenapa data remeh seperti itu saja bisa
membuatmu kecolongan? Atau memang tidak ada data yang hilang.
Mungkin perasaanmu saja.”

302

Isi 2060.indd 302 24/04/2013 15:16:15


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Tidak. Selalu ada data ilegal yang disegel untuk orang-orang
yang bergelut dalam bidang gelap seperti itu, mereka berpikir
untuk mengamankan hidup mereka dari sentuhan polisi, dan
akan membutuhkan waktu cukup lama untuk membukanya. Aku
menemukan satu data seperti itu dalam file Dae-Ho. Aku belum
membukanya. Sepertinya nanti malam aku harus menyelidikinya,
siapa tahu membantu.”
“Apa semua data dari seluruh dunia benar-benar bisa dilacak di
komputermu? Sepertinya itu akan membantu untuk memecahkan
beberapa kasus yang ditangani KNI.”
“Aku belum memberitahumu? Semua ruangan di rumah, bahkan
ruang kerja pribadiku sudah kuatur untuk menerima perintah suara
darimu. Kau bisa mengakses komputer pribadiku kapan saja kau mau.
Terutama untuk mencari beberapa data pribadi. Kau juga bisa meminta
tolong padaku jika kau kesulitan membuka data yang tersegel.”
Hye-Na melongo mendengar ucapan pria itu. Bukankah Kyuhyun
terkenal penyendiri karena sulitnya mendapatkan kepercayaan dari
pria itu? Seorang Lee Hyuk-Jae, sepupu kesayangannya, bahkan
tidak bisa mengakses komputer pribadi pria itu sama sekali. Jadi,
kenapa Kyuhyun dengan begitu mudah memberikan kepercayaan
sebesar itu padanya?
“Jangan memasang tampang bodoh seperti itu. Kau kan istriku,
orang yang akan memiliki hubungan paling dekat denganku, bahkan
lebih dari ibu dan nuna-ku sendiri. Jadi kalau aku tidak bisa
memercayaimu, siapa lagi yang harus kupercayai?”

303

Isi 2060.indd 303 24/04/2013 15:16:17


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na baru akan membuka mulutnya saat seorang pria
bertubuh besar tiba-tiba memotong pembicaraan mereka.
“Kyuhyun~a, maaf aku terlambat. Tadi aku juga ada meeting
dadakan di kantor, makanya terlambat sampai di sini.”
Kyuhyun tersenyum dan mengangguk, memberi tanda agar pria
itu duduk di depan mereka. Sepertinya inilah rekan bisnis yang
ditunggu Kyuhyun dari tadi.
Pria itu menoleh ke arah Hye-Na yang langsung membungkuk
dan tersenyum ramah.
“Istrimu? Cantik sekali! Aku hanya melihat pernikahan kalian
dari berita TV. Aku juga mau mengucapkan permintaan maafku
dan istriku karena tidak bisa hadir kemarin. Dia menemaniku
melakukan perjalanan bisnis ke Jepang. Kami baru pulang kemarin
malam,” jelas pria itu panjang lebar.
“Tidak apa-apa. Aku sudah menerima pesanmu kemarin.”
“Namaku Shin Dong-Hee, kau bisa memanggilku Shindong.
Senang bertemu denganmu, Hye-Na ssi,” ujar Shindong sambil
mengulurkan tangannya ke arah Hye-Na.
“Ah, ye, senang juga bisa bertemu denganmu, Shindong ssi.”
Menit berikutnya Shindong dan Kyuhyun sudah terlibat dalam
pembicaraan bisnis mereka. Sepertinya tentang pembelian sebuah
kawasan real estate di kawasan Kangwon yang akan dirombak
menjadi perumahan elite dengan gaya natural sesuai standar
pemerintah, untuk menggalakkan moto pencegahan global warming.
Awalnya Hye-Na mendengarkan, tapi lama kelamaan gadis itu

304

Isi 2060.indd 304 24/04/2013 15:16:17


http://pustaka-indo.blogspot.com
merasa bosan dan mulai sibuk sendiri dengan makan siangnya.
Steak pesanannya benar-benar nikmat. Astaga, kapan terakhir
kali dia memakan daging sapi asli seenak ini?
“Kenapa nuna tidak ikut? Biasanya dia selalu menemanimu ke
mana-mana, hyung.”
Hye-Na mendongak saat mendengar topik pembicaraan dua orang
itu berubah. Sepertinya pertemuan bisnis mereka sudah berakhir.
“Dia kelelahan karena perjalanan kemarin. Tapi, kau sekarang
sudah menjadi penerusku kan? Benar begitu, bawalah istrimu ke mana
pun kau pergi. Hubungan pernikahan kalian akan semakin menguat
dengan dilandasi kepercayaan dari masing-masing pihak. Aku juga
suka membawa istriku setiap makan siang. Seperti yang pernah
kuberitahukan padamu, makan siang bagi pebisnis seperti kita, sama
pentingnya dengan kehadiran seorang istri di dalam hidup kita.”
“Aku mengerti, hyung.”
“Ya sudah, aku pergi dulu. Sudah saatnya aku kembali ke
kantor. Hari ini, biarkan aku mentraktir kalian berdua. Anggap saja
sebagai hadiah pernikahan. Hahaha. Sampai jumpa, Hye-Na ssi.”
Hye-Na menyikut lengan Kyuhyun setelah pria itu menghilang
dari pandangan.
“Apa maksud kalian? Arti seorang istri sama dengan makan
siang? Hanya sebatas itu?”
“Jangan emosi. Kapan-kapan aku akan memberitahumu apa
maksudnya. Dan… sejak kapan kau meributkan posisimu dalam
hidupku?”

305

Isi 2060.indd 305 24/04/2013 15:16:17


http://pustaka-indo.blogspot.com
Hye-Na ternganga mendengar pertanyaan pria itu. Benar. Sejak
kapan dia memedulikan posisi dirinya dalam hidup Kyuhyun? Sejak
kapan… pendapat pria itu tentangnya menjadi terlalu penting?

STA Building, Seoul, South Korea


09.00 P.M.
Eun-Kyo mendongak saat pintu ruang kerjanya terbuka. Dan,
langsung melongo kaget saat melihat siapa yang sedang berjalan
masuk ke ruangannya saat ini.
“Aigoo, kau pikir aku hantu? Kenapa harus sesyok itu saat
melihatku?” gurau Leeteuk dengan senyum lebar di wajahnya.
Dengan santainya pria itu duduk di atas kursi yang terletak di
depan meja kerja Eun-Kyo, melipat tangannya di atas meja sambil
menatap gadis itu dengan intens.
“Bagaimana kalau kau kuantar pulang?” tawarnya tanpa basa-
basi.
Eun-Kyo membeku di kursinya, tidak bisa berkata apa-apa.
Kenapa dia merasa sikap pria di depannya ini aneh sekali?
“Aku kan sudah bilang ingin mengejarmu, ini salah satunya,” ujar
pria itu enteng, menjawab tatapan heran yang diperlihatkan Eun-Kyo.
“Jadi, ayo pulang denganku. Anggap saja ini kencan pertama
kita. Hmm?”

306

Isi 2060.indd 306 24/04/2013 15:16:21


http://pustaka-indo.blogspot.com
In front of Eun-Kyo’s Home, Kangwon, South Korea
10.00 P.M.
“Ah, jadi ini rumahmu?” gumam Leeteuk saat dia menghentikan
mobilnya di depan sebuah rumah kecil yang asri. Eun-Kyo
mengangguk dan menatap Leeteuk dengan kening berkerut.
“Wae?”
“Ani. Hanya sedang berpikir. Mungkin sepertinya aku akan
sering mampir ke sini.”
“Kau ini kenapa? Aneh sekali. Kau bersikap seolah-olah kita
sudah kenal dekat sebelumnya. Ini benar-benar membuatku
bingung.”
“Kita memang saling mengenal. Kau saja yang lupa. Tanyakan
apa yang terjadi sebenarnya pada Kibum. Kalau dia tidak mau
menjawab, baru kau bisa bertanya padaku.”
“Kenapa tidak kau saja yang menjelaskan padaku?”
“Aku? Kau kan lupa ingatan gara-gara dia.”
“Lupa ingatan? Aku amnesia?” tanya Eun-Kyo semakin
kebingungan.
“Tidak juga. Lebih baik kau tanya saja padanya.”
Eun-Kyo melepas seatbelt-nya, terlihat tidak puas dengan
jawaban pria itu. Dia baru akan membuka pintu mobil saat
panggilan Leeteuk menghentikan gerakannya.

307

Isi 2060.indd 307 24/04/2013 15:16:22


http://pustaka-indo.blogspot.com
Pria itu memberi tanda agar Eun-Kyo mendekat. Tidak ada
senyum di wajahnya yang mendadak terlihat begitu serius.
“Hei,” ujarnya lirih. “Bagaimana menurutmu kalau aku merebut
sebuah ciuman darimu pada kencan pertama kita?” Tanpa
menunggu reaksi dari gadis itu, Leeteuk mencondongkan tubuhnya,
mengecup bibir gadis itu kilat. Dia melepaskan gadis itu secepat
ciuman itu terjadi, tersenyum saat melihat Eun-Kyo masih belum
tersadar dengan apa yang sudah dilakukannya.
“Park Eun-Kyo ssi, kita pacaran saja.”

Heechul’s Home, Gangnam, Seoul


11.00 P.M.
Heechul melangkah masuk ke dalam ruang tamu sambil memijit
lehernya yang terasa lelah setelah syuting seharian. Aish, seharusnya
dia tidak usah sok keren dengan menerima tawaran syuting di
sebuah film action. Tubuhnya nyaris patah-patah saat melakukan
adegan berbahaya dan dia terlalu gengsi untuk menggunakan jasa
stuntman.
Rumah terasa sepi. Mungkin ‘pembantunya’ itu sudah tidur.
Heechul tertawa kecil saat mengingat gadis itu. Ternyata dia
sama cerewetnya dengan Heechul, apalagi sejak kejadian malam
itu. Mereka berdua tiba-tiba menjadi begitu dekat dan Heechul
tidak keberatan lagi jika gadis itu tanpa sengaja menyentuhnya.
Dia sendiri yang sering menyentuh gadis itu, entah untuk sekadar
mengacak-acak rambutnya, mendorong kepalanya kalau dia mulai

308

Isi 2060.indd 308 24/04/2013 15:16:26


http://pustaka-indo.blogspot.com
menampakkan tanda-tanda kebodohan, dan sentuhan ringan
lainnya. Min-Hyo sendiri tidak menyinggung-nyinggung ataupun
bertanya tentang masa lalu Heechul yang membuatnya trauma,
dan Heechul sangat menghargai pengertian yang diberikan gadis
itu.
Heechul mengerutkan keningnya saat melihat Min-Hyo ternyata
tertidur di sofa. TV di depannya masih menyala dan entah kenapa
Heechul sama sekali tidak kesal dengan keadaan itu. Padahal
biasanya dia akan marah jika ada sesuatu yang tidak sesuai pada
tempatnya. Dia sudah melatih kesabarannya dengan sangat baik
selama hidup dengan gadis ceroboh itu.
Heechul menundukkan tubuhnya di atas Min-Hyo yang sepertinya
sudah benar-benar pulas. Pria itu menghela napasnya dan sesaat
kemudian menyelipkan tangannya ke tubuh gadis itu, menggendongnya
masuk ke kamar. Dia meletakkan tubuh Min-Hyo hati-hati ke atas
kasur dan menarik selimut. Bukannya pergi setelah menyelesaikan
pekerjaannya, pria itu malah duduk di tepi tempat tidur, memandangi
wajah Min-Hyo yang terlihat polos seperti boneka saat sedang
tertidur. Tidak aneh jika dia sempat salah mengira bahwa gadis itu
adalah androidnya yang hilang.
Heechul tertawa mengingat kebodohannya dulu yang membuatnya
mengenal gadis ini dan tinggal bersamanya. Gadis pertama yang
bisa disentuhnya tanpa perlu merasa takut. Gadis yang membuatnya
nyaman dan merubah kepribadiannya yang tertutup, gila kebersihan,
dan sering meledak-ledak menjadi sedikit lebih manusiawi. Astaga,
dia tidak sedang berpikir bahwa dia jatuh cinta pada gadis ini kan?

309

Isi 2060.indd 309 24/04/2013 15:16:26


http://pustaka-indo.blogspot.com
Heechul mendengus, tidak percaya dengan apa yang ada
dipikirkannya. Dia memang merasa nyaman dengan gadis di
depannya ini, tapi kalau jatuh cinta….
Oh ayolah Kim Heechul, akhir-akhir ini kau sering merasa
ketakutan kan jika suatu saat orang tua gadis ini menemukannya
dan mengambil gadis ini darimu? Bagaimana kalau gadis ini benar-
benar dinikahkan dengan pria lain? Kau tetap mau tenang-tenang
saja begitu?
Sial, batinnya. Tentu saja dia tidak akan bisa hidup tenang kalau
sampai itu terjadi.

STA Building, Seoul, South Korea


11.00 A.M.
“Hei, apa siang ini kau akan makan dengan Kyuhyun lagi? Akhir-
akhir ini dia jadi perhatian sekali,” komentar Eun-Ji saat melihat
Hye-Na mengumpulkan barang-barangnya dan memasukkannya ke
dalam tas.
“Dia memaksaku. Menurutmu aku bisa apa?” sahut Hye-Na
ketus.
“Suamimu itu keren sekali ya! Kau yakin belum jatuh cinta
padanya?” goda Eun-Ji sambil mengedip jahil ke arah Hye-
Na. Anehnya, gadis itu sekarang malah terlihat gugup dengan
pertanyaan tiba-tiba itu. Padahal biasanya dia akan meneriaki Eun-
Ji dengan penuh emosi. Bersikap seolah jatuh cinta pada Kyuhyun
adalah sebuah dosa besar yang memalukan.

310

Isi 2060.indd 310 24/04/2013 15:16:29


http://pustaka-indo.blogspot.com
“Jangan mengada-ada,” sergah Hye-Na tanpa menatap Eun-Ji
sedikit pun.
“Yak, kau sudah mulai menyukainya ya? Kenapa kau gugup seperti
itu? Aigoo, Hye-Na~ya, kau termakan ucapanmu sendiri kan? Baru
juga dua hari menikah, tapi dia sudah berhasil menarik perhatianmu.”
Hye-Na mendongak dan menatap Eun-Ji sengit. “Yak, kalau
terus-menerus disodori godaan sebesar itu. Menurutmu gadis
mana yang akan terlepas dari pesonanya, hah?”
“Ah, jadi menurutmu Kyuhyun itu mempesona ya? Bukannya
pria yang sok tampan dan berkuasa lagi?” potong Eun-Ji, semakin
menyukai kegiatannya menggoda Hye-Na.
Hye-Na menggeram kesal dan menyentakkan tasnya dari atas
meja, keluar dari ruangan dengan hati dongkol, meninggalkan Eun-
Ji yang tertawa-tawa di belakangnya. Sial, kenapa dia tidak bisa
bersikap seperti biasa dan mengatakan bahwa pria itu sama sekali
tidak menarik minatnya?
Akui saja Hye-Na~ya, pria itu bahkan lebih dari sekadar amat
sangat menarik perhatianmu.
Hye-Na menggertakkan giginya mendengar kata hatinya yang
menggema di kepalanya seolah dia sendiri yang meneriakkannya.
Dia tidak suka terikat dalam pernikahan, dia tidak suka hidup
dalam kekangan, dan yang lebih penting lagi, dia tidak suka berada
di Korea. Selama ini hidupnya hanya tentang pekerjaan saja dan dia
tidak siap menghadapi jenis kehidupan baru seperti yang sedang
dijalaninya sekarang.

311

Isi 2060.indd 311 24/04/2013 15:16:29


http://pustaka-indo.blogspot.com
Sayangnya, alasan untuk menjauhi pria itu semakin menghilang.
Dia mulai berpikir bahwa menikah itu sama sekali tidak buruk, dia
menyukai sikap protektif pria itu terhadapnya, dan terlebih lagi,
Korea sama sekali tidak semenakutkan bayangannya.
Hye-Na menghentikan langkahnya di depan Kyuhyun yang
sedang bersandar di depan kap mobilnya, menunggu Hye-Na dengan
tangan bersedekap di depan dada. Pria itu tersenyum singkat dan
berbalik masuk ke dalam mobilnya, tanpa mau bersusah-payah
membukakan pintu mobil untuk gadis itu. Tapi kabar buruknya
adalah Hye-Na memang tidak suka pria yang memperlakukan
gadisnya dengan romantis. Dia bahkan setengah berharap bahwa
Kyuhyun akan membukakan pintu mobil untuknya, memberinya
alasan untuk menemukan salah satu sikap yang tidak disukainya
dari pria itu. Tapi tidak, sejauh ini pria itu selalu melakukan segala
hal yang berhasil membuat Hye-Na terpesona. Dan bukannya
menemukan alasan untuk menjauh, gadis itu malah menemukan
alasan-alasan baru untuk semakin mendekat.
“Kau sudah pernah makan siang di Irlandia?” tanya Kyuhyun
tiba-tiba setelah Hye-Na memasang seatbelt-nya.
“Mwo?”

Dublin, Ireland
07.00 A.M. (Ireland’s Time)
Pria itu benar-benar membawanya ke Irlandia! Dengar, IRLANDIA!
Tempat yang selama ini sangat ingin dia kunjungi bersama Eun-

312

Isi 2060.indd 312 24/04/2013 15:16:33


http://pustaka-indo.blogspot.com
Ji. Mereka berdua selalu terpesona dengan pemandangan yang
terdapat di negara itu. Indah, hijau, dan menakjubkan. Panorama
pegunungan dan pantai di sana benar-benar menyilaukan mata.
Dan, Kyuhyun membawanya ke sana hanya karena dia ingin bertemu
dengan seorang klien untuk membicarakan peternakan yang akan
dibeli Kyuhyun di pinggir kota. Satu kesimpulan yang Hye-Na tarik:
pria itu sudah gila! GILA!
Mereka berkeliling mengamati lokasi peternakan, yang menurut
Hye-Na lebih cocok dijadikan sebagai tempat wisata karena lokasinya
yang menghadap pantai dengan pemandangan perbukitan yang
mengagumkan, daripada dijadikan sebagai tempat tinggal para sapi
dan domba. Pasti menyenangkan sekali jika bisa tinggal di tempat
setenang dan seindah itu.
Sepertinya Kyuhyun juga menyukai tempat tersebut dan mengajak
pria Perancis bernama Pete itu untuk sarapan bersama, membicarakan
harga yang pas. Hye-Na tidak terlalu memerhatikan karena mereka
berdua bicara dalam bahasa Perancis, membuat Hye-Na penasaran
sendiri, berapa banyak bahasa yang dikuasai pria itu.
Sebenarnya Hye-Na bisa saja mengeluarkan communicator-nya
dan mengaktifkan aplikasi translator. Salah satu temuan baru lagi
dari Cho Corp. Communicator itu juga berfungsi sebagai penerjemah.
Hebatnya, kau bisa langsung mendapatkan terjemahan dari ucapan
orang asing yang sedang bicara denganmu, communicator itu akan
menerjemahkannya bersamaan dengan saat orang itu bicara, jadi
kau tidak perlu menunggu dulu sebelum bisa mengerti ucapan
orang asing tersebut untuk menjawabnya. Praktis sekaligus

313

Isi 2060.indd 313 24/04/2013 15:16:34


http://pustaka-indo.blogspot.com
mencengangkan. Hanya saja Hye-Na tidak berminat menggunakan
aplikasi itu sekarang. Dia sempat belajar bahasa Perancis dalam
masa pelatihannya dan dia membenci bahasa itu setengah mati.
Dia tidak suka mendengar orang yang berbicara dengan bahasa
itu. Terdengar seperti orang yang sedang berkumur-kumur. Lebih
tepatnya lagi, Hye-Na merasa bahasa tersebut berasal dari luar
planet bumi.
“Kita makan siang di mana?” tanya Hye-Na penasaran.
Sebenarnya dia sudah amat sangat kelaparan. Mereka menempuh
perjalanan tiga jam ke sini dengan pesawat jet pribadi Kyuhyun—
seharusnya perjalanan dari Korea ke Irlandia membutuhkan waktu
11 jam jika menggunakan pesawat biasa—belum dihitung dengan
perbedaan waktunya. Di sini masih jam 7 pagi, karena perbedaan
waktu 8 jam di antara kedua negara dan perut Hye-Na sudah
berdemo minta diisi.
“Rumahku.”
“Kau juga punya rumah di sini? Astaga!” seru Hye-Na sambil
menggelengkan kepalanya. Melihat ekspresi wajah Kyuhyun, Hye-
Na mengumpat kesal sambil memegangi kepalanya yang mendadak
terasa pusing.
“Baiklah, biar kutebak. Kau punya rumah di setiap negara,”
ujar Hye-Na dengan suara yang disabar-sabarkan. “Cih, sebaiknya
aku menyelidiki hartamu dulu sebelum setuju menikah denganmu.
Kekayaanmu membuatku terancam terkena serangan jantung!”

314

Isi 2060.indd 314 24/04/2013 15:16:36


http://pustaka-indo.blogspot.com
Dromoland Castle, Ireland
07.30 A.M. (Ireland’s Time)
“Oke, sejak kapan kastil sebesar ini bisa disebut rumah?”
geram Hye-Na habis kesabaran. Mereka baru saja turun
dari mobil dan Hye-Na langsung ternganga melihat ‘rumah’
di depannya.
“Tempat tinggal disebut rumah kan?”
Hye-Na menghentakkan kakinya, tidak tahu harus bicara
seperti apa lagi dengan pria itu. Untuk apa membeli kastil sebesar
ini dan membiarkannya tanpa penghuni? Hah, kecuali kau mau
membuang-buang uangmu yang banyaknya mungkin bisa memenuhi
satu desa jika dibiarkan berserakan di jalanan.
Hye-Na masih merasa kesal sepanjang makan siang yang lebih
tepat jika disebut sarapan. Dia duduk di samping Kyuhyun yang
sedang membicarakan tentang peternakan tadi dengan kliennya
itu, menusuk-nusuk mushroom ravioli-nya tanpa memakannya
sama sekali. Tapi, lama-lama dia tidak tahan juga karena perutnya
terus berontak minta diisi. Hye-Na nyaris yakin bahwa tawa yang
disamarkan Kyuhyun menjadi batuk-batuk kecil itu adalah reaksi
gelinya terhadap kelakuan kekanak-kanakan Hye-Na, yang hanya
membuat gadis itu semakin kesal saja.
“Nice to have a business with you. I’m not surprised anymore
why you can be the most successful businessman in the world. I
prove it by myself. Your achievement now is what you get from
your brilliant brain. You are a good negotiator. It’s nice to have an

315

Isi 2060.indd 315 24/04/2013 15:16:37


http://pustaka-indo.blogspot.com
amazing husband like him, Mrs. Cho,” ujar Pete tiba-tiba dengan
aksen Perancis yang sangat kental dalam bahasa Inggrisnya.
Hye-Na tersenyum salah tingkah, tidak tahu harus berkata
apa. Sepertinya pria di depannya ini sangat mengagumi Kyuhyun.
Gadis itu tersentak saat Kyuhyun menggenggam tangannya
erat sambil tersenyum ke arah Pete.
“Ma plus grande réalisation a été brillante ma capacité à être
en mesure de convaincre ma femme de me marier.”
Tidak perlu communicator untuk membuat Hye-Na mengerti
arti ucapan pria itu. Dia sempat belajar bahasa Perancis dan
memahami beberapa kata sederhana, walaupun dia tidak bisa
mengucapkannya dengan benar.
Pencapaian terbaikku adalah kemampuanku membujuk istriku
untuk setuju menikah denganku. Kurang le