Anda di halaman 1dari 23

SYARAT MUTU PUPUK AN-

ORGANIK DAN ORGANIK

BALAI PENELITIAN TANAH


2018
Latar Belakang

 Pupuk merupakan sarana produksi pertanian yang berperan penting dalam


memperbaiki kesuburan tanah sehingga diharapkan dapat meningkatkan
produksi dan produktivitas tanaman
 Peredaran dan penggunaan pupuk harus mendapat pengawasan ketat sehingga
terjamin mutu dan efektivitasnya, hal ini tertuang dalam:
UU. No. 12 tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman
UU. No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
 Pupuk yang diproduksi/diimpor dan diedarkan di Indonesia untuk sektor
pertanian harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau
Persyaratan Teknis Minimal (PTM) dan penggunaannya efektif untuk tanaman
serta terdaftar di Kementerian Pertanian
 Untuk menjamin mutu pupuk ditetapkan Persyaratan Teknis Minimal (PTM)
apabila belum ditetapkan SNI
Lanjutan

 Uji mutu adalah kegiatan menguji di laboratorium terhadap semua


produk pupuk baik yang dibuat/diproduksi di dalam negeri maupun yang
berasal dari luar negeri
 Untuk menjamin mutu pupuk ditetapkan Standar Mutu berdasarkan SNI,
apabila belum ditetapkan SNI-nya maka digunakan PTM
 Standar mutu merupakan persyaratan teknis atau sesuatu yang
dibakukan, termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan
konsensus untuk menjamin kualitas produk atau mutu
 Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar yang ditetapkan oleh
BSN dan berlaku di wilayah Negara Kesatuan RI
 Persyaratan Teknis Minimal (PTM) merupakan standar mutu yang
ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian terhadap pupuk
yang belum ada SNI
Lanjutan

 Pentingnya Persyaratan Teknis Minimal (PTM)


Pupuk

 Kemajuan IPTEK mendorong teknologi di bidang pupuk semakin


berkembang
 Melindungi konsumen
• Jaminan kualitas pupuk
• Aspek kesehatan dan keselamatan
 Melindungi produsen
• Acuan bagi produsen dalam memproduksi pupuk
 Melindungi dan memelihara sumberdaya alam dan lingkungan
PERSYARATAN TEKNIS MINIMAL
PUPUK AN-ORGANIK PADAT DAN CAIR

Definisi:
Persyaratan Teknis Minimal Pupuk An-Organik merupakan
persyaratan komposisi dan kandungan hara yang harus dipenuhi
oleh pupuk an-organik. Persyaratan Teknis Minimal Pupuk An-
Organik adalah standar mutu pupuk yang ditetapkan oleh Menteri
Pertanian terhadap pupuk yang belum ada SNI (Standar Nasional
Indonesia) nya.
Persyaratan Mutu
• Syarat mutu pupuk dikelompokkan dalam Pupuk Hara Makro
Tunggal, Pupuk Hara Makro Majemuk, Pupuk Hara Mikro
Tunggal, Pupuk Hara Mikro Majemuk dan Pupuk Hara Campuran
yang dapat mengandung hara makro dan mikro baik padat
maupun cair dan pupuk yang mengandung hara fungsional.
• Kandungan hara dalam pupuk an-organik terdiri dari unsur hara
Makro Primer: Nitrogen, Fosfor, Kalium; hara Makro Sekunder:
Kalsium, Magnesium, Sulfur dan unsur hara Mikro: Tembaga,
Seng, Mangan, Molibdenum, Boron, Kobal dan Besi, serta hara
fungsional: Si.
• Ketentuan Logam Berat dalam Pupuk An-Organik
Semua jenis pupuk tidak diperbolehkan mengandung logam berat
As, Hg, Cd dan Pb yang dapat membahayakan kesehatan dan
keamanan lingkungan.
• Toleransi 8% hanya berlaku untuk pupuk majemuk NPK padat.
TABEL 1. PERSYARATAN TEKNIS MINIMAL PUPUK AN-ORGANIK
A. PTM HARA MAKRO
Pupuk Makro Tunggal Pupuk Makro Majemuk *
Jenis Hara Padat Cair Padat Cair

Hara Makro Primer


- Total (N+P2O5 +K2O) - Total (N+P2O5+ K2O)
- Total Nitrogen SNI** min 30%
min 30%, min 10%,
- Total Fosfor (sebagai P2O5) SNI** min 8%
masing-masing unsur min masing-masing unsur
- Total Kalium (sebagai K2O)
SNI** min 15% 6% min 2%
- Total (N+P2O5) atau
(N+K2O) atau
- Total (N+P2O5) atau
(P2O5+ K2O) min
(N+K2O) min 24% atau
8%,
(P2O5+ K2O) min 20%,
masing-masing unsur
masing-masing unsur min
min. 2%
6%
- Total N atau P2O5
- Total N atau P2O5 atau atau K2O min 4%
K2O min 10%

Hara Makro Sekunder


- Sulfur (sebagai S) min 90% min 30% min 9% min 3%
- Kalsium (sebagai CaO) min 40% min 15% min 15% min 5%
- Magnesium (sebagai MgO) min 25% min 6% min 9% min 2%

Silika (sebagai SiO2) min 15% min 8% min 10% min 6%


Silika Gel (sebagai SiO2) min 60% - - -

Kadar Air maks 1%*** - maks 1%*** -


maks 5%**** - maks 5%**** -

Logam Berat*****
- As maks 100 ppm
- Hg maks 10 ppm
- Cd maks 100 ppm
- Pb maks 500 ppm
Keterangan
* Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung minimal 2 unsur hara
dan terdiri atas:
- Makro primer
- Makro sekunder
- Makro primer+makro sekunder
- Makro primer+silika
- Makro sekunder+silika
- Makro primer+makro sekunder+silika
** Pupuk yang tidak atau belum diatur dalam SNI dan Permentan, maka
perlu rekomendasi dari Tim Teknis
*** Berlaku untuk pupuk padat yang mengandung Nitrogen
**** Berlaku untuk pupuk padat lainnya
***** Syarat tambahan logam berat: Ni < 0,4%; Cr < 4% untuk pupuk padat

yang mengandung silika


B. PTM Hara Mikro
Pupuk Mikro Tunggal Pupuk Mikro Majemuk*
Jenis Hara Padat Cair Padat Cair

Hara Mikro
- Seng (Zn) SKI** min 2% Minimal terdiri Minimal terdiri
- Boron (B) SKI** min 2% dari 2 unsur dari 2 unsur
- Tembaga (Cu) SKI** min 2%
- Mangan (Mn) SKI** min 2% Total ≥ 5% Total ≥ 2%
- Molibden (Mo) SKI** min 2%
- Kobal (Co) SKI** min 2% Satu unsur Satu unsur min.
- Besi (Fe) SKI** min 2% min.1% 0,5%

Kadar Air maks 2% - maks 2% -

Logam Berat
- As maks 25 ppm maks 5 ppm maks 25 ppm maks 5 ppm
- Hg maks 2,5 ppm maks 0,2 ppm maks 2,5 ppm maks 0,2 ppm
- Cd maks 25 ppm maks 1 ppm maks 25 ppm maks 1 ppm
- Pb maks 125 ppm maks 5 ppm maks 125 ppm maks 5 ppm

pupuk mikro majemuk adalah pupuk yang mengandung minimal 2 unsur hara mikro
** SKI: Standar Kimia Industri, kecuali pupuk hara mikro yang sudah mempunyai SNI (seng sulfat teknis, pupuk
borat, tembaga sulfat teknis (terusi))
Lanjutan
C. PTM pupuk an-organik hara makro campuran padat dan
hara makro campuran cair mengacu SNI 02-6681-2002
yang mengatur hara makro campuran yang terdiri dari
hara makro primer dan hara mikro.
D.PTM Hara Makro – Mikro Campuran*
Jenis Pupuk

Jenis Hara* Padat Cair

Hara Makro Primer Majemuk :

- NPK Total N+P2O5+K2O min 30%, Total N+P2O5+K2O min 10%,


masing-masing unsur min 6% masing-masing unsur min 2%

- NP Total N+P2O5 min 24%, Total N+P2O5 min 8%,


masing-masing unsur min 6% masing-masing unsur min 2%

- NK Total N+K2O min 24%, Total N+K2O min 8%,


masing-masing unsur min 6% masing-masing unsur min 2%

Total P2O5+ K2O min 20%, Total P2O5+ K2O min 8%,
- PK masing-masing unsur min 6% masing-masing unsur min 2%

Hara Makro Primer Tunggal :


- Total Nitrogen min 10% min 3%
- Total Fosfor (sebagai P2O5) min 10% min 3%
- Total Kalium (sebagai K2O) min 10% min 3%

Hara Makro Sekunder :


- Sulfur (sebagai S) min 9% min 3%
- Kalsium (sebagai CaO) min 15% min 5%
- Magnesium (sebagai MgO) min 9% min 3%
Hara Mikro
- Seng (Zn) Min 1% Min 0,30%
- Boron (B) Min 0,5% Min 0,15%
- Tembaga (Cu) Min 1% Min 0,30%
- Mangan (Mn) Min 0,5% Min 0,15%
- Molibden (Mo) Min 0,25% Min 0,10%
- Kobal (Co) Min 0,1% Min 0,03%
- Besi (Fe) Min 3% Min 1%

Silika (sebagai SiO2) min 10% min 8%


Silika Gel (sebagai SiO2) min 50% -

Kadar Air maks 1%**


maks 5%***

Logam Berat****
- As maks 100 ppm maks 5 ppm
- Hg maks 10 ppm maks 0,2 ppm
- Cd maks 100 ppm maks 1 ppm
- Pb maks 500 ppm maks 5 ppm

Pupuk hara makro-mikro campuran adalah pupuk yang mengandung minimal 2 unsur hara dan terdiri atas campuran:
- Hara makro + mikro
- Hara makro + silika + mikro
- Silika + mikro
** Berlaku untuk pupuk padat yang mengandung Nitrogen
*** Berlaku untuk pupuk padat lainnya
**** Syarat tambahan logam berat: Ni < 0,4%; Cr < 4% untuk pupuk padat yang mengandung silika
SYARAT MUTU PUPUK
ORGANIK
Pengendalian Mutu Pupuk Organik

Untuk menjamin mutu


pupuk organik subsidi dan komersial

 Peraturan Menteri Pertanian No.


70/2011 tentang Persyaratan dan
Tatacara Pendaftaran Pupuk Organik,
Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah
Parameter Kualitas Pupuk Organik

Parameter untuk menilai kualitas pupuk organik:


1. Kadar C-Organik
2. C/N rasio
3. Kadar Air
4. Kandungan Logam Berat
5. Kandungan Hara makro (N+P2O5+K2O)
6. Mikroba kontaminan (E. coli dan Salmonella sp)
7. Mikroba Fungsional (untuk pupuk organik padat
bentuk remah/curah)
8. Kandungan hara mikro: Fe total atau Fe tersedia,
Mn, Zn
9. Ukuran butir 2-5mm (untuk pupuk organik padat
bentuk granul/pellet)
10.Bahan ikutan (plastik, kaca, kerikil)
11.Unsur lain: La dan Ce

SYARAT MUTU PUPUK ORGANIK


SYARAT MINIMAL PUPUK
ORGANIK (1)
STANDAR MUTU
Granul/Pelet Remah/Curah
SATUA
NO. PARAMETER Diperkay Diperkay
N
Murni a Murni a
mikroba mikroba
1. C – organik % min15 min15 min15 Min15
2. C / N rasio 15 – 25 15 – 25 15 – 25 15 – 25
3. Bahan ikutan
(plastik,kaca, % maks 2 maks 2 maks 2 maks 2
kerikil)
4. Kadar Air *) % 8 – 20 10 – 25 15 – 25 15 – 25
5. Logam berat:
- As ppm maks maks 10 maks 10 maks 10
- Hg ppm 10 maks 1 maks1 maks 1
- Pb ppm maks 1 maks 50 maks 50 maks 50
- Cd ppm maks maks 2 maks 2 maks 2
50
maks 2
6. pH - 4–9 4–9 4–9 4–9
7. Hara makro
% min 4
SYARAT MINIMAL PUPUK ORGANIK (2)
STANDAR MUTU
Granul/Pelet Remah/Curah
NO. PARAMETER SATUAN
Diperkaya Diperkaya
Murni Murni
mikroba mikroba
Mikroba kontaminan:
8. - E.coli, MPN/g maks 102 maks 102 maks 102 maks 102
- Salmonella sp MPN/g maks 102 maks 102 maks 102 maks 102
Mikroba fungsional:
9. - Penambat N cfu/g min 103 min 103
- -
- Pelarut P cfu/g min 103 min 103
Ukuran butiran
10. % min 80 min 80 - -
2-5 mm
Hara mikro :
- Fe total atau ppm maks 9000 maks 9000 maks 9000 maks 9000
11. - Fe tersedia ppm maks 500 maks 500 maks 500 maks 500
- Mn ppm maks 5000 maks 5000 maks 5000 maks 5000
- Zn ppm maks 5000 maks 5000 maks 5000 maks 5000
Unsur lain :
12 -La ppm 0 0 0 0
- Ce ppm 0 0 0 0
Revisi Permentan No.70/2011 sedang dalam proses
Draft Revisi Permentan terdiri dari 2 Dokumen
1. Permentan tentang Pendaftaran Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah
Tanah
a. Batang Tubuh
b. Lampiran
 Deskripsi (merk, produsen, asal pemasukan Negara, jenis pupuk,
bentuk, dosis dan cara aplikasi, kegunaan)
 Metode Uji dan Pelaporan Uji Efektivitas pupuk Organik, Pupuk
Hayati, dan Pembenah Tanah)
• Metode
• Pelaporan
• Ketentuan Lulus Uji
• Tata Cara Penomoran Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan
Pembenah Tanah
2. Keputusan Menteri Pertanian RI tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk
Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah
Draft Persyaratan Teknis Minimal Pupuk
Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah

Definisi
Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati
dan Pembenah Tanah merupakan persyaratan komposisi dan
kandungan hara yang harus dipenuhi oleh Pupuk Organik,
Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah yang ditetapkan oleh
Menteri Pertanian.
Persyaratan mutu dikelompokkan menjadi:
 Pupuk Organik: Padat dan Cair
 Pupuk Hayati:
Padat dan Cair
Tunggal dan Majemuk
 Pembenah tanah:
• Pembenah tanah organik padat dan cair
• Pembenah tanah fungsi khusus
• Pembenah tanah hayati
• Senyawa humat
Draft Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik Padat*) (1)
No. PARAMETER SATUAN STANDAR MUTU
MURNI DIPERKAYA
MIKROBA
1. C-organik % minimum 15 minimum 15
2. C/N - ≤ 25 ≤ 25
3. Kadar Air (atas dasar % 8-20 10-25
berat basah)
4. Hara makro
(N+P2O5+K2O) % minimum 2
5. Hara mikro
Fe total ppm maksimum maksimum
Fe tersedia ppm 15.000 15.000
Zn ppm maksimum 500 maksimum 500
maksimum maksimum
5.000 5.000
6. pH - 4-9 4-9
7. E.Coli MPN/g < 1 x 102 < 1 x 102
Salmonella sp MPN/g < 1 x 102 < 1 x 102
8. Mikroba fungsional**) cfu/g - ≥ 1 x 105
Draft Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik Padat*) (2)
No PARAMETER SATUAN STANDAR MUTU
.
MURNI DIPERKAYA
MIKROBA
9. Logam berat
As ppm maksimum 10 maksimum 10
Hg ppm maksimum 1 maksimum 1
Pb ppm maksimum 50 maksimum 50
Cd ppm maksimum 2 maksimum 2
Cr ppm maksimum 180 maksimum 180
Ni ppm maksimum 50 maksimum 50
10. Ukuran butir 2-5 % minimum 75 minimum 75
mm***)
11. Bahan ikutan % maksimum 2 maksimum 2
12. Unsur/senyawa
lain****) ppm maksimum maksimum
*) PupukNaorganik padat yang tidak atau belum diatur dalam SNI2.000
ppm dan Permentan, persyaratan
2.000
teknisnya perlu rekomendasi dari Tim Teknis
Cl fungsional harus teridentifikasi sampai genus dan
**) Mikroba maksimum maksimum
jumlah genus masing-masing >1 x 105
cfg/g 2.000 2.000
***) Khusus untuk pupuk organik granul.
****) Khusus untuk pupuk organik hasil ekstraksi rumput laut.
Draft Standar Nasional Indonesia (SNI)
No. Parameter Satuan Persyaratan
1. C-organik % Min. 15
2. C/N - Maks. 25
3. Bahan ikutan (beling/pecahan kaca, % Maks. 2
plastik, kerikil, dan logam)
4. Kadar air % 8 - 25
5. pH - 4-9
6. Hara makro (N+P2O5+K2O) % Min. 2
7. Logam berat
Hg mg/kg Maks. 1
Pb mg/kg Maks. 50
Cd mg/kg Maks. 2
As mg/kg Maks. 10
Cr mg/kg Maks. 180
Ni mg/kg Maks. 50
8. Hara mikro
Fe total mg/kg Maks. 15.000
Fe Tersedia mg/kg Maks. 500
Zn total mg/kg Maks. 5.000
9. Ukuran butir (2 – 4,75) mm* % Min. 75
10. Cemaran mikroba :
E - coli MPN/g <102
Salmonella sp MPN/g <102
Catatan :
Semua persyaratan kecuali kadar air, bahan ikutan dan ukuran butir dihitung atas
dasar berat kering (adbk)
*Untuk pupuk organik granul
Terimakasih