Anda di halaman 1dari 2

Kandungan Gizi

Milet adalah sumber utama energi, protein, vitamin dan mineral untuk jutaan orang termiskin di

daerah di mana milet dibudidayakan. Milet, seperti sorgum, umumnya mengandung protein 9 sampai

13%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan jagung, millet adalah 8-60% lebih

tinggi pada protein kasar, dan 40% kaya akan asam amino lisin dan metonin.

Millet mengandung lebih banyak kalori dibandingkan gandum, mungkin karena kandungan minyaknya

lebih tinggi 4,2% yaitu 50% nya poliunsaturated. Millet kaya akan vitamin B1. Millet adalah gluten free

greain dan satu-satunya biji-bijian yang mempertahankan sifat alkali setelah dimasak. Sehingga sangat

ideal untuk penderita alergi gandum.

Milet merupakan biji-bijian yang dapat memelihara kesehatan jantung karena merupakan sumber

magnesium yang baik. Magnesium berfungsi merelaksasi otot-otot jantung untuk memelihara detak

jantung yang regular dan hal ini dapat mencegah perubahan yang mendadak pada tekanan darah,

mengurangi penggumpalan sel darah merah. Fosfor yang dikandung dalam millet memegang peranan

dalam pembentuk struktur sel dalam tubuh, mineral matriks pada tulang, juga komponen essensial dari

berbagai komponen yang paling pnting seperti pembentukan ATP, komponen asam nukleat (pembentukan

DNA). Selain itu millet mengandung serat tidak larut yang tinggi sehingga dapat membantu wanita

terhindar dari gallstone. Millet direkomendasikan untuk orang yang menderita celiac disease (gluten

intolerance), yang mana mereka tidak bisa mengonsumsi gandum, rye, dan barley.

Suhu tanah pada millet setidaknya harus 65ºF dan sebaiknya lebih hangat, sebelum milet ditanam. Millet

tumbuh pada well-drained loamy soils. Mereka tidak akan mentolerir water logged soil atau kekeringan

ekstrim. Benih milet harus disimpan pada kelembaban 13% atau kurang. Standar butir federal belum

ditetapkan untuk millet. Namun, benih millet berkualitas baik harus memiliki syarat minimal untuk kernel

yang rusak dan relatif bebas dari benih gulma.

Milet sangat jarang di konsumsi karena milet memiliki kekasarannya, warna dan penampilan keseluruhan,

dianggap sebagai makanan pokok masyarakat miskin, kesulitan dalam pengolahan di tingkat domestik,
tidak bergengsi, tidak tersedianya makanan siap pakai atau mudah dimasak dari millets yang ada di

pasaran.