Anda di halaman 1dari 23

TEKNIK PRODUKSI &

REPARASI KAPAL

Disusun Oleh :

KUKUH IZATULLAH E.H.A


2016310019

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN


UNIVERSITAS DARMA PERSADA
JAKARTA
2019
BAB I
GALANGAN & PROSES DIDALAMNYA

A. PENGERTIAN
Galangan kapal adalah tempat perbaikan dan pembuatan kapal. Galangan kapal di Indonesia
sudah tersebar dibanyak tempat. Adapun galangan kapal terbesar di dunia, antara lain di Korea
Selatan, Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok. Adapun, kapal-kapal tersebut meliputi kapal pesiar
atau yatch, kapal militer, hingga kapal kargo .

Berbeda dengan kawasan Asia yang memiliki galangan kapal terintegrasi, galangan kapal di
kawasan Eropa lebih terpecah dan biasanya dimiliki oleh perusahaan kecil. Sementara itu, pembuatan
kapal di wilayah Amerika umumnya dilakukan oleh pribadi, salah satu galangan kapal terbesar adalah
Northtop Grumman yang merupakan kontraktor pertahanan .

Untuk galangan kapal berukuran besar, biasanya terdapat banyak sekali dok kering, crane,
slipway, gudang bebas debu, fasilitas untuk pengecetan dan tempat berukuran luas untuk melakukan
fabrikasi .

Selain itu, galapan kapal juga seringkali digunakan untuk merancang desain kapal,
pemasangan plat lambung, instalasi peralatan, tes kelayakan, bahkan klasifikasi. Sementara pada
galangan kapal yang dikhususkan untuk pemeliharaan dan perbaikan, biasanya meliputi perbaikan
pada konstruksi lambung, propeller stertube, mesin inti dan peralatan lainnya .

Setelah sebuah kapal dinyatakan tidak layak untuk beroperasi, maka kapal tersebut akan
melakukan perjalanan terakhir ke galangan penghacuran kapal. Pada awalnya, penghancuran kapal
dilakukan di dok kering yang terdapat di sejumlah negara maju, namun adanya standar gaji tinggi dan
peraturan ketat terkait isu lingkungan mengakibatkan pergerakan industri beralih ke negara-negara
berkembang, di mana saat ini banyak ditemukan di kawasan pantai Asia Selatan .
B. MACAM GALANGAN KAPAL ( SHIPYARD )
1. Building dock shipyard (Galangan kapal jenis pembuatan)

Building dock shipyard adalah tempat yang dibangun dan digunakan untuk melakukan satu
jenis pekerjaan yakni pembuatan kapal atau pembangunan kapal baru yang dimulai dari awal
pembuatan sampai ke tahap akhir pembuatan. Sebagai contoh kita lihat pada galangan DAMEN
SHIPYARD, DUMAS SHIPYARD dan lain sebagainya .
2. Repair dock shipyard (Galangan kapal jenis perbaikan)

Repair dock shipyard adalah tempat khusus yang digunakan untuk satu jenis pekerjaan yaitu
melakukan perbaikan kapal, ,ulai kapal masuk dock sampai kapal keluar dock. Sebagai contoh pada
galangan kapal seperti, BEN SENTOSA, PELNI dan lain sebagainya .

3. Building and repair shipyard (Galangan kapal jenis pembuatan dan perbaikan)

Building and repair shipyard merupakan tempat yang digunakan untuk melakukan dua pekerjaan
sekaligus yakni pembangunan kapal baru dan repair atau maintenance. Sebagai contoh pada
galangan DUMAS 12, PT PAL INDONESIAdan PT.DOCK dan lain sebagainya.
C. FASILITAS DOCKING PADA GALANGAN KAPAL
1. Dok Kolam (Graving Dock/Dry Dock)

Graving Dock yaitu suatu fasilitas docking kapal berupa kolam besar di pinggir laut, dimana
konstruksi sipilnya terdiri dari dinding beton dan lantai beton dengan menumpu kepada tiang pancang
dibawah lantai. Dan pintu/gate pada umumnya terbuat dari elemen baja dan kontak langsung dengan
laut/samudera .

2. Dok Apung (Floating Dock)

Floating Dock adalah suatu bangunan konstruksi dilaut yang digunakan untuk pengedokan
kapal dengan cara menenggelamkan dan mengapungkan dalam arah vertikal. Konstruksi floating dock
ini umumnya terbuat dari baja dan plat .
3. Dok Tarik (Slipway)

Slipway adalah suatu fasilitas pengedokan kapal dengan cara menarik kapal dari permukaan
air laut, kemudian mendudukkan kapal pada (gerobak/craddle). Dengan bantuan mesin derek/tarik,
wire rope/tali baja dan sebagai jalan dari kereta dengan sudut kemiringan tertentu yaitu 1:12 s/d 1:16 .

4. Dok Angkat (Syncrholift)

Dock angkat adalah salah satu jenis pengedokan yang jarang dijumpai, pada galangan harus ada dan
memenuhi daya angkat yang telah ditentukan pada kapal .
D. PROSES – PROSES PEMBUATAN KAPAL

Pada umumnya metode atau cara dalam proses pembuatan kapal terdiri dari dua cara yaitu
cara pertama berdasarkan sistem, cara kedua berdasarkan tempat. Proses pembuatan kapal
berdasarkan sistem terbagi menjadi tiga macam:

 Sistem seksi
 Sistem block seksi
 Sistem block

Pengertian seksi, block seksi dan block, yaitu :

1. Sistem seksi adalah sistem pembuatan kapal dimana bagian-bagian konstruksi dari
tubuh kapal dibuat seksi perseksi. (perbagian) contoh: seksi bulkhead (sekat kedap
air)

Keuntungan:

 Tiap seksi dapat dibangun dalam waktu yang bersamaan tergantung kapasitas
kerja bengkel .
 Waktu pembangunannya lebih pendek .
 Kualitas produksi lebih unggul disbanding sistem konfrensional.
 Mutu dari tiap seksi dapat dikontrol secara rinci.

Kerugian/kekurangan sistem seksi:

 Kekuatan pada kapal tergantung pada perencanaan pembagian badan kapal menjadi
beberapa seksi dan juga teknik penyambungan antara dua buah seksi.
 Pengerjaan lebih sulit karena dalam proses penggabungan antara seksi memerlukan
ketepatan ukuran yang prima.

2. Sistem block seksi adalah sistem pembuatan kapal dimana bagianbagian konstruksi
dari kapal dalam fabrikasi dibuat gabungan seksiseksi sehingga membentuk block
seksi, contoh bagian dari seksi-seksi geladak, seksi lambung dan bulkhead dibuat
menjadi satu block seksi.
3. Sistem block adalah sistem pembuatan kapal dimana badan kapal terbagi beberapa
block, dimana tiap-tiap block sudah siap pakai. (lengkap dengan sistem
perpipaannya).

Pada bagian desain mencakup pekerjaan-pekerjaan antara lain penggambaran bagian-bagian


konstruksi dan perhitungan atau perancangan–perancangan, selanjutnya gambar rencana
gadinggading skala 1 : 1 di mould Loft, penandaan dalam proses pembuatan kapal dilakukan
di bengkel. Berdasarkan tempatnya, pembuatan kapal dibagi menjadi dua macam :

 Fabrication adalah semua pekerjaan pembuatan kapal yang dikerjakan diluar


tempat peluncuran dimana badan kapal dimasukkan dalam air.
 Erection adalah semua pekerjaan pembuatan kapal yang dikerjakan di tempat
dimana kapal akan diluncurkan. Dalam hal ini pembuatan baik berupa seksi,
block seksi, dan block semuanya dilakukan/dikerjakan di tempat tersebut.
I. Tahap-tahap pembuatan kapal
Dalam pembangunan kapal selalu mengikuti tahapan-tahapan sabagai berikut:

a. Tahap Pembuatan Awal.

Dalam tahap ini pekerjaan yang utama adalah pembentukan pelat yang
dilakukan dengan pembersihan, penandaan, pemotongan, pembengkokkan, dan lain
sebagainya.
b. Tahap Perakitan Awal.

Sebagian dari pelat dinding setelah dibuat biasanya langsung dikirimkan ke


tempat perakitan. Tetapi konstruksi dalam seperti kerangka geladak atau dasar
biasanya dirakit tersendiri lebih dahulu dalam tahap perakitan mula atau awal. Dalam
tahap ini biasanya digunakan cara pengelasan tangan, pengelasan gaya berat,
pengelasan rendam dan sebagianya. Apabila kapal kayu maka dilakukan proses
penyambungan atau pengeleman.

c. Tahap Perakitan.

Ada tahap perakitan semua komponen baik yang datang dari pembuatan
maupun dari perakitan awal dirakit menjadi kotak-kotak perakitan (dilas/dilem atau
penyambungan). Pada kapal baja penyambungan antara kotak-kotak perakitan
dilakukan dengan menggunakan las busur rendam otomatis. Dalam hal mengikat
kerangka dan pelat dinding digunakan las tangan atau las gaya berat dengan elektroda
khusus untuk pengelasan datar. Disamping cara pengelasan diatas digunakan juga
cara lain tergantung dari bagian-bagian yang disambung dan posisi pengelasannya.

d. Tahap Pembangunan.
Kotak-kotak yang sudah dirakit kemudian disusun diatas galangan dengan
bantuan mesin angkat (crane). Setelah diatur kotakkotak tersebut kamudian dilas
dengan menggunakan dua macam cara pengelasan baik dengan las biasa maupun
dengan las otomatik khusus.
II. Mould loft

Mould loft adalah menggambar bentuk badan kapal maupun dalam skala 1:1 pada
lantai gambar, meliputi gambar seluruh gadinggading kapal dan perletakan senta, serta
gambar bentangan dari pelat kapal.
Fasilitas yang dibutuhkan:
 Sebuah lantai gambar yang terbuat dari papan dengan dasar warna yang agak
gelap,misalnya hijau dan harus terlindungi dalam gedung.
 Material-material pembuat rambu, yang biasa dipakai adalah kayu plywood,
tripleks, kertas film/transparan dan bilah kayu yang mudah dilengkungkan.
 Besi dan ganjal pemberat.
 Alat-alat gambar misalnya penggaris, jangka, meteran dll.
 Sipatan, yaitu benang yang dipergunakan untuk membuat garis lurus dengan
caramenghentakkannya, sehingga akan meninggalkan suatu garis lurus karena
benang diberi zat pewarna (cairan lem putih atau warna lain).
 Alat tulis cairan pewarna.
 Alat-alat perkayuan misalnya mesin bor, mesin potong, palu dan paku.

Tujuan Penggambaran Skala 1:1


 Dengan tergambarnya bentuk badan kapal/konstruksi kapal dalam skala 1:1 maka
akan didapat bentuk badan kapal yang akurat dan ukuran konstruksi kapal yang tepat,
sehingga dalam proses pembangunannya segala ukuran yang terpakai sudah tepat dan
tidak ada kesalahan bentuk maupun ukuran. Hal ini sangat diperlukan oleh pihak
pelaksana, untuk menunjang kemudahan pelaksanaan dan kualitas hasil pekerjaan .
 Dari hasil penggambaran berupa bentuk-bentuk dan ukuran yang sebenarnya, akan
dipindahkan dalam bentuk mal/template yang lengkap dengan data-data ukuran serta
data-data yang lainnya, yang akan diserahkan ke bagaian fabrikasi untuk dibuatkan
komponen-komponen sesuai bentuk dan ukuran pada template masing – masing .
Dalam penggambaran bentuk badan kapal sesungguhnya, tidak selalu sepanjang ukuran kapal
seluruhnya, terutama untuk daerah tengah (parallel middle body). Hal ini dilakukan untuk
penghematan tempat, pekerjaan. Dapat pula gambar-gambar digambar secara menumpuk,
untuk mengatasi kesulitan membaca gambar yang menumpuk maka digunakan warna cat
yang berbeda .
Gambar-gambar pada mould loft:
1. Lines plan.
2. Bentangan/bukaan kulit.
3. Segala detail konstruksi yang diperlukan.
4. Dan gambar lain yang dianggap diperlukan, karena kesulitan pembuatan mal bila
tidak disediakan gambar ukuran sebenarnya.
III. Sub Assambly

Tugas dari bagian sub assembly adalah menggabungkan beberapa komponen kecil menjadi
komponen block antara lain:
 Pemasangan stiffener pada pelat sekat.
 Pembuatan Wrang.
 Penyambungan dua lembar pelat atau lebih.
 Membantu tugas bagian assembly.

Fitting.

Pemasangan stiffener pada pelat sekat:


 Stiffener diletakkan pada posisinya dengan tanda yang ada di pelat.
 Diadakan las ikat.
 Setelah tepat diadakan pengelasan menyeluruh.

Secara garis besar bagian Sub Assembly dibedakan menjadi dua bagian:
 Fitting (penyetelan)
 Welding (pengelasan)

Sedangkan bagian Assembly dibagi menjadi:


 Plate Joinning
 Fitting
 Welding
 Pointing

Assembly :
 Fitting : Penyetelan bagian-bagian yang akan disambung hingga sesuai dengan tanda
yang telahada sebelum dilaksanakan pengelasan.
 Welding : Proses penyambungan material baik 2 atau lebih secara manual, semi
otomatis danotomatis.
1. Manual Electric Welding
Penyambungan 2 logam sengan cara memanaskan hingga melebur menjadi satu
dabsebagai logam pengisis diambil dari elektroda, pengoperasian dengan
tangan.Penggunaan manual electric welding ini untuk menyambung komponen
konstruksi yangterletak dalam posisi yang tak dapat dicapai oleh penggunaan
peralatan las yang otomatis.
2. Automatic Electric Welding
Digunakan untuk mengelas benda-benda yang datar permukaannya dan cukup
panjangjarak pengelasannya.
3. Acetyline Welding
Penyambungan dua buah logam dengan jalan meleburkan kedua ujung logam dan
diikuti oleh pengisian kawat logam pengisi. Panas yang digunakan berupa
campuran 02 dan gas Acetiline dan dengan bantuan penekanan dan panas dari
campuran atau nyala didua gas tersebut, penggunaan las acetylene dalam proses
assembly (sub assembly dan assembly) ini hanya untuk pelat-pelat dengan
ketebalan 6 mm. Pada pengelasn secara otomatis, pasir yang digunakan sebagai
pelindung adalah pasir OK FLOX.

IV. Assembly

Pekerjaan yang dilakukan oleh bagian assembly adalah sebagai berikut :


- Penggabungan beberapa wrang.
- Penggabungan seksi menjadi sebuah blok.
- Penggabungan dua block (grand assembly)
Dari seluruh pekerjaan dibagian assembly akan diadakan pemeriksaan oleh badan yang
berwenang di perusahaan galangan maupun oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Bengkel
—–QC——– QA—— KI—— Ship Owner
Prosedur Pemeriksaan
Akibat pengelasan akan timbul penarikan (deformasi) biasanya deformasi ini yang diukur
adalah antara stiffener dengan stiffener atau antara penguat satu dengan penguat lainnya
misal jarak antara deck girder jarak perubahan maksimum 0,6 cm harus dilakukan perbaikan
(biasanya pemanasan). Tanda untuk margin (cadangan), Margin/cadangan adalah kelebihan
pelat yang diberikan pada setiap sambungan block atau sambungan-sambungan lain yang
dianggap perlu, umumnya ditulis + 20 + 30 + 10 dan sebagainya. Dimana pada rambunya
sendiri (dari mould loft) hanya ditulis sebagai berikut :

Sedangkan pada markingnya diberi kelebihan + 20 mm

V. Erection

Erection merupakan pekerjaan pembangunan badan kapal yang terakhir. Pada pekerjaan
ini blok-blok yang telah selesai dikerjakan oleh bagian assembly digabung (disambung/joint)
menjadi satu sehingga terbentuklah badan kapal keseluruhan. Dalam penggabungan block
satu dengan block lainnya diperlukan pekerjaan awal yaitu pemasangan kupingan, papan
pranca, penandaan dll .
Secara garis besar pekerjaan pada bagian erection dapat digolongkan sebagai berikut:
 Preparation, meliputi pekerjaan pemasangan kupingan, guide plate, marking
dan pemasangan papan-papan pranca.
 Adjusting, meliputi pekerjaan leveling, atau penyamaan, cutting of allowance.
 Fitting atau penyetelan dimana pada pekerjaan ini dibutuhkan peralatan seperti
gerinda, gajung dll. serta dilaksanakan pekerjaan heating untuk menghilangkan
deformasi atau tegangan sisa setelah terjadi pengelasan.
 Welding.atau proses pengelasan.
 Pengecekan/pemeriksaan pada erection: Structure check, welding, tekanan air dan
udara untuk pengecekan tanki, ukuran kapal serta painting check.

Di Indonesia, biasanya setelah kapal memungkinkan untuk diluncurkan, kapal


diluncurkan (tempat erection bisa digunakan untuk membangun kapal berikutnya), pekerjaan
selanjutnya bisa dilaksanakan di atas dok apung atau di dalam dok gali. Oleh karenanya
pengedokan tidak bisa kita lewatkan .

Rencana pengedokan (docking plan)


Dalam pengedokan perlu merencanakan dengan baik meliputi :
1. Marking posisi ganjel dilantai dock.
2. Meletakkan ganjel-ganjel (umumnya tepat pada gading-gading, gading besar dan
side girder) dan juga harus tepat pada center kapal.
3. Menentukan ketinggian ganjel dan jarak antar ganjel.
4. Fitting.
5. Pemasangan stopper dengan kemiringan 60° sebelum dilaksanakn peletakan
ganjel-ganjel (no.2) maka dilaksanakan adjusting (pelurusan).
Gambar-gambar yang diperlukan:
1. Docking Plan
2. Working drawing (untuk pekerjaan lanjutan).
3. Marking list (untuk pekerjaan lanjutan).
BAB II
PEMBUATAN KAPAL FIBER

Laporan berdasarkan hasil kunjungan ke PT. Merpati Shipyard, yang merupakan galangan
yang untuk memproduksi dan mereparasi kapal fiber. Kunjungan dilaksanakan pada :

Hari : Rabu

Tanggal : 19 Juni 2019

Lokasi : PT. Merpati Shipyard, Babelan, Kabupaten Bekasi

A. Alat dan Bahan

 Met

Mat adalah serat halus yang terbuat dari


bahan polyester, berguna sebagai
permukaan sebuah plat fiber. Bahan
iniberupa anyaman mirip kain dan terdiri
dari beberapa model, dari model anyaman
halus sampai dengan yang kasar atau
besar dan jarang – jarang. Berfungsi
sebagai pelapis campuran dasar
fiberglass, sehingga sewaktu unsur kimia
tersebut mengeras, mat berfungsi sebagai pengikat dan akibatnya fiberglass menjadi kuat.

 Ravin

Roving adalah serat kasar yang terbuat dari bahan polyester yang
digunakan sebagai media lapisan tengah dari plat fiberglass.
Selain menggunakan bahan mat, roving juga di perlukan karna
dapat memperkuat plat fiberglass yang telah jadi .
 Resin

Resin atau Minyak resin ini bahan dasarnya terbuat


dari minyak bumi dan residu tumbuhan. Bahan ini
berwujud cairan kental seperti lem dan berfungsi untuk
mengeraskan semua bahan yang akan di campur,resin
biasanya digunakan untuk bahan dasar . Resin
mempunyai beberapa tipe dari yang berwarna keruh
dan berwarna bening dengan berbagai kelebihannya
seperti kekerasan, kelenturan, kekuatan, dan lain – lain,
selain itu harganya pun bervariasi.

 Katalis
 Gelcoat
 PVA
 Dempul
 Pigmen

B. Proses Pembuatan Kapal Fiber

Kapal fiber pada umumnya memiliki bentuk ataupun konstruksi yang sama dengan
kapal baja, hanya saja yang membedakan adalah proses pembuatanya. Pada kapal baja,
proses pembuatan diawali dengan pembuatan gading-gading atau konstruksi terlebih dahulu
baru pembuatan lambung kapal, sedangkan pada proses pembuatan kapal fiber, lambung
dibentuk terlebih dahulu baru dibuat konstruksi kapal tersebut .

Berikut dibawah ini diagram urutan proses pembuatan kapal fiber :


PEMBUATAN PEMBUATAN PEBUATAN
BAGIAN ATAP LAMBUNG CETAKAN

PEMBUATAN PEMASANGAN
PENYAMBUNGAN
GADING GADING

PEMASANGAN PENUTUPAN
SELESAI
ACCESORIS GADING

1. Pembuatan cetakan kapal fiber dilakukan hanya sekali, tetapi cetakan dapat digunakan
berkali-kali. Cetakan kapal fiber dibuat dengan cara pembentukan kapal baja, yang
nantinya akan dilapisi oleh resin untuk mengeraskan. Pada perusahaan yang kami
kunjungin, memiliki beberapa jenis cetakan dengan ukuran terterntu, mulai dari 10 m,
12 m, 12,5 m, 14 m, dan 16 m. Berikut
dibawah ini bentuk cetakan kapal fiber :

2. Pembuatan lambung dilakukan pada cetakan kapal yang sudah siap sesuai dengan
pemesanan atau permintaan pemesan .
3. Proses pembuatan bagian atap kapal fiber juga menggukan cetakan yang terlebih
dahulu dibentuk, sehingga cetakan dapat digunakan berkali - kali .

4. Pemasangan gading dilakukan dengan pembuatan gading terlebih dahulu


menggunakan resin dengan bentuk gading :

Gambar: Bentuk Gading Kapal Fiber

Gambar : Proses Pemasangnan Gading Kapal


5. Proses pemasangan aksesoris kapal seperti :
- Tangki bahan bakar
- Tangki air bersih
- Kelistrikan
- Kemudi
- Alat-alat navigasi

6. Proses pelapisan gading. Proses ini dilakukan untuk melapisi bagian dalam sehingga
kapal akan terlihat lebih rapi .
7. Finishing kapal

C. Denah Lokasi PT.Merpati Shipyard

Gambar : Denah Lokasi PT.Merpati Shipyard


Gambar : Gudang Penyimpanan Accesoris

Gambar : Area Reparasi Kapal


Gambar : Area Perakitan Kapal

Gambar : Area Pencetakan