Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

TB PARU
DI RUANG 29 RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Disusun Oleh:
Poltekkes Kemenkes Malang
Universitas Brawijaya

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)


RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG DI RUANG 29
2019
LEMBAR PENGESAHAN

Susunan Acara Di Ruang 29 RSUD dr. Saiful Anwar Malang telah di setujui pada :
Hari :
Tanggal :
Jam :

Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan

( .) ( )

Mengetahui,
Kepala Ruangan 29

( )
SATUAN ACARA PENYULUHAN
( SAP )

Pokok Bahasan : TB Paru


Hari/Tanggal : 30 Agustus 2019
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang 29 RSSA Malang
Sasaran : Keluarga pasien di Ruang 29 Rumah Sakit dr. Saiful Anwar
Malang
Pelaksana : Poltekkes Kemenkes Malang
Universitas Brawijaya

A. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, klien mampu memhami tentang TB
Paru
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit klien dapat:
Memahami konsep tentang TB Paru
C. Sasaran
Sasaran dari penyuluhan ini adalah keluarga pasien yang berada di Ruang 29 RSUD
dr .Saiful Anwar Malang
D. Materi
Terlampir
E. Metode
a. Diskusi
b. Ceramah
F. Media
a. PPT
b. LCD
c. Leaflet
d. Laptop
G. Setting Tempat

H. Job Description
- Moderator : Poltekkes Malang
- Penyaji : Universitas Brawijaya
- Fasilitator & Observer: Poltekkes Malang
I. Proses Pelaksanaan
Tahap K e g i a t an
Waktu
kegiatan Penyuluh Sasaran
5 Pembukaan 1. Memberisalam. 1. MenjawabsalamdanMemperhatikan
Menit 2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan yang disampaikan
3. Menjelaskan tujuan oleh moderator
penyuluhan
4. Menyebukan materi
yang akan diberikan
5. Menyampaikan
kontrakwaktu
25 Kegiatan Penyampaian materi oleh 1. Mendengarkan dengan seksama.
Menit Inti pemateri :
1. Menjelaskan
pengertian TB Paru
2. Menjelaskan faktor
penyebab
3. Menjelaskan gejala
dari TB Paru
4. Menjelaskan tanda dan
gejala
5. Menjelaskan cara
pengobatan pada TB
Paru
5 Penutup Bersama- Bersama-samamenyimpulkan :
Menit samamenyimpulkan : 1. Bertanya mengenai hal-hal yang kurang
Melakukan diskusi jelas dan belum dimengerti
(menjawab pertanyaan) 2. Sasaran dapat menjelaskan kembali
1. Melakukan evaluasi point-point yang diajarkan
dengan memberikan 3. Mendengarkan
pertanyaan sederhana
2. Menyampaikan
ringkasan materi
3. Menyampaikan hasil
evaluasi
4. Mengakhiri pertemuan
dan mengucapkan
terima kasih atas
perhatiannya.
J. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1. Kesiapan materi
2. Kesiapan SAP
3. Kesiapan media yang digunakan
4. Peserta hadir ditempat penyuluhan
5. Penyelenggaraan dilaksanakan di Ruang 29 RSUD dr. Saiful Anwar- Malang
b. Evaluasi Proses
1. Tidak ada anggota keluarga yang meninggalkan acara atau tempat penyuluhan
selama dilakukan penyuluhan
2. Peserta aktif bertanya topik yang dibahas pada sesi Tanya jawab.
3. Peserta mampu merespon pertanyaan yang diberikan pemateri.
c. Evaluasi Hasil
1. Keluarga pasien mampu memahami tentang TB Paru
2. Peserta mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan dengan benar
melalui pertanyaan lisan secara serempak.
Lampiran Materi
TB PARU

A. Pengertian
Penyakit TB Paru adalah penyakit infeksi dan menular yang menyerang paru-paru
yang disebabkan oleh kuman Micobacterium Tuberkulosis.

B. Faktor penyebabnya
Etiologi Tuberculosis Paru adalah Mycobacterium Tuberculosis yang
berbentuk batang dan Tahan asam. Penyebab Tuberculosis adalah M. Tuberculosis
bentuk batang panjang 1 – 4 /µm Dengan tebal 0,3 0,5 µm. selain itu juga kuman lain
yang memberi infeksi yang sama yaitu M Bovis, M. Kansasii, M. Intracellutare.

C. Cara Penularan
Penyakit tuberculosis (TB) bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan
pasienTB, seperti terpapar hembusan nafasnya, cairan tubuhnya, dan apabila
menggunakan sendok dan handuk secara bersamaan.

D. Tanda dan gejala


 Gejala umum Tb paru adalah batuk lebih dari 2 minggu dengan atau tanpa sputum ,
malaise , gejala flu , demam ringan , nyeri dada , batuk darah
 Gejala lain yaitu kelelahan, anorexia, penurunan Berat badan Demam : subfebril
menyerupai influenza. Batuk:- batuk kering (non produktif)→ batuk produktif
(sputum)-hemaptoe, Sesak Nafas: pada penyakit TB yang sudah lanjut dimana
infiltrasinya sudah ½ bagian paru-paru
 Nyeri dada-Malaise :anoreksia, nafsu makan menurun, sakit kepala, nyeri otot,
keringat malam.

E. Pengobatan
Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di
daerah paru/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes
laboratorium untuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Pengobatan TBC
adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6 – 9 bulan.
Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum
obat dan kontrol ke dokter agar dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan
meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum
obat dan kontrol ke dokter.
Jika pengobatan TBC tidak tuntas, maka ini dapat menjadi berbahaya karena sering
kali obat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mempan pada kuman TBC
(resisten). Akibatnya, harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan "keras".
Hal ini harus dihindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.
Pengobatan jangka panjang untuk TBC dengan banyak obat tentunya akan
menimbulkan dampak efek samping bagi pasien. Efek samping yang biasanya terjadi pada
pengobatan TBC adalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti
air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di
kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulit kuning.
Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada
dokter setiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat
dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.
Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan TBC pun sebaiknya
harus diatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit
TBC dapat dicegah dengan cara:
 Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
 Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat,
dan berolahraga.
 Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini
secara rutin diberikan pada semua balita.
 Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat
kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan
tubuhnya.

F. Cara Pencegahan
1. Untuk Pasien
 Minum obat sampai habis sesuai petunjuk
2. Untuk Keluarga
 Jemur kasur seminggu sekali
 Buka jendela lebar-lebar agar udara dan sinar matahari bisa langsung masuk
 Menggunakan masker saat berbicara dengan pasien
3. Pencegahan Lain
 Imunisasi BCG pada bayi
 Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi.
DAFTAR PUSTAKA

Bahar, A. 2000. Tuberkulosis Paru. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Editor Soeparman .
jilid II. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu Dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.
Suradi, 2001. Diagnosis dan Pengobatan TB Paru. Dalam : Kumpulan Naskah Temu Ilmiah
Respirologi. Surakarta : Lab. Paru FK UNS.