Anda di halaman 1dari 8

PERJANJIAN JUAL BELI PULSA DAN VOUCHER GAME

Nomor : 001/PJB/KPI-XXX/VIII/2019

Pada hari ini Kamis, tanggal satu (X) Agustus (2019) dua ribu sembilan
belas, bertempat di Jakarta, telah disepakati dan ditandatangani
Perjanjian Jual Beli Pasir dan Sirtu, oleh masing-masing pihak sebagai
berikut :

1. Perusahaan : PT. Kinerja Indonesia


Alamat : APL Tower, Central Park, Jalan Letjen S.
Parman, Slipi, Special Capital Region of Jakarta, Indonesia
Contact Person :
Jabatan : Direktur Internasional Trade
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA (SELLER)

2. Perusahaan :
Alamat :
Contact Person :
Jabatan : Direktur Utama
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA (BUYER)

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA untuk selanjutnya secara bersama-sama


disebut sebagai PARA PIHAK telah bersepakat untuk melakukan jual beli
Pasir dan Sirtu untuk wilayah Pulau Jawa, Indonesia
Komoditas yang diajukan dalam Perjanjian Jual Beli ini adalah sebagai
berikut :
a) Komoditas : Pulsa dan Voucher Game
b) Spesifikasi :
c) Waktu Kontrak : 6 (Enam) Bulan
d) Kuantitas :
e) Negara Asal : Indonesia
f) Harga : Rp.
g) Harga Total : Rp. ( XXX Milyar Rupiah)
h) Dokumen : Full Document
i) Pembayaran : SKBDN USANCE 180 DAYS
j)
PARA PIHAK bertindak dalam kedudukannya masing-masing sebagaimana
tersebut di atas terlebih dahulu menerangkan dan menyatakan hal-hal
sebagai berikut :
1. Bahwa yang mewakili masing-masing Pihak memiliki kewenangan
penuh untuk mewakili kepentingan masing-masing Pihak dalam
melakukan dan menandatangani Perjanjian ini.
2. Bahwa PIHAK PERTAMA merupakan Perusahaan yang memiliki
persediaan pulsa dan voucher game
3. Bahwa PIHAK KEDUA merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang
trading usaha tersebut.
4. PARA PIHAK bermaksud untuk saling mengikatkan diri dengan
membuat dan menandatangani Perjanjian Jual Beli Pulsa dan
voucher game ini dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut :
PASAL 1
RUANG LINGKUP PERJANJIAN

PARA PIHAK yang dimaksud dalam perjanjian ini sepenuhnya memiliki


kewenangan penuh dan tanggung jawab serta mewakili perusahaan
berturut-turut dijelaskan bahwa PIHAK PERTAMA adalah pemilik sah
disebut sebagai Barang Dagangan, dalam jumlah dan kualitas
sebagaimana yang ditetapkan di sini, dan PIHAK KEDUA adalah pihak
yang memiliki kemampuan sepenuhnya untuk membeli barang dagangan
tersebut.

PASAL 2
OBYEK PERJANJIAN

Yang menjadi obyek dalam perjanjian ini adalah pulsa dan voucher
game (selanjutnya disebut Barang Dagangan).

PASAL 3
H A R G A

1. Harga Barang Dagangan adalah Rp. xxx.000,- saat


ditandatanganinya kontrak ini. Harga tersebut berlaku untuk
pembelian dengan deposit xxx.000 .

2. Harga deposit total adalah Rp. xxx.000.000.000,- ( Milyar


Rupiah).

3. Harga Barang Dagangan pada ayat 1 Pasal ini tidak termasuk


Biaya Transportasi Barang Dagangan.

PASAL 4
PROSEDUR TRANSAKSI DAN PEMBAYARAN

1. PIHAK PERTAMA menyampaikan draft SKBDN Usance by Acceptance


kepada PIHAK KEDUA.
2. PIHAK KEDUA akan melakukan review atas SKBDN Usance by Acceptance
tersebut di atas paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah
diterima.

3. PIHAK KEDUA menerbitkan PO (Purchase Order) sesuai dengan


kesepakatan.

4. PIHAK KEDUA menerbitkan SKBDN Usance 180 days after sight by


SWIFT MT700 yang isinya sesuai dengan format yang telah disetujui
oleh PIHAK PERTAMA sesuai lampiran yang ada dalam perjanjian ini
dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja bank setelah Perjanjian ini
ditandatangani atau selambat-lambatnya tanggal
...................... 2019 yang ditujukan kepada Bank PIHAK
PERTAMA.

5. Bank PIHAK PERTAMA akan mengirimkan dokumen-dokumen dalam pasal


46A pada SKBDN Usance 180 days kepada Bank PIHAK KEDUA.
6. Bank PIHAK KEDUA wajib menerbitkan Bank Acceptance / Akseptasi
Bank by SWIFT MT752 kepada Bank PIHAK PERTAMA setelah menerima
dokumen sesuai pasal 5 ayat 5 di atas. Acceptance adalah
Akseptasi, yaitu janji untuk membayar dari Bank PIHAK KEDUA by
SWIFT MT752 kepada Bank PIHAK PERTAMA.

7. Setelah SKBDN Usance by Acceptance (Swift MT700 & MT752)


dinyatakan verified oleh bank PIHAK PERTAMA, PIHAK PERTAMA
segera melakukan kewajibannya untuk menyediakan Barang Dagangan.

8. PIHAK KEDUA mengambil Barang Dagangan di tempat yang telah


disepakati.

9. Untuk pemesanan selanjutnya, kembali dilakukan langkah-langkah


dari Pasal 4 ayat 3 sampai dengan ayat 8 perjanjian ini sesuai
kesepakatan PARA PIHAK.

PASAL 5
TEMPAT PENGAMBILAN BARANG DAGANGAN

Tempat pengambilan Pulsa dan Voucher Game di tempat yang telah


disepakati dengan jumlah deposit total xxx.000 sesuai di dalam
penerbitan PO (Purchase Order).

PASAL 6
FORMAT PURCHASE ORDER

PIHAK KEDUA menerbitkan PO (Purchase Order) dan diterima PIHAK


PERTAMA untuk order Barang Dagangan yang dipesan harus menyatakan
hal-hal sebagai berikut :

1. PO menggunakan kepala surat (letter head) dari Perusahaan PIHAK


KEDUA.
2. Nomor PO (Purchase Order).
3. Nomor Kontrak Perjanjian Jual Beli.
4. Deposit dan Nilai Pesanan.
5. Tanggal transaksi.
6. Contact Person penerima.
7. Stempel dan tanda tangan (tinta basah / asli).

PASAL 7
PENGAMBILAN BARANG DAGANGAN

1. Pengambilan Barang Dagangan di tempat yang telah disepakati.

2. PIHAK PERTAMA akan menerbitkan surat BAST (Berita Acara Serah


Terima) bahwa barang sudah diambil dan diterima dengan baik oleh
PIHAK KEDUA.
PASAL 8
KEWAJIBAN MERAHASIAKAN

1. PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk menyimpan segala informasi


PIHAK KEDUA yang ada pada perjanjian ini serta seluruh informasi
terkait pelaksanaan perjanjian ini dari PIHAK KEDUA yang
diberikan kepada PIHAK PERTAMA dan bertanggung jawab atas
pembocoran informasi tersebut.

2. PIHAK KEDUA berkewajiban untuk menyimpan segala informasi PIHAK


PERTAMA yang ada pada perjanjian ini serta seluruh informasi
terkait pelaksanaan perjanjian ini dari PIHAK PERTAMA yang
diberikan kepada PIHAK KEDUA dan bertanggung jawab atas
pembocoran informasi tersebut.

3. Apabila terdapat pihak dalam perjanjian ini yang terbukti telah


melakukan pelanggaran menyebarluaskan informasi rahasia, maka
pihak tersebut wajib mengganti kerugian dengan nilai minimal
sama besar dengan akibat penyebarluasan rahasia tersebut dan
bertanggung jawab juga terhadap segala tuntutan hukum yang
timbul akibat pembocoran informasi / rahasia tersebut baik
secara perdata maupun pidana.

PASAL 9
HUKUM YANG DITERAPKAN

Perjanjian ini beserta turunan dan lampirannya tunduk dan ditafsirkan


dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PASAL 10
PELANGGARAN DAN SANKSI

PARA PIHAK setuju menerapkan denda atau penalty atas wanprestasi


atau kegagalan dalam melakukan kewajiban dalam pelaksanaan
perjanjian ini. Wanprestasi yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a. PIHAK PERTAMA gagal menyerahkan Barang Dagangan kepada PIHAK


KEDUA setelah menerima SKBDN Usance beserta Bank Acceptance nya
by SWIFT MT752 sesuai dalam surat pesanan PO (Purchase Order),
maka PIHAK PERTAMA dikenakan denda sebesar 5% (lima persen) dari
PO (Purchase Order).

b. PIHAK KEDUA gagal menerbitkan SKBDN Usance beserta Bank


Acceptance nya by SWIFT MT 752 setelah bank PIHAK KEDUA menerima
seluruh dokumen yang ada dalam pasal 46A L/C Usance sesuai pasal
5 ayat 5 dalam perjanjian ini, maka PIHAK KEDUA dikenakan denda
sebesar 5% (lima persen) dari nilai PO (Purchase Order) yang
dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari kalender setelah PIHAK
PERTAMA mengirim Surat Peringatan Wanprestasi sesuai tanggal cap
pengiriman melalui pos atau kurir.
PASAL 11
JANGKA WAKTU PERJANJIAN

1. Perjanjian ini berlaku selama 1 (satu) tahun, terhitung mulai


tanggal ditandatangani PARA PIHAK dan dapat diperpanjang
berdasarkan kesepakatan PARA PIHAK.

2. Perjanjian ini akan berakhir secara otomatis pada saat jatuh


tempo tanggal perjanjian sebagaimana ayat 1 pasal ini, kecuali
apabila terdapat pihak yang mengajukan usulan / permintaan untuk
memperpanjang jangka waktu perjanjian paling lambat 1 (satu)
bulan sebelum jangka waktu perjanjian berakhir.

3. Apabila jangka waktu perjanjian ini akan diperpanjang, maka


perpanjangan jangka waktu dituangkan dalam Addendum Perjanjian
yang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan
perjanjian ini.

4. PARA PIHAK tidak dapat memutuskan secara sepihak atas perjanjian


jual beli ini, kecuali atas alasan force majeure dan atau
dinyatakan pailit dan atau atas persetujuan bersama dalam
perjanjian jual beli ini.

5. Apabila terdapat pihak yang dinyatakan pailit, maka pihak


tersebut dapat mengakhiri perjanjian ini dengan mengirimkan
pemberitahuan tertulis disertai foto copy Putusan Pengadilan
Niaga yang dilegalisir.

PASAL 12
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan seluruh perselisihan atau


sengketa diantara PARA PIHAK yang terjadi sebagai akibat dari
perjanjian ini dengan cara musyawarah.

2. Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja PARA PIHAK
tidak mencapai kata mufakat, maka perselisihan atau sengketa
dari perjanjian ini akan diselesaikan dan diputus oleh Badan
Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang berkedudukan di
Jakarta, menurut peraturan-peraturan administrasi dan peraturan-
peraturan prosedur arbitrase BANI, yang keputusannya mengikat
PARA PIHAK yang bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama
dan terakhir.

PASAL 13
KORESPONDENSI

1. Setiap pemberitahuan, surat menyurat atau korespondensi lainnya


terkait perjanjian ini harus dibuat secara tertulis dan dianggap
telah diberikan bila terdapat tanda terima atau konfirmasi
penerimaan dan dikirimkan ke alamat-alamat di bawah ini (atau
ke alamat lainnya sebagaimana yang mungkin telah diberitahukan
oleh pihak yang bersangkutan dengan pemberitahuan yang layak
kepada pihak lainnya) :

a. Korespondensi PIHAK PERTAMA untuk penyampaian pemberitahuan


adalah :
Alamat :
U.p. :
Jabatan :
Email :
b. Korespondensi PIHAK KEDUA untuk penyampaian pemberitahuan
adalah :
Alamat :
U.p. :
Jabatan :
Email :

2. Bila terdapat perubahan atas wakil-wakil PARA PIHAK dan atau


alamat seperti tertulis pada pasal ini, maka pihak yang melakukan
perubahan segera melakukan pemberitahuan 30 (tiga puluh) hari
kalender sebelumnya kepada pihak lainnya. Apabila tidak ada
pemberitahuan mengenai perubahan alamat, maka alamat yang
tercantum pada perjanjian ini secara hukum adalah alamat yang
sah berlaku.

3. Pengiriman dokumen elektronik harus dianggap sah berlaku dan


dapat dilaksanakan berkaitan dengan persyaratan-persyaratan
perjanjian. Tiap pihak diijinkan untuk meminta copy asli dari
dokumen apapun yang dikirim secara elektronik sebelumnya.

4. Kesalahan tata bahasa atau kesalahan pengetikan, bila ada tidak


harus dia dianggap sebagai kontradiksi atau pertentangan.

PASAL 14
FORCE MAJEURE / SEBAB DILUAR KEMAMPUAN

1. Kewajiban salah satu pihak dalam perjanjian ini akan


ditangguhkan apabila dalam pelaksanaannya terhalang oleh keadaan
memaksa (force majeure) dan pengguhan tersebut dilakukan sampai
dengan berakhirnya keadaan memaksa dimaksud.

2. Yang dimaksud force majeure adalah : gempa bumi, banjir, epidemi,


kebakaran, pemogokan, perang, atau huru-hara dan atau karena
pemberlakuan suatu peraturan perundang-undangan terdapat
tindakan dari pemerintah negara masing-masing pihak, yang
kesemuanya itu berhubungan dengan perjanjian ini.

3. Dalam hal terjadi force majeure, maka pihak yang mengalami force
majeure wajib memberitahu kepada pihak lainnya secara tertulis
selambat-lambatnya dalam waktu 48 (empat puluh delapan) jam.
PASAL 15
BANK DETAIL

1. BANK PIHAK PERTAMA

BANK NAME :
BANK ADDRESS :
ACCOUNT NO :
ACCOUNT NAME :
BANK TELP :
SWIFT CODE :
BANK OFFICER :

2. BANK PIHAK KEDUA

BANK NAME :
BANK ADDRESS :
ACCOUNT NO :
ACCOUNT NAME :
BANK TELP :
SWIFT CODE :
BANK OFFICER :

PASAL 16
LAIN-LAIN

1. Dokumen-dokumen sehubungan dengan perjanjian ini merupakan


satu-kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini dan
perjanjian tidak akan dibuat tanpa adanya dokumen-dokumen
tersebut.

2. Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini dan apabila


dianggap perlu untuk ditambahkan di kemudian hari, maka hal
tersebut akan diatur berdasar kesepakatan bersama dan
dituangkan dalam Addendum Perjanjian yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari perjanjian ini.

Perjanjian ini berlaku dan mengikat PARA PIHAK sejak tanggal


....2019
Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh PARA PIHAK dalam
rangkap 2 (dua), masing-masing dibubuhi meterai cukup dan
mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat PARA PIHAK tanpa
ada pengecualian.

Jakarta, ..........2019

PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA,