Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KELOMPOK

STANDAR PENANGANAN KEGAWATDARURATAN OBSTETRI DAN


NEONATAL

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mutu Layanan Kebidanan


yang dibina oleh Suprapti, M.Keb

Disusun Oleh:

1. Siti Nur Azizah (P17310174057)


2. Dwi Fransiska Natalia (P17310174058)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


KPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN MALANG
2019
STANDAR PENANGANAN KEGAWATDARURATAN OBSTETRI DAN
NEONATAL
STANDAR : 16
PENANGANAN PERDARAHAN DALAM KEHAMILAN
1. Pernyataan Standar : Bidan Mengenali secara tepat tanda gejala perdarahan
pada kehamilan, serta melakukan pertolongan pertama dan merujuknya.
2. Hasil :
a. Ibu yang mengalami perdarahan kapanpun masa kehamilan segera
mendapat pertolongan yang cepat dan tepat
b. Kematian ibu dan janin akibat perdarahan dalam kehamilan dan perdarahan
antepartum berkurang.
c. Meningkatnya pemanfaatan bidan untuk konsultasi pada keadaan gawat
darurat.
3. Prasyarat
a. Bidan sudah tampil untuk :
 Mengetahui penyebab, tanda-tanda dan penanganan perdarahan pada
awal atau akhir kehamilan
 Pertolongan pertama pada gawat darurat, termasuk pemberian cairan
IV
 Mengetahui tanda-tanda dan penanganan syok, termasuk syok septic.
b. Tersedianya alat/bahan, misalnya sabun, air bersih, handuk bersih untuk
mencuci tangan ; peralatan infuse dan peralatan suntik yang steril.
c. Tersedianya antibiotika seperti Ampicillin dan Metronidazol.
d. Penggunaan KMS ibu hamil
4. Proses
Bidan harus :
a. Memeriksa dan merujuk ibu hamil perdarahan dari jalan lahir. (semua
perdarahan dari jalan lahir yang terjadi sebelum bayi lahir, yang bukan
show, adalah kelainan)
b. Berikan penyuluhan dan nasehat tentang bahaya perdarahan dari jalan lahir
sebelum bayi lahir kepada ibu dan suami atau keluarganya.
c. Nasehati ibu hamil, suaminya atau keluarganya untuk memanggil bidan bila
terjadi perdarahan atau nyeri hebat di daerah perut kapanpun dalam
kehamilan.
d. Lakukan penilaian keadaan umum ibu dan perkiraan usia kehamilannya
e. JANGAN melakukan periksa dalam (perdarahan pada trimester kedua
atau ketiga biasanya karena plasenta previa. Periksa dalam menambah
perdarahan)
f. Berikan cairan intravena NaCL atau Ringer Laktat, infuse diberikan dengan
tetsan cepat sesuai dengan kondisi ibu.
g. Bila terlihat gejala dan shock pada ibu, segera rujuk ke rumah sakit.
 Baringkan ibu dengan posisi menyamping dan ganjal tungkainya
dengan bantal. (jangan meniakan kaki tempat tidur karena akan
menyebabkan darah terkumpul di uterus)
 Periksa tanda-tanda vital (pernafasan, suhu, nadi, dan tekanan darah)
setiap 15 menit sampai tiba di rumah sakit.
 Perkirakan seakurat mungkin jumlah kehilangan darah (seringkali
perkiraan numlah kehilangan darah kurang dari jumlah sebenarnya
cara tepat untuk memperkirakan kehilangan darah adalah dengan
menimbang semua bahan yang terkena darah)
h. Buat catatan lengkap (keterangan mengenai perdarahan tipe, jumlah dan
kapan terjadinya : hal ini penting untuk diagnose banding dan
pemberian cairan)
i. Dampingi ibu hamil yang dirujuk ke rumah sakit dan mintalah keluarga
yang akan menyumbangkan darahnya serta untuk ikut serta.
j. Mengikuti langkah-langkah untuk merujuk
5. Peringatan
a. Jangan melakukan periksa dalam pada perdarahan sebelum kelahiran atau pada
kehamilan
b. Rujuk segera, jangan sampai terlambat, perdarahan akan semakin banyak atau
mungkin terjadi perdarahan ke dalam uterus yang tidak tampak.
c. Jika syok, maka baringkan ibu pada sisi kiri tubuhnya dan ganjal kakinya
dengan bantal.
d. Jika terlihat adanya gejala dan tanda shyok berat, berikan cairan secara
intravena.
e. Bila terjadi perdarahan pada kehamilan muda, dan cairan yang keluar dari
vagina berbau dan suhu tubuh ibu meningkat, segera berikan antibiotika.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENANGANAN PERDARAHAN DALAM KEHAMILAN

PENILAIAN
0 : Langkah kegiatan tidak dilakukan
1 : Langkah kegiatan dilakukan, namun tidak tepat (Teknik salah/tidak berurutan
bila harus berurutan/tidak efektif
2 : Langkah kegiatan dilakukan dengan tepat

NO. LANGKAH KEGIATAN SKOR


1. Memberikan salam dengan ramah dan memperkenalkan diri
2. Melakukan anamnesis pada ibu / menanyakan keluhan ibu
3. Melakukan inform consent
4. Mempersiapkan semua peralatan dan bahan secara ergonomis
a. Stetoskop
b. Tensimeter
c. Thermometer
d. Infuse set
e. Cairan NaCl / Ringer Laktat
f. Antibiotika seperti Ampicillin dan Metronidazol.
g. Handscoon
h. Bengkok
i. Tempat sampah medis dan non medis
j. Plester
5. Menutup sampiran untuk menjaga privasi ibu
6. Mencuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir dan
mengeringkan dengan handuk
7. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
8. Lakukan penilaian keadaan umum ibu dan perkiraan usia
kehamilannya
9. Mengukur tanda-tanda vital (TTV) meliputi, tekanan darah, nadi,
suhu, dan pernapasan.
10. JANGAN melakukan periksa dalam (perdarahan pada trimester
kedua atau ketiga biasanya karena plasenta previa. Periksa
dalam menambah perdarahan).
11. Memberikan cairan intravena NaCL atau Ringer Laktat, infuse
diberikan dengan tetsan cepat sesuai dengan kondisi ibu.
12. Bila terjadi perdarahan pada kehamilan muda, dan cairan yang
keluar dari vagina berbau dan suhu tubuh ibu meningkat, segera
berikan antibiotika (Ampicillin atau Metronidazol)
Bila Terlihat Gejala Shock pada Ibu
13. Melakukan persiapan rujukan ke Rumah Sakit Bersama keluarga
(BAKSOKUDA)
14. Membaringkan ibu dengan posisi menyamping dan ganjal
tungkainya dengan bantal. (jangan meniakan kaki tempat tidur
karena akan menyebabkan darah terkumpul di uterus).
15. Periksa tanda-tanda vital (pernafasan, suhu, nadi, dan tekanan
darah) setiap 15 menit sampai tiba di rumah sakit.
16. Perkirakan seakurat mungkin jumlah kehilangan darah
17. Buat catatan lengkap (keterangan mengenai perdarahan tipe,
jumlah dan kapan terjadinya
18. Dampingi ibu hamil yang dirujuk ke rumah sakit dan mintalah
keluarga yang akan menyumbangkan darahnya serta untuk ikut
serta.
19. Ikuti langkah-langkah rujukan

NILAI : TOTAL SKOR x100 ≡ ………


38