Anda di halaman 1dari 3

Klunting...

Pagi itu terdengar nada dari gawai yang menandakan ada pesan whatsap yang masuk. Ku buka gawai
dengan mata riyip-riyip karena memang baru bangun tidur. Salah satu temanku bertanya di grup kelas,
apakah nanti pukul 07.00 ada mata kuliah sastra anak yang diampu oleh Pak Suyatno? Karena kemarin
(hari Kamis tanggal 22 Agustus 2019) beliau tidak hadir. Teman-temanku yang lain banyak yang bertanya
kepada Pj (Penanggungjawab) matkul tersebut, akan tetapi tidak ada balasan dari si Pj. Kemudian aku
bertanya kepada temanku di grup yang lain, yang hanya berisikan 3 anggota yang tak lain adalah teman
dekatku. Setelah terjadi percakapan panjang lebar akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti jam 1-2
dan sepakat untuk masuk jam ke 3-4 yaitu mata kuliah penulisan prosa. Lebih kurang pukul 07.40, ketika
aku selesai sarapan dan bersiap untuk berangkat kuliah, tiba-tiba Pj Penulisan Prosa memberi tahu
bahwasanya Bu Titik tidak bisa hadir dan memberikan tugas yang harus dikumpulkan minggu depan
tanggal 30 Agustus 2019. Dan untung saja aku dan temenku segrup belum ada yang berangkat. Akhirnya
aku memutuskan untuk pulkam ke Bojonegoro naik bus dari terminal Bungurasih. Karena memang sudah
niat untuk pulkam hari itu setelah selesai perkuliahan, tetapi ternyata hari itu tidak ada perkuliahan.
Sebenarnya sejak hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 tidak ada perkuliahan dikarenakan jam kosong, jadi
dua hari menganggur di kos. Andaikan tahu kalau hari rabu-jumat tidak ada perkuliahan, mungkin hari
selasa sudah ada di rumah. Hehe

Setelah naik bus selama 3 jam, akhirnya sampai juga di rumah dan bertemu dengan keponakanku yang
baru berumur 3 bulan. Karena dia lahir ketika bulan Ramadan kemarin dan bertepatan ketika libur
panjang, setiap hari aku bertemu dia. Kemudian tiba waktunya liburan selesai dan mengharuskan aku
kembali ke Surabaya, rasanya seperti rindu tiap hari.

Sabtu, 24 Agustus 2019 adalah hari yang membahagiakan karena aku bisa bermain dengan keponakanku
yang bernama Fathan. Seperti biasa aku selalu menggodanya, mengajaknya bicara, menggendong,
bahkan menidurkannya. Itu menjadi pekerjaanku ketika libur panjang kemarin. Akan tetapi, hari Sabtu
kemarin tidak seperti hari Sabtu kemarin-kemarin, karena waktu terasa begitu singkat.

Pagi sekali di hari Minggu aku harus bersiap untuk jalan santai sekaligus kembali ke Surabaya. Memang
jalan santai tersebut masih di Kabupaten Bojonegoro, akan tetapi beda kecamatan tepatnya di
Kecamatan Baureno. Sebenarnya dalam hati merasa sedih karena di rumah hanya sebentar, sampai
orang tuaku juga heran kenapa berangkat pagi sekali. Ya bagaimana lagi, karena aku sudah berjanji
kepada temanku jauh-jauh hari. Ketika sampai di lapangan, ternyata masih sepi, padahal jam sudah
menunjukkan waktu acara dimulai. Memang dasar orang Indonesia sudah terlalu menjadi budak jam
karet dengan berpikiran "Ah mungkin acaranya juga molor, aku berangkat nanti-nanti dulu". Bagaimana
Indonesia bisa maju kalau orang-orangnya berpikiran seperti itu, seharusnya agar tidak terjadi jam karet
bisa dimulai dari sendiri dengan hadir sesuai waktu yang telah ditentukan.

Sekitar pukul 07.15 barulah jalan santai dimulai, dari yang seharusnya acara mulai pukul 06.00 WIB.
Peserta jalan santai diarahkan oleh panitia untuk melewati jalur yang sudah ditentukan. Sambil jalan-
jalan menghirup udara pagi, aku dan orang-orang yang lain saling tegur sapa. Sesampainya di lapangan
lagi, dilanjut dengan mengundi kupon yang sudah dikumpulkan ketika di tengah-tengah perjalanan. Aku
dan temanku membeli kupon sebanyak 25 dan hanya 1 nomor kupon yang berhasil dipanggil oleh
panitia. Aku mendapat hadiah minyak goreng yang lumayan untuk persediaan di kos. Acara jalan santai
berakhir pukul 10.30 WIB. Kemudian aku diajak istirahat di rumah temenku sampai pukul 15.30 dan kami
pun balik ke Surabaya dengan naik motor berboncengan. Perjalanan Bojonegoro-Surabaya memakan
waktu 3 jam dan kami sampai kos menjelang ada isya.

Keesokan harinya, tanggal 26 Agustus 2019 tepatnya hari Senin merupakan hari yang berat bagiku.
Karena ada kuliah di jam 1-2, entah kenapa dari dulu sampai sekarang kalau hari Senin bawaannya malas
terus. Hehe. Hari Senin ada 2 matkul yaitu 1-2 dan 3-4 atau pukul 07.00 sampai 10.20, akan tetapi
berhubung dosennya ada acara, perkuliahan hanya diadakan 1 jam setiap matkul. Jadi perkuliahan
berakhir sampai pukul 09.00 saja.

Kemudian aku berinisiatif untuk pergi ke gudangnya Gramedia di Kawasan Berbek Industri yang
kebetulan temanku ingin kesana juga. Akhirnya aku berangkat bersama temanku naik motor
berboncengan. Sebenarnya aku tidak begitu hafal dengan jalannya, tepatnya lupa pertigaan menuju
Kawasan Industri. Akhirnya temanku membuka google maps, katanya masih lurus ke selatan lagi, tapi
perasaanku berkata kalau belok ke kiri. Karena aku ragu akhirnya aku mengikuti perintah maps, akan
tetapi setelah beberapa km sepertinya aku belum pernah lewat jalan yang aku lalui sekarang.
Berhentilah di pinggir jalan, dan ternyata benar. Pertigaan yang aku ragukan itu jalan yang pernah ku
lalui. Akhirnya putar balik dan berbalik masuk ke pertigaan yang lain. Setelah berputar-putar akhirnya
sampai di gudangnya Gramedia. Sebenarnya tidak sesat apabila mengikuti maps, akan tetapi menjadi
lebih jauh dari yang biasanya. Ya mungkin itu sebagai pengalaman saja, kalau tidak begitu tidak tahu
Surabaya. Hehe

Setelah itu masuklah aku dan temanku ke gudang Gramedia, karena memang di sana sedang ada
diskonan besar-besaran. Yaitu buku seharga Rp10.000 saja untuk all item. Ada berbagai macam buku
yang dijual, dan sudah acak. Sehingga kami pun harus bersusah payah mencari buku yang diinginkan.
Setelah lebih kurang 2 jam memilih dan memilah buku, akhirnya aku mendapat 14 buku dengan harga
125rb saja, temanku mendapat 13 buku gabungan dari titipan temanku yang lain. Meskipun sebenarnya
masih banyak yang ingin dibeli, Namun apa daya uang kami terbatas.

Hari pun berganti, hari Selasa jadwalnya ada 3 matkul. Lumayan menguras tenaga bagiku. Perkuliahan
berjalan seperti biasa, akan tetapi berbeda setelah aku makan soto di kantin pada waktu jam istirahat.
Entah terlalu kenyang atau apa, saya menjadi mengantuk dan memutuskan untuk pulang ke kos terlebih
dahulu, karena masih ada waktu lebih kurang 2 jam untuk istirahat. Ketika aku bangun tidur untuk
berangkat kuliah lagi, badanku terasa berat dan capai sekali. Akan tetapi aku harus tetap berangkat
kuliah karena masih kuat meskipun sedikit pusing. Setelah pulang dari kampus, langsung ku rebahkan
badan dan tidur. Sekitar pukul 17.00 aku terbangun dan merasakan kalau badanku panas. Seketika itu
aku langsung ingat bahwa badanku tidak enak dari tadi siang karena mau sakit panas. Di saat seperti ini,
aku teringat sama kedua orangtuaku yang selalu merawat aku kalau sedang sakit. Meskipun teman kosku
banyak yang peduli, akan tetapi kasih sayang orangtua lah yang utama. Sebenarnya aku juga heran,
kenapa kok bisa tiba-tiba panas? Mungkin karena kecapaian di perjalanan beberapa hari yang lalu. Pola
makan ku yang salah juga, karena waktu aku dan temanku selesai memburu buku diskonan, kami
akhirnya mencari makan siang dan itu pun makanan yang sangat pedas. Sehingga perutku langsung
bereaksi dengan pergi ke kamar mandi bolak balik.

Karena merasa tidak enak badan, akhirnya aku memutuskan untuk tidak masuk di hari Rabu dan
beristirahat di kos. Kebetulan juga hanya ada 1 matkul saja pada hari itu, jadi andaikan tidak masuk tidak
terlalu ketinggalan materi jauh.

Setelah minum obat dan beristirahat seharian, alhamdulillah perlahan mulai sembuh sehingga pada hari
Kamis tanggal 29 Agustus 2019 bisa mengikuti perkuliahan seperti biasa. Namun tak disangka, ternyata
dosen dari 2 matkul tersebut memberikan tugas yang beranak pihak bagaikan kucing yang melahirkan,
tidak hanya satu melainkan lahir anak banyak sekaligus. Sepertinya minggu ini merupakan minggu yang
penuh cerita, baik suka maupun duka. Demikianlah kisah, perjalanan, dan pengalamanku selama satu
minggu ini. Terima kasih.