Anda di halaman 1dari 38

WORKSHOP

RPMK PENGGANTI PMK-160/PMK.04/2010

Rabu, 28 Agustus 2019

Subdirektorat Nilai Pabean


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan RI
LATAR BELAKANG

1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-160/PMK.04/2010 sudah mengalami


2 (dua) kali perubahan.
2. 3.927 (tiga ribu sembilan ratus dua puluh tujuh) pengajuan jumlah keberatan
yang diajukan oleh importir ke kantor bea dan cukai dengan pokok sengketa
nilai pabean, mulai 1 Januari 2018 hingga per 26 Agustus 2019 [data dari
aplikasi CEISA SIAP TANDING (Sistem Informasi Keberatan dan Banding)
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai].
3. DJBC telah mengembangkan sistem database harga barang impor yang baru
(database nilai pabean price range dan database nilai pabean similarity)
sebagai risk assessment tool dalam penelitian nilai pabean barang impor.
4. Dunia bisnis terus berkembang sangat cepat. Regulasi yang efektif harus proper
dengan situasi perkembangan bisnis yang sangat dinamis.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
POKOK-POKOK PENGATURAN DALAM RPMK

(PMK-160) (substansi) (Draft RPMK)

• Tidak terdapat Bab • Penambahan Bab Penelitian


Penelitian Nilai Pabean Bab Penentuan Nilai Pabean dan Bab Nilai Pabean
• Bab Penentuan Nilai Penelitian Nilai Pabean. • Penyesuaian Materi isi Bab
Pabean materi isi tentang Penentuan Nilai Pabean
Penelitian Nilai Pabean
Pemilik Barang adalah orang
perseorangan atau badan
hukum yang meminta importir
Tidak terdapat definisi mengimpor barang untuk dan
Pemilik Barang
Definisi Pemilik Barang atas kepentingannya dan
diberitahukan dalam
pemberitahuan pabean impor.

Database Nilai Pabean Database Nilai Pabean Price


DbNP I dan DbNP II
Range

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
POKOK-POKOK PENGATURAN DALAM RPMK

(PMK-160) (substansi) (Draft RPMK)

BM = 1- NA Perbaikan rumus penghitungan BM


NT Assist

Penambahan penjelasan terkait


• Hanya dibuktikan melalui
kontrak/perjanjian persyaratan royalti (tidak harus
• Tidak ada penegasan tercantum dalam kontrak/
akumulasi syarat royalti Royalti perjanjian tapi dalam BANDOT)
dan juga penegasan akumulasi 3
syarat royalti termasuk dalam
nilai pabean
Tidak diatur, sehingga
menyebabkan multi tafsir: Tempat Pengimporan Tempat impor dalam Daerah
• Tempat pembongkaran Pabean adalah tempat
pertama kali penyelesaian kewajiban pabean
• Tempat penyampaian PIB dilakukan melalui penyerahan
• dll pemberitahuan pabean impor.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
POKOK-POKOK PENGATURAN DALAM RPMK

(PMK-160) (substansi) (Draft RPMK)


biaya pembongkaran barang
Tidak ada penjelasan THC di impor dari atas kapal, biaya
Terminal Handling Cost (THC)
tempat pengimporan, pengangkutan sampai ke
sehingga menyebabkan multi tempat pengimporan di dalam
tafsir Daerah Pabean

1. Penelitian hal-hal yang


1. Penelitian hal-hal yang berkaitan dengan penjualan;
berkaitan dengan 2. Perbandingan dengan test
penjualan; value;
2. Perbandingan dengan
tools pengujian hubungan
3. Penelitian terhadap
test value. dokumen Transfer Pricing.

Penggunaan ketentuan ini Pemberitahuan Impor Barang


Pemberitahuan Pabean Impor
Untuk Dipakai (BC 2.0)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
POKOK-POKOK PENGATURAN DALAM RPMK

(PMK-160) (substansi) (Draft RPMK)


• INP terbit dahulu baru • DNP diserahkan dahulu
direspon DNP Mekanisme INP - DNP sebagai pelengkap PIB
• Konsultasi • Penyampaian INP
• Konfirmasi

1. Penentuan Nilai Pabean tidak harus


ditentukan secara Hierarki.
• Penentuan Nilai Pabean 2. Metode pengulangan (fallback)
harus ditentukan secara dengan menggunakan nilai transaksi
Hierarki sesuai dengan Metode Pengulangan (Fallback) yang diterapkan secara fleksibel:
prinsip yang berlaku a.Barang impor yang merupakan
• Fleksibilitas dalam metode barang sewa (bukan obyek suatu
transaksi jual beli);
pengulangan (fallback)
b.Barang impor yang merupakan
diterapkan untuk barang barang hasil lelang;
sewa (bukan obyek suatu c.Barang impor yang biaya
transaksi jual beli). transportasinya tidak diketahui;
dan/atau
d.Barang impor yang biaya
asuransinya tidak diketahui

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Bab Penentuan Nilai Pabean dan Bab Penelitian Nilai Pabean

Susunan Bab PMK 160/PMK.04/2010: Susunan Bab RPMK:

1. Ketentuan Umum. 1. Ketentuan Umum.


2. Ketentuan Nilai Pabean 2. Ketentuan Nilai Pabean
Untuk Penghitungan Bea Untuk Penghitungan Bea
Masuk. Masuk.
3. Penentuan Nilai Pabean. 3. Penentuan Nilai Pabean.
4. Penelitian Nilai Pabean.
4. Penetapan Nilai Pabean.
5. Penetapan Nilai Pabean.
5. Lain-Lain.
6. Lain-Lain.
6. Ketentuan Peralihan dan 7. Ketentuan Peralihan dan
Penutup. Penutup.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
POKOK-POKOK PENGATURAN DALAM BAB PENENTUAN
NILAI PABEAN

1. Penegasan bahwa penentuan nilai pabean untuk penghitungan bea masuk


dan/atau pajak dalam rangka impor dilakukan oleh importir dan/atau pemilik
barang secara mandiri (self assessment).
2. Dalam penentuan nilai pabean, harus berdasarkan Bukti Nyata atau Data yang
Objektif dan Terukur serta memperhatikan kaidah-kaidah dalam penentuan nilai
pabean sesuai dengan yang diatur dalam pasal 15 UU Kepabeanan. (penentuan
berdasarkan nilai transaksi s.d. metode fallback yang diterapkan sesuai hierarki)
3. Hasil kegiatan penentuan nilai pabean untuk penghitungan bea masuk dan/atau
pajak dalam rangka impor, dituangkan oleh importir ke dalam DNP dan
diserahkan beserta lampiran dokumen pendukungnya bersamaan dengan
penyampaian pemberitahuan pabean impor.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
BAB PENELITIAN NILAI PABEAN

1. Bagian Pertama, Analisis Potensi Risiko (Risk Assesment) Nilai Pabean.


2. Bagian Kedua, Database Nilai Pabean.

3. Bagian Ketiga, Penelitian Nilai Pabean.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Pokok-Pokok Pengaturan Bagian Pertama, Analisis Potensi
Risiko (Risk Assesment) Nilai Pabean

1. Setiap pemberitahuan nilai pabean pada pemberitahuan pabean impor dilakukan


analisis potensi risiko (risk assesment).

2. Analisis potensi risiko (risk assesment), dilakukan oleh sistem aplikasi.


3. Hasil analisis potensi risiko (risk assesment) nilai pabean yang diberitahukan dalam
pemberitahuan pabean impor dikategorikan sebagai berikut:
a. berisiko tinggi yaitu apabila nilai pabean yang diberitahukan berada di bawah
rentang nilai terendah pada Database Nilai Pabean (under range);

b. berisiko menegah yaitu apabila nilai pabean yang diberitahukan berada di antara
rentang nilai terendah dan tertinggi pada Database Nilai Pabean (on range);

c. berisiko rendah yaitu apabila nilai pabean yang diberitahukan berada di atas
rentang nilai tertinggi pada Database Nilai Pabean (above range).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Pokok-Pokok Pengaturan Bagian Kedua, Database Nilai Pabean

1. Pelaksanaan analisis potensi risiko nilai pabean (risk assesment) dilakukan


dengan memanfaatkan Database Nilai Pabean.

2. Database Nilai Pabean sebagai risk assessment tool adalah alat dan/atau
prosedur yang digunakan untuk melakukan keseluruhan proses identifikasi risiko,
analisis risiko dan evaluasi risiko.

3. Sumber data untuk Database Nilai Pabean adalah:

a. pemberitahuan pabean impor yang telah ditentukan nilai pabeannya


berdasarkan nilai transaksi;

b. informasi lainnya yang berasal dari dalam dan luar Daerah Pabean yang
telah dilakukan proses penghitungan kembali.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Pokok-Pokok Pengaturan Bagian Ketiga,
Penelitian Nilai Pabean
1. Pejabat Bea dan Cukai, Direktur Jenderal atau Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk melakukan penelitian
terhadap nilai pabean yang diberitahukan dalam pemberitahuan pabean impor beserta semua dokumen yang
menjadi lampirannya dalam rangka proses penetapan nilai pabean. (untuk mengakomodir penelitian NP sesuai
pasal 17 UUK)
2. Penelitian nilai pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. meneliti apakah barang impor yang bersangkutan merupakan objek suatu transaksi jual-beli;
b. meneliti persyaratan nilai transaksi untuk dapat diterima sebagai nilai pabean;
c. meneliti unsur biaya-biaya dan/atau nilai yang seharusnya ditambahkan/tidak termasuk dalam nilai
transaksi;
d. meneliti hasil pemeriksaan fisik, untuk barang-barang yang dilakukan pemeriksan fisik; dan
e. memperhatikan hasil analisis potensi risiko (risk assesment) terhadap pemberitahuan nilai pabean.
(penelitian huruf d dan e hanya dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai (PPD)).
3. Berdasarkan hasil analisis potensi risiko (risk assesment), Pejabat Bea dan Cukai:
a. dalam hal nilai pabean berisiko tinggi, melakukan penelitian mendalam nilai pabean yang diberitahukan
dengan meneliti DNP beserta semua informasi yang terkait dengan penjualan barang impor yang
bersangkutan, menerbitkan INP, dan melakukan Konfirmasi;
b. dalam hal nilai pabean berisiko menegah, melakukan penelitian nilai pabean yang diberitahukan dengan
meneliti DNP beserta semua informasi yang terkait dengan penjualan barang impor yang bersangkutan;
c. dalam hal nilai pabean berisiko rendah, dapat melakukan penelitian biasa atau menerima nilai pabean
yang diberitahukan (accept the risk).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PEMILIK BARANG

Siapakah dia?

? Seberapa pentingkah dia


untuk diketahui?

Mysterious Man

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PEMILIK BARANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK Indonesia
NOMOR 22 TAHUN 1985 tentang PELAKSANAAN
UNDANG-UNDANG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI 1984

Indentor adalah Pengusaha yang dalam lingkungan


perusahaan atau pekerjaannya menyuruh Importir
mengimpor Barang Kena Pajak untuk dan atas
kepentingannya.

Pengusaha disebut Indentor bila menyuruh Importir


untuk mengimport Barang Kena Pajak dengan
maksud untuk memperdagangkannya. Pada dasarnya
Indentor ini adalah pemilik atau pengimpor dari
Barang Kena Pajak yang diimpor tersebut. Dengan
perkataan lain Indentor adalah merupakan Importir
terselubung. Karena itu Indentor ditetapkan sebagai
Pengusaha Kena Pajak. Termasuk dalam pengertian
Indentor adalah Pabrikan yang memperdagangkan
sebagian atau seluruh Barang Kena Pajak yang
diimpornya dengan menyuruh Importir, baik kegiatan
itu dilakukan secara teratur maupun sekali-kali.
Kolom Pemilik Barang diisi pada
kolom yang disediakan dengan
data pemilik barang yang meminta
importir mengimpor barang untuk
dan atas kepentingannya.
Istilah Pemilik Barang muncul (PER-20/BC/2016)
pertama kali di Peraturan
terkait dengan Bea dan Cukai di
PER-20/BC/2016.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PRAKTIK PEMILIK BARANG DALAM IBT
LUAR
NEGERI ILUSTRASI
SUPPLIER A SUPPLIER B SUPPLIER C EKSPORTIR
*) Nomi nal tersebut didapat dari
pengurangan Invoice sebenarnya (dari
s upplier) dengan Invoice ya ng
di beritahukan oleh Eksportir. Contoh :
USD 100 - USD 10 = USD 90

USD USD USD


100 200 300 100 200 300 10 20 30

TRANSAKSI TRANSAKSI TRANSAKSI USD 600 USD 60


BARANG BARANG BARANG
+ + +
ALIRAN UANG ALIRAN UANG ALIRAN UANG HASILNYA SESUAI :
1. INVOICE
USD 2. T/T
USD USD USD 60
USD 600
90* 180* 270*

DJBC

IMPORTIR FISIK FISKAL


PEMILIK 1 PEMILIK 2 PEMILIK 3 BORONGAN
DALAM
NEGERI
USD USD USD
10 20 30

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PEMILIK BARANG DALAM RPMK

Pemilik Barang adalah orang perseorangan atau badan hukum yang meminta importir
mengimpor barang untuk dan atas kepentingannya dan diberitahukan dalam pemberitahuan
pabean impor.

1. Pemilik Barang dapat menyampaikan DNP atau pernyataan tentang fakta dan/atau

?
informasi yang mendukung pemberitahuan nilai pabean atas barang yang diimpor.
2. Pejabat Bea dan Cukai dapat meminta Pemilik Barang untuk menyerahkan Bukti
Nyata atau Data yang Objektif dan Terukur tentang fakta pendukung
pemberitahuan nilai pabean yang masih diperlukan berkaitan dengan DNP atas
barang yang diimpor melalui mekanisme INP.
3. Dalam hal diperlukan, Pejabat Bea dan Cukai juga dapat meminta klarifikasi atau
permintaan penjelasan lebih lanjut kepada Pemilik Barang atas DNP yang telah
diserahkan, untuk kepentingan penelitian pemberitahuan nilai pabean.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PEMILIK BARANG

Manfaat Diketahuinya Pemilik Barang:


1. Nilai Pabean yang masih diragukan dapat lebih mudah terkonfirmasi.
2. Dalam hal diperlukan penelitian yang lebih mendalam terhadap nilai pabean
(Penul/Audit Kepabeanan), dengan diketahuinya nama pemilik barang dan uraian
identitas barang impor, kita dapat memanfaatkan joint program DJP-DJBC
dengan meminta bantuan DJP untuk memvalidasi supplier barang impor di luar
negeri melalui proses Exchange Of Information (EOI) dengan Tax Authority di
luar negeri.
3. In line dengan program DJP-DJBC yang sedang mengembangkan sistem single
submission (PIB dan SPT Masa PPN).
4. Potensi penerimaan negara meningkat karena Pemilik Barang terhutang pajak
atas hasil dari kegiatan usaha yang dia lakukan.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Database Nilai Pabean (Risk Assessment Tool)

DbNP I

Database nilai pabean


price range

Database nilai pabean


price range similarity
DbNP II

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Database Nilai Pabean (Risk Assessment Tool)
PERMASALAHAN DBNP LAMA

Tidak bisa mengikuti fluktuasi importasi barang (data harga barang


impor yang up to date dan variasi data harga barang impor)

Updating
sebulan dua kali
-manual-

Pola uji kewajaran diketahui importir

Definite value
Dianggap sebagai harga patokan

19 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Database Nilai Pabean (Risk Assessment Tool) Yang Baru

Uji kewajaran ditunjukkan Diolah secara real time Dibatasi nilai minimum dan
sebagai alert maksimum

PFPD dibuat maping Penetapan tetap dilakukan


faktor resiko Nilai Pabean oleh PFPD

20 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Database Nilai Pabean (Risk Assessment Tool) Yang Baru

Hasil analisis potensi resiko (risk assesment) nilai pabean:

Under On Above
Range Range Range

Beresiko tinggi yaitu Beresiko menegah yaitu apabila


Beresiko rendah yaitu apabila
apabila nilai pabean yang nilai pabean yang diberitahukan nilai pabean yang diberitahukan
diberitahukan berada di berada di antara rentang nilai berada di atas rentang nilai
bawah rentang nilai terendah dan tertinggi pada tertinggi pada Database Nilai
terendah pada Database Database Nilai Pabean. Pabean
Nilai Pabean

21 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Skema penelitian nilai pabean dengan Database Nilai Pabean yang baru

22 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Rumus Penghitungan Bea Masuk Yang Mengandung Assist
Asal Dalam Daerah Pabean.
Pengaturan yang lama RPMK Keterangan

BM = 1- NA
NT BM x NA
BMa = BM −
NT

Keterangan:
Keterangan:
BM = Bea Masuk barang impor yang mengandung assist.
*Bma = Nilai bea masuk barang impor yang mengandung
NA = Assist.
assist dari luar daerah pabean yang dikurangi assist
NT = Nilai Transaksi barang impor yang mengandung assist.
dari dalam daerah pabean, yang harus dibayar.
BM = Nilai bea masuk dari barang impor yang mengandung
assist baik yang berasal dari luar daerah pabean
maupun dalam daerah pabean.
NA = Nilai assist yang berasal dari daerah pabean.
NT = Total nilai transaksi barang impor yang mengandung
assist baik yang berasal dari luar daerah pabean
maupun dalam daerah pabean.

*Bea masuk ini dihitung untuk mengeluarkan pungutan bea


masuk atas barang yang diproduksi dari dalam daerah
pabean. Contoh soal dan penghitungan bea masuk barang
impor yang mengandung assist yang berasal dari dalam
daerah pabean terdapat dalam lampiran kajian ini.

23 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
CONTOH SOAL Penghitungan Bea Masuk Barang Impor Yang
Mengandung Assist Yang Berasal Dari Daerah Pabean
• Pembeli A akan membeli dan memasukkan ke Jakarta 1000 set TV warna 20" yang dibuat oleh perusahaan Z di Taiwan. Pembeli A
memasok kepada perusahaan z, berupa:
1. kabinet plastik, dibuat sendiri oleh pembeli A, harga USD 20.00 untuk tiap 1 (satu) set TV;
2. kabel listrik, dibeli dari pabrik alat listrik di Jakarta oleh pembeli A, harga USD 10.00 untuk tiap 1 (satu) set TV;
3. bahan kimia untuk membuat kaca monitor dapat pecah seribu (safety glass) dibeli dari industri kimia di Surabaya oleh pembeli A,
harga Rp 20.00 untuk tiap 1 (satu) set TV;
4. desain TV dibuat oleh Mr. Tan di Singapura atas perintah pembeli A, biaya USD 5,000.00;
• Perusahaan Z tidak perlu membayar atas bantuan berupa barang tersebut di atas, kecuali desain TV, perusahaan Z harus mebayar USD
1,000.00.
• Biaya pengiriman keseluruhan assist dari Indonesia ke Taiwan USD 2,000.00 dan biaya pengiriman desain TV dari Singapura ke Taiwan
USD 200.00.
• Pembeli A menghendaki nilai assist tersebut ditambahkan pada harga yang tercantum dalam invoice unuk setiap set TV yang diimpor.
• Harga TV dalam keadaan jadi CBU yang tercantum dalam invoice yang dikeluarkan perusahaan Z kepada pembeli A sebesar FOB USD
250.00 untuk tiap 1 (satu) set TV, belum termasuk assist yang dipasok oleh pembeli kepada penjual.
• Freight untuk TV dari Taiwan ke Jakarta USD 20,000.00
• Asuransi USD 2,000.00.
• Tarif Bea Masuk (misalnya) = 40% (empat puluh persen).
• NDPBM: 1 USD = Rp 10.000,00

24 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
ROYALTI
Pengaturan yang lama RPMK Keterangan

• Royalti dan lisensi ditambahkan sepanjang : • Royalti dan biaya lisensi ditambahkan pada harga yang sebenarnya Penambahan poin penjelasan
1. Dibayar oleh pembeli secara langsung dibayar atau yang seharusnya dibayar, sepanjang : terkait persyaratan royalti (tidak
atau tidak langsung ; 1. Dibayar atau akan dibayar oleh pembeli baik secara langsung atau harus tercantum dalam kontrak)
2. Merupakan persyaratan penjualan tidak langsung; dan juga penegasan akumulasi 3
barang impor : 2. Merupakan persyaratan transaksi penjualan barang impor : syarat royalti termasuk dalam
a. Dalam rangka pembelian barang, a. Pembeli diharuskan membayar royalti atau biaya lisensi dalam nilai pabean; --kasus masalah
pembeli diharuskan membayar rangka pembelian barang tanpa mempermasalahkan apakah royalti di pengadilan pajak.
royalti atau biaya lisensi. Tanpa pembayaran royalti ditujukan kepada penjual atau pihak lain
mempermasalahkan apakah (royalty holder atau kuasanya) yang sama sekali tidak terlibat
pembayaran royalti ditujukan dalam transaksi barang impor yang bersangkutan;
kepada penjual atau pihak lain b. Yang dimaksud dengan persyaratan transaksi penjualan adalah
(royalty holder atau kuasanya) kondisi pembeli tidak dapat melakukan pembelian barang
yang sama sekali tidak terlibat impor tanpa pembayaran royalti atau biaya lisensi yang
dalam transaksi barang impor terdapat pada kontrak/perjanjian maupun Bukti Nyata Atau
yang bersangkutan; Data Yang Objektif Dan Terukur untuk membayar royalti dan
b. Yang dimaksud dengan lisensi.
persyaratan penjualan adalah dan
adanya kewajiban hukum dalam 3. Berkaitan dengan barang impor
suatu kontrak/perjanjian untuk Pada barang impor yang bersangkutan terdapat Hak Atas Kekayaan
membayar royalti dan apabila Intelektual, antara lain berupa hak atas merek, hak cipta atau hak
kewajiban tersebut tidak dipenuhi paten (di dalam barang impor terdapat proses kerja yang
maka kontrak/perjanjian tersebut dipatenkan)
menjadi batal dan tidak berlaku • Bukti Nyata Atau Data Yang Objektif Dan Terukur jual beli atau importasi
lagi. barang impor yang bersangkutan, misalnya :
3. Berkaitan dengan barang impor. 1. Terdapat keterangan yang menunjukkan kondisi atas royalti atau
Pada barang impor yang bersangkutan biaya lisensi.
terdapat Hak Atas Kekayaan 2. Terdapat keterangan atas penjualan barang impor yang terkait
Intelektual, antara lain berupa hak atas royalti atau lisensi.
mer ek, hak cipta atau hak paten (di 3. Terdapat kondisi adanya klausul konsekuensi atas pelanggaran yang
dalam barang impor terdapat proses dilakukan oleh pembeli karena apabila tidak membayar royalti atau
kerja yang dipatenkan). biaya lisensi kepada penjual atau pemegang lisensi.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENAMBAHAN DEFINISI TEMPAT PENGIMPORAN (MEMUDAHKAN PEMBEDAAN
BIAYA YANG DIKELUARKAN SETELAH PENGIMPORAN)

Pengaturan yang lama RPMK Keterangan

• Yang dimaksud dengan biaya • Yang dimaksud dengan biaya transportasi (Definisi dari tempat impor
transportasi (freight) adalah biaya (freight) adalah biaya transportasi berdasar Kep-81/BC/99 dengan
transportasi barang impor ke tempat pengangkutan barang impor ke tempat penyesuaian kalimat.)
impor di Daerah Pabean, yaitu biaya impor di dalam Daerah Pabean, yaitu biaya
transportasi yang sebenarnya dibayar transportasi yang sebenarnya dibayar atau
atau yang seharusnya dibayar yang pada yang seharusnya dibayar yang pada
umumnya tercantum pada dokumen umumnya tercantum pada dokumen
pengangkutan, seperti B/L atau AWB pengangkutan, seperti B/L atau AWB dari
dari barang impor yang bersangkutan. barang impor yang bersangkutan.
• Tempat impor dalam Daerah Pabean
adalah tempat penyelesaian kewajiban
pabean dilakukan melalui penyerahan
pemberitahuan pabean impor.
• Pada saat penyampaian pemberitahuan
pabean impor, pembeli menambahkan
besarnya biaya transportasi yang dibayar
atau akan dibayarkan berdasarkan Bukti
Nyata Atau Data Yang Objektif Dan Terukur.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
MEMPERJELAS DEFINISI TERMINAL HANDLING COST (THC) DI TEMPAT PENGIMPORAN (TERMASUK BIAYA
YANG PERLU DITAMBAHKAN); --BONGKAR DARI KAPAL KE TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA (TPS).

Pengaturan yang lama RPMK Ket

• Yang dimaksud dengan biaya pemuatan, • Yang dimaksud dengan biaya pemuatan, pembongkaran, dan
pembongkaran, dan penanganan (handling charges) penanganan (handling charges) yang belum termasuk biaya
yang belum termasuk biaya transportasi adalah segala transportasi adalah segala biaya yang berkaitan dengan pemuatan,
biaya yang berkaitan pengangkutan barang ke tempat pembongkaran dan penanganan barang dari gudang penjual,
impor di Daerah Pabean yang belum termasuk dalam pelabuhan negara asal sampai ke tempat impor di dalam Daerah
biaya transportasi (freight). Pabean yang belum termasuk dalam biaya transportasi(freight).
• Biaya tersebut antara lain berupa biaya pemuatan, • Biaya tersebut antara lain berupa biaya pemuatan, pembongkaran,
pembongkaran, penyimpanan/pergudangan, transit penyimpanan/pergudangan, transit dan penanganan barang impor
dan penanganan barang impor (handling charges) (handling charges) yang timbul sejak barang di negara asal sampai ke
yang timbul sejak barang diangkut ke tempat impor di tempat impor di dalam Daerah Pabean.
Daerah Pabean.
• Apabila biaya tersebut belum termasuk dalam biaya Biaya pemuatan, pembongkaran dan penanganan barang impor
transportasi, maka perlu ditambahkan pada harga (handling charges) yang dilakukan di dalam Daerah Pabean tidak
yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya termasuk ke dalam biaya yang ditambahkan pada harga yang
dibayar. Besarnya biaya tersebut dihitung berdasarkan sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar, kecuali biaya
pembongkaran barang impor dari atas kapal pengangkut ke tempat
biaya yang sebenarnya atau yang seharusnya dibayar
impor di dalam Daerah Pabean.
untuk kegiatan tersebut yang ditunjukkan dengan
Bukti Nyata Atau Data Yang Objektif Dan Terukur. • Apabila biaya-biaya tersebut di atas belum termasuk dalam biaya
transportasi, maka perlu harus ditambahkan pada harga yang
sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar. Besarnya biaya
tersebut dihitung berdasarkan biaya yang sebenarnya atau yang
seharusnya dibayar untuk kegiatan tersebut yang ditunjukkan
dengan Bukti Nyata Atau Data Yang Objektif Dan Terukur.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
DOKUMEN TRANSFER PRICING (TP) SEBAGAI TOOLS TAMBAHAN UNTUK
PENGUJIAN HUBUNGAN;

Pengaturan yang lama RPMK Keterangan

• Dalam hal terjadi pengimporan barang • Dalam hal terjadi pengimporan barang yang Memaksimalkan kerjasama
yang berasal dari transaksi antara pihak berasal dari transaksi antara pihak yang saling DJP-DJBC dalam program
yang saling berhubungan, maka nilai berhubungan, maka nilai transaksi barang impor SECONDMENT BC-DJP.
transaksi barang impor yang yang bersangkutan dapat ditetapkan ditentukan
bersangkutan dapat ditetapkan sebagai sebagai nilai pabean sepanjang hubungan
nilai pabean sepanjang hubungan tersebut tidak mempengaruhi harga.
tersebut tidak mempengaruhi harga. • Untuk menentukan apakah hubungan tersebut
• Untuk menentukan apakah hubungan mempengaruhi harga barang atau tidak, dapat
tersebut mempengaruhi harga barang dilakukan dengan melalui tiga cara, yaitu:
atau tidak, dilakukan dengan 2 (dua) 1. Penelitian hal-hal yang berkaitan dengan
cara, yaitu: penjualan;
1. Penelitian hal-hal yang berkaitan 2. Perbandingan dengan test value.
dengan penjualan; 3. Penelitian terhadap dokumen Transfer Pricing.
2. Perbandingan dengan test value.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENGGUNAAN KETENTUAN NILAI PABEAN DALAM PMK INI HANYA
UNTUK IMPOR BARANG UNTUK DIPAKAI (PIB BC 2.0);

Pengaturan yang lama RPMK Keterangan

• Tidak diatur • Ditambahkan pasal dalam Bab Lain-Lain


yang mengatur mengenai:

Yang dimaksud dengan Pemberitahuan


Pabean Impor dalam PMK ini adalah
Pemberitahuan Impor Barang Untuk
Dipakai (BC 2.0).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Mekanisme Informasi Nilai Pabean (INP) - Deklarasi Nilai Pabean (DNP)

1
INP

DNP

2
LAMA

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Mekanisme Informasi Nilai Pabean (INP) - Deklarasi Nilai Pabean (DNP)

1 PIB

DNP

2
INP

BARU

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENGATURAN DALAM RPMK BAHWA DEKLARASI NILAI PABEAN (DNP) DAN DOKUMEN
PENDUKUNGNYA MENJADI KEWAJIBAN IMPORTIR UNTUK MENYERAHKANNYA
BERSAMAAN DENGAN PENGAJUAN PIB (DNP DI DEPAN);

Pengaturan yang lama RPMK Keterangan

• Deklarasi Nilai Pabean yang selanjutnya disingkat • Deklarasi Nilai Pabean yang selanjutnya disingkat
dengan DNP adalah pernyataan Importir tentang dengan DNP adalah pernyataan Importir tentang
fakta yang berkaitan dengan transaksi barang fakta dan/atau informasi yang mendukung
yang diimpor dengan disertai dokumen pemberitahuan nilai pabean atas barang yang
pendukungnya; diimpor.

• Informasi Nilai Pabean yang selanjutnya disingkat • Informasi Nilai Pabean yang selanjutnya disingkat
dengan INP adalah pemberitahuan pejabat bea dengan INP adalah pemberitahuan pejabat bea dan
dan cukai kepada Importir untuk menyerahkan cukai kepada importir untuk menyerahkan
pernyataan tentang fakta yang berkaitan dengan pernyataan tentang fakta pendukung pemberitahuan
transaksi barang yang diimpor; Nilai Pabean berkaitan dengan Deklarasi Nilai Pabean
atas barang yang diimpor.

• Konsultasi adalah kegiatan klarifikasi atau • Konfirmasi adalah kegiatan klarifikasi atau
permintaan penjelasan lebih lanjut dari Pejabat permintaan penjelasan lebih lanjut dari Pejabat Bea
Bea dan Cukai kepada Importir atau kuasanya atas dan Cukai kepada Importir atau Pemilik Barang atas
DNP untuk menentukan keakuratan nilai DNP untuk menentukan keakuratan pemberitahuan
transaksi. nilai pabean.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
FORMAT DNP MENJADI PERNYATAAN BUKAN LAGI MENJAWAB
PERTANYAAN

Pengaturan yang lama RPMK Keterangan


A. Obyek penjualan ke dalam Daerah Pabean A. Obyek penjualan ke dalam Daerah 1. DNP harus diserahkan bersamaan
Apakah Barang impor Saudara merupakan obyek Pabean dengan pengajuan PIB (di depan).
suatu penjualan ke dalam Daerah Pabean? Barang impor merupakan obyek 2. Format diubah menjadi pernyataan,
B. Persyaratan Nilai Transaksi suatu penjualan ke dalam Daerah bukan menjawab pertanyaan.
1. Apakah terdapat persyaratan/pertimbangan Pabean. 3. DNP sebagai dokumen pendukung yang
atas pembelian barang impor Saudara yang B. Persyaratan Nilai Transaksi digunakan importir untuk
mempengaruhi harga barang impor tersebut, 1. Terdapat mendeklarasikan NP barang impornya.
sehingga mengakibatkan harga barang tidak persyaratan/pertimbangan atas 4. Hal ini ditujukan agar PPD memiliki lebih
dapat ditentukan? pembelian barang impor yang banyak informasi dan dokumen
2. Apakah terdapat keharusan Saudara mengirim mempengaruhi harga barang pendukung pada saat melakukan
proceeds atas transaksi jual beli barang impor impor tersebut, sehingga penelitian NP (tidak hanya invoice/
Saudara kepada penjual? Apabila jawaban mengakibatkan harga barang packing list);
Saudara YA, nilai proceeds harus dicantumkan tidak dapat ditentukan? 5. Dokumen ini diharapkan punya kekuatan
pada huruf D.6 2. Terdapat keharusan mengirim hukum untuk menentukan NP oleh PPD
3. Apakah antara Saudara dengan penjual saling proceeds atas transaksi jual beli di PP;
berhubungan barang impor kepada penjual. 6. Jika masih belum cukup yakin dalam
a. Apabila jawaban Saudara YA, apakah 3. antara Saya dengan penjual memberikan keputusan penetapan NP,
hubungan tersebut mempengaruhi harga saling berhubungan: PPD masih dapat menerbitkan INP dan
barang impor Saudara? a. YA, hubungan tersebut permintaan klarifikasi.
mempengaruhi harga barang
impor?

Dst... Dst...

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Metode Pengulangan (Fallback).

PMK 160/PMK.04/2010: RPMK:


1. Penentuan Nilai Pabean yang 1. Penentuan Nilai Pabean yang dilakukan menggunakan tata
dilakukan menggunakan tata cara yang wajar dan konsisten, yang diterapkan secara
cara yang wajar dan konsisten, fleksibel dan berdasarkan data yang tersedia di dalam Daerah
yang diterapkan secara fleksibel Pabean dengan pembatasan tertentu, tidak harus dilakukan
dan berdasarkan data yang berdasarkan kaidah-kaidah penentuan nilai pabean yaitu nilai
tersedia di dalam Daerah transaksi s.d. metode fallback yang diterapkan sesuai hierarki.
Pabean dengan pembatasan
2. Penegasan bahwa penentuan nilai pabean yang menggunakan
tertentu, dilakukan berdasarkan
norma (biaya transportasi dan biaya asuransi yang tidak
kaidah-kaidah penentuan nilai
tersedia) diatur dalam penentuan nilai pabean menggunakan
pabean yaitu nilai transaksi s.d.
metode pengulangan (fallback).
metode fallback yang
diterapkan sesuai hierarki. 3. Metode pengulangan (fallback) dengan menggunakan nilai
transaksi yang diterapkan secara fleksibel:
2. Fleksibilitas dalam metode
pengulangan (fallback) a. Barang impor yang merupakan barang sewa (bukan
diterapkan untuk barang sewa obyek suatu transaksi jual beli);
(bukan obyek suatu transaksi b. Barang impor yang merupakan barang hasil lelang;
jual beli). c. Barang impor yang biaya transportasinya tidak diketahui;
dan/atau
d. Barang impor yang biaya asuransinya tidak diketahui.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Nobody is perfect
Subdirektorat Nilai Pabean
Direktorat Teknis Kepabeanan
Email : subditnp.teknis@customs.go.id

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Transaksi
NILAI TRANSAKSI
merupakan 1.harga yang sebenarnya dibayar atau 2.seharusnya dibayar oleh 3.pembeli kepada 4.penjual atas
barang yang 5.dijual untuk diekspor ke dalam Daerah Pabean 6.ditambah dengan biaya-biaya dan/atau nilai –
nilai yang harus ditambahkan, 7.sepanjang biaya-biaya dan/atau nilai-nilai tersebut belum termasuk dalam
harga yang sebenarnya dibayar atau seharusnya dibayar.

1. paid
2. payable
3.&4. dua pihak
5. ekspor dan impor (lintas negara)
6.&7. ditambah sepanjang belum
NILAI PABEAN
untuk penghitungan bea masuk adalah N i l a i T r a n s a k s i (NT). NT nya adalah
atas barang impor tersebut. NTnya juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu.