Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

NERACA PERDAGANGAN PENDEKATAN PARCIAL

DI SUSUN OLEH :

- Rian Bastian (0218224)


- Risna Sulistiawati (0218234)
- Siti Salmiah (0218245)
- Tio Ardiansyah (0218256)
- Ira Nurlaela (0218486)

Dosen : Dewi Resmanasari, S.E.,M.M

Kelompok 8
Kelas : Managemen M18-3JS 2018/1019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufik, hidayah serta
inayah- Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyusun sebuah makalah ini
sebagai tugas dari mata kuliah Ekonomi Internasional dengan judul “NERACA
PERDAGANGAN PENDEKATAN PARCIAL” .
Sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada tauladan serta
junjungan kita Nabi Muhammad SAWyang telah membawa kita dari jaman jahiliyah ke
jaman yang terang benderang pada saat ini.
Tugas makalah ini tidak akan dapat terselesaikan tanpa bantuan dan dukungan
dari teman-teman serta para pembimbing yang telah memberikan arahan untuk
perbaikan makalah ini. Oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.
Kami menyadari bahwa tulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan,memiliki banyak kekurangan dan membutuhkan perbaikan, sehingga
kritik dan saran sangat kami butuhkan demi kesempurnaan makalah ini.Kami juga
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan semua pembaca yang telah
meluangkan waktunya untuk membaca makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk seluruh mahasiswa STIE
PGRI pada khususnya dan seluruh pembaca makalah ini pada umumnya.
BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Ekonomi dan perdagangan merupakan isu yang paling penting saat ini, faktor penyebabnya
menurut sudut pandang ekonomi tidak hanya melibatkan prospek-prospek pertumbuhan ekonomi
yang berarti pula kemakmuran masyarakat, namun sekaligus melibatkan kepentingan negara dan
aktor lainnya. Kepentingan-kepentingan yang muncul ini kemudian saling bersaing antara
masyarakat dengan perusahaan dan antara negara-negara maju ataupun negara berkembang. Kita
dapat melihat bahwa battle of ground perdagangan akan melibatkan tiga sisi kekuatan dan
kepentingan yang dalam hal saling bersaing, yakni antara masyarakat dengan perusahaan, negara
maju dengan negara berkembang, dan antara negara maju itu sendiri.
Melihat perkembangan ekonomi internasional sekarang ini, serta semakin ketatnya
persaingan didalam dunia ekonomi di era globalisasi ini, dimana transaksi-transaksi yang muncul
dalam ekonomi internasional menyebabkan uang mengalir dari suatu negara kenegara lain (arus
dana internasional) maka dari itu suatu negara harus bersaing dengan penduduk negara lain
untuk menciptakan aliran dana masuk ke negaranya lebih tinggi jika dibandingkan dengan aliran
dana keluar dari negaranya.
Neraca perdagangan ialah sebuah istilah untuk menggambarkan perbedaan selisih antara
ekspor dan impor. Neraca perdagangan yang positif berarti negara tersebut mengalami ekspor
yang nilai moneternya melebihi impor yg bisa disebut surplus perdagangan. Perdagangan
internasional melibatkan berbagai transaksi ekonomi antara satu negara dengan negara lain.
Transaksi ekonomi tersebut kemudian dicatat dalam bentuk neraca. Neraca perdagangan
internasional merupakan salah satu komponen penting dalam neraca pembayaran internasional.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah itu neraca perdagangan pendekatan parcial?
2. Jenis – Jenis Neraca Perdagangan
3. Unsur – unsur neraca perdagagan
4. Manfaat neraca perdagangan
5. Apakah yang disebut dengan neraca perdagangan surplus dan defisit, serta penyebab dan
dampaknya?
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi neraca perdagangan

C. TUJUAN

1. Mengerti apa itu neraca perdagangan pendekatan parcial


2. Mengerti bagaimana neraca perdagangan surplus dan defisit dan seimbang
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Neraca perdagangan pendekatan parcial


Neraca Perdagangan pendekatan parcial adalah suatu catatan yang memuat atau mencatat
semua transaksi ekspor dan transaksi impor barang suatu negara. Neraca perdagangan dibuat
agar suatu negara dapat mengetahui perkembangan perdagangan internasional yang dilakukan.
Keadaan neraca suatu perdagangan ada tiga kemungkinan yaitu surplus, defisit, atau
seimbang. Neraca perdagangan dikatakan defisit bila nilai ekspor lebih kecil daripada nilai
impornya dan dikatakan surplus bila ekspor barang lebih besar daripada impornya. Dan
dikatakan neraca perdagangan yang seimbang jika nilai ekspor suatu negara sama dengan nilai
impor yang dilakukan negara tersebut.
konsepsi kurva permintaan dan penawaran pasar dapat digunakan untuk menerangkan
baik perdagangan antar daerah maupun perdagangan antar- Negara . oleh karena konsepsi ini
hanya memperhatikan sebagian kecil saja dari perekonomian. Maka pendekatan ini dapat
dikatagorikan sebagai pendekatan parsial. atau lengkap nya ‘partical equilibrium parsial.

B. Jenis – Jenis Neraca Perdagangan


Secara umum, neraca pembayaran terbagi menjadi tiga jenis, antara lain :
a. Neraca Perdagangan Defisit
Neraca perdagangan defisit adalah neraca perdagangan yang menunjukkan jumlah
transaksi pembayaran luar negeri (disebut transaksi debet) lebih besar dibandingkan transaksi
penerimaan dari luar negeri (disebut transaksi kredit).
b. Neraca Perdagangan Surplus
Neraca perdagangan surplus adalah neraca pembayaran yang menunjukkan transaksi
debet lebih kecil dibandingkan transaksi kredit.
c. Neraca Pembayaran dan Perdagangan Seimbang
Neraca perdagangan Seimbang adalah neraca pembayaran yang menunjukan transaksi
debet sama dengan transaksi kredit.

C. Unsur-Unsur Neraca Perdagangan


1) Transaksi Barang dan Jasa
Transaksi ini meliputi transaksi ekspor maupun impor barang serta jasa, disebut pula
transaksi sedang berjalan (current account). Dalam hal ekspor barang meliputi barang-barang
yang dapat dilihat secara fisik contohnya ekspor kayu, minyak dan gas, cengkeh dan sebagainya.
Ekspor jasa meliputi jasa-jasa angkutan, turis, asuransi dan sebagainya, dalam transaksi jasa ini
termasuk pula pendapatan dari investasi modal di luar negeri. Ekspor barang dan jasa merupakan
transaksi kredit sebab transaksi ini menimbulkan hak untuk menerima pembayaran (terjadinya
aliran dana masuk)
Transaksi impor barang meliputi misalnya barang-barang konsumsi, bahan mentah untuk
industri dan kapital, sedang impor jasa meliputi pembelian jasa-jasa dari penduduk negara lain.
Termasuk dalam impor jasa adalah pendapatan bunga, dividen tau keuntungan untuk modal yang
ditanam di dalam negeri oleh penduduk negara lain.
Impor barang-barang dan jasa merupakan transaksi debet sebab transaksi ini
menimbulkan kewajiban un

2) Transaksi Modal
Transaksi modal terdiri atas :
a. Transaksi modal jangka pendek, yang meliputi :
1 Kredit untuk perdagangan dari negara lain (transaksi kredit) atau kredit perdagangan yang
diberikan kepada penduduk negara lain (transaksi debet).
2 Deposito bank oleh penduduk domestik di luar negeri (transaksi debet) atau deposito bank di
dalam negeri milik penduduk negara lain (transaksi kredit).
3 Pembelian surat berharga luar negeri jangka pendek (transaksi debet) atau penjualan surat
berharga dalam negeri jangka pendek kepada penduduk negara lain (transaksi kredit).

b. Transaksi modal jangka panjang, yang meliputi :


1 Investasi langsung di luar negeri (transaksi debet) atau investasi asing di dalam negeri
(transaksi kredit).
2 Pembelian surat-surat berharga jangka panjang milik penduduk negara lain (transaksi debet) atau
pembelian surat-surat berharga jangka panjang dalam negeri oleh penduduk negara lain
(transaksi kredit).
3 Pinjaman jangka panjang yang diberikan kepada penduduk negara lain (transaksi debet) atau
pinjaman jangka panjang yang diterima dari penduduk negara lain (transaksi kredit) (Nophirin,
1991: 168).
Jadi dapat kita lihat bahwa setiap transaksi modal yang menyebabkan kenaikan (penurunan)
kekayaan suatu negara di luar negeri merupakan aliran modal keluar (masuk) atau merupakan
transaksi debet (kredit). Setiap transaksi modal yang menyebabkan kenaikan (penurunan)
kekayaan asing di dalam negeri merupakan aliran modal masuk (keluar) atau merupakan
transaksi debet (kredit).

3) Transaksi Satu Arah (Unilateral Transfer)


Transaksi satu arah adalah transaksi yang tidak menimbulkan kewajiban untuk
melakukan pembayaran, misalnya hadiah (gifts) dan bantuan (aid) (Nophirin, 1991: 169). Jika
suatu negara memberikan sebuah hadiah ataupun bantuan kepada negara lain, maka hal tersebut
adalah transaksi debet. Kemudian jika suatu negara menerima sebuah hadiah atau bantuan dari
negara lain merupakan transaksi kredit.
4) Selisih Perhitungan (error and ommission)
Rekening ini ialah rekening penyeimbang apabila nilai-nilai transaksi kredit tidak persis
sama dengan nilai-nilai transaksi debet (Nophirin, 1991: 169). Adanya rekening selisih
perhitungan ini dapat kita ketahui bahwa jumlah total nilai sebelah kredit dan debet dari suatu
neraca pembayaran internasional akan selalu sama (balance).
5) Lalu Lintas Moneter
Transaksi lalu lintas moneter sering disebut “accomodating” dikarenakan transaksi ini
timbul sebagai akibat dari adanya transaksi lain. Transaksi lain tersebut sering disebut
“autonomous” sebab transaksi lain tersebut timbul dengan sendirinya, tanpa dipengaruhi oleh
transaksi lain. Transaksi yang termasuk dalam transaksi autonomous adalah transaksi-transaksi
yang sedang berjalan, transaksi kapital serta transaksi satu arah. Perbedaan antara transaksi
autonomous debet dengan kredit diseimbangkan dengan transaksi lalu lintas moneter. Transaksi
ini timbul diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara transaksi autonomous debet dan kredit
(Nophirin, 1991: 169).

D. Manfaat Neraca Perdagangan antara lain :


a) Sebagai tolak ukur arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan pihak terkait. Neraca
Perdagangan sebagai salah satu alat untuk menentukan arah kebijakan yang akan diambil oleh
pemerintah dan pihak terkait. Dalam hal ini untuk pelaku kegiatan ekonomi internasional.
b) Untuk mengetahui besaran jumlah pengeluaran dan pendapatan suatu negara. Neraca
Perdagangan berfungsi sebagai pemberi informasi jumlah atau besaran angka ekspor maupun
impor. Jika nilai ekspor lebih tinggi maka dapat dikatakan surplus atau kelebihan pendapatan.
Sebaliknya apabila nilai ekspor lebih kecil dari impor maka dikatakan sebagai defisit atau
keadaan yang tidak menguntungkan.
c) Menjadi informasi kegiatan ekonomi internasional, dalam hal ini menjadi sumber informasi
perdagangan internsional. Ketika suatu negara mengalami peningkatan ekspor maupun impor,
maka negara lain akan mengetahui dan dapat melakukan pertimbangan untuk menjalin
kerjasama.

E. Balance dalam suatu neraca perdagangan, terdapat tiga pengertian


1. Basic balance
Basic balance terdiri dari balance dalam transaksi yang sedang berjalan (current account
balance) kemudian ditambah dengan transaksi modal jangka panjang. Basic balance akan
berubah – ubah jika terjadi perubahan prinsipil dalam perekonomian seperti perubahan harga,
kurs valuta asing dan pertumbuhan ekonomi. Basic balance memberikan informasi tentang akibat
perubahan perkonomian terhadap neraca pembayaran, yitu berakibat pada pada aliran modal
jangka pendek (Nophirin, 1991:170).

2. Balance transaksi “autonomous”


Balance ini terdiri dari basic balance ditambah dengan aliran modal jangka pendek.
Dalam hal ini pemerintah seharusnya lebih memperhatikan balance transaksi autonomous
daripada basic balance sebab kenyataanya aliran midal jangka pendek jarang sekali sama dengan
nol. Defisit atau surplus suatu neraca pembayaran dilihat dari balance transaksi autonomous yang
kemudian tercermin dalam transaksi accomodating yaitu aliran modal pemerintah jangka pendek.
3. Liquidity balance
Konsep ini dikembangkan di Amerika Serikat untuk mengukur posisi neraca
pembayarannya. Perbedaan dengan balance autonomous adalah perlakuan terhadap pemilikan
kekayaan (assets) jangka pendek. Kekayaan asing (seperti surat berharga jangka pendek atau
deposito bank) yang dimiliki oleh penduduk Amerika diperhitungkan sebagai faktor yang
mempengaruhi ketidakseimbangan neraca pembayaran

F. Sebab – Sebab Suatu Negara Dapat Mengalami Ketidakseimbangan dalam Neraca


Perdagangan .

1. Ekspor dan Impor dapat berubah-ubah karena musim (seasonal disequilibrium.


2. Perubahan di dalam pendapatan sebagai akibat kebijaksanaan harga, tingkat bunga atau
kesempatan kerja dari negara lain dapat menimbulkan ketidakseimbangan (cyclical
disequilibrium).
3. Kemajuan tekhnik (misalnya: penemuan karet sintetis dapat menyebabkan
ketidakseimbangan/defisit negara penghasil karet alam).
4. Aliran modal sebagai akibat kegiatan spekulasi (Nophirin, 1991: 180).

G. Faktor –faktor Yang Dapat Mempengaruhi Neraca Perdagangan

1 Biaya produksi (tanah, tenaga kerja, modal, pajak insentif, dll) ekspor dalam perekonomian vis-
à-vis dalam perekonomian mengimpor;
2 Harga dan ketersediaan bahan baku, barang setengah jadi dan bahan lainnya;
3 Perubahan nilai tukar;
4 Multilateral, bilateral dan unilateral pajak atau pembatasan perdagangan;
5 Non-tarif barriers, seperti lingkungan, kesehatan atau standar keselamatan;
Efektivitas devisa yang memadai untuk membayar impor, dan
6 Harga barang yang diproduksi di rumah (tergantung pada kecepatan suplai)

G. Perkembangan Neraca Perdagangan 1997 - 1998


Perkembangan neraca perdagangan pada tahun 1997 - 1998 mendapat tekanan cukup
berat sebagai akibat adanya arus modal keluar yang cukup besar dan beban pembayaran hutang
luar negeri yang meningkat. Pada tahun 1997 - 1998, keseluruhan ekspor Indonesia sebesar US$
56,2 miliar atau hanya meningkat sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan terbesar berasal dari ekspor nonmigas yaitu sebesar 17,0 persen menjadi US$ 45,9
miliar, sedangkan ekspor migas turun sebesar 19,8 persen menjadi US$ 10,2 miliar. Penurunan
cukup besar pada nilai ekspor migas ini disebabkan oleh melemahnya permintaan dunia dan
memburuknya harga minyak bumi di pasaran internasional(http://www.anggaran.depkeu.go.id/).
Dengan demikian, peranan ekspor nonmigas terhadap keseluruhan nilai ekspor meningkat dari
75,5 persen pada tahun 1996 - 1997 menjadi 81,8 persen pada tahun 1997 - 1998.
Depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang utama dunia yang cukup tajam sejak
bulan Juli 1997 telah mempengaruhi permintaan barang-barang impor sehingga nilainya turun
sebesar 6,8 persen menjadi US$ 42,7 miliar pada tahun 1997 - 1998. Semakin mahalnya harga-
harga produk bahan baku dan barang modal telah menyebabkan berkurangnya aktivitas impor
non migas sehingga nilainya turun sebesar 6,1 persen menjadi US$ 38,6 miliar. Demikian pula
impor migas turun sebesar 13,0 persen menjadi US$ 4,1 miliar.
Dalam waktu yang bersamaan, defisit sektor jasa-jasa sedikit meningkat dari US$ 14,3
miliar pada tahun 1996 - 1997 menjadi sebesar US$ 15,2 miliar pada tahun 1997 - 1998.
Membesarnya defisit ini berasal dari defisit jasa-jasa migas yang meningkat sebesar US$ 1,1
miliar, sedangkan defisit jasa-jasa nonmigas menurun sebesar US$ 0,2 miliar. Penerimaan devisa
jasa-jasa masih tetap mengandalkan sektor pariwisata dan pendapatan tenaga kerja Indonesia
yang bekerja di luar negeri.
Sebagai negara berkembang yang masih memerlukan sumber dana, transaksi berjalan
Indonesia selalu mengalami defisit. Kegiatan impor menurun dengan drastisnya akibat depresiasi
rupiah yang tajam telah menurunkan besarnya defisit transaksi berjalan dari US$ 8,1 miliar (-3,5
persen terhadap PDB) pada tahun 1996 - 1997 menjadi hanya US$ 1,7 miliar (-1,2 persen
terhadap PDB) pada tahun 1997 – 1998.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Neraca Perdagangan pendekatan parcial merupakan suatu catatan yang memuat atau
mencatat semua transaksi ekspor dan transaksi impor barang suatu negara. Neraca perdagangan
dibuat agar suatu negara dapat mengetahui perkembangan perdagangan internasional yang
dilakukan. Jenis-jenis neraca suatu perdagangan ialah surplus, defisit, dan seimbang. Neraca
perdagangan internasional bermanfaat sebagai tolak ukur arah kebijakan yang diambil oleh
pemerintah dan pihak terkait, untuk mengetahui besaran jumlah pengeluaran dan pendapatan
suatu negara, dan untuk menjadi informasi kegiatan ekonomi internasional.
Negara dengan neraca perdagangan yang surplus akan mendorong negara partner dagang
yang defisituntuk memperlemah (men-devaluasi) nilai tukar mata uangnya untuk membuat
produk-produk ekspornya lebih kompetitif. Produk-produk ekspor yang lebih kompetitif akan
meningkatkan volume ekspor dan pada akhirnya mempersempit defisit neraca perdagangan. Jika
nanti neraca perdagangan kembali surplus, maka dalam jangka panjang nilai tukar mata uang
negara tersebut akan cenderung menguat.
Daftar pustaka

http://www.ilmu-ekonomi-id.com/2016/10/neraca-pembayaran-pengertian-fungsi-komponen-
ikhtisar-surplus-defisit.html
http://ranggapra.blogspot.co.id/2015/12/makalah-neraca-pembayaran-dan.html
http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=146738&title=dampak_neraca_perdagan
gan_pada_nilai_mata_uang
http://tulisanpkfarida.blogspot.co.id/2010/10/neraca-pembayaran-perdagangan-indonesia.html
http://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/sp_181316.aspx
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160118153311-92-105060/2016-neraca-dagang-
indonesia-berpotensi-defisit/
http://setkab.go.id/februari-2015-neraca-perdagangan-indonesia-surplus-738-juta-dollar-
https://brainly.co.id/tugas/1521335